You are on page 1of 10

TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI

RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

Anatomi dan Fisiologi Kulit

Kulit terdiri dari:

- Hairless Skin (Glabrous)/ tidak berambut


- Hair bearing skin / berambut

Bagian dari kulit, yaitu:

a. Epidermis
Lapisan ini terdiri atas:
- Stratum Basale
Stratum basale terdiri atas sel sel berbentuk kubus (kolumnar) yang tersusun
vertikal pada perbtasan dermo epidermal berbaris seperti pagar (palisade). Lapisan ini
merupakan lapisan epidermis paling bawah. Lapisan ini terdiri dari dua sel, yaitu
keratinosit dan melanosit.

1
TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI
RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

- Stratum Spinosum
Disebut juga stratum Malphigi/ prickle cell layer, terdiri atas beberapa lapis sel yang
berbentuk poligonal. Sel sel tersebut semakin ke permukaan semakin gepeng
bentuknya. Diantara sel sel stratum spinosum terdapat jembatan jembatan antar sel
(intercellular bridges) yang terdiri dari protoplasma dan keratin/ tonofibril. Perlekatan ini
membentuk nodulus Bizzozero. Diantara sel spinosum, terdapat sel Langerhans. Sel sel
spinosum ini mengandung banyak glikogen.
- Stratum Granulosum
Merupakan lapisan keratohialin, dimana dua atau tiga lapis sel sel gepeng dengan
sitoplasma berbulir kasar dan terdapat inti diantaranya.
- Stratum Korneum
Merupakan lapisan kulit yang paling luar dan terdiri atas beberapa lapis sel sel
gepeng yang mati, tidak berinti dan protoplasma nya sudah berubah menjadi keratin (zat
tanduk)
b. Dermis
Lapisan ini terdiri atas lapisan elastik dan fibrosa padat dengan elemen elemen
selular dan folikel rambut, dibagi menjadi dua bagian yaitu:
- Pars papilare, yaitu bagian yang menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut saraf
dan pembuluh darah.
- Pars retikulare, yaitu bagian di bawahnya yang menonjol ke arah subkutan, bagian
ini terdiri atas serabut serabut penunjang; misalnya serabut kolagen, elastin dan
retikulin.
c. Hipodermis
Lapisan subkutis ini merupakan kelanjutan dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar
yang berisi sel sel lemak di dalamnya. Lapisan sel sel lemak disebut panikulus
adiposa, berfungsi sebagai cadangan makanan. Dilapisan ini terdapat ujung saraf tepi,
pembuluh darah dan getah bening. Vaskularisasi kulit diatur oleh dua pleksus, yaitu

2
TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI
RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

pleksus yang terletak di bagian atas dermis (pleksus superfisial) dan yang terletak di
subkutis (pleksus profunda).

Adneksa Kulit
Adneksa kulit terdiri atas kelenjar kelenjar kulit, rambut dan kuku.
1. Kelenjar kulit terdapat di lapisan dermis, terdiri atas:
a. Kelenjar keringat (glandula sudorifera)
- Kelenjar ekrin, kelenjar nya kecil kecil, terletak dangkal di dermis dengan sekret
yang encer. Terdapat di seluruh permukaan kulit dan terbanyak di telapak tangan dan
kaki, dahi, dan aksila. Sekresi bergantung pada beberapa faktor dan dipengaruhi oleh
saraf kolinergik, faktor panas, dan stress emosional.
- Kelenjar apokrin, kelenjarnya lebih besar, terletak lebih dalam dan sekretnya lebih
kental. Kelenjar apokrin dipengaruhi oleh saraf adrenergik. Terdapat di aksila, areola
mammae, pubis, labia minora, dan saluran telinga luar.
b. Kelenjar palit (glandula sebasea)
Terletak diseluruh permukaan kulit, kecuali di telapak tangan dan kaki. Kelenjar
palit, disebut juga kelenjar holokrin, karena tidak berlumen dan sekret kelenjar ini berasal
dari dekomposisi sel sel kelenjar. Terdapat di samping akar rambut dan muara nya
terdapat pada lumen akar rambut (folikel rambut). Sebum mengandung trigliserid, asam
lemak bebas, skualen, wax ester, dan kolesterol. Sekresi dipengaruhi oleh hormon
androgen.
2. Kuku, adalah bagian terminal stratum korneum yang menebal. Bagian kuku yang terbenam
dalam kulit jari disebut akar kuku, bagian yang terbuka di atas dasar jaringan lunak kulit pada
ujung jari dikenali sebagai badan kuku, dan yang paling ujung adalah bagian kuku yang
bebas. Kuku tumbuh dari akar kuku keluar dengan kecepatan tumbuh kira-kira 1 mm per
minggu. Sisi kuku agak mencekung membentuk alur kuku. Kulit tipis yang yang menutupi

3
TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI
RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

kuku di bagian proksimal disebut eponikium, sedang kulit yang ditutupi bagian kuku bebas
disebut hiponikium.

3. Rambut, terdiri atas bagian yang terbenam dalam kulit dan bagian yang berada di luar kulit.
Ada 2 macam tipe rambut, yaitu lanugo yang merupakan rambut halus, tidak mengandung
pigmen dan terdapat pada bayi, dan rambut terminal yaitu rambut yang lebih kasar dengan
banyak pigmen, mempunyai medula, dan terdapat pada orang dewasa.
Pada orang dewasa selain rambut di kepala, juga terdapat bulu mata, rambut ketiak,
rambut kemaluan, kumis, dan janggut yang pertumbuhannya dipengaruhi hormone androgen.
Rambut halus di dahi dan badan lain disebut rambut velus. Rambut tumbuh secara siklik, fase
anagen berlangsung 2-6 tahun dengan kecepatan tumbuh kira-kira 0.35 mm per hari. Fase
telogen berlangsung beberapa bulan. Di antara kedua fase tersebut terdapat fase katagen.
Komposisi rambut terdiri atas karbon 50,60%, hydrogen 6,36%,, nitrogen 17,14%, sulfur 5%
dan oksigen 20,80%.

4
TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI
RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

Efloresensi Kulit

Cara membedakan erosi dan ekskoriasi yaitu, dengan menekan lesi menggunakan kapas/
kertas tissue, jika pada kapas/ kertas tissue terdapat cairan yang menempel jernih itu menunjukan
erosi, namun sebaliknya jika yang menempel bercak merah itu menunjukan ekskoriasi.
Efloresensi kulit dikelompokan menjadi tiga, efloresensi datar atau sejajar kulit (flat),
tinggi dari permukaan kulit (rise), dan lebih rendah dari permukaan kulit (depressed).

1. Raised Lesions
a. Papul, merupakan penonjolan padat di atas kulit, berukuran kurang dari 0,5 cm.
b. Plaque, penonjolan padat, bentuknya mendatar (plateau like) di atas kulit, ukuran lebih
dari 0,5 cm.
c. Nodul, penonjolan padat di atas kulit, berbatas tegas, berukuran 0,5 2,0 cm dan ke
dalam mencapai dermis atau sampai subkutis, dimana bagian yang dibawah kulit lebih
besar dari yang diatas kulit (seperti gunung es).
d. Kista, penonjolan di atas kulit berupa kantong yang berisi cairan serosa atau padat atau
setengah padat.
e. Wheal, peninggian kulit, ditandai dengan edema lokal, superfisial, yang timbul
mendadak/ tiba tiba, menghilang perlahan lahan dalam hitungan jam, tidak lebih dari
24 jam. Jika hilangnya lebih dari 24 jam, pikirkan suatu vaskulitis.
f. Scar, atau jaringan parut, perubahan kulit yang menetap menjadi fibrotik, terjadi karena
kerusakan dermis. Ada 3 jenis jaringan parut yaitu, jaringan parut eutrofik (mendatar),
hipotrofik (mencekung lebih rendah dari permukaan kulit normal), hipertrofik (menonjol
lebih tinggi dari permukaan kulit normal).

5
TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI
RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

g. Komedo, adalah sumbatan keratin dan sebum pada folikel pilosebaseous yang
mengalami dilatasi. Ada 2 jenis yaitu, komedo putih (komedo tertutup) dan komedo
hitam (komedo terbuka). Warna hitam pada komedo terbuka terjadi karena oksidasi.

2. Depressed Lesions
a. Erosi, kerusakan jaringan mengenai epidermis sebagian atau seluruhnya, klinis ditandai
oleh adanya cairan jernih. Jika sembuh tidak meninggalkan jaringan parut.
b. Ulkus, kerusakan jaringan mengenai epidermis, sebagian atau seluruh dermis dan atau
subkutis, mempunyai dinding dan dasar, dapat mengenai struktur adneksa kulit dan jika
sembuh dapat meninggalkan jaringan parut.
c. Poikiloderma
d. Burrows, terowongan kecil dibawah stratum korneum, linear, yang dibuat oleh parasit

3. Flat Lesions
a. Makula, lesi kulit berupa perubahan warna kulit semata yang berukuran kurang dari 0,5
cm tanpa perubahan pada permukaan kulit baik mencekung atau menonjol. Jadi
permukaan kulit tetap datar. Ada 3 makula sesuai dengan warnanya, makula eritematosa
(merah), makula hipopigmentasi (putih) atau makula hiperpigmentosa (hitam).
b. Patch, makula yang berukuran lebih dari 0,5 cm.
c. Erythema, perubahan warna kulit menjadi merah akibat dilatasi pembuluh darah arteri
dan vena di papilla dan retikular dermis, warna merah hilang jika ditekan (tes diaskopi).
Beda dengan purpura adalah pada purpura, warna merah tidak hilang pada penekanan/
tes diaskopi.
d. Erythroderma, merupakan eritema yang generalisata

6
TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI
RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

Ruam Kulit Makula: Perubahan warna kulit tanpa disertai perubahan bentuk, contohnya
Primer pada : tinea versikolor, morbus Hansen
Eritema: Makula yang berwarna merah seperti pada dermatitis, lupus
eritromatosus
Papula: Penonjolan padat di atas permukaan kulit, berbatas tegas, ukuran < 1cm
Nodula: Seperti papula tapi diameter > 1cm, contoh pada prurigo nodularis.
Vesikula:penonjolan di atas kulit berisi cairan jernih, berukuran kurang dari 0,5
cm
Bula: Vesikel dengan diameter > 1cm, misal pada pemfigus, luka bakar.
Jika vesikel/bula berisi darah vesikel/bula hemoragik.
Jika bula berisi nanah disebut bula purulen.
Pustula:Vesikel berisi nanah, contoh : variola, varisela, psoriasis pustulosa.
Urtika:Penonjolan di atas permukaan kulit berdasarkan pertumbuhan sel
maupun jaringan tubuh.
Tumor:Penonjolan di atas permukaan kulit berdasarkan pertumbuhan sel
maupun jaringan tubuh.
Kista:Penonjolan di atas permukaan kulit berupa kantong yang berisi cairan
serosa atau padat atau setengah padat, contoh : kista epidermoid.
Ruam Kulit Skuama: Pelepasan lapisan tanduk dari permukaan kulit. Dapat berupa sisik
Sekunder halus (TV), sedang (dermatitis), kasar (psoriasis). Skuama dapat berwarna putih
(psoriasis), coklat (TV), atau seperti sisik ikan (iktiosis).
Krusta: Onggokan cairan darah, kotoran, nanah, dan obat yang sudah mengering
di atas permukaan kulit, misalnya pada impetigo krustosa, dermatitis kontak.
Krusta dapat berwarna hitam (pada jaringan nekrosis), merah (asal darah) atau
coklat (asal darah, nanah, serum).
Erosi: Kerusakan kulit sampai ujung stratum spinosum. Kulit nampak menjadi
merah dan keluar cairan serosa, misalnya pada dermatitis kontak.
Ekskoriasi: Kerusakan sampai ujung stratum papilaris sehingga kulit tampak
merah disertai bintik-bintik perdarahan. Ditemukan pada dermatitis kontak dan
ektima.
Ulkus: Kerusakan kulit (epidermis dan dermis) yang memiliki dasar, dinding,
tepi dan isi. Misal, ulkus tropikum, ulkus durum.
Rhagaden: Belahan-belahan kulit dengan dasar yang sangat kecil/dalam misal
pada keratoskisis, keratodermia.

7
TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI
RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

Parut (sikatriks): Jaringan ikat yang menggantikan epidermis dan dermis yang
sudah hilang. Jaringan ikat ini dapat lebih cekung dari jaringan sekitarnya
(sikatriks atrofi), dapat lebih menonjol (sikatriks hipertrofi), dan dapat normal
(eutrofi/luka sayat). Sikatriks tampak licin, garis kulit dan adneksa hilang.
Keloid: Hipertrofi yang pertumbuhannya melampaui batas.
Abses: Kantong berisi nanah di dalam jaringan. Misal abses bartholini dan abses
banal
Likenifikasi: Penebalan kulit sehingga garis-garis lipatan/relief kulit tampak
lebih jelas, seperti pada prurigo, neurodermatitis
Guma: Efloresensi sekunder berupa kerusakan kulit yang destruktif, kronik,
dengan penyebaran serpiginosa. Misal pada sifilis gumosa.
Hiperpigmentasi: Penimbunan pigmen berlebihan sehingga kulit tampak lebih
hitam dari sekitarnya. Misal, pada melasma pasca inflamasi.
Hipopigmentasi: Kelainan yang menyebabkan kulit menjadi lebih putih dari
sekitarnya, misal skleroderma dan vitiligo.
Efloresensi Kanalikuli: Saluran-saluran pada stratum korneum, yang timbul sejajar dengan
khusus permukaan kulit, seperti yang terdapat pada skabies.
Milia (white head): Penonjolan di atas permukaan kulit yang berwarna putih
yang ditimbulkan oleh penyumbatan saluran kelenjar sebasea, seperti pada akne
sistika.
Komedo: Ruam kulit berupa bintik-bintik hitam yang timbul akibat proses
oksidasi udara terhadap sekresi kelenjar sebasea di permukaan kulit, seperti pada
akne.
Eksantema: Ruam permukaan kulit yang timbul serentak dalam waktu singkat
dan tidak berlangsung lama, biasanya didahului demam, seperti pada demam
berdarah.
Roseola: Eksantema lentikular berwarna merah tembaga seperti pada sifilis dan
frambusia.
Purpura: Perdarahan di dalam/di bawah kulit yang tampak kemerahan, dan
tidak hilang pada penekanan kulit, seperti pada dermatitis medikamentosa.

8
TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI
RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

Datar/sejajar kulit Lebih tinggi dari kulit Lebih rendah dari kulit/depres
- Macula Isi padat - Fisura
- Eritema - Papula - Ulkus
- Hipopigmentasi - Nodul - Erosi
- Hiperpigmentasi - Wheal - Ekskoriasi
- Tumor - Rhagaden
Isi tidak padat
- Vesikel
- Bula
- Pustule
- Kista
- Abses

9
TUGAS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINFKIK UNIVERSITAS JAMBI
RS H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Nama: Annisa Mega Lisna


NIM : G1A214015
Judul : Anatomi kulit dan Efloresensi
Tanggal : 23 Mei 2016

Sifat-sifat efloresensi :
1. Ukuran

Miliar (sebesar kepala jarum pentul)


Lentikular (sebesar kacang hijau-jagung)
Numular (sebesar uang logam seratus rupiah)
Plakat (lebih besar dari uang logam seratus rupiah)

2. Gambaran

Linear (seperti garis lurus)


Sirsinar/anular (melingkar)
Arsinar (menyerupai bulan sabit)
Polisiklis (menyerupai bunga)
Korimbiformis (jika efloresensi besar dikelilingi oleh efloresensi kecil/hen and chicken
configuration)

3. Bentuk

Bundar (impetigo)
Lonjong (ptiriasis rosasea)
Serpiginosa (sifilis stadium III)
Herpetiformis (menyerupai dermatitis herpetiformis)
Konfluen (jika beberapa efloresensi bergabung menjadi satu efloresensi besar/variola)
Iris formis (menyerupai irisbentuk bulat/lonjong, pada bagian tengah tampak putih atau
hitam/pada eritema multiforme).

4. Lokalisasi/penyebaran

Solitar, jika hanya satu lesi (ulkus durum).


Multipel, jika lesi banyak (varisela).
Regional, menyerang satu regio (pada prurigo, urtikaria).
Diskrit, lesi-lesi terpisah satu dengan yang lain (ektima).

10