You are on page 1of 19

Anatomi dan Fisiologi Sistem Saraf

Sistem Saraf Sebagai Suatu Kesatuan


Bagian-bagian sistem saraf dapat dikelompokkan berdasarkan struktur atau fungsinya.
Pembagian sistem saraf secara anatomis atau secara strukturai adalah sebagai berikut :
1. Sistem saraf sentral /pusat (SSS), meliputi otak (encephalon) dan sumsum tulang belakang
(medulla spinalis).
2. Sistem saraf perifer / tepi (SSP) terdiri dari seluruh saraf di luar SSS, yang meliputi saraf
kranial (nervus cranialis) dan saraf spinal (nervus spinalis). Saraf kranial adalah saraf yang
tmembawa impuls dari dan ke otak; sedangkan saraf spinal adalah saraf yang membawa
pesan-pesan dari dan ke sumsum tulang belakang.

Sistem Saraf Sentral


Otak (Encephalon)
Bagian-bagian Otak yang Utama
Otak menempati rongga kranial dan dibungkus oleh membran, cairan, serta tulang tengkorak.
Meskipun berbagai macam daerah otak saling berhubungan dan berfungsi bersama, otak dapat
dibagi ke dalam daerah-daerah yang berbeda-beda untuk memudahkan kaji an.
1. Hemispherium Cerebralis merupakan bagian otak yang paling besar, dibagi menjadi
hemispherium cerebralis kiri dan kanan oleh suatu lekukan dalam yang dikenal sebagai
fissura longitudinalis. Daerah antara hemisferium cerebralis dan batang otak adalah
diencephalon.
2. Truncus Encephali / Brain stem atau batang otak menghubungkan cerebrum dengan
sumsum tulang belakang. Bagian batang otak sebelah atas adalah mid-brain. Daerah di
bawahnya dan tampak jelas dari arah bawah otak terdapat pons dan medulla oblongata. Pons
menghubungkan midbrain dengan medulla, sementara medulla oblongata menghubungkan
otak dengan sumsum tulang belakang melalui suatu pembukaan yang besar di dasar
tengkorak (foramen magnum).
3. Cerebellum artinya otak kecil terletak persis di bawah bagian belakang hemisfer cerebralis
dan dihubungkan dengan cerebrum, batang otak, serta sumsum tulang belakang oleh pons.
Berikut penjelasan rinci tentang pembagian otak tersebut di atas.
Hemispherium Cerebralis
Jaringan saraf sebelah luar hemisferium cerebralis adalah bahan abu-abu (substansia
grisea) yang disebut dengan cortex cerebralis. Cortex yang abu-abu ini tersusun sebagai lipatan
yang membentuk bagian yang menonjol dan dikenal sebagai gyrus, yang dipisahkan oleh celah
dangkal yang dinamakan sulcus. Di bagian dalam, sebagian besar hemisfer otak terbuat dari
bahan putih (substansia alba) dan beberapa kumpulan bahan abu-abu. Di dalam hemsifer ada dua
ruang yang inembentang dan bentuknya agak tidak beraturan, yaitu ventriculus lateralis yang
berisi cairan encer dan dinamakan liquor cerebrospinal. Cairan ini terdapat baik di otak maupun
sumsum tulang belakang.
Meskipun terdapat banyak sulcus, beberapa di antaranya merupakan patokan yang sangat
penting, seperti :
1. sulcus centralis yang terletak di antara lobus (belahan) parietal dan frontal setiap hemisfer
membentuk sudut langsung ke fissura longitudinalis (celah yang dalam).
2. sulcus lateralis yang melengkung di sepanjang setiap sisi hemisfer serta yang memisahkan
lobus temporal dari lobus frontal dan perietal.

Cortex cerebralis ialah lapisan bahan abu-abu yang membentuk permukaan setiap
hemisfer otak. Di dalam cortex cerebralis inilah semua impuls diterima dan dianalisa. Semua itu
menyusun dasar pengetahuani: otak "menyimpan" informasi, banyak di antaranya yang dapat
ditampilkan. kembali sesuai permintaan melalui suatu fenomena yang dinamakan memory
(ingatan). Di dalam cortex cerebralis inilah proses berpikir seperti asosiasi, pertimbangan, dan
diskriminasi terjadi. Dari cortex cerebralis pula pengendalian kesadaran dan kegiatan yang
disengaja berasal.
Fungsi Cortex Cerebralis
Setiap hemisfer otak dibagi ke dalam empat belahan yang dapat terlihat, diberi nama sesuai
dengan tulang kranial yang melingkupinya. Meskipun berbagai daerah otak bekerjasama dalam
kcordinasi untuk dapat menghasilkan perilaku, bagian cortex tertentu meinpengaruhi kategori
fungsi tertentu. Berikut ini adalah empat belahan (lobus) yang dimaksud.
1. Lobus frontalis relatif iebih besar pada diri manusia ketimbang organisme lainnya, terletak di
depan sulkus sentralis. Lobus ini berisi cortex motorik yang mengarahkan tindakan. Sisi kiri
otak mengatur sisi kanan tubuh, sedangkan sisi kanan otak mengatur sisi tubuh sebelah kiri.
Lobus frontalis juga berisi dua daerah yang penting untuk bicara.
2. Lobus parietalis menempati bagian atas setiap hemisfer dan terletak di belakang lukus
sentralis. Lobus ini berisi area sensorik di many impuls dari kulit seperti rabaan, rasa sakit,
dan suhu diinterpretasikan. Determinasi jarak, ruang, dan bentuk juga terjadi di sini.
3. Lobus temporalis terletak di bawah sulkus lateralis dan melipat di bawah hemisfer pada
setiap sisinya. Lobus ini berisi area pendengaran (auditorik) yang menerima dan
menginterpreiasikan impuls yang berasal dari telinga. Area pembauan (olfactorik) terletak di
bagian medial lobus temporalis dan distimulasi oleh impuls yang berasal dari reseptor di
dalam hidung.
4. Lobus occipitalis terletak di belakang lobus parietal dan melampaui cerebellum. Lobus ini
berisi area visual yang menginterpretasikan impuls yang muncul dari retina mata.
Sebagai tambahan, sebetulnya ada lobus kelima yang kecil dalam setiap hemisfer yang
tak dapat dilihat dari permukaan karena letakiiya ada di sebelah dalam sulkus lateralis. Lobus ini
dinamakan insula.
Di bawah bahan abu-abu cortex cerebralis terdapat bahan putih berisi serat saraf
bermyelin yang saling menghubungkan satu daerah cortical dengan lainnya dan bagian-bagian
lain dari sistem saraf. Kumpulan bahan putih yang cukup penting ialah corpus callosum, terletak
di bawah fissura longitudinalis. Kumpulan ini bertindak sebagai jembatan antara hemisfer kanan
dan kiri untuk mempermudah impuls menyeberang dari satu sisi otak ke sisi !ainnya. Capsula
interna ialah jalur bahan putih yang sangat rapat, tersusun dari cukup banyak serat saraf yang
bermyelin (dengan membentuk tractus). Nucleus basalis ialah massa bahan abu-abu di bagian
dalam setiap hemisfer otak. Kelompok neuron ini membantu meregulasi gerakan tubuh dan
ekspresi wajah yang di hubungkan dari cortex. Neurotransmitter dopamine disekresikan oleh
neuron-neuron nucleus basalis.
Diencephalon
Diencephalon ( daerah antara hemisfer otak dan batang otak) atau disebut juga dengan
interbrain dapat dilihat dengan jalan memotong di bagian sentral otak. Daerah ini mencakup
thalamus dan hypothalamus. Hampir seluruh impuls sensoris berjalan melalui massa bahan abu-
abu yang membentuk thalamus. Kerja thalamus ialah memilah-milah impuls dan
mengarahkannya pada area-area tertentu pada cortex cerebralis. Hypothalamus yang terletak di
bagian garis tengah di bawah thalamus berisi sel yang membantu mengontrol suhu badan,
keseimbangan air, tidur, nafsu makan, serta beberapa emosi seperti rasa takut dan rasa senang.
Baik bagian simpatetis maupun parasimpatetis sistem saraf otonom ada di bawah kontrol
hipotalamus, seperti halnya kelenjar pituitari. Dengan demikian hipotalamus mempengaruhi
aenyut jantung, kontraksi dan relaksasi dinding pembuluh darah, sekresi hormon, dan fungsi
tubuh yang vital lainnya.
Pembagian dan Fungsi Batang Otak
Batang otak terdiri dari midbrain, pons, dan medulla oblongata. Bangunan tersebut
menghubungkan cerebrum dengan sumsum tulang belakang.
Midbrain yang terletak tepat di bawah pusat cerebrum membentuk bagian depan batang otak.
Empat bulatan massa bahan abu-abu yang dilingkupi oleh hemisfer otak rnembentuk bagian
midbrain sebelah atas; keempat bodi (corpora quadrigemina) ini berperan sebagai pusat
pemancar bagi gerakan refleks telinga dan mata tertentu. Bahan putih di depan midbrain
mengkonduksi impuls antara pusat cerebrum di sebelah atas dan pusat-pusat di pons, medulla,
cerebellum, dan sumsum tulang belakang yang lebih bawah. Saraf cranial III dan IV berasal dari
midbrain.
Pons terletak di antara midbrain dan medulla, di depan cerebellum. Sebagian besar pons
terdiri dari serat saraf bermyelin yang berperan menghubungkan kedua belah cerebellum dengan
batang otak, serta dengan cerebrum di sebelah atas dan dengan sumsum tulang belakang di
bawah. Pons yang berisi serat saraf yang membawa impuls dari dan ke pusat merupakan
penghubung yang sangat penting antara cerebellum dan bagian sistem saraf sisanya. Beberapa
gerakan refleks tertentu seperti bernafas secara teratur terintegrasi di dalam pons. Saraf cranial
berasal dari pons.
Medulla oblongata otak terletak di antara pons dan sumsum tulang belakang. Medulla ini
dari luar terlihat putih karena banyak berisi serat saraf yang bermyelin seperti halnya pons. Di
bagian dalam, is berisi sejumlah badan sel (bahan abu-abu) yang dinamakan nuclei atau pusat-
pusat. Di antara ketiganya adalah pusat-pusat yang sangat vital seperti berikut ini :
1. Pusat respiratori mengontrol otot-otot respirasi dalam merespon stimulus kimiawi dan yang
lainnya.
2. Pusat kardiak membantu mengatur irama dan kekuatan denyut jantung.
3. Pusat vasomotor mengatur kontraksi otot-otot polos di dalam dinding pembuluh darah dan
karenanya ikut menentukan tekanan darah.

Empat pasang saraf kranial yang terakhir berhubungan dengan medulla oblongata. Serat
saraf sensorik yang membawa pesan-pesan lewat sumsum tulang belakang naik ke otak berjalan
melalui medulla, sebagaimana turunnya serat motorik. Kelompok serat saraf ini membentuk
tractus (kumpulan serat) serta dikelompokkan bersama berdasarkan fungsinya. Serat motorik
yang berasal dari cortex motorik hemisfer otak membentang ke bawah melalui medulla; ketika
berjalan melalui bagian otak ini, sebagian besar serat ini menyeberang dari satu sisi ke sisi
lainnya membentuk persilangan (decussatio pyramidam). Di dalam medulla inilah penggantian
serat saraf terjadi sehingga menyebabkan hemisfer otak se belah kanan yang mengontrol otototot
di sisi tubuh sebelah kiri dan bagian cortex sebelah atas dapat mengontrol otot yang ada di
bagian bawah tubuh. Medulla merupakan pusat gerakan reflek yang sangat penting; di sini
neuron tertentu berakhir dan impulsnya dipancarkan pada neuron lainnya. Saraf kranial IX-XII
muncul dari medulla oblongata.
Cerebellum
Cerebellum terdiri dari tiga bagian: bagian tengah dan dua hemisfer lateral. Seperti
halnya hemisfer otak, cerebellum (otak kecil) mempunyai bahan abu-abu di bagian luar dan
sebagian besar bahan putih di bagian dalamnya. Adapun fungsi cerebellum adalah :
1. Membantu pengkoordinasian otot voluntar sehingga dapat berfungsi secara lembut dan dalam
pola yang teratur. Penyakit cerebellum menyebabkan kejang-kejang otot dan tremors.
2. Membantu dalam menjaga keseimbangan pada waktu berdiri, berjalan, dan duduk maupun
waktu rnelakukan aktivitas yang lebih giat. Pesan-pesan dari telinga bagian internal dan dari
reseptor sensorik di tendo serta otot membantu cerebellum.
3. Membantu di dalam memlihara tonus otot sehingga seluruh serat otot cukup kencang dan
siap menghasilkan perubahan-perubahan posisi yang penting secepatnya bila diperlukan.

Ventrikel Otak
Di dalam otak terdapat empat ruang yang penuh berisi cairan, dinamakan ventrikel, yang
membentang ke dalam berbagai bagian otak dengan bentuk yang agak tidak beraturan. Bagian
yang paling besar, telah disebut di atas, yaitu ventrikel di dalam dua hemisfer otak.
Perluasannya ke dalam lobus-lobus cerebrum disebut `tanduk' (horn = cornu). Pasangan ventrikel
ini berhubungan dengan ruang garis tengah, yaitu ventrikel ketiga (tertius), melalui pintu yang
dinamakan foramina. Pada setiap sisinya ventrikel ketiga dibatasi oleh dua bagian thalamus,
sementara bagian dasarnya ditempati oleh hipothalamus. Dari ventrikel ketiga terus ke bawah,
ada saluran kecil bernama aqueduct cerebral, memanjang melalui midbrain sampai pada
ventrikel keempat (qadratus). Yang terakhir ini berlanjut dengan canalis centralis / neuralis pada
sumsum tulang belakang.
Di dasar ventrikel keempat ada tiga pintu yang memungkinkan mengalirnya cairan
cerebrospinal menuju ruang sela yang mengitari otak dan sumsum tulang belakang, yang disebut
spatium subarachnoidale.

Sumsum Tulang Belakang (Medulla Spinalis)


Lokasi Sumsum Tulang Belakang
Dalam masa embrio, sumsum tulang belakang menempati seluruh saluran di tulang
belakang dan memanjang ke bawah sampai bagian ekor tulang belakang. Namun selanjutnya
jaringan tulang belakang tumbuh lebih cepat ketimbang jaringan sarafnya sehingga selanjutnya
ujung sumsum tidak lagi mencapai bagian bawah saluran tulang belakang. Kesenjangan dalam
pertumbuhan ini terus meningkat; pada orang dewasa ujung sumsum tepat berada di bawah
daerah perlekatan tulang rusuk terakhir (antara vertebra lurnbalis yang pertama dan kedua).
Bangunan Tulang Belakang
Sumsum tulang belakang mempunyai bagian dalam yang bentuknya tak beraturan, kecil
yang berisi bahan abu-abu (badan sel saraf) dan daerah yang lebih besar yang berisi bahan putih
(serat saraf) yang mengelilingi bahan abu-abu ini. Pada potongan melintang sumsum
menunjukkan bahwa bahan abu-abu disusun sedemikian rupa sehingga ada semacam tiang /
kolom memanjang ke atas - bawah pada bagian dorsal (columna dorsalis), satu pada setiap
sisinya, dan kolom lainnya ditemukan di daerah ventral (columna ventralis). Kedua pasang
columna bahan abu-abu ini tampak pada potongan melintang seperti dalam bentuk H. Bahan
putih berisi ribuan serat saraf yang tersusun dalam ketiga daerah eksternal bahan abu-abu, yang
disebut funiculus ventralis, lateralis dan dorsalis, pada setiap sisi medulla spinalis.
Fungsi Sumsum Tulang Belakang
Fungsi sumsum tulang belakang dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu :
1. Aktifitas refleks, yang melibatkan integrasi dan transfer pesan-pesan yang memasuki
sumsum tulang belakang, sehingga memungkinkan impuls sensorik (afferent) masuk dan
pesan motorik (efferent) meninggalkan sumsum tulang belakang tanpa melibatkan otak.
2. Konduksi impuls sensorik dari saraf afferen ke atas melalui tractus naik menuju otak.
3. Konduksi impuls motorik (efferent) dari otak turun melalui tractus ke saraf-saraf yang
menginervasi otot atau kelenjar.
Jalur reflek melalui sumsum tulang belakang biasanya melibatkan tiga neuron atau lebih
seperti berikut :
1. Neuron sensoris yang permulaannya pada suatu receptor dan serat sarafnya dalam nervus
yang mengarah ke sumsum.
2. Satu neuron sentral atau lebih yang keseluruhannya ada di dalam sumsum.
3. Neuron motoris yang menerima impuls dari neuron sentral, kemudian membawanya
melalui sepanjang axon suatu saraf menuju otot atau kelenjar yang disebut efektor.
Kejut lutut adalah contoh refleks tulang belakang. Jalur saraf bagi refleks ini meliputi
neuron sensoris yang reseptornya ada di dalam tendo tepat di bawah lutut, serat saraf sensorisnya
ada di dalam nervus yang memanjang sampai sumsum tulang belakang, neuron sentral di dalam
bagian sumsum bagian bawah, dan neuron motoris yang mengirim impuls melalui nervus dari
sumsum ke efektor yang berupa m.quadriceps femoris (otot paha yang menendang).
Bungkus Otak dan Sumsum Tulang Belakang
Meninges adalah tiga lapis jaringan ikat yang mengitari otak dan sumsum tulang
belakang guna membentuk pembungkusan yang leng-kap. Membran yang paling besar yaitu dura
mater adalah meninges yang paling tebal dan kasar. Di dalam tengkorak dura mater membelah
dalam tempat-tempat tertentu guna menyiapkan saluran bergurat bagi darah yang berasal dari
jaringan otak. Lapisan meninges bagi an tengah ialah arachnoid. Membran ini eampang melekat
pada meninges yang paling dalam serat yang menyerupai jaringan (weblike) yang
memungkinkan suatu ruangan bagi gerakan cairan cerebrospinal (CSF) di antara dua membran.
Lapisan yang paling dalam di sekitar otak yaitu pia mater dilekatkan pada jaringan saraf otak dan
sumsum tulang belakang serta mencelup (dips) ke dalam seluruh depresi. Ia terbuat dari jaringan
ikat yang sangat halus di mana di dalam-nya banyak terdapat pembuluh darah. Pasokan darah ke
otak dibawa oleh pia mater.
Cairan Cerebrospnal (CSF)
CSF ialah cairan bening yang dibentuk dalam ventrikel otak, sebagian besar oleh jaringan
(network) vascular yang disebut de-ngan choroid plexuses. Cairan tadi dibentuk oleh filtrasi
darah dan oleh sekresi sellular. Fungsi CSF adalah untuk menggoncang bantalan yang akan
melukai bangunan lunak sistem saraf sentral (SSS). Cairan ini juga membawa zat makanan pada
sel dan memindahkan limbah dari sel. Normalnya CSF mengalir secara bebas dari sa-tu ventrikel
ke ventrikel lainnya dan pada akhirnya keluar ke dalam ruangan sub-arachnoid yang mengitari
otak dan sumsum tulang belakang. Sebagian besar cairan ini dikembalikan pada darah di dalam
venous sinuses melalui proyeksi yang dinamakan dengan arachnoid villi.

Hormon Penting dalam Tubuh


Banyak nama dan juga fungsi hormone yang ada pada tubuh kita. Namun ada sepuluh
nama hormone berserta fungsinya, yang berperan penting dalam tubuh kita . Hormon-hormon
tersebut yaitu :
1. Hormon Melantolin
Hormon yang berfungsi sebagai antioksidakan pengontrol tidur, yang disebut hormone melantolin.
Hormone ini dproduksi kelenjar pineal. Kelebihan atau kekurangan hormone ini tanda-tandanya
menyebabkan lesu, gangguan hati dan mata, pikiran, sakit kepala dan pusing. Sementara jika kita
kekurangan hormone melantolin menyebabkan kesulitan tidak bisa tidur atau yang sering kita sebvut
insomnia, tidur tidak nyeyak, tekanan darahtinggi, kelelahan, depresi, juga gangguan aritima atau rima
jantung.

2. Hormon Serotonin
Hormon yang berfungsi mengontrol suasana hati atau mood ada pada hormone serotin. Berfungsi juga
mengontrol nafsu makan. Jika ada penyebab denyut jantung, kejang demam tinggi hingga detak jantung
tak teratur, itu disebabkan dari kelebihan hormon serotin. Sementara dampak-dampak Dari kekurangan
hormone serotonin antara lain dapat menyebabkan kegelisahan, kekurangan rasa percaya diri, fobia dan
lainnya.

3. Hormone tiroid
Sebagai hormone peningkatan metabolism dan mempengaruhi sintesis protein disebut hormone
tiroid. Cirri-ciri kelebihan hormone ini, kejanag perut. Demam, menggigil, jantung tidak teratur.
Jika ada gejala lelah, lesu, rambut atau kuku tipis dan rapuh, darah tinggi, penyebab depresi gdan
gangguan jiwa, ini adalah ciri-ciri kekurangan hormone tiroid.
4. Hormon Adrenalin
Sebagian pasokan oksigen serta glukosa yang akan dialirkan ke otak dan otot. Jika kekurangan
hormone ini bisa menyebabkan pening. Penurunan berat badan, nyeri otot serta sakit pinggang
akut.
5. Hormone Dopamin
Hormone ini berfungsi sebagai pengkatan denyut jantung dan tekanan darah jika mengalami
perubahan jumlah urin, perubahan warna kulit, sakit di kaki dan lengan adalah cirri-ciri
kelebihan hormone ini. Sementara jika motivasi rendah, ada kesul;itan konsentrasi dan berfikirb
lambat, lemah libido dan impontensi adalah gangguan yang disebabkan kekurangan hormone
dopamin.
6. Hormon gastrin
Sementara itu hormone yang diproduksi oleh usus 12 jari ini disebut hormone gastrin. Fungsinya
sebagai sekresi asam lambung oleh sel parietal. Tumor jinak anak menyerang anda kelebihan
hormone gastrin.
7. Hormone pertumbuhan atau HGH
Hormone ini bertugas merangsang pertumbuhan dan juga reproduksi sel. Jika kelebihan sel ini
dapat menyebabkan tumor jinak yang tumbuh secara perlahan. Sementara jika anak - anak
kekurangan hoemon ini, pertumbuhan badannya akan lambat, bisa mengakibatkan tubuh jadi
pendek juga bisa tertundanya kematangan seksual.
8. Hormone insulin
Hormone insulin adalah hormone yang berfungsi sebagai pengambilan glukosa di hati dan otot
lewat darah. Kelebihan hormone salah satunya menjadikan kadar gula darah sangat rendah. Jika
sebaliknya, kelebihan hormone insulin dapat meningkatkan kadar gula darah dan diabetes.
9. Hormone testosterone
Hormone ini merupakan hormone seks pria. Hormone yang berfungsi merangsang pematangan
otot otot seks pria serta serta kepadatan tulang.
10. Hormone progesterone
Berfungsi menaikkan factor pertumbuhan epidermal. Hormone ini juga membantu pertumbuhan
tulang gigi, gusi, sendi kulit. Susah tidur, sering cemas, panik, gelisah adalah penyebab
kurangnya hormone progesterone dalam tubuh.

Neurotransmiter
Neurotransmiter adalah senyawa organik endogenus membawa sinyal di antara neuron.
Neurotransmiter terbungkus oleh vesikel sinapsis, sebelum dilepaskan bertepatan dengan
datangnya potensial aksi. Neurotransmitter dalam bentuk zat kimia bekerja sebagai penghubung
antara otak ke seluruh jaringan saraf dan pengendalian fungsi tubuh. Secara sederhana, dapat
dikatakan neurotransmiter merupakan bahasa yang digunakan neuron di otak dalam
berkomunikasi. Neurotransmiter muncul ketika ada pesan yang harus di sampaikan ke bagian-
bagian lain.
Seluruh aktivitas kehidupan manusia yang berkenaan dengan otak di atur melalui tiga
cara, yaitu sinyal listrik pada neuron, zat kimiawi yang di sebut neurotransmitter dan hormon
yang dilepaskan ke dalam darah. Hampir seluruh aktivitas di otak memanfaatkan
neurotransmitter.
Beberapa neurotransmiter utama, antara lain:
a. Asam amino: asam glutamat, asam aspartat, serina, GABA, glisina
b. Monoamina: dopamin, adrenalin, noradrenalin, histamin, serotonin, melatonin
c. Bentuk lain: asetilkolina, adenosina, anandamida, dll

Monoamin dan Depresi


Penelitian menunjukkan bahwa zat-zat yang menyebabkan berkurangnya monoamin, seperti
reserpin, dapat menyebabkan depresi.Akibatnya timbul teori yang menyatakan bahwa
berkurangnya ketersediaan neurotransmiter monoamin, terutama NE dan serotonin, dapat
menyebabkan depresi. Teori ini diperkuat dengan ditemukannya obat antidepresan trisiklik
dan monoamin oksidase inhibitor yang bekerja meningkatkan monoamin di sinap.
Peningkatan monoamin dapat memperbaiki depresi.
Serotonin
Neuron serotonergik berproyeksi dari nukleus rafe dorsalis batang otak ke korteks serebri,
hipotalamus, talamus, ganglia basalis, septum, dan hipokampus. Proyeksi ke tempat-tempat
ini mendasari keterlibatannya dalam gangguan-gangguan psikiatrik. Ada sekitar 14 reseptor
serotonin, 5-HT1A dst yang terletak di lokasi yang berbeda di susunan syaraf pusat.
Serotonin berfungsi sebagai pengatur tidur, selera makan, dan libido. Sistem serotonin yang
berproyeksi ke nukleus suprakiasma hipotalamus berfungsi mengatur ritmik sirkadian (siklus
tidur-bangun, temperatur tubuh, dan fungsi axis HPA). Serotonin bersama-sama dengan
norepinefrin dan dopamin memfasilitasi gerak motorik yang terarah dan bertujuan. Serotonin
menghambat perilaku agresif pada mamalia dan reptilia.
Kelainan Serotonin (5HT) berimplikasi terhadap beberapa jenis gangguan jiwa yang
mencakup ansietas, depresi, psikosis, migren, gangguan fungsi seksual, tidur, kognitif, dan
gangguan makan.
Banyak tindakan dalam perawatan gangguan jiwa adalah dengan jalan mempengaruhi sistem
serotonin tersebut.
Fungsi Utama dari Serotonin (5HT) adalah dalam pengaturan tidur, persepsi nyeri, mengatur
status mood dan temperatur tubuh serta berperan dalam perilaku aggresi atau marah dan
libido.
Gejala Defisit : Irritabilitas & Agresif, Depresi & Ansietas, Psikosis, Migren, Gangguan
fungsi seksual, Gangguan tidur & Gangguan kognitif, Gangguan makan. Obsessive
compulsive disorder (OCD)
Gejala Berlebihan : Sedasi, Penurunan sifat dan fungsi aggresi Pada kasus yang jarang:
halusinasi
Neurotransmiter serotonin terganggu pada depresi. Dari penelitian dengan alat pencitraan
otak terdapat penurunan jumlah reseptor pos-sinap 5-HT1A dan 5-HT2A pada pasien dengan
depresi berat. Adanya gangguan serotonin dapat menjadi tanda kerentanan terhadap
kekambuhan depresi.
Dari penelitian lain dilaporkan bahwa respon serotonin menurun di daerah prefrontal dan
temporoparietal pada penderita depresi yang tidak mendapat pengobatan. Kadar serotonin
rendah pada penderita depresi yang agresif dan bunuh diri.
Triptofan merupakan prekursor serotonin. Triptofan juga menurun pada pasien depresi.
Penurunan kadar triptofan juga dapat menurunkan mood pada pasien depresi yang remisi dan
individu yang mempunyai riwayat keluarga menderita depresi. Memori, atensi, dan fungsi
eksekutif juga dipengaruhi oleh kekurangan triptofan. Neurotisisme dikaitkan dengan
gangguan mood, tapi tidak melalui serotonin. Ia dikaitkan dengan fungsi kognitif yang terjadi
sekunder akibat berkurangnya triptofan.
Hasil metabolisme serotonin adalah 5-HIAA (hidroxyindolaceticacid). Terdapat penurunan
5-HIAA di cairan serebrospinal pada penderita depresi. Penurunan ini sering terjadi pada
penderita depresi dengan usaha-usaha bunuh diri.
Penurunan serotonin pada depresi juga dilihat dari penelitian EEG tidur dan HPA aksis.
Hipofontalitas aliran darah otak dan penurunan metabolisme glukosa otak sesuai dengan
penurunan serotonin. Pada penderita depresi mayor didapatkan penumpulan respon serotonin
prefrontal dan temporoparietal. Ini menunjukkan bahw adanya gangguan serotonin pada
depresi.
Pada penderita bulimia nervosa (BN), dan terkait pesta-purge sindrom, faktor serotonin pusat
(5-hydroxytryptamine, 5-HT) berkontribusi tidak hanya untuk disregulasi appetitive tetapi
juga untuk manifestasi temperamental dan kepribadian. Pada temuan dari studi
neurobiologis, molekul-genetik, dan otak-pencitraan, telah diungkapkan model integratif
peran 5-HT fungsi dalam sindrom bulimia.
Asetilkolin
Neuron kolinergik mengandung setilkolin yang terdistribusi difus di korteks serebri dan
mempunyai hubungan timbal balik dengan sistem monoamin. Abnormal kadar kolin
(prekursor asetilkolin) terdapat di otak pasien depresi. Obat yang bersifat agonis kolinergik
dapat menyebabkan letargi, anergi, dan retardasi psikomotor pada orang normal. Selain itu, ia
juga dapat mengeksaserbasi simptom-simptom depresi dan mengurangi simptom mania.
Hipotesis kolinergik mengklaim bahwa penurunan fungsi kognitif pada demensia terutama
terkait dengan penurunan neurotransmisi kolinergik. Hipotesis ini telah menyebabkan minat
yang besar dalam keterlibatan putatif dari neurotransmisi kolinergik dalam proses
pembelajaran dan memori.
Fungsi asetilkolin antara lain mempengaruhi kesiagaan, kewaspadaan, dan pemusatan
perhatian. Berperan pula pada proses penyimpanan dan pemanggilan kembali ingatan, atensi
dan respon individu. Di otak, asetilkolin ditemukan pada cerebral cortex, hippocampus
(terlibat dalam fungs ingatan), bangsal ganglia (terlbat dalam fungs motoris), dan cerebrlum
(koordinasi bicara dan motoris). Ach merupakan neurotransmitter yang tidak diproduksi
didalam neuron. Ia ditransportasikan ke otak dan ditemukan pada seluruh bagaian otak. AcH
memiliki konsentrasi tinggi di basal ganglia dan cortex motorik.
Fungsi Utama Acetylcholine (ACh) adalah mengatur atensi, memori, rasa haus, pengaturan
mood, tidur REM, memfasilitasi perilaku sexual dan tonus otot.
Gejala Defisit: Kurangnya inhibisi, Berkurangnya fungsi memori, Euphoria, Antisosial,
Penurunan fungsi bicara
Gejala Berlebihan: Over-inhibisi, Anxietas & Depresi dan Keluhan Somatic
Asetilkolin merupakan neurotransmiter hasil sintesa dari bahan utama berupa kolin. Saat ini,
sangat cukup banyak penelitian yang mengkaji peranan kolin dalam pembelajaran.
Peran asetilkolin (Ach) dalam fungsi kognitif diselidiki. Keterlibatan AcH dalam proses
pembelajaran dan memori. Terutama, penggunaan skopolamin sebagai alat farmakologis
dikritik. Dalam bidang perilaku neuroscience racun kolinergik yang sangat spesifik telah
dikembangkan. Tampaknya bahwa kerusakan yang lebih besar dan lebih spesifik kolinergik,
efek sedikit dapat diamati pada tingkat perilaku. Korelasi antara penurunan penanda
kolinergik dan penurunan kognitif pada demensia mungkin tidak tebang habis seperti yang
telah diasumsikan. Keterlibatan sistem neurotransmitter lain dalam fungsi kognitif secara
singkat dibahas. Dengan mempertimbangkan hasil dari berbagai bidang penelitian, gagasan
bahwa AcH memainkan peran penting dalam belajar dan proses memori tampaknya dilebih-
lebihkan. Bahkan ketika peran sistem neurotransmitter lainnya dalam belajar dan memori
dipertimbangkan, tidak mungkin bahwa AcH memiliki peran tertentu dalam proses ini. Atas
dasar data yang tersedia, AcH tampaknya lebih khusus terlibat dalam proses attentional
dibandingkan dalam proses pembelajaran dan memori.
Noradrenergik atau Norepinefrin
Norepinephrine memiliki konsentrasi tinggi di dalam locus ceruleus serta dalam konsentrasi
sekunder dalam hippocampus, amygdala, dan kortex cerebral. Selain itu ditemukan juga
dalam konsentrasi tinggi di saraf simpatis.
Norepinephrine dipindahkan dari celah synaptic dan kembali ke penyimpanan melalui proses
reuptake aktif.
Fungsi Utama adalah mengatur fungsi kesiagaan, pusat perhatian dan orientasi; mengatur
fight-flightdan proses pembelajaran dan memory.
Gejala Defisit : Ketumpulan. Kurang energi (Fatique), Depresi
Gejala Berlebihan : Anxietas. kesiagaan berlebih. Penurunan rasa awas, Paranoia, Kurang
napsu makan. dan Paranoid
Badan sel neuron adrenergik yang menghasilkan norepinefrin terletak di locus ceruleus(LC)
batang otak dan berproyeksi ke korteks serebri, sistem limbik, basal ganglia, hipotalamus dan
talamus. Ia berperan dalam mulai dan mempertahankan keterjagaan (proyeksi ke limbiks dan
korteks). Proyeksi noradrenergik ke hipokampus terlibat dalam sensitisasi perilaku terhadap
stressor dan pemanjangan aktivasi locus ceruleus dan juga berkontribusi terhadap rasa
ketidakberdayaan yang dipelajari. Locus ceruleus juga tempat neuron-neuron yang
berproyeksi ke medula adrenal dan sumber utama sekresi norepinefrin ke dalam sirkulasi
darah perifer.
Stresor akut dapat meningkatkan aktivitas LC. Selama terjadi aktivasi fungsi LC, fungsi
vegetatif seperti makan dan tidur menurun. Persepsi terhadap stressor ditangkap oleh korteks
yang sesuai dan melalui talamus diteruskan ke LC, selanjutnya ke komponen
simpatoadrenalsebagai respon terhadap stressor akut tsb. Porses kognitif dapat memperbesar
atau memperkecil respon simpatoadrenal terhadap stressor akut tersebut.
Rangsangan terhadap bundel forebrain (jaras norepinefrin penting di otak) meningkat pada
perilaku yang mencari rasa senang dan perilaku yang bertujuan. Stressor yang menetap dapat
menurunkan kadar norepinefrin di forbrain medial. Penurunan ini dapat menyebabkan
anergia, anhedonia, dan penurunan libido pada depresi.
Hasil metabolisme norepinefrin adalah 3-methoxy-4-hydroxyphenilglycol (MHPG).
Penurunan aktivitas norepinefrin sentral dapat dilihat berdasarkan penurunan ekskresi
MHPG. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa MHPG mengalami defisiensi pada
penderita depresi. Kadar MHPG yang keluar di urin meningkat kadarnya pada penderita
depresi yang di ECT (terapi kejang listrik).

Dopamin
Berbagai penelitian menunjukkan dopamin juga makin mendekatkan pada kesimpulan bahwa
neurotransmiter jenis ini mempengaruhi proses pengingatan. Melalui mekanisme kompensasi
yang di munculkan oleh dopamin, maka hubungan zat kimia ini dalam proses belajar dan
ingatan dapat terlihat jelas.
Dopamin di produksi pada inti-inti sel yang terletak dekat dengan sistem aktivasi retikuler.
Dopamin di bentuk dari asam amino tirosin, yang berfungsi membantu otak mengatasi
depresi, meningkatkan ingatan dan meningkatkan kewaspadaan mental.
Walaupun dopamin di produksi oleh otak, individu tetap membutuhkan asupan tirosin yang
cukup guna memproduksi dopamin. Tirosin di temukan pada makanan berprotein seperti :
daging, produk-produk susu (sperti keju), ikan , kacang panjang, kacang-kacangan dan
produk kedelai. Dengan 3-4 ons protein sehari, energi kita akan lebih terjaga.
Fungsi Dopamin sebagai neururotransmiter kerja cepat disekresikan oleh neuron-neuron
yang berasal dari substansia nigra, neuron-neuron ini terutama berakhir pada regio striata
ganglia basalis. Pengaruh dopamin biasanya sebagai inhibisi
Dopamin bersifat inhibisi pada beberapa area tapi juga eksitasi pada beberapa area. Sistem
norepinefrin yang bersifat eksitasi menyebar ke setiap area otak, sementara serotonin dan
dopamin terutama ke regio ganglia basalis dan sistem serotonin ke struktur garis tengah
(midline)
Ada empat jaras dopamin di otak, yaitu tuberoinfundobulair, nigrostriatal, mesolimbik,
mesokorteks-mesolimbik. Sistem ini berfungsi untuk mengatur motivasi, konsentrasi,
memulai aktivitas yang bertujuan, terarah dan kompleks, serta tugas-tugas fungsi eksekutif.
Penurunan aktivitas dopamin pada sistem ini dikaitkan dengan gangguan kognitif, motorik,
dan anhedonia yang merupakan manifestasi simptom depresi.
Glutamate
Asam amino glutamat dan glisisn merupakan neurotransmiter utama di SSP, yang
terdistribusi hampir di seluruh otak. Ada 5 reseptor glutamat, yaitu NMDA, kainat, L-AP4,
dan ACPD. Bila berlebihan, glutamat bisa menyebabkan neurotoksik. Obat-obat yang
antagonis terhadap NMDA mempunyai efek antidepresan.
Glutamat merupakan neurotransmitter excitatory utama pada otak dimana hampir tiap area
otak berisi glutamate. Glutamat memiliki konsentrasi tinggi di corticostriatal dan di dalam sel
cerebellar. Gangguan pada neurotrasmitter ini akan berakibat gangguan atau penyakit bipolar
afektif dan epilepsi.
Fungsi Utama Glutamat adalah pengaturan kemampuan memori dan memelihara ufngsi
automatic.
Gejala Defisit : Gangguan memori, Low energy, Distractibilitas. Schizophrenia
Gejala Berlebihan : Kindling, Seizures dan Bipolar affective disorder.
GABA
GABA merupakan neurotransmitter yang memegang peranan penting dalam gejala-gejala
pada gangguan jiwa. Hampir tiap-tiap area otak berisi neuron-neuron GABA.
GABA (gamma-aminobutyric acid) memiliki efek inhibisi terhadap monoamin, terutama
pada sistem mesokorteks dan mesolimbik.
Pada penderita depresi terdapat penurunan GABA. Stressor khronik dapat mengurangi kadar
GABA dan antidepresor dapat meningkatkan regulasi reseptor GABA.Banyak pathway di
otak menggunakan GABA dan merupakan Neurotransmitter utama untuk sel Purkinje.
GABA dipindahkan dari synaps melalui katabolism oleh GABA transaminase
Fungsi Utama adalah menurunkan arousal dan mengurangi agresi, kecemasan dan aktif
dalam fungsi eksitasi.
Gejala Defisit : Irritabilitas, Hostilitas, Tension and worry, Anxietas, Seizure.
Gejala Berlebihan : Mengurangi rangsang selular, Sedasi dan Gangguan memori
HPA aksis (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal)
Bila pengalaman yang berbentuk stressor dalam kehidupan sehari-hari kita tercatat dalam
korteks serebri dan sistem limbik sebagai stresor atau emosi yang mengganggu, bagian dari
otak ini akan mengirim pesan ke tubuh. Tubuh meningkatkan kewaspadaan untuk mengatasi
stressor tersebut. Target adalah kelenjar adrenal. Adrenal akan mengeluarkan hormon
kortisol untuk mempertahankan kehidupan. Kortisol memegang peranan penting dalam
mengatur tidur, nafsu makan, fungsi ginjal, sistem imun, dan semua faktor penting
kehidupan. Peningkatan aktivitas glukokortikoid (kortizol) merupakan respon utama terhadap
stressor. Kadar kortisol yang meningkat menyebabkan umpan balik, yaitu hipotalamus
menekan sekresi cortikotropik-releasing hormone (CRH), kemudian mengirimkan pesan ini
ke hipofisis sehingga hipofisi juga menurunkan produksi adrenocortictropin hormon
(ACTH). Akhirnya pesan ini juga diteruskan kembali ke adrenal untuk mengurangi produksi
kortisol.
Pengalaman buruk seperti penganiayaan pada masa anak atau penelantaran pada awal
perkembangan merupakan faktor yang bermakna untuk terjadinya gangguan mood pada masa
dewasa.
Sistem CRH merupakan sistem yang paling terpengaruh oleh stressor yang dialami seseorang
pada awal kehidupannya. Stressor yang berulang menyebabkan peningkatan sekresi CRH,
dan penurunan sensitivitas reseptor CRH adenohipofisis. Stressor pada awal masa
perkembangan ini dapat menyebabkan perubahan yang menetap pada sistem neurobiologik
atau dapat membuat jejak pada sistem syaraf yang berfungsi merespon respon tersebut.
Akibatnya, seseorang menjadi rentan terhadap stressor dan resiko terhadap penyakit-penyakit
yang berkaitan dengan stressor meningkat, seperti terjadinya depresi setelah dewasa.
Stressor pada awal kehidupan seperti perpisahan dengan ibu, pola pengasuhan buruk,
menyebabkan hiperaktivitas sistem neuron CRH sepanjang kehidupannya. Selain itu , setelah
dewasa, reaktivitas aksis HPA sangat berlebihan terhadap stressor.
Adanya faktor genetik yang disertai dengan stressor di awal kehidupan, mengakibatkan
hiperaktivitas dan sensitivitas yang menetap pada sistem syaraf. Keadaan ini menjadi dasar
kerentanan seseorang terhadap depresi setelah dewasa. Depresi dapat dicetuskan hanya oleh
stressor yang derajatnya sangat ringan.
Peneliti lain melaporkan bahwa respons sistem otonom dan hipofisis-adrenal terhadap
stressor psikososial pada wanita dengan depresi yang mempunyai riwayat penyiksaan fisik
dan seksual ketika masa anak lebih tinggi dibanding kontrol.
Stressor berat di awal kehidupan menyebabkan kerentanan biologik seseorang terhadap
stressor. Kerentanan ini menyebabkan sekresi CRH sangat tinngi bila orang tersebut
menghadapi stressor. Sekresi tinggi CRH ini akan berpengaruh pula pada tempat di luar
hipotalamus, misalnya di hipokampus. Akibatnya, mekanisme umpan balik semakin
terganggu. Ini menyebabkan ketidakmampuan kortisol menekan sekresi CRH sehingga
pelepasan CRH semakin tinggi. Hal ini mempermudah seseorang mengalami depresi mayor,
bila berhadapan dengan stressor.
Peningkatan aktivitas aksis HPA meningkatkan kadar kortisol. Bila peningkatan kadar
kortisol berlangsung lama, kerusakan hipokampus dapat terjadi. Kerusakan ini menjadi
prediposisi depresi. Simptom gangguan kognitif pada depresi dikaitkan dengan gangguan
hipokampus
Hiperaktivitas aksis HPA merupakan penemuan yang hampir selalu konsisten pada gangguan
depresi mayor. Gangguan aksis HPA pada depresi dapat ditunjukkan dengan adanya
hiperkolesterolemia, resistennya sekresi kortisol terhadap supresi deksametason, tidak adanya
respon ACTH terhadap pemberian CRH, dan peningkatan konsentrasi CRH di cairan
serebrospinal. Gangguan aksis HPA, pada keadaan depresi, terjadi akibat tidak berfungsinya
sistem otoregulasi atau fungsi inhibisi umpan balik. Hal ini dapat diketahui dengan test DST
(dexamethasone supression test).

Endorphin
Endorphin adalah suatu bahan-kimia diproduksi di dalam otak dan spinal cord yang
mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan mood. Dalam keadaan defisit adalah Keluhan
Somatic.

Ref :

NIM 46
Steiger H, Bruce KR, Groleau P. Neural circuits, neurotransmitters, and behavior: serotonin and
temperament in bulimic syndromes. Curr Top Behav Neurosci. 2011;6:125-38.
Andreasen,NC. Mood disorders.2001. Dalam : Brave new brain. Conquering mental illness in
the era of the genome. Oxford University Press 215-240.
Bhagwagar, ZB., Whale, R., Cowen, PJ. 2002. State and trait abnormalities in serotonin function
in major depression. Br.J. Psycchiatry. 181:242-247.
Bonaventura, P., Voom,P., Luyten, WHML, Jurzak M, . 1999. Detailed mapping of serotonin 5-
HT1B and 5-HT-1D reseptor messenger RNA and ligand binding sites in guinea-pig
brain and trigeminal ganlion:clues for fungtion. Neuroscience. 82: 469-484.
Joseph, R. Hippocampus. 1996. Dalam: Neuropsychiatry, Neuropsychology and Clinical
Neuroscience. Emotion, Evolution, Cognition, Language, Memory, Brain Damage, and
Abnormal Behaviour. Second ed. Williams & Wilkins, 193-216.
Post, RM., Gordon, EK, Goodween, FK. Bunney,WE. 1973. Central norepinephrine metabolism
in affective illness: MHPG in the cerebrospinal fluid. Science 1973; 179: 1002-1003
Blokland A. Acetylcholine: a neurotransmitter for learning and memory. Brain Res Brain Res
Rev. 1995 Nov;21(3):285-300.