You are on page 1of 12

MAKALAH SENI BUDAYA

SENI LUKIS ABSTRAKISME

DISUSUN

NAMA KELOMPOK :
1. SANTI
2. GUSTIO MAHENDRA
3. DELI
4. WIJAYA
5. SUSILAWATI
6. LIYA
7. ERVAN
KELAS : XII IPA2

SMA BORNEO BENGKAYANG


TAHUN AJARAN 2017 / 2018
KATA PENGANTAR

Segala puji kepada Tuhan Yang Maha Esa senantiasa kami panjatkan karena atas
berkah dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas karya tulis apresiasi terhadap salah
satu aliran seni lukis yang saya beri judul Aliran Abstrakisme.
Makalah ini berisikan paparan dan tanggapan tentang berbagai masalah yang
berkenaan dengan aliran seni lukis Abstrakisme yang sangat berguna khususnya bagi siswa
dalam rangka menilai, menghargai, memahami kandungan estetis yang terdapat dalam karya
seni lukis karya-karya orang lain umumnya bagi masyarakat pembaca.
Uraian dalalm makalah ini dibuat dalam bentuk teks dan ringkasan sederhana dengan tujuan
agar siswa mempelajari dan membacanya secara mudah, dengan demikian siswa seharusnya
mengerjakan tugas-tugas tiap mata pelajaran dengan sebaik-baiknya.
Akhirnya kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah yang kami buat belumlah
sempurna seperti yang diharapkan oleh karena dengan segala kerendahan hati kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari rekan-rekan demi keberhasilan
penyusun karya tulis berikutnya lebih baik dan sempurna.

Bengkayang, Agustus 2017

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i


DAFTAR ISI.......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Aliran Abstrakisme ....................................................................................... 2
2.2 Sejarah Aliran Abstrakisme ............................................................................................ 3
2.3 Tokoh-tokoh Aliran Abstrakisme ................................................................................... 4
2.4 Contoh-contoh Lukisan Abstrakisme ............................................................................. 5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................................... 7
3.2 Saran ............................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

SENI ABSTRAK adalah seni rupa (lukis, pahat, gambar, grafis) yang tidak
menggambarkan wujud- wujud realitas yang ada di dunia. Seni abstrak mengolah bahan yang
ada menjadi suatu karya estetik, tanpa tujuan membentuk sesuatu, dan tidak mewakili bentuk
apa pun. Seni ini sangat terkenal pada abad ke-20, setelah muncul seni lukis abstrak-
ekspresionisme yang dipelopori oleh Kandinsky.
Perintis seni ini adalah Cezanne, Seurat serta Gauguin, yang hidup pada akhir abad ke-19.
Mereka mengatakan bahwa unsur seni garis, warna, dan komposisidapat melahirkan
karya seni yang dapat dinikmati. Dengan unsur seni tersebut, seniman menyampaikan
emosinya dan berkomunikasi dengan pemirsa karyanya. Perintis lainnya adalah Malevich
dari Rusia dan tokoh mazhab New York Jackson Pollock, Willem de Kooning dan Marc
Tobeydari Amerika.
Lalu muncul pertunjukan-pertunjukan melukis di depan khalayak Ahran lukisan abstrak
tersebut disebut ekspresionisme abstrak. Aliran abstrak Mondriaan dan Van Doesburg yang
tergabung dalam De Stijl pada tahun 1917 di Belanda, melahirkan karya matematis yang
tersusun dan bidang kotak-kotak. Aliran ini terlihat pada pelukis Muchtar Apin. Sejak tahun
1970, banyaklah pengikut seni abstrak. Penganut seni ini yang terkenal adalah Achmad
Sadali dan A.D. Pirous.

1.2 Rumusan Masalah


1. Sejarah, periode dan latar belakang aliran Abstrakisme
2. Karakteristik dan ciri ciri aliran Abstrakisme
3. Media dan teknik lukis yang digunakan
4. Tokoh dan contoh hasil lukisan

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui Sejarah, periode dan latar belakang aliran Abstrakisme
2. Untuk mengetahui Karakteristik dan ciri ciri aliran Abstrakisme
3. Untuk mengetahui Media dan teknik lukis yang digunakan
4. Untuk mengetahui tokoh dan contoh hasil lukisan

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sejarah, periode dan latar belakang aliran Abstrakisme

Uraian dan Sejarah. Secara lebih rinci kemunculan seni abstrak pada abad ke-20 dapat
dipelajari lewat apa yang dilakukan oleh Wassily Kandinsky, seorang kelahiran Rusia yang
memperdalam seni lukisnya di Eropa Barat. Ia hidup antara tahun 1866-1944.

Pada tahun 1910, lewat sebuah pamerannya, Kandinsky menampilkan bentuk-bentuk


yang sama sekali non-figuratif (tidak mempunyai bentuk yang dapat diartikan); yang terlihat
di kanvasnya hanyalah susunan warna harmonis yang meliuk-liuk berirama. Bersamaan
dengan itu, Kandinsky menulis suatu teori yang berjudul Concerning the spiritual in art.
Teori mengenai seni abstrak ini diedarkan dalam pameran, kemudian terbit sebagai buku dua
tahun kemudian. Buku ini menjadi pegangan penganut seni abstrak pada kurun waktu
berikutnya.

Dalam buku itu ia menulis, Suatu hasil seni terdiri atas dua unsur, yakni unsur dalam dan
unsur luar. Unsur dalam ialah emosi dalam jiwa seorang seniman. Emosi ini mempunyai
kemampuan untuk membangunkan emosi serupa dalam diri pemirsa. Unsur dalam, atau
emosi itu, harus ada dalam suatu hasil seni. Tanpa unsur tersebut, hasil seni itu tentulah
sebuah kepalsuan, sebab unsur dalam justru menentukan bentuk hasil seni. Selanjutnya
Kandinsky juga mengatakan bahwa warna dan bentuk merupakan materi yang dapat
mengekspresikan emosi. Ini tidak ubahnya seperti nada-nada musik yang dapat langsung
mengusik hati.

Dalam penutup bukunya, Kandinsky mengutarakan adanya tiga sumber inspirasi bagi
lahirnya seni abstrak, atau seni non-figuratif, atau seni non-objektif itu. Yang pertama ialah
impresi, yaitu kesan langsung dari segala sesuatu yang ada di luar seniman, manusia, alam
semesta, atau benda, dan sebagainya. Kedua, improvisasi, yaitu ekspresi yang spontan dan
tidak disadari munculnya. Di sini inspirasi muncul dalam diri seseorang dan sifatnya spiritual.
Sumber ketiga, komposisi, yaitu ekspresi perasaan yang terbentuk secara sadar, walaupun
tetap dalam kadar tidak rasional. Ekspresi secara perlahan tersusun dalam harmoni, sehingga
terbentuk komposisi yang enak dilihat.

Karena teorinya itu, Kandinsky menjadi terkena dalam sejarah sebagai perintis
ekspresionisme abstrak aliran seni yang paling banyak pengikutnya di abac ke-20. Dan aliran
ini semakin dibesarkan oleh pelukis Amerika, Jackson Pollock.

Teori-teori Kandinsky menjadi dasar seniman seniman abstrak yang berasal dari akademi
seni Pelukis Nashar, dibuat dari cat akrilik di atas kanvas, terlihat berawal dari impresi,
terutama impresi alam, yang digubah secara improvisasi. Karya-karyanya menampilkan
sebuah komposisi garis dan warna unik dengan warna warni terang benderang.

Selain Nashar, pelukis Indonesia lain yang abstrak ekspresionistik ialah Amri Yahya.
Pelukis ini mula-mula juga mengekspresikan impresi alam yang dilihatnya dalam bentuk
tarikan-tarikan garis spontan dan lincah. Di kanvasnya terkesan gambar-gambar rumput di

2
atas dataran basah seperti air. Karya-karya abstrak ekspresionistik Amri Yahya tidak hanya
diwujudkan dalam medium cat minyak di atas kanvas, tetapi juga dalam batik.

Lukisan-lukisan Bagong Kussudiardjo sebagian juga menampakkan pengaruh tersebut.


Biasanya ia mengambil impresi dari figur-figur penari, dengan gerak garis dan pulasan kuas
yang lancar dan spontan.

Sementara itu, aliran seni abstrak lain juga bermunculan, walaupun gemanya tidak
sebesar ekspre-sionisme abstrak. Kasimir Malevich, rekan Kandinsky, yang juga lahir di
Rusia (1878-1935), bertolak dari teori-teori Kandinsky, lalu menggubah gaya abstrak lain.
Gaya abstraknya ia sebut suprematisme. Aliran ini lahir di Moskwa pada tahun 1913. Teori
mengenai seni ini baru muncul pada tahun 1927, dan diterbitkan oleh Bauhaus. Di situ tertulis
pernyataan Malevich, bahwa suprematisme adalah supremasi dari perasaan murni di dalam
seni. Supremasi itu berbentuk garis-garis serta bidang geometrik yang sangat sederhana.
Maka muncullah, misalnya, lukisan bujur sangkar hitam di atas bidang putih, atau bahkan
bidang persegi putih di atas kanvas putih.

Bagi penganut suprematisme, objek lukisan sungguh tidak perlu. Objek dianggap unsur
penjajah kemurnian di dalam seni, seperti halnya pikiran-pikiran sadar. Dalam seni ini,
perasaan adalah faktor yang paling menentukan.

Di Indonesia, bentuk seperti itu pernah dimunculkan oleh seniman Danarto di Taman
Ismail Marzuki. Pada kanvas putih, ia memamerkan bentuk-bentuk yang juga putih.
Walaupun konsepnya tidak persis sama dengan suprematisme, perwujudan karya seni
Danarto mengejar supremasi perasaan murni. Seni rupa Danarto ini mendapat tanggapan
positif dan luas. Selain aliran seni abstrak di atas ada juga yang disebut neoplastisisme,
(majalah yang menyiarkan ide-idenya). Aliran bstrak jenis ini dipelopori oleh Piet Mondriaan
1872-1944), yang pada mulanya adalah seorang pelukis pemandangan. Ia bekerja sama
dengan Theo van oesburg serta Bart van der Leck. Dalam aliran ini uga bercokol para
pematung, arsitek, dan lain-lain, mumnya dari Belanda.

Pernyataan neoplastisisme ialah bahwa:

(1) semua ukisan itu terdiri atas garis dan warna. Karena itu, aris dan warna, yang merupakan
esensi dari semuanya, harus dibebaskan dari peniruan alam. Garis dan arna harus berdiri
sebagai garis dan warna itu sendiri;

(2) lukisan itu menempati bidang datar, oleh arenanya, bidang datar harus dihormati, tidak
boleh ikalahkan oleh gambaran ruang. Lukisan harus sejajar bidang tempat beradanya;

(3) pelukis harus berusaha mengejar keuniversalan bentuk. Bentuk itu semakin sederhana,
semakin universal. Karena itu, bentuk persegi empat adalah bentuk yang paling tepat untuk
neoplastisisme;

(4) warna murni, atau warna primer; kuning, merah, dan biru. Warna-warni itu diharapkan
berbicara sendiri. Bentuk lukisan neo-plastisisme ini mirip saputangan laki-laki, sangat
sederhana dan nyaris tidak memiliki emosi sama sekali. Di Indonesia pengikutnya hampir
tidak ada.

3
2.2.Karakteristik dan ciri ciri aliran Abstrakisme

Abstraksionisme merupakan aliran seni rupa yang berkembang bertujuan untuk


melepaskan diri dari sensasi-sensasi figuratif suatu objek. Aliran seni rupa ini sangat
menghindari peniruan objek secara mentah dan menggantu bentuk dan porsinya.
Ciri-ciri aliran seni rupa Abstraksionisme adalah memiliki dua aliran, yaitu
abstraksionisme geometri dan abstraksionisme nonfiguratif.
Abstraksionisme geometri berbentuk objek abstrak geometris murni.
Sedangkan abstraksionisme nonfiguratif berbentuk garis dan warna.
2.3.Media dan teknik lukis yang digunakan

Media Dan Bahan Umum Untuk Melukis :


1.Media Cat Minyak
Cat minyak diatas canvas, adalah bahan yang paling populer, dan biasa digunakan dalam
melukis, karena pemakaian yang mudah diaplikasikan serta hasil lukisanya bisa digunakan
dalam berbagai tehnik gaya lukisan, halus ataupun bertekstur.
Bahan melukis ini berbasis minyak, dan memiliki tingkatan kualitas mulai dari kualitas
normal hingga kualitas tinggi, dan dibedakan dengan harga.
Baik pelukis pemula atau pelukis handal, sering menggunakan bahan material cat minyak dan
canvas sebagai media pilihan untuk melukis.
Cat minyak untuk melukis tersedia dalam kemasan Tabung.

2.Media Cat Acrilyc


Cat Acrylic diatas canvas, bahan untuk melukis ini, memiliki tehnik dan aplikasi
penggunaanya hampir sama dengan cat minyak, hanya saja, perbedaanya untuk cat acrylic ini
berbasis air, dan penggunaan tehnik goresanya adalah goresan tebal, lebih sulit dari tehnik cat
minyak, karena cepat kering.
Untuk hasil kualitas tehnik lukisanya, cat minyak lebih unggul dari segi kehalusan khususnya
untuk lukisan gaya realist dan naturalist. Sedangkan untuk daya tahan/ keawetan catnya sama
dengan cat minyak.
Namun untuk lukisan cat acrylic ini, sensitif dengan sinar matahari langsung, yang
menyebabkan pudarnya warna.
Lukisan berbahan cat acrylic juga berpengaruh dalam harga, biasanya memiliki harga
dibawah lukisan cat minyak.

4
3.Media Cat Air
Cat Air diatas kertas , gaya dan teknik yang dipakai dalam lukisan cat air diatas kertas adalah
teknik transparan atau penggunaan warna yang tipis dan sapuan kuas berulang, efek dari
teknik cat air sangat unik dan khas, warna yang ditimbulkan adalah warna-warna indah.
Alat kuas yang digunakan untuk melukis dengan cat air, berbeda dengan kuas yang
digunakan untuk melukis dengan cat minyak. Kuas cat air memiliki bulu kuas lebih halus dan
lembut.
Lukisan cat air, memiliki perlakuan yang lebih khusus jika dibandingkan dengan lukisan cat
minyak, karena bahan dan cat untuk lukisan cat air lebih sensitif dengan cuaca dan
kelembapan. Biasanya lukisan cat air diframe dengan menggunakan kaca, dan ditempatkan
dalam posisi ruangan kering dan terlindung dari sinar Matahari langsung.
4.Media Pastel
Pastel di kertas, penggunaan bahan pastel untuk melukis, biasanya digunakan oleh pelukis
yang masih belajar atau pemula.
Sedangkan untuk pelukis handal, biasanya digunakan untuk lukisan langsung.
Setiap media dan bahan yang digunakan untuk melukis memiliki efek unik tersendiri dari
masing-masing bahan tersebut, begitu juga dengan lukisan pastel di kertas.
Pastel memiliki dua bahan dasar, yaitu pastel berbasis air dan pastel berbasis minyak, pastel
berbasis minyak memiliki kualitas yang lebih unggul untuk melukis, jika dibandingkan
dengan pastel berbasis air.

2.4. Tokoh dan contoh hasil lukisan

Gaya abstraksionisme adalah suatu bentuk yang sulit untuk dikenali. Bentuk dasar dari gaya
ini sudah meninggalkan bentuk aslinya. Gaya yang tergolong dalam gaya abstrak
adalah abstrak ekspresionis adalah memandang bahwa ekspresi jiwa tidak dapat
dihubungkan dengan objek apapun, aliran ini berpendapat bahwa melukis adalah memadukan
unsur-unsur gambar berupa garis, warna, bidang dan tekstur dan abstrak geometris, aliran ini
menonjolkan bidang yang diisi dengan warna dan dipilah dengan garis-garis tegas. Pelukis
yang beraliran ini adalah Wassily Kadinsky (tokoh abstrak ekspresionis), Piet Mondrian, Van
der Leek, Malevich (tokoh-tokoh abstrak geometris), Jackson Pollock, Fajar Sidik, But
Mochtar, Srihadi, Amry Yahya.

5
Lukisan abstrak

6
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Seni abstrak adalah salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan
obyek dalam dunia asli, tetapi menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-
representasional. Pada awal abad ke-20, istilah ini lebih digunakan untuk mendeskripsikan
seni seperi kubisme dan seni futuristik.

Aliran abstraksionisme adalah aliran yang berusaha melepaskan diri dari sensasi-
sensasi atau asosiasi figuratif suatu objek.

Karena tidak mengemukakan sesuatu yang kongkrit, lukisan abstrak terkesan sulit
dimengerti. Hanya orang-orang tertentu saja yang menyukai lukisan jenis ini. Kesannya,
lukisan abtrak menjadi karya seni kaum elit dan hanya dipahami kaum intelek saja. Padahal
sebenarnya tidak sulit memahami lukisan abstrak.

Louis Fichner dalam Understanding Art (1995) menyatakan, seni abstrak merupakan
penyederhanaan atau pendistorsian bentuk-bentuk, sehingga hanya berupa esensinya saja dari
bentuk alam atau objek yang diabstraksikan. Abstraksi, mengubah secara signifikan objek-
objek sehingga menjadi esensinya saja.

Pada lukisan abstrak, unsur-unsur visual disusun sedemikian rupa, sehingga


menyampaikan pesan atau kesan tertentu. Unsur-unsur visual ini sendiri memiliki karakter
dan makna-makna simbolik. Karakter dan makna simbolik unsur-unsur visual dapat
menyiratkan makna tertentu yang diinginkan pelukis.

Menikmati lukisan abstrak dapat dilakukan dengan cara melihat keharmonisan


susunan unsur-unsur visualnya. Unsur-unsur visual berupa komposisi, warna, garis, dan
tekstur lukisan menciptakan kesan dan pesan tertentu. Setiap orang berhak menafsirkan
lukisan abstrak sesuai dengan latar belakang pengalamannya. Karena lukisan adalah tanda
visual multi interpretasi.

Aliran Abstraksionis di bedakan menjadi dua yaitu, Abstrak kubistis yaitu abstrak
dalam bentuk geometrik murni seperti lingkaran kubus dan segi tiga dengan tokoh
alirarannya berasal dari Rusia yaitu Malivich [1913]. Abstrak Nonfiguratif yaitu abstrak
dalam arti seni lukis haruslah murni sebagai ugkapan perasaan, di mana garis mewakili garis
,warna mewakili warna dan sebagainya. Bentuk alami ditinggalkannya sama
sekali. Tokohnya adalah Wassily kadinsky, Naum Goba.

7
3.2 Saran
Demikian makalah yang dapat kami sajikan tentang Seni Rupa dan Keterampilan
yang cukup singkat, namun jika ingin lebih mengetahui tentang Seni Rupa dan Keterampilan
dapat mendalaminya dengan berbagai buku ataupun sumber yang berhubungan dengan Seni
Rupa dan Keterampilan.
Pendidikan seni rupa amatlah penting dalam suatu pembelajaran untuk
mengembangkan bakat dan kreativitas anak. Oleh karena itu pendidikan seni rupa perlu
ditananmkan pada anak sejak usia dini, agar bakat yang dimiliki anak dapat dikembangkan
sesuai dengan minat dan kreativitas yang dimiliki anak.

8
DAFTAR PUSTAKA

http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-arti-seni-abstrak/
http://sahabatnesia.com/macam-aliran-dalam-seni-rupa/
https://wisnujadmika.wordpress.com/tag/aliran-seni-rupa/