You are on page 1of 27

GANGGUAN MAKAN

(EATING DISORDER)

Fatmalina Febry, SKM.,M.Si


(197802082002122003)
Pendahuluan
Eating disorder : suatu sindrom yang ditandai oleh pola makan
menyimpang terkait dengan karakteristik psikologik yang
berhubungan dengan makan, bentuk tubuh, dan BB .
Gangguan makan jika seseorang mengalami gangguan parah dalam
tingkah laku makan
mengurangi kadar makanan dengan ekstrem
makan terlalu banyak yang ekstrem
perasaan menderita / keprihatinan tentang berat / bentuk tubuh
yang ekstrem.
Pendahuluan
Seseorang dengan gangguan makan mungkin berawal dari
mengkonsumsi makanan yang lebih sedikit atau lebih banyak
daripada biasa, tetapi pada tahap tertentu, keinginan untuk makan
lebih sedikit atau lebih banyak terus menerus di luar keinginan
Eating disorder
anorexia nervosa (AN)
bulimia nervosa (BN)
binge eating disorder (BED)
eating disorders not otherwise specified (EDNOS)
Anoreksia Nervosa
Kata anorexia dari bahasa yunani yaitu an- berarti tidak, arexia hasrat
untuk (makan).
Anoreksia nervosa : suatu kelainan yang ditandai dengan perubahan
gambaran tubuh, ketakutan yang luar biasa akan kegemukan,
penolakan untuk mempertahankan BB yang normal dan hilangnya
siklus mentruasi (pada wanita).
Penderita mengalami gangguan makan menguruskan badan
dengan pembatasan makan secara sengaja melalui control yang ketat
Defenisi anorekasi nervosa
1. Menolak mempertahankan BB pada / diatas BBN minimal menurut
usia dan TB
2. Ketakutan yang kuat mengalami kenaikan BB / menjadi gemuk,
walaupun sesungguhnya memiliki BB kurang.
3. Gangguan dalam cara memandang berat atau bentuk badannya
sendiri; BB atau bentuk badan yang tidak pantas atas dasar
pemeriksaan sendiri
Epidemiologi
Gangguan makan dalam berbagai bentuk : 4% pelajar remaja dan
dewasa muda.
Sekitar 95% penderita adalah wanita, tertinggi pada usia 12-15 thn,
dan antara 17-21 thn, rata-rata pd usia 17 thn. Jrg pada pubertas atau
usia sesudah 40 thn
Menyerang orang-orang golongan social ekonomi menengah ke atas.
Lebih sering pada Negara yang maju, dan mungkin ditemukan dengan
frekuensi tertinggi pada wanita muda yang profesinya memerlukan
kekurusan , seperti model dan penari balet
Etilogi
Faktor biologis
Kelaparan menyebabkan banyak perubahan biokimia, penekanan
fungsi tiroid, amenore, penurunan kadar hormonal dapat dikoreksi
dg asupan nutrisi.
Faktor sosial
Expresi phenotype ditentukan oleh faktor kultur sosial. Kultur dengan
penekanan pada figur cantik pada wanita slim adalah bentuk tubuh
prapubertas yang banyak ditunjukkan pada majalah, kontes
kecantikan dan entertain.anak dgn gangguan ini banyak ditemukan
dlm keluarga kacau, permusuhan dan pengasuhan buruk. Pada
kelurga dgn riwayat depresi ketergantungan dan riwayat gangguan
makan.
Etilogi
Faktor psikologis dan psikodinamis
Anoreksia nervosa merupakan suatu reaksi terhadap
kebutuhan remaja untuk menjadi lebih mandiri dan
meningkatkan fungsi social dan seksual.
Biasanya mereka tidak mempunyai rasa otonomi dan
kemandirian, tumbuh di bawah kendali orang tua.
Kelaparan yang diciptakan sendiri (self starvation) mungkin
merupakan usaha untuk meraih pengakuan sebagai orang
yang unik dan khusus. Hanya memalui tindakan disiplin diri
yang tidak lazim pasien anoreksia dapat mengembangkan
rasa otonomi dan kemandirian
Gambaran Klinis
1. Mengontrol pengurangan BB dengan mengkonsumsi kalori dan olah
raga.
2. Memuntahkan makanan dan penggunaan laksan dan diuretic
daripada obat penurun BB.
3. Gejala klinis/symptom
Gejala predominan : ketakutan yang sangat akan kenaikan BB,
sampai terjadi phobia terhadap makanan (persepsi body image)
Obsessive compulsive behavior : sering sekali mencuci tangan
berulang-ulang, pasien cenderung kaku dan perfeksionis yang
mengarahkan pada diagnosis gangguan kepribadian
Gambaran Klinis
Gejala klinis/symptom (Lanjutan...)
Penyesuaian seksual yang buruk
Perilaku yang aneh tentang makanan : menyembunyikan makanan,
membawa makanan dalam kantong, saat makan mereka membuang
makanan, memotong makanan menjadi potongan kecil-kecil.
Gangguan tidur dan gangguan depresi pada umumnya.
Muntah yang dipaksakan
Biasanya aktifitas dan program olah raga yang berlebihan
Tipe Anorexia Nervosa

Ada 2 macam subtype:


Tipe membatasi (restricting type)
Secara tidak beratur pasien melakukan kegiatan makan berlebihan
atau perilaku mengeluarkan makanannya kembali (dgn cara muntah
atau menggunakan laksatif, diuretik atau enema)
Tipe makan berlebihan/mengeluarkan makanan kembali (binge-
eating/purging type)
Selama periode anorexia pasien melakukan kegiatan makan
berlebihan atau perilaku mengeluarkan kembali makananyan (dgn
cara muntah atau menggunakan laksatif, diurutik atau enema)
Tanda Anoreksia Nervosa
Menyamarkan kekurusan dengan baju dan make-up
Kulit kering, rambut halus ditubuh (lanugo), dan alopesia (botak)
ringan.
Subtype bulimia berat, seperti kehilangan enamel gigi karena asam
lambung, ketika penderita muntah. Bahkan terdapat scar pada dorsum
akibat jari-jari yang dimasukan ke mulut untuk memaksakan muntah.
Hypokalemi dan kelainan EKG
Kelainan neurology dan anemia yang berhubungan dengan
kekurangan gizi dan kelaparan.
Diagnosis
Ciri khas gangguan : mengurangi BB dengan sengaja
BB tetap dipertahankan 15% di bawah normal / Quetelets body
mass index 17,5% atau kurang
Berkurangnya BB dilakukan sendiri dengan menghindari makanan
berlemak atau sbb :
Merangsang muntah oleh dirinya sendiri
Menggunakan pencahar, obat penahan nafsu makan dan atau
diuretika
Olah raga berlebihan
Terdapat distorsi body image
jika terjadi pada masa prubertas, perkembangan prubertas tertunda atau
dapat juga tertahan. Pada penyembuhan, prubertas kembali normal,
tetapi menarche terlambat.
Terapi

Mengingat implikasi psikologi dan medis anoreksia nervosa yang sulit,


suatu rencana pengobatan harus menyeluruh, termasuk perawatan di
rumah sakit jika diperlukan dan terapi individual serta keluarga adalah
dianjurkan.
Pendekatan perilaku, interpersonal, dan kognitif pada beberapa kasus
medikasi harus dipertimbangkan.
Bulimia Nervosa
Bulimia berasal dari bahasa Yunani yang artinya lapar seperti sapi
jantan, artinya extreme hunger
Bulimia nervosa merupakan satu gangguan fungsi makan yang
ditandai oleh episode nafsu makan yang lahap tanpa dapat
dikendalikan, diikuti dengan muntah yang disengaja atau upaya
pencahar lain untuk mencegah meningkatnya BB
DSN IV membagi 2 bentuk yaitu purging dan nonpurging.
Pada purging penderita menggunakan cara memuntahkan kembali
makanan atau dengan pencahar.
Pada nonpurging tidak mengeluarkan kembali makanan, mereka
melakukan diet ketat, puasa, olahraga berlebihan .
Epidemiologi

Lebih sering pada wanita daripada laki


Kejadian lebih sering pada remaja daripada dewasa awal
Terdapat pada kira-kira 1-3 % populasi perempuan muda
BB mereka biasanya normal, nampak sehat, sukses dan
cenderung perfeksinois, percaya diri rendah dan sering
depresi
Etiologi
Faktor biologis
Kadar endorfin meningkat pada bulimia diperkirakan sebagai
penyebab perasaan nyaman setelah muntah. Juga norepinefrin dan
serotonin deficiency diduga bertanggung jawab pada bulimia.
Faktor sosial
Status sosial standar tinggi dan memberi respon pada tekanan sosial
yang menuntut untuk ramping. umumnya mereka kurang dekat
dengan keluarga dan menggambarkan orang tua telah mengabaikan
mereka.
Faktor psikologis
Pasien bulimia memiliki perilaku makan yang tidak terkendali
yang sifatnya egodistonik (minder). Mereka tidak memiliki
kendali super ego dan kekuatan ego yang mengendalikan
perilaku makannya.
Diagnosis
Episode makan berlebihan yang berulang (binge eating) konsumsi
sejumlah besar makanan dalam waktu yang singkat (selalunya kurang
daripada 2 jam) dan perasaan untuk makan tidak terkontrol.
Perilaku kompensasi makan berlebihan yang berulang, seperti
memuntahkan kembali, penggunaan pencahar, berdiet keras atau
berpuasa secara berlebihan sebagai melawan perbuatan makan
berlebihan.
Perbuatan a dan b telah berlangsung sebanyak sekurang-kurangnya 2
kali/minggu selama sekurang-kurangnya 3 bulan.
Perhatian yang berlebihan terhadap bentuk dan berat badan.
Terapi

Untuk mengurangi dan mengeliminasi perilaku makan/muntah,


individu tersebut perlu menjalani kaunseling gizi dan psikoterapi,
terutama terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy (CBT))
atau diberi pengobatan seperti antidepresan seperti fluoksetin, yang
merupakan satu-satunya obat yang dibenarkan oleh Food and Drug
Administration untuk mengobati BN
Binge Eating Disorder

Keadaan mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak dan


tidak dapat dikontrol oleh individu itu sendiri.
Karakteristik : mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak yang
terus berulang namun tidak disertai dengan pemuntahan (menyerupai
bulimia nervosa) dengan frekuensi binge eating pada rata-rata 2 kali
seminggu. Setelah makan dalam jumlah besar biasanya penderita
merasa bersalah dan malu dengan perilakunya
Kriteria Binge Eating
1. Episode Binge eating yang berulang. Episode binge eating memiliki
dua karakteristik :
Makanan dengan periode waktu yang tetap (ex. 2 jam) dengan
porsi sangat banyak melebihi porsi kebanyakan orang dalam
waktu dan situasi yang sama.
Adanya perasaan tidak dapat mengontrol nafsu makan selama
episode tersebut berlangsung
2. Episode binge eating dicirikan sbb:
Makan lebih cepat dari biasanya
Makan sampai merasa tidak nyaman
Makan dalam porsi yang sangat besar ketika tidak merasa lapar
Lanjutan....
Makan seorang diri karena malu dengan porsi makannya
Merasa jijik dengan diri sendiri, depresi atau merasa bersalah
setelah makan dalam jumlah besar
3. Merasa sangat kecewa karena tidak dapat mengendalikan nafsu
makan atau ketika mengalami kenaikan BB
4. Binge eating rata-rata berlangsung selama sekurang-kurangnya dua
hari seminggu dalam waktu enam bulan
5. Tidak adanya perilaku kompensasi (ex. Muntah, puasa, olahraga
yang berlebihan) dan tidak terjadi secara eksklusif selama riwayat
anorexia nervosa atau bulimia nervosa
Dampak

Obesitas karena pola makan yang tidak terkontrol, namun bukan


merupakan dampak yang sudah pasti akan terjadi karena obesitas dan
binge eating tidak selalu memiliki hubungan.
Selain itu obesitas akan dapat emmicu komplikasi penyakit lain :
hipertensi, PJK, DM dan penyakit degeneratif lainnya.
Terapi BED

Terapi berbasis bukti yang efektif dan tersedia untuk BED ,


meliputi terapi kognitif perilaku (CBT), terapi interpersonal
(IPT), terapi perilaku dialektis (DBT), dan farmakoterapi.
Semua perawatan harus dievaluasi dalam matriks risiko,
manfaat, dan alternatif.
Eating Disorder Not Otherwise Specified (EDNOS)

Jenis penyimpangan perilaku makan yang lebih ringan dari Anorexia


Nervosa (AN) dan Bulimia Nervosa (BN)
Memiliki gejala yang hampir sama dengan penderita AN dan BN
namun tidak seluruhnya serupa
Karakteristik
Melakukan kompensasi setelah memakan sedikit makanan (ex.
Tidak melakukan binge eating (amakan dalam jumlah besar)
namun melakukan pemuntahan. Hal ini biasa dilakukan pada
individu dengan BB yang normal
Mengunyah dan menikmati rasa makanan dalam jumlah besar
namun tidak menelannya.
Dampak

Dapat berlanjut kearah perilaku makan menyimpang yang


lebih parah yaitu AN dan BN jika tidak ditangani dengan baik,
selain itu dapat mengakibatkan ketergantungan terhadap
alkohol, obat-obatan dan depresi bahkan bunuh diri