You are on page 1of 2

Journal of Education and Practice www.iiste.

org ISSN 2222-1735 (Paper) ISSN 2222-288X (Online)


Vol.8, No.21, 2017

EFFECT OF SCIENTIFIC INQUIRY LEARNING MODEL USING


SCIENTIFIC CONCEPTS MAP AND ATTITUDES TO SKILLS PROCESS
SCIENCE STUDENTS

Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Ilmiah Dengan Menggunakan Konsep


Ilmiah Peta dan Sikap terhadap Proses Keterampilan Mahasiswa Ilmu
Pengetahuan

Variabel bebas : Model Pembelajaran Inkuiri

Isu dan Permasalahan

Keberhasilan ilmu mengajar tidak lepas dari kualitas guru sebagai guru
ilmu pengetahuan, tetapi fakta-fakta yang terlihat di lapangan pada pembelajaran
ilmu pengetahuan, pembelajaran masih berpusat pada guru, dimana siswa tampak
pasif tanpa melibatkan siswa untuk belajar mengembangkan keterampilan proses
sains. Kegiatan belajar ilmu tidak hanya menghitung atau menggunakan rumus,
tetapi belajar ilmu akan lebih bermakna jika pembelajaran dilakukan sesuai
dengan sifat ilmu pengetahuan.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada salah satu guru sains di
SMP Negeri 1 Batangtoru, mengatakan salah satu penyebab dari pada siswa
dalam pelajaran sains di SMP adalah pelajaran yang digunakan oleh guru. Model
pembelajaran yang guru cenderung menggunakan adalah pembelajaran
konvensional yang dilakukan oleh ceramah dan presentasi metode. Pengetahuan
tentang konsep-konsep fisika yang sisa bahan mengakuisisi selama penelitian
hanya secara teoritis, tidak praktis belum. Ini berarti bahwa teori-teori dan
eksperimen belum terintegrasi. Hal ini diperkuat dengan hasil observasi siswa
kelas VIII SMP Negeri 1 Batangtoru bahwa mereka jarang melakukan praktikum
dalam pembelajaran. Mahasiswa ini selalu pasif, hanya bertindak sebagai
pendengar sehingga sikap ilmiah mereka juga tidak muncul. Kegiatan mahasiswa
hanya terlihat dalam mengerjakan soal perhitungan saja. Hal ini membuat siswa
kurang termotivasi dan belajar kurang intensif ilmu pengetahuan. Ini adalah apa
yang membawa efek dari kurangnya siswa keterampilan proses sains dalam
pembelajaran sains.

Metodelogi

Metode Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental kuasi dengan


dua kelompok desain pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa
kelas VIII SMP Negeri 1 Batangtoru semester genap tahun akademik 2016/2017.
Sampel dalam penelitian ini diambil oleh kelas random, yaitu sebanyak 2 kelas.
Kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen diajarkan oleh model pembelajaran
penyelidikan ilmiah menggunakan peta konsep, kelas VIII 2 sebagai kelas
kontrol yang diajarkan oleh pembelajaran konvensional.

Hasil dan Pembahasan

penelitian ini bertujuan untuk; Menganalisis apakah keterampilan ilmu-


proses siswa diajarkan dalam model penyelidikan ilmiah menggunakan peta
konsep lebih baik dari pembelajaran konvensional. Menganalisis apakah
keterampilan ilmu-proses siswa dengan sikap ilmiah atas rata-rata lebih baik dari
siswa yang memiliki sikap ilmiah bawah rata-rata dan menganalisis apakah ada
interaksi antara model yang penyelidikan ilmiah menggunakan peta konsep
dengan sikap ilmiah terhadap keterampilan proses sains pada siswa. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: keterampilan proses sains siswa yang diajar oleh
model penyelidikan ilmiah dengan menggunakan peta konsep lebih baik dari
pembelajaran konvensional, keterampilan proses sains siswa dari siswa yang
memiliki sikap ilmiah atas rata-rata lebih baik dari siswa yang memiliki sikap
ilmiah underweight Dan ada interaksi antara model yang penyelidikan ilmiah
menggunakan peta konsep dengan sikap ilmiah terhadap keterampilan proses
sains pada siswa.