You are on page 1of 10

Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar IPA (Dewi Kumala Santi)

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR


IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS
TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) PADA SISWA
KELAS VI SDN 1 KALINANAS - WONOSEGORO

Dewi Kumala Santi


kumaladewi40@gmail.com
SDN 1 Kalinanas, Wonosegoro, Boyolali

ABSTRAK

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan keterampilan


proses sains (KPS), hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 1 Kalinanas dengan
menggunakan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM). Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas,
yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan
tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Intrumen pengumpulan data
memakai rubrik pemilaian keterampilan proses untuk mengetahui tingkat KPS dan
soal evaluasi tertulis materi perkembangbiakan tumbuhan dan hewan untuk
mengetahui tingkat hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunkan
analisis deskriptif komparatif dimana akan diperbandingkan antara kondisi awal,
pembelajaran siklus 1 dan pembelajaran siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan
temuan-temuan bahwa model STM dapat: 1) meningkatkan KPS siswa kelas VI
SDN 1 Kalinanas, Kec. Wonosegoro, Kab. Boyolali. Persentase kenaikan KPS
siswa sebesar 20,96% pada pembelajaran siklus 1 dan 44,37% pada pembelajaran
siklus 2. 2) Meningkatnya persentase jumlah siswa yang mencapai Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) pada kondisi awal adalah 31,81% (7 siswa), 59,09%
(13 siswa) pada pembelajaran siklus 1, dan 90,90% (20 siswa) pada pembelajaran
siklus 2.
Kata kunci : keterampilan proses sains, hasil belajar, model pembelajaran sains
teknologi masyarakat.

PENDAHULUAN cahkan masalah yang berhubungan


Lampiran Permendiknas No 22 Ta- dengan kehidupan sehari-hari. 3) siswa
hun 2006 mengemukakan tujuan mata mampu mendapatkan pengalaman lang-
pelajaran IPA SD/MI antara lain: 1) sung dari pembelajaran.
untuk mengembangkan rasa ingin tahu, Namun pada kenyataannya ma-
sikap positif dan kesadaran tentang sih jauh dari harapan. Hasil pengamat-
adanya hubungan saling mempengaruhi an yang dilakukan oleh peneliti dan
antara sains, lingkungan, teknologi dan teman sejawat di SDN 1 Kalinanas
masyarakat. 2) siswa dapat meme-

122
Scholaria, Vol. 4, No. 3, September 2014: 122-131

menunjukkan bahwa guru belum meng- Salah satu jenis model pem-
gunakan model pembelajaran yang belajaran yang tepat untuk pembela-
sesuai dengan karakterisk IPA, guru jaran IPA SD adalah model pembe-
masih menggunakan cara-cara tradisio- lajaran STM karena siswa dapat belajar
nal yang memfokuskan pada pemberian melalui pengalaman langsung, dan
informasi dan pengetahuan kepada sis- menggunakan alat-alat dan media be-
wa dalam mentransfer pengetahuan se- lajar yang ada di lingkungan anak sen-
banyak mungkin. diri.
Kondisi tersebut berdampak Berdasarkan latar belakang di
pada KPS dan hasil belajar IPA siswa. atas, permasalahan penelitian yang
Pada pembelajaran materi perkembang- akan dipecahkan dalam Penelitian Tin-
biakan tumbuhan dan hewan hanya ada dakan Kelas ini adalah seberapa tinggi
5 siswa (22,72%) menunjukkan KPS peningkatan KPS dan hasil belajar
siswa berada pada kategori tinggi, 4 siswa menggunakan model STM.
siswa (18,18%) berada pada kategori KAJIAN PUSTAKA
sedang, dan 13 siswa (59,09%) berada Hakikat IPA
pada kategori rendah. IPA merupakan salah satu ilmu
Rendahnya KPS ini berdampak yang mempelajari tentang gejala-gejala
pada hasil belajar siswa. Data awal yang terjadi di alam yang didasarkan
tingkat kompetensi hasil belajar siswa pada hasil pengamatan dan percobaan
dengan KKM 70 ternyata hanya ada 7 yang dilakukan oleh manusia (Sawa-
siswa (31,81%) yang telah mencapai tomo, 2009:3). Menurut Triyanto
KKM dan rerata skornya berada pada (2010:36) IPA merupakan kumpulan
kategori tinggi, sedangkan 5 siswa teori yang penerapannya terbatas pada
(22,72%) belum mencapai KKM dan gejala-gejala alam, hingga akhirnya
rerata skornya berada pada kategori berkembang melalui metode ilmiah.
sedang, dan 10 siswa (45,45%) masih Dari pendapat-pendapat di atas
jauh di bawah KKM yang rerata dapat IPA didefinisikan sebagai kum-
skornya berada pada kategori rendah. pulan pengetahuan tentang gejala-ge-
Melihat kondisi seperti itu jala alam yang diperoleh dari hasil
peneliti berupaya melakukan perbaikan pemikiran dan penyelidikan yang
pembelajaran dalam rangka meningkat- dilakukan melalui eksperimen dengan
kan KPS dan hasil belajar IPA. Kajian menggunakan metode ilmiah. IPA
pustaka yang dilakukan peneliti merupakan ilmu pengetahuan tentang
menemukan informasi berbagai model gejala alam yang dituangkan berupa
pembelajaran yang sesuai untuk me- fakta yang teruji kebenarannya ,dengan
ningkatkan KPS dan hasil belajar IPA. mempelajarinya diharapkan dapat
menambah pengetahuan tentang alam

123
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar IPA (Dewi Kumala Santi)

sekitar serta manfaatnya untuk kehi- dengan keterampilan proses. Saat siswa
dupan sehari-hari. sedang melakukan keterampilan proses,
Sains sering diartikan dengan misal mengamati, siswa sebenarnya
Ilmu Pengetahuan Alam. Secara umum tidak hanya memperhatikan suatu
sains mempunyai arti 1) kegiatan objek, tetapi juga menghubungkan apa
mengumpulkan informasi secara siste- yang sedang dia amati dengan apa yang
matik tentang alam sekitar, 2) penge- telah dia diketahui. Oleh sebab itu
tahuan yang didapat melalui suatu keterampilan proses sesungguhnya
proses kegiatan, 3) nilai-nilai dan sikap bukanlah sekedar keterampilan motorik
ilmuwan menggunakan proses ilmiah tetapi juga melibatkan keterampilan
dalam memperoleh pengetahuan. Sains berpikir.
merupakan suatu proses kegiatan yang Pendekatan keterampilan proses
dilakukan para ilmuwan sains dalam pada hakikatnya merupakan suatu
memperoleh pengetahuan dan sikap pengelolaan kegiatan belajar mengajar
terhadap proses kegiatan tersebut. yang menitik beratkan pada siswa agar
(Patta Bundu, 2006:10). Dari penger- siswa menjadi aktif dan kreatif dalam
tian-pengertian di atas, sains mempu- proses perolehan hasil belajar. Seiring
nyai 3 komponen, yaitu 1) proses dengan perkembangan IPTEK, pende-
ilmiah, misalnya mengamati, mengkla- katan keterampilan proses ini dianggap
sifikasi, memprediksi, merancang, dan sebagai pendekatan yang paling sesuai
melakukan eksperimen, 2) produk dengan proses pembelajaran di SD.
ilmiah, misalnya prinsip, konsep, Prinsip-prinsip tentang pende-
hukum, dan teori, dan 3) sikap ilmiah, katan ini menjadi hal yang mutlak
misalnya rasa ingin tahu, obyektif, dan harus dipahami. Prinsip-prinsip terse-
jujur. but antara lain: 1) kemampuan menga-
Melihat hakikat pembelajaran mati merupakan keterampilan yang
IPA seperti yang telah diuraikan di atas sangat penting utnuk mendapatkan
maka guru perlu mempertimbangkan pengetahuan, pengamatan dilakukan
rancangan tentang KPS, menggunakan dengan memanfaatkan semua panca
model pembelajaran yang dapat indera yang biasa digunakan untuk
meningkatkan KPS yaitu STM. Uraian memperhatikan hal yang diamati,
tentang KPS, dan STM akan di bahas kemudian mencatat apa yang diamati,
pada bagian tersendiri. memilah-milah bagiannya berdasarkan
Keterampilan Proses Sains (KPS) kriteria tertentu, juga berdasarkan
Untuk mengembangkan ilmu tujuan pengamatan, serta mengolah
dan pengetahuan tentang alam, sese- hasil pengamatan dan menuliskan
orang perlu menguasai beberapa hasilnya. 2) kemampuan mengkla-
keterampilan dasar yang biasa disebut sifikasi merupakan kemampuan menge-

124
Scholaria, Vol. 4, No. 3, September 2014: 122-131

lompokkan sesuatu yang berupa benda, Member kesempatan siswa untuk be-
fakta, informasi, dan gagasan. 3) lajar menggunakan metode-metode il-
kemampuan menemukan hubungan miah.
yang termasuk dalam kemampuan ini
adalah: fakta, informasi, gagasan, pen- Model Pembelajaran Sains
dapat, ruang, dan waktu. 4) kemam- Teknologi Masyarakat
puan membuat prediksi, kemampuan
Sains Teknologi Masyarakat
ini disebut juga kemampuan menyusun
(STM) merupakan terjemahan dari
hipotesis yaitu suatu perkiraan untuk
bahasa Inggris science technology
menentukan suatu kejadian atau
society (STS), yaitu, suatu usaha untuk
pengamatan tertentu. 5) kemampuan
menyajikan IPA dengan mempergu-
melaksanakan penelitian yaitu kegiatan
nakan masalah-masalah dari dunia nya-
menguji gagasan melalui kegiatan
eksperimen. 6) kemampuan mengum- ta. pembelajaran dengan pendekatan
pulkan dan menganalisis data, dalam STM haruslah diselenggarakan dengan
kemampuan ini siswa perlu menguasai cara mengintegrasikan berbagai disiplin
cara-cara mengumpulkan data. 7) (ilmu) dalam rangka memahami
kemampuan mengkomunikasikan data, berbagai hubungan yang terjadi di
dalam hal ini siswa perlu dilatih untuk antara sains, teknologi dan masyarakat.
mengkomunikasikan hasil penemu- Pendidikan sains dengan menggunakan
annya kepada orang lain dalam bentuk pendekatan STM adalah suatu bentuk
laporan penelitian. pengajaran yang tidak hanya menekan-
Keunggulan pendekatan kete- kan pada penguasaan konsep-konsep
rampilan proses ini antara lain : 1) sains saja tetapi juga menekankan pada
Siswa terlibat langsung dengan obyek peran sains dan teknologi di dalam
yang sedang dipelajari, sehingga berbagai kehidupan masyarakat dan
mempermudah siswa dalam memahami menumbuhkan rasa tanggung jawab
pelajaran. 2) Siswa dapat menemukan sosial terhadap dampak sains dan
sendiri konsep-konsep yang dia pela- teknologi yang terjadi di masyarakat
jari. 3) Melatih siswa untuk berpikir (Prayekti, 2002: 777). Pembelajaran
kritis. 4) Melatih siswa untuk bertanya dengan pendekatan STM mengembang-
dan ikut aktif dalam proses pembela-
kan materi dalam lingkup yang dapat
jaran. 5) Mendorong siswa untuk me-
digambarkan sebagai berikut :
nemukan konsep-konsep baru. 6)

125
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar IPA (Dewi Kumala Santi)

` sains

teknologi masyarakat
Gambar 1. Hubungan antara sains, teknologi, dan masyarakat

Gambar 1 menunjukkan bahwa guru merangsang peserta didik


sains, teknologi, dan masyarakat sangat mengingat atau menampilkan kejadian-
erat hubungannya. Siswa berinteraksi kejadian yang ditemui di masyarakat
dengan lingkungan sosial (masyarakat), baik melalui media cetak maupun
lingkungan alam, dan lingkungan media elektronik yang dapat
buatan (teknologi). Teknologi ini dicip- merangsang siswa untuk bisa ikut
takan oleh manusia untuk memenuhi mengatasinya. 2) Tahap eksplorasi.
kebutuhan hidupnya. Teknologi dan Pada tahap ini siswa melalui aksi dan
sains saling melengkapi sebab sains reaksinya sendiri berusaha untuk
merupakan pengetahuan yang sistema- mencari jawaban sementara yang telah
tis tentang alam sedangkan teknologi dibuat dengan mencari data dari
merupakan metode sistematis yang berbagai sumber informasi (buku,
dilakukan manusia untuk memenuhi koran, majalah, lingkungan, nara
kebutuhan hidupnya. Tsujuan pende- sumber, instansi terkait, atau
katan STM secara umum antara lain melakukan percobaan) hasil yang
adalah: 1) Peserta didik mampu meng- diperoleh peserta didik hendaknya
hubungkan realitas sosial dengan topic berupa hasil analisis dari data yang
pembelajaran di dalam kelas. 2) Peserta diperoleh. 3) Tahap penjelasan dan
didik mampu menggunakan berbagai solusi. Pada tahap ini peserta didik
jalan/ perspektif untuk mensikapi diajak untuk mengkomunikasikan
berbagai isu/ situasi yang berkembang gagasan yang diperoleh dari analisis
di masyarakat berdasarkan pandangan informasi yang didapat, menyusun
ilmiah. 3) Peserta didik mampu menja- suatu konsep baru, meninjau dan
dikan dirinya sebagai warga masyara- mendiskusikan solusi yang diperoleh.
kat yang memiliki tanggung jawab Sehingga untuk memantapkan konsep
sosial. yang diperoleh siswa tersebut guru
Tahapan-tahapan model pem- perlu memberikan umpan balik/-
belajaran Sains Teknologi Masyarakat peneguhan. 4) Tahap penentuan tin-
(STM) menurut Asyari (2006) antara dakan. Pada tahap ini siswa diajak
lain: 1) Tahap invitasi, Pada tahap ini untuk membuat suatu keputusan

126
Scholaria, Vol. 4, No. 3, September 2014: 122-131

dengan mempertimbangkan penguasa- dilakukan minggu ke-3 bulan Agustus,


an konsep sains dan keterampilan yang 3) pelaksanaan pembelajaran siklus 1
dimiliki untuk berbagai gagasan dilakukan pada minggu ke-2 bulan
dengan lingkungan, atau dalam kedu- September, 4) pembelajarn siklus 2
dukan peserta didik sebagai pribadi dilaksanakan minggu ke-3 bulan
atau sebagai masyarakat. Pengambilan September tahun 2014. Penentuan jad-
tindakan ini diantaranya dapat berupa wal ini disesuaikan dengan uturan
kegiatan pengambilan keputusan, pen- kompetensi dasar pada silabus dan
erapan pengetahuan, membagi informa- kalender pendidikan.
si, dan gagasan.
Subyek dalam penelitian ini
Berdasarkan hakikat IPA, karak-
adalah siswa kelas VI yang berjumlah
teristik pembelajaran IPA seperti telah
22 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-
diuraikan di atas, maka model STM
laki dan 8 siswa perempuan. Sumber
dapat dijadikan salah satu alternative
data primer di dapat dari hasil
model pembelajaran IPA di SD.
pengukuran variable penelitian yaitu :
Implementasi Model STM, secara
1) skor tingkat keterampilan proses
teoretik dapat meningkatkan kompe-
sains siswa dan, 2) hasil belajar siswa.
tensi keterampilan proses sains siswa
Sumber data sekunder didapat dari : 1)
yang nantinya akan berdampak pada
tingkat aktifitas siswa saat proses
penguasaan konsep-konsep sains.
pembelajarann dan, 2) tingkat aktivitas
METODE PENELITIAN guru saat menyampaikan materi
pembelajaran.
Penelitian Tindakan Kelas ini
Teknik pengumpulan data
dilakukan di SDN 1 Kalinanas, Kec.
dalam penelitian ini menggunakan
Wonosegoro, Kab. Boyolali pada mata
teknik tes dan non tes. Instrument non
pelajaran IPA kelas VI semester 1
tes berupa instrument pengumpulan
tahun pelajaran 2014/2015. Pelaksa-
data tentang keterampilan proses sains
naan penelitian tindakan kelas ini
siswa dengan menggunakan rubrik
dilakukan melalui tahapan penyusunan
keterampilan proses sains, dan instru-
proposal penelitian, penyusunan instru-
ment pengumpulan data hasil belajar
ment, pelaksanaan tindakan dalam
IPA menggunakan tes tertulis. Kisi-kisi
rangka pengumpulan data, analisi data,
instrument keterampilan proses sains
dan pembahasan hasil penelitian serta
mencakup 7 item dari 7 komponen,
penyusunan laporan PTK. Waktu
yaitu komponen keterampilan menga-
pelaksanaan setiap tahap-tahap PTK
mati (item no 1), mengklasifikasi (item
tersebut adalah: 1) penyusunan propo-
no 2), menemukan hubungan (item no
sal penelitian dilakukan pada bulan Juli
4), memprediksi (item no 3), mela-
2014, 2) penyusunan instrument
kukan kegiatan penelitian (item no 6),

127
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar IPA (Dewi Kumala Santi)

mengumpulkan data (item no 5), dan yang mencapai KKM sebesar 59,09%,
mengkomunikasikan (item no 7). Kisi- sedangkan pada siklus 2 mencapai
kisi instrument penilaian hasil belajar 90,9%, 2) meningkatnya keterampilan
IPA mencakup 20 item soal, terdiri dari proses sains siswa rata-rata 33% pada
: penggolongan perkembangbiakan tiap-tiap siklusnya.
vegetatif (item no 1,2,3), bahan-bahan Prosedur PTK ini terdiri dari
yang digunakan untuk mencangkok empat tahapan yang saling terkait dan
(item no 4), langkah-langkah mencang- berkesinambungan, yaitu perencanaan
kok (item no 5,6,7,8,9,10), tumbuhan (planning), tindakan (action), observasi
yang dapat dicangkok (item no 11, 12), (observe), refleksi (reflect) (Ditjen
kelebihan mencangkok (item no 13), Dikti, 1999:25)
kekurangan mencangkok (item no 14),
pengertian cangkok (item no 15). HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis data yang digunakan Deskripsi hasil Tiap Siklus dan
adalah teknik analisis deskriptif kom- Antar Siklus
paratif. Data kuantitatif yang diperoleh Setelah melakukan analisa
kemudian dideskripsikan dalam bentuk terhadap data yang diperoleh dari 2
kalimat penjelasan, begitu juga dengan siklus yang dilaksanakan, maka dapat
data hasil evaluasi siswa. Data-data disimpulkan bahwa model pembela-
yang diperoleh dari tiap-tiap siklus jaran Sains teknologi masyarakat ma-
kemudian dikomparasikan untuk me- teri perkembangbiakan tumbuhan dan
mastikan ada tidaknya peningkatan hewan menunjukkan peningkatan kete-
hasil belajar dan peningkatan keteram- rampilan proses sains dan ketuntasan
pilan proses sains siswa. Tolok ukur hasil belajar siswa. Tabel 1 merangkum
keberhasilan pelaksanaan penelitian komparasi tingkat keterampilan proses
tindakan kelas ini ditetapkan lewat sains dari kondisi awal, pemebelajarn
indikator kinerja sebagai berikut : 1) siklus 1, dan pemebelajaran siklus 2.
pada siklus 1 persentase jumlah siswa

Tabel 1 Komparasi Keterampilan Proses Sains


Tingkat Keterampilan Proses Sains
pembelajaran Siswa
Mean % kenaikan
Kondisi Awal 12,50 -
Siklus 1 15,12 20,96
Siklus 2 21,83 44,38

128
Scholaria, Vol. 4, No. 3, September 2014: 122-131

Dari tabel 1 di atas diperoleh katan keterampilan sebesar 20,96%,


temuan : a) pada kondisi awal rata-rata c) pada pembelajaran siklus 2, rerata-
tingkat keterampilan proses sains rata keterampilan proses sains
siswa hanya mencapai 12,50 (skor mencapai 21,83, data ini menunjukkan
maksimal 28), b) pada pemebelajaran adanya peningkatan drastis keteram-
siklus 1 rata-rata tingkat keterampilan pilan proses sains siswa sebesar
proses mencapai 15,12. Capaian ini 44,38%.
menunjukkan mulai adanya pening-

Grafik 1
Komparasi Mean dan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Komparasi Mean dan Ketuntasan


Belajar Siswa
100 90,9
80 66,08
80,65
60 50,87 59,09
mean
40
% pencapaian KKM
20 31,81
0
kondisi awal siklus 1 siklus 2

Kenaikan mean hasil belajar persentase jumlah siswa yang mencapai


siswa dan persentase jumlah ketuntasan KKM sebesar 90,90% (20 siswa).
belajar siswa dirangkum dalam grafik
Temuan Penelitian dan Pembahasan
1. Dari grafik 1 di atas diperoleh data
yaitu : a) pada kondisi awal mean hasil 1. Keberhasilan model saians
belajar hanya mencapai 50,87 sedang- teknologi masyarakat (STM)
kan persentase jumlah siswa yang dalam meningkatkan
mencapai KKM hanya 31,81% (7 keterampilan proses sains siswa.
siswa). b) pada pembelajaran siklus 1 Data pada tabel keteram-
mean hasil belajar siswa menjadi 66,08 pilan proses sains siswa pada
dengan persentase jumlah siswa yang kondisi awal, pembelajaran siklus 1
mencapai KKM sebesar 59,09% (13 dan siklus 2 menunjukkan temuan
siswa). c) pada pembelajaran siklus 2, rerata keterampilan proses sains
mean hasil belajar siswa mengalami pada kondisi awal 12,5, pada siklus
peningkatan menjadi 80,65 dengan 1 15,12, dan pada siklus 2 21,83.

129
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar IPA (Dewi Kumala Santi)

Temuan ini memperlihatkan adanya ternyata temuan ini telah mencapai


peningkatan tingkat keterampilan keberhasilan.
proses sains siswa. Persentase pe- Temuan ini sejalan dengan penelitian
ningkatan ini adalah 20,96% pada Siwantara, Manuaba & Meter (2013),
pembelajaran siklus 1, dan 44,37% Apriyana E (2002), Arifin M.H (2003).
pada pembelajaran siklus 2. Temuan
pada siklus 1 dan siklus 2 ini telah SIMPULAN DAN SARAN
mencapai keberhasilan. Keberhasil- A. Simpulan
an dari penelitian ini bermakna bah- Berdasarkan hasil penelitian
wa siswa mampu mengamati, meng- dan pembahasan, dapat disimpulkan
kalsifikasi, menemukan hubungan, bahwa Model Pembelajaran sains
memprediksi, melakukan penelitian, Teknologi Masyarakat dapat :
mengumpulkan data, dan mengko- 1. Meningkatkan keterampilan pro-
munikasikan. Hasil temuan ini seja- ses sains siswa kelas VI SDN 1
lan dengan penelitian Siswantara, Kalinanas, Kec. Wonosegoro,
manuaba & Meter (2013), Catur Kab. Boyolali sebesar 20,96%
Putra Indra Septiawan (2010). pada pembelajaran siklus 1 dan
44,37% pada pembelajaran siklus
2. Keberhasilan model Sains 2.
Teknologi Masyarakat (STM) 2. Meningkatnya hasil belajar siswa
dalam meningkatkan hasil belajar kelas VI SDN 1 Kalinanas Kec.
siswa. Wonosegoro, Kab. Boyolali
Data pada grafik 1 hasil sebesar 59,09% pada pembe-
belajar siswa pada kondisi awal, lajaran siklus 1 dan 90,9% pada
pembelajaran siklus 1 dan siklus 2 pembelajaran siklus 2.
menunjukkan temuan pada kondisi B. Saran
awal mean hanya 50,87, pada pem- Saran yang dapat diberikan
belajaran siklus 1 mean meningkat dalam penelitian ini adalah :
menjadi 66,08, dan mean pada 1. Guru hendaknya menggunakan
siklus 2 meningkat kembali menjadi model pembelajaran sains tekno-
80,65. Temuan ini mengindikasikan logi masyarakat pada pembela-
adanya peningkatan hasil belajar jaran IPA.
IPA siswa. besaran peningkatan 2. Guru hendaknya membangun
pada siklus 1 adalah 59,09% dan partisipasi aktif siswa dalam
pada siklus 2 menjadi 90,9%, proses kegiatan belajar mengajar.

130
Scholaria, Vol. 4, No. 3, September 2014: 122-131

DAFTAR PUSTAKA

Apriyana, E. (2002) Penerapan Model Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat


dengan Pendekatan Bermain Peran untuk meningkatkan Pemahaman
Konsep, Sikap, dan Keterampilan Siswa SMU menerapkan Konsep
Pelestarian Sumber Daya Alam Hayati. Tesis SPs UPI Bandung: Tidak
Diterbitkan.
Arifin, M.H. (2003) Pengaruh Penggunaan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat
Terhadap Prestasi Belajar Fisika. Skripsi FPMIPA UPI Bandung: Tidak
diterbitkan.
Bundu, Patta, (2006). Penilaian Keterampilan Proses dan SIkap Ilmiah Dalam
Pembelajaran Sains. Jakarta: Depdiknas
Depdiknas, (2006). Lampiran Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
Kurikulum SD/MI tahun 2006. Jakarta: Depdiknas.
Kemendikbud, (2014). Materi Pelatihan Implemetsi Kurikulum 2013. Jakarta:
badan Pengembangan Sumber daya Manusia Pendidikan dan kebudayaan
dan Penjaminan Mutu pendidikan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Prayekti. (2002). Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement
Division di Sekolah Dasar, Jurnal Pendidikan (4) 2
Samatowa, Usman, (2009). Pembelajaran Ipa di Sekolah Dasar. Jakarta. PT Indeks
Jakarta barat
Siswantara, Manuaba & Meter (2013. Penerapan Model Problem Based Learning
(PBL) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV
SD Negeri 8 Kesiman. Jurnal Garuda Portal, (1):1-10.
Trianto. 2010. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta : Prestasi
Pustaka

131