You are on page 1of 2

Percobaan destilasi uap ini bertujuan untuk mengenal cara memurnikan suatu zat cair

yang titik didihnya tingi dari campuran atau kotoran. Pada percobaan ini dilakukan
pemisahan minyak atsiri dari kulit jeruk. Untuk memisahkan minyak atsiri dari kulit jeruk
dilakukan destilasi uap karena minyak atsiri memiliki titik didih yang tinggi dan sebelum
mencapai titik didihnya minyak atsiri akan rusak atau terurai, oleh karena itu untuk
menurunkan titik didihnya, zat yang diinginkan didestilasi dengan dialiri uap karena titik
didih campuran ini lebih rendah dari titik didih masing-masing zat cair. Prinsip dari
percobaan ini adalah dtitik didih suatu zat cair yang tinggi dapat diturunkan dengan adanya
uap air yang dialirkan pada zat cair tersebut.

Tahap awal yang dilakukan dalam percobaan ini adalah mempersiapkan sampel kulit
jruk. Sebanyak 1,5 kg jeruk dikupas kulitnya dan dibersihkan bagian dalam kulit yang
berwarna putih agar saat dilakukan destilasi uap, uap air dapat langsung masuk ke jaringan
kulit jeruk. Kemudian kulit jeruk tersebut dipotong kecil-kecil, hal ini bertujuan untuk
memperbesar luas bidang sentuh sampel sehingga dalam proses penguapan minyak atsiri
yang terdapat pada setiap jaringan kulit jeruk lebih mudah terangkat bersama uap air. Kulit
jeruk tersebut kemudian diangin-anginkan selama kurang lebih 18 jam yang bertujuan untuk
menguapkan air yang terdapat di dalam kulit jeruk sehingga proses destilasi uap lebih mudah
dan singkat.

Tahap selanjutnya yaitu merangkai alat destilasi uap dengan labu alas bulat belerher 3
pertama yang diisi aquades sebanyak setengah volume labu yang merupakan zat cair yang
akan berubah menjadi uap air pada percobaan ini. Labu alas bulat pertama ini berada diatas
kaki tiga dan kasa yang dibawahnya dipanaskan dengan spiritus agar aquades menguap. Labu
alas bulat berleher 3 yang kedua berisi 126 gram kulit jeruk dimana salah satu lehernya
terhubung dengan labu alas bulat pertama menggunakan adaptor, satu lehernya terhubung
dengan kondensor dimana pada ujung kondensor terdapat receiver untuk menghubungan ke
erlenmeyer, dan leher labu satunya lagi ditutup agar proses penguapan berjalan sempurna.
Erlenmeyer diletakkan diatas kaki tiga dan kasa agar letaknya sejajar dengan labu alas bulat
kedua sehingga destilat langsung jatuh ke dalam erlenmeyer. Setelah itu dipasangkan selang
air pada kondensor dimanapada bagian bawah kondensor selang air sebagai jalan air masuk
dan bagian atas kondensor selang air sebagai jalan air keluar.

Setelah semua alat dirangkai, spiritus dinyalakan untuk proses pemanasan. Proses ini
ditunggu hingga banyak uap air terdapat pada kulit jeruk. Selama pemanasan, air akan
menguap dimana uap air akan menuju labu alas bulat berleher 3 yang berisi kulit jeruk. Uap
air tersebut membasahi permukaan kulit jeruk yan menyebabkan melunaknya jaringan kulit
jeruk sehingga uap air menembus dinding sel dari kulit jeruk. Selanjutnya zat aktif pada kulit
jeruk yaitu minyak atsiri akan berpindah posisi menuju rongga uap air sehingga secara
makroskopis uap air dan uap minyak atsiri akan bercampur.

Campuran uap yang terdiri dari uap air dan uap minyak atsiri selanjutnya akan
bergerak menuju kondesor. Di dalam kondensor uap akan terkondensasi menjadi cairan,
dimana terjadi proses pendinginan (pengembunan) uap minyak menjadi cairan minyak dan
kemudian jatuh sebagai destilat ke dalam erlenmeyer dengan tercampur sedikit air. Di dalam
erlenmeyer, antar air dan minyak terbentuk dua lapisan yakni minyak atsiri berada di lapisan
atas dan air dilapisan bawah. Hal ini terjadi karena perbedaan massa jenis dan sifat kepolaran,
dimana massa jenis minyak atsiri yang bersifat non polar lebih kecil dibandingkan massa
jenis air yang bersifat polar.

Setelah didapatkan destilat, proses destilasi dihentikan. Proses destilasi uap sampai
didapatkannya destilat berlangsung kurang lebih 2 jam. Sampel kulit jeruk yang semula
berwarna kuning setelah pemanasan berubah menjadi coklat kehitaman karena pemanasan
dapat mengubah warna zat yang dipanaskan. Dalam percobaan ini, perlakuan hanya
dilakukan sampai didapatkan destilat tanpa dilakukan pemisahan karena waktu terbatas
sehingga tidak didapatkan kadar minyak.