You are on page 1of 108

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 56 TAHUN 2014

TENTANG

KLASIFIKASI DAN PERIZINAN RUMAH SAKIT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah


sakit, perlu dilakukan penyempurnaan sistem
perizinan dan klasifikasi rumah sakit sebagaimana
diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 44 Tahun
2009 tentang Rumah Sakit;

b. bahwa Peraturan Menteri Kesehatan Nomor


147/Menkes/Per/I/2010 tentang Perizinan Rumah
Sakit dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
340/Menkes/Per/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah
Sakit belum mencakup semua jenis rumah sakit
Mengingat
c. bahwa:berdasarkan
1. Indonesia
Lembaran
melaksanakan
Undang-Undang
Pemerintahan
dimaksud
Nomor
sebagaimana
Sakit,
sebagaimana
Undang-Undang
Indonesia
12perlu
pertimbangan
Negara
pada
tentang
Tahun
Tahun
Tahun
diatur
ketentuan
telah
Daerah
menetapkan
Nomor
huruf
Nomor
2008
2004
Republik
Negara
2008
Klasifikasi
diubah
dalam
32
(Lembaran
a(Lembaran
Nomor
sebagaimana
44dan
Nomor
Tahun
Pasal
Republik
Tahun
Tahun
Indonesia
Peraturan
Undang-Undang
dengan
huruf
125,
59,
2009
24
2004
dan
Negara
2009
Negara
Tambahan
dan
Indonesia
bTambahan
Undang-Undang
Perizinan
tentang
tentang
serta
Nomor
Menteri
tentang
Pasal
Republik
Republik
2. Nomor
untuk
Undang-Undang
4437),
Lembaran
Rumah
28
Nomor
Kesehatan
Rumah
Rumah
44Sakit;
4844);
Sakit;
- 2 -

2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5063);

3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang


Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5072);

4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor


1144/Menkes/Per/ VIII/2010 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kemeterian Kesehatan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 585)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 35 Tahun 2013 (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 741);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG


KLASIFIKASI DAN PERIZINAN RUMAH SAKIT.
1. Rumah
menyelenggarakan
yang
2.
3.
utama
disiplin
menyediakan
padailmu,
Sakit
satugolongan
adalah
Umum
Khusus
bidang
pelayanan
Dalam
adalah
kesehatan
institusi
adalah
atau
umur,
Peraturan
kesehatan
rawat
rumah
satu
rumah
organ,
darurat.
lainnya.
pada
pelayanan
inap,
sakit
jenis
Menteri
sakit
semua
perorangan
jenis
rawat
yang
penyakit
yang
kesehatan
ini
bidang
penyakit
memberikan
jalan,
memberikan
yang
secara
tertentu
dandimaksud
yang
dan
atau
jenis
4.
KETENTUAN
paripurna
pelayanan
gawat
Izin
pelayanan
berdasarkan
kekhususan
penyakit.
dengan:
Mendirikan
Pasal
BAB
UMUMI 1
- 3 -

4. Izin Mendirikan Rumah Sakit, yang selanjutnya disebut Izin


Mendirikan adalah izin yang diberikan oleh pejabat yang berwenang
kepada instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah atau badan swasta
yang akan mendirikan bangunan atau mengubah fungsi bangunan
yang telah ada untuk menjadi rumah sakit setelah memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri ini.
5. Izin Operasional Rumah Sakit, yang selanjutnya disebut Izin
Operasional adalah izin yang diberikan oleh pejabat yang berwenang
sesuai kelas rumah sakit kepada penyelenggara/pengelola rumah sakit
untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan di rumah sakit setelah
memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan dalam Peraturan
Menteri ini.

6. Pemerintah Pusat, yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah


Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan
negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
7. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan
di bidang kesehatan.
8. Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati/Walikota, dan perangkat
Rumah
(1)
merupakan
tugas
(2)
meliputi
Rumah
Instansi
Sakit
pokok
Kepolisian,
Sakit
unit
daerah
dapat
dan
Pemerintah
pelaksana
yang
fungsinya
didirikan
sebagai
didirikan
Tentara
lainnya
teknis
di
unsur
Pemerintah
dan
bidang
Nasional
dan
Pemerintah
lembaga
diselenggarakan
dari
sebagaimana
penyelenggara
PENDIRIAN
diselenggarakan
kesehatan
instansi
Daerah,
Indonesia,
pemerintah
lainnya.
DANataupun
dimaksud
Pemerintah
atau
pemerintahan
PENYELENGGARAAN
oleh
kementerian
non
oleh
swasta.
Pemerintah,
pada
(3)
instansi
kementerian.
Pemerintah
yang
Unit
ayat
daerah.
atau
pelaksana
Pasal
BAB
(1) II32
- 4 -

(3) Unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus
diselenggarakan berdasarkan pengelolaan keuangan badan layanan
umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 4

Rumah Sakit yang didirikan dan diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah


harus merupakan unit pelaksana teknis daerah atau lembaga teknis
daerah diselenggarakan berdasarkan pengelolaan keuangan badan
layanan umum daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

Pasal 5

(1) Rumah Sakit yang didirikan oleh swasta harus berbentuk badan
hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak di bidang
perumahsakitan.

(2) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)


bagi Rumah Sakit publik yang diselenggarakan oleh badan hukum
yang bersifat nirlaba.

(3) Sifat nirlaba sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuktikan dengan
Berdasarkan
Rumah
permanen
kesehatan
Sakit
untuk
menetap,
perseorangan
bentuknya,
menetap
laporan
jangka
Rumah
merupakan
keuangan
waktu
Rumah
secara
Sakit
rawat
lama
Sakit
yang
rumah
paripurna
bergerak
untuk
inap,
telah
dibedakan
sakit
menyelenggarakan
rawat
dan
yang
diaudit
yang
Rumah
menjadi
menyediakan
jalan
didirikan
oleh
BENTUK
Sakit
dan
Rumah
akuntan
gawat
lapangan.
pelayanan
RUMAH
secara
pelayanan
Sakit
darurat.
publik.
SAKIT
Pasal
BABPasal
III
76 8
- 5 -

Pasal 8

(1) Rumah Sakit bergerak merupakan Rumah Sakit yang siap guna dan
bersifat sementara dalam jangka waktu tertentu dan dapat
dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain.

(1) Rumah Sakit bergerak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berbentuk bus, kapal laut, karavan, gerbong kereta api, atau
kontainer.

Pasal 9

(1) Rumah Sakit lapangan merupakan Rumah Sakit yang didirikan di


lokasi tertentu selama kondisi darurat dalam pelaksanaan kegiatan
tertentu yang berpotensi bencana atau selama masa tanggap darurat
bencana.

(2) Rumah Sakit lapangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berbentuk tenda di ruang terbuka, kontainer, atau bangunan
permanen yang difungsikan sementara sebagai Rumah Sakit.

Pasal 10
Ketentuan
Sakit
Berdasarkan
bergerak
mengenai
jenis
dan
dalam
Pasal
pelayanan
persyaratan
Rumah
Rumah
8 Sakit
danyang
Sakit
Pasal
dandiberikan,
lapangan
Umum
tata
9 diatur
dan
caraRumah
sebagaimana
Rumah
dengan
KLASIFIKASI
proses
Sakit
Sakit
Peraturan
perizinan
dimaksud
Khusus.
dikategorikan
RUMAH
Bagian
dalam
Menteri.
Pasal
Rumah
SAKIT
Umum
BAB
Pasal
Kesatu
V1112
- 6 -

Pasal 12

(1) Rumah Sakit Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11


diklasifikasikan menjadi:
a. Rumah Sakit Umum Kelas A;
b. Rumah Sakit Umum Kelas B;
c. Rumah Sakit Umum Kelas C; dan
d. Rumah Sakit Umum Kelas D.

(2) Rumah Sakit Umum Kelas D sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf d diklasifikasikan menjadi:
a. Rumah Sakit Umum Kelas D; dan
b. Rumah Sakit Umum Kelas D pratama.

(3) Rumah Sakit Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11


diklasifikasikan menjadi:
a. Rumah Sakit Khusus Kelas A;
b. Rumah Sakit Khusus Kelas B; dan
c. Rumah Sakit Khusus Kelas C.

Pasal 13

(1) Penetapan klasifikasi Rumah Sakit sebagaimana dimaksud dalam


(2)
(3)
lingkungan
a.
ayat
Peruntukan
Bangunan
Persyaratan
1)
(1)Bentuk
huruf
serta
dan
lokasi
denah
untuk
dPasal
tata
prasarana
persyaratan
harus
bangunan
b.
bangunan
mengantisipasi
dan
12memenuhi
Desain
ayat
intensitas
Rumah
keandalan
(1),
Rumah
dan
bangunan
a.
b.
c.
d.
Rumah
pada
persyaratan
Sakit
lingkungan
ayat
pelayanan;
sumber
peralatan;
bangunan
Sakit
peraturan
kerusakan
bangunan
ayat
Sakit.
sebagaimana
bangunan
(2)
Rumah
simetris
daya
(2)
dan
dan
tata
sebagaimana
sesuai
dan
meliputi
daerah
Sakit,
apabila
manusia;
ayat
prasarana.
dan
bangunan
dan
dimaksud
prasarana
ketentuan
(2)
(3)
setempat.
yang
terjadi
sederhana
: Masa
didasarkan
dimaksud
meliputi:
dan
pada
bangunan
gempa.pada:

- 7 -

2) Massa bangunan harus mempertimbangkan sirkulasi udara


dan pencahayaan.
3) Tata letak bangunan-bangunan(siteplan)
dan tata ruang
dalam bangunan harus mempertimbangkan zonasi
berdasarkan tingkat resiko penularan penyakit, zonasi
berdasarkan privasi, dan zonasi berdasarkan kedekatan
hubungan fungsi antar ruang pelayanan.
4) Tinggi rendah bangunan harus dibuat tetap menjaga
keserasian lingkungan dan peil banjir.
5) Aksesibilitas di luar dan di dalam bangunan harus
mempertimbangkan kemudahan bagi semua orang termasuk
penyandang cacat dan lansia.
6) Bangunan Rumah Sakit harus menyediakan area parkir
kendaraan dengan jumlah area yang proporsional disesuaikan
dengan peraturan daerah setempat.
7) Perancangan pemanfaatan tata ruang dalam bangunan harus
efektif sesuai dengan fungsi-fungsi pelayanan.
c. Pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

(4) Persyaratan keandalan bangunan dan prasarana Rumah Sakit


a.
b.
(5)
c.
sebagaimana
bangunan
Persyaratan
Persyaratan
dan
kenyamanan
bahaya
Ketentuan
sarana
kelistrikan,
menanggulangi
dimaksud
lebih
evakuasi
termal,
keselamatan
sistem
kenyamanan
lanjut
pada
ventilasi,
kenyamanan
yang
persyaratan
sebagaimana
ruang
bahaya
ayat
struktur
mengenai
aman
pengolahan
(2),
dengan
d.
gerak
pencahayaan,
bagi
kebakaran,
terhadap
dan
kebisingan.
penyandang
Persyaratan
bangunan,
instalasi
kriteria
ayat
dimaksud
dan
semua
,Peraturan
instalasi
limbah,
koridor,
(3)
hubungan
tingkat
orang
bahaya
bangunan
dan
pada
cacat
kemampuan
gas
instalasi
tanda
dan
Menteri.
bahan
ayat
tangga,
medik,
termasuk
getaran
ayat
antar
petir,
dan
bahan
arah
dan
(4)
bakar
(2) (signage)
lansia.
air,
instalasi
ruang,
ram,
prasarana
Bagian
bangunan.
diatur
dan
meliputi:
gas.
instalasi
lift,
Kedua
uap
toilet

- 8 -

Bagian Kedua
Rumah Sakit Umum

Paragraf 1
Rumah Sakit Umum Kelas A
Pasal 14

Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum Kelas A paling sedikit
meliputi:
a. pelayanan medik;
b. pelayanan kefarmasian;
c. pelayanan keperawatan dan kebidanan;
d. pelayanan penunjang klinik;
e. pelayanan penunjang nonklinik; dan
f. pelayanan rawat inap.

Pasal 15

(1) Pelayanan medik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a,


paling sedikit terdiri dari:
a. pelayanan gawat darurat;
(2)
(3)
(1)
(4)
ayat
a, harus
huruf
Pelayanan
(1) huruf
diselenggarakan
b, meliputi
gawat
medik
c, meliputi
darurat,
spesialis
pelayanan
klinik,
24f. b.
pelayanan
(dua pelayanan
sebagaimana
dasar,
penunjang,
c.
pelayanan
patologi
d.
e.
terus
bedah,
penyakit
pelayanan
puluh
pelayanan
dan
empat)medik
sebagaimana
anestesiologi,
menerus.
anatomi,
medik
dimaksud
dalam,
sebagaimana
obstetri
medik
medik
jam spesialis
spesialis
kesehatan
dimaksud
dan
spesialis
pada
sehari
spesialis dasar;
subspesialis;
(5)
dan
radiologi,
dimaksud
rehabilitasi
ayat
Pelayanan
ginekologi.
gigi
secara
pada
anak,
penunjang;
(1)
lain;
dan
pada
ayat
patologi
huruf
dan
medik
mulut.
medik.
- 9 -

(5) Pelayanan medik spesialis lain, sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf d, meliputi pelayanan mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf,
jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa,
paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan
kedokteran forensik.

(6) Pelayanan medik subspesialis, sebagaimana dimaksud pada ayat (1)


huruf e, meliputi pelayanan subspesialis di bidang spesialisasi
bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, obstetri dan ginekologi,
mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh
darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi,
bedah syaraf, bedah plastik, dan gigi mulut.

(7) Pelayanan medik spesialis gigi dan mulut, sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) huruf f, meliputi pelayanan bedah mulut,
konservasi/endodonsi, periodonti, orthodonti, prosthodonti,
pedodonsi, dan penyakit mulut.

Pasal 16

Pelayanan kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b


meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis
habis pakai, dan pelayanan farmasi klinik.
Pasal
dPelayanan
golongan
meliputi
14 umur
huruf
keperawatan
penunjang
pelayanan
dan
c meliputi
jenis
klinik
bank
danpenyakit,
kebidanan
asuhan
darah,
sebagaimana
serta perawatan
medik. keperawatan
asuhan
gizi,
sebagaimana
dimaksud
sterilisasi
kebidanan.
intensif
generalis
dimaksud
dalam
untuk
instrumen
Pasal
dandalam
semua
spesialis
14Pasal
dan
huruf
Pasal
rekam
1719
18
- 10 -

Pasal 19

Pelayanan penunjang nonklinik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14


huruf e meliputi
, jasa
pelayanan laundry
boga/dapur, linen
teknik /dan
pemeliharaan fasilitas, pengelolaan limbah, gudang, ambulans, sistem
informasi dan komunikasi, pemulasaraan jenazah, sistem
penanggulangan kebakaran, pengelolaan gas medik, dan pengelolaan air
bersih.

Pasal 20

Pelayanan rawat inap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf f


harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:
a. jumlah tempat tidur perawatan Kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh
persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik
Pemerintah;
b. jumlah tempat tidur perawatan Kelas III paling sedikit 20% (dua puluh
persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik swasta;
c. jumlah tempat tidur perawatan intensif sebanyak 5% (lima persen)
dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik Pemerintah dan
Rumah Sakit milik swasta.

(2)
d.
e.
c. (1)
36a.
Tenaga
b.
(tiga)
(enam)
Sumber
18
4 (empat)
(delapan
medis
dokter
dayasebagaimana
dokter
manusia
belas)
spesialis
gigi
dokter
Rumah
dimaksud
untuk
umum
a.
b.
c.
d.
e.
sedikit
Sakit
umum
untuk
tenaga
setiap
spesialis
untuk
pada
Umum
terdiri
pelayanan
medis;
kefarmasian;
keperawatan;
kesehatan
nonkesehatan.
jenis
ayat
kelas
pelayanan
dasar;
penunjang;
lain;
atas:
(1)
pelayanan
Amedik
terdiri
lain;
huruf
medik
gigi
a atas:
medik
dasar;
paling
mulut;
Pasal
f. 2 21
(dua)
- 11 -

f. 2 (dua) dokter subspesialis untuk setiap jenis pelayanan medik


subspesialis; dan
g. 1 (satu) dokter gigi spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik
spesialis gigi mulut.

(3) Tenaga kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b


paling sedikit terdiri atas:
a. 1 (satu) apoteker sebagai kepala instalasi farmasi Rumah Sakit;
b. 5 (lima) apoteker yang bertugas di rawat jalan yang dibantu oleh
paling sedikit 10 (sepuluh) tenaga teknis kefarmasian;
c. 5 (lima) apoteker di rawat inap yang dibantu oleh paling sedikit 10
(sepuluh) tenaga teknis kefarmasian;
d. 1 (satu) apoteker di instalasi gawat darurat yang dibantu oleh
minimal 2 (dua) tenaga teknis kefarmasian;
e. 1 (satu) apoteker di ruang ICU yang dibantu oleh paling sedikit 2
(dua) tenaga teknis kefarmasian;
f. 1 (satu) apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi
yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmasi klinik di
rawat inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis
kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja
pelayanan kefarmasian Rumah Sakit; dan
g.
(1)
dalam
(2)
dimaksud
jumlahnya
1merangkap
atau
Jumlah
Kualifikasi
(satu)
Pasal
rawat
pada
kebutuhan
apoteker
21
disesuaikan
melakukan
ayat
jalan
ayat
dan (1)
(1)
kompetensi
dan
sebagai
tenaga
pelayanan
disesuaikan
huruf
dengan
dibantu
keperawatan
koordinator
ctenaga
beban
pada
Rumah
sama
oleh
farmasi
kefarmasian
dengan
instalasi
dengan
kerja
tenaga
Sakit.
keperawatan
sebagaimana
produksi
klinik
kebutuhan
pelayanan
jumlah
teknis
rawat
Rumah
disebagaimana
yang
tempat
rawat
kefarmasian
dimaksud
pelayanan
inap.
Sakit.
dapat
inap
tidur
Pasal
Pasal
yang2223
- 12 -

Pasal 23

Jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan lain dan tenaga nonkesehatan


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf d dan huruf e disesuaikan
dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.

Pasal 24

(1) Peralatan Rumah Sakit Umum kelas A harus memenuhi standar


sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri
dari peralatan medis untuk instalasi gawat darurat, rawat jalan,
rawat inap, rawat intensif, rawat operasi, persalinan, radiologi,
laboratorium klinik, pelayanan darah, rehabilitasi medik, farmasi,
instalasi gizi, dan kamar jenazah.

(3) Peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagaimana


tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Paragraf 2
Rumah Sakit Umum Kelas B
(1) Pelayanan
Pelayanan yangmedik
diberikan
sebagaimana
oleh
a. Rumah
meliputi:
b.
c.
d.
e.
f. pelayanan
c.d.
paling
a.
b.
dimaksud
pelayanan
pelayanan
Sakit
sedikit
medik;
kefarmasian;
keperawatan
penunjang
rawat
dalam
Umum
medik
gawat
medik
inap.
terdiri
kelas
Pasal
spesialis
klinik;
nonklinik;
darurat;
spesialis
dan
e.
B dari:
25 paling
pelayanan
huruf
kebidanan;
penunjang;
dasar;
lain;
dan
Pasal
sedikit
a, medik
25
26
- 13 -

e. pelayanan medik subspesialis; dan


f. pelayanan medik spesialis gigi dan mulut.

(2) Pelayanan gawat darurat, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
a, harus diselenggarakan 24 (dua puluh empat) jam sehari secara
terus menerus.

(3) Pelayanan medik spesialis dasar, sebagaimana dimaksud pada ayat


(1) huruf b, meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak,
bedah, dan obstetri dan ginekologi.

(4) Pelayanan medik spesialis penunjang, sebagaimana dimaksud pada


ayat (1) huruf c, meliputi pelayanan anestesiologi, radiologi, patologi
klinik, patologi anatomi, dan rehabilitasi medik.

(5) Pelayanan medik spesialis lain, sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf d, paling sedikit berjumlah 8 (delapan) pelayanan dari 13 (tiga
belas) pelayanan yang meliputi pelayanan mata, telinga hidung
tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin,
kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah
plastik, dan kedokteran forensik.

(6) Pelayanan medik subspesialis, sebagaimana dimaksud pada ayat (1)


huruf e, paling sedikit berjumlah 2 (dua) pelayanan subspesialis dari
(7)
meliputi
Pelayanan
Pasal
4bidang
pada
(empat)
Pelayanan
ayat
25spesialisasi
pelayanan
pengelolaan
huruf
kefarmasian
keperawatan
subspesialis
(1) medik
huruf
c meliputi
bedah
spesialis
bedah,
f,
sediaan
sebagaimana
dan
dasar
paling
mulut,
kebidanan
asuhan
habis
penyakit
farmasi,
yang
gigi
sedikit
obstetri
orthodonti.
konservasi/endodonsi,
keperawatan
pakai,
dimaksud
meliputi
dan
sebagaimana
dalam,
alat
berjumlah
mulut,
dan
dankesehatan
dalam
pelayanan
kesehatan
pelayanan
ginekologi.
dan
sebagaimana
dimaksud
3asuhan
Pasal
(tiga)
dan
subspesialis
anak,
dan
farmasi
25kebidanan.
bahan
dalam
pelayanan
dimaksud
huruf
danPasal
klinik.
medis
Pasal
b diyang
2729
28
- 14 -

Pasal 29

Pelayanan penunjang klinik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf


d meliputi pelayanan bank darah, perawatan intensif untuk semua
golongan umur dan jenis penyakit, gizi, sterilisasi instrumen dan rekam
medik.
Pasal 30

Pelayanan penunjang nonklinik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25


huruf e meliputi
, jasa
pelayanan laundry/linen
boga/dapur, teknik dan
pemeliharaan fasilitas, pengelolaan limbah, gudang, ambulans, sistem
informasi dan komunikasi, pemulasaraan jenazah, sistem
penanggulangan kebakaran, pengelolaan gas medik, dan pengelolaan air
bersih.

Pasal 31

Pelayanan rawat inap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf f


harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:
a. jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh
persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik
Pemerintah;
b. (1)
c.
dari
(2) persen)
jumlah
Tenaga
seluruh
Sumber
b.a.3tempat
dari
medis
12
(tiga)
tempat
daya
(dua
seluruh
tidur
sebagaimana
manusia
dokter
belas)
tidur
perawatan
tempat
gigi
untuk
Rumah
dokter
dimaksud
Rumah
umum
tidur
a.
b.
c.
d.
e.
sedikit
Rumah
Sakit
kelas
intensif
umum
tenaga
untuk
Sakit
untuk
Sakit
pada
Umum
untuk
III
terdiri
pelayanan
medis;
kefarmasian;
keperawatan;
kesehatan
nonkesehatan.
sebanyak
milik
Rumah
paling
ayat
kelas
milik
pelayanan
atas:
(1)
swasta.
Sakit
BPemerintah
sedikit
5%
terdiri
medik
lain;
huruf
(lima
medik
milik
gigi
a20%
atas:
persen)
paling
dasar;
swasta;
dan
Pasal
(dua
mulut;
c. 3 puluh
32
(tiga)
- 15 -

c. 3 (tiga) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik


spesialis dasar;
d. 2 (dua) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik
spesialis penunjang;
e. 1 (satu) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik
spesialis lain;
f. 1 (satu) dokter subspesialis untuk setiap jenis pelayanan medik
subspesialis; dan
g. 1 (satu) dokter gigi spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik
spesialis gigi mulut.

(3) Tenaga kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b


paling sedikit terdiri atas:
a. 1 (satu) orang apoteker sebagai kepala instalasi farmasi Rumah
Sakit;
b. 4 (empat) apoteker yang bertugas di rawat jalan yang dibantu oleh
paling sedikit 8 (delapan) orang tenaga teknis kefarmasian;
c. 4 (empat) orang apoteker di rawat inap yang dibantu oleh paling
sedikit 8 (delapan) orang tenaga teknis kefarmasian;
d. 1 (satu) orang apoteker di instalasi gawat darurat yang dibantu
oleh minimal 2 (dua) orang tenaga teknis kefarmasian;
g.
(1)
dalam
f.
e.jumlahnya
distribusi
11merangkap
klinik
teknis
atau
Jumlah
(satu)
(satu)
Pasal
rawat
di
kefarmasian
kebutuhan
orang
32
disesuaikan
orang
rawat
melakukan
yang
jalan
ayatapoteker
apoteker
dapat
inap
(1)
dan
tenaga
sedikit
yang
pelayanan
huruf
dengan
atau
kerja
merangkap
dibantu
sebagai
di
jumlahnya
keperawatan
rawat
cruang
pelayanan
2beban
pada
sama
oleh
(dua)
farmasi
melakukan
koordinator
kefarmasian
jalan
ICU
instalasi
dengan
kerja
disesuaikan
tenaga
orang
sebagaimana
yang
kefarmasian
dan
klinik
pelayanan
jumlah
pelayanan
teknis
dibantu
tenaga
rawat
produksi
Rumah
penerimaan
didengan
tempat
rawat
kefarmasian
dimaksud
Rumah
inap.
teknis
Sakit.
oleh
(2)
farmasi
yang
beban
inap
Kualifikasi
tidur
dan
paling
tenaga
Sakit;
kefarmasian;
dapat
Pasal
yang
dan33dan
- 16 -

(2) Kualifikasi dan kompetensi tenaga keperawatan sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan
Rumah Sakit.

Pasal 34

Jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan lain dan tenaga nonkesehatan


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) huruf d dan e disesuaikan
dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.

Pasal 35

(1) Peralatan Rumah Sakit Umum kelas B harus memenuhi standar


sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri
dari peralatan medis untuk instalasi gawat darurat, rawat jalan,
rawat inap, rawat intensif, rawat operasi, persalinan, radiologi,
laboratorium klinik, pelayanan darah, rehabilitasi medik, farmasi,
instalasi gizi, dan kamar jenazah.

(3) Peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagaimana


tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak
Pelayanan yang diberikan oleh
a. Rumah
meliputi:
b.
c.
d.
e.
f. pelayanan
terpisahkan
Sakitrawat
medik;
kefarmasian;
keperawatan
penunjang
Umum
dari
Rumah
inap.
kelas
Peraturan
klinik;
nonklinik;
Sakit
dan
C paling
kebidanan;
Umum
Menteri
Paragraf
dan
Kelas
Pasal
sedikit
Pasal
ini.
C3637
3
- 17 -

Pasal 37

(1) Pelayanan medik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf a,


paling sedikit terdiri dari:
a. pelayanan gawat darurat;
b. pelayanan medik umum;
c. pelayanan medik spesialis dasar;
d. pelayanan medik spesialis penunjang;
e. pelayanan medik spesialis lain;
f. pelayanan medik subspesialis; dan
g. pelayanan medik spesialis gigi dan mulut.

(2) Pelayanan gawat darurat, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
a, harus diselenggarakan 24 (dua puluh empat) jam sehari secara
terus menerus.

(3) Pelayanan medik umum, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
b, meliputi pelayanan medik dasar, medik gigi mulut, kesehatan ibu
dan anak, dan keluarga berencana.

(4) Pelayanan medik spesialis dasar, sebagaimana dimaksud pada ayat


(1) huruf c, meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak,
bedah, dan obstetri dan ginekologi.
(5)
(6)
meliputi
Pelayanan
Pasal
ayatPelayanan
pada
(1)
36 huruf
pengelolaan
huruf
ayat
kefarmasian
keperawatan
medik
(1)
cd,meliputi
meliputi
huruf
spesialis
sediaan
sebagaimana
dan
g,asuhan
kebidanan
habis
pelayanan
paling
farmasi,
penunjang,
gigi
patologi
keperawatan
pakai,
dimaksud
sedikit
dan
sebagaimana
anestesiologi,
alat
mulut,
dan
klinik.
sebagaimana
berjumlah
dalam
kesehatan
pelayanan
dan
sebagaimana
dimaksud
Pasal
asuhan
radiologi,
1dan
dimaksud
farmasi
(satu)
36kebidanan.
bahan
dalam
dimaksud
huruf
pelayanan.
Pasal
pada
klinik.
medis
dan
Pasal
b 393840
- 18 -

Pasal 40

Pelayanan penunjang klinik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf


d meliputi pelayanan bank darah, perawatan intensif untuk semua
golongan umur dan jenis penyakit, gizi, sterilisasi instrumen dan rekam
medik.

Pasal 41

Pelayanan penunjang nonklinik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36


huruf e meliputi
, jasa
pelayanan laundry/linen
boga/dapur, teknik dan
pemeliharaan fasilitas, pengelolaan limbah, gudang, ambulans, sistem
informasi dan komunikasi, pemulasaraan jenazah, sistem
penanggulangan kebakaran, pengelolaan gas medik, dan pengelolaan air
bersih.

Pasal 42

Pelayanan rawat inap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 huruf f


harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:
a. jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh
persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik
b. (1)
c.
dari
(2) persen)
jumlah
Tenaga
seluruh
Sumber
tempat
a.
dari
medis
tempat
9daya
(sembilan)
seluruh
tidur
sebagaimana
manusia
tidur
perawatan
tempat
untuk
Rumah
dokter
dimaksud
sedikit
Pemerintah;
tidur
Rumah
a.
b.
c.
d.
e.
Rumah
Sakit
kelas
intensif
umum
tenaga
untuk
Sakit
Sakit
pada
Umum
untuk
terdiri
IIInonkesehatan.
medis;
kefarmasian;
keperawatan;
kesehatan
sebanyak
Rumah
milik
paling
ayat
kelas
milik
pelayanan
atas:
(1)
Sakit
swasta.
CPemerintah
sedikit
5%
terdiri
lain;
huruf
(lima
medik
milik
a20%
atas:
persen)
paling
dasar;
swasta;
dan
Pasal
(dua
b. 2 puluh
(dua)
43
- 19 -

b. 2 (dua) dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi mulut;


c. 2 (dua) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik
spesialis dasar;
d. 1 (satu) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik
spesialis penunjang; dan
e. 1 (satu) dokter gigi spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik
spesialis gigi mulut.

(3) Tenaga kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b


paling sedikit terdiri atas:
a. 1 (satu) orang apoteker sebagai kepala instalasi farmasi Rumah
Sakit;
b. 2 (dua) apoteker yang bertugas di rawat inap yang dibantu oleh
paling sedikit 4 (empat) orang tenaga teknis kefarmasian;
c. 4 (empat) orang apoteker di rawat inap yang dibantu oleh paling
sedikit 8 (delapan) orang tenaga teknis kefarmasian;
d. 1 (satu) orang apoteker sebagai koordinator penerimaan, distribusi
dan produksi yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmasi
klinik di rawat inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis
kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja
pelayanan kefarmasian Rumah Sakit.
(1)
(2)
Jumlah
sebagaimana
dalam
dimaksud
Jumlah
Kualifikasi
Pasal
danpada
kebutuhan
kualifikasi
dimaksud
43disesuaikan
ayat
ayat
dan (1)
kompetensi
(1)
tenaga
dalam
tenaga
disesuaikan
huruf
dengan
Pasal
keperawatan
kesehatan
ctenaga
(dua)
Rumah
dihitung
43
kebutuhan
dengan
ayat
perawat
Sakit.
keperawatan
sebagaimana
lain
(1)
dengan
kebutuhan
pelayanan
untuk
dan perbandingan
huruftenaga
sebagaimana
3ddimaksud
(tiga)
pelayanan
dan
Rumah
nonkesehatan
huruf
tempat
Sakit.
2Pasal
ePasal
tidur.
4446
45
- 20 -

Pasal 46

(1) Peralatan Rumah Sakit Umum kelas C harus memenuhi standar


sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri
dari peralatan medis untuk instalasi gawat darurat, rawat jalan,
rawat inap, rawat intensif, rawat operasi, persalinan, radiologi,
laboratorium klinik, pelayanan darah, rehabilitasi medik, farmasi,
instalasi gizi, dan kamar jenazah.

(3) Peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagaimana


tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Paragraf 4
Rumah Sakit Umum Kelas D

Pasal 47

Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum Kelas D paling sedikit
meliputi:
a. pelayanan medik;
(1)
(2)
a, harus
Pelayanan
diselenggarakan
Medik darurat,
gawat sebagaimana
24f.
b.(dua
c.
d.
e. sebagaimana
pelayanan
d.terus
paling
a.
b.
c.
dimaksud
puluh
pelayanan
pelayanan
menerus.
sedikit
empat)
kefarmasian;
keperawatan
penunjang
rawat
dalam
dimaksud
medik
gawat
medik
inap.
jam
terdiri
Pasal
spesialis
pada
klinik;
nonklinik;
sehari
darurat;
umum;
spesialis
(3)
dan
47dari:
ayat
Pelayanan
huruf
kebidanan;
secara
penunjang.
(1)
dasar;
dan
Pasal
a,huruf
medik
48
dan
- 21 -

(3) Pelayanan medik umum, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
b, meliputi pelayanan medik dasar, medik gigi mulut, kesehatan ibu
dan anak, dan keluarga berencana.

(4) Pelayanan medik spesialis dasar, sebagaimana dimaksud pada ayat


(1) huruf c, paling sedikit 2 (dua) dari 4 (empat) pelayanan medik
spesialis dasar yang meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan
anak, bedah, dan/atau obstetri dan ginekologi.

(5) Pelayanan medik spesialis penunjang, sebagaimana dimaksud pada


ayat (1) huruf d, meliputi pelayanan radiologi dan laboratorium.

Pasal 49

Pelayanan kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 huruf b


meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis
habis pakai, dan pelayanan farmasi klinik.

Pasal 50

Pelayanan keperawatan dan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 47 huruf c meliputi asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan.
d meliputiumur
golongan
Pelayanan
pemeliharaan
informasi
penanggulangan
penunjang
dan
pelayanan
fasilitas,
dan
komunikasi,
kebakaran,
jenis
klinik
nonklinik
darah,
penyakit,
pengelolaan
pemulasaraan
pengelolaan
sebagaimana
medik.
huruf
bersih.
perawatan
sebagaimana
egizi,
meliputi
limbah,
high
gas
dimaksud
jenazah,
sterilisasi
,medik,
dimaksud
care
jasa
gudang,
pelayanan
dalam
unit
sistem
boga/dapur,
dandalam laundry/linen
instrumen
ambulans,
untuk
pengelolaan
Pasal
Pasal
semua
47
teknik
Pasal
dan
sistem
huruf
47
Pasal
air
rekam
dan
5153
52
- 22 -

Pasal 53

Pelayanan rawat inap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 huruf f


harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:
a. jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh
persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik
Pemerintah;
b. jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 20% (dua puluh
persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik swasta;
c. jumlah tempat tidur perawatan intensif sebanyak 5% (lima persen)
dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik Pemerintah dan
Rumah Sakit milik swasta.

Pasal 54

(1) Sumber daya manusia rumah sakit umum kelas D terdiri atas:
a. tenaga medis;
b. tenaga kefarmasian;
c. tenaga keperawatan;
d. tenaga kesehatan lain;
e. tenaga nonkesehatan.

(2)
(3)
c.
b.
a.dibantu
1dan
1tenaga
farmasi
1Tenaga
(satu)
(satu)
(satu)
b.produksi
1 oleh
teknis
medis
(satu)
kefarmasian
klinik
dokter
orang
apoteker
orang
a. paling
yang
4sebagaimana
kefarmasian
dokter
apoteker
(empat)
di
apoteker
spesialis
dapat
beban
yang
rawat
sedikit
sebagaimana
gigi
dokter
bertugas
sebagai
merangkap
kerja
inap
sebagai
dimaksud
untuk
yang
umum
2 paling
sedikit
(dua)
atau
umum
pelayanan
jumlahnya
untuk
setiap
dimaksud
koordinator
spesialis
Sakit;
kefarmasian;
di
kepala
melakukan
rawat
pada
untuk
orang
rawat
sedikit
terdiri
pelayanan
jenis
instalasi
ayat
kefarmasian
jalan
pada
pelayanan
tenaga
inap
disesuaikan
dasar.
terdiri
penerimaan,
pelayanan
atas:
(1)
pelayanan
ayat
dan
dan
medik
teknis
huruf
farmasi
rawat
dibantu
(1)
medik
atas:
Rumah
dengan
gigi
adistribusi
medik
huruf
jalan
paling
dasar;
Rumah
Sakit.
oleh
mulut;
Pasal
b yang 55
- 23 -

Pasal 55

(1) Jumlah kebutuhan tenaga keperawatan sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 54 ayat (1) huruf c dihitung dengan perbandingan 2
(dua) perawat untuk 3 (tiga) tempat tidur.

(2) Kualifikasi dan kompetensi tenaga keperawatan sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan
rumah sakit.

Pasal 56

Jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan lain dan tenaga nonkesehatan


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (1) huruf d dan huruf e
disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.

Pasal 57

(1) Peralatan Rumah Sakit Umum kelas D harus memenuhi standar


sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri
dari peralatan medis untuk instalasi gawat darurat, rawat jalan,
rawat
laboratorium
(3)
tercantum
(1)
menjamin
Pasal
Peralatan
Rumah
inap,
12 ketersediaan
ayat
dalam
Sakit
rawat
klinik,
sebagaimana
2 Umum
Lampiran
huruf
intensif,
pelayanan
kelas
dan
b, yang
didirikan
terhadap
dimaksud
meningkatkan
Drawat
pratama
merupakan
darah,
instalasi
terpisahkan
operasi,
Rumah
pelayanan
pada
dan
sebagaimana
rehabilitasi
aksesibilitas
diselenggarakan
ayat
bagian
Sakit
gizi,
persalinan,
dari
kesehatan
(2)
Umum
tidak
dan
Peraturan
sebagaimana
dimaksud
medik,
Kelas
kamar
masyarakat
tingkat
radiologi,
(2)
untuk
Djenazah.
farmasi,
dalam
Menteri
Rumah
Pratama
Paragraf
Pasal
kedua.
Sakit
ini.
58 5
- 24 -

(2) Rumah Sakit Umum kelas D pratama sebagaimana dimaksud pada


ayat (1) hanya dapat didirikan dan diselenggarakan di daerah
tertinggal, perbatasan, atau kepulauan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

(3) Selain pada daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Rumah
Sakit Umum kelas D pratama dapat juga didirikan di
kabupaten/kota, apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. belum tersedia Rumah Sakit di kabupaten/kota yang
bersangkutan;
b. Rumah Sakit yang telah beroperasi di kabupaten/kota yang
bersangkutan kapasitasnya belum mencukupi; atau
c. lokasi Rumah Sakit yang telah beroperasi sulit dijangkau secara
geografis oleh sebagian penduduk di kabupaten/kota yang
bersangkutan.

(4) Ketentuan mengenai Rumah Sakit Umum kelas D pratama diatur


dalam Peraturan Menteri.

Bagian Ketiga
Rumah Sakit Khusus

Pasal 59
(2) Selain
(1) Menteri
jenis
(1)
dapat
Rumah
Rumah
menetapkan
Sakit
SakitKhusus
Khusus
a.jenis
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m. ginjal.
ibu
mata;
otak;
gigi
kanker;
jantung
jiwa;
infeksi;
paru;
telinga-hidung-tenggorokan;
bedah;
ketergantungan
sebagaimana
meliputi
Rumah
dan
dandan
anak;
mulut;
Sakit
rumah
pembuluh
dimaksud
obat;
Khusus
sakit
(3)
darah;
dan
pada
lainnya.
khusus:
Jenis
ayatRumah
- 25 -

(3) Jenis Rumah Sakit Khusus lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) dapat berupa penggabungan jenis kekhususan atau jenis
kekhususan baru.

(4) Penetapan jenis Rumah Sakit Khusus baru sebagaimana dimaksud


pada ayat (2) dilakukan berdasarkan hasil kajian dan mendapatkan
rekomendasi asosiasi perumahsakitan serta organisasi profesi terkait.

Pasal 60

(1) Rumah Sakit Khusus hanya dapat menyelenggarakan pelayanan


kesehatan sesuai bidang kekhususannya dan bidang lain yang
menunjang kekhususan tersebut.

(2) Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di luar bidang kekhususannya


hanya dapat dilakukan pada pelayanan gawat darurat.

Pasal 61

Rumah Sakit Khusus harus mempunyai fasilitas dan kemampuan, paling


sedikit meliputi:
a. pelayanan, yang diselenggarakan meliputi:
1.
d) kedokteran
a)
pelayanan
tenaga
sehari
pelayanan
c) pelayanan
medis,
terus
medik
di Rumah
gawat
menerus
yang
spesialis
b.
medik
sumber
darurat,
Sakit
memiliki
1.
sesuai
spesialis
ketentuan
yang
pelayanan
dan/atau
daya
e)
2.tersedia
3.
4.
5.kewenangan
dengan
pelayanan
b)
bersangkutan
manusia,
dasar
pelayanan
perundang-undangan;
kekhususan;
peraturan
subspesialis
medik,
ketentuan
24sesuai
menjalankan
medik
kefarmasian;
keperawatan;
penunjang
paling
(dua
paling
medik
sesuai
perundang-undangan;
puluh
dengan
spesialis
2.
peraturan
sedikit
sesuai
tenaga
umum;
sedikit
klinik;
nonklinik;
dengan
empat)
praktik
kekhususan;
terdiri
penunjang;
kefarmasian
terdiri
dan
jam dari:
dari:

- 26 -

2. tenaga kefarmasian, dengan kualifikasi apoteker dan tenaga teknis


kefarmasian dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan
pelayanan kefarmasian Rumah Sakit.
3. tenaga keperawatan, dengan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai
dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit;
4. tenaga kesehatan lain dan tenaga nonkesehatan, sesuai dengan
kebutuhan pelayanan Rumah Sakit;
c. peralatan, yang memenuhi standar sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;

Pasal 62

Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria klasifikasi dan standar peralatan


untuk masing-masing jenis Rumah Sakit Khusus diatur dengan Peraturan
Menteri.

BAB IV
PERIZINAN RUMAH SAKIT

Bagian Kesatu
Jenis Izin
(2)
(3)
(4)
(1)
negeri
pejabat
Rumah
Izindiberikan
Sakit
yang
Rumahberwenang
Operasional
Mendirikan
penanaman
Sakit
olehsebagaimana
dan
sebagaimana
Menteri
di
modal
Izin
bidang
(1)
Operasional
asing
setelah
Setiap
dimaksud
Izin
pemilik
pengelola
Daerah
dimaksud
kesehatan
atau
Mendirikan
Rumah
mendapatkan
provinsi.
Rumah
penanaman
pada
Rumah
pada
Rumah
pada
(2)
Sakit
ayat
Sakit.
ayat
Sakit
Menteri
dan
Sakit.
Pemerintah
wajib
rekomendasi
modal
(2)
(1)
(2)
Izin
kelas
diajukan
mendelegasikan
terdiri
diajukan
memiliki
dalam
Operasional.
A dan
Pasal
dari
atas
oleh
oleh
izin.
63
64
- 27 -

(2) Menteri mendelegasikan pemberian Izin Mendirikan dan Izin


Operasional Rumah Sakit kelas A dan Rumah Sakit penanaman
modal asing kepada Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian
Kesehatan yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang pembinaan
perumahsakitan.

(3) Menteri mendelegasikan pemberian Izin Mendirikan dan Izin


Operasional Rumah Sakit kelas B penanaman modal dalam negeri
kepada pemerintah daerah provinsi setelah mendapatkan
rekomendasi dari pejabat yang berwenang di bidang kesehatan pada
Pemerintah Daerah kabupaten/kota.

(4) Menteri mendelegasikan pemberian Izin Mendirikan dan Izin


Operasional Rumah Sakit kelas C dan Rumah Sakit kelas D
penanaman modal dalam negeri kepada pemerintah daerah
kabupaten/kota setelah mendapatkan rekomendasi dari pejabat yang
berwenang di bidang kesehatan pada Pemerintah Daerah
kabupaten/kota.

(5) Izin Mendirikan dan Izin Operasional Rumah Sakit kelas B diberikan
oleh Pemerintah Daerah provinsi setelah mendapatkan rekomendasi
dari
(6) pejabat
berwenang
Rumah
Pasal
Kabupaten/Kota
Rumah
Izin
Sakit
64
Sakit yang
Mendirikan
ayat
dipenanaman
kelas
bidang
(1) berwenang
setelah
merupakan
D,dan
kesehatan
diberikan
modal di
mendapat
Izindan
asing
Rumahbidang
Operasional
pada kesehatan
subspesialistik.
oleh
Daerah
kabupaten/kota.
rekomendasi
sebagaimana
Sakit
Pemerintah
kepala pada
kabupaten/kota.
dengan
Rumah
Pemerintah
dari
Daerah
dimaksud
Sakit Pemerintah
pelayanan
pejabat
kelas
Daerah
dalam
spesialistik
yang
Bagian
C dan
Pasal
Kedua
65
- 28 -

Bagian Kedua
Izin Mendirikan

Pasal 66

(1) Izin Mendirikan diberikan untuk mendirikan bangunan baru atau


mengubah fungsi bangunan lama untuk difungsikan sebagai Rumah
Sakit.

(2) Pendirian bangunan dan pengalihan fungsi bangunan sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) harus dimulai segera setelah mendapatkan
Izin Mendirikan.

(3) Izin Mendirikan diberikan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan
hanya dapat diperpanjang untuk 1 (satu) tahun.

(4) Perpanjangan Izin Mendirikan diperoleh dengan mengajukan


permohonan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum jangka
waktu Izin Mendirikan berakhir dengan melampirkan Izin
Mendirikan.

Pasal 67
(1)
mengajukan
f.
dengan
a.ketentuan
fotokopi
Pemilik
fotokopi
dimaksud
klasifikasi
permohonan
atau
peraturan
sertifikat
akta
e.dalam
pengelola
pendirian
dokumen
Rumah
Pasal
Izin master
Detail
perundang-undangan,
tanah/bukti
Sakit
pengelolaan
yang
Mendirikan
64
badan
secara
yang
akan
b. hukum
c.
d.
g.
h.
i. Surat
Izin plan
Engineering
Pemerintah
studi
izin
kepemilikan
badan
akan
mendirikan
tertulis
kepada
dan
undang-undang
Mendirikan
yang
kelayakan;
Izin
hukum
didirikan
kecuali
pemantauan
sah
pemberi
atau
Tempat
dengan
tanah
pemilik
;Rumah
sesuaiDesign
Hinder
instansi
Pemerintah
Bangunan
sebagaimana
j.
Usaha
izin
atas
lingkungan;
Sakit Ordonantie
melampirkan:
gangguan
rumah
rekomendasi
dengan
sesuai
nama
(SITU);
(IMB);
sakit;
;Daerah;
( /HO);
dari
- 29 -

j. rekomendasi dari pejabat yang berwenang di bidang kesehatan


pada Pemerintah Daerah provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan
klasifikasi Rumah Sakit.

(2) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b


merupakan gambaran kegiatan perencanaan Rumah Sakit secara
fisik dan nonfisik yang terdiri atas:
a. kajian kebutuhan pelayanan Rumah Sakit yang meliputi:
1) kajian demografi yang mempertimbangkan luas wilayah dan
kepadatan penduduk serta karakteristik penduduk yang
terdiri dari umur, jenis kelamin, dan status perkawinan;
2) kajian sosio-ekonomi yang mempertimbangkan
kultur/kebudayaan, tingkat pendidikan, angkatan kerja,
lapangan pekerjaan, pendapatan domestik rata-rata bruto;
3) kajian morbiditas dan mortalitas, yang mempertimbangkan
sekurang-kurangnya sepuluh penyakit utama, angka
kematian (GDR, NDR), dan angka persalinan;
4) kajian kebijakan dan regulasi, yang mempertimbangkan
kebijakan dan regulasi pengembangan wilayah pembangunan
sektor nonkesehatan, kesehatan, dan perumah sakitan.
b. kajian
manusia,
5)
1)
yang
kajian
Lahan
luas
sistem-sistem
unggulan
kesatuan
termasuk
terdiri
kebutuhan
dan
dan
aspek
peralatan
bentuk
pelayanan,
bangunan
lokasi
dari
ketentuan
internal
sistem
lahan,
yang
lahan
yang
sistem
Rumah
sesuai
akan
manajemen
bangunan,
ariff
tata
Rumah
saling
serta
manajemen
dilaksanakan
Sakit
kriteria
ruang
teknologi
Sakit
serta
yang
bangunan/ruang
berhubungan
unit-unit
prasarana,
harus
daerah
akan
merupakan
organisasi
rencana
klasifikasi
peralatan,
dalam
atau
didirikan
setempat
pelayanan,
sumber
dengan
kinerja
dioperasionalkan,
satu
mengikuti
2)
rancangan
Persyaratan
Rumah
daya
ukuran,
yang
yang
sistem
dansystem
Sakit
meliputi:
berlaku.
keuangan.
tarif,
lokasi
- 30 -

2) Persyaratan lokasi meliputi :


a) Tidak berada di lokasi area berbahaya (di tepi lereng,
dekat kaki gunung yang rawan terhadap longsor, dekat
anak sungai atau badan air yang dpt mengikis pondasi,
dekat dengan jalur patahan aktif/gempa, rawan tsunami,
rawan banjir, berada dalam zona topan/badai, dan lain-
lain).
b) Harus tersedia infrastruktur aksesibilitas untuk jalur
transportasi.
c) Ketersediaan utilitas publik mencukupi seperti air bersih,
jaringan air kotor, listrik, jalur komunikasi/telepon.
d) Ketersediaan lahan parkir.
e) Tidak berada di bawah pengaruh SUTT dan SUTET.

3) rencana cakupan, jenis pelayanan kesehatan, dan fasilitas


lain;
4) jumlah, spesialisasi, dan kualifikasi sumber daya manusia;
dan
5) jumlah, jenis, dan spesifikasi peralatan mulai dari peralatan
sederhana hingga peralatan canggih.
c. kajian kemampuan pendanaan/pembiayaan yang meliputi:
tahun
optimal
strategi
1)
2) kedepan
yang
pengembangan
4)tren
3) prakiraan
prakiraan
prakiraan
5) meliputi
prakiraan
dalam
sebagaimana
masa
proyeksi
proyeksi
jumlahpemberian
depan,
identifikasi
aset
tetap
pendapatan
biaya
laba
arusjumlah
atau dimaksud
(3)
untuk
kebutuhan
atau
kas
atau
proyeksi
rugi Master
fasilitas
5terhadap
pelayanan
kunjungan
proyeksi
(lima)
dana biaya
(lima)plan
5sekurang-kurangnya
proyek
pada
yang
prakiraan
pendanaan;
kesehatan
ayat
dan
perencanaan,
ada,
investasi
sampai pengisian
(1)
pendapatan
tetap
sampai
10
dan modal
dansumber
huruf
(sepuluh)
10sumberDetail
secara
10
dan
tempat
daya Engineering
demografis,
terhadap
biaya c(sepuluh)
(sepuluh)memuat
pembiayaan.
tidak manusia;
tahun; tidur;
tahun.
dan ...
(4)
- 31 -

(4) Detail Engineering


sebagaimana Design
dimaksud pada ayat (1) huruf
d merupakan gambar perencanaan lengkap Rumah Sakit yang akan
dibangun yang meliputi gambar arsitektur, struktur dan mekanikal
elektrikal sesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan oleh
Menteri.

(5) Dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) huruf e terdiri atas upaya pengelolaan
lingkungan (UKL), upaya pemantauan lingkungan (UPL), atau analisis
dampak lingkungan (AMDAL) berdasarkan klasifikasi Rumah Sakit
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

hinder
(6) Izin undang-undang gangguan
/HO) ordonantie
( dan/atau
surat izin tempat usaha (SITU), dan izin mendirikan bangunan (IMB)
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g, huruf h, dan huruf i
diperoleh sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 68

(1) Pemberi izin harus menerbitkan bukti penerimaan berkas


permohonan yang telah lengkap atau memberikan informasi apabila
berkas permohonan belum lengkap kepada pemilik atau pengelola
yang mengajukan permohonan Izin Mendirikan sebagaimana
(2)
(3)
(4)
(5)
(empat
penerimaan
dimaksud
kurun
dimaksud
dilakukan
dapat
Dalam
Penetapan
untuk
waktu
memperpanjang
belas)
dalam
pada
jangka
hal
setelah
berkas
memberikan
sebagaimana
berkas
terdapat
pemberian
hari
ayat
Pasal
waktu
diterbitkan,
pemberi
kerja
(2),
jangka
permohonan
67masalah
14
atau
atau
dalam
dimaksud
pemohon
dengan
hari
(empat
izin
waktu
menolak
penolakan
jangka
kerja
yang
pemberi
melakukan
belum
ulang
tertulis
peninjauan
menyampaikan
harus
belas)
pada
pemrosesan
tidak
permohonan
sejak
waktu
lengkap
kepada
ayat
mengajukan
permohonan
izin
hari
kepada
penilaian
dapat
berkas
lapangan.
paling
(3),
harus
izin
pemberi
kerja
pemberitahuan
sebagaimana
Izin
diselesaikan
pemohon.
pemberi
permohonan
paling
permohonan
Izin
menetapkan
lama
setelah
dokumen
Mendirikan.
izin.
Mendirikan
6izin
lama
(enam)
(6)
bukti
dan
diterima.
dalam
14
Dalam hal
- 32 -

(6) Dalam hal permohonan Izin Mendirikan ditolak, pemberi izin harus
memberikan alasan penolakan yang disampaikan secara tertulis
kepada pemohon.

(7) Apabila pemberi izin tidak menerbitkan Izin Mendirikan atau tidak
menolak permohonan hingga berakhirnya batas waktu sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4), permohonan Izin Mendirikan
dianggap diterima.

Pasal 69

Ketentuan mengenai tata cara proses pengajuan, penerimaan, penerbitan,


dan penolakan Izin Mendirikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67
dan Pasal 68 berlaku secara mutatis mutandis terhadap tata cara proses
pengajuan, penerimaan, penerbitan, dan penolakan perpanjangan Izin
Mendirikan.

Bagian Ketiga
Izin Operasional

Pasal 70

(2)
(3)
(1)
Rumah
pelayanan
lambatnya
dilakukan
(2)
Izin
Perpanjangan
Dalam
Sakit
Dalam
Operasional
hal
rumah
gawat
6dengan
belum
harus
(enam)
hal
masa
sakit
darurat
Izin

mengajukan
menghentikan
mengajukan
berlaku
dapat
bulan
merupakan
berlaku
Operasional
untuk
dan
diperpanjang
sebelum
Izin
menyelenggarakan
pasien
untuk
perpanjangan
permohonan
izin
kegiatan
inap.
Operasional
Operasional.
sebagaimana
habis
jangka
yang
yang
selama
pelayanannya
masa
perpanjangan
sedang
diberikan
waktu
Izin
berakhir
pelayanan
berlakunya
memenuhi
dimaksud
Operasional,
dalam
5 (lima)
kepada
dan
kecuali
selambat-
perawatan
persyaratan.
pada
kesehatan.
Izin
tahun
pemilik
pengelola
ayat
Pasal
dan(2)71
- 33 -

(2) Dalam hal Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tetap
menyelenggarakan pelayanan tanpa Izin Operasional, dikenakan
sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

Pasal 72

(1) Untuk memperoleh Izin Operasional, pengelola mengajukan


permohonan secara tertulis kepada pejabat pemberi izin sesuai
dengan klasifikasi Rumah Sakit dengan melampirkan dokumen:
a. Izin Mendirikan Rumah Sakit, bagi permohonan Izin Operasional
untuk pertama kali;
b. profil Rumah Sakit, meliputi visi dan misi, lingkup kegiatan,
rencana strategi, dan struktur organisasi;
c. isiansesuai
instrumen self assessment
klasifikasi Rumah Sakit
yang meliputi pelayanan, sumber daya manusia, peralatan,
bangunan dan prasarana;
)d.dan
gambar
foto desain
bangunan blue sarana
( serta print dan
prasarana pendukung;
e. izin penggunaan bangunan (IPB) dan sertifikat laik fungsi;
f. dokumen pengelolaan lingkungan berkelanjutan;
j. berita
(3) kelengkapan
sesuai
Dokumenacara
dengan
f.administrasi
huruf
surat
berkas
hasil
ketentuan
cizin
sebagaimana
uji
izin
praktik
dan
fungsi
i.pemanfaatan
(2)
peraturan
manajemen
daftar
k.sebagaimana
h.
Instrumen
g.
ayat
a.
b.
c.
d.
e.
dokumen
atau
tercantum
peralatan
daftar
peralatan
daftar
badan
peraturan
komite
satuan
sediaan
(1) self
sebagaimana
dari assessment
perundang-undangan
surat
administrasi
peralatan
huruf
hukum
sumber
medik;
keperawatan;
pemeriksaan
dimaksud
dalam
kesehatan
izin
farmasi
instansi
tertentu;
internal
k kerja
atau
formulir
daya
meliputi:
dimaksud
medis
pada
g.
dan hospital
kepemilikan;
disertai
berwenang
dan
manusia;
Rumah
internal;
tenaga
standar
dan
alat
untuk
ayat
dan
manajemen.( bylaws
terlampir.
pada
Sakit
nonmedis;
kesehatan;
kesehatan;
(1)
prosedur
);
- 34 -

g. standar prosedur operasional kredensial staf medis;


h. surat penugasan klinis staf medis; dan
i. surat keterangan/sertifikat hasil uji/kalibrasi alat kesehatan.

(4) Pemberi izin harus menerbitkan bukti penerimaan berkas


permohonan yang telah lengkap atau memberikan informasi apabila
berkas permohonan belum lengkap kepada Instansi Pemerintah,
instansi Pemerintah Daerah, atau badan hukum yang mengajukan
permohonan Izin Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) hari kerja sejak berkas
permohonan diterima.

(5) Terhadap berkas permohonan Izin Operasional Rumah Sakit kelas A,


dan Rumah Sakit penanaman modal asing yang telah lengkap,
Menteri menugaskan pejabat yang berwenang di bidang kesehatan di
tingkat provinsi untuk membentuk tim visitasi yang terdiri atas
unsur Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan provinsi, dinas
kesehatan kabupaten/kota, dan asosiasi perumahsakitan nasional.

(6) Terhadap berkas permohonan izin operasional Rumah Sakit kelas B


yang telah lengkap, kepala Pemerintah Daerah provinsi menugaskan
pejabat yang berwenang di bidang kesehatan di tingkat
kabupaten/kota untuk membentuk tim visitasi yang terdiri atas
(7)
Daerah
visitasi
(8)
(9)
kabupaten/kota
(7)
unsur
kelaikan
dan
berwenang
bidang
kesehatan
Terhadap
Tim
kesehatan
harus
Rumah
Kementerian
kabupaten/kota
Sakit
visitasi
kesehatan
yang
operasional
menyampaikan
melakukan
Sakit
dikabupaten/kota,
berkas
terdiri
paling
bidang
kabupaten/kota,
paling
sebagaimana
kelas
di
Kesehatan,
permohonan
visitasi
lama
kesehatan
tingkat
Rumah
menugaskan
atas
lama
Dlaporan
yang
147unsur
Sakit
dan
(empat
dimaksud
(tujuh)
kabupaten/kota
dalam
dinas
telah
dan
izin
di
hasil
dilakukan.
asosiasi
pejabat
dinas
sesuai
tingkat
asosiasi
rangka
kesehatan
operasional
belas)
lengkap,
hari
visitasi
pada
kesehatan
dengan
yang
perumahsakitan
kerja
provinsi
penilaian
hari
ayat
perumahsakitan
untuk
kepala
(10)
provinsi,
berwenang
kepada
klasifikasi
Rumah
kerja
(5),
setelah
provinsi,
membentuk
Berdasarkan
atau
Pemerintah
kesiapan
ayat
pejabat
Sakit
sejak
dinas
di
visitasi
nasional.
(6)
(6),
daerah.
dinas
Rumah
kelas
penugasan.
tim
yang
dan
dan
laporan
danayat
Cayat
- 35 -

(10) Berdasarkan laporan hasil visitasi sebagaimana dimaksud pada ayat


(9), pejabat yang berwenang di bidang kesehatan di tingkat provinsi
atau kabupaten/kota menyampaikan rekomendasi pemberian atau
penolakan permohonan Izin Operasional kepada Menteri, Pemerintah
Daerah provinsi atau Pemerintah Daerah kabupaten/kota paling
lama 7 (tujuh) hari kerja sejak laporan tim visitasi diterima.

(11) Dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak rekomendasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (10) diterima, Menteri, Pemerintah
Daerah provinsi atau Pemerintah Daerah kabupaten/kota sebagai
pemberi izin harus menetapkan untuk memberikan atau menolak
permohonan Izin Operasional.

(12) Dalam hal terdapat masalah yang tidak dapat diselesaikan dalam
kurun waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (8) sampai dengan
ayat (11), pemberi izin dapat memperpanjang jangka waktu
pemrosesan izin paling lama 14 (empat belas) hari kerja dengan
menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada pemohon.

(13) Dalam hal permohonan Izin Operasional diterima, pemberi izin


menerbitkan Izin Operasional berupa surat keputusan dan sertifikat
yang memuat kelas Rumah Sakit dan jangka waktu berlakunya izin.

(14)
(2)
b. DalamSakit
memberikan
(1)
mengajukan
kepada
Rumah
Setiap
a.mengajukanhal
Perubahan
melengkapi permohonan
pemohon
alasan
Rumah
permohonan
Izin
hasil
Sakit
penolakan
dan
permohonan
persyaratan Izin
Operasional
penilaian
memberikan
perubahan
yang
Izin yang
Izin Operasional
telah
sebagaimana
tim
dilakukan
a.Izin
b.
c.
d.disampaikan
pilihan
Sakit
memiliki
ulang.
Operasional ditolak,
kepemilikan;
jenis
nama
kelas
penilai
Operasional
Operasional Rumah
yang
Rumah
kepada
jika
Izin
dimaksud
tanpa
sesuai secara
akan
sesuaiSakit; pemberi
terjadi
Sakit;
Sakit.
Operasional
pemohon
dilakukan
secara izin
(1)harus
diselenggarakan;
tertulis
pada
dan/atau
(3)
perubahan:
klasifikasi
klasifikasiuntuk:
tertulis.
ayat
Perubahan
visitasi
dapat
Pasal
Rumah atau
Izin
73
- 36 -

(3) Perubahan Izin Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2)


huruf a diajukan dengan melampirkan:
a. akte notaris, surat keputusan dari pejabat yang berwenang,
dan/atau putusan pengadilan tentang perubahan status
kepemilikan Rumah Sakit;
b. rekomendasi dari pejabat yang berwenang di bidang kesehatan
pada Pemerintah Daerah provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan
klasifikasi Rumah Sakit;
c. studi kelayakan dan rencana strategis perubahan jenis Rumah
Sakit yang memuat kelayakan pada aspek pelayanan, sosial
ekonomi, kebijakan dan peraturan perundang-undangan; dan
d. surat pernyataan pengajuan perubahan Izin Operasional dari
pemilik Rumah Sakit.

Pasal 74

Ketentuan mengenai tata cara proses pengajuan, penerimaan, penerbitan,


dan penolakan Izin Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72
ayat (1) sampai dengan ayat (10) berlaku secara mutatis mutandis
terhadap tata cara proses pengajuan, penerimaan, penerbitan, dan
penolakan atas permohonan perpanjangan dan perubahan Izin
Operasional.
Sertifikat
(1)
(2)
sebagaimana
(3)Registrasi
Setiap
Ketentuan
Izin
Rumah
dimaksud
sesuai
dan
lebih
Operasional
Sakit
perpanjangan
akreditasi
dengan
lanjut
pada
yang
REGISTRASI
ayat
ketentuan
mudah
Rumah
telah
mengenai
merupakan
(1)
Izin
diregistrasi
terlihat
Sakit
mendapakan
dan
Operasional
peraturan
DAN
registrasi
ayat
harus
persyaratan
AKREDITASI
oleh
(2)
dan
Izin
dipasang
perundang-undangan.
masyarakat.
dan
dilaksanakan
dan
diakreditasi.
Operasional
RUMAH
untuk
akreditasi
perubahan
di SAKIT
ruang
Pasal
harus
kelas.
BAB
yang
BAB
V76
75VI
- 37 -

BAB VI
PENAMAAN RUMAH SAKIT

Pasal 77

(1) Penamaan Rumah Sakit tidak boleh menggunakan kata


internasional, international world
, global
, kelas class
dan/atau
dunia,
yang disebut nama lainnya yang bermakna sama.

(2) Penamaan Rumah Sakit milik pemerintah dan pemerintah daerah


dilarang menggunakan nama orang yang masih hidup.

(3) Penamaan Rumah Sakit harus memperhatikan nilai dan norma


agama, sosial budaya, dan etika.

BAB VII
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pasal 78

(1) Menteri, Pemerintah Daerah provinsi dan Pemerintah Daerah


(2)
sebagaimana
kabupaten/kota
c.
b.
kabupaten/kota,
a.
penyelenggaraan
meningkatkan
advokasi,
Menteri,
masyarakat,
dimaksud
Pemerintah
sosialisasi,
melakukan
a.
(4)
mutu
dalam
Rumah
meningkatkan
Pembinaan
asosiasi
(3)
pada
sistem
pelayanan
melaksanakan
Sakit
Daerah
Pembinaan
pembinaan
ayat
supervisi,
informasi
sesuai
perumahsakitan,
dan
provinsi
(1)
mutu
kesehatan
masing-masing.
b.
c.
masyarakat
pengawasan
dan
pendidikan
pemantauan
dapat
Sakit.
dan
pembinaan
tugas,
penyelenggaraan
konsultasi,
dan
pengawasan
pengawasan
dan/atau
mengikutsertakan
dan
komunikasi
fungsi,
terhadap
dilaksanakan
atau
kemudahan
dan
dan
(5)Pemerintah
ditujukan
pengawasan
dan
pelatihan;
evaluasi.
terhadap
organisasi
dan
Menteri,
Rumah
Rumah
Rumah
bimbingan
kewenangan
akses
melalui:
Sakit;
Sakit;
untuk:
Daerah
Pemerintah
dan/atau
profesi.
teknis;
dan
- 38 -

(5) Menteri, Pemerintah Daerah provinsi dan/atau Pemerintah Daerah


kabupaten/kota dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan
dapat mengenakan tindakan administratif terhadap Rumah Sakit
yang tidak menaati ketentuan dalam Peraturan Menteri ini.

(6) Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dapat


berupa teguran lisan, teguran tertulis, publikasi menggunakan media
elektronik atau media cetak, penyesuaian Izin Operasional,
pemberhentian sementara sebagian kegiatan Rumah Sakit,
pencabutan izin praktik tenaga kesehatan dan/atau pencabutan Izin
Operasional.

(7) Penyesuaian Izin Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (6)


berupa penurunan kelas Rumah Sakit.

BAB VIII
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 79

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku:


a. Rumah
b.
dilaksanakan
c.
Peraturan
Perizinan
mengajukan
Menteri
Semuaini
Permohonan
Rumah
Sakit
Menteri
Rumah
permohonan
paling
sesuai
147/Menkes/Per/I/2010
izin
Sakit
yang
Sakit
Kesehatan
Rumah
lambat
ketentuan
telah
yang
danSakit
tetapi
Izin telah
2memiliki
Operasional
berlaku
Nomor
(dua)
belum
Peraturan
diundangkan;
yang
memiliki
memperoleh
147/Menkes/Per/I/2010
tahun
izin
ditetapkan
tentang
sampai
sedang
berdasarkan
Menteri
berdasarkan
sejak
izin
habis
penetapan
dalam
Perizinan
berdasarkan
kelasnya
Peraturan
Kesehatan
masa
proses,
Peraturan
ketentuan
kelas,
Rumah
berlakunya
harus
tentang
Menteri
d.
tetap
ketentuan
Nomor
Rumah
Sakit;
tetapini
izin;
Sakit
- 39 -

d. Rumah Sakit Khusus yang menggunakan nama kekhususan selain


yang ditentukan dalam Pasal 59 ayat (1) dan Rumah Sakit yang
menggunakan nama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1)
harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini
paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Menteri ini diundangkan;

e. Rumah Sakit yang diselenggarakan oleh Pemerintah, termasuk instansi


Pemerintah lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) yang
belum berbentuk unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 harus menyesuaikan diri paling lambat 2 (dua) tahun sejak
Peraturan Menteri ini diundangkan;

BAB IX
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 80

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku:


a. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 147/Menkes/Per/I/2010 tentang
b. semua
tentang
c.
d.
perizinan,
Peraturan
Keputusan
Klasifikasi
peraturan
dan
Klasifikasi
Menteri
penamaan
pelaksanaan
Rumah
Kesehatan
tentang
dengan
Rumah
Rumah
Sakit,
dicabut
Sakit
Perizinan
Sakit
ketentuan
Pelaksanaan
Nomor
yang
kecuali
dan
terkait
sepanjang
Khusus
340/Menkes/Per/III/2010
2264/Menkes/SK/XI/2011
dinyatakan
Rumah
dalam
Lampiran
Perizinan
sepanjang
dengan
bertentangan
Sakit;
Peraturan
II
tidak
klasifikasi,
Rumah
Kriteria
belum
berlaku.
Menteri
Sakit;
diganti;
Pasal
ini;
dan 81
- 40 -

Pasal 81

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan


Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 18 Agustus 2014

MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA,

ttd

NAFSIAH MBOI
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
MENTERI
Diundangkan
pada
ttd tanggal
HUKUM
TAHUNdi1DAN
2014
Jakarta
September
REPUBLIK
HAK
AMIR
NOMOR
ASASI
SYAMSUDIN
INDONESIA,
1221
2014
MANUSIA
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 56 TAHUN 2014
TENTANG
KLASIFIKASI DAN PERIZINAN
RUMAH SAKIT

DAFTAR PERALATAN KESEHATAN DI PELAYANAN GAWAT DARURAT

NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT


Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
a. Triase
1 Kursi Roda/Wheel Chair
2 Stretcher/Brankar
3 Pocket Pulse Oximetri
4 Stethoscope/Stetoskop
5 Tensimeter Digital/
Sphygmomanometer Digital 1
Defibrilato
6 Tensimeter Anaeroid/
r
Sphygmomanometer Aneroid
9764Portable/Aspirator/Vacuum
Resucitation
Lamp/Hanging
Oximetri
Termometer
Timbangan
Film
Laryngoscope
Nebulizer
Stethoscope/Stetoskop
Viewer
Dewasa

Digital
Crash
Lamp

Cart

b.
-10
8532
-
Timbangan
Resusitator
Emergency
Lampu
Pulse
Resusitasi

Suction


Weighting
Bay

Periksa/Examination
Oximetry/Portable

Pump
Bayi/Infant
Trolley/

Kit/Resucitation
Scale/Baby
Scale
-- Pulse
NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
11 Infusion Pump
12 Syringe Pump
13 Bed Patient Electric/Tempat
Tidur Pasien Elektrik -
14 Bed Patient Manual/Tempat
Tidur Pasien Manual
15 Sphygmomanometer
Digital/Tensimeter Digital
16 Sphygmomanometer
Aneroid/Tensimeter Anaeroid
17 Termometer Digital

c. Tindakan
1 Gynecological Bed/Obstetric
Table/Tempat Tidur Ginekologi
2 Head Lamp/Lampu Kepala
3 Lampu Periksa/Examination
Lamp/Hanging Lamp
4 Operating Lamp Mobile - -
5 Minor Surgery Set
Tidur
65Resucitation
Digital/Tensimeter
9Aneroid/Tensimeter
Oxygen
Stethoscope/Stetoskop
Termometer
Pasien
Concentrator
Elektrik
Manual
Crash
Digital
Anaeroid
Cart 8743216d.
Digital
Portable
- Bed
Emergency
Sphygmomanometer
Isolasi
Monitor/Pasien
Parameter

Patient
Side
-
Monitor/Patient
Trolley/
Electric/Tempat
Manual/Tempat

Monitor
- 4
NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
e. Observasi
1 Stretcher/Brankar
2 Bed Side Monitor/Patient
Monitor/Pasien
Monitor
- 4
Parameter
3 Defibrilator
4 ECG/EKG/Electrocardiograph
12 Channels - -
5 ECG/EKG/Electrocardiograph
6 Channels - -
6 Emergency Trolley/
Resucitation Crash Cart
7 Infusion Pump
8 Pneumatic Splint Set
9 Resusitator Kit/Resucitation
Bay
10 Stethoscope/Stetoskop
11 Suction Pump
Portable/Aspirator/Vacuum
12 Syringe Pump
13 Sphygmomanometer
Digital/Tensimeter
7654321Aneroid/Tensimeter
DAFTAR
Film Viewer
Examination
Medical
Stethoscope/Stetoskop
Sphygmomanometer
Termometer
PERALATAN
Flash
digital
Light/Pen
Table/Meja
KESEHATAN
Digital
Anaeroid
Aneroid/
Digital/
NO

14
Periksa/Tempat

a.
Light
NAMA
Sphygmomanometer
Tensimeter

Klinik
DI
PELAYANAN
ALAT
(Rawat
Kelas
Digital
Tidur
Anaeroid
APENYAKIT

jalan)
Kelas
Periksa
BDALAM
Kelas

C
RUMAH
Kelas
SAKIT
D
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
b. Kamar tindakan
1 Meja Periksa/Tempat tidur periksa/Examination Table
Tensimeter
2 Digital/Sphygmomanometer

Digital
3 Tensimeter, Anaeroid/ Sphygmomanometer, Aneroid
4 Film Viewer
5 Medical Flash light/Pen Light
6 Stethoscope/Stetoskop
7 Termometer Digital
8 Emergency trolley/Resucitation Crash Cart

9 Defibrilator
10 Minor Surgery Set

11 Lever Biopsi Set (Jarum Biopsi khusus)

12 Set Aspirasi Sumsum Tulang Belakang (Jarum Khusus) - -


Renal Biopsi Set (Jarum
14Emergency
15
16
17
18
5432119 Bed
Defibrilator
ECG/EKG/Electrocardiograph
Suction
ECG/EKG/Electrocardiograph
Syringe
Trokar
Oximeter/Pulse
SideMonitor/
pump
Pump
Trolley/Resucitation
Portable/Aspirator/Vacuum
Oximetry/Oksigen
Bed-Patient
13

c. Rawat
612
Eksplorasi,
(Tru
6Channels
12 Monitor/Patient
Channels
Channels
Crash
inap
Cut
Saturasi
Needle)
Cart
-
-
Jarum
--
--Biopsi
---
Monitor
- USG
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
6 ENT Examination set
7 Film Viewer
8 Infusion pump

9 Lampu Periksa/Examination Lamp/Hanging lamp


10 Matras Dekubitus
11 Minor Surgery set
12 Nebulyzer
13 Pen Light / Medical Flash light
14 Pulse Oximeter/Pulse Oximetry/Oksigen Saturasi

15 Stethoscope / Stetoskop
16 Suction Pump Portable/Aspirator/Vacuum

17 Syringe Pump
18 Bed Patient Electric/Tempat Tidur Pasien Electric -

19 Bed Patient Manual/Tempat Tidur Pasien Manual

20 Sphygmomanometer Aneroid/ Tensimeter Anaeroid


21TCD/Transcranial
22
123
543periksa/Examination
Tensimeter
Stethoscope/Stetoskop
Pen
Refleks
Sphygmomanometer
Termometer
Timbangan
Light/Medical
Hammer
Anaeroid
Digital
DAFTAR
Pasien
Digital
Doppler
PERALATAN
Digital/
Table
Flash

NO
a.
762
light
Meja
Sphygmomanometer
NAMA
Klinik

Tensimeter
KESEHATAN
Periksa/
ALAT

Kelas
(Rawat
DIDigital
ATempat
Jalan)
Kelas
PELAYANAN
Aneroid/
Digital/
tidur
BKelas

BEDAH
C Kelas
RUMAH DSAKIT
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
8 Head Lamp/Lampu Kepala
9 Lampu Periksa/Examination
Lamp /Hanging Lamp
10 Termometer Digital
11 Film Viewer 2 slides
12 Alat pembuka gips (manual dan
elektric)
13 Suction Pump
Portable/Aspirator/Vacuum

b. Kamar
1 Stethoscope / Stetoskop Tindakan

2 Sphygmomanometer Aneroid/
Tensimeter Anaeroid
3 Sphygmomanometer Digital/
Tensimeter Digital
4 Meja Periksa/ Tempat tidur
periksa/Examination Table
5 Lampu Periksa/Examination
Lamp/Hanging Lamp
6 Minor Surgery Set
98 Oxygen
10
11
12
113
Tensimeter
5Monitor/Patient
7Portable/Aspirator/Vacuum
Circumsisi
Electrocauter
Emergency
Stethoscope/Stetoskop
Film
Hecting
Lokal
Suction
Sterilisator
Viewer
Anestesi
Saturatie
set
Pump
Anaeroid
Set
set
2slides
Set
kering
Monitor
c.

6432
Ruang
Sphygmomanometer
Bed
Suction

Tensimeter

Side

persiapan
Pump

Monitor/Bed-Patient

Digital

Aneroid/
Digital/
(sebelum
Operasi)
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
d. Kamar Bedah
1 Operating Table
2 Mayo Table
3 Operating Lamp Ceiling Type
4 Lampu Periksa/Examination
Lamp/Hanging Lamp
5 ETT, LMA, Nasotracheal, Dewasa
dan Pediatric
6 Laringoscope Set (Dewasa Dan
Pediatric)
7 Fiber Optic
8 Mesin Anesthesi
9 Defibrilator
10 Ventilator Anesthesi
11 Electro Surgery Unit (ESU) - -
12 Autoklaf
13 Major Surgery Instrument Set
Untuk Kepala (Dewasa Dan
Pediatric) - -
14 Bor
untuk
24
25
26
Operating
Minimal
Mastektomi
vaskuler
thorak
abdomen
urologi
bedah
- - invasive
plastik
dan
Microscope
pediatric
Dewasa
set
cardiac
- surgery
15
---
16
17
18
19
20
21
22
23 -Major
Dewasa
Baby
- --Surgery
Major
--untuk
set /-- Instrument
pediatric)
Surgery
/-
leher
urologi danSet
Instrument
(Dewasa
- pediatric
- Set --
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
27 C-Arm - -
28 Infusion pump
29 Suction pump
30 Patient Monitor
31 Patient Stracher
32 Syringe Pump
33 Endoscopy THT, Bronchoscopy,
gastrocoscopy, colonoscopy - -
34 Endoscopy THT, Bronchoscopy,
gastrocoscopy, colonoscopy,
ERCP - -
35 Cryo surgery - - -
36 Microwave - -
37 Captriton Ultra Sonic Aspiration
(CUSA) - - -
38 Harmonic Scalpel - -
39 Caiman Seal and Cutting Device - -
40 USG guided - -
41 Blood Gas Analyzer - -
42 Electrolyte Analyzer - -
43 CCTV
987654321 Set
10 Bed
PatientFor
Defibrilator
Emergency
Suction
Hospital
Stethoscope
Brandchard
Infusion
Examination
Side Operation
Sypgmomanometer
Film
Minor
Emergency
Perawatan
viewer
Surgery
Stracher
pump
Monitor
Bed
pump
trolley

Set
lamp
Luka /-
Instrument

e. - -
Recovery
Set
Room
f. Rawat Bedah Umum
DAFTAR PERALATAN KESEHATAN DI PELAYANAN KESEHATAN ANAK

RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
a. Klinik (Rawat Jalan)
1 ECG
2 Infant dan baby pediatric resusitation

3 Infant dan baby pediatric Stetoscope

4 Examination lamp
5 Sypgmomanometer dengan
manset untuk bayi dan anak
6 Infant dan baby weighting scale
7 Termometer rectal
8 Termometer axial
9 Reflex Hammer
10 cold chain : Kulkas Vaksin
Termos Portable
11 Vena section set
12Oxygen
13
14
3115
5Crash
87Lamp
Anak
Diagnostic
ECG/EKG/Electrocardiograph
Film
Nebulizer
Baby
Oxygen
Nebulizer
Tongue
/Hanging
Cart
Viewer
Suction
Concentrator
set
spatel
Set

dan
Lamp

pump
(Stainless
flow
Portable

meter
b.
9642
Perawatan
Emergency

steel
6
ECG/EKG/Electrocardiograph
Channels
Lampu
Stethoskop

Channels
)Periksa/Examination
Anak
Trolley/Resucitation
-Pediatric/Stetoskop
-
-
- 3
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
Pediatric Hospital Bed/Tempat
Tidur Anak 10
Suction Pump Portable/Aspirator
/Vacuum 11
12 Syringe Pump
13 Infusion Pump
Stethoskop Infant/Baby/
Stetoskop Bayi 14
Sphygmomanometer Aneroid/
Tensimeter
Anaeroid
Dengan
15 Manset Untuk Bayi Dan Anak
Sphygmomanometer Digital/
Tensimeter
Digital
Dengan
16 Manset Untuk Bayi Dan Anak
17 Termometer Digital
18 Diagnostic Set

c. Perinatologi
1 Incubator
2 Infant Warmer
3 Baby Suction pump
987654 Incubator
10
12
13
14
15
16
17
18
19
2121 Infant
Sypgmomanometer
Termometer
Tongue
Lumbal
PhotoSide
Infusion
Syringe
Baby
Examination
Bed
Reflex
Phono
Intubation
Resusitasion
Examination
dan
stetoscope
Spatel
Therapy
Cardiograph
needle
hammer
Pump
Pump
Monitor
baby
Rectal
Axial
set
lamp

Punction
weighting
dengan

table
Set
manset

scale
-
untuk
bayi
dan

d. Ruang
anak
Bayi

RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
3 Incubator Transpor
4 Baby Resusitasion Set
5 Baby Suction pump
6 Infant Stetoscope
7 Sypgmomanometer dengan
manset untuk bayi dan anak
8 Termometer rectal
9 Termometer axial
10 Reflex hammer
11 Tongue Spatel
12 Tempat tidur bayi
13 Vena section set
14 Infant Warmer

DAFTAR PERALATAN KESEHATAN DI PELAYANAN


OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

987654321 Pap
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19 Meja
Timbangan
Tensimeter
Stetoskop
Doppler
Examination
Gynecologycal
NO
IUDNAMA
Implant
USG
Colposcopy
Forcep
Stetoskop
Sterilisator
Smear
Periksa
kit
234Transvaginal
dimensi
Biopsi
ALAT

kit
Dewasa
Kit
lamp
Laenec

Kebidanan
Ginekologi
RUMAH
Examination

portable
-
SAKIT
-
a.
-
-
-Klinik

set
(Rawat
Kelas
AJalan)

Kelas B Kelas C Kelas D
NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
20 Cardiotocography
21 Minor surgery set
22 Office Histeroscopy
23 Suction pump
24 Utility trolley
25 Lemari obat kaca
26 bak Instrument kaca
27 Tromol kasa
28 ECG
29 Nierbekhen
30 Kursi Dorong
31 Standar Infus
32 Sonde uterus
33 Tampon Tang
34 Bak instrument

b. rawat inap
1 Tempat Tidur
2 Termometer
326
987654 Lampu
10
11
12
13
14
15
16
17
18
20
21
22
24
25 Vena 2Periksa
Stetoskop
Suction
Infusion
Oxygen
Recusitation
USG Catheter
Sterilisator
Minor
Antidecubitus
Gynecologycal
Emergency
Film
Nebulyzer
Cardiotocograph
Food
Tensimeter
Lemari
Bak viewer
section
Troly
Set
dimensi
surgery
pump
Obat
Steril
set
pump
set

Set
(Kaca)
Flow
Uap
set
instrument
Matras
Examination
meter set
set

NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
27 Meja Suntik Beroda
28 Operating Lamp
29 Manometer
30 Perkakas
31 Pinset
33 Timbangan Bayi
35 Instrument trolley
36 Meja Periksa
37 Patient monitor
38 EKG Elektro Photo
39 Timbangan Dewasa
40 Sterilisator
41 Waskom mandi
42 Anatomische pinset
43 Chirurgical pinset
44 Air Viva
45 Bak instrument
46 Buli-buli panas
47 Flow meter O2
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69 Gilyserine
Irigator
Korentang
Lemari
Nierbekhen
Kursi
Vena
Slim
Meja
Gelas
Tabung
Baby
Timbangan
Arteri
Bed
Kom
Sputum
Standar
Pisfot
Laser
UV Lamp Spuit
3
Skreen/sherm
Kompres
Sectie
Zuiger
obat
incubator
Dorong
takar
teraphy
obat
O2
klem
bak
dewasa
Infus
Waskom
Dewasa
kaca
Set

NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
70 Branchard
71 Oksigen meter dinding
72 Suction pump dinding
73 Traffic Light
74 droppler
75 microscope labophot
76 Automatic emergency
77 Box baby
78 Emergency trolley

c. Kamar Tindakan Persalinan (VK)


1 Delivery instrument set
2 Curretage instrument set
3 Minor surgery set
4 Doppler
5 Tensimeter
6 Suction pump
7 Examination lamp
8 Timbangan Bayi
9 Oxygen
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29 Sterilisator
Forceps
Vacum
Cardiotocograph
Stethoscope
Recusitation
Suction
sectio
Anesthesi
Infusion
Auto
Embriotomi
Timbangan
Operating
Utility
Heacting
Alat
Cardiotocography
Gynecology
tranfusion
Partus
Set
Ekstraktor
caesarian
Curetage
Troly
Lamp
pump
warmer
Set
Examination
Machine
Bayi
set
set
Set
Flow
set
set

Unit
meter


NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
30 Manometer
31 Alat Pemanas
32 Stetoscope
33 Gunting bengkok
34 Pengait IUD
35 Spekulum
36 Tenakulum
37 Pinset
38 Korentang
39 Tromol kasa
40 Pean bengkok
41 gagang pisau no. 3
42 Meja Ginekologi
43 Lampu ginekolog
44 Chirurgical pinset
45 Meja obat 1
46 Busi Operatin
47 Himinoplasti g table
(gynecol
48 Forceps ogi)
49
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
6543261 instrument
50Electrosurgical
Operating
Anesthesi
Ventilator
Oxygen
Bak
Nierbekhen
Sonde
Sim
Partus
Pemecah
Sendok
Tampon
Metal
Tabung
Pump
Generator
Korentang
Utarine
suction
uterus
catheter
Set
instrument
kuret
Tang
O2
ketuban
lamp
Machine
set
+dgn
probe
Currete
Flow
unit
meter

set
pengukur
Blunt

d.

Kamar
Operasi
Kebidanan

NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
7 UV lamp for room sterilization
8 Vacum pump
9 autoclave
10 Sectio caesarian set
11 Laparatomy set
12 Histerectomy set
13 Laparoscopy set
14 Histeroscopy set
15 Electro couter bipolar
16 Electro couter monopolar
17 Monitor Kardiovaskuler - -
18 CVC Set - -
19 Embriotomi set
20 Endoskopik Videomonitor - -
21 Incubator bayi
22 Micro Surgery set
23 Operating Lamp
24 Standar Infus
25 Standar Waskom
26 Mini
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47 Utility
Operating
Electric
Mayo
Caesarean
gagang
Monitor
printer Troly
Ventilator
Patient
Meja
Perkakas
Ultrasonic
DC/AC
EKG
Fluid
Suction
Mesin
Ligasure
Folley
Hemodinamic
Monitor
table
obat
viewer
standar
management
Anestesi
Lab
pisau
monitor
head
Sony
video
suction
USAm
table
section
stand
internal

cleaner
monitoring
silicone
no.

Sony
bedah
pump
mobile

3system
set


NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
48 Set jahit
49 Ring aplikator set
50 Kocher
51 Chirurgical pinset
52 gunting lurus
53 Air Viva
54 Jarum lumbal
55 Bed side monitor
56 Lemari obat kaca
57 Meja Suntik Beroda
58 Nidle holder
59 Tromol kasa
60 Spatel lidah
61 Pean lurus
62 Spekulum cocor bebek
63 Hak langen beck
64 Speculum Shim
65 Aligator
66 Mini Laparotomy Set
67
68With
69
70
71
72
98765432173
10
11
12
13 Laringoscope
Pinset
Tensimeter
Lampu
Suction
Cardiotocography
Instrument
Manometer
Electric
Folding
Fenster
Kromatografi
Oksigen
Tubing
Bak
Lambotee
Halsted
Hoke
ScrewTbengkok
sorot
Chisel
(Pisau
bar
Driver
Slip
pump
Endurance
Klem
meter
bed
Maquito
Ostiot
trolley

Handle
17cm
Hexaganol
matras
Gas
Lobang)
Forceps
-
-Unit
24cm
-Tester
-
-e.
-
ICU
-
--
-Kebidanan
------

NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
f. IGD Kebidanan
1 Stetoscope
2 Timbangan Dewasa
3 Tabung O2
4 Bak Catheter
5 Lampu Sorot
6 Pisfot dewasa
7 Kursi Dorong
8 Standar infus
9 Electric Suction pump
10 Emergency trolley
11 meja periksa
12 Manometer
13 USG 2 Dimensi
14 Utility trolley
15 Gynecology examination
16 USG 4D - - -
17 Timbangan bayi
18 Syringe pump
19 Branchard
20
21
22
23
24 X-rayPERALATAN
DAFTAR
Baby
Meja
Lemari connect
Sterilisator
bath
rontgen
obattube teraphy
kaca

KESEHATAN
A.
NO

1.

DI
ALAT
JENIS
I.
Circuit PELAYANAN
Anestesi
Mesin
System
Alat
UNTUK
PELAYANAN
ALAT
Kelas
Utama
NAMA
ANESTESIOLOGI
ATindakan

Kelas
ALAT
1.
Sederhana
ANESTESI
Mesin
B-Anestesi
Kelas
Anestesi
DAN
TERAPI
C Kelas
RUMAH
INTENSIF
DSAKIT
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
2. Mesin Anestesi
Standar -
3. Mesin Anestesi
Canggih - -
2. Open System Jackson Rees
(Dewasa,
- Anak dan
Neonatus)

II. Perlengkapan Life Support Tindakan Anestesi


1. Airway 1. Laryngoscope
Set -
Dewasa
Anak/Bayi
2. Laryngoscope
Mc Coy -
3. Nasopharyngeal
tube -
4. Oropharyngeal
tube -
5. Endotracheal
Tube (ETT) -
7.Bayi
8. Anak/Bayi
Dewasa
Anak
Magylspreader
Mouth forcep
Apparatus
Dewasa
2.
-
Breathing
6.
9.
-
Stylet
Suction
-Anak
2. Laryngeal
- - 1. Mask/
BVM
mask)
Masker
- (face
LMA
Anes/
-
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
3. Bag Valve Mask
(BVM)
bayi,

anak, dewasa -
4. Simple Mask
(plastik)

dewasa,anak -
5. Oksigen Tank
Transport
Small
Size -

3. Circulation 1. Defibrillator -
2. Syringe pump -
3. Infusion Pump -
4. Infusion
pressure bag -
5. Infuse warmer -
6. Standart infuse -
7. Timbangan
darah -

III. Monitor Tindakan Anestesi


3. MonitorTensimeter
Pulse
Stetoscope
canggih
sederhana
standart
canggih
Oxymeter
1.
2.
3.
4.
5.

Capnometer
Monitor

Bedside
2.
4.

-
Monitor
Oksigen
Saturasi
Tidal
Darah
Tekanan

Monitor
---
Fungsi
suara
End
-
CO2
(pemeriksaan-
nafas)
Paru sangat
- 1. Monitor -
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
IV. Alat Penunjang Tindakan Anestesi
1 Untuk SAB/
SAB- Doek sterile
Regional
Set -
Anestesi/CVC
2 Untuk Nerve
Block/
Nerve Stimulator -
Regional
Anest
3 Ukur cara
manuil VT
Spirometer manuil -
mesin
anestesi
4 Untuk vena
Hechting-Set seksi/
pasang
-
CVP
5 Untuk
operasi2
Infant Warmer -
neonatus/
bayi
6 Pengahangat
untuk operasi Warming (and
Cooling)
Index Machine
Score1987 Pediatri
Untuk-
Menilai
Sumber
V.
operasi
Intubasi
atau
sulit
(LOC)
Anestesi
kedalaman -sulit
Consiousness
of
oksigen
udara
ALAT Airwayatau
TAMBAHAN
bebas
Level
-dari
lama -- -TINDAKAN
Laryngeal
-Oxygen
Concentrator
Intubating
Mask
Fastrach
GlideScope
BIS-
- Bispectral
Airway
- ANESTESI
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
B. ALAT RESUSITASI DAN EMERGENCY
I. Alat Utama
1. Ventilator 1. Ventilator
Standar -
2. Ventilator
Canggih -
3. CPAP - -

II. Perlengkapan Life Support Resusitasi dan Emergency


1. Airway 1. Laryngoscope
Set -
Dewasa
Anak/Bayi
2. Laryngoscope
Mc Coy -
3. Nasopharyngeal
tube -
4. Oropharyngeal
tube -
5. Endotracheal
Tube (ETT) -
Anak
8.
10.
2.
3. Anak/Bayi
Dewasa
Mouth
Anak
Bayi
Neck-collar
spreader
Dewasa
Apparatus
2.
Breathing
-4.
6.
7.
9.
-Laryngeal
Stylet
Magyl
Suction
- -1.forcep
Masker
Anes/
dewasa
anak
BVM
mask)
Mask/
- (face
LMA
dan
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
5. Bag Valve Mask
(BVM) bayi,
-
anak dan
dewasa
6. Simple Mask
(plastik)
- dewasa
dan anak
7. Jackson Rees -
8. Oksigen Tank
Transport
- Small
Size

3. Circulation 1. Defibrillator -
2. Syringe pump -
3. Infusion Pump -
4. Infusion
pressure bag -
5. Infuse warmer -
6. Standart infuse -
7. Timbangan
darah -
2. MonitorStetoscope
Capnometer
canggih
board
standar 1.
2.
3.
4.
5.

Monitor
8.
9.

Bedside

Monitor
Oksigen
Saturasi
Tidal
Darah
Tekanan
Short
Long
III.
- -nafas)
Fungsi
suara -End
spine
Alat
-CO2
spine
(pemeriksaan
Paru Monitor
1. Monitor
Pulse
Tensimeter
Resusitasi
- Oxymeter dan Emergency
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
IV. Alat Canggih Resusitasi dan Emergency
1 Alat Analisa
Gas Darah - - -
2 Alat
Pemeriksa
Hemoglobin
3 Alat
Pemeriksa
Gula Darah
4 Alat
Pemeriksa
Electrolit
5 Alat
Pemeriksa

lactate
Darah
6 Menilai
kedalaman
- - sedasi (LOC)
Level of
Consiousness
7 Pemeriksaan
1. VentilatorEchocardiography
Ventilator
Canggih 98
Standar
Pengukuran
Alat
I.
Ventilator

canggih
Airway
Alat
C.
dialisis
organ- ALAT
Utama

- unt
jantung/
anatomi
fungsi/
output,
cardiac
penilaian
hemodinamik,
dalamSangat
-PELAYANAN
mesin
- -Canggih
Continuous
Therapy
Replacement
-CRRT
- TERAPI
-- atauRenal
INTENSIF
HD
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
Ventilator Bayi -
CPAP - -

II. PERLENGKAPAN LIFE SUPPORT PELAYANAN TERAPI INTENSIF

1. Airway 1. Laryngoscope
Set -
Dewasa
Anak/Bayi
2. Laryngoscope
Mc Coy -
3. Nasopharyngea
l tube -
4. Oropharyngeal
tube -
5. Endotracheal
Tube (ETT)
-
(Dewasa dan
anak/bayi)
6. Stylet -
7. Magyl forcep -
Anak
8. Dewasa
Mouth spreader
Apparatus
Mask/
LMA
2.
BREATHING
6.
9.
3.
4.
5.
-Jackson
Suction
Laryngeal
Bag
Simple
Valve
-1.Mask
Rees
Masker
Mask2.Anes/
(Anak-Dewasa
BVMbayi)
mask)
dan
(BVM)
anak,
(plastik)
dewasa,anak

bayi,
dewasa
(face
--
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
7. Oksigen Tank
Transport

Small Size -

3. Circulation 1. Defibrillator -
2. Syringe pump -
3. Infusion Pump -
4. Infusion
pressure bag -
5. Infuse warmer -
6. Standart infuse -
7. Timbangan
darah -

III. Alat Monitor Pelayanan Terapi Intensif


1. Bedside 1. Monitor
standar Monitor
-
2. Monitor
canggih -
3. Monitor sangat
canggih -
Pulse Oxymeter
Tensimeter
Stetoscope
3.
4.
5.
1.
2.
3Capnometer
IV.
Monitor
Alat

Alat
Oksigen
Saturasi
Tidal
Darah
Tekanan
Hemoglobin
Gula
Pemeriksa
Gas
Elektrolit
Alat
Analisa
Darah
Fungsi
suara
-
Darah
End
Penunjang
CO2
-
(pemeriksaan
nafas)
Paru & Hb-meter
Gluco-Stick
Blood
Pelayanan
- Gas
Analyzer
Terapi
Intensif -
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
4. Ukur cara Spirometer manuil
manuil VT
-
mesin
anestesi
5. Untuk vena
Hechting-Set seksi/
-
pasang CVP
6. Untuk Doek sterile Set
tindakan/
-
pasang CVC,
dan lain-lain
7. Menilai TOF guard
kedalaman -
obat relaxan
8. Untuk Infant Warmer
operasi2
-
neonatus/
bayi
9. Warming Untuk penghangat
(and Cooling) dan Terapi -
Machine hipotermia -

contoh

V. 10.
ALAT
11.
12.
2.
3.
4. Untuk
iSTAT
1.Alat
CANGGIH
Alat
Untuk
Mesin
Intubasi
atau
sulit
Drain
Bulleau
Gas
Hemoglobin
Gula
Electrolit
Pemeriksa
Alat
Darah
Darah
-Analisa
Airway - GlideScope
PELAYANAN
sulit
- Mask
Laryngeal
Intubating
Fastrach
Ada
TERAPI
pada
Airway
INTENSIF

1 alat,
-
RUMAH SAKIT
NO JENIS ALAT NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
5. Alat
Pemeriksa
lactate Darah
6. Menilai
kedalaman
BIS- Bispectral
sedasi (LOC)
Index Score - -
Level of
Consiousness
7. Pemeriksaan
bronchoscopy canggih
- unt -
Airway
8. Pengukuran
hemodinamik,
penilaian
cardiac output, ECHOCARDIOGR
APHY - - fungsi/
-
anatomi
jantung/ organ
dalam
9. Pengukuran
- - - hemodinamik
penilaian
Monitor . 12.
11.
Mengganti
Ukuran
-panjang
organ
jantung/
anatomi
fungsi/
output,
Out
output
cardiac
invasif.
jantung
fungsi
paru-put
jangka
dalam
non
- - Corporeal
Vigileo
cPICCO
USCOM:Ultrasoni
ECMO
Oxygenator
Membrane
-Cardiac
10.-- Extra
atau
Ukur
- Output
-Cardiac
DAFTAR PERALATAN KESEHATAN DI PELAYANAN MIKROBIOLOGI

RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT SPESIFIKASI ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
Biosafety
- Cabinet
1 Level 2A
2 Biosavety
- - Cabinet
Level IIB
3 Mikroskop Binokuler, -
pembesaran

1000x
Mikroskop
- - Lapang
4 Gelap
5 Mikroskop
- -
Fluoresen
6 Sink
danRak
-
Untuk Pewarnaan
7 Bunsen -
8 Incubator, suhu Suhu 20-450C
-sd 45 C
9 Inkubator, suhu Volume 600
sd 45 C liter, Pintu
- - -
Kaca tembus
10 Refrigerated
11
12
13
14
15
16
17 Incubator,
Refrigerator
Freezer
Deep
Sentrifus

Incubator
Volume
Jar
40C
Csampai
Centrifuge
Freeze,
Anaerob
-
-200C
80-90
80
minus
-Volume
-suhu
CO2,
liter
suhu
Kapasitas
Model
C
100
tabung
Pack
liter
Gas- pandang
kapasitas
tabung
Volume

yang
Kapasitas
(600


SampaiVolume
liter
10.000
ml
besar
liter)
sd
200
kecepatan
sd 15 200
15
dengan
rpm
ml;
- - -
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT SPESIFIKASI ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
18 Refrigerated Kapasitas
Micro-centrifuge sekitar 20
- -
tabung,
volume 1,5 ml.
19 Timbangan Kapasitas
Analitik - menimbang di
bawah 1 gram
20 Timbangan / Kapasitas sd 1 -
Balance
kilogram
untuk
Media
21 pH meter -
22 Mesin PCR Satu set - -
23 Perangkat - -
Elektroforesis,

Horizontal

24 Mesin Pembaca Contoh: - -


produk PCR, GelDoc
Machine
25 Vortex - -
26 Inspisator - -
28 Spectrophotometer
30
32 Water Purifier
ELISA Reader tabung
27
29
31
33
34 -Mesin
Mikropipet
Autoklaf
Shaking
Inkubator
-Otomatis
bath
Darah
Dengan
Sensing
Mikrobiologi
- Diagnostik
Water
Otomatik,
liter
Volume
-Optic
Kultur
Set:
- sekitar
60
di
Phoenix
bawah
-- 205kapasitas
mikroL,
liter
100
mikroL,
Volume
mikroL,

Vitek
mikroliter
100-1000
BactAlert
BD
mikroL,
atau
atau
20-50
air,
50-
5-20
- -
120 -
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT SPESIFIKASI ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
35 Mesin Diagnosis MGIT Machine
M.tuberculosis
- -
otomatik, MGIT
36 Shaking Incubator Volume 120 - -
liter
37 Instrumen Satu set
Sterilisasi Cairan dengan
pompoa Menggunakan
- -
Filter
38 Alat-alat Gelas: Tabung
Reaksi, Petri
- Dish,
Erlenmeyer,
Pipet,

DAFTAR PERALATAN KESEHATAN DI PELAYANAN PATOLOGI ANOTOMI

RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
7654321.Automatic
10
1Talenan
Work
Autopsi
Pisau
Gunting
Gergaji
Pinset,
Alat
kg
RUANG
Loop
Pengukur
Station
Potong
/
(Alas
TUP
Set
(lurus,bengkok,kecil)
Listrik
Scalpel
Kaca
Tissue
(RUANG
-Pembesar
Pemotong
/(Penggaris
(1 Grossing
set)
2.
Processing
PEMOTONGAN

RUANG
-11

Jaringan)
98
Station
Alat
-PEMROSESAN
Besi)
MAKROSKOPIK)
JARINGAN
Pengukur
pengukur
-
- JARINGAN
-DAN
Berat
-- -PEMERIKSAAN
(Timbangan)
(HISTOLOGI)><
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
2 Manual Tissue Processing -
3 Automatic Staining Machine -
4 Manual Staining -
5 Embedding Center -
6 Fully Motorize Rotary Microtome
Waterbath -
7 Manual Microtome Waterbath -
8 Cryostat -
9 Hotplate -
10 Peralatan Gelas Untuk Processing
Manual -
11 Timer -
12 Microscope Binocular -
13 Virtual Microscope -
14 Lemari Asam -
15 Ph Meter -
16 Alkohol Meter -
3. RUANG KLINIK SITOLOGI
1 Tempat Tidur Pasien -
2 Lampu Sorot -
987Bahan
10
11
432112
6Masing-Masing
Tempat
Lampu
Meja
Kursi
Spekulum
Manual
Cyto
Timer
Microscope
Autoclave
Piston
Microscope
FNAB
Trolly
Kerja
Centrifuge
Spin
Rontgen
Tidur
Staining
-Gun
(Cocor
Binocular
/
Untuk
Binocular
Gynekologi
Sterillisator

-
Bebek)
Jar
1500

--
Alat
-
-rpm
75
-Lemari
Pipet

Listrik
Liquid

4.
--
Set
-RUANG
Penyimpanan
---Base
(Dari
PEMROSESAN
Cytology
Kecil
Bahan
- sdManual
CAIRAN
-
Besar) (SITOLOGI)
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
8 Liquid Base Cytology Automatic /
Machine -
9 Vortex -
10 Lemari Pendingin / Kulkas -
11 Alkohol Meter -
12 Hair Dryer -
13 Rak Slide -

5. RUANG IMMUNOHISTOKIMIA
1 Mesin Standar Automatic Pulasan
-
Immunohistokimia
2 Fully Motorize Rotary Microtome
-
Waterbath
3 Hotplate -
4 Lemari Pendingin 4C -
5 Frezer -20C -
6 Timer -
7 Microscope Binocular -
8 Microscope Double Head -

213Masing-Masing
654Attached+PC
Apparatus
Gel
Ph
Micro
Microscope
Meja
Kursi
Lemari
Meter
Doc
Untuk
Balance
Untuk
Buku

Electroforesis
(Build
Binocular
Double
Miksroskop

Diagnosis
--
-
-Head
-In)
---31
Mikroskop
PCR

Lengkap
Komputer
Five

(RT

6.
7.
8.
---Headed
RUANG
dan
- Imunofluoresensi
Dengan
+Convensional)
PC
IMUNOFLUORESENSI
PATOLOGI
DIAGNOSA
Microscope+Camera
Kamera
-MOLEKULER
dan
DAFTAR PERALATAN KESEHATAN DI PELAYANAN PATOLOGI KLINIK

RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
A. PERALATAN UMUM
1 Biosafety cabinet level 2A -
2 Fume hood (lemari asam) - -
3 Laminary air flow - -
4 Mikroskop
5 Sink Laboratorium
6 Rak untuk pewarnaan
7 Waterbath
8 Refrigerator 2-8C
9 Cold room - -
10 Freezer -200C -
11 Freezer -800C - -
12 Sentrifus
13 Mikrosentrifus
14 Mikropipet
15 Vortex mixer
16 Mikroskop fluoresens - -
17Three
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
132 Hematology
Five
Stereomicroscope
Timbangan
pH
Inkubator
Autoklaf
Oven
EIA
Rotator
Bunsen
Fume
Water
Sitosentrifus
Spektrofotometer
Fotometer
Flowcitometer
Peralatan
meter
sistem
parts
purifier
hood
parts
differential
analitik
-
Gelas
analyzer
-
differential
-
--
-a.
-B.
-
-Hematologi
-PELAYANAN
-(B)
(A)
- -- -
RUMAH SAKIT
NO NAMA ALAT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
2 Coagulometer
3 Agregometer - -
4 Spektrofotometer
5 Flow Cytometri
6 Analisa Hb - -
7 Peralatan Laju Endap Darah (LED)

b. Kimia klinik
1 Chemistry analyzer -
2 Fotometer/spektrofotometer
3 Elektroforesis - -
4 Isoelectric focusing system - - -
5 Analisa gas darah -
6 Urine Analyzer

c. Imunologi
1 Imunologi analyzer - -
2 Nefelometer - -
3 Enzyme Immunoassay - -

21543 NO
Mikroskop
Incubator
Jar
Inspisator
Kultur
Polymerase
Film
Cassette
NAMA
anaerob
viewer
DAFTAR
otomatik
ALAT
&CO2
lapang

Chain
Film
RUMAH
PERALATAN
X-ray
Rection
gelap
--SAKIT
--
d.
e.
-KESEHATAN
semua
A.
-Biologi
Mikrobiologi
(PCR)
DIAGNOSTIK
ukuran
-
-Kelas
DI
molekuler

PELAYANAN
-A-Kelas
RADIOLOGI
B Kelas C Kelas D
NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
3 Film marker
4 Film dryer
5 DSA - - -
6 MRI - -
7 CT Multislice -
8 Fluoroskopi - -
9 USG 4D

10 Analog X-ray Fixed Unit dan atau Digital - -


11 Mobile x-ray
12 Mammography - -
13 Digital Panoramic/ Cephalometri - -
14 Dental X-ray, -
15 C-arm - -
16 Computed Radiography (CR) - -
17 Picture Archiving Communication System' (PACS)

18 Peralatan protektif radiasi


19 Perlengkapan proteksi radiasi
20Dosimetri
21
22
98765432123
10 Cobalt
Brakhitherapy
Simulator
Treatment
TPS
Moulding
Quality
Emergency
Viewing
Generator
Linear
3D
3D, Unit
IMRT,
accelerator
Assurance
box
set
-Planning
dan
Kit
--survey
Remote
-SRT,
---IGRT
dan
-
Systems
meter
11
afterloading

B.
-Quality
-THERAPY
(TPS)
-
Linac
Collimator
11--.-Control
-IIMRT,
2D
dengan
-laju
(MLC),

-dosis
SRT,
dilengkapi
--
-- lGRT
-tinggi
-conformal
rendah
- Multileaf
-terapi,
- -
NO NAMA ALAT RUMAH SAKIT
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
C. KEDOKTERAN NUKLIR
1 Gamma camera - - -
2 Gamma atau beta counter - - -
ECG synchronizer (automatic
3 synchronizer
dengan
- - - gamma
kamera)
4 Nebulizer radioaerosol - - -
5 Processing box (hot cell) - - -
6 Treadmill/ergocycle - - -
7 Alat pengukur radioaktivitas - - -
8 Alat protekal - - -
9 Radiasi - - -
10 Gamma probe - - -
11 Laminar fume hoods - - -
12 Alat pemotong jarum - - -
13 Emergency kit - - -
14 Alat uji kualitas - - -
15 Tempat limbah - - -

DAFTAR
periksa
Lamp/Light/Hanging
Treatment
765431 Handgrip
Biotrigger
Electromyography
EN-Tree
Gait
Goniometer
PERALATAN
/
Analyzer
Examination
Streght
-
-Computerize
--
-KESEHATAN
-lamp
- -Table

Dynamometer
A.
NO
-
21 -Analizer
PEMERIKSAAN/PENILAIAN
Meja
Lampu
PERALATAN
DI-Cognitive
B.
PELAYANAN
Periksa
DIAGNOSTIK
Periksa/Examination
Kelas
- Evaluation
A/-REHABILITASI
-Kelas
Tempat
- B tidur
Kelas
andMEDIK
C Kelas
RUMAHD SAKIT
RUMAH SAKIT
NO PERALATAN
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
8 Handheld Dynamometer -
9 Food Trolley Desentralisasi
10 Inclinometer
11 Isokinetic Dynamometer - - -
12 Mobility Analyzer - - -
13 Nebulizer Jet
14 Nebulizer Ultrasound
Oximeter/Pulse Oximetry/Oksigen
Saturasi 15
16 Peak Flow Meter -
17 Plantar Pressure Analysis - - -
18 Posture Analyzer - - -
19 Seating & Positioning Analysis - - -
20 Spirometer -
Tensimeter Digital /
Sphygmomanometer Digital 21
Tensimeter Anaeroid /
Sphygmomanometer Anaeroid22
23 Stetoskop
24 Ultrasonography Muskuloskeletal - - -
25 Urodynamic - - -
432126
9876pads/Cane
10
11
12 Peralatan
Acupunture
Ankle/Wrist
Bath
Biotrigger
Compression
Crutches
Electro
Ergocycle
Examination
Exercise
Voice
Whirl
Analyzer
Set
Stimulation
Set
Organis
Konsultasi
Bicycle
Equipment
Therapy
Pool
Computerize
Therapy

Table &-
dan
C.
D.

-Analgesia
5
-
Analizer
TERAPI
FISIOTERAPI
-Terapi
-
-Cane,
--
PSIKOLOGI

crutch,
-PASIF
- -and-
walker tips and
RUMAH SAKIT
NO PERALATAN
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
13 Faradic-Galvanic Therapy - - -
14 Finger Muscle Therapy - -
15 Hotpacks & Perculator - - -
16 Isostation For Accurate - - -
17 Lampu Infrared
18 Laser Therapy -
19 LF Electro Therapy - -
20 Lymphatic Physiotherapy - - -
Matras / Mattress cover for
medical purposes 21
22 Microwave Diathermy
23 Parafin Bath -
24 Paralell bars -
25 Platform Walker
26 Pulse Erator Unit - - -
27 Reciprocal Walker
28 Reverse Walker
29 Rolling Triceps Walker
30
31 Rolling/Gliding
32
33
34
35
36
Equipment
Stimulation
39
40
41
42
43
44
45 RowingTable
Shortwave
Stair-Climbing
Standar
Suspention
TENS
Tilt
Traction
Treadmill
Ultrasound
Ultraviolet
Kursi
Wheelchair
Set
Roda/Wheel
Machine
Walker
Unit Walker
Diathermy
&quartz

Therapy
Elektrik
-Pulley
-Walker
Chair
-
- -
Equipment
37
38
--
-
---

-Therapeutical
Therapeutic Position
Nerve
- &and
Muscle
RUMAH SAKIT
NO PERALATAN
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
E. SENAM (GYMNASIUM)
1 Perangkat olah raga senam -

F. HIDROTERAPI
Hidro Therapy/Hydrotheraphy Pool
(Kolam Renang) - - - 1

G. TERAPI OKUPASI
1 Alat Latihan Sensori - -
2 Alat Terapi Sensori Integrasi Set - -
3 Peralatan Latihan ADL - -
4 Snoozlen Set - -

H. GIP
1 Peralatan Ruang GIP

I. BENGKEL HALUS/KERJA KAYU


Peralatan Halus/Kayu Orthotik
dan Prostetik/ OP -1 -
7654321Prostetik/
1Body
Autopsy
Dissection
Autopsi
Head
Examination
Peralatan
DAFTAR
BagsInstrument
Lamp
Trolley
Table
OPTable
Jahit(Kain
PERALATAN
-
Lamp - NO
KESEHATAN
-&1Kulit)
PERALATAN
Peralatan
J.
K.
- JAHIT/KULIT
BENGKEL
Kelas
DI
PEMULASARAN
-Kasar
A KASAR/KERJA
-Kelas
Orthotik
B JENAZAH
Kelas
PEMBUATAN
dan
C Kelas
RUMAHD SAKIT
RUMAH SAKIT
NO PERALATAN
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
8 Preparation table
9 Refrigerated Mortuary Cabinet
10 Weigthing machine for Weigthing dead bodies - -
11 Weigthing machine for organs - -
12 Body Bags
13 Autopsy Table - -
14 Dissection Table

DAFTAR PERALATAN KESEHATAN DI INSTALASI GIZI

RUMAH SAKIT
NO PERALATAN
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
A. ASUHAN GIZI RAWAT INAP
a. Kegiatan asuhan gizi
1 Alat Ukur tinggi badan dan Berat
badan
2 Alat Ukur Lingkar Lengan Atas
3 Knee hight (alat ukur tinggi lutut)
98765410
10
Pinggul
987654321Bioelectrical
Food
Skinfold
Timbangan
Alat
Bed
Chair
Meja
Rak
Lemari
Alat
Refrigerator
Tempat
Food
Trolley
scale
model
Ukur
Alat
scale
Distribusi
Pemanas
Trolley
alat
Pencucian
Makan
Bayi
Panjang
Makanan
makan
Desentralisasi
Analisys
(kompor)
Khusus

Sentralisasi

Makanan
Kelas
badan
Alat
Makanan
Di
11
Impedance

Bayi
Pantry
Pita

VIP
b.

Cair
Ukur
Kegiatan

Lingkar
pelayanan
Pinggang
makanan
dan
RUMAH SAKIT
NO PERALATAN
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
11 Timbangan Makanan
12 Blender
13 Alat Makan Khusus Dewasa
14 Alat Makan Pasien Anak

B. ASUHAN GIZI RAWAT JALAN (DI RUANG KONSELING GIZI)

1 Alat Ukur Tinggi Badan dan Berat Badan (Dewasa dan Anak)

2 Alat Ukur Lingkar Lengan Atas


3 Food model
4 Skinfold
5 Lemari Kaca (Untuk Food sample)

1. Penyelenggaraan Makanan (Di Ruang Penerimaan)


1 Timbangan Lantai -
2 Timbangan Duduk
3 Timbangan Digital
6542112
9876543Tempat
10
11
Trolley
Washtafell
Pallet
Refrigerator
Tempat
Chiller
Tangga
Hand
Trolley
Timbangan
Timbangan
Container
AC Split
Lift
sampah
Barang

Sampah
Lipat
4 Duduk
Barang
Pintu

Digital
Lantai
Bertutup

2.
3.

Di
Di

Ruang
Ruang
penyimpanan
penyimpanan
bahan
bahan
makanan
makanan
kering
segar
RUMAH SAKIT
NO PERALATAN
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
3 Refrigerator
4 Tempat Sampah
5 Chiller 4 Pintu -
6 Trolley Barang
7 Timbangan Lantai -
8 Timbangan Duduk
9 Container Bertutup
10 Container Bertutup
11 Freezer Cabinet
12 Cold Room Freezer (Temp -15s.d -18C) -

13 Cold Room Chiller (Temp 2s.d 8 C)


14 Insect Killer

4. Di Ruangan persiapan bahan makanan


1 Timbangan Duduk
2 Timbangan Digital
3 Mesin Pemotong Daging
4 Mesin Pemotong Sayuran
5 Bak Cuci
10Oven
11
12
13
14
98765432115 Mixer
Penggiling
Timbangan
Cooking
Frying
Gelas
Bain
Blender
Boiling
Talenan
Food
Peeler
Tempat
Insect
PisauMarrie
Pan
Processor
Ukur

sampah
Killer
Range
Pan
Daging
Bumbu

(tungku)
-
5.
DiRuang
pengolahan makanan
RUMAH SAKIT
NO PERALATAN
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
10 High Pressure Cooker
11 Rice Cooker
12 Pan Dadar / Ceplok Telur
13 Double Sink Heavy
14 Tempat Sampah
15 Trolley
16 Kuali Range
17 Refrigerator
18 Freezer
19 Chiller
20 Lemari Alat
21 Rak Alat
22 Lemari Makanan Matang
23 Mesin Wrapping
24 Panci set
25 Insect Killer
Meja Persiapan Snack, Makanan
Cair 26
27 Cetakan Telur
28 Wajan
29 Container Tertutup
Pemanas
32154 Gelas
Timbangan
Mesin
Bak
Lemari
Rak
Sterilisator
Tempat
Pencuci
Alat
Ukur
Pencuci

Sampah
Duduk

Alat

Alat
218.
6.
Food
7.Di
- Di
Ruang
Trolley
RuangFormula
distribusi
pencuci
Makanan dan
Dengan
Tanpa
penyimpanan alat
FORMULIR

INSTRUMEN SELF ASSESSMENT IZIN OPERASIONAL RUMAH SAKIT KELAS A

NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN


RS SAAT
RUMAH INI
SAKIT
NO PERALATAN
I. Pelayanan
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
A. Pelayanan Medik Umum
4 Mixer
1. Pelayanan medik dasar +
5 Blender
6 Kompor Gas 2. Pelayanan medik gigi mulut +
7 Tungku
3. Pelayanan KIA/KB +
8 Cooking Range (tungku) -
9 Refrigerator
B. Pelayanan Gawat Darurat
10 Mesin Pencuci Botol
1. 24 jam & 7 hari seminggu +
11 Bain Marrie
12 Lemari Bahan Makanan Kering
C. Pelayanan Medik Spesialis Dasar
13 Rak Botol Susu
1. Penyakit dalam +
14 Trolley
2. Kesehatan anak +
15 Trolley -
3. Bedah +
16 Rak Alat
4. Obstetri & ginekologi +
17 Bak Pencuci Alat
D. Pelayanan Spesialis Penunjang Medik
1. Anestesiologi +
2. Radiologi +
3. Patologi Klinik +
4. Patologi Anatomi + MENTERI KESEHATAN
5. Rehabilitasi Klinik REPUBLIK
+ INDONESIA,
ttd F.
10.
11.
12.
6. Pelayanan
7.
8.
9.
1.
2.
3.
4.
5. Mata
Telinga
Syaraf
Jantung
Kulit
Kedokteran
Paru
Orthopedi
Urologi
Bedah
Konservasi
Orthodonti
Periodonti
Prosthodonti
Bedah
Kedokteran
E. Pelayanan
+Mulut
dan
Syaraf
Plastik
++dan
Hidung
Medik
+Kelamin
+/Jiwa
Forensik
+Pembuluh
+endodonsi
+Medik
Spesialis
+Tenggorokan
+ + Spesialis
+Darah
+ Gigi
+NAFSIAH
dan
LainMulut
MBOI
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
6. Pedodonsi +
7. Penyakit Mulut +

G. Pelayanan Medik Subspesialis


1. Bedah +
2. Penyakit Dalam +
3. Kesehatan Anak +
4. Obstetri dan Ginekologi +
5. Mata +
6. Telinga Hidung Tenggorokan +
7. Syaraf +
8. Jantung dan Pembuluh Darah +
9. Kulit dan Kelamin +
10. Jiwa +
11. Paru +
12. Orthopedi +
13. Urologi +
14. Gigi mulut +

H. Pelayanan Kefarmasian
Pengelolaan sedian +
1. farmasi, alat kesehatan
dan bahan habis pakai
2. Farmasi klinik +

I. Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan


1. Asuhan keperawatan generalis dan spesialis +
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9. Asuhan
Pelayanan
Perawatan
Gizi
Sterilisasi
Rekam
Laundry/Linen
Jasa
Teknik
Pengelolaan
Gudang
Ambulans
Pemulasaran
Sistem
J. Pelayanan
K. +medik
boga/dapur
kebidanan
+dan
informasi
penanggulangan
+intensif
bank
pemeliharaan
+instrumen
limbah
jenazah
Penunjang
+darah
+dan
+ + +komunikasi
+ Non
Klinik
fasilitas
Klinik
+ +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
kebakaran
10. Pengelolaan gas medik +
11. Pengelolaan air bersih +

L. Pelayanan Rawat Inap


1. Jumlah TT perawatan kelas III (RS Pemerintah) 30%

2. Jumlah TT perawatan kelas III (RS Swasta) 20%


Jumlah TT perawatan 5%
3. intensif (RS Pemerintah &
Swasta)

II. Sumber Daya Manusia


A. Pelayanan Medik Dasar
1. Dokter Umum 18
2. Dokter Gigi 4

B. Pelayanan Medik Spesialis Dasar


1. Penyakit dalam 6
2. Kesehatan anak 6
3. Bedah 6
4. Obstetri & ginekologi 6

C. Pelayanan Medik Spesialis Penunjang


1. Anestesiologi 3
2. Radiologi 3
3. Patologi Klinik 3
4. Patologi Anatomi 3
5.
5. Rehabilitasi
12.
10.
11.
6.
7.
8.
9.
1.
2.
3.
4. Mata
Telinga
Syaraf
Jantung
Kulit
Kedokteran
Paru
Orthopedi
Urologi
Bedah
Penyakit
Kesehatan
Obstetri
Bedah
Kedokteran
D. Pelayanan
E. 32dan
Syaraf
Plastik
33dan
Hidung
Dalam
dan Klinik
3Kelamin
Anak
Jiwa
Forensik
Pembuluh 33Darah
Ginekologi
3Medik
32Tenggorokan
3 3 Subspesialis
Spesialis
2 3 Lain
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
5. Mata 2
6. Telinga Hidung Tenggorokan 2
7. Syaraf 2
8. Jantung dan Pembuluh Darah 2
9. Kulit dan Kelamin 2
10. Jiwa 2
11. Paru 2
12. Orthopedi 2
13. Urologi 2
14. Gigi mulut 2

F. Pelayanan Medik Spesialis Gigi dan Mulut


1. Bedah Mulut 1
2. Konservasi / endodonsi 1
3. Orthodonti 1
4. Periodonti 1
5. Prosthodonti 1
6. Pedodonsi 1
7. Penyakit Mulut 1

G. Pelayanan Kefarmasian
1. kepala instalasi farmasi RS 1

2. Apoteker bertugas di rawat jalan 5

3. Apoteker bertugas di rawat inap 5


1. Keperawatan
2. H.(Perawat
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9. 6.
7.
Apoteker
Gizi
Keterapian
Radiografer
Fisikawan
Petugas
Tenaga
Keteknisan
Rekam
Tenaga
dan
Apoteker
koordinator
farmasi
+Medik
Elektromedik
distribusi
Proteksi
Kesehatan
dan
diMedik
Fisik
Medis
instalasi
+ruang
sebagai
Bidan)
penerimaan
produksi
++Radiasi
ICU
farmasi
dan
+ 1gawat
Petugas
Medik
darurat
Lainnya
+ 1:1
1tenaga
tetap)
1 (2/3
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
10. Petugas IPSRS +
11. Petugas Pengelola Limbah +
12. Petugas Kamar Jenazah +

III. Peralatan
A. Pelayanan Gawat Darurat
Ruang Triase
1. Kursi Roda/Wheel Chair +
2. Stretcher/Brankar +
3. Pocket Pulse Oximetri +
4. Stethoscope/Stetoskop +
Tensimeter Digital/ +
5. Sphygmomanometer
Digital
Tensimeter Anaeroid/ +
6. Sphygmomanometer
Aneroid
7. Termometer Digital +
Timbangan Bayi/Infant +
8. Weighting Scale/Baby
Weighting Scale
9. Timbangan Dewasa +

Resusitasi
1. Defibrilator +
2. Resusitator Kit/Resucitation Bay +

3. Emergency Trolley/ Resucitation Crash Cart +


4. Film Viewer +
12.
11.
6. 15.
7.
8.
9. 10.
13.
14.
5.
Laryngoscope
Nebulizer
Pulse
Stethoscope/Stetoskop
Infusion
Syringe
Lamp/Hanging
Periksa/Examination
Lampu
Suction
Vacuum
Portable/Aspirator/
Electric/Tempat
Bed
Manual/Tempat
Pasien
Digital/Tensimeter
Sphygmomanometer
Oximetry/Portable
Patient
Pump
Pump
+Manual
Elektrik
Pump
+++ Lamp
Tidur
Tidur
+Digital
Pulse Oximetri
+ +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI

Sphygmomanometer +
16. Aneroid/Tensimeter
Anaeroid
17. Termometer Digital +

Tindakan
Gynecological +
Bed/Obstetric
1.
Table/Tempat Tidur
Ginekologi
2. Head Lamp/Lampu Kepala +
Lampu +
3. Periksa/Examination
Lamp/Hanging Lamp
4. Operating Lamp Mobile +
5. Minor Surgery Set +
Bed Patient +
6. Electric/Tempat Tidur
Pasien
Bed Patient +
7. Manual/Tempat Tidur
Pasien Manual

Isolasi
Bed Patient +
1. Electric/Tempat
Tidur Pasien Elektrik
Bed Patient +
2. Manual/Tempat Tidur
5. 2.
6.
7.
9.
1.
3.
4. 3.
8.
Emergency
Oxygen
Stethoscope/Stetoskop
Sphygmomanometer
Termometer
Stretcher/Brankar
Defibrilator
ECG/EKG/Electrocardiogr+
Pasien
Anaeroid
Aneroid/Tensimeter
Sphygmomanometer
Bed
Monitor/Pasien
Parameter
Observasi
Concentrator
SideTrolley/
Manual
Digital
Monitor/Patient
+ Digital/Tensimeter
+Monitor
+Resucitation
Portable
+ 4 + Crash
+ Digital
Cart + +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
aph 12 Channels
5. Emergency Trolley/ Resucitation Crash Cart +
6. Infusion Pump +
7. Pneumatic Splint Set +
8. Resusitator Kit/Resucitation Bay +
9. Stethoscope/Stetoskop +
Suction Pump +
10. Portable/Aspirator/Vacuu
m
11. Syringe Pump +
12. Sphygmomanometer Digital/Tensimeter Digital +
Sphygmomanometer +
13. Aneroid/Tensimeter
Anaeroid

B. Pelayanan Penyakit Dalam


Klinik (Rawat Jalan)
1. Film Viewer +
Examination Table/Meja +
2. Periksa/Tempat Tidur
Periksa
3. Medical Flash Light/Pen Light +
4. Stethoscope/Stetoskop +
Sphygmomanometer +
5. Aneroid/ Tensimeter
Anaeroid
9. 8.
4.
5.
6.
7. 1.
2.
3.
Sphygmomanometer
Film
Medical
Stethoscope/Stetoskop
Termometer
Defibrilator
Meja
Table
periksa/Examination
er
Digital/Sphygmomanomet
Tensimeter
Tensimeter,
Aneroid
Sphygmomanometer,
trolley/Resucitation
Emergency
Cart
Kamar
Viewer
Digital
Flash
Periksa/Tempat
Tindakan
digital
Digital
++light/Pen
Anaeroid/
Digital/
+ + tidur
Light
Crash
Tensimeter
+ + Digital +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
10. Minor Surgery Set +
11. Lever Biopsi Set (Jarum Biopsi khusus) +
Set Aspirasi Sumsum +
12. Tulang Belakang (Jarum
Khusus)
Renal Biopsi Set (Jarum +
13. Eksplorasi, Jarum Biopsi
USG (Tru Cut Needle)
Suction pump +
14. Portable/Aspirator/Vacuu
m
15. ECG/EKG/Electrocardiograph 12 Channels +
16. Syringe Pump +
17. Trokar +
Oximeter/Pulse +
18. Oximetry/Oksigen
Saturasi

Rawat Inap
Bed Side Monitor/ Bed- +
1. Patient Monitor/Patient
Monitor
2. Defibrilator +
3. ECG/EKG/Electrocardiograph 12 Channels +
Emergency +
4. Trolley/Resucitation Crash
Cart
10.
11.
12.
14.
16.
5. 17.
6.
7.
9. 13.
15.
8.
ENT
Film
Infusion
Matras
Minor
Nebulyzer
Pen
Stethoscope
Syringe
Lamp/Hanging
Periksa/Examination
Lampu
Pulse
Saturasi
Oximetry/Oksigen
Suction
Vacuum
Portable/Aspirator/
Bed
Electric/Tempat
Pasien
Examination
Light
Viewer
Surgery
Dekubitus
Patient
Pump
pump
Oximeter/Pulse
Electric
/+Pump
+/Medical
++Stetoskop
set
set
lamp
+ +Tidur
+Flash+ light + +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
Bed Patient +
18. Manual/Tempat Tidur
Pasien Manual
Sphygmomanometer +
19. Aneroid/ Tensimeter
Anaeroid
20. Sphygmomanometer Digital/ Tensimeter Digital +
21. Termometer Digital +
22. Timbangan Pasien +

C. Pelayanan Bedah
Klinik (Rawat Jalan)
1. Stethoscope/Stetoskop +
Meja Periksa/ Tempat +
2. tidur periksa/Examination
Table
3. Pen Light/Medical Flash light +
4. Refleks Hammer +
5. TCD/Transcranial Doppler +
Sphygmomanometer +
6. Aneroid/ Tensimeter
Anaeroid
7. Sphygmomanometer Digital/ Tensimeter Digital +
8. Head Lamp/Lampu Kepala +
Lampu +
9. Periksa/Examination
Lamp /Hanging Lamp
10.
11.
12.
1. 13.
3.
6. 2.
4.
5.
Stethoscope
Sphygmomanometer
Minor
Termometer
Film
Alat
Suction
Vacuum
Portable/Aspirator/
Aneroid/
Sphygmomanometer
Anaeroid
Meja
tidur
Table
Lamp/Hanging
Periksa/Examination
Lampu
Kamar
Viewer
pembuka
Surgery
Periksa/
periksa/Examination
Tindakan
Pump
Digital
/Tensimeter
2gips
Stetoskop
Set
slides
Lamp
Digital/
Tempat
+(manual
+ + + Tensimeter
dan elektric)
+ Digital
+ +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
7. Circumsisi set +
8. Electrocauter +
9. Emergency Set +
10. Hecting set +
11. Lokal Anestesi Set +
12. Suction Pump +
13. Sterilisator kering +

Ruang persiapan (sebelum Operasi)


1. Stethoscope/Stetoskop +
Sphygmomanometer +
2. Aneroid/ Tensimeter
Anaeroid
3. Sphygmomanometer Digital/ Tensimeter Digital +
Bed Side Monitor/Bed- +
4. Patient Monitor/Patient
Monitor
5. Film Viewer 2 slides +
Suction Pump +
6. Portable/Aspirator/
Vacuum
7. Oxygen Saturatie +

Kamar Bedah
1. Operating Table +
2. Mayo Table +
3. Operating Lamp Ceiling Type +
Lampu +
10.
11.
12.
14.
5. 16.
6.
7.
8.
9. 13.
15.
4.
ETT,
Laringoscope
Fiber
Mesin
Defibrilator
Ventilator
Electro
Autoklaf
BorLamp/Hanging
Periksa/Examination
Dan
dan
Major
Set
cardiac
+LMA,
Optic
Anesthesi
Untuk
Pediatric)
pediatric)
untuk
Surgery
Surgery
+Nasotracheal,
Dewasa
Anesthesi
++Set
Kepala
leher
thorak
+Lamp
Unit
(Dewasa
Instrument
(Dewasa
(Dewasa
dan
+ Dewasa
(ESU)
Dan+ Pediatric)
dan +Pediatric
+ +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
Major Surgery Instrument +
17. Set untuk thorak dan
cardiac Baby
Major Surgery Instrument +
18. Set untuk abdomen
Dewasa
Major Surgery Instrument +
19. Set untuk abdomen
pediatric
20. Major Surgery Instrument Set untuk urologi Dewasa
+
21. Major Surgery Instrument Set untuk urologi
pediatric
22. Major Surgery Instrument Set untuk bedah plastik
+
23. Major Surgery Instrument Set untuk vaskuler +

24. Minimal invasive surgery set +


25. Mastektomi set +
26. Operating Microscope +
27. C-Arm +
28. Infusion pump +
29. Suction pump +
30. Patient Monitor +
31. Patient Stracher +
32. Syringe Pump +
Endoscopy THT, +
Bronchoscopy,
33.
gastrocoscopy,
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
1. 34.
2.
3.
4.
5. Bed
Patient
Defibrilator
Emergency
Infusion
Cryo
Microwave
Captriton
Harmonic
Caiman
USG
Blood
Electrolyte
CCTV
colonoscopy
Endoscopy
colonoscopy,
gastrocoscopy,
Bronchoscopy,
Recovery
Side
guided
surgery
For
Gas
Seal
Stracher
Monitor
pump
Scalpel
Operation
trolley
++Analyzer
Ultra
Analyzer
and
Room
+THT,
++ ERCP
Sonic
Cutting
+++ + +Aspiration
Device +(CUSA)
+ +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
6. Suction pump +

Rawat Bedah Umum


1. Hospital Bed +
2. Stethoscope +
3. Brandchard +
4. Infusion pump +
5. Examination lamp +
6. Sypgmomanometer +
7. Film viewer +
8. Minor Surgery Instrument Set +
9. Set Perawatan Luka +
10. Emergency Set +

D. Pelayanan Kesehatan Anak


Klinik (Rawat Jalan)
1. ECG +
2. Infant dan baby pediatric resusitation +

3. Infant dan baby pediatric Stetoscope +


4. Examination lamp +
Sypgmomanometer dengan +
5. manset untuk bayi dan
anak
6. Infant dan baby weighting scale +
7. Termometer rectal +
8. Termometer axial +
11.
12.
13.
14.
9. 10.
1.
4.
6. 2.
3.
5.
Reflex
Diagnostic
Film
Nebulizer
Vena
Baby
Oxygen
Nebulizer
cold
Kulkas
Termos
aph
ECG/EKG/Electrocardiogr
Trolley/Resucitation
Emergency
Cart
Lamp
Periksa/Examination
Lampu
Perawatan
Viewer
section
Suction
Hammer
3set
chain
/Hanging
Channels
+Portable
Vaksin
+Set
dan
+ pump
set
Anak
+:+flow
Lamp
++ meter
Crash
+ + +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
7. Oxygen Concentrator Portable +

8. Stethoskop Pediatric/Stetoskop Anak +

9. Pediatric Hospital Bed/Tempat Tidur Anak +


Suction Pump +
10. Portable/Aspirator
/Vacuum
11. Syringe Pump +
12. Infusion Pump +
13. Stethoskop Infant/Baby/ Stetoskop Bayi +
Sphygmomanometer +
Aneroid/ Tensimeter
14.
Anaeroid Dengan Manset
Untuk Bayi Dan Anak
Sphygmomanometer +
Digital/ Tensimeter Digital
15.
Dengan Manset Untuk
Bayi Dan Anak
16. Termometer Digital +
17. Diagnostic Set +

Perinatologi
1. Incubator +
2. Infant Warmer +
3. Baby Suction pump +
4. Infant dan baby weighting scale +
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
5. 6.
7.
8.
9.
1. Infant
Termometer
Tongue
Lumbal
Photo
Infusion
Syringe
Baby
Examination
Bed
Reflex
Phono
Intubation
Incubator
Infant
Sypgmomanometer
manset
anak
Ruang
Side
Resusitasion
Examination
Therapy
Cardiograph
stetoscope
Spatel
needle
hammer
Pump
Warmer
Pump
Monitor
Bayi
untuk
+Axial
Rectal
set
lamp
+++bayi
Punction
++table
++Set
dengan
dan
+++ +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
2. Incubator +
3. Incubator Transpor +
4. Baby Resusitasion Set +
5. Baby Suction pump +
6. Infant Stetoscope +
Sypgmomanometer dengan +
7. manset untuk bayi dan
anak
8. Termometer rectal +
9. Termometer axial +
10. Reflex hammer +
11. Tongue Spatel +
12. Tempat tidur bayi +
13. Vena section set +
14. Infant Warmer +

E. PELAYANAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


Klinik (Rawat Jalan)
1. Meja Periksa Kebidanan +
2. Meja Periksa Ginekologi +
3. Timbangan Dewasa +
4. Tensimeter +
5. Stetoskop +
6. Doppler +
7. Examination lamp +
8. Gynecologycal Examination set +
9. Pap Smear Kit +
10. IUD kit +
11.
12. Implant
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33. Office
Suction
Utility
Lemari
bak
Tromol
ECG
Nierbekhen
Kursi
Standar
Sonde
Tampon
Bak kit
USG instrument
Colposcopy
Forcep
Sterilisator
Cardiotocography
Minor ++portable
234Transvaginal
+Instrument
dimensi
surgery
Dorong
uterus
Biopsi
Histeroscopy
obat
kasa
Tang
pump+kaca
trolley
Infus +set
+kaca
+++++ +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI

Rawat Inap
1. Tempat Tidur +
2. Termometer +
3. Lampu Periksa +
4. Stetoskop +
5. Suction pump +
6. Infusion set +
7. Infusion pump +
8. Oxygen Set Flow meter +
9. Recusitation Set +
10. USG 2 dimensi +
11. Sterilisator Uap +
12. Minor surgery instrument set +
13. Antidecubitus Matras +
14. Gynecologycal Examination set +
15. Emergency set +
16. Film viewer +
17. Nebulyzer +
18. Vena section set +
19. Cardiotocograph +
20. Food Troly +
21. Lemari Obat (Kaca) +
22. Tensimeter +
23. Lemari Steril +
24. Bak Catheter +
25. Meja Suntik Beroda +
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48. Operating
Manometer
Perkakas
Pinset
Instrument
Meja
Patient
EKG
Timbangan ++Lamp
Sterilisator
Waskom
Anatomische
Chirurgical
Air
Bak
Buli-buli
Flow
Gilyserine
Irigator
Korentang
Lemari
Nierbekhen
Elektro
Viva
instrument
Periksa
meter
mandi
obat
monitor ++++++ +
++Spuit
Bayi
Dewasa
panas
trolley
O2
Photo
pinset
+kaca
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
49. Kursi Dorong +
50. Standar Infus +
51. Vena Sectie Set +
52. Slim Zuiger +
53. Meja obat +
54. Gelas takar +
55. Tabung O2 +
56. Baby incubator +
57. Timbangan Dewasa +
58. Arteri klem +
59. Bed Skreen/sherm 3 +
60. Kom Kompres +
61. Sputum bak +
62. Standar Waskom +
63. Pisfot dewasa +
64. Laser teraphy +
65. UV Lamp +
66. Branchard +
67. Oksigen meter dinding +
68. Suction pump dinding +
69. Traffic Light +
70. droppler +
71. microscope labophot +
72. Automatic emergency +
73. Box baby +
74. Emergency trolley +
75. Tempat Tidur +
76. Termometer +
77. Lampu Periksa +
78.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9. Stetoskop
1. Timbangan
2. Oxygen
Delivery
Curretage
Minor
Doppler
Tensimeter
Suction
Examination
Sterilisator
Forceps
Vacum +Machine
Cardiotocograph
Stethoscope
Recusitation
Suction
sectio
Anesthesi
Infusion
Kamar
surgery
Ekstraktor
Set
caesarian
+Curetage
pump
instrument
+Tindakan
pump
warmer
instrument
Bayi
lamp
++set
+Flow
set
+++ +set
++Persalinan
++set
meter
set
+ ++ (VK)
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
21. Auto tranfusion set +
22. Embriotomi set +
23. Timbangan Bayi +
24. Operating Lamp +
25. Utility Troly +
26. Heacting Set +
27. Alat Partus Set +
28. Cardiotocography Unit +
29. Gynecology Examination +
30. Manometer +
31. Alat Pemanas +
32. Stetoscope +
33. Gunting bengkok +
34. Pengait IUD +
35. Spekulum +
36. Tenakulum +
37. Pinset +
38. Korentang +
39. Tromol kasa +
40. Pean bengkok +
41. gagang pisau no. 3 +
42. Meja Ginekologi +
43. Lampu ginekolog +
44. Chirurgical pinset +
45. Meja obat +
46. Busi +
47. Himinoplasti +
48. Forceps +
49. Bak instrument +
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61. Bak Korentang
1. Oxygen
2.
3.
4.
5.
6. Electrosurgical
Operating
Anesthesi
Ventilator
Nierbekhen
Sonde
Sim
Partus
Pemecah
Sendok
Tampon
Metal
Tabung
Pump
Generator
Kamar
Utarine
suction
uterus
catheter
Set
instrument
kuret
Tang
O2
ketuban
Operasi
table
lamp +++unit
Machine
++dgn
set
+Flow
Currete
++probe
(gynecologi)
+ Kebidanan
meter
set
+ Blunt
pengukur
+ ++ + ++
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
7. UV lamp for room sterilization +
8. Vacum pump +
9. autoclave +
10. Sectio caesarian set +
11. Laparatomy set +
12. Histerectomy set +
13. Laparoscopy set +
14. Histeroscopy set +
15. Electro couter bipolar +
16. Electro couter monopolar +
17. Monitor Kardiovaskuler +
18. CVC Set +
19. Embriotomi set +
20. Endoskopik Videomonitor +
21. Incubator bayi +
22. Micro Surgery set +
23. Operating Lamp +
24. Standar Infus +
25. Standar Waskom +
26. Utility Troly +
27. Operating table bedah +
28. Electric suction pump +
29. Mayo table stand mobile +
30. Caesarean section set +
31. Ventilator internal +
32. Patient monitor +
33. Meja obat +
34. Perkakas +
35.
36. Ultrasonic
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57. DC/ACside
EKG
Fluid
Suction
Mesin
Ligasure
Folley
Hemodinamic
gagang
Monitor
printer
Mini
Set
Ring
Kocher
Chirurgical
gunting
Air
Jarum
Bed
Lemari
Meja Monitor
jahit
Viva
viewer +cleaner
aplikator
Suntik
standar
management
Anestesi
lumbal
Lab
pisau
obat
head
Sony
+video
lurus
USAm
monitor
+Beroda
+monitoring
pinset
kaca
silicone
+no.
+Sony
+set +++ +++
+3system
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
58. Nidle holder +
59. Tromol kasa +
60. Spatel lidah +
61. Pean lurus +
62. Spekulum cocor bebek +
63. Hak langen beck +
64. Speculum Shim +
65. Aligator +
66. Mini Laparotomy Set +
67. Laringoscope +
68. Folding Endurance Tester +
69. Fenster Klem +
70. Kromatografi Gas +
71. Oksigen meter +
72. Tubing Slip +
73. Bak bengkok +

ICU Kebidanan
1. Pinset (Pisau Lobang) +
2. Tensimeter +
3. Lampu sorot +
4. Suction pump +
5. Cardiotocography Unit +
6. Instrument trolley +
7. Manometer +
8. Electric bed matras +
9. With T bar Handle +
10. Lambotee Ostiot 24cm +
11. Halsted Maquito Forceps +
12.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9. Hoke
Screw2Chisel
Stetoscope
Timbangan
Tabung
Bak
Lampu
Pisfot
Kursi
Standar
Electric
Emergency
meja
Manometer
Utility
Gynecology
USG
Timbangan
Syringe
X-ray
IGD
Catheter
4D
periksa
Sorot
Dorong
Driver
Dimensi
connect
O2
dewasa ++17cm
Kebidanan
infus
+trolley
pump
Suction
Dewasa
trolley
bayi ++++ +++
+examination
+Hexaganol
+teraphy
++++pump
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
20. Baby bath tube +
21. Meja rontgen +
22. Lemari obat kaca +
23. Sterilisator +
24. Branchard +

F. PELAYANAN ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF


ALAT UNTUK PELAYANAN ANESTESI
Alat Utama Tindakan Anestesi
Circuit System Mesin Anestesi
1. Mesin Anestesi Sederhana +
2. Mesin Anestesi Standar +
3. Mesin Anestesi Canggih +

Open System
Jackson Rees +
1. (Dewasa, Anak dan
Neonatus)

Perlengkapan Life Support Tindakan Anestesi


Airway
Laryngoscope Set: +
1. Dewasa
Anak/Bayi
2. Laryngoscope Mc Coy +
3. Nasopharyngeal tube +
4. Oropharyngeal tube +
Endotracheal Tube (ETT): +
5. Dewasa
Anak/Bayi
6. 1.
8.
9.
2.
3.
4.
5.
1. 7.
Stylet
Mouth
Suction
Laryngeal
Bag
Simple
Oksigen
Defibrillator
Magyl
Anak/Bayi
Dewasa
Masker
mask)
Anak
Bayi
Breathing
Circulation
Valve
spreader
+Tank
Mask
Apparatus
:forcep:
Mask/
Mask
Anes/
Dewasa
(plastik)
Transport
+(BVM)
LMA
BVM
+ +(face
bayi,
dewasa,anak
Smallanak,
Sizedewasa
++ +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
2. Syringe pump +
3. Infusion Pump +
4. Infusion pressure bag +
5. Infuse warmer +
6. Standart infuse +
7. Timbangan darah +

Monitor Tindakan Anestesi


Bedside Monitor
1. Monitor sederhana +
2. Monitor standart +
3. Monitor canggih +
4. Monitor sangat canggih +

Monitor Saturasi Oksigen


1. Pulse Oxymeter +

Monitor End Tidal CO2


1. Capnometer +

Monitor Tekanan Darah


1. Tensimeter +

Monitor Fungsi Paru (pemeriksaan suara nafas)


1. Stetoscope +

Alat Penunjang Tindakan Anestesi


1. SAB- Doek sterile Set +
2.
7. Nerve Stimulator
Intubating +
Laryngeal
3.
Perlengkapan
5.
6.
Mask
8.
9.
2.
3.
1. Spirometer
4. Life
Hechting-Set
Infant
Warming
GlideScope
BIS-
Oxygen
Ventilator
CPAP
Laryngoscope
Airway
Alat
Airway
Supportmanuil
+Bispectral
Warmer
Concentrator
(and
Fastrach
Tambahan
Resusitasi
Utama +++dan
+ Resusitasi
Standar
Canggih
++ Index
Cooling)
Set: +Tindakan
+ Score
Machine
Emergency
danAnestesi
Emergency
+ +
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
Dewasa
Anak/Bayi
2. Laryngoscope Mc Coy +
3. Nasopharyngeal tube +
4. Oropharyngeal tube +
Endotracheal Tube (ETT): +
5. Dewasa
Anak/Bayi
6. Stylet +
Magyl forcep dewasa dan +
anak:
7.
Dewasa
Anak
8. Mouth spreader +
9. Suction Apparatus +
10. Neck collar +

Breathing
Masker Anes/ BVM (face +
mask) :
1.
Anak Dewasa
Bayi
2. Laryngeal Mask/ LMA +
3. Bag Valve Mask (BVM) bayi, anak dan dewasa +

4. Simple Mask (plastik) dewasa dan anak +


5. Jackson Rees +
6. Oksigen Tank Transport Small Size +
7.
8.
9.
2.
3.
4.
5.
6.
1. Defibrillator
Syringe
Infusion
Infuse
Standart
Timbangan
Short
Long
Monitor
Pulse
Capnometer
Tensimeter
Stetoscope
Alat
AlatCirculation
spine
Analisa
Canggih
Monitor
spine
Oxymeter
warmer
pump
canggih
Pump
pressure
infuse
darah
standar
+board
board
+Resusitasi
Gas
Resusitasi
+++Darah
++bag+ ++ dan
dan Emergency
Emergency
NO PERSYARATAN KELAS A KEADAAN KETERANGAN
RS SAAT INI
2. Alat Pemeriksa Hemoglobin +

3. Alat Pemeriksa Gula Darah +


4. Alat Pemeriksa Electrolit +
5. Alat Pemeriksa lactate Darah +

6. Menilai kedalaman sedasi (LOC) Level of


Consiousness +
7. Pemeriksaan canggih unt Airway +
8. Echocardiography +
mesin CRRT Continuous +
9. Renal Replacement
Therapy atau HD

ALAT PELAYANAN TERAPI INTENSIF


Alat Utama
1. Ventilator Standar +
2. Ventilator Canggih +
3. Ventilator Sangat Canggih +
4. Ventilator Bayi +
5. CPAP +

Perlengkapan Life Support Pelayanan Terapi Intensif


Airway
Laryngoscope Set: +
1. Dewasa
Anak/Bayi
2. Laryngoscope Mc Coy +
8. 1.
9.
2.
3.
4.
5.
6. 7.
Nasopharyngeal
Oropharyngeal
Endotracheal
Stylet
Mouth
Suction
Laryngeal
Bag
Simple
Jackson
Oksigen
Magyl
Anak
Dewasa
Masker
(Anak-Dewasa
mask)
Breathing
Valve
spreader
+Tank
Mask
Apparatus
Rees
forcep:
Mask/
Mask
Anes/
(plastik)
Tube
dewasa,anak
Transport
+LMA
(BVM)
tube
BVM
dan
tube
+(ETT)
+bayi)
+dewasa,anak
bayi,
+Small
(face
(Dewasa
+ anak,
Sizedan
dewasa
++ anak/bayi)
+ +