You are on page 1of 14

Anatomi dan Fisiologi Payudara

Payudara sebagai kelenjar subkutis mulai tumbuh sejak minggu ke-enam masa embrio, yaitu
berupa penebalan ektodermal sepanjang garis yang disebut garis susu yang terbentang dari
aksila sampai ke regio inguinal. Dua pertiga dari garis tersebut segera menghilang dan tinggal
bagian dada saja yang berkembang menjadi cikal bakal payudara. Beberapa hari setelah lahir,
pada bayi, dapat terjadi pembesaran payudara unilateral atau bilateral diikuti dengan sekresi
cairan keruh. Keadaan yang disebut mastitis neonatorum ini disebabkan oleh berkembangnya
sistem duktus dan tumbuhnya asinus serta vaskularisasi pada stroma yang dirangsang secara
tidak langsung oleh tingginya kadar estrogen ibu di dalam sirkulasi darah bayi. Setelah lahir
kadar hormon ini menurun, dan ini merangsang hipofisis untuk memproduksi prolaktin.
Prolaktin inilah yang menimbulkan perubahan payudara.
Kelenjar susu yang bentuknya bulat ini merupakan kelenjar kulit atau apendiks kulit yang
terletak di fascia pektoralis. Pada bagian lateral atasnya jaringan kelenjar ini keluar dari
bulatannya ke arah aksila, disebut penonjolan Spence atau ekor payudara. Setiap payudara
terdiri dari 12 sampai 20 lobulus kelenjar yang masing-masing mempunyai saluran ke papilla
mamma, yang disebut duktus laktiferus. Diantara kelenjar susu dan fascia pektoralis, juga
diantara kulit dan kelenjar tersebut mungkin terdapat jaringan lemak. Diantara lobulus tersebut
ada jaringan ikat yang disebut ligamentum Cooper yang memberi rangka untuk payudara.
Pendarahan payudara terutama berasal dari cabang a.perforantes anterior dari a.mammaria
interna, a.torakalis yang bercabang dari a.aksilaris, dan beberapa a.interkostalis. Persarafan
kulit payudara diurus oleh cabang pleksus servikalis dan n.interkostalis. Jaringan kelenjar
payudara sendiri diurus oleh saraf simpatik.
Penyaluran limfe dari payudara kurang lebih 75% ke aksila, sebagian lagi ke kelenjar
parasternal, terutama dari bagian yang sentral dan medial dan ada pula penyaluran yang ke
kelenjar interpektoralis. Di aksila terdapat rata-rata 50 (berkisar dari 10 sampai 90) buah
kelenjar getah bening yang berada di sepanjang arteri dan vena brakialis. Saluran limfe dari
seluruh payudara mengalir ke kelompok anterior aksila, kelompok sentral aksila, kelenjar
aksila bagian dalam, yang lewat sepanjang v.aksilaris dan yang berlanjut langsung ke kelenjar
servikal bagian kaudal dalam di supraklavikuler. Jalur limfe lainnya berasal dari daerah sentral
dan medial yang selain menuju ke kelenjar sepanjang pembuluh mammaria interna, juga
menuju ke aksila kontralateral, ke m.rectus abdominis lewat ligamentum falsifarum hepatis ke
hati, ke pleura, dan ke payudara kontralateral.
Payudara mengalami tiga macam perubahan yang dipengaruhi hormon. Perubahan pertama
ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas, masa fertilitas, sampai ke
klimakterium dan menopause. Sejak pubertas pengaruh estrogen dan progesteron yang
diproduksi ovarium dan juga hormon hipofise, telah menyebabkan duktus berkembang dan
timbulnya asinus.
Perubahan kedua adalah perubahan sesuai dengan daur menstruasi. Sekitar hari kedelapan
menstruasi, payudara jadi lebih besar dan pada beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya
terjadi pembesaran maksimal. Kadang-kadang timmbul benjolan yang tidak nyeri dan tidak
rata. Selama beberapa hari menjelang menstruasi, payudara menjadi tegang dan nyeri sehingga
pemeriksaan fisik, terutama palpasi, tidak mungkin dilakukan. Pada waktu itu pemeriksaan foto
mammogram tidak berguna karena kontras kelenjar terlalu besar. Begitu menstruasi mulai,
semuanya berkurang.
Perubahan ketiga terjadi waktu hamil dan menyusui. Pada kehamilan, payudara menjadi besar
karena epitel duktus lobularis dan duktus alveolus berproliferasi, dan tumbuh duktus baru.
Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu (trigger) laktasi. Air susu diproduksi
oleh sel-sel alveolus, mengisi asinus, kemudian dikeluarkan melalui duktus ke puting susu.

Fibroadenoma
Fibroadenoma merupakan tumor payudara jinak yang terkadang terlalu kecil untuk dapat teraba
oleh tangan, walaupun diameternya bisa saja meluas beberapa inchi. Fibroadenoma dibentuk
baik itu oleh jaringan payudara glandular maupun stroma, dan biasanya terjadi pada wanita
muda. Setelah menopause, tumor tidak lagi ditemukan. Fibroadenoma teraba sebagai benjolan
bulat atau berbenjol-benjol, dengan simpai licin dan konsistensi kenyal padat. Tumor ini tidak
melekat ke jaringan sekitarnya dan amat mudah digerakkan kesana kemari. Biasanya
fibroadenoma tidak nyeri bila ditekan. Kadang-kadang fibroadenoma tumbuh multipel. Pada
masa adolescen fibroadenoma bisa terdapat dalam ukuran yang besar. Pertumbuhan bisa cepat
sekali selama kehamilan dan laktasi atau menjelang menopause, saat rangsangan estrogen
meninggi. Fibroadenoma dapat dengan mudah didiagnosa melalui aspirasi jarum halus atau
biopsi jarum dengan diameter yang lebih besar (core needle biopsi). Pada umumnya dokter
menyarankan untuk dilakukannya pengangkatan fibroadenoma terutama jika pertumbuhan
terus berlangsung atau terjadi perubahan bentuk payudara. Terkadang (terutama pada usia
petengahan atau wanita usia dewasa) tumor ini akan berhenti tumbuh atau bahkan mengecil
dengan sendirinya tanpa terapi apapun. Dalam hal ini, selama dokter yakin massa tersebut
adalah benar-benar fibroadenoma dan bukan kanker payudara, pembedahan untuk mengangkat
fibroadenoma mungkin tidak diperlukan. Pendekatan ini berguna untuk wanita dengan
fibroadenoma yang multipel yang tidak berlanjut pertumbuhannya. Pada beberapa kasus,
pengangkatan fibroadenoma multipel berarti mengangkat sejumlah besar jaringan payudara
sekitar yang normal, sehingga menyebabkan jaringan parut yang akan mengubah bentuk dan
tekstur payudara. Hal ini juga nantinya akan menyebabkan hasil pemeriksaan fisik serta
mammografi menjadi sulit untuk diinterpretasikan. Sangat penting bagi wanita yang tidak
melakukan pengangkatan fibroadenoma tersebut untuk memeriksakan payudaranya secara
teratur untuk meyakinkan bahwa massa tersebut tidak berlanjut pertumbuhannya. Terkadang
satu atau lebih fibroadenoma akan tumbuh setelah salah satu fibroadenoma diangkat. Hal ini
berarti bahwa fibroadenoma baru telah terbentuk dan bukanlah fibroadenoma yang lama yang
tumbuh kembali.
Fibroadenoma of the breast
Dr Owen Kang and Dr Jeremy Jones et al.
Fibroadenoma is a common benign breast lesion and results from excess proliferation of
connective tissue. Fibroadenomas characteristically contain both stromal and epithelial cells.

Epidemiology
They usually occur in women between the ages of 10 and 40 years. It is the most common
breast mass in the adolescent and young adult population 1,3. Their peak incidence is between
25 and 40 years. Incidence decreases after 40 years 4.

Clinical presentation
The typical presentation is in a woman of reproductive age with a mobile palpable breast lump.
Due to their hormonal sensitivity, the fibroadenoma commonly enlarges during pregnancy and
involute at menopause. Hence, they rarely present after the age of 40 years. The lesions are
well defined and well circumscribed clinically and the overlying skin is normal. The lesions
are not fixed to the surrounding parenchyma and slip around under the palpating hand, hence
the colloquial term a breast "mouse".

Pathology
A fibrodenoma is a type of adenomatous breast lesion. It contains epithelium and has minimal
malignant potential 8. Multiple fibroadenomas occur in 10-15% of patients. Patients with
multiple fibroadenomas tend to have a strong family history of these tumours.

They are assumed to be aberrations of normal breast development (ANDI) or the product of
hyperplastic processes, rather than true neoplasms. Fibroadenomas can be stimulated by
oestrogen and progesterone. Some fibroadenomas also have receptors and respond to growth
hormone and epidermal growth factor.

When found in an adolescent girl, the term juvenile fibroadenoma is more appropriate.

Location
Although they can be located anywhere in the breast, there may be a predilection for the upper
outer quadrant.

Associations
cyclosporin use
Cowden syndrome 9

Radiographic features

Mammography
Fibroadenomas have a spectrum of features from the well circumscribed discrete oval mass
hypo- or isodense to the breast glandular tissue, to a mass with macrolobulation or partially
obscured margin. Involuting fibroadenomas in older, typically postmenopausal patients may
contain calcification, often producing the classic, coarsepopcorn calcification appearance. In
some cases the whole lesion is calcified. Calcification may also present as crushed stone-
like microcalcification which makes differentiation from malignancy difficult.

Breast ultrasound
Typically seen as a well-circumscribed, round to ovoid, or macrolobulated mass with generally
uniform hypoechogenicity. Intralesional sonographically detectable calcification may be seen
in ~10% of cases 2. Sometimes a thin echogenic rim (pseudocapsule) may be seen
sonographically.

Breast MRI
T1: typically hypointense or isointense compared with adjacent breast tissue
T2: can be hypo- or hyperintense
T1 C+ (Gd): can be variable but a majority will show slow initial contrast enhancement
and a persistent delayed phase (type I enhancement curve); nonenhancing internal septations
may be seen

Diagnosis
These lesions are easily biopsied under ultrasound guidance. When a lesion has the typical
features of a fibroadenoma on ultrasound and there are no clinical red flags they can be safely
followed clinically. When lesions enlarge or have atypical imaging findings, ultrasound guided
core biopsy is a minimally invasive outpatient procedure that will give a diagnosis with
virtually no complications.

Depending on where you work, there may be a maximum diameter above which a biopsy
should be done if no previous imaging is available. There is significant local variation in this
regard. The reason for intervention based on size is that a phylloides tumour may be
indistinguishable from a fibroadenoma on ultrasound. A maximum diameter of 2.5 cm may be
a useful benchmark for biopsy if you have no previous imaging. Interval enlargement is an
indication for biopsy.

Treatment and prognosis


They are benign lesions with minimal or no malignant potential. The risk of malignant
transformation is extremely low and has been of reported to range around be 0.0125-0.3%.

Indications for biopsy include:

enlarging lesion
atypical findings on ultrasound
a lesion above 2.5 cm where there are no previous studies for comparison
patient peace of mind: some patients are simply not happy with a palpable mass in the breast
without a histological diagnosis; this is a valid and reasonable indication for biopsy

Kista
Kista adalah ruang berisi cairan yang dibatasi sel-sel glandular. Kista terbentuk dari cairan yang
berasal dari kelenjar payudara. Mikrokista terlalu kecil untuk dapat diraba, dan ditemukan
hanya bila jaringan tersebut dilihat di bawah mikroskop. Jika cairan terus berkembang akan
terbentuk makrokista. Makrokista ini dapat dengan mudah diraba dan diameternya dapat
mencapai 1 sampai 2 inchi.
Selama perkembangannya, pelebaran yang terjadi pada jaringan payudara menimbulkan rasa
nyeri. Benjolan bulat yang dapat digerakkan dan terutama nyeri bila disentuh, mengarah pada
kista.
Walaupun penyebab kista masih belum diketahui, namun para ahli mengetahui bahwa terdapat
hubungan antara kista dengan kadar hormon. Kista muncul seminggu atau 2 minggu sebelum
periode menstruasi mulai dan akan menghilang sesudahnya. Kista banyak terjadi pada wanita
saat premenopause, terutama bila wanita tersebut menjalani terapi sulih hormon. Beberapa
penelitian membuktikan bahwa kafein dapat menyebabkan kista payudara walaupun hal ini
masih menjadi kontroversial di kalangan medis.
Kebanyakan wanita hanya mengalami kista payudara sebanyak satu atau dua, namun pada
beberapa kasus, kista multipel dapat terjadi. Kista biasanya dipastikan dengan mammografi
dan ultrasound (sonogram). Ultrasound sangat tepat digunakan untuk mengidentifikasi apakah
abnormalitas payudara tersebut merupakan kista ataukah massa padat. Kebanyakan kista yang
simpel dapat digambarkan dengan baik, yaitu memiliki tepi yang khas, dan sinyal ultrasound
dapat dengan mudah melewati. Walaupun begitu, beberapa kista didapatkan dengan tingkat
ekoik internal yang rendah yang menyulitkan ahli radiologi untuk mendiagnosis sebagai kista
tanpa mengeluarkan cairan. Tipe kista yang seperti ini disebut kista kompleks. Walaupun kista
kompleks tersebut terlihat sebagai massa yang solid, namun kista tersebut bukanlah kanker.
Dalam keadaan tertentu, kista dapat menimbulkan nyeri yang hebat. Mengeluarkan isi kista
dengan aspirasi jarum halus akan mengempiskan kista dan mengurangi ketidaknyamanan.
Beberapa ahli radiologis memasukkan udara ke daerah tersebut setelah drainase untuk
meminimalkan kemungkinan kista muncul lagi. Apabila cairan dari kista tampak seperti darah
atau terlihat mencurigakan, cairan tersebut harus diperiksakan ke laboratorium patologi untuk
dilihat di bawah mikroskop. Cairan kista yang normal dapat berwarna kuning, coklat, hijau ,
hitam, atau berwarna seperti susu.

Breast cyst
Dr Henry Knipe and Dr Jeremy Jones et al.
Breast cysts are a relatively common cause of a breast lump in perimenopausal women, and
usually causing wage pain or discomfort and slightly tender on palpation. They are a benign
(BIRADS II) entity.

Pathology
Breast cysts are caused by blockage of the terminal acini with resultant dilatation of ducts.
Cysts may be unilateral, although they tend to be bilateral and multifocal. Large solitary cysts
appear as isolated mass.

Cyst epithelium is cuboidal to columnar with flattening, or even atrophic change in larger cysts.
Epithelial proliferation may lead to piled up masses. Epithelial overgrowth and papillary
projections are not a rare finding in the cysts covered with apocrine epithelium. The stroma
around the cysts represents the compressed fibrous tissue.

They can be classified according to size:

microcyst: <3 mm
macrocyst: >3 mm
Gross cysts, over 3 mm in diameter need to be differentiated from microcysts, since the
microcysts are found commonly in fibrocystic change.

Radiographic features

Ultrasound
Sonographic features of a simple cyst include:

anechoic signal (no internal echoes)


smooth walls
well-circumscribed shape
enhanced through transmission: posterior acoustic enhancement
sharp anterior and posterior borders
reverberation artifact
They may display calcifications in their periphery. They should not increase in size in post-
menopausal women.

When a cyst contains internal low level echoes or lack some of the classical features of a simple
cyst, it is then called a complicated breast cyst. Cysts are usually transonic with posterior
acoustic enhancement in all cases. Irregular internal margins or lesions that are not smoothly
circumscribed or defined are not simple cysts.

Treatment and prognosis


When typical features of a simple breast is seen no further workup is required. Symptomatic
large cysts may warrant aspiration. If such a cyst is aspirated cytological analysis is usually not
required unless it contains bloody material 7. Simple cyst aspiration showing straw coloured
fluid, which can be discarded.

Post aspiration ultrasound confirms the cyst has disappeared completely with no residual mass
and will confirm haemostasis.

Complications from aspiration are virtually unknown but include bleeding and theoretically
infection. Aspiration of cysts can be safely performed without stopping aspirin therapy.

Breast lipoma
Dr Ian Bickle and Radswiki et al.
Breast lipomas are a benign breast lesion and is classified as a BIRADS II lesion.

Clinical presentation
Lipomas are mostly asymptomatic and coincidentally discovered on routine mammography.
Patients may present with a painless palpable breast lump which is soft and mobile. In these
cases the diagnosis is clinically obvious.

Skin tethering or fixation are not features of lipomas.

Pathology
Lipomas are benign mesenchymal tumours that are composed of mature adipose tissue

Radiographic features
Classically it appears as a fat composed lesion seen predominantly in the subcutaneous plane;
however can be seen anywhere in the breast. Ideally lipomas measure anywhere up to 20 cm
in size.

Mammography
Typically seen as a radiolucent mass with no calcification (in rare situation there may be areas
of fat necrosis presenting as calcification). They may have a thin, peripheral, fluid density
capsule. Mammographic detection may be easier in a dense breast. In the vast majority of cases
lipoma is incidentally seen on routine screening.

Ultrasound
May be seen as a rounded lesion that is iso-echoic or at times slightly hyperechoic to
surrounding fat. Occasionally a lipoma can be hypoechoic 4. Multiple thin echogenic sepations
may be seen running parallel to the skin surface. The lipoma can be readily distinguished from
a hamartoma by the ultrasound and mammogram appearances. Compressibility of the lesion
can also be demonstrated on ultrasonography.

These lesions are also found in males.

Treatment and prognosis


These lesions are rarely a diagnostic or imaging dilemma. Enlargement of a lipoma is an
indication for biopsy. They rarely undergo malignant transformation and are not associated
with an increased risk of developing breast cancer.

Kista payudara memang bukanlah hal yang berbahaya. Penyakit ini tergolong jinak dan tidak
akan mengarah ke hal yang lebih serius. Meski begitu, bila Anda mengalami hal ini, Anda tetap
harus melakukan dan mendapatkan evaluasi medis yang dapat memperbaiki kondisi diri Anda.
Deskripsi

Kista payudara adalah sebuah penyakit ketika di dalam payudara terdapat kantung berisi cairan.
Kista membentuk benjolan bulat atau oval, menyerupai balon yang berisi air. Benjolan ini dapat
terbentuk dalam ukuran kecil atau bahkan besar sekalipun, dengan diameter sekitar 1 sampai 2
inci (2.5 sampai 5cm). Bila benjolan berukuran besar, jaringan payudara yang berada di
dekatnya dapat tertekan dan menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada payudara.

Penyakit ini dapat dialami oleh semua wanita. Namun, seringkali penyakit ini akan menyerang
wanita yang berumur 35 tahun hingga 50 tahun yang belum mengalami menopause. Anda dapat
memiliki satu atau banyak kista. Hal ini mungkin hanya Anda temukan di salah satu bagian
atau bahkan kedua payudara Anda. Namun, penyakit ini tidak mengarah pada kanker payudara
dan tergolong jinak. Biasanya penyakit tersebut akan menghilang dengan sendirinya setelah
menopause. Meski begitu, apabila Anda mengalaminya, lebih baik Anda memeriksakan diri ke
dokter. Dengan begitu, Anda mungkin dapat mendeteksi benjolan baru pada payudara Anda
sekaligus mengetahui perubahan abnormal lain yang mungkin tidak Anda rasakan sebelumnya.

Gejala

Ketika kista pada payudara Anda masih berukuran kecil, Anda mungkin tidak akan merasakan
tanda dan gejala apapun. Namun, apabila ukuran kista sudah membesar, Anda mungkin akan
merasa sakit dan nyeri di daerah payudara Anda. Selain itu, apabila Anda mengalami kista
payudara sebelum menopause, biasanya ukuran payudara Anda akan membesar diikuti dengan
rasa nyeri. Namun, bila Anda mengalami hal ini setelah menopause, ukuran payudara Anda
akan mengecil diikuti dengan tanda dan gejala lain, seperti payudara terasa sakit.

Penyebab

Penyebab pasti dari kista payudara masih belum diketahui. Namun, ada beberapa bukti yang
menunjukkan bahwa kelebihan estrogen dalam tubuh dapat merangsang jaringan yang ada pada
payudara di mana hal itu secara tidak langsung memainkan peran dalam perkembangan kista
pada payudara. Selain itu, ada pendapat lain yang meyakini bahwa kista payudara berkembang
ketika kelenjar dan jaringan ikat pada payudara menghambat saluran susu. Akibatnya, kelenjar
dan jaringan ikat tersebut akan melebar (dilatasi) dan kemudian terisi oleh cairan.

Pengobatan

Awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengidentifikasi dan
memastikan adanya benjolan pada payudara, khususnya kista. Biasanya dokter akan membahas
mengenai riwayat kesehatan dan gejala-gejala yang Anda rasakan. Selain itu, dokter akan
melakukan beberapa jenis pemeriksaan seperti berikut ini:

1. Pemeriksaan payudara
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya pada bagian payudara Anda untuk
melihat apakah ada benjolan dalam payudara Anda. Namun, pemeriksaan ini tidak dapat
memberikan hasil yang akurat. Oleh karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan,
yaitu dengan melakukan tes pencitraan dan aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration).

2. Tes pencitraan Biasanya dokter akan melakukan tes pencitraan dengan melakukan USG pada
payudara. Hal ini dapat membantu dokter untuk melihat kondisi benjolan yang terbentuk dalam
payudara Anda, apakah cair atau padat. Bila benjolan berbentuk cairan, hal ini biasanya
mengarah ke penyakit kista. Namun, apabila benjolan berbentuk padat, hal ini biasanya bukan
kanker, namun bisa juga menjadi kanker payudara.
3. Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration) Selama melakukan prosedur ini, dokter akan
menyisipkan jarum tipis ke dalam benjolan dalam payudara Anda guna mengambil sampel dari
cairan yang ada dalam benjolan tersebut. Dokter biasanya juga akan menggunakan USG untuk
memandu penempatan jarum yang tepat. Berikut hal-hal yang biasanya terjadi ketika
melakukan prosedur ini:
a. Cairan yang diambil oleh jarum tidak mengeluarkan darah dan kemudian benjolan dalam
payudara menghilang dengan sendirinya. Jika Anda mengalami hal ini, Anda tidak perlu
melakukan pengujian dan pengobatan lebih lanjut.
b. Cairan yang diambil oleh jarum mengeluarkan darah dan benjolan dalam payudara tidak
menghilang. Jika Anda mengalami hal ini, dokter akan mengirimkan sampel cairan untuk diuji
di laboratorium dan memberikan rekomendasi kepada Anda untuk melakukan tindakan
lanjutan, seperti pengobatan.
c. Tidak ada cairan yang berhasil ditarik dan dikeluarkan oleh jarum, dokter mungkin akan
merujuk Anda untuk melakukan tes pencitraan guna mengevaluasi lebih lanjut kondisi benjolan
yang terbentuk dalam payudara.
Setelah melakukan pemeriksaan dan dokter telah mengetahui adanya benjolan kista dalam
payudara Anda, dokter akan merujuk Anda untuk melakukan pengobatan. Meskipun penyakit
kista payudara tidak berbahaya, namun Anda tetap harus melakukan pengobatan untuk
mencegah pembesaran ukuran benjolan dan mengurangi gejala dari penyakit ini. Biasanya,
dokter akan menguras cairan dalam benjolan kista. Hal itu dapat meringankan gejala yang
timbul dari penyakit ini. Berikut pilihan pengobatan untuk mengatasi penyakit kista payudara:

1. Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration)


Ini merupakan prosedur untuk mendiagnosis kista pada payudara. Namun, prosedur ini juga
dapat Anda gunakan untuk mengobati penyakit kista payudara. Dokter akan mengeluarkan
semua cairan dari kista dan memastikan benjolan pada payudara Anda menghilang dan Anda
tidak lagi mengalami gejala-gejala pada payudara Anda. Namun, Anda harus melakukan
prosedur ini selama berkali-kali untuk dapat mengeluarkan seluruh cairan dari dalam benjolan
tersebut

2. Penggunaan hormon : Pil KB (kontrasepsi oral) yang digunakan untuk mengatur siklus
menstruasi juga dapat Anda gunakan untuk mengurangi kekambuhan dari penyakit kista
payudara. Namun, pil KB atau terapi hormon lainnya memiliki efek samping pada
penggunanya. Untuk itu, jenis obat ini hanya dianjurkan untuk digunakan oleh wanita yang
mengalami penyakit kista payudara tahap berat.
3. Operasi : Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kista secara langsung. Prosedur ini
hanya dilakukan bila benjolan pada payudara menyebabkan Anda merasa tidak nyaman dalam
kurun waktu yang lama dan menunjukkan tanda dan gejala yang mengkhawatirkan.

Namun, Anda dapat melakukan beberapa hal seperti berikut untuk meminimalkan rasa
ketidaknyamanan yang mungkin Anda rasakan ketika mengalami penyakit ini:

Menghindari kafein: Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kafein
berpengaruh pada penyakit kista payudara. Namun, ada beberapa bukti yang
menunjukkan bahwa ketika wanita tidak mengkonsumsi kafein, gejala yang mereka
rasakan menghilang begitu saja. Maka dari itu tak ada salahnya untuk mengurangi atau
bahkan tidak mengkonsumsi kafen sama sekali ketika Anda mengalami penyakit kista
payudara.
Mengurangi garam: Beberapa ahli menyarankan kepada Anda, khususnya Anda yang
mengalami penyakit kista, untuk mengurangi garam. Sebab, dengan mengkonsumsi
sedikit natrium, gejala dan tanda yang mungkin Anda rasakan akan menghilang.
Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit: Rasa nyeri yang timbul akibat penyakit ini
dapat berkurang ketika Anda menggunakan obat penghilang rasa sakit, seperti
acetaminophen (Tylenol) atau obat anti-inflamasi, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB)
atau naproxen (Aleve, Naprosyn).
What Is A Breast Cyst?

A cyst in the breast may feel like a lump, but upon examination the lump is a small, generally

harmless sac filled with fluid rather than a cancerous or benign lump of cells. You may have

one cyst or many cysts that appear together.

How Would I Know The Lump Is A Cyst And Not A Tumor?

A healthcare professional can determine whether a lump is a cyst or tumor. A

simple ultrasound scan placed against the skin will allow the healthcare professional to see

whether the lump appears solid or hollow and filled with fluid. If the lump is fluid-filled, it

may require no treatment at all. You may notice that the cyst comes and goes depending on the

hormone cycle of menstruation.


What If The Cyst Bothers Me And I Want It Taken Out?

If a cyst is very bothersome, your healthcare provider may drain it first. By applying local

anesthesia to the skin and by using ultrasound to guide a needle into the cyst, the fluid can be

removed and you may not have any more bothersome problems from it again. However,

sometimes drained cysts will fill up again and when this happens, you may elect to have it

removed surgically or you may leave it alone and see if it eventually goes away on its own.

Do cysts lead to cancer?


Nearly all simple cysts are just that - simple. They are almost never associated with a higher

risk of cancer. The only possible exception in which a cyst might indicate a slightly elevated

risk for cancer is when other risk factors for cancer, such as a strong family history, are already

present.
What If My Breasts Are Always Lumpy? (Fibrocystic Breasts)

Fibrocystic breast tissue is a very common condition and means that you have denser breast

tissue and may notice lumps and bumps that are common to the feel of your breasts. It is

important for women with fibrocystic breast tissue to be diligent about performing breast self-

exams so they are familiar with what is normal for their breasts and so they can report any
changes.
If I have fibrocystic breasts, should I ask my doctor about other types of screening?
Sometimes mammograms of women with fibrocystic breast tissue may be more difficult to

read and interpret. Many healthcare professionals recommend choosing a breast center that

offers digital mammography. Digital mammograms allow the radiologist to change to contrast

of light and dark and to enlarge areas of the breast tissue on the screen to more closely examine

areas of concern.

Fibrosis and simple cysts


Many breast lumps turn out to be caused by fibrosis and/or cysts, which are benign changes in
breast tissue that happen in many women at some time in their lives. These changes are
sometimes called fibrocystic changes, and used to be called fibrocystic disease. They are most
often diagnosed based on symptoms, such as breast lumps, swelling, and tenderness or pain.
These symptoms tend to be worse just before a womans menstrual period begins. Your breasts
may feel lumpy and, sometimes, you may notice a clear or slightly cloudy nipple discharge.

These changes are most common in women of childbearing age, but they can affect women of
any age. They may be found in different parts of the breast and in both breasts at the same time.

Fibrosis
Fibrosis refers to a large amount of fibrous tissue, the same tissue that ligaments and scar tissue
are made of. Areas of fibrosis feel rubbery, firm, or hard to the touch.

Cysts
A round, movable lump, especially one thats tender to the touch, suggests a cyst. Cysts are
fluid-filled, round or oval sacs within the breasts. They are most often found in women in their
40s, but they can occur in women of any age. Monthly hormone changes often cause cysts to
get bigger and become painful and more noticeable just before the menstrual period.

Cysts start out from fluid building up inside the breast glands. Microcysts (tiny, microscopic
cysts) are too small to feel and are found only when tissue is looked at under a microscope. If
fluid continues to build up, macrocysts (large cysts) can form. These can be felt easily and can
be as large as 1 or 2 inches across. As they grow, the breast tissue around the cyst may stretch
and be painful.

Diagnosis
Most often, fibrocystic changes are diagnosed based on symptoms alone. If you have
fibrocystic changes in your breast, the symptoms may change as you move through different
stages of your menstrual cycle. Sometimes, one of the lumps might feel firmer or have other
features that lead to a concern about cancer. When this happens, a biopsymay be needed to
make sure that its not cancer.
Putting a thin needle into the cyst can confirm the diagnosis and, at the same time, drain the
cyst fluid. Removing the fluid may reduce pressure and pain for some time, but the fluid doesnt
need to be removed unless its causing discomfort. And if removed, the fluid might come back
later.

Treatment
Most women with fibrocystic changes and without bothersome symptoms do not need
treatment, but they might be watched closely. If you have mild discomfort from fibrosis, you
may get relief from well-fitted, supportive bras, applying heat, or using over-the-counter pain
relievers.

Some women report that their breast symptoms improve if they avoid caffeine and other
stimulants found in coffee, tea, chocolate, and many soft drinks. Studies have not found that
these stimulants cause these symptoms, but many women feel that avoiding these foods and
drinks for a couple of months is worth trying.

Because breast swelling toward the end of the menstrual cycle is painful for some women,
some doctors recommend that women with severe symptoms cut out salt in their diets or take
diuretics (drugs to help remove fluid from the body).

Its been suggested that some types of vitamin or herbal supplements might relieve symptoms,
but so far none have been proven to be helpful, and some may have side effects if taken in large
doses. Some doctors prescribe hormones, such as oral contraceptives (birth control pills),
tamoxifen, or androgens. But these are usually given only to women with severe symptoms
because they also can have serious side effects.

How do fibrosis and simple cysts affect your risk for breast cancer?
Neither fibrosis nor cysts increase your risk of later developing breast cancer.

The pathophysiology of fibrocystic breast disease is determined by estrogen predominance


and progesterone deficiency that result in hyperproliferation of connective tissue (fibrosis),
which is followed by facultative epithelial proliferation; the risk of breast cancer is increased
twofold to fourfold in these patients. The clinical correlate of fibrocystic disease is reflected by
breast and axillary pain or tenderness in response to development of fibrocystic plaques,
nodularity, macrocysts, and fibrocystic lumps. The disease progresses with advancing
premenopausal age and is most pronounced in women during their 40s. Fibrocystic changes
regress during the postmenopausal period. Medical treatment of fibrocystic disease is
accomplished: (1) by suppression of ovarian estrogen secretion with a low-estrogen oral
contraceptive, whereby the action of estrogen on breast tissues is opposed by the oral
contraceptive's progestin component (19-nortestosterone derivatives), or (2) by cyclic
administration of a progestogen (progesterone, medroxyprogesterone acetate) that modulates
the mammary effects of estrogen. These treatment mocalities are equally as effective as or
superior to danazol therapy, which entails side effects in the majority of patients. Adjuvant
therapy of fibrocystic breast disease with vitamin E is of value in patients with borderline or
abnormal lipid profiles (low plasma levels of high-density lipoprotein and high plasma leveis
of low-density lipoprotein). With thorough diagnostic evaluation, appropriate medication, and
close follow-up, treatment success can be achieved in almost every patient. Needle aspiration
biopsy should be performed in patients with macrocysts and whenever clinical, ultrasonic,
and/or mammographic examinations are suspicious for carcinoma. Patients at high risk of
breast cancer (breast cancer in mother and/or sister) should have clinical examinations at 4- to
6-month intervals and mammography every 1 to 2 years; needle aspiration should be performed
when the slightest suspicion arises. Fibrocystic breast disease is not a harmless nondisease
but a distinct clinical entity that requires treatment to bring about rellef to the patient, to reduce
the incidence of breast surgical procedures, and to diminish the risk of breast cancer.

Fibroadenosis
Fibrocystic breast disease, also known as fibroadenosis, is a term used to describe a group of
benign conditions that affect the breast. The symptoms of fibroadenosis can include:
breast pain (mastalgia or mastodynia)
increase in breast size

lumpiness of the breast (nodularity), particularly just before or during a period


Fibroadenosis can develop in one or both breasts, or can affect just part of one breast. The
symptoms can also vary significantly between women, with some women finding them slightly
annoying and others finding them very painful. The pain and lumpiness will usually disappear
after your period.
The cause of fibroadenosis is not well understood. However, it may be the result of the breast
tissue responding abnormally to hormonal changes that occur with the menstrual cycle.

Fibroadenomas
Fibroadenomas are smooth, well-rounded solid lumps of tissue that sometimes develop outside
the milk ducts (the tiny tubes in the breast that carry milk). They are particularly common in
young women.
They are sometimes described as "breast mice" because they can easily move around within
the breast.
Fibroadenomas can disappear on their own, but they sometimes remain and grow larger,
particularly during pregnancy. They don't usually resolve after your period.
It's not clear what causes fibroadenomas, but it is thought they may occur because of
an abnormal response to the hormone oestrogen. This is because they are common in women
who haven't been through themenopause and postmenopausal women who are having hormone
replacement therapy (HRT).
Breast cysts
Breast cysts are fluid-filled sacs that develop within the breast tissue and can cause smooth,
firm lumps to develop. They are more common in women aged 30 to 60.
Cysts vary in size. Some can be tiny, while others can grow to several centimetres in diameter.
Single or multiple cysts can occur in one or both breasts.
Cysts often do not cause any symptoms, although some women may experience pain in addition
to any lumps.
As with fibroadenomas, hormones are thought to play a role in the development of breast
cysts because they are particularly common in pre-menopausal women and postmenopausal
women having HRT.