You are on page 1of 19

ANATOMI DAN FISIOLOGI INTEGUMEN

OLEH :

KELOMPOK 3

D- IV KEPERAWATAN TINGKAT 1A

Komang Pande Dewi Ayuni (P07120216 001)


Putu Indah Praptika Suci (P07120216 002)
Kadek Dwi Dharma Pradnyani (P07120216 003)
Eka Wahyu Rifani Meiliadewi (P07120216 004)
Ni Komang Sri Ardina (P07120216 005)
Ni Luh Putu Desy Trisna Ekayanti (P07120216 006)
Ni Luh Putu Intan Sari (P07120216 007)
Ni Made Anasari (P07120216 008)

KEMENTRIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN KEPERAWATAN

2016/2017
KATA PENGANTAR

Dengan segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena
berkat rahmat serta hidayah-Nya akhirnya kami dapat menyelesaikan
makalah dengan judul Anatomi dan Fisiologi Sistem Integumen dalam
rangka untuk memenuhi tugas mata kuliah BiomedikII.

Dalam menyelesaikan penyusunan karya makalah ini tidak terlepas dari


bantuan banyak pihak. Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak
terhingga kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan
makalah ini.

Kami menyadari bahwa pada makalah ini masih terdapat banyak


kekurangan mengingat keterbatasan kemampuan kami. Oleh sebab itu, kami
sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca sebagai masukan bagi kami.

Akhir kata kami berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca
pada umumnya dan kami sebagai penulis pada khususnya. Atas segala
perhatiannya kami mengucapkan banyak terima kasih.

Denpasar, 5 Oktober 2016

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 1

1.3 Tujuan Penulisan 2

1.4 Manfaat Penulisan 2

1.5 Metode Penulisan 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sistem Integumen 3


2.2 Anatomi Fisiologi Kulit 4

2.3 Anatomi Fisiologi Rambut 8

2.4 Anatomi Fisiologi Kuku 10

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan 14

3.2 Saran 15

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut
sebagai sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem organ yang paling
luas.Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku, rambut, kelenjar
(keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal
atau lingkungan eksternal).

Sistem integumen terdiri dari organ terbesar dalam tubuh, kulit. Ini sistem organ
yang luar biasa melindungi struktur internal tubuh dari kerusakan, mencegah
dehidrasi, lemak toko dan menghasilkan vitamin dan hormon. Hal ini juga membantu
untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh dengan membantu dalam
pengaturan suhu tubuh dan keseimbangan air. Sistem integumen adalah garis pertama
pertahanan tubuh terhadap bakteri, virus dan mikroba lainnya. Hal ini juga membantu
untuk memberikan perlindungan dari radiasi ultraviolet yang berbahaya. Kulit adalah
organ sensorik dalam hal ini memiliki reseptor untuk mendeteksi panas dan dingin,
sentuhan, tekanan dan nyeri. Komponen kulit termasuk rambut, kuku, kelenjar
keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf dan otot.
Mengenai anatomi sistem yg menutupi, kulit terdiri dari lapisan jaringan epitel
(epidermis) yang didukung oleh lapisan jaringan ikat (dermis) dan lapisan subkutan
yang mendasari (hypodermis atau subcutis).

Selain kulit, ada pula rambut dan kuku yang termasuk kedalam sistem integumen.
Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit terutama. Rambut muncul
dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di
bawah dermis. Serta pada kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras,
dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku
berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari
yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku
sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan
sulfur.

1.2 Rumusan Masalah


1.2..1 Apakah pengertian dari sistem integumen ?

1.2..2 Bagaimana anatomi fisiologis kulit ?

1.2.3 Bagaimana anatomi fisiologis rambut ?

1.2..4 Bagaiamana anatomi fisiologis kuku ?

1
1.3 Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas dapat disimpulkan tujuan dari penulisan makalah ini
adalah :
1. Untuk memberi pengetahuan pembelajaran megenai sistem integumen.
2. Untuk memberikan pengetahuan tentang pembelajaran asuhan keperawatan demi
terciptanya perawat yang sesuai dengan dasar-dasar tugas sebagai seorang
perawat dan memahami sistem integumen.

1.4 Manfaat Penulisan


1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis makalah ini bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai
sistem integumen
2. Manfaat Praktis
a. Bagi mahasiswa
Mahasiwa dapat mengetahui sistem integumen lebih mendetail.
b. Bagi Dosen
Dosen dapat menilai kinerja mahasiwa dalam pembuatan makalah
khususnya mengenai sistem integumen dan dosen dapat memberikan materi
bukan hanya dengan teori tetapi juga dengan pemecahan masalah dan di
tuangakan dalam bentuk makalah

1.5 Metode Penulisan


Data penulisan makalah ini diperoleh dengan metode studi kepustakaan. Metode
studi kepustakaan yaitu suatu metode dengan mengumpulkan, mebaca dan
merangkum beberapa sumber data dari internet.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem Integumen

Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang
disebut sebagai sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem organ yang
paling luas.Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku,
rambut, kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk
stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal). Integumen merupakan kata
yang berasal dari bahasa Latin integumentum, yang berarti penutup. Sesuai
dengan fungsinya, organ-organ pada sistem integumen berfungsi menutup organ
atau jaringan dalam manusia dari kontak luar.

Sistem integumen merupakan Sistem organ yang membedakan, memisahkan,


melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya yang
mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya
(keringat atau lendir). Kulit merupakan lapisan jaringan yang terdapat pada bagian
luar menutupi danmelindungi permukaaan tubuh, berhubungan dengan selaput
lendir yang melapisi rongga-rongga, lubang-lubang masuk. Pada permukaan kulit
bermuara kelenjar keringat dan kelenjar mukosa.

Kulit merupakan organ yang paling luas sebagai pelindung tubuh terhadap
bahaya bahan kimia, cahaya matahari, mikroorganisme dan menjaga
keseimabangan tubuh dengan lingkungan.

Fungsi sistem integumen :

1. Sebagai pelindung, penerima rangsang dari luar/eksteroreseptor, respirasi,


ekskresi, termoregulasi dan osmoregulasi/homeostatis.
2. Sebagai tempat cadangan makanan lemak pada hewan atau manusia yang
hidup di daerah yang mempunyai 4 musim.
3. Sebagai alat nutrisi / kelenjar susu, pada mammalia..
4. Sebagai alat gerak, sayap pada burung, sirip pada ikan,selaput renang pada
katak.
5. Sebagai tempat pembentukan vitamin D.
Sistem Integumen pada manusia terdiri dari kulit, kuku, rambut, kelenjar
keringat, kelenjar minyak dan kelenjar susu. Sistem integumen
mampumemperbaikisendiri (self-repairing) &mekanisme pertahanan tubuh
pertama (pembatas antara lingkungan luar tubuh dengan dalam tubuh).

3
2.2 Anatomi Fisiologi Kulit

Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas yang berkontribusi terhadap
total berat tubuh sebanyak 7 %. Keberadaan kulit memegang peranan penting
dalam mencegah terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan, dan mencegah
masuknya agen-agen yang ada di lingkungan seperti bakteri, kimia dan radiasi
ultraviolet. Kulit juga akan menahan bila terjadi kekuatan-kekuatan mekanik
seperti gesekan (friction), getaran (vibration) dan mendeteksi perubahan-perubahan
fisik di lingkungan luar, sehingga memungkinkan seseorang untuk menghindari
stimuli-stimuli yang tidak nyaman. Kulit membangun sebuah barier yang
memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan luar, dan turut berpartisipasi
dalam berbagai fungsi tubuh vital.

Kulit dapat dibedakan menjadi dua lapisan utama yaitu kulit ari (epidermis)
dan kulit jangat (dermis). Kedua lapisan ini berhubungan dengan lapisan yang ada
di bawahnya dengan perantaraan jaringan ikat bawah kulit (hipodermis/subkutis).
Untuk lebih jelasnya, lapisan kulit tersebut tertera pada gambar di bawah ini :

A. Epidermis

Kulit ari atau epidermis adalah lapisan paling luar yang terdiri dari lapisan
epitel gepeng unsur utamanya adalah sel-sel tanduk (keratinosit) dan sel
melanosit.lapisan epidermis ini akan terkelupas atau gugur. Lapisan ini terus
tumbuh karena lapisan sel induk yang berada di bawahnya terus bermitosis.
Lapisan ini terdiri dari lima lapis yaitu:

Stratum korneum: terdiri dari banyak sel lapisan sel tanduk, gepeng, dan
tidak berinti. Sitoplasma diisi dengan serat keratin, makin keluar letak sel
makin gepeng seperti sisik lalu terkelupas dari tubuh, yang terkelupas
digantikan oleh sel yang lain.
Stratum lusidium: terdiri dari beberapa lapis sel yang bening. Lapisan ini
ditemukan pada kulit tubuh yang berkulit tebal.
Stratum granulosum: terdiri dari sel poligonal, inti di tengah, dan sitoplasma
berisi butiran granula keratohialin. Lapisan ini menghalangi masuknya
benda asing, kuman dan bahan kimia ke dalam tubuh.
Stratum spinosum: lapisan ini untuk menahan gesekan dan tekanan dari luar,
sehingga harus tebal dan terdapat di daerah tubuh yang banyak bersentuhan
atau menahan beban dan tekanan seperti tumit dan pangkal telapak kaki.
Stratum malfighi: sel ini aktif bermitosis sampai individu meninggal.
Sebanding dengan terkelupasnya sel pada stratum korneum.

Gabungan stratum malfhigi dan stratum spinosum disebut stratum germinatifum.


Gabungan ini terletak bergelombang karena lapisan dermis di bawahnya
membentuk tonjolan yang disebut papila.

4
B. Dermis

Merupakan lapisan kedua dari kulit, batas dengan epidermis dilapisi


olehmembran basalis dan di sebelah bawah berbatasan dengan sub kutis. Lapisan
dermis lebih tebal daripada epidermis, Banyak terdapat jaringan saraf &
ujung-ujung saraf reseptor sensori somatik . Banyak terdapat pembuluh darah
regulasi suhu tubuh . Dermis terdiri dari dua lapisan:

1. Lapisan papila: terdiri dari jaringan ikat longgar yang tersusun dari
serabut-serabut : serabutkolagen, serabut elastis, serabut retikulus. Serabut ini
saling beranyaman danmasing-masing mempunyai tugas yang berbeda :
Serabut kolagen, untuk memberikan kekuatan kepada kulit, Serabut elastic,
untuk memberikan kelenturan pada kulit, dan retikulus, terdapat terutama
disekitar kelenjar danfolikel rambut dan memberikan kekuatan pada alat
tersebut.
2. Lapisan retikulosa: mengandung jaringan pengikat rapat dan serat kolagen.
Dalam lapisan ini ditemukan sel-sel fibrosa, sel histiosit, pembuluh darah,
pembuluh getah bening, saraf, kandung rambut kelenjar sebasea, kelenjar
keringat, sel lemak, dan otot penegak rambut.

C. Hipodermis

Lapisan ini terutama mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan limfe,
saraf-saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit. Cabang-cabang dari
pembuluh-pembuluh dan saraf-saraf menuju lapisan kulit jangat. Jaringan ikat
bawah kulit berfungsi sebagai bantalan atau penyangga benturan bagi organ-organ
tubuh bagian dalam, membentuk kontur tubuh dan sebagai cadangan makanan.
Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak bervariasi sepanjang kontur tubuh,
paling tebal di daerah pantat dan paling tipis terdapat di kelopak mata. Jika usia
menjadi tua, kinerja liposit dalam jaringan ikat bawah kulit juga menurun. Bagian
tubuh yang sebelumnya berisi banyak lemak, lemaknya berkurang sehingga kulit
akan mengendur serta makin kehilangan kontur.

Adapun kelenjar kulit meliputi kelenjar sebasea dan kelenjar keringat.

1. Kelenjar sebasea, berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara


folikel rambutdan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga
menjadi halus lentur dan lunak
2. Kelenjar keringat

Kelenjar ini paling banyak terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki.
Terdapat dua macam kelenjar keringat, yaitu:

5
A. Kelenjar ekrin: tersebar si seluruh kulit tubuh kecuali kulup penis, bagian
dalam telinga luar, telapak tangan, telapak kaki dan dahi. Melepaskan
keringat sebagai reaksi peningkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh.
B. Kelenjar apokrin: kelenjar keringat yang besar hanya terdapat pada
ketiak, kulit puting susu, kulit sekitar alat kelamin dan dubur. Kelenjar
ini aktif pada masa pubertas,pada wanita akan membesar danberkurang
pada siklus haid. Kelenjar Apokrin memproduksi keringat yang keruh
seperti susu yang diuraikan oleh bakteri menghasilkan bau khas pada
aksila.

Dalam permukaan kulit mengandung saraf-saraf yang memiliki bentuk dan


fungsi yang berbeda-beda, saraf pada kulit terdiri dari diantaranya yaitu:

1. Korpuskula Paccini

Merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan berupa
tekanan atau saraf perasa tekanan kuat.
Ditemukan di jaringan subkutan pada telapak tangan, telapak kaki, jari,
puting, periosteum, mesenterium, tendo, ligamen, dan genetalia eksterna.
Memiliki bentuk bundar atau lonjong dan besar (panjang 2 mm dan diameter
0,5 hingga 1 mm), bentuk yang paling besar dapat dilihat dengan mata
telanjang karena bentuknya mirip bawang.

2. Korpuskula Ruffini

Merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan panas.
Ditemukan pada jaringan ikat termasuk dermis dan kapsula sendi yang
memiliki sebuah kapsula jaringan ikat tipis yang mengandung ujung akhir
saraf yang menggelembung.
Merupakan mekanoreseptor karena mirip dengan organ tendo golgi.

3. Korpuskula Meisner

Merupakan ujuang saraf perasa pada kulit yang peka terhadap sentuhan.
Terletak pada papila dermis, khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan
genetalia.
Berbentuk silindris.
Sumbu panjangnya tegak lurus di permukaan kulit dan berukuran sekitar 80
mikron dan lebarnya sekitar 40 mikron.

4. Korpuskula Krause

Merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap rangsangan
dingin.

6
Ditemukan di daerah mikokutis (bibir dan genetalia eksterna) pada dermis
dan berhubungan dengan rambut.
Berbentuk bundar (sferis) dengan diameter sekitar 50 mikron.
Memiliki sebuah kapsula tebal yang menyatu dengan endoneurium.
Di dalam korpuskula ini, serat ber-mielin kehilangan mielin dan cabangnya
tetapi tetap diselubungi dengan sel schwann.
Seratnya mungki bercabang atau berjalan spiral dan berakhir sebagai akhir
saraf yang menggelembung sebagai gada.
Untuk jumlahnya semakin berkurang dengan bertambahnya usia.
Berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap dingin.

5. Lempeng Merkel

A. Merupakan ujung perasa sentuhan dan tekanan ringan.


B. Terletak dekat permukaan kulit.
C. Sel-sel Merkel bersama dengan badan Meissner terdapat di lapisan kulit
superfisial dan ditemukan kluster dibawah lengkungan ujung-ujung jari
yang menyusun sidik jari.
D. Pada kulit berambut, ujung saraf Merkel membentuk kluster ke dalam
struktur epitelial khusus yang disebut touch domes atau lempeng
rembut.
E. Lempeng Merkel juga terdapat pada kelenjar Mammae.

6. Ujung Saraf Tanpa Selapu


Merupakan ujung saraf perasa nyeri.
7. Ujung Saraf Sekeliling Rambut
Merupakan ujung saraf peraba.

Adapun fungsi dari kulit sebagai berikut :

1. Sebagai pengatur panas


Suhu tubuh tetap stabil meskipun terjadi perubahan suhu lingkungan.
Hali ini karena adanya penyesuaian antara panas yang dihasilkan oleh pusat
pengatur panas, medulla oblongata. Pengendalian persarafan dan vasomotorik
dari arterial kutan ada 2 cara :

1. Vasodilatasi ; kapiler melebar, kulit menjadi panas, dan kelebihan


panasdipancarkan ke kelenjar keringat sehingga terjadi penguapan cairan pad
a permukaan tubuh.
2. Vasokonstrinsik ; pembuluh darah mengkerut, kulit menjadi pucat dan
dingin,hilangnya keringat dibatasi dan panas tubuh tidak dikeluarkan.

2. Sebagai indera peraba

7
Panca indera peraba terdapat pada kulit disamping itu kulit juga sebagai
pelepaspanas yang ada pada tubuh. Kulit mempunyai banyak ujung-ujung
saraf perabayang menerima rangsangan dari luar diteruskan ke pusta saraf di
otak. Sensasikulit terdiri dari rasa, raba, tekana, panas, dingin dan rasa sakit.

3. Sebagai penyimpan air kulit dan kelenjar di bawahnya bekerja sebagai tempat
penyimpanan air, jaringanadipose di bawah kulit penyimpan lemak yang utama
pada tubuh. Kemampuan melindungi kulit :

A.Menghindari hilangnya cairan dari jaringan dan menghindari masuknya air


kedalam jaringan.

B. Menghalangi cedera pada struktur di bawahnyac.

C.Mencegah bahaya dehidrasi yang lebih parah jika epidermis mengalami


kerusakan.

Kelainan-kelainan kulit yang sering dialami kaum wanita, biasanya


meliputi kelainan pada kelenjar palit seperti jerawat (akne) dan komedo,
kelainan karena tumbuhan pada kulit, kelainan karena gangguan pigmentasi,
kelainan karena infeksi jamur, penuaan dini serta kelainan karena alergi.

1. Jerawat

Jerawat atau akne adalah suatu penyakit radang yang mengenai


susunan pilosebaseus yaitu kelenjar palit dengan folikel rambutnya. Pada
dasarnya jerawat disebabkan oleh tumbuhnya kotoran dan sel kulit mati
yang mengakibatkan folikel dan pertumbuhan sebum terhambat.
Produksi minyak pada kulit biasanya disalurkan melalui folikel rambut.
Kotoran atau sel kulit mati yang tidak dibersihkan akan menyumbat
saluran ini hingga minyak yang ke luar akan bertumpuk dan menjadi
komedo. Jika terkena bakteri akne, komedo akan menjadi jerawat.

2. Komedo

Komedo adalah nama ilmiah dari pori-pori yang tersumbat. Komedo


merupakan sumbatan lemak yang asalnya dari produksi lemak tubuh kita.
Komedo sebagai bentuk permulaan jerawat berupa gumpalan massa atau
sebum yang tersumbat di dalam saluran susunan pilosebaseus. Sebum
adalah salah satu kelenjar minyak yang dihasilkan kelenjar kulit yaitu
kelenjar sebasea. Ketika sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak yang
berlebihan pada kulit tidak dibersihkan, maka sel-sel mati menumpuk di
kulit, minyak di permukaan kulit kemudian menutup sel-sel kulit, maka
terjadilah penyumbatan.

8
3. Gangguan Pigmentasi

Warna kulit manusia ditentukan oleh berbagai faktor, yang


terpenting adalah jumlah pigmen melanin kulit, peredaran darah, tebal
tipisnya lapisan tanduk dan adanya zat-zat warna lain yang bukan
melanin yaitu darah dan kalogen. Dalam keadaan normal, melanin
dihasilkan secara teratur oleh sel melanosit. Melanin, selain memberi
warna pada kulit, juga berfungsi melindungi kulit dari terpaan sinar
matahari yang dapat merusak struktur kulit, dan kulit menjadi gelap.
Melanin sangat berguna melindungi kulit terhadap penyinaran sinar ultra
violet. Pembentukan pigmen melanin dirangsang oleh sinar ultra violet.

4. Infeksi Jamur

Kelainan kulit karena infeksi jamur antara lain disebabkan oleh


segolongan jamur dermatofita (dermatofitosis), ragi candida (kandidosis
kulit) dan jamur malassezia furtur. Kelainan kulit karena infeksi jamur
dapat berupa: panu, kurap, tenia pedis .

5. Alergi (Hipersensisitivitas)

Alergi atau hipersensitivitas adalah perubahan kemampuan tubuh


yang didapat dan khas untuk bereaksi terhadap zat (alergen dan antigen)
yang menempel atau masuk ke dalam tubuh. Pada hakekatnya, alergi
termasuk kompleks kekebalan (imunitas) dan bersifat reaksi kekebalan
(imunologik) khas antara alergen dengan zat lain (antibodi) yang
dibentuk oleh tubuh.

2.3 Anatomi Fisiologi Rambut

Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit terutama. Rambut
muncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada
jauh di bawah dermis. Struktur mirip rambut, yang disebut trikoma, juga ditemukan
pada tumbuhan. Rambut terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan
bagian dorsal dari falang distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir.

Pertumbuhan rambut dimulai pada bulanke 3 masajanin. Mula-mula epidermis


mengalami invasike dermis. Pertumbuhan rambut pertama kali terjadi pad adaerah
:alis, dagu, bibir atas selanjutnya diikuti bagian lain yang akan di tutup kulit tipis.
Invasi epidermis ini akan menjadi folikel rambut yang nantinya akan tumbuh menjadi
rambut.Pada bulanke 5 sampaike6 janin mempunyai rambut yang sangat halus yang
disebut Lanugo. Sebelum lahir Lanugo rontok, kecuali pada daerah :alis, kelopak mata
dan kulitkepala. Beberapa bulan setelah lahir, rambut-rambut ini rontok, diganti yang
lebih kasar yang disebut vellus. Padamasapuber :tumbuh rambut di sekitar saxila dan

9
pubes. Pada pria juga tumbuh kumis, jenggot, dan lain-lain. Rambut kasar terdapat
pada :kepala, alis dan tumbuh pada masapuber, disebutsebagai Terminal Hairs.

Struktur Rambut

Ada dua macam keratin rambut, yaitu :

1. Keratin Lunak :terdapat pada seluruh permukaan kulit, terutama kulit tebal, yaitu
pada bagian medulla rambut. Secara Histologis :terlihat perubahan sel-sel
epidermis : mula-mula sitoplasma mengandung keratohialin berubah menjadi
sel-sel jernih (Str. Lusidum), dan selanjutnya sel-sel mengalami keratinisasi
kemudian desquamasi.
2. Keratin keras :terdapat pada kuku, kutikula dan kortex rambut. Pembentukannya
tidak melalui butir-butir keratohialin, Str. Lusidum, tetapi perubahannya terjadi
perlahan-lahan dari sel-sel epidermis yang tetap hidup, menjadi keratin. Keratin
keras bersifat keras, tidak mengalami desquamasi dan lebih banyak mengandung
sullfur.

Rambut terdiri dari medula yang terdiri dari keratin lunak dan kortex serta
kutikula yang terdiri dari keratin keras.

Medula: Merupakan bagian tengah rambut, terdiri dari sel-sel yang mengalami
keratinisasi. Sel-selnya terpisah satu sama lain, dan antara sel-sel kadang-kadang
terdapat udara / cairan. Bagian ini tak terdapat pada rambut tipis / halus.
Kortex : Merupakan bagian terbesar dari rambut, terdiri dari sel-sel berbentuk
runcing, yang mengalami keratinisasi dan banyak mengandung pigmen.
Kutikula : Merupakan membran tipis, terdiri dari sel-sel pipih/gepeng yang
mengalami keratinisasi, transparan. Secara mikroskopis tersusun seperti genting,
terdiri dari 1-3 lapis sel-sel yang sebagian mengalami keratinisasi.

Pada rambut terdapat folikel-folikel rambut. Folikel rambut terdiri dari


komponen dermis dan epidermis. Pada dasarnya folikel rambut bagian dermis terlihat
menonjol, disebut papila yang terdiri dari :jaringan ikat, pembuluh darah dan sel-sel
saraf .Bagian luar papilla diliputi sel-sel epitel yang disebut germinal matrik, dan
ujung folikel rambut tampak membesar. Sel-sel germinal matrik (puncak papila)
berproliferasi membentuk rambut yang dapat tumbuh terus. Dan untuk warna yang ada
pada rambut tergantung kualitas dan kuantitas pigmen korteks. Bila sedikit / kurang
tampak putih. Campuran rambut putih dan berpigmen, tampak abu-abu (uban).
Rambut coklat atau hitam disebabkan oleh adanya melanin. Melanosit terdapat pada
matrix folikel rambut, yang dapat mengalami mitosis. Melanosit kemudian akan
terdorong keatas. Aliran darah untuk kulit berasal dari subkutan tepat di bawah dermis.
Arteri membentuk anyaman yang disebut retecutaneum yaitu anyaman pembuluh
darah di jaringan subkutan, tepat di bawah dermis. Cabang-cabang berjalan ke
superficial dan kedalam. Fungsi vaskularisasi yang kedalam ini adalah untuk
memelihara jaringan lemak dan folikel rambut.Cabang yang menembus stratum
reticulare, member cabang ke :folikel rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebasea.

10
Pada perbatasan Str. Reticullare Str. Papilare membentuk anyaman ke 2 yang disebut
Rete Sub Papillare berupa pembuluh darah yang lebih kecil. Arteriole-arteriole dari
retesubpapillare berjalan kearah epidermis dan berubah menjadi anyaman kapiler
(capilary beds). Pembuluh kapiler ini terdapat pada tepat di bawah epidermis, sekitar
matrik folikel rambut, papilla folikel rambut, sekitar kelenjar keringat dan sebasea.
Selain itu di bagian superfisial di stratum retikulare terdapat anyaman pembuluh darah
yang disebut pleksuspapilaris.

Pada keadaan temperature udara lebih rendah dari tubuh maka kapiler venulae di
stratum papilare dan subpapilare menyempit sehingga temperature tubuh tidak banyak
yang hilang. Bila udara panas kelenjar keringat aktif memproduksi keringat kapiler
dan venulae dilatasi penguapan keringat.

Ada beberapa fungsi rambut, diantaranya :

Melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar
tidak mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae).
Menyarig udara pada hidung.
Serta berfungsi sebagai pengatur suhu.
Pendorong penguapan keringat.
Indera peraba yang sensitive.

Saat pertumbuhan rambut terdapat 3 fase yang akan terjadi, diantaranya :

1. Fase pertumbuhan (Anagen)

Sel-sel matriks melalui mitosis membentuk sel-sel baru mendorong sel-sel


lebih tua ke atas. Aktivitas ini lamanya 2-6 tahun
90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase
pertumbuhan pada satu saat.

2. Fase Peralihan (Katagen)

Masa peralihan dimulai dari penebalan jaringan ikat di sekitar folikel rambut.
Bagian tengah akar rambut menyempit dan bagian di bawahnya melebar dan
mengalami pertandukan sehingga terbentuk gada (club)
berlangsung 2-3 minggu.

3. Fase Istirahat(Telogen)

Berlangsung kurang lebih 4 bulan, rambut mengalami kerontokan


50 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya. Faktor pendukung terjadinya
kerontokan rambut jika terjadi trauma , stress dan sebagainya.

2.4 Anatomi Fisiologi Kuku

11
Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian
terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi
melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut
dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama
dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur.

Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai
darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulang dan gigi,
kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit.
Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 1,5 mm, empat kali
lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh
panas tubuh.
Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau
kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban
dan rapuh.

Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk yang menebal. Bagian kuku terdiri
dari:

Matriks kukumerupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.


Dinding kuku (nail wall) merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian
pinggir dan atas.
Dasar kuku (nail bed) merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku.
Alur kuku (nail grove) merupakan celah antar dinding dan dasar kuku.
Akar kuku (nail root) merupakan bagian proksimal kuku.
Lempeng kuku (nail plate) merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding
kuku.
Lunula merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih didekat akar kuku
berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit.
Eponikium (kutikula) merupakan dinding kuku bagian proksima, kulit arinya
menutupi bagian permukaan lempeng kuku.
Hiponikium merupakan dasar kuku, kulit ari dibawah kuku yang bebas (free edge)
menebal.

Kuku adalah bagian tubuh binatang yang terdapat atau tumbuh di ujung
jari.Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian
terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari.Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi
melindungi dari kotoran.Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang
lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku
sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratinprotein yang kaya akan
sulfur.

Sejak dulu, sudah ada teknik mendiagnosis penyakit lewat kuku.Selain lewat
kuku, penyakit juga dapat dideteksi lewat mata, lidah, pemeriksaan darah, faeses dan
air seni.Penafsiran penyakit lewat kuku ini sebenarnya sudah dilakukan orang sejak

12
zaman Hippocrates. Berikut beberapa kejanggalan kuku yang dapat membantu
doktermendiagnosis suatu penyakit:

1. Warna kebiruan pada pangkal kuku menandakan kurang beresnya sirkulasi


darah dan merupakan gejala penyakit jantung.
2. Bila separuh bagian dekat ujung kuku berwarna merah muda atau coklat
sementara kulit ari berwarna putih, itu merupakan gejala penyakit gagal ginjal
kronis.
3. Bila timbul kerutan horizontal dan kuku tampak kusam, itu menandakan
kurang gizi atau gejala suatu penyakit seperti campak, cacar air, gondok,
jantung serta kondisi seperti sindrom Reynaud (kejang pada urat jari tangan
dan kaki akibat sangat kedinginan).
4. Lapisan merah membujur pada kuku, menandakan perdarahan pada pembuluh
kapiler. Garis-garis ganda merupakan gejala penyakit darah tinggi
(hipertensi).
5. Bila pertumbuhan kuku tampak lambat, tebal dan mengeras serta
kekuning-kuningan, menandakan gangguan getah bening atau penyakit
pencernaan kronis.
6. Timbulnya bintik-bintik tak beraturan pada kuku, menandakan adanya
penyakit psoriasis (penyakit kulit kronis).
7. Bila ada lengkungan berlebihan pada pangkal kuku dan sekitar ujung kuku, itu
menandakan gejala penyakit TBC, emfisema (gangguan pada paru-paru),
penyakit kardiovaskuler atau hati.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

13
Sistem integumen adalah suatu sistem organ yang membedakan, memisahkan,
melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya.

Komponen dari Sistem ini merupakan bagian sistem organ yang terbesar,yakni

Mencakup :

kulit, merupakan lapisan terluar pada tubuh manusia. Terdiri dari dua bagia yaitu
kulit tipis dan kulit tebal.

Rambut merupakan organ seperti benang yang tumbuh di kulit hewan, terutama
mamalia.

Bulu merupakan struktur keratin yang karakteristiknya terdapat pada bangsa


aves, dan di anggap sebagai modifikasi dari sisik.

sisik, secara umumnya berarti semacam lapisan kulit yang keras dan berhelai-helai,
seperti pada ikan, ular atau kaki ayam

kuku, adalah bagian tubuh binatang yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku
tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk
saat mulai tumbuh dari ujung jari.

kelenjar keringat. Kelenjar keringat berupa saluran melingkar dan bermuara pada
kulit ari dan berbentuk pori-pori halus.

Sistem integument memiliki fungsi antara lain :

Pelindung dari kekeringan, invasi mikroorganisme, sinar ultraviolet, & mekanik,


kimia, atau suhu

Penerima sensasi; sentuhan, tekanan, nyeri, dan suhu

Pengatur suhu; menurunkan kehilangan panas saat suhu dingin dan meningkatkan
kehilangan panas saat suhu panas

Fungsi metabolik, menyimpan energi melelui cadangan lemak, sintesis vitamin


D.

Ekskresi dan absorpsi.

14
3.2 Saran

- bagi mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang sistem integumen


- pembaca di harapkan menerapkannya dalam memasuki dunia kerja nanti

15
DAFTAR PUSTAKA

Sriyono,dkk.2005. Ilmu Pengetahuan Alam Biologi. Jakarta : Sunda Kelapa Pustaka.


Syarifuddin.2009.anatomi tubuh manusia.jakarta:salemba medika
Syaifuddin. 2012 Anatomi fisiologi untuk keperwatan dan kebidanan penerbit buku
kedokteran EGC: Jakarta.

Syamsuri.istamar.dkk.2007. ipa biologi.Semarang.Erlangga.

Evelyn C. Pearce.2009 Anatomi dan Fisologi untuk ParaMedis.oleh percetakan PT.


Gramedia, Jakarta.