You are on page 1of 2

ABSTRAK

Latar Belakang: Infeksi nosokomial sampai sekarang masih merupakan masalah


perawatan kesehatan di rumah sakit seluruh dunia. Di Indonesia yaitu di 10 RSU
pendidikan, infeksi nosokomial cukup tinggi yaitu 6-16 % dengan rata-rata 9,8 %.
Infeksi nosokomial paling umum terjadi adalah infeksi luka operasi (ILO). Hasil
penelitian terdahulu menunjukkan bahwa angka kejadian ILO pada rumah sakit di
Indonesia bervariasi antara 2-18 % dari keseluruhan prosedur pembedahan.

Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka prevalensi infeksi
nosokomial pada pasien luka operasi pasca bedah kelas bersih di bagian bedah di
RSUP Haji Adam Malik, Medan. Penelitian ini dilakukan dengan metode
penelitian deskriptif retrospektif di rumah sakit, pendekatan yang digunakan pada
desain penelitian ini adalah Cross Sectional Study dan pengambilan sampel
dengan menggunakan teknik Total Sampling. Populasi penelitian adalah semua
pasien luka operasi pasca bedah kelas bersih dari April sampai September 2010.

Hasil penelitian: Dengan jumlah sampel sebanyak 534 pasien, diperoleh angka
prevalensi sebanyak 5,6% pasien menderita infeksi nosokomial luka operasi kelas
bersih. Kelompok usia >65 tahun paling banyak menderita infeksi nosokomial
yaitu sebanyak 33,3% dan jenis bakteri yang banyak ditemukan adalah
Staphylococcus Aureus sebesar 33,3%.

Diskusi: Angka prevalensi infeksi nosokomial luka operasi bersih pasca bedah
adalah 5,6%. Maka dapat disimpulkan bahwa pasien luka operasi pasca bedah
kelas bersih masih memerlukan pengawasan yang ketat dari para petugas rumah
sakit terutama pada pasien yang berusia >65 tahun. Disarankan bahwa semua
rumah sakit mengembangkan program yang efektif untuk mengendalikan dan
mencegah infeksi luka pasca operasi.

Kata Kunci: prevalensi, infeksi nosokomial, infeksi luka operasi, luka bersih.

Universitas Sumatera Utara


ABSTRACT

Background: Nosocomial postoperative wound infection is health care problem


in hospital around the world. In Indonesia especially in 10 teaching hospitals,
nosocomial infection is as high as 6-16% with a mean 9.8%. The most common
nosocomial infection is surgical site infection (SSI). Previous studies have shown
that incidence of post operative SSI in Indonesians hospital was varied between
2-18 % from overall surgical.

Methods: The aim of this research is to know the prevalence of nosocomial


postoperative surgical clean wound infections in Surgery Departement of Medan
Haji Adam Malik General Hospital. This is a descriptive-retrospective research
method with a Cross Sectional Approach and the sample withdrawal is done by
using a Total Sampling technique. Population of the study is all the patients of
postoperative surgical clean wound from April to September 2010.

Results: With the total sample of 534 patients, the result shows that the
prevalence of nosocomial infections is 5,6% among the patients of postoperative
surgical clean wound. The patients who are above than 65 years old are in
greater risk of getting nosocomial infections which is 33,3% and the bacteria
which is commonly occurred in this research is Staphylococcus Aureus with
33,3%.

Discussion: The prevalence of nosocomial postoperative surgical clean wound


infection is 5,6%. So, we can conclude that the staffs at hospital need to be extra
concern and pay attention to all postoperative surgical clean wound patients
especially to the patients who are above than 65 years old. It is recommended that
all hospitals develop an effective program for controlling and preventing
postoperative wound infections.

Key Words: prevalence, nosocomial infection, surgical wound infection, clean


wound.

Universitas Sumatera Utara