You are on page 1of 1

Plaque volume and plaque risk profile

in diabetic vs. non‑diabetic patients undergoing


lipid‑lowering therapy: a study based on 3D
intravascular ultrasound and virtual histology
ABSTRAK

LATAR BELAKANG: Aterosklerosis koroner berkembang lebih cepat pada pasien dengan
diabetes melitus (DM) dan menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada penderitanya
dibanding pada pasien tanpa diabetes (non-DM). Pada penelitian ini dilakukan pengamatan
pada perubahan volume plak dan fenotip plak pada terapi penurun lipid pada pasien DM
dibanding dengan pasien non-DM dengan menggunakan imaging intrakoroner termutakhir

METODE: Kami menganalisa data pada 61 pasien dengan angina pektoris stabil yang
disertakan pada percobaan PREDICT untuk mencari prediksi perubahan plak selama terapi
intensif penurun lipid (40mg rosuvastatin perhari). Secara geometric tepat, visualisasi 3D dari
permukaan dinding pembuluh darah dan hasil karakteristik jaringan dari Intravascular
ultrasound Virtual HistologyIntravascular ultrasound Virtual Histology (IVUS-VH)
didapatkan dari penggabungan angiografi dan IVUS-VH. Pengamatan frame-based dari
morfologi plak dan Analisa histologi virtual di komputerisasi dan dirata-ratakan pada
pembuluh darah terpilih sepanjang 5mm kemudian dihitung dengan Liverpool active plaque
score.

HASIL: Walau mencapai nilai kolestrol LDL yang sama (DM 2.12 ± 0.91 mmol/l, non-DM
1.8 ± 0.66 mmol/l, p = 0.21), dibandingkan dengan pasien non-DM, pasien DM mengalami
perkembangan rata-rata luas plak yang lebih tinggi (0.47 ± 1.15 mm2 vs. 0.21 ± 0.97, p =
0.001), persentase volume atheroma (0.7 ± 2.8% vs. − 1.4 ± 2.5%, p = 0.007), skor LAPS yang
tinggi (0.23 ± 1.66 vs. 0.13 ± 1.79, p = 0.018), dan lebih banyaknya plak dengan fenotip TCFA
pada segmen 5mm pembuluh darah (20.3% vs. 12.5%, p = 0.01). Tetapi, hanya pada pasien
non-DM yang mencapai penurunan yang signifikan pada kolestrol LDL. Perubahan plak lebih
banyak terjadi pada fenotip PIT (pathologic intimal thickening) dibanding pada TCFA dengan
meningkatnya area plak pada kedua fenotip tersebut pada pasien DM.

KESIMPULAN: Berdasarkan Analisa 3D yang mendetail, ditemukan fenotip plak lebih lanjut
dan perkembangan aterosklerosis lebih lanjut pada pasien DM walau memiliki nilai LDLc
dengan pasien non-DM.