You are on page 1of 6

TUGAS PERBANDINGAN SISTEM ASURANSI KESEHATAN DI

NEGARA LAIN DENGAN DI INDONESIA

disusun oleh

Ajeng Hadi Harvani S.Ked

16420002

Dosen

Trio.SKM

PASCA SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MALAHAYATI

BANDAR LAMPUNG

TAHUN 2017
Jepang Indonesia
Prosedur pembayaran Di Jepang sistem pembayaran Di Indonesia cara rumah sakit
atau klaim rumah sakit kepada mengajukan klaim pada
penyelenggara asuransi pemerintah yaitu dengan
kesehatan nasional yaitu sebuah aplikasi INA-CBG
dengan cara rumah sakit akan (Indonesia Case Base Groups)
menagih kepada pemerintah, dengan sistem pembayaran
dari setiap pasiennya untuk paket berdasarkan penyakit
usia produktif akan ditagihkan yang diderita pasien atau
70% dari biaya total dan untuk dengan berdasarkan diagnosis-
orang tua 90% dari biaya total diagnosis yang relatif sama.
dan sisanya ditanggung oleh Sistem ini dikembangkan dari
pasien. Sistem Case-mix yaitu sistem
pembiayaan pelayanan
kesehatan yang berhubungan
dengan mutu, pemerataan dan
keterjangkauan, yang meru-
pakan unsur-unsur dalam
mekanisme pembayaran biaya
pelayanan kesehatan untuk
pasien yang berbasis kasus
campuran
Cost Sharing 1.Employer-Based Di Indonesia tidak ada cost
Insurance (Shakai Kenkou sharing dikarenakan BPJS tidak
Hoken) : Pengecualian menanggung pembiayaan naik
diberikan kepada pekerja
kelas namun apabila peserta
untuk layanan kesehatan yang
mencapai cost sharing yang ingin fasilitas kamar yang lebih
melebihi 64.000 yen (34.500 baik peserta bisa memilih kelas
yen bagi yang berpendapatan lainnya yang lebih tinggi atau
rendah) perbulan, maka ke sesuai dengan keinginan,
seluruhan biaya ditanggung namun selisih biaya yang
asuransi. timbul ditanggung 100% oleh
2.National Health Insurance
peserta BPJS bersangkutan.
(Kokumin Kenkou Hoken) :
jenis asuransi ini mendapatkan
70% benefit dan harus
membayarkan 30% sebagai
cost sharing , dan ada
kemungkinn tambahan untuk
biaya obat -obatan,karena
tidak seluruh jenis obat di
tanggung oleh asuransi ini.
3. National Health Insurance
For Elderly : cost sharing
dari peserta ditiadakan
Badan Penyelenggara 1.Employer Health Badan Penyelenggara
Insurance (EHI) atau Jaminan Sosial
Kenkou Hoken:Asuransi ini
diperuntukkan bagi seorang
karyawan tetap di suatu
perusahaan.
2.National Health Insurance
(NHI) atau Kokumin
Kenkou Hoken :Asuransi ini
diwajibkan bagi masyarakat
yang tidak tercakup bagi
asuransi pekerja
3. National Health Insurance
For Elderly : Keanggotaan
bagi asuransi ini
diperuntukkan bagi penduduk
dengan usia mencapai 70
tahun atau bagi pendudk dari
usia 65-69 tahun yang
memilki cacat pemanen
(disability)
Premi 1.Employer Health 1. Bagi peserta Penerima
Insurance (EHI) atau Bantun Iuran (PBI)
Kenkou Hoken: Sistem Jaminan Kesehatan iuran
pembiayaan pada jenis dibayar oleh Pemerintah.
asuransi ini berasal dari dua
2. Iuran bagi Peserta Pekerja
belah pihak, yaitu pekerja dan
Penerima Upah yang
pemberi kerja, yang secara
bekerja pada Lembaga
umum kontribusi pada seluruh
Pemerintahan terdiri dari
jenis asuransi Employer-
Pegawai Negeri Sipil,
Based Insurance adalah
anggota TNI, anggota
sebesar 8,5% dari pendapatan
Polri, pejabat negara,
peserta yang dibagi rata antara
dan pegawai pemerintah
pekerja dan pemberi kerja. Hal
non pegawai negeri
ini juga berlaku bagi para
sebesar 5% (lima persen)
pekerja part time yang
dari Gaji atau Upah per
memiliki baik hari atau jam
bulan dengan ketentuan :
kerja sebanyak kali dari hari
3% (tiga persen) dibayar
atau jem kerja para pekerja
oleh pemberi kerja dan
penuh
2% (dua persen) dibayar
2. National Health Insurance
oleh peserta.
(NHI) atau Kokumin
Kenkou Hoken : 4% dari gaji 3. Iuran bagi Peserta Pekerja
peserta dengan setiap rumah Penerima Upah yang
tangga rata-rata memberikan bekerja di BUMN,
kontribusi sebesar 158,6 ribu BUMD dan Swasta
yen pertahun sebesar 5% ( lima
3. National Health Insurance persen) dari Gaji atau
For Elderly : penjaminan Upah per bulan dengan
70% dijamin oleh dana yang ketentuan : 4% (empat
dikumpulkan dari kontribusi persen) dibayar oleh
peserta serta asuransi jenis Pemberi Kerja dan 1%
lain, 20% ditanggung oleh (satu persen) dibayar
pemerintah pusat dan 10% oleh Peserta.
ditanggung oleh pemerintah 4. Iuran untuk keluarga
lokal. tambahan Pekerja
Penerima Upah yang
terdiri dari anak ke 4 dan
seterusnya, ayah, ibu dan
mertua, besaran iuran
sebesar sebesar 1% (satu
persen) dari dari gaji
atau upah per orang per
bulan, dibayar oleh
pekerja penerima upah.
5. Iuran bagi kerabat lain dari
pekerja penerima upah
(seperti saudara
kandung/ipar, asisten
rumah tangga, dll);
peserta pekerja bukan
penerima upah serta
iuran peserta bukan
pekerja adalah sebesar
yang telah ditetapkan
pemerintah.
a) Iuran BPJS Kelas 1 :
Rp. 80.000,- Peserta
mendapatkan fasilitas
kesehatan rawat inap
setara kelas 1 dengan
jumlah pasien per
kamar 2-4 orang.
b) Iuran BPJS Kelas 2 :
Rp. 51.000,- Peserta
mendapatkan fasilitas
kesehatan rawat inap
setara kelas 2 dengan
jumlah pasien per
kamar 3-5 orang.
c) Iuran BPJS Kelas 3 :
Rp. 30.000,-. Peserta
mendapatkan fasilitas
kesehatan rawat inap
setara kelas 3 dengan
jumlah pasien per
kamar 4-6 orang.
6. Iuran Jaminan Kesehatan
bagi Veteran, janda,
duda, atau anak yatim
piatu dari Veteran atau
Perintis Kemerdekaan,
iurannya ditetapkan
sebesar 5% (lima persen)
dari 45% (empat puluh
lima persen) gaji pokok
Pegawai Negeri Sipil
golongan ruang III/a
dengan masa kerja 14
(empat belas) tahun per
bulan, dibayar oleh
Pemerintah.
7. Pembayaran iuran paling
lambat tanggal 10
(sepuluh) setiap
bulan.Keterlambatan
pembayaran iuran
dikenakan apabila dalam
waktu 45 hari sejak
status kepesertaan
diaktifkan kembali,
peserta yang
bersangkutan
memperoleh pelayanan
kesehatan rawat inap,
maka dikenakan denda
sebesar 2,5% dari biaya
pelayanan kesehatan
untuk setiap bulan
tertunggak, dengan
ketentuan :
1. Jumlah bulan
tertunggak paling
banyak 12 (dua
belas) bulan.
2. Besar denda
paling tinggi
Rp.30.000.000,