You are on page 1of 25

MAKALAH

Anatomi dan Fisiologi Kardiovaskuler


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah IBD
Dosen Pengampu : Ns.Grace Carol Sipasulta., M.Kep., Sp. Kep. Mat

OLEH:
KELAS D III KEPERAWATAN TK. 1
KELOMPOK 3:

1. LULU ULJANNATUL KARIMAH


2. NOVIA AULIA ISHARYATI
3. TRI OKTAVIA
4. UMMY HAJRAH

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN
KALIMANTAN TIMUR
TAHUN AJARAN
2015/2016

1
KATA PENGANTAR

Puji Syukur atas kehadirat Allah SWT, atas karunia dan rahmat-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah dengan judul Anatomi dan Fisiologi Kardiovaskuler

Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata ajar Ilmu Biomedik Dasar.
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak memperoleh bimbingan, pengarahan dan
bantuan dari berbagai pihak, walaupun banyak mengalami kesulitan dan hambatan, tidak
menjadi penghalang untuk menyelesaikan tugas ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini
dengan segala kerendahan hati kami mengucapkan terima kasih kepada:
Ibu Ns. Grace C Sipasulta., M.Kep., Sp. Kep. Mat selaku dosen pembimbing mata
kuliah Ilmu Biomedik Dasar
Kedua orang tua kami yang telah memberikan motivasi dan dorongan,
Pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswi
mengenai Anatomi dan Fisiologi Kardiovaskuler. Melalui makalah ini, kami mencari,
menggali, dan mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan Anatomi dan Fisiologi
Kardiovaskuler.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh
karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan
makalah di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh
pembaca pada umumnya dan mahasiswi keperawatan pada khususnya serta kepada kami
sebagai penyusun makalah ini.

Balikpapan, 21 September 2015

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................2


DAFTAR ISI.............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakan.............................................................................................4
B. Rumusan Masalah.....................................................................................4
C. Tujuan Penulisan.......................................................................................5
D. Metodologi Penulisan................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A. Anatomi Jantung............................................................6
B. Fungsi Jantung...................................................................11
C. Otot Pembentuk Jantung................................15
D. Pembuluh Darah Arteri dan Vena pada Jantung ......16
E. Persyarafan Jantung....................................................................................18
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................19
B. Saran..........................................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................20

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang
berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Dalam hal ini mencakup sistem
sirkulasi darah yang terdiri dari jantung komponen darah dan pembuluh darah. Pusat
peredaran darah atau sirkulasi darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah pompa berotot
yang berdenyut secara ritmis dan berulang 60-100x/menit. Setiap denyut menyebabkan
darah mengalir dari jantung, ke seluruh tubuh dalam suatu jaringan tertutup yang terdiri
atas arteri, arteriol, dan kapiler kemudian kembali ke jantung melalui venula dan vena

Dalam mekanisme pemeliharaan lingkungan internal sirkulasi darah digunakan


sebagai sistem transport oksigen, karbon dioksida, makanan, dan hormon serta obat-obatan
ke seluruh jaringan sesuai dengan kebutuhan metabolisme tiap-tiap sel dalam tubuh.
Dalam hal ini, faktor perubahan volume cairan tubuh dan hormon dapat berpengaruh pada
sistem kardiovaskuler baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam memahami sistem sirkulasi jantung, kita perlu memahami anatomi fisiologi
yang ada pada jantung tersebut sehingga kita mampu memahami berbagai problematika
berkaitan dengan sistem kardivaskuler tanpa ada kesalahan yang membuat kita melakukan
neglicent( kelalaian). Oleh karena itu, sangat penting sekali memahami anantomi fisiologi
kardiovaskuler yang berfungsi langsung dalam mengedarkan obat-obatan serta oksigenasi
dalam tubuh dalam proses kehidupan.

B. RUMUSAN MASALAH
a) Anatomi dan Fisiologi Kardiovaskuler
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian anatomi jantung?
2. Apa yang dimaksud denganfungsi jantung?
3. Apa yang dimaksud dengan otot pembentuk jantung?
4. Apa yang dimaksud dengan pembuluh darah arteri dan vena pada jantung?
5. Apa yang dimaksud dengan persyarafan jantung?

C. TUJUAN PENULISAN
a) Pengantar Anatomi dan Fisiologi
1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami penegertian Anatomi jantung
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami Fungsi jantung
3. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami Otot pembentuk jantung
4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami Pembuluh darah arteri dan vena pada
jantung

4
5. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami Persyarafan jantung

D. METODOLOGI PENULISAN
Dalam makalah ini kami menggunakan metode penulisan Kajian Pustaka, dimana
bahan-bahan dalam makalah ini di ambil dari buku-buku referensi dan selebihnya melalui
media elektronik.

5
BAB II
PEMBAHASAN

Anatomi dan Fisiologi Kardiovaskuler

A. ANATOMI JANTUNG

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di
atas dan puncaknya di bawah. Apeks nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Jantung berada di
dalam thorak, antara kedua paru-paru dan dibelakang sternum, dan lebih menghadap ke kiri
daripada ke kanan.Ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan. Jantung dewasa beratnya
antara 220-260 gram. Jantung terbagi oleh sebuah septum atau sekat menjadi dua belah, yaitu
kiri dan kanan.

Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Bagian kanan
dan kiri jantung masing masing memiliki ruang sebelah atas (atrium) yang mengumpulkan
darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya
mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu
katup pada jalan keluar.

6
lapisan Pembungkus Jantung

Perikardium

Jantung di bungkus oleh sebuah lapisan yang disebut lapisan perikardium, di mana lapisan
perikardium ini di bagi menjadi 3 lapisan yaitu :

Lapisan fibrosa, yaitu lapisan paling luar pembungkus jantung yang melindungi jantung
ketika jantung mengalami overdistention. Lapisan fibrosa bersifat sangat keras dan
bersentuhan langsung dengan bagian dinding dalam sternum rongga thorax, disamping
itu lapisan fibrosa ini termasuk penghubung antara jaringan, khususnya pembuluh darah
besar yang menghubungkan dengan lapisan ini (exp: vena cava, aorta, pulmonal arteri
dan vena pulmonal).
Lapisan parietal, yaitu bagian dalam dari dinding lapisan fibrosa
Lapisan Visceral, lapisan perikardium yang bersentuhan dengan lapisan luar dari jantung
atau epikardium.

Diantara lapisan pericardium parietal dan lapisan perikardium visceral terdapat ruang
atau space yang berisi pelumas atau cairan serosa atau yang disebut dengan cairan
perikardium.Cairan perikardium berfungsi untuk melindungi dari gesekan-gesekan yang
berlebihan saat jantung berdenyut atau berkontraksi. Banyaknya cairan perikardium ini antara
15 50 ml, dan tidak boleh kurang atau lebih karena akan mempengaruhi fungsi kerja
jantung.
Lapisan otot jantung terbagi menjadi 3 yaitu :

Epikardium,yaitu bagian luar otot jantung atau pericardium visceral


Miokardium, yaitu jaringan utama otot jantung yang bertanggung jawab atas kemampuan
kontraksi jantung

7
Endokardium, yaitu lapisan tipis bagian dalam otot jantung atau lapisan tipis endotel sel
yang berhubungan langsung dengan darah dan bersifat sangat licin untuk aliran darah,
seperti halnya pada sel-sel endotel pada pembuluh darah lainnya

Ruang Jantung
Jantung dibagi menjadi separuh kanan dan kiri, dan memiliki empat bilik (ruang),
bilik bagian atas dan bawah di kedua belahannya.Bilik-bilik atas, atria (atrium, tunggal)
menerima darah yang kembali ke jantung dan memindahkannya ke bilik-bilik bawah,
ventrikel, yang memompa darah dari jantung.Kedua belahan jantung dipisahkan oleh septum,
suatu partisi otot kontinu yang mencegah pencampuran darah dari kedua sisi
jantung.Pemisahan ini sangat penting, karena separuh kanan jantung menerima dan
memompa darah beroksigen rendah sementara sisi kiri jantung menerima dan memompa
darah beroksigen tinggi (Sherwood, Lauralee, 2001: 259-260).

a) Atrium Dextra
Dinding atrium dextra tipis, rata-rata 2 mm. Terletak agak ke depan dibandingkan
ventrikel dextra dan atrium sinistra. Pada bagian antero-superior terdapat lekukan ruang
atau kantung berbentuk daun telinga yang disebut Auricle. Permukaan endokardiumnya
tidak sama. Posterior dan septal licin dan rata. Lateral dan auricle kasar dan tersusun dari
serabut-serabut otot yang berjalan parallel yang disebut Otot Pectinatus. Atrium Dextra
merupakan muara dari vena cava.Vena cava superior bermuara pada didnding supero-
posterior.Vena cava inferior bermuara pada dinding infero-latero-posterior pada muara
vena cava inferior ini terdapat lipatan katup rudimenter yang disebut Katup Eustachii.
Pada dinding medial atrium dextra bagian postero-inferior terdapat Septum Inter-Atrialis.

Pada pertengahan septum inter-atrialis terdapat lekukan dangkal berbentuk lonjong


yang disebut Fossa Ovalis, yang mempunyai lipatan tetap di bagian anterior dan disebut
Limbus Fossa Ovalis.Di antara muara vena cava inferior dan katup tricuspidalis terdapat
Sinus Coronarius, yang menampung darah vena dari dinding jantung dan bermuara pada
atrium dextra.Pada muara sinus coronaries terdapat lipatan jaringan ikat rudimenter yang
disebut Katup Thebesii.Pada dinding atrium dextra terdapat nodus sumber listrik jantung,
yaitu Nodus Sino-Atrial terletak di pinggir lateral pertemuan muara vena cava superior
dengan auricle, tepat di bawah Sulcus Terminalis.Nodus Atri-Ventricular terletak pada
antero-medial muara sinus coronaries, di bawah katup tricuspidalis.Fungsi atrium dextra
adalah tempat penyimpanan dan penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik ke
dalam ventrikel dextra dan kemudian ke paru-paru.

Karena pemisah vena cava dengan dinding atrium hanyalah lipatan katup atau pita
otot rudimenter maka, apabila terjadi peningkatan tekanan atrium dextra akibat
bendungan darah di bagian kanan jantung, akan dikembalikan ke dalam vena sirkulasi

8
sistemik. Sekitar 80% alir balik vena ke dalam atrium dextra akan mengalir secara pasif
ke dalam ventrikel dxtra melalui katup tricuspidalisalis. 20% sisanya akan mengisi
ventrikel dengan kontraksi atrium. Pengisian secara aktif ini disebut Atrial
Kick.Hilangnya atrial kick pada Disaritmia dapat mengurangi curah ventrikel.

b) Atrium Sinistra
Terletak postero-superior dari ruang jantung lain, sehingga pada foto sinar tembus
dada tidak tampak. Tebal dinding atrium sinistra 3 mm, sedikit lebih tebal dari pada
dinding atrium dextra.Endocardiumnya licin dan otot pectinatus hanya ada pada auricle.
Atrium kiri menerima darah yang sduah dioksigenasi dari 4 vena pumonalis yang
bermuara pada dinding postero-superior atau postero-lateral, masing-masing sepasang
vena dextra et sinistra. Antara vena pulmonalis dan atrium sinistra tidak terdapat katup
sejati. Oleh karena itu, perubahan tekanan dalam atrium sinistra membalik retrograde ke
dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan atrium sinistra yang akut akan
menyebabkan bendungan pada paru. Darah mengalir dari atrium sinistra ke ventrikel
sinistra melalui katup mitralis.
c) Ventrikel Dextra
Terletak di ruang paling depan di dalam rongga thorax, tepat di bawah manubrium
sterni. Sebagian besar ventrikel kanan berada di kanan depan ventrikel sinistra dan di
medial atrium sinistra. Ventrikel dextra berbentuk bulan sabit atau setengah bulatan,
tebal dindingnya 4-5 mm. Bentuk ventrikel kanan seperti ini guna menghasilkan
kontraksi bertekanan rendah yang cukup untuk mengalirkan darah ke dalam arteria
pulmonalis.Sirkulasi pulmonar merupakan sistem aliran darah bertekanan rendah,
dengan resistensi yang jauh lebih kecil terhadap aliran darah dari ventrikel dextra,
dibandingkan tekanan tinggi sirkulasi sistemik terhadap aliran darah dari ventrikel kiri.
Karena itu beban kerja dari ventrikel kanan jauh lebih ringan daripada ventrikel kiri.Oleh
karena itu, tebal dinding ventrikel dextra hanya sepertiga dari tebal dinding ventrikel
sinistra.Selain itu, bentuk bulan sabit atau setengah bulatan ini juga merupakan akibat
dari tekanan ventrikel sinistra yang lebih besar daripada tekanan di ventrikel
dextra.Disamping itu, secara fungsional, septum lebih berperan pada ventrikel sinistra,
sehingga sinkronisasi gerakan lebih mengikuti gerakan ventrikel sinistra.

Dinding anterior dan inferior ventrikel dextra disusun oleh serabut otot yang disebut
Trabeculae Carnae, yang sering membentuk persilangan satu sama lain. Trabeculae
carnae di bagian apical ventrikel dextra berukuran besar yang disebut Trabeculae
Septomarginal (Moderator Band).Secara fungsional, ventrikel dextra dapat dibagi dalam
alur masuk dan alur keluar.Ruang alur masuk ventrikel dextra (Right Ventricular Inflow
Tract) dibatasi oleh katup tricupidalis, trabekel anterior, dan dinding inferior ventrikel
dextra.Alur keluar ventrikel dextra (Right Ventricular Outflow Tract) berbentuk tabung

9
atau corong, berdinding licin, terletak di bagian superior ventrikel dextra yang disebut
Infundibulum atau Conus Arteriosus.Alur masuk dan keluar ventrikel dextra dipisahkan
oleh Krista Supraventrikularis yang terletak tepat di atas daun anterior katup
tricuspidalis.

Untuk menghadapi tekanan pulmonary yang meningkat secara perlahan-lahan, seperti


pada kasus hipertensi pulmonar progresif, maka sel otot ventrikel dextra mengalami
hipertrofi untuk memperbesar daya pompa agar dapat mengatasi peningkatan resistensi
pulmonary, dan dapat mengosongkan ventrikel.Tetapi pada kasus dimana resistensi
pulmonar meningkat secara akut (seperti pada emboli pulmonary massif) maka
kemampuan ventrikel dextra untuk memompa darah tidak cukup kuat, sehingga
seringkali diakhiri dengan kematian.

d) Ventrikel Sinistra
Berbentuk lonjong seperti telur, dimana pada bagian ujungnya mengarah ke antero-
inferior kiri menjadi Apex Cordis.Bagian dasar ventrikel tersebut adalah Annulus
Mitralis.Tebal dinding ventrikel sinistra 2-3x lipat tebal dinding ventrikel dextra,
sehingga menempati 75% masa otot jantung seluruhnya.Tebal ventrikel sinistra saat
diastole adalah 8-12 mm. Ventrikel sinistra harus menghasilkan tekanan yang cukup
tinggi untuk mengatasi tahanan sirkulasi sitemik, dan mempertahankan aliran darah ke
jaringan-jaringan perifer.Sehingga keberadaan otot-otot yang tebal dan bentuknya yang
menyerupai lingkaran, mempermudah pembentukan tekanan tinggi selama ventrikel
berkontraksi.Batas dinding medialnya berupa septum interventrikulare yang memisahkan
ventrikel sinistra dengan ventrikel dextra.Rentangan septum ini berbentuk segitiga,
dimana dasar segitiga tersebut adalah pada daerah katup aorta.

Septum interventrikulare terdiri dari 2 bagian yaitu: bagian Muskulare (menempati


hampir seluruh bagian septum) dan bagian Membraneus. Pada dua pertiga dinding
septum terdapat serabut otot Trabeculae Carnae dan sepertiga bagian endocardiumnya
licin.Septum interventrikularis ini membantu memperkuat tekanan yang ditimbulkan
oleh seluruh ventrikel pada saat kontraksi. Pada saat kontraksi, tekanan di ventrikel
sinistra meningkat sekitar 5x lebih tinggi daripada tekanan di ventrikel dextra; bila ada
hubungan abnormal antara kedua ventrikel (seperti pada kasus robeknya septum pasca
infark miokardium), maka darah akan mengalir dari kiri ke kanan melalui robekan
tersebut. Akibatnya jumlah aliran darah dari ventrikel kiri melalui katup aorta ke dalam
aorta akan berkurang.

Katub-katub Jantung
Katup jantung berfungsi mempertahankan aliran darah searah melalui bilik-bilik jantung
(Aurum, 2007).Setiap katub berespon terhadap perubahan tekanan (Setiadi 2007: 169).

10
Katub-katub terletak sedemikian rupa, sehingga mereka membuka dan menutup secara pasif
karena perbedaan tekanan, serupa dengan pintu satu arah Sherwood, Lauralee, 2001: 261).
Katup jantung terdiri dari :
a) Katup Trikuspid
Katup trikuspidalis berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini
terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup
trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara
menutup pada saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri
dari 3 daun katup.
b) Katup Pulmonal
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan
melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis
kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal
trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka
bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga
memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.
c) Katup Bikuspid
Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju
ventrikel kiri..Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi
ventrikel.Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.
d) Katup Aorta
Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini akan
membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir
keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi,
sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri.

B. FUNGSI JANTUNG
Fungsi Jantung adalah mengepam darah keparu-paru dimana darah itu memperoleh
oksigen dan seterusnya dialirkan ke seluruh badan.Fungsi utama jantung adalah menyediakan
oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida).
Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan
oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paruparu, dimana darah akan
mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah
yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh. Pada saat
berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol); selanjutnya
jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol).Kedua
atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur
dan berkontraksi secara bersamaan.Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak
karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena cava) menuju ke
dalam atrium kanan.

11
Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan. Darah
dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis,
menuju ke paru-paru.

Elektrofisiologi Jantung
Elektrofisiologi jantung adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik atau bioelectrical
pada jantung sehingga jantung bisa menjalankan fungsinya secara optimal.

Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang
merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu.Selain Itu Elektrokardiogram
(EKG) adalah suatu sinyal yang dihasilkan oleh aktifitas listrik otot jantung.EKG ini
merupakan rekaman informasi kondisi jantung yang diambil dengan memasang electroda
pada badan. Rekaman EKG ini digunakan oleh dokter ahli untuk menentukan kodisi jantung
dari pasien. Sinyal EKG direkam menggunakan perangkat elektrokardiograf.

Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktifitas listrik jantung. Sedangkan


Elektrokardiogram( EKG ) adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung.
Penggunaan EKG dipelopori oleh Einthoven pada tahun 1903 dengan menggunakan
Galvanometer. Galvanometer senar ini adalah suatu instrumen yang sangat peka sekali yang
dapat mencatat perbedaan kecil dari tegangan ( milivolt ) jantung.

12
Fungsi Elektrokardiogram ( EKG )
Hal-hal yang dapat diketahui dari pemeriksaan EKG adalah:
1.Denyut dan irama jantung
2. Posisi jantung di dalam rongga dada.
3. Penebalan otot jantung (hipertrofi).
4. Kerusakan bagian jantung.
5. Gangguan aliran darah di dalam jantung.
6. Pola aktifitas listrik jantung yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung
7.Gangguan Aritmia or dysritmia (aritmia = dysritmia)

HANTARAN IMPULS PADA JANTUNG

1. SA Node (Sino-Atrial Node)


Terletak dibatas atrium kanan (RA) dan Vena Cava Supertior (VCS) .

Sel2 dalam SA Node bereaksi secara otomatis dan teratur mengeluarkan impuls
(rangsangan listrik) dengan frekuensi 60 100 x/menit kemudian menjalar ke
atrium, sehingga mengakibatkan seluruh atrium terangsang.

2. AV Node (AtrioVentricularNode)
Terletak di-septum inter-nodal bagian sebelah kanan, diatas katup Tricuspidalis.
Sel2 dalam AV Node dapat juga mengeluarkan inpuls dengan frekuensi lebih
rendah daripada SA Node, yaitu 40 60 x/menit.

13
Karena itu AV Node yang mengeluarkan impuls lebih rendah, maka akan di-
dominasi oleh SA Node yang mempunyai impuls lebih tnggi.
Jika SA Node rusak, maka impuls akan dikeluarkan oleh AV Node.

3. Bundle His (berkas His),


Terletak di-septum Inter-atrial dan inter-ventrikuler dan bercabang 2:
a. Cabang berkas kiri (Left Bundle Branch); dan
b. Cabang berkas kanan (Right Bundle Branch)
Dari ke-2 cabang ini, impuls akan diteruskan lagi ke cabang 2 yang lebih kecil,
yaitu serabut Purkinye.

4. Purkinye Fibers (Serabut Purkinye)


Serabut Purkinye akan mengadakan kintak dengan sel 2 ventrikel. Dari sel2
ventrikel ini, impuls dialirkan ke sel2 terdekat sehingga seluruh sel akan
dirangsang. Pada Ventrikel juga tersebar sel2 Pace-maker (impuls) yang secara
otomatis akan mengeluarkan impuls dengan frekuensi 20 40 x/menit.

Pada ujung serat post ganglion simpatis akan dilepas norepinefiin dan reseptornya di otot
jantung adalah reseptor adr energi kbeta-I . Serat preganglion saraf parasimpatis berasal dari
nukleivagus di medulla oblongata dan berjalan bersama n. vagus dan cabang-cabangnya
kepleksuscardiacus dan bersinaps dengan serat postganglioner
Dari ganglion cardiacus , serat post-ganglioner menuju ke-sel2 simpul SA, simpul AV dan
berkas His
Pada ujung serat post-ganglion parasimpatis akan dilepas asetilkolin, yang diterima oleh
reseptor muskarinik pada jantung

14
Pada ujung serat post ganglion simpatis akan dilepas norepinefrin dan reseptornya di
otot jantung adalah reseptor adrenergik -I . Serat pre-ganglion saraf parasimpatis
berasal dari nuklei-vagus di medulla oblongata dan berjalan bersama n. vagus dan
cabang-cabangnya ke-plexus-cardiacus dan bersinaps dengan serat post-ganglioner
Dari ganglion cardiacus , serat post-ganglioner menuju kesel-selsimpulSA, simpul AV
dan berkas His.

Kontraksi Otot Jantung


Secara singkat kontraksi otot jantung terdiri dari 4 peristiwa yaitu :
a. Peristiwa rangsangan : rangsangan atau stimulus berasal dari dalam jantung sendiri atau
berasal dari luar jantung. Rangsangan dari luar jantung dapat berupa rangsangan-
rangsangan saraf, listrik, kimia, mekanik, fisik dan lain-lain.
b. Peristiwa listrik stimulus pada potensial ambang dengan rangsangan minimal pada otot
jantung mulai menimbulkan impuls yang mula-mula terjadi pada NSA sehingga timbul
aksi potensial yang akan disebarkan berupa gelombang depolarisasi atau gelombang
kontraksi ke seluruh bagian jantung. Adanya gelombang depolarisasi akan melepaskan
kalsium dari sistem retikulum endoplasma serabut otot jantung.
c. Peristiwa kimia : setelah peristiwa listrik tadi kalsium kemudian akan berdifusi ke dalam
miofibril dan mengkatalisis reaksi-reaksi kimia sehingga kalsium intrasel akan bertambah
banyak. Kalsium ini akan mengikat protein modulator yaitu troponin. Sementara itu ATP
dihidrolisa untuk pembentukan energi.
d. Peristiwa mekanik. Energi dari ATP tadi akan menyebabkan pergerakan aktin dan myosin
secara tumpang tindih sehingga sarkomer miofibril memendek, dimana akan
mengakibatkan terjadinya kontraksi otot jantung. Di sini ATP dirubah menjadi ADP.

Siklus Pompa Jantung


Jantung sebagai pompa berkaitan dengan kontraksi dan pengosongan ventrikel yang
disebut sistole, serta pengisian dan relaksasi ventrikel yang disebut diastoles. Siklus jantung
sebagai pompa adalah sebagai berikut:
a. Darah masuk melalui vena-vena besar menuju atrium, lalu dari atrium itu darah akan
mengalir langsung ke dalam ventrikel melalui valvula bicuspidalis dan valvula
tricuspidalis yang terbuka sebelum terjadi kontraksi atrium. Fase ini disebut fase
pengisian pada diastolik (passive ventricular filling mid-diastole), dimana volume darah
dari atrium yang masuk ke ventrikel baru sebanyak 75%.
b. Selanjutnya, atrium akan berkontraksi dan memompa 25% darah lagi masuk ke dalam
ventrikel sehingga ventrikel menjadi penuh 100% atau sebesar 120 mL (Ending Diastolik
Volume), fase ini merupakan akhir dari diastole.

15
c. Kontraksi yang tadinya terjadi pada atrium (karena potensial aksi) akan menjalar
merangsang ventrikel. Miokardium dari ventrikel akan berkontraksi tetapi kedua valvula
semilunaris masih tertutup dan volume dari ventrikel masih tetap seperti sebelumnya.
Fase ini disebut dengan fase kontraksi isovolumetrik, dimana terjadi peningkatan tekanan
pada ventrikel melebihi tekanan pada atrium, akibatnya valvula bicuspidalis dan valvula
tricuspidalis jadi tertutup (menimbulkan suara jantung I).
d. Tekanan ventrikel yang meningkat akan menyebabkan kedua valvula semilunaris jadi
membuka, dimana tekanan ventrikel sinistra akan melebihi tekanan aorta saat mencapai
sekitar 80 mmHg, sedangkan tekanan ventrikel dextra akan melebihi tekanan arteri
pulmonalis saat mencapai sekitar 10 mmHg, inilah yang menyebabkan valvula
semilunaris aorta dan valvula semilunaris pulmonal jadi membuka. Pembukaan kedua
valvula semilunaris tersebut akan memulai fase ejeksi pada sistolik.
e. Pada fase ejeksi ini tekanan ventrikel sinistra dan aorta mencapai tekanan maksimum
yang berkisar 120 mmHg. Sebagian besar volume sekuncup akan dipompakan secara
cepat selama fase awal, dan kecepatan aliran pada aorta akan meningkat hingga
mencapai maksimum. Tekanan ventrikel tersebut kemudian mulai turun (volume
sekuncup yang tersisa dipompakan lebih lambat) sampai akhirnya di bawah tekanan
aorta dan arteri pulmonalis, ini menyebabkan kedua valvula semilunaris menutup
(menimbulkan suara jantung II).Dari fase ini tidak semua darah dipompa keluar dari
ventrikel menuju aorta dan arteri pulmonalis, tapi ada darah yang masih tersisa dalam
ventrikel sebagai volume residu yang banyaknya sekitar 40 mL (Ending Sistolik
Volume).Perlu diingat bahwa pada fase ejeksi ini valvula atrioventrikular tetap tertutup
agar ketika darah dipompa ventrikel ke aorta dan arteri pulmonalis dengan tekanan yang
besar darah tersebut tidak kembali ke atrium.
f. Diastole sekarang dimulai dengan fase relaksasi isovolumetrik, pada fase ini kedua
valvula semilunaris dan valvula atrioventrikular masih tertutup, miokardium pun
mengalami relaksasi. Pada fase ini darah dari atrium telah terisi kembali karena ada suatu
proses yang menghasilkan efek menghisap akibat turunnya tekanan valvula
atrioventrikular selama fase ejeksi sebelumnya. Tekanan ventrikel pun menurun tajam
sedangkan sebaliknya, tekanan atrium telah naik (karena darah yang telah masuk ke
atrium), hal ini menyebabkan valvula bicuspidalis dan valvula tricuspidalis terbuka
kembali.
g. Setelah valvula atrioventrikular tersebut terbuka, darah dari atrium mengalir ke ventrikel
tanpa kontraksi dari atrium, jadi pada fase ini siklus jantung sebagai pompa kembali pada
fase pengisian pada diastolik dan seterusnya berurutan melewati fase-fase seperti yang
sudah dijelaskan di atas.

16
Homeostasis CVS Dalam Keadaan Sehat Dan Sakit
Untuk menjaga sistem tubuh kita berjalan dengan baik kita harus menjaga keseimbangan pH
tubuh kita. Dalam keadaan sehat tubuh kita memiliki keadaan yang seimbang yang disebut
Homeostatis, yaitu keadaan dimana sistem pada tubuh kita berjalan sebagaimana mestinya.
Keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa dalam kardiovaskuler
Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh agar
tetap sehat. Volume cairan dalam tubuh merupakan sebagian besar dari berat badan sekitar
60% dalam tubuh manusia adalah cairan. keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh
adalah merupakan salah satu bagian dalam fisiologi homeostatis. Hamper semua reaksi
biokimia yang terjadi dalam tubuh tergantung dari keseimbangan air dan elektrolit.
Keseimbangan air dan elektrolit melibatkan komposisi dan melibatkan berbagai cairan tubuh.
Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air (pelarut), dan zat tertentu (zat terlarut),
sedangkan elektrolit adalah zat kiimia yang menghasilkan partikel-partikel yang bermuatan
istrik yang juga disebut dengan ion jika berada dalam larutan dan sangat larut dalam air
berupa kation dan anion. Cairan dan elektrolit masuk kedalam tubuh melalui makanan,
minuman, dan cairan intravena (IV) dan didistribusi keseluruh bagian tubuh.
Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu cairan intraseluler dan cairan
ekstraseluler.
1. Cairan intraselular
Cairan yang terkandung diantara sel disebut cairan intraseluer. Pada orang dewasa, sekitar
2/ dari cairan dalam tubuhnya terdapat di intraseluler, sedangkan pada bayi cairan
3

intraseluler hanya setengah berat badanya.


2. Cairan ekstraseluler
Cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada diluar sel. Jumlah relative cairan
ekstraseluler berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Pada bayi baru lahir, sekitar
setengah dari cairan tubuh terdapat di cairean ekstraseluler. Setelah usia 1 tahun, jumlah
cairan ekstraseluler menurun sampai sepertiga dari volume total.

C. OTOT PEMBENTUK JANTUNG


Macam-macam otot jantung terdiri atas 3 macam atau jenis yakni otot polos, otot
lurik, dan otot jantung. Pertama-tama kita akan membahas pengertian otot jantung. Otot
Jantung adalah otot penyusun dinding jantung yang meliputi sel-sel cardiomycocyte atau sel
otot myocardiocyteal yang berjumlah satu atau dua, tetapi adapun berjumlah 3 atau 4 inti sel
yang sangat jarang terjadi..
Otot jantung disebut juga myocardium, Myo artinya otot dan Caridum artinya
jantung.Otot jantung bergerak dibawah kesadaran yang tak dipengaruhi oleh perintah otak
atau saraf pusat. Otot jantung merupakan gabungan otot polos dan otot lurik mengapa ?...
karna memiliki kesamaan-kesamaan, seperti otot jantung memiliki daerah gelap dan terang,
memiliki banyak inti sel yang terletak di tengah seperti otot lurik sedangkan otot polos

17
memiliki kesamaan sifat seperti bergerak secara involunter. Otot ini berkerja tampa lelah,
tampa istirahat yang membuat darah terus mengalir artinya manusia tetap hidup jika berhenti
maka akan membuat kematian bagi kita. Otot jantung dapat terus bekerja, tampa istirahat
karna mempunyai sejumlah mitokondria, mioglobin dan suplai darah sehingga dapat
memungkinkan terjadinya metabolisme aerobik terus menerus dan adanya suplai oksigen dan
nutrisi.

1. Fungsi Otot Jantung


Otot jantung terdapat pada daerah yang sangat vital/penting bagi tubuh karna merupakan
kunci nyawa manusia,oleh karna itu jantung memiliki fungsi-fungsi penting pula seperti
yang ada dibawah ini.
Membantu memompa darah keseluruh tubuh
Membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida)
Sel-sel pada otot jantung membantu dalam kontraksi sel lainnya
Otot jantung menyediakan cara pemompaan ventrikel pada jantung
Otot jantung berfungsi meremas darah sehingga darah dapat keluar dari jantung saat
berkontraksi dan mengambil darah pada relaksasi
Menunjang kerja dari organ jantung

2. Ciri-Ciri Otot Jantung


Agar lebih mudah membedakan otot jantung dengan jenis otot lainnya, kita mengacu
kepada ciri-ciri otot jantung. Ciri-ciri otot jantung antara lain sebagai berikut.
Bentuk yang memanjang

18
Mempunyai Inti sel yang berada ditengah
Cara kerja otot jantung ini berada diluar kesadaran atau tak dipengaruhi oleh otak atau
saraf pusat.
Serabut jantung memiliki panjang 50 sampai 100 um, diameter berkisar diantara 14
um.
Jumlah serabut otot jantung kurang lebih 1500 filamen
Serabut pada otot jantung berupa sarkolema dan terdiri atas myofibril-myofibril yang
terlihat berdampingan
Otot Jantung terdiri atas 1 dan 2 inti sel atau bahkan dapat berjumlah 3 dan 4 tetapi itu
sangat jarang
Bekerja terus menerus tampa istirahat.
Otot jantung dipengaruhi oleh saraf otonom yakni saraf simpatik dan safar
parasimpatik
Bentuk Silindris bercabang dan menyatu
Memilik serabut yang bercabang-cabang
Mempunyai diskus interkalaris, interkalaris adalah pembatas antar sarkomer

D. PEMBULUH DARAH ARTERI DAN VENA PADA JANTUNG


Disfungsi pembuluh darah arteri dan Pembuluh Balik Vena
Pada kasus serangan jantung, Pembuluh Darah arteri koroner yang mengalirkan darah
dari paru-paru ke sel jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Lama
kelamaan, sel dan otot jantung yang tidak kebagian pasokan oksigen dan nutrisi akhirnya
pasti rusak.

Semakin banyak sel dan otot jantung yang rusak, semakin lemah daya jantung yang
rusak, semakin lemah dayajantung yang memompakan darah dari Pembuluh Darah arteri
maupun vena . Terjadilah kemungkinan datangnya serangan jantung , karena jantung
kepayahan melaksanakan tugasnya . Maka pasien mesti ditolong dengan cara membuka
penyempitan dan penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah koronernya.
1. Pembuluh Darah Arteri( Pembuluh Nadi )
Pembuluh darah Arteri disebut juga dengan pembuluh nadi . Pembuluh jenis ini
adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang memiliki dinding tebal
dan kaku . Pembuluh darah arteri terdiri dari dua jenis , yaitu pembuluh aorta dan
pembuluh pulmonalis . Pembuluh aorta merupakan pembuluh arteri yang dating dari
bilik jantung sebelah kiri dan bertugas mengangkut oksigen untuk diedarkan
keseluruh tubuh.
2. Pembuluh balik vena ( Pembuluh Balik )
Pembuluh balik vena adalah pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung.
Sifatnya tipis dan cukup elastis.

19
Sama halnya seperti pembuluh arteri , pembuluh vena terdiri dari dua bagian, yaitu
pembuluh balik vena cava superior dan inferior serta pembuluh balik vena
pulmonalis.

Perbedaan antara Pembuluh darah Arteri dan Vena :


Pembuluh darah arteri :
1. Pembuluh darah Arteri Merupakan tempat mengalir darah yang dipompa dari bilik.
2. Pembuluh darah Arteri Merupakan pembuluh yang liat dan elastis.
3. Pembuluh darah Arteri Mempunyai tekanan pembuluh yang lebih kuat daripada
pembuluh balik.

Pembuluh balik (Vena) :


1. Pembuluh balik vena Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali.
2. Pembuluh balik vena Dinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis.
3. Pembuluh balik vena Tekanan pembuluh lebih lemah di bandingkan pembuluh nadi
Keduanya juga memiliki perbedaan yang sangat mendasar yaitu arteri mendistribusi darah ke
semua organ atau jaringan tubuh manusia, sedangkan Pembuluh balik vena mendistribusikan
darah kembali ke organ jantung (sebagai pemompa darah).

Ketika darah keluar dari jantung arteri lah yang akan menyebarkan/mendistribusikan darah
tersebut kesegala organ, melalui arteri besar (Aorta) sampai menuju arteri-arteri, arteriol
hingga ke kapiler (ke jaringan tubuh).

Sedangkan untuk Pembuluh balik vena, ketika darah sampai ke kapiler, venule (penampung
darah dari kapiler) diteruskan ke vena-vena (vena cava superior dan interior) hingga akhirnya
masuk ke dalam jantung (atrium kanan).

Dinding Pembuluh darah Arteri dan Pembuluh balik Vena :


Pembuluh darah Arteri memiliki dinding liat yang dapat mengerut dan melebar, sehingga
menghasilkan gerakan seperti memerah guna membantu memperlancar pengaliran darah
yang kaya oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh.

Dinding pembuluh darah vena lebih tipis dan tidak terlalu aktif berkontraksi layaknya
arteri dalam mengalirkan darah menuju ke jantung , tetapi pada pembuluh darah yang sudah
kekurangan oksigen dan nutrisi mengalir terbalik meninggalkan jantung.

Arteri coronaria kanan dan kiri merupakan cabang petama aorta ascendens, sedikit di belakang
katup aorta. Kedua arteri ini bercabang menjadi arteri kecil dan arteriol serta kapiler. Kapiler
coronaria bersatu membentuk vena coronaria ke sinus coronaria dan kembali ke atrium kanan
Fungsi pembuluh darah coronaria adalah memasok darah ke miocardium karena oksigen
sangat penting untuk kontraksi miocardium secara normal.
Vena jantung, mengalirkan darah dari miocardium ke sinus coroner, yang kemudian bermuara di
arium kanan.

20
Darah mengalir melalui arteri coroner terutama saat otot-otot jantung berelaksasi karena arteri
coroner juga tertekan pada saat kontraksi berlangsung.
Perdarahan otot jantung berasal dari aorta melalui dua pembuluh utama,yaitu arteri coroner
kanan dan arteri coronaria kiri.Kedua arteri ini keluar dari sinus valsava.
Arteri coronaria ini berjalan di belakang arteri pulmonal sebagai arteri coroner utama (LMCA =
left main coronary artery) sepanjang 1-2 cm. Arteri ini bercabang menjadi arteri circumflexia (LCX
= left circumflexia kiri) dan arteri descendens anterior kiri (LAD = left anterior descendens arteri).
LCX berjalan pada sulcus atrio-ventrikuler mengelilingi permukaan posterior jantung sedangkan
LAD berjalan pada sulcus interventrikuler sampai ke apex, kedua pembuluh darah ini akan ber-
cabang2 memperdarahi daerah antara kedua sulcus tersebut.
Arteri coroner kanan berjalan ke-sisi kanan jantung, pada sulcus atrio-ventrikuler jantung kanan.
Pada dasarnya arteri coroner kanan memperdarahi:
atrium kanan,
vetrikel kanan; dan
dinding sebelah dalam dari ventrikel kiri.
Ramus circumflexia memberi nutrisi ke:
~ atrium kiri; dan
~ dinding samping dan bagian bawah dari ventrikel kiri.
Ramus descendens anterior memberi nutrisi
pada dinding depan ventrikel kiri yang masif.
Meskipun nodus SA terletak di atrium kanan tetapi hanya 55 % kebutuhan nutrisinya dipasok
oleh arteri coroner kanan,sedangkan 45 % lainnya dipasok oleh cabang arteri cirkumflexi kiri.
Nutrisi untuk nodus AV dan bundle of His dipasok oleh arteri arteri yang melintasi crus yakni 90
% dari arteri coroner kanan dan 10 % dari arteri circumflexia

Setelah darah mengalir melalui arteri2 sirkulasi coroner dan membawa oksigen dan nutrisi2 ke
otot jantung mengalir masuk ke vena dimana dikumpulkan CO2 dan zat2 buangan hasil
metabolisme.

Skema sirkulasi coroner :


Aorta Coronary arteries Arterioles - Capilaries Venula - sinus coronarius - right atrium.
Pembagian arteri coroner
-Arteri coroner kanan (RCA)
-Arteri coroner kiri (LMCA) : LAD, LCX
RCA atrium kanan, 55 % SA node, 90% AV node dan 90% bundle His,RV
- conus branch : superior RV
- Sinus node art. : SA node,atrium kanan dan atrium kiri
- right ventriculer branch : RV wall
- right atrial branch : RA
- acute marginal branch : inferior RV, posterior apical dari interventrikular septum
- av node branch : av node dan bagian bawah interatrial septum

21
- PDA: posterosuperior interventrikular septum.
- left ventrikuler branch : RV posterior
- left atrial branch : LA
LAD ant LV, 2/3 septum intervenrtikuler bagian ant, apex,right bundle,left ant bundle
- first diagonal branch : hight lateral of LV wall
- second diagonal branch : lower lateral dinding apex
- right ventrikuler branch : menuju conus branch dan berakhir di apical branch
memperdarahi anterior dan diafragmatik LV wall dan apex .
LCX LV lateral posterior,45 % SA node,10 % av node, bundle of his dan branch
bundle(10 %),Left atrium
- atrial circumflex branch : LA wall
- sa node arteri : 45 % sa node
- obtuse marginal branch:memperdarahi dinding posterior vent kiri.
- Postero lateral branch: dinding posterior v.kiri
Coronary Vena
Setelah darah melewati arteri pada sirkulasi coroner dimana nutrisi dan O 2 dikirim ke otot
jantung kemudian masuk ke dalam vena, dimana darah banyak mengandung CO 2 dan sisa
metabolisme.
Darah yang di oxsygenisasi dialirkan ke sinus vascular besar pada permukaan posterior dari
jantung yang di sebut sinus coronary yang mana mengosongkan atrium kanan.
Sinus vascular adalah dinding vena yang tipis tidak mempunyai otot yang halus untuk merubah
diameter. Prinsip dari ketiga vena membawa darah masuk ke sinus coronaries yang merupakan
vena terbesar jantung yang mengalir ke apex anterior jantung dan tengah vena jantung
mengalirkan apex posterior jantung.

Distribusi vena coroner sesungguhnya paralel dengan distribusi arteri coroner . Sistem vena
jantung mempunyai 3 bagian yaitu :
1. Vena Tebesian merupakan system yang terkecil, menyalurkan sebagian darah vena
dari miocard langsung ke dalam RA, RV dan LV daripada melalui sinus
coronaries. Darah vena tertuang langsung kedalam LV dalam jumlah yang
normal.
2. Vena kardiaka anterior mempunyai fungsi yang cukup berarti, mengosongkan sebagian
besar isi vena ventrikel langsung ke atrium kanan.
3. Sinus coronarius dan cabang2-nya merupakan system vena yang paling besar dan paling
penting, berfungsi menyalurkan pengembalian darah vena miocard ke dalam atrium kanan
melalui ostium sinus coronarius yang bermuara disamping vena cava inferior.

22
E. PERSYARAFAN JANTUNG
Jantung memperoleh persarafan dari cabang simpatis dan parasimpatis susunan saraf
otonom.
Saraf simpatis akan menuju kesimpul SA , simpul AV, berkas His serta bersama-sama
dengan cabang-cabang berkas His akan mempersaraf imiokardium ventrikel. Saraf
Simpatis dari truncus simpatikus, mempercepat kerja jantung.

23
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang
berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Dalam hal ini mencakup sistem
sirkulasi darah yang terdiri dari jantung komponen darah dan pembuluh darah. Pusat
peredaran darah atau sirkulasi darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah pompa berotot
yang berdenyut secara ritmis dan berulang 60-100x/menit. Setiap denyut menyebabkan
darah mengalir dari jantung, ke seluruh tubuh dalam suatu jaringan tertutup yang terdiri
atas arteri, arteriol, dan kapiler kemudian kembali ke jantung melalui venula dan vena.

B. Saran
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata2 yang kurang berkenan,
kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

24
DAFTAR PUSTAKA

https://hanifa93.wordpress.com/2013/05/29/menjaga-keseimbangan-ph-tubuh/

https://fajarini.wordpress.com/2010/10/12/anatomi-dan-fisiologi-jantung/

http://nissanew.blogspot.co.id/p/blog-page.html

http://moccablogge.blogspot.co.id/2012/12/makalah-anatomi-dan-fisiologi-jantung.html

http://kursusekg-i.blogspot.co.id/2009/02/i-4-elektrofisiologi-jantung.html

http://berachunk-amrank.blogspot.co.id/2014/03/kontraksi-otot-jantung.html

http://dok-tercantik.blogspot.co.id/2009/02/jantung-fisiologi.html

http://www.artikelsiana.com/2014/12/pengertian-fungsi-ciri-ciri-otot-jantung.html

http://dianhusadaalryantiputri.blogspot.co.id/p/pembuluh-darah-arteri-dan-vena.html

https://www.scribd.com/doc/83187512/4/PERSARAFAN-JANTUNG

Buku ajar anatomi fisiologi kardiovaskuler , penulis Kasron, S. Kep. NS.

Buku anatomi fisiologi , penulis Drs. H. Syaifuddin, AMK.

25