You are on page 1of 4

a.

Mengenali masalah:
Imunisasi influenza tahunan menurunkan terjadinya wabah influenza. Vaksin
influenza untuk tenaga kesehatan juga diperlukan, karena dapat mengurangi
frekuensi serta tingkat keparahan wabah influenza nosokomial. Dengan
mengurangi wabah influenza nosokomial pada tenaga kesehatan berarti telah
mengurangi juga risiko transmisi influenza dari tenaga kesehatan ke pasien,
sehingga morbiditas influenza dan kematian di antara pasien juga dapat berkurang.
Meskipun telah ada rekomendasi nasional serta telah terbukti efektivitas imunisasi
influenza pada tenaga kesehatan, namun masih banyak tenaga kesehatan yang
ragu untuk memutuskan menerima vaksin influenza, terkait kesalahan persepsi
tentang influenza, peran tenaga kesehatan dalam transmisi untuk pasien, serta
risiko dari vaksinasi. Oleh karena itu, dikembangkan The Ottawa influenza decision
aid (OIDA) agar tenaga kesehatan tidak ragu-ragu lagi dalam mengambil keputusan
dengan mempertimbangkan manfaat ataupun risiko dari pemberian vaksin
influenza.

b. Identifikasi masalah:

1) Bagaimana dampak The Ottawa influenza decision aid (OIDA) terhadap keputusan
tenaga kesehatan dalam hal menerima pemberian imunisasi influenza?

2) Bagaimana The Ottawa influenza decision aid (OIDA) bisa meningkatkan


kepercayaan dalam pengambilan keputusan untuk mendapatkan imunisasi pada
petugas kesehatan?

1. ANALISIS ISI JURNAL

Imunisasi influenza bagi tenaga kesehatan dapat mengurangi frekuensi dan


keparahan berkembangnya wabah nosokomial akibat influenza serta terkait dengan
morbiditas dan mortalitas di antara pasien. The Ottawa influenza decision aid (OIDA)
dikembangkan untuk membantu petugas kesehatan yang masih ragu memutuskan
untuk mendapatkan imunisasi atau tidak. Dalam jurnal ini menilai dampak dari OIDA
apakah penggunannya dapat meningkatkan tingkat kepercayaan dalam pengambilan
keputusan untuk mendapatkan imunisasi pada petugas kesehatan.

METODE PENELITIAN
Desain penelitian dalam jurnal ini yaitu single-center, single-blind, kelompok
paralel, uji coba terkontrol secara acak, yang dirancang dan dilaksanakan sesuai dengan
pedoman Consort (CONsolidated Standards Of Reporting Trials) atau standar
konsolidasi laporan percobaan yang berupa sebuah persidangan. Sidang ini
dilaksanakan mulai Januari 2010. Dimana pesertanya adalah karyawan dari providence
perawatan Kingston, Ontario di St Mary dan situs pelayanan kesehatan mental yang
belum menerima imunisasi influenza pada enam minggu awal adanya kampanye
imunisasi influenza. Sedangkan karyawan yang telah diimunisasi selama enam minggu
pertama kampanye, tidak diikutkan dalam persidangan.
Dalam sidang ini diterapkan intervensi berupa Peer-review OIDA yaitu bantuan
keputusan Kanada, yang pertama dikembangkan untuk mengatasi kesalahpahaman dan
hambatan tenaga kesehatan untuk menerima vaksin influenza, dimana meliputi rasa
takut terhadap efek samping, ketidakpercayaan dalam efektivitas vaksin serta
kurangnya pengetahuan tentang vaksin. OIDA memberikan informasi dan memandu
individu melalui proses pengambilan keputusan berbasis bukti, termasuk pembahasan
nilai-nilai dan keyakinan pribadi. Dalam sidang ini, semua peserta diberikan kuesioner
pra-intervensi, pamflet edukasi imunisasi influenza untuk tenaga kesehatan, serta
kusioner pasca-intervensi.
Kuesioner pra-intervensi peserta dinilai secara demografi (tempat kerja,
jabatan utama) dan keputusan menerima imunisasi influenza (ya, tidak atau tidak
yakin). Kuesioner pasca-intervensi dinilai dari keyakinan peserta dalam keputusan
imunisasi, maksud dari imunisasi dan perubahan imunisasi sebagaimana tercantum
pada kuesioner pra-intervensi. Hasilnya bisa dibedakan menjadi dua yaitu ukuran hasil
primer dan ukuran hasil sekunder. Untuk ukuran hasil primer, hasil utamanya adalah
kepercayaan terhadap imunisasi influenza seperti yang dilaporkan pada kuesioner
pasca-intervensi. Sedangkan untuk hasil ukuran sekunder adalah perbandingan dari
kuesioner pra dan pasca-intervensi dalam hal keyakinan menerima imunisasi.

HASIL PENELITIAN
Jumlah sampling pada penelitian ini adalah sebanyak 1886 daari 3144 petugas
kesehatan yang belum mendapatkan imunisasi. Delapan persen dari mereka (151 dari
1886) bersedia untuk mengikuti percobaan ini. Namun 44 dari 151 peserta harus
dikeluarkan karena mereka tidak menyelesaikan pra dan pasca kuesioner, sehingga
hanya 107 peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti prosedur selanjutnya. Dari
sisa tersebut secara acak dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 45% (48 peserta) masuk
kelompok OIDA dan 55% (59 peserta) masuk kelompok kontrol.
Kelompok OIDA dan kelompok kontrol tidak berbeda jauh dari segi usia dan jenis
kelamin responden. Mayoritas responden dalam percobaan ini ialah wanita (83% pada
kelompok OIDA dan 80% pada kelompok kontrol), sedangkan untuk usia responden
berkisar pada rentang usia 41-55 tahun (57% pada kelompok OIDA dan 61% pada
kelompok kontrol). Setelah dilakukan perlakuan maka hasil yang didapat:
Hasil primer: Keyakinan dalam memutuskan untuk mendapatkan imunisasi

Keyakianan sebelum Kelompok Kelompok


perlakuan OIDA kontrol
Ya 35% (N=17) 22% (N=13)
Ragu-ragu 38% (N=18) 48% (N=28)
Tidak 27% (N=13) 31% (N=18)
Keyakinan setelah perlakuan
Ya 46% (N=22) 27% (N=16)
Ragu-ragu 42% (N=20) 44% (N=26)
Tidak 13% (N=6) 29% (N=17)
Skor keyakinan (1-5) 4,00 3,60

Dari tabel data hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat keyakinan
pada kelompok dengan OIDA menunjukkan hasil yang lebih besar dibanding dengan
kelompok kontrol. Disamping itu dapat dilihat pula hasil sekunder penelitian yaitu
penurunan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan setelah dan sebelum
dilakukan perlakuan, kelompok OIDA memiliki dampak yang signifikan terhadap
pengurangan ketidakpastian dibandingkan dengan kelompok kontrol. Maka dapat
disimpulkan bahwa penggunaan OIDA dapat membantu meningkatkan kualitas
keputusan tenaga kesehatan untuk mendapatkan imunisasi influenza sehingga
diharapkan frekuensi penularan wabah nosokomial influenza dapat ditekan seminimal
mungkin. Hasil uji coba ini menunjukkan konsistensi dengan penelitian sebelumnya yang
telah dievaluasi bahwa OIDA sebagai alat yang berguna untuk petugas kesehatan dalam
mempertimbangkan pembuatan keputusan untuk mendapatkan imunisasi.