You are on page 1of 4

ROCKY SATRIO BAGUS

201410160311463
ANALISIS AKTIVITAS PENDANAAN PT. LIPPO CIKARANG .Tbk

A. HUTANG

Total liabilitas
Perseroan mencatat penurunan jumlah Liabilias sebesar 23% dari Rp 1,84
triliun (di tahun 2015) menjadi Rp 1,41 triliun (di tahun 2015) menjadi Rp 1,41 triliun
(di tahun 2016). Penurunan liabilitas terutama berasal dari penurunan uang muka
pelanggan sebesar 27%

Liabilitas Jangka Pendek


Liabilitas Jangka Pendek turun sebesar 19% dari Rp1,14 triliun menjadi Rp922
miliar terutama dikarenakan Uang Muka Pelanggan dan Utang Usaha Pihak Ketiga.
o Utang bank
Per 31 Maret 2016, Perseroan telah melunasi dengan penuh fasilitas
pinjaman dari Bank ICBC Indonesia sebesar Rp30 miliar. Utang ini digunakan
sebagai modal kerja. Pelunasan utang ini membuat beban Perseroan menjadi
berkurang.
o Utang Usaha
Utang Usaha kepada pihak ketiga menurun sebesar 58% dari Rp70
miliar menjadi Rp30 miliar.
o beban akrual
Beban Akrual meningkat sebesar 61% dari Rp85 miliar menjadi Rp138
miliar terutama dikarenakan mulai pembangunan Apartemen Irvine
Westwood, Pasadena & Burbank

Liabilitas Jangka Panjang


Liabilitas Jangka Panjang turun 30% dari Rp702 miliar menjadi Rp488 miliar, terutama
dari akun Uang Muka Pelanggan.
o Uang Muka Pelanggan
Uang Muka merupakan penerimaan uang muka pelanggan dari pihak
ketiga sehubungan dengan penjualan rumah hunian, kavling dan apartemen.
Akun ini menurun 32% dari Rp658,74 miliar di tahun 2015 menjadi Rp448,56
miliar di tahun 2016. Penurunan sejalan dengan pengakuan pendapatan
Apartemen Orange County.

o Utang Pihak berelasi


Akun Utang Pihak Berelasi, yang utamanya terdiri dari utang kepada PT
Lippo Karawaci Tbk, menurun sebesar 39% dari Rp16,04 miliar menjadi Rp9
miliar sebagai saldo yang harus dibayar dan telah dilunasi.

B. EKUITAS

Ekuitas Perseroan komponennya terdiri dari Modal Saham, Tambahan Modal Disetor,
Saldo Laba, dan Penghasilan Komprehensif Lain. Total ekuitas meningkat sebesar 17%
dari Rp3,63 triliun menjadi Rp4,24 triliun. Peningkatan ini terutama bersumber dari
pos Saldo Laba yang berkontribusi sebesar 88% terhadap Jumlah Ekuitas.
o Modal saham

Pada tahun 2016, Perseroan tidak melakukan investasi baik dalam bentuk
modal saham maupun tambahan modal disetor pada anak-anak perusahaan.
Investasi yang dilakukan oleh perusahaan merupakan pembelian aset tetap
untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan.
o Tambahan modal disetor

Berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) tanggal 10 Oktober


2016, Perusahaan mendeklarasikan aset persediaan sebesar Rp2.000.000.000
dan dicatat pada akun aset pengampunan pajak dan tambahan modal disetor
Perusahaan.
C. OFF BALANCE SHEET
Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Berdasarkan Akta Berita
Acara Rapat Pemegang Saham Tahunan No. 1579 tanggal 23 Maret 2016 dan Akta No.
230 tanggal 19 Mei 2015 yang keduanya dibuat dihadapan dari Lucy Octavia Siregar,
SH, Sp.N, notaris di Kabupaten Bekasi para pemegang saham menyetujui penggunaan
laba bersih tahun 2015 dan 2014 untuk memperkuat struktur modal, sehingga untuk
tahun-tahun buku tersebut, Perusahaan tidak membagikan dividen kepada para
pemegang saham dan penyisihan tambahan dana cadangan masing-masing
Rp200.000.000 dari saldo laba masing-masing tahun.

D. SEWA

Untuk meningkatkan kinerja Divisi Komersial menggunakan strategi sewa lahan dan
terus menjaga kualitas pelayanan seperti menciptakan lingkungan bisnis yang
kondusif. Selain itu, memperluas area komersial dari 746 hektare (ha) menjadi 904 ha.