You are on page 1of 2

KAJIAN PEMBUATAN DODOL RUMPUT LAUT

Oleh: Ir. Hotman Manurung


Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan
Fakultas pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan
Email:manru_hotman@yahoo.com

Abstract
Dodol yang umum kita kenal terbuat dari tepung beras ketan, gula, dan santan. Dodol sangat sedikit
mengandung serat, vitamin dan iodium. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan
zat gizi pada dodol dengan memfaatkan pangan lokal. Secara kimia rumput terdiri dari air (27,8%),
protein (5,4%), karbohidrat (33 %), lemak (8,6%), serat kasar (3%), dan abu (22,25%). Selain
karbohidrat, protein , lemak, dan serat , rumput laut juga mengandung vitamin (A, B, C, D .E, dan K) dan
makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium, dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi,
magnesium, dan natrium. Kandungan asam amino,vitamin, dan mineral rumput laut 10-20 kali lipat
dibandingkan dengan tanaman darat. Penelitian dengan menggunakan rancangan Acak Langsung (RAL)
faktorial dengan dua faktor yaitu: Faktor I perbandingan rumput laut dengan ketan (A) 4 level yaitu :
Rumput laut : (0 : 100) ; (10 : 90) ; (20 : 80); (30 : 70). Faktor ke II Lama Peyimpanan (B) terdiri dari 0
minggu; 1 minggu; 2 minggu; dan 3 minggu. Parameter yang diamati: Kadar air. (Sudarmaji, dkk. 1984) ;
Uji serat kasar (Sudarmaji, dkk. 1984); Uji organoleptik (Soekarto, 1985); dan Kadar abu ( Sudarmaji,
dkk, 1984). Setiap peningkatan 10% jumlah rumput laut mengakibatkan kadar air dodol meningkat secara
sangat signifikan dari 12,38 % pada A0 menjadi 22,00 % pada A3 . Lama penyimpanan kadar air
meningkat secara sangat nyata (p<0.01) dari 15,13% pada B0 meningkat menjadi 19,32% pada B3.
Peningkatan jumlah rumput laut mengakibatkan kadar abu meningkat sangat nyata (p<0,01) dari 0,47%
pada A0 menjadi 1,52% pada A3. Peningkatan lama penyimpanan 1 minggu memberi pengaruh sangat
nyata (p<0.01) terhadap kadar abu dari 1,24% pada B0 menjadi 0,97% pada B3. Terjadi interaksi yang
sangat nyata (P<0,01) perbandingan rumput laut dengan ketan dan lama penyimpanan terhadap kadar
serat. Dodol yang terbuat dari interaksi A1B1 masih disukai panelis. Panelis lebih menyukai aroma, rasa,
dan tekstur dodol yang terbuat dari ketan.
Kata Kunci: dodol, rumput laut, lama penyimpanan
DIVERSIFIKASI PANGAN BERBASIS TEPUNG : MENINGKATKAN KESEHATAN
MASYARAKAT DAN KETAHANAN PANGAN
Oleh: Hotman Manurung
Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan
Fakultas Pertanian Univ.HKBP Nommensen, Medan
Email: manru_hotman @yahoo.com

Abstrak
Pangan merupakan kebutuhan dasar setiap orang, bukan saja untuk memenuhi kebutuhan
energi setiap hari tetapi juga untuk meningkatkan kesehatan. Ketersedian pangan dan mencukupi
merupakan hak dari setiap orang. Oleh karena itu Pemerintah berkewajiban menciptakan suatu
kondisi sehingga kebutuhan pangan setiap orang baik dari segi jumlah maupun mutu terpenuhi.
Kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan diukur melalui tingkat ketahanan
pangan. Sampai saat ini pemerintah belum berhasil menjamin kebutuhan pangan setiap orang.
Kekurangan pangan dalam jangka panjang mengakibatkan rawan pangan dan penurunan tingkat
kesehatan. Di SumateraUtara terdapat 600 desa yang mengalami rawan pangan, dan beberapa
daerah ditemukan kasus busung lapar pada balita.
Sumatera Utara memiliki sumber pangan lokal yang potensial baik dari segi produksi
maupun dari segi jenisnya . Beberapa jenis pangan yang potensial antara lain ubi kayu, talas,
sukun, dan ubi jalar. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan baik dari segi jumlah
maupun dari segi mutu dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan meningkatkan
ketahanan pangan adalah melakukan diversifikasi pangan berbasis tepung. Pangan dalam bentuk
tepung sangat mudah diolah menjadi berbagai jenis makanan komposit dan lebih bergizi, serta
mempunyai masa simpan yang lebih lama. Diversifikasi pangan berbasis tepung mempunyai
dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan
petani.
Kata kunci: diversifikasi, tepung, dan ketahanan pangan