You are on page 1of 3

Abstrak

Prosedur estetis menggunakan komposit digunakkan secara meluas, baik gigi posterior dan anterior
untuk kavitas yang mengalami karies, untuk menganti restorasi yang gagal, atau untuk prosedur
kosmetik. Bahan yang dipilih untuk setiap kasus menghasilkan hasil klinis yang berbeda. Paper ini
menyajikan dua kasus klinis yang dihasilkan mengunakkan sistem komposit nanofiller dengan
metode bonding yang berbeda. Pada kasus pertama, restorasi klas 1 yang luas, digunakan metode
self- ecthing. Pada kasus dua , restorasi estetis anterior, digunakan etsa terlebih dahulu kemudian
dengan asam hidrofobik adhesif.

Pendahuluan

Sistem adhesif telah diperkenalkan bertujuan untuk menguatkan ikatan komposit terhadap enamel
dan dentin.. Pada tahun 1955, Buonore memperkenalakan perawatan enamel dengan asam karena
akan menghasilkan pembentukan mikroporositas pada permukaan , bertujuan untuk penetrasi
resin akrilik yang dapat membentuk ikatan mekanikal yang efektif. 1 Sejak itu, adhesif enamel
dijadikan prosedur pilihan. Kesukaran yang besar adalah ikatan adhesif pada dentin. Olek karena itu,
tahun tahun sebelumnya , sistem adhesif yang digunakan pada kesatuan ini telah merubah
komposisi dan formula baru telah diperkenalkna bertujuan untuk mendapatkan efektif dan
jkekuatan adhesif dengan mengurangi jumlah tahap aplikasi .

Sekarang, bahan adhesif dapat diklasifikasikan berdasarkan cara bahan ini berintraksi dengan
lapisan smear.2 Bahan ini dibahagikan menjadi subkategori berasarkan jumlah tahap aplikasi: (1)
sistem adhesif etsa penuh: termasuk tahap etsa mengununakan asam fosphat 30-40% yang
diaplikasi secara bersama pada enamel dan dentin. Hal ini menbuang lapisan smear dan
hydroxyapatite untuk menerima primer/ aplikasi adhesif. Kategori ini dibahagi menjadi

a) Etsa penuh tiga tahap( asam+ primer + adhesif);


b) Etsa penuh dua tahap ( asam + primer/adhesif).

(2) sistem self-etch adhesif tidak memerlukan tahap etsa dan terdapat satu larutan monomer
asam yang dapat diaplikasikan tanpa mencuci, menghasilkan lapisan smear berpori tanpa
terbuang keseluruhan. Kategori ini dibahagi menjadi

(a) self-etch dua tahap ( asam primer +adhesif);

(b) self etch dua tahap ( hanya satu larutan, cth semua dalam satu)

Pengenalan sistem self-etching memodifikasikan konsep adhesif tradisional, mengeliminasikan


keperluan tahap etsa tambahan. Tetapi, dengan sistem ini, keperluan pengunaan monomer
asam yang berfungsi sebagai etsa dan primer. Selepas itu, lapisan adhesif hidrofobik dapat
digunakan untuk menutupi primer.

Kecenderungan kedokteraan gigi adhesif bertujuan untuk menghasilkan prosedur yang sederhana.
Tahapan multiple pada sistem adhesif telah diganti dengan sistem sederhana , tampaknya mudah
digunakan dan berdasarkan teori, sistem yang membutuhkan waktu aplikasi yang pendek.

Sehubungan dengan komposit , dari waktu bahan ini diperkenalkan pada tahun 60an, perubahan
signifikan telah berlaku. Perbaikan pada sifat mekanikal bahan ini mengizink bahan ini dapat
diaplikasikan pada gigi posterior. Pada saat ini,perubahan yang paling utama termasuk
memperkuat filler, yang sengaja dikurangkan ukuran untuk menghasilkan bahan yang dapat lebih
efektif dan mudah dihaluskan serta ketahanan aus yang tinggi. Pada bagian terakhir khususnya
dibutuhkan atau diperlukan sebagai bahan yang digunakan untuk diaplikasikan pada gigi
posterior,tetapi yang sebelumnya penting untuk restorasi pada seluruh bagian dalam mulut. Sebagai
tambahan, sistem modern ada derajat perbedaan translucency yang dapat menhasilkan
enamel,dentin dan efek optikal gigi asli. 4

Laporan kasus menjelaskan dua sistem aplikasi adhesif yang berbeda menurut spesifikasi tersendiri.
Sistem komposit nanofiller telah dipilih untuk sebagai bahan restorasinya.

Kasus 1. Restorasi resin komposit pada gigi 36 yang mengunakan satu botol self-etching adhesif
Adper Easy One dan komposit resin Filtek Z35-XT(3M/ESPE).

Seorang pasien perempuan berumur 20 tahun dengan gigi 36 yang membutuhkan pengantian
restorasi karena kebocoran margin dan karies yang meluas dibawah restorasi awal.

Selepas pemeriksaan klinis dan radiografi , prosedur restorasi dilakukan megikuti urutan (Gambar 1)

Kasus 2.Restorasi resin komposit pada penutupan diastema anterior dengan menggunakan sebuah
sistem adhesif sebelumya digunakan asam posporik. Scotchbond Multipurpose dan resin komposit
Filtek Z350XT (3M/ESPE) telah digunakan.

Seorang pasien lelaki berumur 28 tahun dengan diatema anterior yang berulang selepas perawatan
ortodontik. Oleh karena pasien tidak mau perawatan ortodontik ulang, maka pilihan perawatannya
adalah menutuoi diastema menggunakan resin komposit. Selepas pemeriksaan klinis an radiografi,
dilakukan pemilihan warna dan restorasi estetis dilakukan berdasarkan urutan . (Gambar 2)

Pada kedua- dua kasus, setiap increment dilakukan aktivasi sinar selama 40 detik, dengan
menggunakan alat LED(Flash-lite-discusdental). Penaksiran warna dan prosedur pemghalusan
dilakukan 24 jam selepas dilakukan prosedur restorasi.

Pembahasan

Kasus klinis dilaporkan medemostrasikan cara berbeda sistem adhesif berinteraksi dengan jaringan
gigi. Berhubungan dengan self-etching, keuntungan utamanya adalah kemampuan untuk
demineralisasi dentin secara terus menerus agar adhesif monomer dapat penetrasi. Ini dapat
menarik ke dalam dentin secara mendalam ,berhampiran dengan jaringan pulpa. 5.6 Hal ini
seharusnya dapat menghasilkan sensitivitas postoperatif yang rendah. 7 Tetapi , terdapat
kemampuan penetrasi monomer rendah yang asam melalui enamel. 6 ini dapat menghasilkan
hubungan lemah, dengan retensi lemah dan kemampuan kebocoran mikro yang tinggi, digambarkan
klinis dengan pencemaran marginal yang tinggi. 8,9 oleh karena ini, adhesi terhadap enamel lebih
bagus apabila mengetsaan dilakukan dengan menggunakan asam posporik(tahapan yang dilakuakn
pada kedua dua kasus). Pengetsaan asam posporik bertujuan pada aplikasi adhesif menghasilkan
ikatan yang efisien dan kuat.10 Proses demineralisasi melarutkan batang enamel secara selektif ,
menghasilkan mikroporositas yang dapat dipenetrasi dengsn mudah oleh bahan ikatan hydrophobik
yang umum melalui ikatan capilary.

Ketika polimerisasi interikatan resin tag kecil didalam enamel yang dietsa dengan substrak gigi.
Dalam kasus klinis, Bord( langkah 3) dari ScothBond Multipurpose telah digunakan. Pilihan ini dipilih
karena bahan ini bersifat hidrofobik dan bahan bebas larutan. Hal ini bisa dilakukan karena daerah
restorasi terletak di bagian enamel. Ketidakadanya larutan dan monomer hidrofilik dalam komposisi
dapat menghasilkan kesatuan yang lebih bagus.

Walaupun terdapat beberapa bentuk hibridisasi, salah satu tujuan pabrik adalah untuk
mengkombinasikan semua fungsi yang dibutuhkan untuk ikatan yang bagus dengan jumlah tahapan
klinis yang rendah. Tetapi, dengan menempatkan komponen yang bervariasi dengan fugsi yang
berbeda di dalam botol kecil, kemampuan ikatan dapat terganggu karena tingginya hydrofilisitas
monomernya dan konsentrasi larutan yang tinggi yang dibutukan untuk mempertahankan stabilitas.
Oleh karena kesukaran dalam mencampurkan komponen, air dibutuhkan untuk ionisasi medium
tersebut dan memperbolehkan aktivitas self-etching. 12,13 Ini dapat menghasilkan instabilisasi
pembentukan lapisan adhesif dengan meningkatkan permeabilitas dan memungkinkan kerusakan
ikatan dalam jangka waktu yang panjang. Teknik satu langkah self-etching adhesif tidak lebih bagus
daripada teknik beberapa langkah. Kekuatan ikatan cenderung lebih rendah dan prosedur aplikasi
tidak selalunya cepat.

Sehubungan dengan komposit, nanofiller telah dipilih pada kasus klinis yang dilaporkan. Hal ini
benar dan optional komposit penuh. Bahan nanofiller dan nanohibrid mewakili keadaan seni dalam
hal perumusan filler 15,16. Akhir-akhir ini, bahan komposit mendemonstrasikan keungulan generasi
komposit sebelumnya, seperti kekuatan, tahanan terdapat keausan dan kemampuan penghalusan,
tetapi tanpa limitasi yang banyak 17. Selanjutnya, sistem yang dipilih terdapat beberapa tingkat
warna, yang memperbolehkan penghasilan jaringan gigi natural merupakan langkah yang efisien dan
tahan lama, menggunakan teknik stratifikasi.

Perlunya menggunakan produk dengan bukti scientifik menghasilkan hasil yang lebih selamat. Oleh
itu, diperhatikan terhadap bahan yang dipilih karena harus dari pabrik yang sesua. Kesimpulannya,
dengan bahan yang tersedia di pasaran hari ini, dengan kemajuan yang dibuktikan dengan penelitian
dari laboratorium sekitar dunia, kita dapat membentuk permukaan yang hilang dengan restorasi
esteti, ikatan yang efektif dan memmenuhi kepuasan pasien.