You are on page 1of 4

Pertanyaan

1. Agung Widodo
Ada 5 jenis sel darah putih (leukosit), yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan
limfosit. Coba jelaskan masing-masing dari jenis tersebut!
Jawaban:
Cynthia Regina
a. Neutrofil
Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses
peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama
terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak
menyebabkan adanya nanah.
b. Eosinofil
Eosinofil terutama berhubungan dengan infeksi parasit, dengan demikian meningkatnya
eosinofil menandakan banyaknya parasit.
c. Basofil
Basofil terutama bertanggung jawab untuk memberi reaksi alergi dan antigen dengan
jalan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.
d. Monosit
Monosit membagi fungsi “pembersih vakum” (fagositosis) dari neutrofil, tetapi lebih
jauh dia hidup dengan tugas tambahan: memberikan potongan patogen kepada sel T
sehingga patogen tersebut dapat dihafal dan dibunuh, atau dapat membuat tanggapan
antibodi untuk menjaga.
e. Limfosit
Limfosit lebih umum dalam sistem limfa. Darah mempunyai tiga jenis limfosit:
 Sel B: Sel B membuat antibodi yang mengikat patogen lalu menghancurkannya. (Sel B
tidak hanya membuat antibodi yang dapat mengikat patogen, tapi setelah adanya
serangan, beberapa sel B akan mempertahankan kemampuannya dalam
menghasilkan antibodi sebagai layanan sistem ‘memori’.)
 Sel T: CD4+ (pembantu) Sel T mengkoordinir tanggapan ketahanan (yang bertahan
dalam infeksi HIV) sarta penting untuk menahan bakteri intraseluler. CD8+
(sitotoksik) dapat membunuh sel yang terinfeksi virus.
 Sel natural killer: Sel pembunuh alami (natural killer, NK) dapat membunuh sel tubuh
yang tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak boleh dibunuh karena telah terinfeksi
virus atau telah menjadi kanker.

2. Rahmad Hidayat
Bagaimana sirkulasi darah pada ibu yang sedang hamil?
Jawaban:
Rizal Effendi
Di dalam tubuh manusia, darah mengalir keseluruh bagian (organ-organ) tubuh
secara terus-menerus untuk menjamin suplai oksigen dan zat-zat nutrien lainnya agar
organ-organ tubuh tetap dapat berfungsi dengan baik. Aliran darah keseluruh tubuh
dapat berjalan berkat adanya pemompa utama yaitu jantung dan sistem pembuluh
darah sebagai alat pengalir/distribusi. sistem sirkulasi darah dalam tubuh manusia dapat
dibagi menjadi 2 bagian: sirkulasi darah sistemik yang mengalir dari jantung kiri
keseluruh tubuh dan kembali ke jantung kanan sedangkan sirkulasi pulmonal
merupakan sirkulasi darah yang mengalir dari jantung kanan ke paru-paru lalu kembali
ke jantung kiri. Perubahan awal terjadi pada perubahan metabolik oleh karena adanya
perubahan hormon, terutama hormon kehamilan karena terbentuknya janin Seperti;
hormon progesteron dan estrogen.
Pada minggu ke-5 cardiac output akan meningkat dan perubahan ini terjadi untuk
mengurangi resistensi vaskuler sistemik. Selain itu, juga terjadi peningkatan denyut
jantung. Antara minggu ke-10 dan 20 terjadi peningkatan volume plasma sehingga juga
terjadi peningkatan preload. Perfoma ventrikel selama kehamilan dipengaruhi oleh
penurunan resistensi vaskular sistemik dan perubahan pada aliran pulsasi arterial.
Peningkatan estrogen dan progesteron juga akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi
dan penurunan resistensi vaskuler perifer.
Ventrikel kiri akan mengalami hipertrofi dan dilatasi untuk memfasilitasi perubahan
cardiac output, tetapi kontraktilitasnya tidak berubah. Bersamaan dengan perubahan
posisi diafragma, apeks akan bergerak ke anterior dan ke kiri, sehingga pada
pemeriksaan EKG akan terjadi deviasi aksis kiri, depresi segmen ST, dan inverse atau
pendataran gelombang T pada lead III.
Sejak pertengahan kehamilan pembesaran uterus akan menekan vena cava inferior
dan aorta bawah ketika berada dalam posisi terlentang. Penekanan vena cava inferior ini
akan mengurangi darah balik vena ke jantung. Akibatnya, terjadinya penurunan preload
dan cardiac output sehingga akan menyebabkan terjadinya hipotensi arterial yang
dikenal dengan sindrom hipotensi supine dan pada keadaan yang cukup berat akan
mengakibatkan ibu akan kehilangan kesadaran. Penekanan pada aorta ini juga akan
mengurangi aliran darah uteroplasenta ke ginjal. Selama trimester terakhir posisi
terlentang akan membuat posisi ginjal menurun jika dibandingkan dengan posisi miring.
Karena alasan inilah tidak dianjurkan ibu hamil dalam posisi terlentang pada akhir
kehamilan

3. Harry Kurniawan
Apa yang terjadi jika vena rusak dan tidak bisa membawa darah kembali ke jantung?
Jawaban:
Wahyu Purwa Aji
Kalau vena rusak, maka semua organ sirkulasi juga akan rusak karena merupakan suatu
kesatuan sistem. Akibatnya, darah yang akan dikirim ke jantung mengalami gangguan,
sehingga jantung pun akan beresiko mengalami gangguan. Intinya lakukan pola hidup
sehat, karena jika satu organ rusak, maka tidak memungkinkan organ lain juga akan ikut
rusak.

4. Zulfikar
Apa yang terjadi jika leukosit di dalam tubuh kurang dan bagaimana cara
pengobatannya?
Jawaban:
M. Nurul Fathoni
Kekurangan sel darah putih disebut leukopenia dimana hal ini dapat terjadi apabila sel
darah putih kurang dari 5000 dalam setiap tetes darah manusia normalnya memiliki sel
darah putih 5000 sampai 10000 dalam setiap tetes darahnya. Penyebab dari leukopenia
bisa juga dari kanker terutama kanker darah. Kekurangan sel darah putih bisa
menyebabkan seseoran rentan terkena berbagai jenis penyakit atau infeksi. Leukopenia
ini dapat disebabkan oleh sum-sum tulang yang mengalami gangguan. Karena sum-sum
tulang ini merupakan produsen sel darah putih. Jika sumsum tulang bermasalah maka
dengan otomatis sel darah putih juga akan mengalami gangguan. Pengobatannya yakni
dengan herbal alami Ace Maxs yang mempunyai kandungan yang aktif dan multi khasiat
dalam menormalkan kembali jumlah leukosit secara efektif dan mahir langsung bekerja
ke tempat sasarannya.

5. Diandri
Apa penyebab darah yang keluar terus menerus? Kenapa darah tersebut tidak
membeku?
Jawaban:
M. Nurul Fathoni
Itu disebut penyakit hemofilia. Penyebab penyakit hemofilia karena jumlah pembeku
darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal. Ada yang menyebutkan hemofilia
adalah penyakit turunan, akan tetapi pendapat ini tidak selamanya benar karena
hemofilia dapat menyerang siapa saja. Pada umumnya penyakit ini terjadi pada pria dan
jarang terjadi pada wanita. Dalam darah terdapat sel pembeku yang berperan
menghentikan terjadinya pendarahan. Jika terjadi pendarahan di sekitar tubuh, sel
tersebut akan menyempit perlahan dan bereaksi menghentikan keluarnya darah. Sel ini
bekerja berurutan dan saling mengisi satu sama lain hingga darah berhenti. Bila pada
salah satu sel yang berfungsi menghentikan darah ini tidak bekerja dengan baik, maka
pembekuan darah tidak akan berjalan sempurna. Dalam darah terdapat sel pembeku
yang berperan menghentikan terjadinya pendarahan. Jika terjadi pendarahan di sekitar
tubuh, sel tersebut akan menyempit perlahan dan bereaksi menghentikan keluarnya
darah. Sel ini bekerja berurutan dan saling mengisi satu sama lain hingga darah
berhenti. Bila pada salah satu sel yang berfungsi menghentikan darah ini tidak bekerja
dengan baik, maka pembekuan darah tidak akan berjalan sempurna.

6. Oci Robain
Bagaimana detak jantung orang yang mati suri?
Jawaban:
M. Nurul Fathoni
Secara medis, belum jelas betul seperti apa proses mati suri dan apa yang terjadi masih
belum tahu. Untuk menentukan kematian perlu menilai dari denyut jantung dan
pembuluh darah serta fungsi otak. Pada orang mati suri kemungkinan belum mati otak,
tapi henti jantung. Peredaran darah berhenti tapi otaknya masih berfungsi. Dalam
keadaan mati suri, seseorang masih memiliki aktivitas di tingkat sel meski sangat
minimal dan tidak terdeteksi secara kasat mata. Paling tidak, bagian paling keramat
dalam tubuh manusia yakni batang otak masih aktif dalam kondisi ini. Aktivitas batang
otak dalam kondisi mati suri bisa diamati dengan Electroencephalography (EEG). Meski
denyut jantung tidak teraba dan nafasnya sudah berhenti, seseorang baru dikatakan
benar-benar mati kalau grafik EEG sudah flat atau datar yang artinya tidak ada aktivitas
lagi di batang otak. Aktivitas sel-sel tubuh dan bahkan organ sebenarnya masih ada,
tetapi sangat minimal/lemah. Karena terlalu lemah, maka dokter menyatakan orang
tersebut telah meninggal. Padahal, orang tersebut kemungkinan bisa hidup lagi.

Yang menambahkan/memberi tanggapan :

1. M. Azhari
2. Brian Dwi Kurniawan
3. M. Imam Rahmatullah
4. Beny Guswira