You are on page 1of 2

ABSTRACT

The purpose of the practicum potentiometric I was to know how to determine the
equivalence point of a reaction and know how to determine the final concentration of
StingPower Orange using potentiometric method.
Potentiometric trial methodology is the first that is performing the calibration tool
by taking the distilled water, then dip the electrode in the pH meter into the fund set up with
distilled water at pH meter needle that indicates the number according to the pH. Rinse the
electrode, the electrode then dip distilled water to another and set the needle so menjukkan
number according to the pH of distilled water. The second stage is the stage of the
potentiometric analysis is by making a solution of NaOH 0,03 N and 0,16 N in 250 ml, and
NH4OH 0,03 N , NH4OH 0,12 N. then that is taking samples of the drinks I'm Coco lactic acid
25 ml. Then measure the initial conditions, pH, and the potential difference of each solution
with a volume of 10 ml, titrating where NaOH solution as penitran and the last record pH
and a potential difference to the addition of 2 ml penitran and titration performed until the
addition of 7 time.
From the discussion of potentiometric experiments it can be concluded that the
relationship between E/V to increase the volume of the penita is the end point of the
titration reached when the potential value changes so rapidly that it produces a sharp curve
so it can be said that the relation between E/V to the addition of the volume of the
penitran according to the literature. The relationship between 2E/V2 shows the relation to
the addition of the volume of the penita is the titration curve occurring uphill before the
occurrence point, after the equivalence point is reached the titration curve will decrease can
be said that the relationship between 2E/V2 to the addition of volume of penitran
according to the literature. The relationship between E cells to pH is that when the solution is
at equilibrium shown in the steep potential decrease it is easier to interpret with the
derivative curve it can be said that the relationship between E cells to the pH of the penitrane
is in accordance with the literature. The relationship between pH and volume is the end point
of the titration detected by determining the volume at which a relatively large potential
change occurs when the addition of the guitar is added. It can be argued that the
relationship between pH and pentitar volume in Chart IV.13 and Chart IV.15 is not
appropriate according to the literature, and in Chart IV.14 and Chart IV.16 in accordance
with the literature. According to Regulation of the Minister of Health of the Republic of
Indonesia Number 722 / Menkes / Per / IX / 88 regarding food additives, ie no more than
600 mg / kg or 0.06%. So the citric acid content in the sample of "StingPower Orange" does
not meet the standard of Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia
Number 722 / Menkes / Per / IX / 88 because it exceeds 600 mg / kg or 0.06% ie in the
addition of 0.03 N NaOH with a percentage of 0.024 %; On the addition of 0.16 N NaOH with
a percentage of 0.128%; On the addition of NH4OH 0.03 N with a percentage of 0.021%; On
the addition of NH4OH 0.12 N with a percentage of 0.084%.

ABSTRAK

i
Tujuan dari praktikum potensiometri I ini adalah untuk mengetahui cara
menentukan titik ekivalen dari suatu reaksi dan mengetahui cara menentukan konsentrasi
akhir dari StingPower Orange dengan menggunakan metode potensiometri.
Metodologi percobaan potensiometri adalah yang pertama-tama yaitu melakukan
kalibrasi alat dengan cara mengambil mengambil aquadest, lalu mencelupkan elektroda
pada pH meter kedalam aquades tersebut dana atur jarum pada pH meter sehingga
menunjukkan angka sesuai pH tersebut. Bilas elektroda, kemudian celupkan elektroda
tersebut ke aquadest lain dan atur jarum sehingga menjukkan angka sesuai pH aquades.
Tahap yang kedua adalah tahap analisa potensiometri yaitu dengan cara membuat larutan
NaOH 0,03 N dan 0,16 N dalam 250 ml, dan NH4OH 0,03 N , NH4OH 0,12 N selanjutnya yaitu
mengambil sampel minuman StingPower Orange. Kemudian Mengukur kondisi awal, pH,
dan beda potensial tiap-tiap larutan dengan volume 10 ml, melakukan titrasi dimana
larutan NaOH sebagai penitran dan yang terakhir mencatat pH dan beda potensial untuk
penambahan 2 ml penitran dan titrasi dilakukan sampai penambahan 7 kali.
Dari pembahasan percobaan potensiometri dapat disimpulkan bahwa hubungan
antara E/V terhadap penambahan volume penitran adalah titik akhir titrasi tercapai
pada saat nilai potensial berubah sangat cepat sehingga menghasilkan kurva yang tajam
jadi dapat dikatakan bahwa hubungan antara E/V terhadap penambahan volume
penitran sesuai dengan literatur. Hubungan antara 2E/V2 menunjukan hubungan
terhadap penambahan volume penitran adalah kurva titrasi terjadi tanjakan sebelum
terjadi titik ekivalen, setelah titik ekivalen tercapai kurva titrasi akan mengalami penurunan
dapat dikatakan bahwa hubungan antara 2E/V2 terhadap penambahan volume penitran
sesuai dengan literatur. Hubungan antara E sel terhadap pH adalah ketika larutan berada
pada kesetimbangan yang ditunjukkan pada penurunan potensial yang curam lebih mudah
di interpretasikan dengan kurva derivat dapat dikatakan bahwa hubungan antara E sel
terhadap pH penitran sesuai dengan literatur. Hubungan antara pH dengan volume adalah
titik akhir titrasi dideteksi dengan menetapkan volume di mana terjadi perubahan potensial
yang relatif besar ketika ditambahkan penitar. Dapat dikatakkan bahwa hubungan antara
pH dengan volume pentitar pada Grafik IV.13 dan Grafik IV.15 tidak sesuai sesuai dengan
literatur, dan pada Grafik IV.14 dan Grafik IV.16 sesuai dengan literatur. Menurut
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang
bahan tambahan makanan, yaitu tidak lebih dari 600 mg/kg atau 0,06 %. Jadi kadar asam
sitrat pada sampel StingPower Orange tidak memenuhi standart Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 karena melebihi 600 mg/kg
atau 0,06 % yaitu pada penambahan NaOH 0,03 N dengan persentase 0,024%; pada
penambahan NaOH 0,16 N dengan persentase 0,128%; pada penambahan NH4OH 0,03 N
dengan persentase 0,021%; Pada penambahan NH4OH 0,12 N dengan persentase 0,084%.

ii