You are on page 1of 3

iv

GAMBARAN TUBERKULOSIS PARU KASUS KAMBUH DI PUSKESMAS


PONDOK AREN PADA TAHUN 2013 - 2016

Ayu Devita Ashari*,Doni Ananda Kusuma Atmaja*,Rezky Wulandari Putri*,Fadhilla


Rahma Jodi*,Laela Rahmawati*,Mustika Dinna Wikantari*,Vera Utami Dewi*,Tito
Syahjihad*,Oktarina*,Iwa Sudharma **
Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Jakarta**Staff Pengajar Program Studi Kedokteran, Fakultas
Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta**Dokter Puskesmas
Pondok Aren

ABSTRAK
Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang di sebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis. Tidak semua orang yang terinfeksi Mycobacterium
tuberculosis akan sakit TB. Terdapat beberapa faktor yang dapat menurunkan daya tahan
tubuh sehingga mudah berkembang menjadi TB aktif, misalnya malnutrisi, kondisi yang
menurunkan sistem imunitas (infeksi HIV, diabetes melitus, penggunaan kortikosteroid
dan obat-obatan imunosupresif lain dalam jangka panjang).

Tujuan. Melihat gambaran karakteristik pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas


Pondok Aren berdasarkan usia, jenis kelamin, hasil BTA sputum, tipe penderita dan hasil
pengobatan pada pasien penderita Tuberkulosis.

Metodologi Penelitian. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis
univariat. Sampel dalam penelitian ini, diambil dari populasi penderita Tuberkulosis paru
kambuh di puskesmas Pondok Aren. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
penderita Tuberkulosis paru kasus kambuh di puskesmas Pondok Aren tahun
2013 sampai 2016. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling.
Hasil. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan laki-laki adalah jenis kelamin
terbanyak (62,1%) yang berada pada kategori kasus kambuh di Puskesmas Pondok
Aren, pada penelitian ini juga pasien Tuberkulosis paru kasus kambuh berada pada
kategori usia produktif yaitu 18-59 tahun sebanyak 95,5%. Puskesmas Pondok Aren
hanya melakukan pemeriksaan penyakit penyerta yaitu HIV pada pasien Tuberkulosis
paru kasus kambuh dengan proporsi yang didapatkan adalah pasien dengan HIV (-)
sebanyak 31,8% dan sebanyak 68,2% pasien tidak dilakukan pemeriksaan HIV.
Didapatkan pada penelitian ini hasil pemeriksaan BTA sputum pada pasien TB paru
kasus kambuh mayoritas memiliki hasil +3 yaitu sebanyak (45,5%). Dan mayoritas hasil
pengobatan Tuberkulosis paru kasus kambuh di Puskesmas Pondok Aren berada pada
kategori sembuh yaitu sebanyak (59,1%).
Kesimpulan. Didapatkan sebanyak 22 pasien berada pada kategori Tuberkulosis paru
kasus kambuh (relaps) dari 259 pasien Tuberkulosis paru yang diteliti pada tahun 2013-
2016. Insiden Tuberkulosis paru kasus kambuh dari tahun 2013-2016 hasilnya cenderung
meningkat, yaitu pada tahun 2013 terjadi sebanyak 3,40%, pada tahun 2014 sebanyak
9,2%, pada tahun 2015 sebanyak 9,67%, dan pada tahun 2016 sebanyak 15,90%.
Kata Kunci. Gambaran karakteristik. Tuberkulosis paru kambuh.

Universitas Muhammadiyah Jakarta


v

A DESCRIPTION OF PULMONARY TUBERCULOSIS CASES RELAPSE


AT PUSKESMAS PONDOK AREN IN 2013-2016

Ayu Devita Ashari*,Doni Ananda Kusuma Atmaja*,Rezky Wulandari Putri*,Fadhilla


Rahma Jodi*,Laela Rahmawati*,Mustika Dinna Wikantari*,Vera Utami Dewi*,Tito
Syahjihad*,Oktarina*,Iwa Sudharma **
Student of Medical Programe, Faculty of Medicine and Health, University
Muhammadiyah Jakarta.**Lecture of Faculty of Medicine and Health, University
Muhammadiyah Jakarta. **Doctors at Puskesmas Pondok Aren

ABSTRACT
Background. Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium
tuberculosis. Not all people infected with Mycobacterium tuberculosis will have TB
disease. There are several factors that can lower the immune system so easily developed
into active Tuberculosis, such as malnutrition, conditions that reduce the immune system
(HIV infection, diabetes mellitus, the use of corticosteroids and other immunosuppressive
drugs in the long term)
Objective. The purpose of this study was to see the characteristics of patients with
Pulmonary Tuberculosis relapse cases at Puskesmas Pondok Aren based on age, gender,
sputum smear results, patient type and treatment outcomes in patients with Tuberculosis.
Research Methodology. This study is an univariate analysis. The sample in this study,
taken from the population of patients with pulmonary Tuberculosis relapse in Puskesmas
Pondok Aren. The population in this study were patients with pulmonary tuberculosis
cases relapse at Puskesmas Pondok Aren in 2013 until 2016, so the sample selection in
this study using total sampling
Result. Based on the result of the research, it is found that the male is the most gender
(62,1%) which is in relapse case category at Puskesmas Pondok Aren, lung Tuberculosis
case patient is in productive age category 18-59 year 95,5%. Puskesmas Pondok Aren
only conducted examination of comorbidities which is HIV in patients with pulmonary
tuberculosis cases of recurrence with the proportion obtained were patients with HIV (-)
as much as 31.8% and as many as 68.2% of patients were not tested for HIV. Obtained in
this study the results of sputum smear examination in patients with pulmonary
tuberculosis cases of major relapse have +3 result that is as much (45,5%). And the
majority of treatment results of pulmonary Tuberculosis cases relapse in Puskesmas
Pondok Aren is in the cured category that is as much (59.1%).
Conclusion. In this study It was found that 22 patients were in Tuberculosis category of
recurrent lung cases (relapse) from 259 patients with pulmonary tuberculosis studied in
2013-2016. The incidence of pulmonary tuberculosis in cases of recurrence from 2013-
2016 tends to increase, by 3.40% in 2013, by 2014 by 9.2%, by 2015 by 9.67% and by
2016 by 15.90 %.
Keyword. Patient characteristic. Pulmonary Tuberculosis relapse cases.

Universitas Muhammadiyah Jakarta


vi

Universitas Muhammadiyah Jakarta