You are on page 1of 3

Anatomi Fistula

Kebanyakan bukaan internal dari fistula terletak sekitar kelenjar anal, mengelilingi linea dentat (3,4) sejak lebih dari 90% berasal dari abses
kriptoglandular yang berasal dari kripta Morgagni, yang terletak antara dua lapis sfingter anal. Fistula yang terjadi antara orifisium anal dan linea dentat
berasal dari anal sebagai muaranya, sementara fistula yang berasal di atas linea dentat berasal dari rektal. Lebih jarang terjadi, fistula terjadi antara kanalis
analis atau rektum dan vagina atau vesica urinaria.

Perjalanan fistula anorektal mengikuti satu dari empat jalur: intersfingterik (45%), transsfingterik (30%), suprasfingterik (20%), atau ekstrasfingterik
(5%), sebelum keluar dari kulit perianal (5).

Anatomi Regio Anal


Kanalis analis, bermula pada sambungan anorektal dan berakhir pada pinggir anal. Pinggir anal terdemarkasi pada tempat dimana epitel skuamos
melapisi kanalis analis bawah bersambung dengan kulit perineum. Di anterior, sepertiga medial kanalis analis menempel pada jaringan konektif tebal ke
badan perineum, yang memisahkannya dari uretra membranosa dan bulbus penis pada laki-laki dan dari vagina bawah pada perempuan. Di lateral dan
posterior, kanalis analis dikelilingi oleh jaringan adiposa di dalam fossa iskiorektal. Di posterior, kanalis analis menempel pada kokis oleh ligamentum
anokokigeal, struktur fibroelastik di garis tengah yang mungkin memiliki elemen otot lurik dan berjalan di antara aspek posterior bagian tengah dari
sfingter eksternal dan kokiks. Di atasnya terdapat raphe otot levator ani, fusi dari dua halves dari iliokokigeus, yang bertemu di anterior dengan otot
puborektal.

Fossa iskiorektal, berbentuk segitiga dan dibatasi oleh kulit di bagian inferior, obturator internus di bagian lateral, dan permukaan inferior levator ani di
bagian anterior dan medial. Di bagian posterior, rongga iskiorektal bersambung dengan ligamentum sakrotuberosum dan otot gluteus maksimus dengan
rongga potensial di bawah otot. Di bagian superior, fossa iskiorektal ditutup oleh muara levator ani dari bagian dalam obturator internus dan sambungan
fasia inferior dari diafragma pelvis dengan fasia obturator. Di bagian anterior, fossa iskiorektal terpisah dari rongga perineum superfisial oleh sambungan
fasia perineal ke batas posterior diafragma urogenital. Fossa iskiorektal bersambung ke depan di atas diafragma urogenitalis dan batas bawah diafragma
pelvis sampai kedua diafragma bergabung. Fossa iskiorektal kiri dan kanan bersambung di posterior, di atas bagian dari sfingter anal eksterna yang
berlanjut ke posterior sampai ke kokiks.

Sfingter anal internal, adalah cincin berbatas tegas dari serabut otot polos yang berorientasi secara oblik, bersambung dengan otot sirkuler dari rektum
dan berakhir pada komponen superfisial dan subkutan dari sfingter eksternal. Bagian bawah sfingter dilalui oleh serabut dari tendon longitudinal yang
melewati submukosa kanal bawah.

Sfingter anal eksternal, adalah kompleks berbentuk tabung oval yang terdiri dari serabut otot lurik. Otot ini terdiri dari bagian dalam, superfisial dan
subkutan namun harus dianggap sebagai entitas anatomis dan fungsional tunggal. Serabut paling atas dari sfingter anal eksternal bergabung dengan
serabut otot puborektalis paling bawah. Serabut ini berasal dari sepertiga atas yang menempel secara anterior ke otot perineal transvers superfisial dan
secara posterior ke raphe anokokigeal. Mayoritas serabut pada sepertiga medial dari sfingter anal eksternal mengelilingi sfingter internal bagian bawah.
Sepertiga medial menempel secara anterior ke perineal body dan secara posterior ke kokiks oleh ligamentum anokokigeal. Serabut dari otot sepertiga
bawah terletak di bawah level sfingter anal internal dan terpisah dari epitel anal terbawah oleh lapisan submukosa.

Otot trasversum perinei dan bulbospongiosus berfusi dengan sfingter eksternal pada bagian bawah perineum. Badan perineum menempel pada otot
sfingter anal eksternal ke struktur yang mengelilinginya dan adalah imbrikasi dari serabut otot pada wanita, atau insersi tendinosa sentral pada pria. Juga
di wanita, bagian anterior dan lateral dari sfingter anal eksternal lebih pendek dan terorientasi pada bidang horizontal. Pada laki-laki sfingter eksternal
lebih anular dan terpisah dari titik sentral perineum, sehingga terdapat bidang surgikal antara sfingter eksternal dan perineum (9).

Mukosa Bagian teratas dari kanalis analis dilapisi oleh mukosa yang mirip dengan rektum, sedang bagian bawah dilapisi oleh epitel berlapis gepeng
yang mirip dengan kulit dan regio perianal. Linea sekitar kanalis analis yang dapat ditelusuri adalah linea pectinate (linea dentat atau mukokutan). Linea
ini melambangkan perubahan pada epitel juga drainase limfatik, suplai darah dan drainase vena. Linea pectinate dipalpasi atau divisualisasi sekitar 2 cm
dari bukaan anal.

Pada sambungan antara dua jenis pelapis ini adalah kolumna analis, longitudinal dan lebih luas di ujung distal, sementara kabur di bagian proksimal
kanal. Keduanya bersatu di distal oleh membran tipis yang disebut katup analis. Antara dasar dari kolumna longitudinal dan katup anal adalah sinus anal,
kelenjar analis rudimenter (juga disebut kripta atau duktus), yang terbuka ke sinus anal. Infeksi dari sinus dan kelenjar anal terbentuk menjadi abses.
Abses ini terbentuk dari fistula yang dapat ekstensi dari kanalis analis ke otot-otot perianal, fossa iskiorektal dan kulit.