You are on page 1of 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Rumah sakit hewan merupakan suatu tempat usaha pelayanan medik veteriner yang
dijalankan berdasarkan manajemen dengan otoritas dan pimpinan dokter hewan yang
bertanggungjawab, memiliki sebuah fasilitas untuk menangani kasus pelayanan gawat
darurat, laboratorium untuk diagnosa klinik, rawat inap, suatu unit penanganan intensif, ruang
isolasi serta membuka layanan jasa medik veteriner yang berupa rujukan. Rumah sakit hewan
merupakan suatu tempat dengan kegiatan yang padat karya dan padat modal dalam
menjalankan usaha rumah sakit hewan juga harus diterapkan nilai-nilai sosial etika dalam
menangani hewan disamping dari segi ekonomi. Rumah sakit hewan berperan salam suatu
unit usaha yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan (Medical Safety Organisation)
sehingga hasil yang didapatkan berkolerasi terhadap tingkat kepuasan klien. Dalam
menjalankan rumah sakit hewan diperlukan penerapan menejemen rumah sakit hewan yang
baik untuk mengatur sumber daya manusia baik dokter hewan, paramedic dan administrasi
yang menjadi konversi faktor yang mendukung peningkatan pelayanan. Dengan tujuan
tersebut diharapkan terwujudnya efisiensi kerja, serta evaluasi kerja yang mengarah pada
pengembangan usaha rumah sakit hewan (Akoso, 2008).

Menurut menteri Pertanian Nomor : 02/Permentan/OT.140/1/2010, Rumah Sakit


Hewan adalah tempat usaha pelayanan jasa medik veteriner yang dijalankan oleh suatu
manajemen dengan dipimpin oleh seorang dokter hewan penanggungjawab, memiliki fasilitas
untuk pelayanan gawat darurat, laboratorium diagnostik, rawat inap, unit penanganan
intensif, ruang isolasi, serta dapat menerima jasa layanan medik veteriner yang bersifat
rujukan.

Profesi dokter hewan dan tenaga medis lainnya memiliki profesi yang mulia
(officiumnobel) dan terhormat dimata masyarakat. Seorang dokter hewan harus melalui
pendidikan dan pelatihan yang cukup panjang sebelum melakukan kegiatan praktek dokter
hewan dan melakukan pelayanan medis. Dokter hewan merupakan suatu profesi pada bidang
medis yang berkaitan dengan hewan. Dokter hewan memiliki peran yang penting dalam
kehidupan manusia, karena kehidupan manusia juga tergantung pada hewan, selain itu
sebagian besar penyakit pada manusia ditularkan oleh hewan. Oleh sebab itu peran dokter
hewan pada era saat ini tidak hanya dituntut untuk menangani penyakit yang terdapat pada
hewan namun juga ikut serta dalam bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan
masyarakat. Negara juga memiliki peraturan dan ketentuan sendiri yang berisikan informasi
yang harus tercantum mengenai profesi dokter hewan Pada lembaga legislatif dokter hewan
memiliki peran dalam pembuatan perundang-undangan tentang kesejahteraan hewan di
Indonesia (Akoso, 2008).

Sesuai dengan semboyannya Manusya Mriga Satwa Sewaka yang memiliki arti
bahwa mensejahterakan manusia melalui kesejahteraan hewan, yang berarti mengabdi untuk
kesejahteraan manusia melalui kesejahteraan hewan. Dokter hewan memiliki tugas yang luas
sehingga dapat masuk kedalam konsep profesi medik (Medical profesion) yang berada
dibawah naungan International Medical Ethics, selain itu juga berperan dalam profesi
pertanian (Agriculturist). Seorang dokter hewan juga harus mampu untuk memahami ilmu
kesehatan masyarakat veteriner (Veterinary Public Health) untuk ikut bertanggung jawab
dalam kesehatan hewan melaui produk-produk pangan asal hewan (Charnoz & Foster, 2011).

1.2.Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari Rumah Sakit Hewan?
2. Apa sajakah peraturan undang-undang yang mengatur tugas dokter hewan di Rumah
Sakit Hewan?
3. Apa saja jenis-jenis kegiatan dokter hewan di Rumah Sakit Hewan?

1.3.Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari Rumah Sakit Hewan.
2. Mengetahui peraturan undang-undang yang mengatur tugas dokter hewan di Rumah
Sakit Hewan.
3. Untuk mengetahui jenis-jenis kegiatan dokter hewan di Rumah Sakit Hewan.

Dapus

Charnoz O., and Foster P. 2011. The Global Health Impact of Local Power Relations:
Fragmented Governance, Big Business, and Organizational Bias in Indonesian
Animal Health Policies.

Akoso, B. T. 2008. Manual untukParamedisKesehatanHewan.Yogyakarta.Tiara Wacana.