You are on page 1of 8

TRAUMATIC DIAPHRAGMATIC HERNIATION

Cheptien Winda V. (145130100111006); Desy Setyoningsih (145130100111023);


Isbiya whinona (145130101111012); Ganang Rilo Pambudi (145130107111005)

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016

ABSTRAK
Pada hewan kesayangan (pet animal) sering kali terjadi hernia diafragmatika yang
diakibatkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor sehingga menyebabkan trauma. Pasien yang
mengalami traumatik hernia diafragmatika memiliki prognosa yang perlu dipertimbangkan.
Hernia diafragmatika dapat menyebabkan kesulitan bernafas, cedera dan haemorrhage interna
yang dapat menyebabkan hypovolemic shock yang dapat menyebabkan kematian. Fungsi
pernafasan hanya akan kembali normal apabila dilakukan tindakan operasi pada hernia.
Keyword : hernia diafragmatika, hypovolemic shock.

PENDAHULUAN udara akan tersedot ke dalam pulmonary.


Hernia diaphargmatica merupakan Volume cavitas abdominal akan
penonjolan organ-organ abdomen ke mengalami pengurangan dan tekanan
dalam rongga thoraks yang melalui suatu intraabdominal akan mengalami
lubang pada diphragma, dimana peningkatan. Hernia diaphargmatica
diaphragma ialah suatu organ otot inspirasi dibedakan menjadi 2 macam, yaitu Hernia
utama berupa sekat yang membatasi diaphargmatica traumatica dan Hernia
rongga thoraks dan rongga abdomen. Pada diaphargmatica peritoneo-pericardial
saat diphragma mengalami kontraksi, (Mazzaferro, 2010).
diphragma akan bergerak kearah caudal. Hernia Diaphragmatica (DH) atau
Dengan menurunnya diphragma, viscera yang sering disebut dengan Hernia
abdomen akan terdorong juga ke arah Leuroperitoneal merupakan suatu keadaan
caudal yang mengakibatkan terjadinya dimana organ yang terdapat dalam
penurunan tekanan intrathoracal, sehingga abdomen keluar dan masuk ke adalam
rongga thoraks yang diakibatkan oleh serta central tendinae. Sedangkan diaframa
adanya ruptur ataupun robek pada terbagi dengan beberapa pars diantaranya
diaphragma. Hernia diaphragmatica dapat adalah pars costalis, pars lumbalis, crura,
diakibatkan oleh trauma yang dialami pars stenalis yang dekat dengan daerah
pasien sehingga diaphragma menjadi dada. Fungsi diafragma adalah sebagai
lemah dan robek. Kasus ini sering sekali penyekat antara derah cavum abdomen dan
terjadi pada hewan anjing dan kucing. cavum thorax sehingga ada pemisah untuk
Organ-organ yang biasanya menjadi isi organ-organ dari kedua rongga tersebut.
daripada Hernia diaphragmatica seperti Apabila terjadi sobekan atau ruptur pada
omentum atau hepar, gaster, dan spleen. diafragma maka yang terjadi adalah hernia
Apabila isi dari Hernia membesar maka diafragmatica yang ditandai dengan
akan terjadi dyspnea dan pada bagian masuknya organ-organ di cavum abdomen
abdomen akan terlihat kempis. Saat menuju rongga thorax (Andrew dan
dilakukan palpasi di bagian abdomen Roslyn, 2005).
hewan akan menunjukkan adanya bagian
yang kosong, kemudian pada saat
dilakukan perkusi pada bagian pulmonary
akan menghasilkan bunyi yang pekak
(keras), dan pada saat dilakukan auskultasi
maka akan menghasilkan bunyi bising.
Sesuai case report yang didapatkan
hernia diafragmatika adalah Cedera yang
terjadi pada anjing pada bagian abdominal
sebelah kiri yang dapat diakibatkan oleh
kecelakaan, jatuh ataupun tertimpa benda
berat. CASE REPORT
Anamnesa
ANATOMI DIAFRAGMA Seekor anjing dibawa ke sebuah
Diafragma merupakan sekat antara klinik hewan beberapa jam setelah
cavum thorax dan cavum abdomen yang ditabrak oleh sebuah mobil. Pada
memisahkan kedua rongga tersebut. Pada pemeriksaan fisik, didapati adanya
diafragma terdapat beberapa kompartemen dypsnea (kesulitan bernafas), membran
diantaranya adalah hiatus esophageal, mukosa pucat, tachycardia ringan, dan
hiatus aorticus, crura, foramen cavalis, kesakitan pada bagian abdomen.
Kemudian pada saat dilakukan menyebabkan hypoxia (Andrew dan
pemeriksaan radiografi pada posisi Roslyn, 2005).
pemotretan lateral dan dorsoventral,
menunjukkan hilangnya diphragma line
serta terdapat adanya sedikit cairan pleural
(Andrew and Roslin, 2005).
Sinyalemen Hewan
Jenis hewan : Anjing
Ras/breed : Border collie
Jenis kelamin : Betina
Umur : 2 tahun Lateral view. Terdapat siluet cardiac border. Bowel loops
mengandung gas.

PATOFISIOLOGI Hernia diafragmatica disebabkan


Pada penderita hernia karena terjadinya rupture diafragma
diafragmatica biasanya terjadi gangguan sehingga organ abdominal masuk kedalam
pernafasan dan gangguan fungsi regio thorax yang menyebabkan
diafragma. Rongga pleura terisi oleh penekanan pada lobus pulmo, atelectasis
organ-organ abdomen yang nantinya dapat progresif dan efusi pleural. Atelectasis
diperburuk oleh akumulasi udara dan dengan atau tanpa efusi pleura dapat
cairan. Selain itu terjadi penekanan pada menyebabkan penurunan kapasitas pulmo
lobus pulmo sehingga terjadi atelectasis. secara signifikan dan terjadinya perfusion
Faktor lain yang dapat memperburuk mismatch dan shunting sehingga terjadi
hernia diafragmatica ialah adanya luka peredaran darah dengan kandungan
pada refio thorax seperti fraktur pada os oksigen rendah. Adanya fraktur akan
costae dan luka pada struktur intrathoracic memungkinkan terjadinya akumulasi
seperti memar pada pulmo (pulmonary cairan karena terjadi haemorrhage pada
contusion). Selain itu juga dapat area intrathoracic. Oleh karena itu,
diperburuk dengan terjadinya rasa sakit, mekanisme pernafasan pada hewan dapat
haemorrhage, dan hypovolemic shock. menurun akibat dari rasa sakit, lesi pada
Faktor-faktor tersebut akan menyebabkan rongga pleural dan fraktur pada os costae
terjadinya hypoventilation, perfusion (Andrew dan Roslyn, 2005).
mismatch, dan shunting yaitu suatu kondisi Sebagai tambahan akibat dari
dimana terjadi sirkulasi darah pada tubuh penurunan fungsi pulmo yang diakibatkan
dengan kandungan oksigen yang rendah ke karena masuknya organ abdominal
pembuluh darah sehingga dapat kedalam rongga dada maka dapat
menyebabkan penekanan pada vena cava rongga toraks. Penyakit ini memiliki gejala
caudal, dan penurunan cardiac output. klinis yaitu anjing mengalami sesak nafas
Fungsi jantung akan mengalami penurunan dan pernafasan yang cenderung ke
secara signifikan apabila terjadi luka pada pernafasan abdominal. Anjing dengan
bagian myocardial baik secara langsung hernia diafragmatica menunjukkan gejala
maupun tidak langsung, seperti traumatic sebagai berikut diantaranya adalah
myocarditis yang menyebabkan terjadinya masalah pada saluran pernafasan,
hypovolemic shock sehingga menurunkan hemoragi di cavum thorax,hypovolemic
fungsi perfusi peripheral dan penyebaran shock dan hypoxia (Andrew dan Roslyn,
oksigen. Cardiac aritmia telah dilaporkan 2005).
sebesar 12% terjadi pada anjing dengan Gejala klinis yang tidak spesifik
hernia diafragmatica (Andrew dan Roslyn, disebabkan oleh penyakit hernia
2005). diafragmatica beragam, derajat keparahan
pada saluran pernafasan diakibatkan oleh
GEJALA KLINIS beberapa faktor diantaranya pasien
Hernia diafragmatica merupakan mengalami penurunan fungsi mekanik dari
penyakit yang kerap terjadi akibat adanya diafragma dan meningkatnya akumulasi
kecelakaan dari kendaraan bermotor udara dan cairan di rongga pleura akibat
bahkan angka kejadian penyakit ini akibat adanya hemoragi. Selain itu, beberapa
kendaraan bermotor mencapai 85%. Pada faktor yang dapat meningkatkan derajat
dasarnya terdapat 2 macam hernia keparahan penyakit adalah adanya trauma
diafragmatica yaitu hernia diafragmatica yang disebabkan oleh cedera pada struktur
traumatika dan hernia diafragmatica intra thorax diantaranya adalah fracture
congenital. Hernia diafragmatica pada tulang costae dan pulmonary
traumatica merupakan hernia yang contunsion yang dapat memicu terjadinya
disebabkan karena adanya gangguan pendarahan, hypoventilation, dan
secara mekanik. Pasien dengan penderita hypovolemic shock. Beberapa faktor
hernia diafragmatica memiliki prognosis tersebut dapat memicu terjadinya
yang buruk dengan angka kematian yang perfusion mismatch, penurunan transport
cukup tinggi karena adanya perdarahan di darah kaya oksigen menuju seluruh tubuh,
dalam rongga thoraks atau hal ini memicu terjadinya hypoxia. Selain
hipoksia. Hernia diafragmatika adalah itu pada saat palpasi pada abdomen akan
masuknya organ-organ abdomen melalui terasa kosong karena berpindahnya
defek (lubang) pada diafragma ke dalam beberapa organ menuju cavum thorax.
Pada penyakit ini juga muncul gejala
diantaranya gangguan pada hati, muntah,
dan anorexia. Selain itu penyakit ini juga
menimbulkan komplikasi diantaranya
adalah takikardi, hemothorax,
strangulation of viscus, dan gastric
tyhmpany (Andrew dan Roslyn, 2005).

Terlihat loops dan ingesta pada daerah cranial diafragma


DIAGNOSA
Untuk peneguhan diagnosa pada
penyakit hernia diafragmatica dapat
dilakukan dengan radiography berupa
pemeriksaan x-ray yang dilakukan dengan
nilai Mas yaitu 5 Mas. Pada saat
peneguhan diagnosa harus didasarkan pada
riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan
radiography pada daerah thorax dengan Tidak nampaknya garis diafragma dan bayangan hitam
berbagai posisi pemotretan. Pada saat jantung tidak terlihat (cardiac caudal border)

interpretasi radiography thorax yang


mengalami hernia diafragmatica Pemeriksaan Fisik menunjukkan
traumatica akan didapatkan kondisi : bahwa anjing mengalami dyspnea,
1. Tidak nampaknya garis diafragma membrane mukosanya pucat ,takikardia
2. Rongga abdomen yang tampak lebih ringan, dan nyeri perut. Suara paru-paru
besar sebelah kiri menurun, denyut jantung dan
3. Adanya loop dari intestine menuju
pernapasan meningkat, menunjukkan syok
cavum thorax
hipovolemik yang buruk. Selain
Pada saat interpretasi regio thorax
pemeriksaan fisik dilakukan pemeriksaan
dapat dilakukan dengan melihat tampakan
Radiografi yang menghasilkan film toraks
radiopaque yang ditandai dengan
dengan menunjukkan hilangnya garis
rupturnya diafragma dari anjing. Pada
diafragma bagian abdomen sebelah kiri
berbagai posisi pemotretan terlihat jelas
dan ada sejumlah kecil cairan pleura .
bahwa anjing mengalami hernia
Diagnosis diafragma traumatic herniasi,
diafragmatica (Andrew dan Roslyn, 2005).
memar paru, dan intrathoracic dan
perdarahan intraabdominal. (Boudrieau, diaphragmatica tidak tertangani secara
1985) cepat dan tepat maka akan
membahayakan nyawa hewan tersebut
(Mazzaferro, 2010).

PENGOBATAN
Presurgical Stabilization
Penggantian volume yang memadai
merupakan terapi terbaik yang dapat
diberikan untuk mengatasi hypovolemic
shock, namun kelebihan volume juga dapat
merugikan pada hypovolemia terutama
pada pasien dengan gangguan patologi
seperti atelectasis, pulmonary contusions
dan penekanan pulmo oleh cairan maupun
organ. Isotonic crystalloid, hypertonic
saline, dan colloids dapat digunakan pada
pasien yang mengalami hypovolemic
shock (Andrew dan Roslyn, 2005).

Tindakan Operasi
PENCEGAHAN Dilakukan prosedur celiotomy
1. Menjaga hewan peliharaan agar tetap dengan persiapan pertama-tama yaitu
berada dalam jangkauan penglihatan dengan melakukan kateterisasi pada vena
kita. cephalica dan pemberian saline-dextrose
2. Mengontrol stress pada hewan
sebesar 10 mL.kg-1.h-1. Pasien diberikan
peliharaan.
premedikasi dengan morphine (0.5 mg.kg-
3. Menjaga sanitasi dan kebersihan
1
) dan induksi anestesi secara kombinasi
kandang agar hewan peliharaan
menggunakan diazepam (0.2 mg.kg-1) dan
merasa nyaman berada di dalam
ketamine (4 mg.kg-1). Dilakukan spray
kandang.
4. Melakukan pemeriksaan secara menggunakan Lidocaine untuk
menyeluruh dan tepat pada hewan menghilangkan reflex laryngeal dan pasien
ataupun pasien yang mengalami diintubasi menggunakan tracheal tube 6-
kecelakaan, karena apabila hernia mm dan diposisikan dorsal recumbency.
Anestesi dimaintain menggunakan
isoflurane (1.5 sampai 2.0%) yang Penanganan Post Operasi
diberikan bersamaan dengan oksigen. Setelah dilakukan operasi hernia
Intermittent positive-pressure ventilation diafragmatika, pasien harus dimonitori
(IPPV) diinisiasi menggunakan time- secara intensif untuk mengawasi apabila
cycled ventilator. terjadi komplikasi dan kebutuhan oksigen
Laparotomy dilakukan pada insisi yang memadai serta penanganan rasa sakit
paracostal dexter dan dilakukan inspeksi yang mungkin timbul setelah post-operasi.
pada diafragma yang mengalami rupture. Proses penyembuhan yang cepat dapat
Diinspeksi organ-organ abdomen yang dipengaruhi oleh lingkungan dengan kadar
memasuki rongga thorax. Organ dan tinggi oksigen. Terapi cairan dapat
struktur abdominal yang terdapat dalam diberikan secara intravena sampai pasien
rongga torak ditarik kembali kea arah menjadi stabil. Pemberian analgesic dapat
abdominal dan bagian diafragma yang meminimalisir efek yang muncul akibat
rupture dijahit dengan continuous pattern penekanan pulmo dan memudahkan pasien
menggunakan 2/0 benang polyglactin saat bernafas. Dilakukan penggantian
(Veisal dan Meimandi, 2011). thoracostomy tube secara rutin setiap 24
jam untuk memonitori efusi pleural dan
pneumothorax (Veisal dan Meimandi,
2011).
Treatment post operative lainnya
yang dapat dilakukan ialah dengan
pemberian Cephalexin sebanyak 30
mg.kg.-1 secara peroral tiap 12 jam selama
5 hari dan Tramadol sebanyak 3 mg.kg -1
Gambaran organ abdominal yang memasuki region thorax.
secara peroral tiap 24 jam dan Ketprofen
Waktu total anastesi ialah kurang
sebanyak 2 mg.kg-1 secara subcutan tiap 24
lebih 1 jam 40 menit dengan jumlah
jam selama 3 hari (Veisal dan Meimandi,
pulsus, oxyhaemoglobin saturation, dan
2011).
frekuensi nafas yang selalu dimonitor dan
dalam batas aman. Pada akhir anastesi,
PROGNOSA
pemberian isoflurane diberhentikan, serta
Prognosis dari kasus hernia
IPPV dapat diberhentikan (Veisal dan
diafragmatika ini sebagian fausta namun
Meimandi, 2011).
tidak menutup kemungkinan juga setelah
operasi akan menyebabkan kematian Mazzaferro E, M. 2010. Blackwells Five
tergantung parah atau tidaknya kondisi Minute Veterinary Consult, Clinical
yang dialami oleh hewan tersebut Companion: Small Animal Emergency
(Wilson,1971). and Critical Care. Singapore: John
Willey & Sons, Inc.
REFERENSI Vesal, N. dan Meimandi, P.A. 2011.
Andrew, J.W. dan Roslyn, G.M. 2005. Anesthetic Management of
Traumatic Diafragmatic Herniation: Diaphragmatic Hernia Repair in
Pathophysiology and Management. Dog: A Case Report and Literature
New Zealand: Massey University Review of Anesthetic Techniques. Iran:
Veterinary Teaching Hospital. Department of Clinical Sciences,
Boudrieau RJ, Muir WW.1985. School of Veterinary Medicine, Shiraz
Pathophysiology of traumatic University.
diaphragmatic hernia in dogs. Wilson GP, Newton CD, Burt JK.1971. A
Compend Contin Educ Pract Vet review of 116 diaphragmatic hernias
9(4):379385 in dogs and cats. JAVMA
159(9):11421145