You are on page 1of 3

Nama : Sutrisna (Alih Jenjang/Transfer)

Mata Kuliah : Manajemen Sanitasi Bencana


Dosen Pengampu : Iswono, S.K.M, M.Kes

Ponorogo, Detiknews.com - Tim kaji cepat Univesitas Gadjah Mada (UGM)


Yogyakarta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), melakukan penelitian
langsung di Ponorogo untuk mengetahui penyebab bencana tanah longsor yang
terjadi 1 April lalu. "Dari hasil kajian yang kami lakukan bersama, ada sejumlah
faktor yang menyebabkan terjadinya longsor, secara kondisi alam memang sudah
menunjukkan risiko tinggi tanah longsor," kata salah satu tim ahli UGM, Bagus
Bestari Kamarullah, Senin (3/4/2017).
Menurutnya penyebab longsor besar di Dusun Tangkil, Desa Banaran tersebut
cukup komplek, diantaranya adalah tingkat kemiringan tebing cukup curam,
selain itu struktur batuannya berupa lapukan dari gunung berapi.
"Jenis batuan itu memiliki sifat lepas-lepas, sehingga sangat rawan sekali terjadi
longsor," ujarnya kepada sejumlah wartawan. Bagus menambahkan, dari
pengamatan yang ia lakukan bersama tim ahli lain, pihaknya juga menemukan
adanya zona lemah sepanjang 1,5 kilometer dari titik nol longsor hingga ke sisi
selatan.
Sementara itu, kondisi tata guna lahan yang ada di lereng perbukitan juga cukup
memprihatinkan, karena banyak dijumpai tanaman lain yang dinilai tidak layak
berada di kawasan lereng.
Lebin lanjut Bagus menjelaskan, untuk pemicu terjadinya tanah longsor besar
tersebut adalah tingginya curah hujan yang ada di sekitar lokasi bencana. Bahkan
selama tiga hari sebelum kejadian terus menerus diguyur hujan dengan intensitas
tinggi.
"Sehari sebelum kejadian itu hujan terjadi mulai dari sore hingga tengah malam,
kondisi tersebut memicu terjadinya serapan air dalam tanah cukup tinggi,
sehingga tanah itu dalam kondisi jenuh air," imbuhnya.Dalam penelitian lapangan
tersebut pihaknya juga melakukan kajian terhadap potensi longsor susulan dari
tebing yang ada di kanan dan kiri lokasi bencana saat ini.
Sebelumnya, terjadi tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan
Pulung, Kabupaten Ponorogo, akibatnya puluhan rumah dan 28 warga dinyatakan
hilang. Hingga Senin malam baru tiga korban yang berhasil ditemukan.
(bdh/bdh)

Ponorogo - Kumparan.com Berdasarkan perhitungan BNPB, longsor yang


terjadi menimbun area seluas 15 hektare dengan tinggi 20 meter. Ditambah cuaca
yang rentan hujan, Tim SAR menghadapi kesulitan dalam proses evakuasi.
Akibat longsor tersebut, 35 KK (128 jiwa) menjadi korban. Sebanyak 87 orang di
antaranya selamat, 17 luka-luka, 2 meninggal dunia, dan 28 belum ditemukan.
Saat ini, proses evakuasi dihentikan akibat hujan lebat masih mendera Dusun
Tangkil.

Sumber artikel :
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3464135/ini-penyebab-longsor-di-
ponorogo-hasil-penelitian-tim-ugm diakses tanggal 12 agustus 2017
https://kumparan.com/nurul-hidayati/kronologi-terjadinya-tanah-longsor-di-
ponorogo diakses tanggal 12 agustus 2017
Analisis Bencana
Menurut informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Kejadian Bencana : Tanah Longsor
Waktu Kejadian : 1 April 2017
Tempat Kejadian : Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan
Pulung, Kabupaten Ponorogo,Provinsi
Jawa Timur

Korban
Meninggal : 2 orang
Luka-luka : 17 orang
Hilang : 28 orang
Kerusakan Sarana dan prasarana : - Akibatnya puluhan rumah rusak berat
: - Menimbun area seluas 15 hektare dengan
tinggi 20 meter

Rencana Penanggulangan Bencana


1. Menyiapkan pengungsian sementara
2. Mensuplai air bersih yang terdekat dengan lokasi pengungsian
3. Membuat jamban darurat untuk keperluan MCK
4. Sampah dari puing puing bangunan segera di bersihkan sehingga korban yang
hilang dapat ditemukan
5. Menyiapkan obat obatan oleh tim medis
6. Membuat tenda untuk pengolahan makanan
7. Memberikan penyuluhan yang mudah dimengerti,tentang personal hygiene
misalnya cuci tangan pakai sabun