You are on page 1of 9

1

ABSTRAK

Nilamsari, Rizki. 2014. Analisis Perbandingan Berat Badan Penyandang Sindroma


Down dengan Individu Normal. Tugas akhir, Program Studi Pendidikan Dokter,
Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Pembimbing : drg.
Retno Dwi, M.Kes.

Obesitas merupakan salah satu fenotip yang terjadi pada penyandang sindroma
Down. Sepertiga sampai setengah dari anak-anak dengan sindroma Down mengalami
kelebihan berat badan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penyandang sindroma Down
menunjukkan Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih besar dibanding individu normal pada
usia dan jenis kelamin yang sama.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.
Sampel dalam penelitian ini adalah 26 siswa-siswi dengan fenotip sindroma Down yang
bersekolah di SLB C di Surabaya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata IMT penyandang sindroma Down
lebih besar dibanding dengan kelompok individu normal (kontrol) (p=0,053). Pada
kelompok usia <12 tahun, kelompok kontrol normal menunjukkan nilai IMT lebih besar
(p=0,059). Pada kelompok usia >12 tahun, kelompok penyandang sindroma Down
menunjukkan nilai IMT lebih besar (p=0,007). Kelompok laki-laki penyandang
sindroma Down mempunyai nilai IMT yang lebih besar daripada laki-laki pada
kelompok kontrol (p=0,208). Hasil yang sama ditunjukkan pada kelompok perempuan
penyandang sindroma Down (p=0,128).
Dapat disimpulkan bahwa IMT pada penyandang sindroma Down tidak berbeda
secara signifikan dengan individu normal (kontrol).

Kata Kunci : Indeks Masa Tubuh dan Sindroma Down


2

PENDAHULUAN dapat disertai dengan kulit leher yang


berlebihan (webbed neck), hidung yang
Latar Belakang cenderung kecil dan datar (flat nasal
Sindroma Down merupakan bridge), telinga rendah (low set ears.
kelainan genetik yang dikenal sebagai Penyandang sindroma Down memiliki
trisomi 21, sehingga jumlah kromosom Intelligence Quotient (IQ) sekitar 30
seluruhnya 47 buah. Kelebihan kromosom sampai 60, dan secara keseluruhan
ini disebabkan saat pematangan sel telur, memiliki kelambatan perkembangan
pasangan kromosom 21 gagal (Nussbaum et al., 2007).
memisahkan diri (Nussbaum et al., 2007). Penyandangsindroma Down juga
Di seluruh dunia, prevalensi berisiko tinggi mengalami kelainan
keseluruhan sindroma Down adalah 10 jantung, kelainan pada gastroesophageal,
per 10.000 kelahiran hidup. Di Eropa, gangguan pendengaran, gangguan tiroid
semua kasus kelahiran bayi tidak normal, dan obesitas pada anak-anak. Obesitas
terdeteksi 8% penyandang sindroma adalah kondisi kelebihan lemak, baik di
Down. Di Belanda, penelitian terbaru dari seluruh tubuh atau pada bagian-bagian
prevalensi sindroma Down adalah 16 per tertentu, yaitu apabila ditemukan
10.000 kelahiran hidup (Weijerman & kelebihan berat badan >20% pada pria
Winter, 2010). Sedangkan di Amerika dan >25% pada wanita karena lemak
Serikat, kejadiankelahiraninidiperkirakan (Ganong, 2008). Salah satu cara
sekitar1:800. Di Inggris, insiden menentukan lemak tubuh adalah dengan
kelahiran sindroma Down secara menggunakan BMI (Body Massa Index)
keseluruhan, adalah sekitar1:1000, dimana atau Indeks Massa Tubuh (IMT) yang
60% dari kasus terdeteksi sebelum merupakan indeks sederhana untuk
lahir(Turnpenny & Sian, 2007). Prevalensi mengklasifikasikan adanya kelebihan
sindroma Down tergantung pada beberapa berat badan dengan rumus berat dalam
variabel sosio-kultural, sebagai contoh di kilogram dibagi dengan tinggi dalam
negara-negara dengan aborsi ilegal seperti meter kuadrat (kg/m2) (WHO, 2004).
Irlandia dan Uni Emirat Arab memiliki Di seluruh dunia prevalensi obesitas
prevalensi lebih tinggi, sebaliknya, di menunjukkan peningkatan yang signifikan
Perancis, prevalensi sindroma Down pada anak-anak, bahkan lebih umum pada
rendah. Hal ini mungkin disebabkan anak-anak dengan sindroma Down.
tingginya persentase yang tinggi dari Sepertiga sampai setengah dari anak-anak
terminasi kehamilan dengan janin yang dengan sindroma Down mengalami
dikandung sindroma Down (Weijerman & kelebihan berat badan. Angka ini
Winter, 2010). bervariasi karena perbedaan dalam
Penyandang sindroma Down populasi penelitian dan metode yang
menunjukkan profil wajah yang datar (flat digunakan dalam studi (van Gamere-
facial profile), fissura palpebralis miring Oosteron et al., 2012).
keatas (oblique palpebral fissures), Dari latar belakang tersebut,
terdapat satu garis horizontal pada telapak penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
tangan (simian crease), lipatan pada ujung apakah penyandang sindroma Down di
mata (epicanthal folds), pseudo Surabaya, terutama yang bersekolah di
hypertelorism dan hypotonia pada bayi SLB Alpha Kumara 1 dan 2 Surabaya
(Weijerman & Winter, 2010), belakang menunjukkan Indeks Massa Tubuh (IMT)
kepala datar (flat occiput), sumbu panjang lebih tinggi dibanding individu normal
mata di garis tengah membentuk sudut pada usia dan jenis kelamin yang sama.
tumpul (upslanting eyes), leher pendek,
3

dengan usia sama dan jenis kelamin sama


METODE PENELITIAN dengan sampel penyandang sindroma
Down.
Rancangan Penelitian Sampel dan kontrol diukur berat
Jenis penelitian yang digunakan badannya dengan menggunakan pengukur
adalah penelitian analitik, dengan tinggi dan berat badan atau weighing
pendekatan cross sectional. machine (Merk GEA ZT-120).

Populasi dan Sampel Analisa Statistik


Populasi adalah siswa-siswi dengan Untuk mengetahui IMT penyandang
sindroma Down yang bersekolah di SLB sindroma Down dilakukan dengan
C di Surabaya dan siswa-siswi normal membandingkan tinggi dan berat badan
yang bersekolah di Surabaya. penyandang sindroma Down dan individu
Sampel adalah 26 siswa-siswi normal pada usia dan jenis kelamin yang
dengan fenotip sindroma Down yang sama menggunakan uji statistik t-2 sampel
bersekolah di SLB AKW 1 dan AKW 2 bebas. Analisa statistik dengan
Surabaya. Sebagai kontrol adalah 26 menggunakan program komputer (SPSS
siswa-siswi yang bersekolah di SD-SMA 17).

HASIL PENELITIAN

Tabel 1. Distribusi sampel berdasarkan Usia Dan Jenis Kelamin Pada Penyandang
Sindrom Down Dan Kontrol Normal
Keterangan Sindroma Down % Kontrol Normal %
Usia
< 12 Tahun 5 (19,2%) 5 (19,2%)
> 12 Tahun 21 (80,2%) 21 (80,2%)
Jumlah 26 26
Jenis kelamin
Laki-laki 16 (61,5%) 16 (61,5%)
Perempuan 10 (38,5%) 10 (38,5%)
Jumlah 26 26

Tabel di atas, menunjukkan kontrol normal yang berusia <12 tahun


penyandang sindroma Down yang berusia sebanyak 5 orang (19,2%) dan yang
<12 tahun sebanyak 5 orang (19,2%) dan berusia >12 sebanyak 21 orang (80,2%).
untuk yang berusia >12 sebanyak 21 Berdasarkan jenis kelamin diketahui
orang (80,2%). Berdasarkan jenis kelamin bahwa 16 orang (61,5%) dari kontrol
diketahui bahwa 16 orang (61,5%) normal berjenis kelamin laki-laki dan 10
penyandang sindroma Down berjenis orang (38,5%) berjenis kelamin
kelamin laki-laki dan 10 orang (38,5%) perempuan.
berjenis kelamin perempuan. Sampel

Tabel 2. Indeks Massa Tubuh (Mean SD) Penyandang Sindroma Down Dan
Kontrol Normal Berdasarkan Usia
Sindroma Down Kontrol Normal
Usia p-value
(n) mean SD (n) mean SD
4

< 12 Tahun 5 13,3 1,59 5 16,5 2,82 0,059


> 12 Tahun 21 22,5 5,60 21 18,2 4,19 0,007

Gambar Rata-rata Indeks Massa Tubuh Penyandang Sindroma Down dan Individu
Normal Berdasarkan Usia

Tabel di atas menunjukkan pada Pada kelompok usia >12 tahun, IMT
usia <12 tahun, IMT rata-rata (mean) rata-rata penyandang sindroma Down
penyandang sindroma Down sebesar 13,3 yang sebesar 22,5 dengan standar deviasi
dengan standar deviasi sebesar 1,59, sebesar 5,60, sedangkan kelompok kontrol
sedangkan kelompok kontrol normal normal menunjukan IMT sebesar 18,2
menunjukkan rata-rata IMT sebesar 16,5 dengan standar deviasi sebesar 4,19
dengan standar deviasi sebesar 2,82 (p=0,007).
(p=0,059) .

Tabel 3. Indeks Massa Tubuh (Mean SD) Penyandang Sindroma Down Dan
Kontrol Normal Berdasarkan Jenis Kelamin
Sindroma Down Kontrol Normal
Jenis Kelamin p-value
(n) mean SD (n) mean SD
Laki-laki 16 20,2 6,85 16 17,6 3,96 0,208
Perempuan 10 21,6 5,41 10 18,2 4,17 0,128
5

Gambar Rata-rata Indeks Massa Tubuh Penyandang Sindroma Down dan Individu
Normal Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan tabel di atas, terlihat Rata-rata IMT penyandang


bahwa rata-rata IMT penyandang sindroma Down yang berjenis kelamin
sindroma Down yang berjenis kelamin perempuan sebesar 21,6 dengan standar
laki-laki sebesar 20,2 dengan standar deviasi sebesar 5,41, sedangkan rata-rata
deviasi sebesar 6,85, sedangkan kelompok (mean) Indeks Massa Tubuh untuk
kontrol normal yang berjenis kelamin kelompok kontrol yang berjenis kelamin
laki-laki adalah sebesar 17,6 dengan perempuan sebesar 18,2 dengan standar
standar deviasi sebesar 3,96 (p=0,208). deviasi sebesar 4,17 (p=0,128).

Tabel 4 Indeks Massa Tubuh (Mean SD) Penyandang Sindroma Down Dan
Kontrol Normal
Sindroma Down Kontrol Normal
Keterangan p-value
(n) mean SD (n) mean SD
Total 26 20,7 6,26 26 17,8 3,97 0,053

Berdasarkan tabel di atas dapat berat badan diukur secara rutin dalam
diketahui bahwa secara keseluruhan rata- perawatan klinis pada anak-anak dan
rata (mean) Indeks Massa Tubuh dipantau semasa kecil dan remaja sebagai
penyandang sindroma Down sebesar 20,7 indikator kesehatan dan penyakit (Husain,
dengan standar deviasi sebesar 6,26. Untuk 2003).
rata-rata (mean) Indeks Massa Tubuh Berdasarkan analisis hasil
untuk kelompok kontrol sebesar 17,8 penelitian, pada kelompok usia <12 tahun,
dengan standar deviasi sebesar 3,97 penyandang sindroma Down yang
(p=0,053). menunjukkan nilai Indeks Massa Tubuh
lebih rendah daripada kelompok kontrol
PEMBAHASAN normal. Dari analisis uji statistik t-2
sampel bebas didapatkan p-value sebesar
Indeks Massa Tubuh (IMT) 0,059, sehingga perbedaan Indeks Massa
merupakan indeks yang mudah dihitung Tubuh kelompok usia <12 pada
dan indikator yang baik untuk kelebihan penyandang sindroma Down dengan
atau kekurangan berat badan. Tinggi dan kelompok kontrol normal tidak signifikan.
6

Perbedaan yang tidak signifikan ini pada kelompok kontrol normal. Dari
disebabkan karena jumlah lemak tubuh analisis uji statistik t-2 sampel bebas
berubah seiringan dengan pertumbuhan didapatkan p=0,208, dengan kata lain
dan perkembangan tubuh badan tidak terdapat perbedaan Indeks Massa
seseorang. Selain itu, karena sedikitnya Tubuh antara laki-laki penyandang
sampel untuk kelompok usia <12 tahun. sindroma Down dengan kelompok kontrol
Anak yang berusia <12 tahun merupakan normal. Hasil yang sama ditunjukkan pada
kelompok yang rentan terhadap gizi. Oleh kelompok perempuan penyandang
karena itu, anak dalam rentang usia <12 sindroma Down. Pengukuran Indeks
perlu mendapat perhatian dari sudut Massa Tubuh pada penyandang sindroma
perubahan pola makan sehari-hari karena Down perempuan menunjukkan angka
makanan yang biasa dikonsumsi sejak yang lebih besar daripada kelompok
masa anak akan membentuk pola kontrol normal. Dari analisis uji statistik t-
kebiasaan makan selanjutnya (Toschke et 2 sampel bebas didapatkan p=0,128,
al., 2004). sehingga perbedaan Indeks Massa Tubuh
Berdasarkan analisis yang telah anak perempuan penyandang sindroma
dilakukan, pada kelompok usia >12 tahun Down dengan kelompok kontrol normal
kelompok penyandang sindroma Down tidak signifikan. Berdasarkan analisis
mempunyai Indeks Massa Tubuh yang yang telah dilakukan dapat diketahui
lebih besar dari kontrol normal (individu bahwa secara keseluruhan, kelompok
bukan penyandang sindroma Down). Dari penyandang sindroma Down mempunyai
analisis uji statistik t-2 sampel bebas nilai Indeks Massa Tubuh yang lebih besar
didapatkan p-value sebesar 0,007, artinya daripada kelompok kontrol normal. Dari
terdapat perbedaan Indeks Massa Tubuh analisis uji statistik t-2 sampel bebas
yang signifikan antara penyandang didapatkan p=0,053, sehingga perbedaan
sindroma Down dan bukan penyandang Indeks Massa Tubuh penyandang
sindroma Down. Hasil ini sesuai dengan sindroma Down dengan kelompok kontrol
penelitian oleh Husain di Saudi pada normal tidak signifikan.
tahun 2003 (Husain, 2003) dan beberapa Perbedaan yang tidak signifikan ini
penelitian di Amerika Serikat yang disebabkan karena jumlah lemak tubuh
menunjukkan adanya kecenderungan yang pada lelaki dan perempuan juga berbeda
jelas pada individu dengan sindroma selama pertumbuhan. Selain itu, karena
Down untuk menjadi obesitas (Murray & jumlah penyandang sindroma Down
Ryan-Krause, 2010). Obesitas merupakan dengan jenis kelamin perempuan lebih
kelainan multifaktorial yang dapat sedikit dibandingkan dengan anak laki-
disebabkan oleh faktor genetik, faktor laki, sehingga didapatkan hasil yang tidak
asupan makanan dengan penggunaan signifikan. Hal lain yang mempengaruhi
kalori, faktor lingkungan (CDC, 2009). perbedaan Indeks Massa Tubuh yang tidak
Kurangnya aktivitas dan jumlah kalori signifikan antara penyandang sindroma
yang terbatas dapat mengganggu Down dan kontrol normal adalah adanya
metabolisme tubuh, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi berat
menyebabkan obesitas pada penyandang badan seseorang, yaitu faktor lingkungan,
sindroma Down (Luke, 1994). faktor genetik dan pola makan pada anak
Berdasarkan analisis yang telah (CDC, 2009).
dilakukan, dapat diketahui bahwa
kelompok laki-laki penyandang sindroma
Down mempunyai nilai Indeks Massa
Tubuh yang lebih besar daripada laki-laki
7

PENUTUP Down syndrome, Turner syndrome,


and Klinefelter syndrome: primary
Kesimpulan care throughout the life span.
Berdasarkan analisis dan Philadelphia: Saunders Elsevier.
pembahasan di atas maka dapat CDC. 2009. Obesity, Halting The
disimpulkan bahwa penyandang sindroma Epidemic by Making Health Easier.
Down menunjukkan nilai Indeks Massa Retrieved February, 2009, from
Tubuh (IMT) yang lebih besar http://www.cdc.gov/nccdphp/publica
dibandingkan dengan individu normal tions/AAG/pdf/obesity.pdf
pada usia dan jenis kelamin yang sama. Evans-Martin, F.F., 2009. Genes &
Dari analisis uji statistik t-2 sampel bebas Disease Down Syndrome. New
untuk usia <12 dan berdasarkan jenis York: Chelsea House.
kelamin didapatkan p-value >0,05, Flier, J.S & Flier, E. M., 2005. Obesity. In:
sehingga perbedaan Indeks Massa Tubuh Kasper, D.L., Fauci, A.S., Longo,
penyandang sindroma Down dengan D.L., Braunwald, E., Hauser, S.L.,
kelompok kontrol normal tidak signifikan. & Jameson, J. L. Harrisons
Uji statistik t-2 sampel bebas untuk usia Principle of Internal Medicine. New
>12 tahun menunjukkan p<0,05, sehingga York: McGraw-Hill, 422 - 427.
perbedaan Indeks Massa Tubuh Ganong, W.F., 2008. Fisiologi
penyandang sindroma Down dengan Kedokteran. 22nd ed. Jakarta: ECG.
kelompok normal signifikan. Gregory, M., 2010. Genetics - Part 3 -
Human Genetics. [Online] Available
Saran at:http://faculty.clintoncc.suny.edu/f
1. Untuk menguji validitas perlu aculty/michael.gregory/files/bio
dilakukan penelitian dengan jumlah %20101/bio
sampel yang lebih banyak. %20101%20lectures/genetics-
2. Dapat dilakukan penelitian lanjutan %20human
yang menghubungkan obesitas pada %20genetics/human.htm[Accessed
sindroma Down dengan pola makan 13 February 2014].
dan faktor genetik. Harris N, Rosenberg A, Jangda S, OBrien
3. Dapat dilakukan penelitian lanjutan K, Gallagher ML. 2003. Prevalence
untuk mengikuti ada tidaknya of obesity in International Special
perubahan Indeks Massa Tubuh Olympic athletes as determined by
penyandang sindroma Down yang body mass index. J Am Diet
berusia <12 tahun. Assoc;103:235-237.
Husain, M.A., 2003. Body Mass Index for
DAFTAR PUSTAKA Saudi Children with Downs
Syndrome. Acta Pdiatr ;93:1482-
Antonarakis, S. E. et al. 2004. 1485.
Chromosome 21 and Down Luke, A., Rozien, N.J., Sutton, M.,
syndrome: from genomics to Schoeller, D.A. 1994. Energy
pathophysiology. Nature Reviews Expenditure in children with Down
Genetics;5:734. Syndrome: Correcting Metabolic
American Academy of Pediatrics. 2001. Rate for Movement. Journal of
Health supervision for children with Pediatrics;125.
Down syndrome. Malone, et al., 2005. First-Trimester or
Pediatrics;107:442449. Second-Trimester Screening, or
Carl Tyler, M.M., J.C.Edman, M., 2004.
8

Both, for Downs Syndrome.N Engl Sherman, Stephanie L., Emily G. Allen,
J Med;353: 19. Lora H. Bean, and Sallie B.
Mueller RF, Young ID. 2001. Emerys Freeman., 2007. Epidemiology of
th Down Syndrome. Mental
Elements Of Medical Genetics. 11
Retardation and Developmental
ed. London: Churchill Livingstone.
Disabilities Research Reviews;13:
Murray, J. & Ryan-Krause, P., 2010.
221-227.
Obesity in Children with Down
Sherwood, L. 2001. Fisiologi
Syndrome: Background and
Manusia;dari Sel ke Sistem. Edisi 2.
Recommendations for Management.
Jakarta;EGC.
Pediatric Nursing;36:6:314-319.
Stein CK. 2011. Applications of
National Down Syndrome Society. 2012.
Cytogenetics in Modern Pathology.
Down Syndrome Facts. Retrieved
In: McPherson RA, Pincus MR,
from www.ndss.org
eds.Henry's Clinical Diagnosis and
National Human Genome Research
Management by Laboratory
Institute.Leraning about Down
Methods. 22nd ed. Philadelphia, Pa:
syndrome.2008. Retrieved from
Saunders Elsevier;68.
www.genome.gov
Nussbaum, R., McInnes, R.R. & Willard, Toschke AM, Grote V, Koletzko B, von
H.F., 2007. Thompson & Thompson Kries R. 2004. Identifying
Genetic in Medicine. 7th ed. Children at High Risk for
Philadelphia: Elsevier. Overweight at School Entry by
Pritchard Dorian J., Korf Bruce R., 2013. Weight Gain During The First 2
Medical Genetics at a Glance. 3th Years. Arch. Pediatr. Adolesc.
ed. UK: Blackwell. Med; 158:5:449 452.
Reese, S., 2013. Cells Biology and Turnpenny, P.D. & Sian, E., 2007.
Genetics. [Online] Available at: Emery's Elements of Medical
http://www.webzeest.com/article/19 Genetics. 13th ed. Philadelphia:
58/cell-biology-and-genetics Elsevier.
[Accessed 13 February 2014]. U.S. National Library of Medicine., 2014.
Richards, G., 2000. Growth Charts for Balanced Translocation. [Online]
Children with Down Syndrome. Available at:
[Online] Available at: http://ghr.nlm.nih.gov/handbook/illu
http://www.growthcharts.com/charts strations/unbalancedtranslocation
/DS/charts.htm [Accessed 17 [Accessed 13 February 2014].
February 2014]. van Gamere-Oosteron, Helma B.M., van
Roizen, N.J., Stark, A.R., Firth, H.V., Dommelen, Paula., Schonbeck,
Drutz J. E., Torchia, M.M., 2009. Yvonne., Oudesluys-Murphy, Anne
Epidemiology and Genetics of Marie., van Wouwe, Jacobus P.,
Down Syndrome. Available at: Buitendijk, Simone E., 2012.
http://www.uptodate.com/patients/co Prevalence of Overweight in Dutch
ntent/topic.do? Children With Down Syndrome.
topicKey=~E3y380GJ7D Pediatrics;130:1520-1526.
VF0B(accessed 2014, Jan 10). Weijerman, E. M., & Winter, d. P.
Rubin SS, R.J.C.B.B.D.M.D., 1998. 2010.Clinical Practice The Care of
Overweight prevalence in persons Children with Down Syndrome. The
with Down syndrome. US National Netherland: Eur J Pediatr.
Library of Medicine;36:3:175-181.
9

World Health Organization (WHO). 2004.


BMI classification (updated 2014,
Jan 10). Available at:
http://apps.who.int/bmi/index.jsp?
introPage=intro_3.html (accessed
2014, Jan 10).
World Health Organization (WHO). 2007.
WHO Reference 2007 for Child and
Adolescent. WHO, Geneva.
World Health Organization (WHO). 2013.
Obesity and Overweight (updated
2013, March).
Wright, I., Lewis, V., Collis, G.M. 2006.
Imitation and Representational
Development in Young Children
with Down Syndrome. Brit J
Develop Psychology;24:2:429-450.