You are on page 1of 13

Nama

Nama beliau -menurut pendapat yang shahih- adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin
Amr bin Kaab bin Saad bin Taiym bin Murrah bin Kaab bin Luay Al Qurasyi At Taimi.

Kun-yah

Beliau memiliki kun-yah: Abu Bakar

Laqb (Julukan)

Beliau dijuluki dengan Atiq ( )dan Ash Shiddiq ().

Sebagian ulama berpendapat bahwa alasan beliau dijuluki Atiq karena beliau tampan.
Sebagian mengatakan karena beliau berwajah cerah. Pendapat lain mengatakan karena beliau
selalu terdepan dalam kebaikan. Sebagian juga mengatakan bahwa ibu beliau awalnya tidak
kunjung hamil, ketika ia hamil maka ibunya berdoa,


Ya Allah, jika anak ini engkau bebaskan dari maut, maka hadiahkanlah kepadaku

Dan ada beberapa pendapat lain.

Sedangkan julukan Ash Shiddiq didapatkan karena beliau membenarkan kabar dari Nabi
Shallallahualaihi Wasallam dengan kepercayaan yang sangat tinggi. Sebagaimana ketika
pagi hari setelah malam Isra Miraj, orang-orang kafir berkata kepadanya: Teman kamu itu
(Muhammad) mengaku-ngaku telah pergi ke Baitul Maqdis dalam semalam. Beliau
menjawab:


Jika ia berkata demikian, maka itu benar

Allah Taala pun menyebut beliau sebagai Ash Shiddiq:





Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan yang membenarkannya, mereka
itulah orang-orang yang bertakwa (QS. Az Zumar: 33)

Tafsiran para ulama tentang ayat ini, yang dimaksud orang yang datang membawa

kebenaran ( ) adalah Nabi Muhammad Shallallahualaihi Wasallam dan yang
dimaksud orang yang membenarkannya (
) adalah Abu Bakar Radhiallahuanhu.

Beliau juga dijuluki Ash Shiddiq karena beliau adalah lelaki pertama yang membenarkan dan
beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahualaihi Wasallam. Nabi Shallallahualaihi
Wasallam telah menamai beliau dengan Ash Shiddiq sebagaimana diriwayatkan dalam
Shahih Bukhari:


:

Dari Anas bin Malik Radhiallahuanhu bahwa Nabi Shallallahualaihi Wasallam menaiki
gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman. Gunung Uhud pun berguncang. Nabi
lalu bersabda: Diamlah Uhud, di atasmu ada Nabi, Ash Shiddiq (yaitu Abu Bakr) dan dua
orang Syuhada (Umar dan Utsman)

Kelahiran

Beliau dilahirkan 2 tahun 6 bulan setelah tahun gajah.

Ciri Fisik

Beliau berkulit putih, bertubuh kurus, berambut lebat, tampak kurus wajahnya, dahinya
muncul, dan ia sering memakai hinaa dan katm.

Jasa-jasa

Jasanya yang paling besar adalah masuknya ia ke dalam Islam paling pertama.

Hijrahnya beliau bersama Nabi Shallallahualaihi Wasallam

Ketegaran beliau ketika hari wafatnya Nabi Shallallahualaihi Wasallam

Sebelum terjadi hijrah, beliau telah membebaskan 70 orang yang disiksa orang kafir
karena alasan bertauhid kepada Allah. Di antara mereka adalah Bilal bin Rabbaah,
Amir bin Fahirah, Zunairah, Al Hindiyyah dan anaknya, budaknya Bani Muammal,
Ummu Ubais

Salah satu jasanya yang terbesar ialah ketika menjadi khalifah beliau memerangi
orang-orang murtad

Abu Bakar adalah lelaki yang lemah lembut, namun dalam hal memerangi orang yang
murtad, beliau memiliki pendirian yang kokoh. Bahkan lebih tegas dan keras daripada Umar
bin Khattab yang terkenal akan keras dan tegasnya beliau dalam pembelaan terhadap Allah.
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits Abu Hurairah Radhiallahuanhu:


:
:
:


: .

Ketika Nabi Shallallahualaihi Wasallam wafat, dan Abu Bakar menggantikannya, banyak
orang yang kafir dari bangsa Arab. Umar berkata: Wahai Abu Bakar, bisa-bisanya engkau
memerangi manusia padahal Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam bersabda, aku
diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan Laa ilaaha illallah,
barangsiapa yang mengucapkannya telah haram darah dan jiwanya, kecuali dengan hak
(jalan yang benar). Adapun hisabnya diserahkan kepada Allah? Abu Bakar berkata: Demi
Allah akan kuperangi orang yang membedakan antara shalat dengan zakat. Karena zakat
adalah hak Allah atas harta. Demi Allah jika ada orang yang enggan membayar zakat di
masaku, padahal mereka menunaikannya di masa Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam,
akan ku perangi dia. Umar berkata: Demi Allah, setelah itu tidaklah aku melihat kecuali
Allah telah melapangkan dadanya untuk memerangi orang-orang tersebut, dan aku yakin ia
di atas kebenaran

Begitu tegas dan kerasnya sikap beliau sampai-sampai para ulama berkata:


Allah menolong Islam melalui Abu Bakar di hari ketika banyak orang murtad, dan melalui
Ahmad (bin Hambal) di hari ketika terjadi fitnah (khalqul Quran)

Abu Bakar pun memerangi orang-orang yang murtad dan orang-orang yang enggan
membayar zakat ketika itu

Musailamah Al Kadzab dibunuh di masa pemerintahan beliau

Beliau mengerahkan pasukan untuk menaklukan Syam, sebagaimana keinginan


Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam. Dan akhirnya Syam pun di taklukan,
demikian juga Iraq.

Di masa pemerintahan beliau, Al Quran dikumpulkan. Beliau memerintahkan Zaid


bin Tsabit untuk mengumpulkannya.

Abu Bakar adalah orang yang bijaksana. Ketika ia tidak ridha dengan dilepaskannya
Khalid bin Walid, ia berkata:


Demi Allah, aku tidak akan menghunus pedang yang Allah tujukan kepada musuhnya
sampai Allah yang menghunusnya (HR. Ahmad dan lainnya)
Ketika masa pemerintahan beliau, terjadi peperangan. Beliau pun bertekad untuk pergi sendiri
memimpin perang, namun Ali bin Abi Thalib memegang tali kekangnya dan berkata: Mau
kemana engkau wahai khalifah? Akan kukatakan kepadamu perkataan Rasulullah
Shallallahualaihi Wasallam ketika perang Uhud:

.

Simpanlah pedangmu dan janganlah bersedih atas keadaan kami. Kembalilah ke Madinah.
Demi Allah, jika keadaan kami membuatmu sedih Islam tidak akan tegak selamanya. Lalu
Abu Bakar Radhiallahuanhu pun kembali dan mengutus pasukan.

Beliau juga sangat mengetahui nasab-nasab bangsa arab

Keutamaan

Tidak ada lelaki yang memiliki keutaman sebanyak keutamaan Abu Bakar Radhiallahuanhu

1. Abu Bakar Ash Shiddiq adalah manusia terbaik setelah Nabi Muhammad
Shallallahualaihi Wasallam dari golongan umat beliau

Ibnu Umar Radhiallahuanhu berkata:



Kami pernah memilih orang terbaik di masa Nabi Shallallahualaihi Wasallam. Kami pun
memilih Abu Bakar, setelah itu Umar bin Khattab, lalu Utsman bin Affan Radhiallahuanhu
(HR. Bukhari)

Dari Abu Darda Radhiallahuanhu, ia berkata:


:
: .
:
:
:
:
: :
:

Aku pernah duduk di sebelah Nabi Shallallahualaihi Wasallam. Tiba-tiba datanglah Abu
Bakar menghadap Nabi Shallallahualaihi Wasallam sambil menjinjing ujung pakaiannya
hingga terlihat lututnya. Nabi Shallallahualaihi Wasallam berkata: Sesungguhnya teman
kalian ini sedang gundah. Lalu Abu Bakar berkata, Wahai Rasulullah, antara aku dan Ibnul
Khattab terjadi perselisihan, aku pun segera mendatanginya untuk meminta maaf, kumohon
padanya agar memaafkan aku namun dia enggan memaafkanku, karena itu aku datang
menghadapmu sekarang. Nabi Shallallahualaihi Wasallam lalu berkata: Semoga Allah
mengampunimu wahai Abu Bakar. Sebanyak tiga kali, tak lama setelah itu Umar menyesal
atas perbuatannya, dan mendatangi rumah Abu Bakar sambil bertanya, Apakah di dalam ada
Abu Bakar? Namun keluarganya menjawab, tidak. Umar segera mendatangi Rasulullah
Shallallahualaihi Wasallam. Sementara wajah Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam
terlihat memerah karena marah, hingga Abu Bakar merasa kasihan kepada Umar dan
memohon sambil duduk di atas kedua lututnya, Wahai Rasulullah Demi Allah sebenarnya
akulah yang bersalah, sebanyak dua kali. Maka Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam
bersabda, Sesungguhnya ketika aku diutus Allah kepada kalian, ketika itu kalian
mengatakan, Engkau pendusta wahai Muhammad, Sementara Abu Bakar berkata,
Engkau benar wahai Muhammad. Setelah itu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan
hartanya. Lalu apakah kalian tidak jera menyakiti sahabatku? sebanyak dua kali. Setelah itu
Abu Bakar tidak pernah disakiti (HR. Bukhari)

Beliau juga orang yang paling pertama beriman kepada Rasulullah Shallallahualaihi
Wasallam, menemani Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam dan membenarkan
perkataannya. Hal ini terus berlanjut selama Rasulullah tinggal di Mekkah, walaupun banyak
gangguan yang datang. Abu Bakar juga menemani Rasulullah ketika hijrah.

2. Abu Bakar Ash Shiddiq adalah orang yang menemani Nabi Muhammad
Shallallahualaihi Wasallam di gua ketika dikejar kaum Quraisy

Allah Taala berfirman,




Salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata
kepada temannya: Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita (QS. At
Taubah: 40)

As Suhaili berkata: Perhatikanlah baik-baik di sini Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam


berkata janganlah kamu bersedih namun tidak berkata janganlah kamu takut karena ketika
itu rasa sedih Abu Bakar terhadap keselamatan Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam
sangat mendalam sampai-sampai rasa takutnya terkalahkan.

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari hadits Anas bin Malik Radhiallahuanhu, Abu
Bakar berkata kepadanya:
:
: .

Ketika berada di dalam gua, aku melihat kaki orang-orang musyrik berada dekat dengan
kepala kami. Aku pun berkata kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, kalau di antara mereka
ada yang melihat kakinya, mereka akan melihat kita di bawah kaki mereka. Rasulullah
berkata: Wahai Abu Bakar, engkau tidak tahu bahwa bersama kita berdua yang ketiga
adalah Allah

Ketika hendak memasuki gua pun, Abu Bakar masuk terlebih dahulu untuk memastikan tidak
ada hal yang dapat membahayakan Nabi Shallallahualaihi Wasallam. Juga ketika dalam
perjalanan hijrah, Abu Bakar terkadang berjalan di depan Nabi Shallallahualaihi Wasallam,
terkadang di belakangnya, terkadang di kanannya, terkadang di kirinya.

Oleh karena itu ketika masa pemerintahan Umar bin Khattab Radhiallahuanhu ada sebagian
orang yang menganggap Umar lebih utama dari Abu Bakar, maka Umar Radhiallahuanhu
pun berkata:




:
:
: .
:
:
: . :

Demi Allah, satu malamnya Abu Bakar lebih baik dari satu malamnya keluarga Umar, satu
harinya Abu Bakar masih lebih baik dari seharinya keluarga Umar. Abu Bakar bersama
Rasulullah pergi ke dalam gua. Ketika berjalan, dia terkadang berada di depan Rasulullah
dan terkadang di belakangnya. Sampai-sampai Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam
heran dan berkata: Wahai Abu Bakar mengapa engkau berjalan terkadang di depan dan
terkadang di belakang?. Abu Bakar berkata: Ya Rasulullah, ketika saya sadar kita sedang
dikejar, saya berjalan di belakang. Ketika saya sadar bahwa kita sedang mengintai, maka
saya berjalan di depan. Rasulullah lalu berkata: Wahai Abu Bakar, kalau ada sesuatu yang
aku suka engkau saja yang melakukannya tanpa aku? Abu Bakar berkata: Demi Allah,
tidak ada yang lebih tepat melainkan hal itu aku saja yang melakukan tanpa dirimu. Ketika
mereka berdua sampai di gua, Abu Bakar berkata: Ya Rasulullah aku akan berada di
tempatmu sampai memasuki gua. Kemudian mereka masuk, Abu Bakar berkata: Turunlah
wahai Rasulullah. Kemudian mereka turun. Umar berkata: Demi Allah, satu malamnya Abu
Bakar lebih baik dari satu malamnya keluarga Umar (HR. Al Hakim, Al Baihaqi dalam
Dalail An Nubuwwah)

3. Ketika kaum muslimin hendak berhijrah, Abu Bakar Ash Shiddiq menyumbangkan
seluruh hartanya. (Dalilnya disebutkan pada poin 8, pent.)

4. Abu Bakar Ash Shiddiq adalah khalifah pertama

Dan kita diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam untuk meneladani


khulafa ar rasyidin, sebagaimana sabda beliau:



Hendaknya kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah khulafa ar rasyidin
setelahku. Gigitlah dengan gigi geraham kalian (HR. Ahmad, At Tirmidzi dan lainnya.
Hadits ini shahih dengan seluruh jalannya)

5. Abu Bakar Ash Shiddiq dipilih sebagai khalifah berdasarkan nash

Ketika Nabi Shallallahualaihi Wasallam sakit keras, beliau memerintahkan Abu Bakar untuk
menjadi imam shalat berjamaah. Dalam Shahihain, dari Aisyah Radhiallahuanha ia
berkata:



] : :
.
: . [ :
: : .
!
Ketika Nabi Shallallahualaihi Wasallam sakit menjelang wafat, Bilal datang meminta idzin
untuk memulai shalat. Rasulullah bersabda: Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam
dan shalatlah. Aisyah berkata: Abu Bakar itu orang yang terlalu lembut, kalau ia
mengimami shalat, ia mudah menangis. Jika ia menggantikan posisimu, ia akan mudah
menangis sehingga sulit menyelesaikan bacaan Quran. Nabi tetap berkata: Perintahkan
Abu Bakar untuk menjadi imam dan shalatlah. Aisyah lalu berkata hal yang sama,
Rasulullah pun mengatakan hal yang sama lagi, sampai ketiga atau keempat kalinya
Rasulullah berkata: Sesungguhnya kalian itu (wanita) seperti para wanita pada kisah Yusuf,
perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan shalatlah

Oleh karena itu Umar bin Khattab Radhiallahuanhu berkata:


Apakah kalian tidak ridha kepada Abu Bakar dalam masalah dunia, padahal Rasulullah
Shallallahualaihi Wasallam telah ridha kepadanya dalam masalah agama?

Juga diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahuanha, ia berkata:

:
:

:
:
Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam berkata kepadaku ketika beliau sakit, panggilah
Abu Bakar dan saudaramu agar aku dapat menulis surat. Karena aku khawatir akan ada
orang yang berkeinginan lain (dalam masalah khilafah) sehingga ia berkata: Aku lebih
berhak. Padahal Allah dan kaum muminin menginginkan Abu Bakar (yang menjadi
khalifah). Kemudian datang seorang perempuan kepada Nabi Shallallahualaihi Wasallam
mengatakan sesuatu, lalu Nabi memerintahkan sesuatu kepadanya. Apa pendapatmu wahai
Rasulullah kalau aku tidak menemuimu? Nabi menjawab: Kalau kau tidak menemuiku, Abu
Bakar akan datang (HR. Bukhari-Muslim)

6. Umat Muhammad diperintahkan untuk meneladani Abu Bakar Ash Shiddiq

Nabi Shallallahualaihi Wasallam bersabda,


Ikutilah jalan orang-orang sepeninggalku yaitu Abu Bakar dan Umar (HR. Ahmad,
Tirmidzi, Ibnu Maajah, hadits ini shahih)

7. Abu Bakar Ash Shiddiq adalah salah seorang mufti di masa Nabi Muhammad

Oleh karena itu Nabi Shallallahualaihi Wasallam menugasi beliau sebagai Amirul Hajj pada
haji sebelum haji Wada. Diriwayatkan Al Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah
Radhiallahuanhu:


:

Abu Bakar Ash Shiddiq mengutusku untuk dalam sebuah ibadah haji yang terjadi sebelum
haji Wada, dimana beliau ditugaskan oleh Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam untuk
menjadi Amirul Hajj. Ia mengutusku untuk mengumumkan kepada sekelompok orang di hari
raya idul adha bahwa tidak boleh berhaji setelah tahunnya orang musyrik dan tidak boleh
ber-thawaf di kabah dengan telanjang
Abu Bakar juga sebagai pemegang bendera Nabi Shallallahualaihi Wasallam ketika perang
Tabuk.

8. Abu Bakar Ash Shiddiq menginfaqkan seluruh hartanya ketika Rasulullah


Shallallahualaihi Wasallam menganjurkan sedekah

Umar bin Khattab Radhiallahuanhu berkata:

:
: .
: :
! : :
:
Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam memerintahkan kami untuk bersedekah, maka kami
pun melaksanakannya. Umar berkata: Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar.
Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah Shallallahualaihi
Wasallam bertanya: Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?. Kujawab:
Semisal dengan ini. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah
Shallallahualaihi Wasallam lalu bertanya: Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk
keluargamu?. Abu Bakar menjawab: Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya.
Umar berkata: Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya (HR.
Tirmidzi)

9. Abu Bakar Ash Shiddiq adalah orang yang paling dicintai Nabi Muhammad
Shallallahualaihi Wasallam

Amr bin Al Ash Radhiallahuanhu bertanya kepada Nabi Shallallahualahi Wasallam:

: : : . :
Siapa orang yang kau cintai?. Rasulullah menjawab: Aisyah. Aku bertanya lagi: Kalau
laki-laki?. Beliau menjawab: Ayahnya Aisyah (yaitu Abu Bakar) (HR. Muslim)

10. Abu Bakar Ash Shiddiq adalah khalil bagi Nabi Muhammad Shallallahualaihi
Wasallam

Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Said Al Khudri
Radhiallahuanhu, ia berkata:

:
: .

.
:


Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam berkhutbah kepada manusia, beliau berkata:
Sesungguhnya Allah Taala memilih hamba di antara dunia dan apa yang ada di dalamnya.
Namun hamba tersebut hanya dapat memilih apa yang Allah tentukan. Lalu Abu Bakar
menangis. Kami pun heran dengan tangisan beliau itu, hanya karena Rasulullah
mengabarkan tentang hamba pilihan. Padahal Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam lah
orangnya, dan Abu Bakar lebih paham dari kami. Lalu Rasulullah Shallallahualaihi
Wasallam bersabda: Sesungguhnya orang yang sangat besar jasanya padaku dalam
kedekatan dan kerelaan mengeluarkan harta, ialah Abu Bakar. Andai saja aku diperbolehkan
mengangkat seorang kekasihku selain Rabbku pastilah aku akan memilih Abu Bakar, namun
cukuplah persaudaraan se-Islam dan kecintaan karenanya. Maka jangan ditinggalkan pintu
kecil di masjid selain pintu Abu Bakar saja

11. Allah Taala mensucikan Abu Bakar Ash Shiddiq

Allah Taala berfirman:

* *
* *

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, Yang menafkahkan
hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, Padahal tidak ada seorang pun
memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, Tetapi (dia memberikan itu
semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-
benar mendapat kepuasan (QS. Al Lail: 17-21)

Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Bakar Ash Shiddiq. Selain itu beliau juga termasuk as
sabiquunal awwalun, dan Allah Taala berfirman:






Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang
muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida
kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka
surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-
lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At Taubah: 100)

12. Nabi Shallallahualaihi Wasallam memberi tazkiyah kepada Abu Bakar

Ketika Abu Bakar bertanya kepada Nabi Shallallahualaihi Wasallam:


: .
:

Barangsiapa yang membiarkan kainnya terjulur karena sombong, tidak akan dilihat oleh
Allah pada hari kiamat. Abu Bakar berkata: Sesungguhnya salah satu sisi sarungku melorot
kecuali jika aku ikat dengan baik. Rasulullah lalu berkata: Engkau tidak melakukannya
karena sombong (HR. Bukhari dalam Fadhail Abu Bakar Radhiallahuanhu)

13. Abu Bakar Ash Shiddiq didoakan oleh Nabi untuk memasuki semua pintu surga

:



: .
:

Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh
salah satu dari pintu surga: Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan.
Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil
dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad,
jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah
(HR. Al Bukhari Muslim)

14. Abu Bakar Ash Shiddiq melakukan banyak perbuatan agung dalam sehari

Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahualaihi
Wasallam bersabda:

: : . :
: . :
: . :
. :
:
Siapa yang hari ini berpuasa? Abu Bakar menjawab: Saya

Siapa yang hari ini ikut mengantar jenazah? Abu Bakar menjawab: Saya
Siapa yang hari ini memberi makan orang miskin? Abu Bakar menjawab: Saya

Siapa yang hari ini menjenguk orang sakit? Abu Bakar menjawab: Saya

Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam lalu bersabda: Tidaklah semua ini dilakukan oleh
seseorang kecuali dia akan masuk surga

15. Orang musyrik mensifati Abu Bakar Ash Shiddiq sebagaimana Khadijah mensifati
Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam

Mereka berkata tentang Abu Bakar:






Apakah kalian mengusir orang yang suka bekerja untuk mereka yang tidak berpunya,
menyambung silaturahim, menanggung orang-orang yang lemah, menjamu tamu dan selalu
menolong di jalan kebenaran? (HR. Bukhari)

16. Ali Radhiallahuanhu mengenal keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq

Muhammad bin Al Hanafiyyah berkata, aku bertanya kepada ayahku, yaitu Ali bin Abi
Thalib:

: . :
: : :

Manusia mana yang terbaik sepeninggal Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam? Ali
menjawab: Abu Bakar. Aku berkata: Kemudian siapa lagi?. Ali berkata: Lalu Umar. Aku
lalu khawatir yang selanjutnya adalah Utsman, maka aku berkata: Selanjutnya engkau?.
Ali berkata: Aku ini hanyalah orang muslim biasa (HR. Bukhari)

Sikap Zuhud

Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahuanhu meninggal tanpa meninggalkan sepeserpun


dirham atau dinar. Diriwayatkan dari Al Hasan bin Ali Radhiallahuanhu:

:



:
Ketika Al Hasan sedang bersama Abu Bakar Radhiallahuanhu, Abu Bakar berkata, wahai
Aisyah tolong perhatikan unta perahan yang biasa kita ambil susunya, dan mangkuk besar
yang sering kita pakai untuk tempat penerangan, dan kain beludru yang biasa kita pakai.
Sesungguhnya kita mengambil manfaat dari itu semua saat aku mengurusi urusan kaum
muslimin. Jika aku mati, kembalikanlah semuanya kepada Umar. Maka ketika Abu Bakar
wafat, Aisyah mengirim semua itu kepada Umar Radhiallahuanhu. Umar pun berkata:
Semoga Allah meridhaimu wahai Abu Bakar, sungguh lelah orang yang datang setelahmu

Sikap Wara

Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahuanhu adalah orang yang wara dan zuhud terhadap
dunia sampai-sampai ketika ia menjadi khalifah, ia pun tetap pergi bekerja mencari nafkah.
Umar bin Khattab pun Radhiallahuanhu melarangnya dan menganjurkan ia untuk
mengambil upah dari baitul maal, menimbang betapa beratnya tugas seorang khalifah.

Dikisahkan pula dari Aisyah Radhiallahuanha, ia berkata:


:
: :

.
Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki budak laki-laki yang senantiasa mengeluarkan kharraj
(setoran untuk majikan) padanya. Abu Bakar biasa makan dari kharraj itu. Pada suatu hari
ia datang dengan sesuatu, yang akhirnya Abu Bakar makan darinya. Tiba-tiba sang budak
berkata: Apakah anda tahu dari mana makanan ini?. Abu Bakar bertanya : Dari mana?
Ia menjawab : Dulu pada masa jahiliyah aku pernah menjadi dukun yang menyembuhkan
orang. Padahal bukannya aku pandai berdukun, namun aku hanya menipunya. Lalu si pasien
itu menemuiku dan memberi imbalan buatku. Nah, yang anda makan saat ini adalah hasil
dari upah itu. Akhirnya Abu Bakar memasukkan tangannya ke dalam mulutnya hingga
keluarlah semua yang ia makan (HR. Bukhari)

Wafat beliau

Beliau wafat pada hari Senin di bulan Jumadil Awwal tahun 13 H ketika beliau berusia 63
tahun.

Semoga Allah meridhainya dan mengumpulkan kita bersamanya di surga kelak.