You are on page 1of 2

ABSTRACT

Indonesia memiliki ± 20 juta ha lahan rawa pasang surut yang tersebar hampir
diseluruh kepulauan Indonesia. Lahan rawa mulai dikembangkan dengan cara
reklamasi pada tahun 1970an dan 1980an dengan tujuan menunjang program
transmigrasi penduduk. Delta Telang II merupakan wilayah hasil endapan
sedimentasi dari 2 sungai di Kecamatan Tanjung Lago yang terdiri dari 12 desa
transmigrasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pola ruang berdasarkan
kesesuaian lahan di daerah irigasi rawa pasang surut Delta Telang II Kecamatan
Tanjung Lago. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode mix
method, penggunaan metode ini disesuaikan dengan karakteristik pendekatan
penelitian dan teknik analisisnya. Hasil dari perbandingan antara peta kesesuaian
lahan dengan rencana pola ruang yang ditetapkan dalam RTRW Kabupaten
Banyuasin, menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Arahan penggunaan
lahan dalam RTRW Kabupaten Banyuasin lebih difokuskan untuk penggunaan
lahan persawahan dengan luas wilayah mencapai 9.631,47 ha sedangkan hasil dari
analisis keseuaian lahan rawa pasang surut, arahan penggunaan lahan didominasi
untuk tanaman palawija dengan luas wilayah 7.328 ha.

Kata Kunci : Rawa Pasang Surut, Kesesuaian Lahan


ABSTRACT

Indonesia has ± 20 million ha of tidal swamplands spread throughout most of the


Indonesian archipelago. Swamp land began to be developed by reclamation in the
1970s and 1980s with the aim of supporting the transmigration program of the
population. Delta Telang II is a sedimentation sedimentation area of 2 rivers in
Tanjung Lago subdistrict which consists of 12 transmigration villages. The
purpose of this research is to study spatial pattern based on land suitability in the
tidal swamp area of Delta Telang II, Tanjung Lago Subdistrict. The method used
in this research is the method of mix method, the use of this method is adjusted to
the characteristics of the research approach and the analysis technique. The result
of comparison between land suitability map and spatial pattern plan specified in
RTRW Kabupaten Banyuasin, shows a significant difference. Direction of land
use in RTRW Kabupaten Banyuasin is more focused on the use of paddy fields
with an area of 9,631.47 ha while the result of tidal swamp land use analysis, land
use directive is dominated for palawija with area of 7,328 ha.

Keywords: Tidal Swamp, Land Suitability