You are on page 1of 2

Abstrak

Dalam penelitian ini, analisis sel epitel dari berbagai sumber telah dilakukan, mulai dari
jaringan kelenjar susu melalui kultur primer dan jalan aliran mereka berikutnya. Tujuan
penelitian ini adalah analisis tahap komparatif di mana sel epitel diperoleh dari individu dalam
siklus laktasi yang berbeda dan fase pertumbuhan kultur sel yang berbeda adalah yang paling
sesuai untuk penelitian morfologi dan analisis ekspresi aktivitas gen. Kultur primer sel epitel
kelenjar mammae sapi dan bagian yang diidentifikasi secara morfologis menggunakan metode
imunokokoksin. Setelah identifikasi positif, PCR real-time dilakukan untuk menganalisis
ekspresi gen, tingkat gen kasein, gen protein whey, dan butyrophilin. Referensi gen yang paling
stabil dalam PCR real-time untuk jaringan kelenjar susu dan kultur sel juga ditentukan. Dari
gen referensi, gen UXT dan GAPDH muncul menjadi yang paling stabil untuk sampel jaringan
kelenjar susu dan kultur sel epitel. Didapatkan hasil berupa sampel kelenjar susu yang dikoleksi
dari heifers merupakan bahan yang paling efektif untuk inisiasi kultur primer. Kultur primer
terbentuk karakteristik untuk struktur kubah (lengkungan) jaringan kelenjar susu, gambar yang
diperoleh dengan menggunakan mikroskop confocal. Terdapat tingkat ekspresi gen tertinggi
yaitu CSN1S1, CSN1S2, CSN2, dan gen CSN3 terdeteksi pada kultur primer. Tingkat ekspresi
protein whey tertinggi dibagian kedua meliputi (LALBA dan BGL). Ekspresi gen yang paling
melimpah yaitu pada BTN1A1 diamati pada kultur primer dan dsimpulkan bahwa kultur sel
primer dari bagian kedua berasal dari individu heifer menjadi bahan terbaik untuk analisis
fungsi kelenjar susu dan aktivitas ekspresi gen.

Kata kunci : kultur sel apitel sapi. Kelenjar susu. Ekspresi gen. Gen kasein. Gen protein whey.
Gen Butyrophilin
PENGANTAR
Struktur, fungsi, dan perkembangan kelenjar mammae telah terjadi dan dipelajari secara
ekstensif selama lebih dari empat dekade. Bersama dengan pengembangan alat analisis dan
teknik penelitian baru (Transcriptomics, proteomics, analisis metabolomik), mekanisme
molekuler laktasi, involusi, laktogenesis, dan laktopoesis dapat dianalisis dengan lebih akurat
(Loor dan Cohick 2009).
Ekspresi gen protein susu dalam sel epitel tergantung pada berbagai faktor.
Mendapatkan pengetahuan secara relevan tentang penelitian ini disebabkan oleh studi yang
dipusatkan pada bagian fisiologi kelenjar susu memiliki implikasi penting dalam sektor
pertanian dan industri makanan. Investigasi Biologi mengenai kelenjar susu sapi betina sangat
penting tidak hanya untuk produksi susu tetapi juga untuk studi karsinogenesis (Povey Dan
Osborne 1969; Kozowski dan Motyl 2007).
Selain itu, penelitian ini juga memberikan teori dan metode dasar untuk studi penelitian
mengenai kelenjar susu sebagai Bioreaktor universal transgenik. Peran studi pada kelenjar
mammae adalah untuk mendapatkan pengetahuan tentang biologi sel, reproduksi Biologi, dan
histologi (Kozowski dan Motyl 2007; Jedrzejczak 2010b; Jedrzejczak 2010a). Saat melakukan
percobaan in vitro pada fungsi kelenjar susu, peran kunci dimainkan oleh pilihan yang tepat
dari model penelitian. Sebuah pendekatan populer adalah pemilihan jalur sel yang telah mampu
dijadikan sebagai bahan penelitian yang mudah digunakan.
Dalam penelitian ini, analisis bahan jaringan dari kelenjar susu, kultur primer, aliran berikutnya
dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah analisis tahap komparatif sel epitel diperoleh dari
individu dalam siklus laktasi yang berbeda untuk analisis ekspresi morfologi dan gen. Hasilnya
didapat bisa bermanfaat dalam banyak penelitian yang berkaitan dengan struktur dan fungsi
kelenjar susu sapi betina.