You are on page 1of 1

2.

1 Anatomi dan Fisiologi Hati


Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, rata-rata sekitar 1.500 gr atau 2,5 %
berat badan pada orang dewasa normal. Permukaan superior adalah cembung dan
terletak di bawah kubah kanan diafragma dan sebagian kubah kiri. Bagian bawah hati
adalah cekung dan merupakan atap ginjal kanan, lambung, pankreas, dan usus. Hati
memiliki dua lobus utama, kanan dan kiri. Lobus kanan dibagi menjadi segmen
anterior dan posterior oleh fisura segmentalis kanan yang tdak terlihat dari luar. Lobus
kiri dibagi menjadi segmen medial dan lateral oleh ligamentum falsiforme yang dapat
dilihat dari luar. Ligamentum falsiforme berjalan dari hati ke diafragma dan dinding
depan abdomen. Permukaan hati diliputi oleh peritoneum viseralis, kecuali daerah
kecil pada permukaan posterior yang melekat langsung pada diafragma. Beberapa
ligamentum yang merupakan lipatan peritoneum membantu menyokong hati. Di
bawah peritoneum terdapat jaringan penyambung padat yag dinamakan kapsula
Glisson, yang meliputi seluruh permukaan organ; kapsula ini pada hilus atau porta
hepatis di permukaan inferior, melanjutkan diri ke dalam massa hati, membentuk
rangka untuk cabang-cabang vena porta, arteria hepatika, dan saluran empedu.
Struktur mikroskopik
Setiap lobus hati terbagi menjadi struktur-struktur yang dinamakan lobulus, yang
merupakan unit mikroskopis dan fungsional organ. Setiap lobulus merupakan badan
heksagonal yang terdiri atas lempeng-lempeng sel hati berbentuk kubus, tersusun
radial mengelilingi vena sentralis. Di antara lempengan sel hati terdapat kapiler-
kapiler yang dinamakan sinusoid, yang merupakan cabang vena porta dan arteria
hepatika. Tidak seperti kapiler lain, sinusoid dibatasi oleh sel fagositik atau sel
Kupffer. Sel Kupffer merupakan sistem monosit-makrofag, dan fungsi utamanya
adalah menelan bakteri dan benda asing lain dalam darah. Hanya sumsum tulang yang
mempunyai massa sel monosit-makrofag yang lebih banyak daripada yang terdapat
dalam hati, jadi hati merupakan salah satu organ utama sebagai pertahanan terhadap
invasi bakteri dan agen toksik. Selain cabang-cabang vena porta dan arteria hepatika
yang melingkari bagian perifer lobulus hati, juga terdapat saluran empedu. Saluran
empedu interlobular membentuk kapiler empedu yang sangat kecil yang dinamakan
kanalikuli, berjalan ditengah-tengah lempengan sel hati. Empedu yang dibentuk
dalam hepatosit diekskresi ke dalam kanalikuli yang bersatu membentuk saluran
empedu yang makin lama makin besar, hingga menjadi saluran empedu yang besar
(duktus koledokus).