You are on page 1of 25

Bagian VII

Bab 40
Catatan1
BAB 40
KARET DAN BAHAN YANG TERBUAT DARI KARET

Catatan
1. Kecuali bila dalam uraian ditentukan lain, maka dalam seluruh nomenklatur ini istiIah "karet" berarti produk berikut ini,
divulkanisasi atau tidak, keras maupun tidak: karet alam, balata, getah perca. guayule, chikle dan getah alam semacam itu,
karet sintetik, faktis yang berasal dari minyak, dan bahan semacam itu yang diperoleh dari pugaran.
2. Bab ini tidak meliputi :
(a) Barang dari bagian XI (tektil dan barang tekstil):
(b) Alas kaki atau bagiannya dari Bab 64;
(c) Tutup kepala atau bagiannya (termasuk topi andi) dari Bab 65;
(d) Peralatan mekanik atau listrik atau bagiannya dari bagian XVI (termasuk barang listrik dari semua jenis), dari karet
keras;
(e) Barang dari Bab 90, 92, 94, atan 96; atau
(f) Barang dari Bab 95 (selain sarung tangan olah raga dan barang dari pos nomor 40.11 sampai dengan 40.43).
3. Dalam pos No. 40.01 sampai dengan 40.03 dan 40.05, istilah "bentuk asal" berlaku hanya untuk bentuk sebagai berikut :
(a) Cair dan pasta (termasuk lateks, dipavulkanisasi atau lidak, dispersi dan larutan lainnya)
(b) Bongkah dari bentuk yang tak beraturan, gumpalan, bal, bubuk butir, remahan dan bentuk curah semacamnya.
4. Dalam catatan 1 bab ini dan dalam pos No.40.02, istilah "karet sintetik" berlaku untuk :
(a) Bahan sintetik tidak jenuh yang dapat diubah untuk selama-lamanya dengan cara vulkanisasi menggunakan belerang
menjadi bahan tidak termoplastik, yang pada suhu antara I80 0 C hingga 2900 C, tidak akan putus bila dibentangkan
sampai tiga kali panjang aslinya dan akan balik seperti semula, sedangkan kalau dibentangkan menjadi dua kali
panjang aslinya, dalam waktu lima menit, panjangnya akan menjadi tidak lebih dari satu setengah kali panjang aslinya.
Untuk tujuan pengujian ini, bahan yang diperlukan untuk pengikatan lintang, seperti penggiatan dan percepatan
vulkanisasi, dapat ditambahkan adanya bahan yang dimaksud oIeh catatan 5(b) (ii) dan (iii) juga diperkenankan.
Manu, adanya setiap bahan yang tidak diperlukan untuk pengikatan lintang, seperti bahan pembentang, bahan untuk
menjadikan plastis dan bahan pengisi, tidak diperkenankan.;
(b) Tioplas (TM) ; dan
(c) Karet yang dimodifikasi dengan menyatukan atau mencampur dengan bahan plastik, karet alam yang dipolimerisasi,
campuran dari zat sintetik tidak jenuh dengan polimer tinggi sintetik yang jenuh asalkan semua produk tcrsebut di atas
memenuhi persyaratan mengenai vulkanisasi, daya ulur dan daya pulih seperti diuraikan dalam ayat (a) di atas.
5. (a) Pos No. 40.01 dan 40.02 tidak berlaku untuk setiap karet atau campuran karet yang telah dicampur, sebelum atau
sesudah pembekuan, dengan :
(i) bahan vulkanisasi, bahkan untuk mempercepat, bahan untuk memperlambat atau bahan untuk menggiatkan
(selain yang ditambahkan untuk mempersiapkan karet lateks pravulkanisasi);
(ii) Pigmen dan bahan pewarna lainnya, selain dari penambahan yang semata-mata untuk tujuan pcngenalan;
(iii) Bahan untuk menjadikannya plastik atau bahan pembentang (kecuali minyak mineral dalam hal karet bentang
minyak), bahan pengisi, bahan penguat, pelarut organis atau salah satu zat lainnya, kecuali bahan yang
diperkenankan pada uraian ayat (b). di bawah;
(c) Adanya zat berikut ini dalam setiap karet atau campuran karet tidak akan mempengaruhi klasifikasinya dalam pos No.
40.01 atau 40.02, bila mungkin terjadi, asalkan karet atau campuran karet tersebut sifat hakikinya letap seperti bahan
mentah :
(i) emulsifier atau bahan anti lekat;
(ii) sejumlah kecil dari produk pcahan emulsifier:
(iii) sejumtah kecil bahan berikut ini : bahan peka panas (umumnya untuk mendapatkan lateks karet termosensitif),
bahan aktif permukaan kationik (umumnya untuk mendapatkan lateks karet berelektro positif), antioksidan,
pembeku. bahan pemecah, bahan pencegah beku peptiser, bahan pcngawet, bahan penstabil, bahan pengatur
kekentalan, atau bahan tambahan untuk maksud tertentu semacam itu.
6. Unluk keperluan pos No. 40.04, istilah “sisa, reja dan bekas" berarti sisa-sisa karet reja dan bekas karet dari pabrik atau
pengerjaan karet dan barang karet yang tidak dapat digunakan seperti itu dikarenakan dipotong, digunakan atau sebab lain.

577
Bagian VII
Bab 40
Catatan2/Um1

7. Benang yang seluruhnya terdiri dari karet tervulkanisasi, yang ukuran penampang silangnya melebihi 5 mm,
harus diklasifikasikan sebagai strip, batang atau bentuk profil, dari pos No.40.08.
8. Pos No. 40.20 meliputi sabuk pengangkut atau penggerak atau sabuk dari kain tekstik yang diresapi, dilapisi,
ditutupi atau dimaminasi dengan karet atau terbuat dari benang tekstil atau tali diresapi, dilapisi, ditutupi atau
diselubungi dengan karet.
9. Dalam pos No. 40.01, 40.02, 40.03, 40.05 dan 40.08, istilah "pelat", "lembaran" dan "strip" hanya berlaku untuk
pelat, lembaran dan strip dan untuk bongkah yang berbentuk geomentris, tidak dipotong atau hanya dipotong
menjadi bentuk persegi empat (termasuk bujur sangkar) yang memiliki sifat atau tidak dari barang tersebut yang
dicetak ataupun tidak dikerjakan ataupun permukaannya dikerjakan secara lain, tetapi tidak dipotong secara lain
untuk membentuk atau dikerjakan lebih lanjut.
Dalam pos No. 40.08 istilah "natang dan "bentuk profil" hanya berlaku untuk produk demikian rupa, dipotong
memanjang atau dikerjakan permukaannya tetapi tidak dikerjakan secara lain.

UMUM

Definisi karet
Istilah karet telah didefinisikan pada catatan nomor 1 pada bab ini. Jika istilah tersebut digunakan tanpa
kualifikasi yang sesuai dengan bab ini dan bab lainnya dalam nomenklatur ini, maka itu berarti produk berikut :.
(1) Karet alam, balata, getah perca, guayule, chikle dan getah alam semacam itu (misalnya mirip karet) (lihat
catatan penjelasan pada pos 4l.01).
(2) Karet sintesis sebagaimana yang didefinisikan pada penjelasan nomor 4 pada bab ini. Untuk tujuan pengujian
yang dibutuhkan dalam penjelasan nomor 4, sampel substansi sintetis yang tidak jenuh atau substansi sejenis
yang yang disebut pada penjelasan nomor 4 (c) (dalam kondisi bahan mentah yang tidak divulkanisasi)
menjadi tervulkanisasi dengan sulfur dan selanjutnya harus melalui tes daya ulur dan daya pulih (lihat catatan
penjelasan pada pos 40.02). Oleh sebab itu, jika substansi tersebut mengandung bahan-bahan yang tidak
diperbolehkan pada penjelasan 4. seperti minya mineral maka pengujian dilaksanakan dengan pengambilan
sampel yang tidak mengandung bahan semacam itu atau dari sampel dimana bahan tersebut telah dikeluarkan.
Pada barang-barang karet yang tervulkanisir yang tidak dapat diuji secara demikian, maka perlu dilakukan
pengambilan sampel bahan mentah yang tidak divulkanisir dari bahan asal barang tersebut, guna pelaksanaan
pengujian. Namun demikian, tidak perlu dilakukan pengujian atas Tioplas yang dianggap sebagai karet
sintesis dalam definisi tersebut.
(3) Faktis yang berasal dari minyak (lihat catatan penjelasan pada pos No. 40.02).
(4) Karet pugaran (lihat catatan penjelasan pada pos 40.03)
Istilah "karet" meliputi produk-produk yang terlebih dahulu baik yang tidak divulkanisasi, divulkanisasi
ataupun yang keras.
Istilah "tervulkanisasi" secara umum mengacu pada karet (termasuk karet sintetis) yang telah dipadukan
dengan sulfur atau bahan vulkanisasi lainnya (seperti sulfur klorida, oksida metal polivalen tertentu, selenium,
telorium, tiuram di- dan tetrasulfida. peroksida organik tertentu serta polimer sintesis tertentu). baik dengan
menggunakan atau tidak menggunakan pemanas atau tekanan. atau dengan energi tinggi. radiasi, sehingga sifatnya
beralih dari yang umumnya pelastik menjadi elastis. Perlu diketahui bahwa kriteria vulkanisasi dengan sulfur hanya
relevan untuk tujuan penjelasan 4, yaitu untuk menentukan apakah suatu substansi merupakan karet sintesis atau
bukan. Jika suatu substansi telah ditentukan sebagai karet sintesis. maka produk yang dibuat dari substansi tersebut
dianggap sebagai produk karet yang divulkanisir untuk tujuan pos 40.07 dan 40.17, baik yang divulkanisir dengan
sulfur atau dengan perantara vulkanisasi lainnya.
Untuk tujuan vulkanisasi, selain sebagai perantara vulkanisasi, substansi lain tertentu juga biasanya
ditambahakan. misalnya perantara akselerator, aktifator, pembentuk pelastik, pemanjang, pengisi, penguat atau
tambahan lainnya yang disebutkan pada penjelasan 5 (b) pada bab ini. Campuran vulkanisasi semacam itu dianggap
sebagai karet campuran dan diklasifikasikan pada pos No. 40.05 dan 40.06 tergantung bentuk yang diwakilinya.
Karet keras (misalnya ebonit) diperoleh melalui vulkanisasi karet dengan sulfur berproporsi tinggi sehingga
karet tersebut menjadi tidak fleksibel dan tidak elastis.
578
Bagian VII
Bab 40
Um2

Cakupan Bab
Bab ini mencakup karet, sebagaimana yang didefinisikan di atas, dalam bentuk mentah atau semi-manufaktur,
baik yang divulkanisir atau tidak, keras atau tidak, dan barang-barang yang keseluruhannya terbuat dari karet atau
yang karakter esensialnya berasal dari karet, selain produk yang tidak termasuk dalam penjelasan 2 dalam bab ini.
Susunan umum pos ini adalah sebagai berikut :
(a) Sesuai penjelasan nomor 5, pos 40.01 dan 40.02 pada dasarnya meliputi karet mentah dalam bentuk asal atau
dalam bentuk plat, lembaran dan strip.
(b) Pos No. 40.03 dan 40.04 meliputi karet pugaran dalam bentuk asal atau dalam bentuk plat, lembaran atau strip,
serta sisa, reja dan bckas (selain karet keras) dan bubuk serta butiran yang diperoleh dari bahan tersebut.
(c) Pos No. 40.05 meliput : karet campuran, tidak tervulkanisir, dalam bentuk asal atau dalam bentuk plat, lembaran
atau strip.
(d) Pos No. 40.06 meliputi barang-barang karet yang tidak tervulkanisir selain karet keras.
(e) Pos No. 40.07 hingga 40.16 meliputi semi-faktur dan barang-barang karet yang tervulkanisir selain karet keras.
(f) Pos No. 40. 17 meliputi karet keras, dalam segala bentuk, termasuk sisa dan reja dan barang-barang karet keras.

Bentuk asal (pos 40.01 hingga 40.03 dan 40.05)


Istilah "bentuk asal" telah didefinisikan pada penjelasan 3 dalam bab ini. PerIu diketahui bahwa lateks pre-
vulkanisasi secara spesifik termasuk dalam definisi "bentuk asal" dan selanjutnya dianggap sebagai tidak
tervulkanisir. Karena pos No. 40.01 dan 40.02 tidak mencakup karet atau atau campuran karet yang telah
ditambahkan dengan pelarut organik (lihat ppenjelasan 5), istilah "dispersi dan larutan lainnya" pada penjelasan 3
hanya diterapkan pada pos 40.05.

Plat, lembaran dan strip (pos 40.01, 40.02, 40.03, 40.05 dan 40.08)
Istilah tersebut telah didefinisikan pada penjelasan nomor 9 dalam bab ini dan mencakup bongkahan dalam
bentuk yang tidak beraturan. Plat, lembaran dan strip terdiri dari yang permukaannya dikerjakan (diukir, dicetak
timbul, dibuat beralur, dll) atau dipotong secara sederhana membentuk segi empat (termasuk bujur sangkar), baik
memiliki karakter barang jenis ini maupun tidak, tapi tidak dipotong menjadi bentuk lain atau tidak dikerjakan lebih
lanjut.

Karet seluler
Karet seluler adalah karet yang memilikl banyak sel (baik terbuka, tertutup ataupun keduanya), yang
terdispersi melalui massanya. Karet seluler ini mencakup spon dan karet busa, karet yang diperluas dan karet
mikroporus atau mikroseluler. Karet seluler ini bisa berjenis fleksibel ataupun kaku (misalnya spon ebonit).

Penjelasan nomor 5
Penjelasan nomor 5 pada bab ini menjelaskan kriteria yang membedakan karet dengan campuran karet dalam
bentuk asal, plat, lembaran atau strip, yang belum dicampur (pos No. 40.01 dan 40.02) atau yang telah dicampur
(pos No 40.05). Penjelasan ini tidak membedakan dasar apakah pencampuran dilaksanakan sebelum atau setelah
pembekuan. Namun demikian tetap diperbolehkan adanya substansi tertentu pada karet atau campuran karet pada
pos No 40.01 dan 40.02 asalkan karet atau campuran karet tersebut dapat mempertahankan karakter utamanya
sebagai bahan mentah. Substansi-substansi tersebut meliputi minyak mineral, pengemulsi, perantara anti lekat.
sejumlah kecil produk penghancur emulsi (umumnya tidak melebihi 5%) serta sejumlah kccil tambahan untuk
tujuan khusus (umumnya kurang dari 2%).

579
Bagian VII
Bab 40
Um2/40.011

Kombinasi karet dan tekstiI


Pengklasifikasian kombinasi karet dan tekstil pada dasarnya telah diatur dalam catatan 1 (ij) pada bagian Xl,
Catatan 3 pada bab 56 dan Catatan 4 pada bab 59 dan yang dianggap sebagai sabuk konveyor atau sabuk transmisi
pada penjelasan 4 pada bab 40 dan penjelasan 6(b) pada bab 59. Produk berikut ini tercakup dalam bab ini :
(a) Lakan yang diisi, dilapisi, dibungkus atau dilaminasi dengan karet, kandungan berat material tekstilnya sebesar
50% atau kurang dan sepenuhnya terbungkus karet;
(b) Non-tenunan, baik yang seluruhnya dilekatkan dengan karet maupun yang seluruhnya dilapisi atau dibungkus
pada kedua sisinya sengan material semacam itu. asalkan lapisan pembungkus tersebut dapat dilihat dengan
mata telanjang tanpa memperhatikan perubahan warna yang timbul.
(c) Barang tenunan tekstil (sebagaimana yang dijelaskan pada penjelasan 1 bab 59) yang diisi, dilapisi, dibungkus
atau dilaminasi dengan karet, yang beratnya tidak melebihi 1.500 g/m 2 dan kandungan berat material tekstilnya
sebesar 50% atau kurang.
(d) Plat, lembaran dan strip karet seluler, yang dikombinasi dengan barang tenunan tekstil (sebagaimana yang
dijelaskan pada penjelasan 1 pada bab 59), lakan atau non tenunan, dimana keberadaan tekstil dimaksudkan
untuk tujuan penguatan.
*
* *

Bab ini tidak mencakup barang-barang yang disebutkan pada penjelasan 2 pada bab ini. Pengecualian
tambahan dapat dilihat pada catatan penjelasan pada pos tertentu dalam bab ini.

40.01 -KARET ALAM, BALATA, GETAH PERCA, GUAYULE, CHIKLE DAN GETAH ALAM
SEMACAM ITU, DALAM BENTUK ASAL ATAU DALAM BENTUK PELAT, LEMBARAN DAN
STRIP
4001.10 - Lateks karet alam, dipravulkanisasi maupun tidak
- Karet alam dalam bentuk lain;
4001.21 -- Lembaran karet diasap
4001.22 - Karet alam spesifikasi teknik (TSNR)
4001.29 -- Lain-lain
4001.30 -- Balata, getah perca, guayule, chicle, dan getah atau semacam itu

Pos ini mencakup :


(A) Lateks karet alam (baik yang diprevulkanisasi maupun tidak)
Lateks karet alam adalah cairan yang pada dasamya dikeluarkan Dari pohon karet, khususnya yang
berspecies Hevea brasiliensis. Cairan ini mengandung larutan organik yang cair dan substansi mineral (protein,
asam penggemuk dan derivasinya, garam gula dan glukosid) yang terkandung pada suspensi 30 hingga 40%
karet (yaitu poliisopren dengan berat molekul yang besar).
Bagian ini meliputi :
(1) Lateks karet alam yang terstabilisasi atau terkonsentrasi. Lateks karet cenderung untuk mengental
beberapa jam setelah dikeluarkan dari pohon; olehnya itu harus distabilisasi guna menjamin
pengawetannnya dan mencegah pembusukan atau pembekuannya. Hal ini biasanya dilakukan dengan jalan
menambahkan amoniak kedalam lateks tersebut dengan porsi 5 hingga 7 gram per liter lateks, yang
selanjutnya dapat menghasilkan produk yang dikenal sebagai "full amoniak" atau tipe FA. Metode
stabilisasi kedua menghasilkan "amoniak rendah" atau tipe LA dilakukan dengan cara penambahan
sejumlah kecil (1 hingga 2 gram per liter

580
Bagian VII
40.012

lateks) campuran berkonsentrasi rendah antara amoniak dan substansi-substansi seperti tetrametiltiuram
disulfida dan zinc oksida.
Ada juga lateks karet alam yang tahan beku yang distabilisasi dengan jalan penambahan sodium
salisilat atau formal dehida dan cenderung digunakan di daerah dingin.
Lateks karet alam umumnya dibentuk menjadi konsentrat (utamanya untuk tujuan transportasi) dengan
berbagai metode (misalnya dengan cara sentrifugal, evaporasi, creaming).
Kandungan karet pada lateks komersial biasanya berkisar antara 60% dan 62%; Konsentrasi yang lebih
tinggi juga dapat ditemukan dan pada beberapa kasus, kandungan padatnya dapat melebihi 70%.
(2) Lateks karet alam yang Termosensitif (sensitif terhadap panas). Lateks ini diperoleh dengan cara
menambahkan perantara yang sensitif terhadap panas. Jika dipanaskan, lateks jenis ini akan lebih cepat
mencair dibandingkan dengan lateks yang non-termosensitif. Lateks yang termosensitif ini pada umumnya
digunakan untuk pembuatan barang-barang celupan atau cetakan ataupun untuk pembuatan spon dan karet
busa.
(3) Lateks elektropositif. Lateks jenis ini juga dikenal sebagai "Iateks yang pengisi listrik secara berlawanan"
karena lateks ini diperoleh dengan cara membalikkan pengisian partikel-partikel lateks yang terkonsentrasi
secara normal. Ini biasanya diperoleh. melalui penambahan perantara cationik yang aktif di permukaan.
Penggunaan lateks semacam ini cenderung menyebabkan sebagian besar fiber tekstil mempertahankan
pengisian karet karena sebagaimana lateks karet lainnya, pengisian elektrostatik pada fiber dalam suatu
daerah alkalin adalah negatif).
(4) Lateks karet alam yang dipre-vulkanisasi. Lateks jenis ini diperoleh dengan jalan percaksian perantara
vulkanisasi pada lateks melalui pemanasan pada suhu umum dibawah 100 0 C.
Partikel-partikel karet yang terkandung di dalam lateks divulkanisasi dengan jalan penambahan lapisan
endapan atau sulfur koloid, zinc oksida dan akselerator (yaitu ditiokarbamat). Tingkat vulkanisasi atas
produk yang telah diselesaikan dapat diubah sesuai kehendak, dengan jalan memvariasikan suhu, waktu
pemanasan ataupun proporsi bahan yang digunakan. umumnya, hanya lapisan dinding luar pada partikel
karet yang divulkanisasi. Guna mencegah over-vulkanisasi pada lateks, bahan yang melebihi batas harus
dikurangi dengan cara sentrifugasi yang dilakukan setelah pemanasan.
Keberadaan lateks pra-vulkanisasi sama dengan lateks normal. Kandungan sulfur yang tercampur
biasanya sebesar 1%.
Penggunaan lateks pra-vulkanisasi memungkinkan dilakukannya sejumlah pengoperasian (misalnya
pengasahan, pencampuran). Lateks pra-vulkanisasi ini digunakan pada pembuatan altikel-artikel celupan
atau pembalut barang-barang farmasi dan pembedahan) dan, secara luas, digunakan pada industri tekstil
sebagai perekat. Lateks pra-vulkanisasi ini juga digunakan pada pembuatan berbagai tingkatan kertas dan
komposisi kulit.

(B) Karet alam dalam bentuk lain


Untuk tujuan pos ini, istilah "karet alam" diterapkan pada karet "havea" karena secara sederhana
dikapalkan dari tempat pemproduksian, umumnya setelah diperiksa di pabrik perkebunan baik untuk tujuan
transportasi atau pemeliharaan maupun untuk memberikan karakter khusus pada karet tersebut yang dapat
meningkatkan pemanfaatan subsekunnya atau untuk meningkatkan kualitas produk jadinya. Guna tetap
mempertahankan pengklasifikasiannya, karet tersebut harus tetap mempertahankan karakter esensilanya sebagai
bahan mental; Selanjutnya, karet tersebut harus tidak mengandung tambahan jelaga karbon, silika atau substansi
sejenis lainnya yang tidak diperbolehkan pada penjelasan nomor 5(a).
Pembekuan lateks karet alam dapat dilakukan pada tanki dengan berbagai bentuk yang bisa disesuaikan
karena partisinya yang dapat dipindahkan. Untuk memisahkan tetesan karet dari serum air, lateks tersebut harus
dibekukan melalui pengasaman ringan, misalnya dengan 1% asam asetik atau 0,5% asam formis. Pada akhir
dari proses pembekuan tersebut, zat pembeku selanjutnya dipindahkan baik sebagai irisan maupun sebagai strip
lanjutan.

581
Bagian VII
40.012

Perlakuan terhadap subsekuen tersebut berbeda-beda tergantung apakah lembaran yang diasapi atau krep
abu-abu atau pucat atau butiran-butiran yang digumpalkan ulang atau bubuk bebas mengalir yang sedang
diproduksi.
(1) Lembaran dan kain krep dari karet
Untuk pembuatan lembaran, strip karet dimasukkan kedalam mesin gulung dimana set final atas
gulungan yang timbul nampak di permukaannya dengan penanda yang karakteristik (guna memfasilitasi
pengeringan dengan jalan memperluas bidang evaporasinya). Begitu karet strip tersebut (dengan ketebalan
3 hingga 4mm) keluar dari mesin penggulungan, karet strip tersebut akan berbentuk lembaran. Selanjutnya
karet strip tersebut dapat ditempatkan di tempat pengeringan atau di ruang pengasapan. Tujuan pengasapan
adalah untuk mengeringkan karet tersebut dan untuk mengisi karet tersebut dengan substansi-substansi
kreosotik yang berperan sebagai anti-oksidan dan anti septik.
Untuk pembuatan kain krep, bekuan karet tersebut dimasukkan ke dalam suatu deretan yang bergerak
perlahan-lahan. Mesin yang pertama memiliki penggulung yang beralur sedangkan mesin yang terakhir
memiliki penggulung yang lembut, berputar dengan kecepatan yang berbeda-beda. Pengoperasian ini
dilaksanakan melalui arus air yang konstan sehingga karet tersebut juga tercuci. Selanjutnya karet tersebut
dikeringkan pada suhu kamar atau pada suhu udara yang panas dalam gudang pengering yang berventilasi.
Dua lapis crep atau bahkan lebih dapat ditumpuk untuk membentuk lempengan crep.
Lembaran juga dapat dibuat melalui proses berikut : setelah lateks tersebut dibekukan di dalam tanki
silinder, bekuan tersebut selanjutnya dibentuk dibentuk melalui penggergajian, menjadi strip yang panjang
yang dipotong menjadi lembaran lalu dikeringkan (umumnya tanpa pengasapan).
Beberapa jenis karet (khususnya krep selain pale krep) tidak diproduksi secara langsung dengan cara
pembekuan lateks, tapi diproduksi dengan cara penggumpalan ulang dan pencucian dalam "mesin kreping"
atas bekuan yang diperoleh selama pengambilan getah karet dari pohonnya atau pada saat proses
pembuatannya. Lembaran yang dihasilkan, dengan berbagai ketebalan, lalu dikeringkan dengan cara yang
sama seperti pada krep muda.
Karet alam sebagaimana yang digambarkan di atas biasanya ditandai sesuai dengan bentuk dan
tingkatannya menurut standar internasional yang ditetapkan oleh organisasi internasional terkait
Jenis yang paling umum adalah lembaran yang diasapi dan potongannya, krep muda dan potongannya,
krep abu-abu serta lembaran yang dikeringkan dengan suhu udara.
(2) Karet alam yang dispesifikasi teknik
Ini adalab karet alam mentah yang kering yang telah diproses, dijui dan dikelompokkan kedalam 5
tingkatan umum (5L, 5, 10, 20 DAN 50) sesuai dengan spesifikasi pada tabel berikut :
Tabel : Tingkatan TSNR dan batasan rnaksimum yang diperbolehkan untuk setiap Parameter
TINGKATAN PARAMETER 5L 5 10 20 50
Kotoran terkandung pada 325 lubang 0,05 0,05 0,10 0,20 0,50
(Maksimum dari persentase berat)
Kandungan abu (maks. dari % berat) 0,60 0,60 0,75 1,00 1,50
Kandungan nitrogen (maks. dari % berat) 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70
Kemudahan perubahannya 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
(maks. dari % berat)
Plastisitas kecepatan Wallace – min nilai 30 30 30 30 30
awal (Po)
Indeks retensi plastisitas (PRI) (persentase 60 60 60 60 60
minimum)
Batas warna (skala Lovibon, maks.) 6,00 - - - -

TSNR harus disertai dengan sertifikat uji yang dikeluarkan oleh pihak yang berkompeten di negara
pemproduksi, yang menyatakan tingkatan, spesifikasi dan hasil tes dari karet tersebut. Negara pemroduksi tertentu
dapat menentukan tingkatan dengan spesifikasi yang lebih khusus

582
Bagian VII
40.014
daripada yang disebutkan pada tabel di atas, TSNR dikemas dalam bentuk bal seberat 331/3 Kg dan dibungkus
dengan polietilen. Umumnya, 30 hingga 60 bal semacam itu dibungkus dengan polietilen linear pada bagian
dalamnya atau dibungkus dengan penyusustan dengan menggunakan polietiten. Setiap bal atau palet memiliki tanda
khusus yang menunjukkan tingkatan, berat, kode produsen dan lain lain.
(3) Butiran karet yang digumpalkan kembali
Teknik yang digunakan untuk pengolahan karet butiran didesain untuk memberikan produk yang lebih
bersih dengan properti yang konstan dan penampakan yang lebih baik daripada karet lembaran atau krep.
Proses pembuatannya terdiri dari butiran-butiran beku. Khususnya melalui pembersihan, pengeringan
dan pengkompresian dalam bal. Serangkaian mesin mungkin digunakan untuk pembuatan butiran, seperti
misalnya pemotong berpisau bundar, mesin penghancur, mesin pembentuk butiran, dan mesin creping.
Kegiatan mekanik yang sebenamya dapat diperkuat dengan penambahan sejumlah kecil (0,2 hingga 0,7%)
minyak jarak , zinc stearat, atau perantara penghancur lainnya, yang dimasukkan ke dalam lateks sebelum
pelaksanaan pembekuan. Perantara penghancur tersebut tidak berpengaruh terhadap penggunaan subsekuen
atau properti dari karet tersebut.
Butiran tersebut selanjutnya dikeringkan pada pengering semi trolley semi lanjutan, pengering berjalur
belt conveyor atau pengering extruder.
Butiran yang telah dikeringkan selanjutnya dikompres, dibawah tekanan tinggi pada bal paralel pipedal
yang beratnya 32 hingga 36 kg. Butiran karet yang telah digumpalkan kembali biasanya dijual dengan
spesifikasi teknik yang terjamin.
(4) Bubuk karet, alam yang bebas mengalir
Karet jenis ini dibuat sesuai dengan penjelasan pada paragraf (3) di atas tetapi tanpa pengompresan.
Guna mencegah agar butiran tersebut tidak menggumpal kembali karena pengaruh beratnya, selama
penyiapannya karet tersebut dicampuri dengan substansi lembam seperti talak dan perantara anti lengket
lainnya.
Bubuk karet juga dapat diperoleh dengan eara peninjeksian kedalam ruang pengering, dengan lateks,
substansi lembam seperti silikon, yang secara ekspres mencegah penggumpalan partikel.
(5) Jenis khusus dari karet alam
Berbagai jenis khusus dari karet alam dapat diperoleh sebagaimana yang digambarkan pada butir (1) hingga
(4) di atas. Jenis utamanya adalah :
(a) Karet CV (viskositas konstan) dan karet LV (viskositas rendah)
Karet CV diperoleh dengan cara menambahkan sejumlah kecil (0,15%) hidroksilamina sebelum
dilakukan penggumpalan dan karet LV diperoleh dengan eara menambahkan sejumlah kecil minyak
mineral, juga sebelum dilakukan penggumpalan.
Hidroksilamina berguna untuk mencegah peningkatan viskositas secara spontan pada karet alam
selama dilakukan penyimpanan. Pemanfaatan karet-karet tersebut memungkinkan pihak manufaktur
untuk memperkirakan masa mastikasi.
(b) Karet yang dipeptis.
Karet jenis ini diperoleh dengan jalan menambahkan kedalam lateks, sebelum dilakukan
penggumpalan, sekitas 0,5% perantara peptis, yang dapat mengurangi viskositas karet selama kegiatan
pengeringan dilakukan. Oleh karenanya, karet ini membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk
mastikasi.
(c) Karet yang diolah sengan sangat baik,
Karet jenis ini dapat diperoleh baik dengan cara mencampur lateks asli dengan lateks pra-
vulkanisasi atau dengan cara mencampur gumpalan lateks alam dengan gumpalan lateks pra-vulkanisasi
penggunaan karet ini menyebabkan lebih mudah terjadinya ekstrusi.
(d) Karet murni.
Karet ini diperoleh tanpa penambahan substansl asing, melalui suatu variasi proses normal
pembuatan karet, misalnya sentifugallateks.
Karet ini dipergunakan poad penyiapan karet terklorinasi dan pada pembuatan barang vulkanisasi
tertentu (misalnya kabel listrik, dll) yang propertinya yang memiliki kandungan karet yang tidak murni
secara normal.
583
Bagian VII
40.015/021
(e) Karet skim.
Karet ini diperoleh melalui penggumpalan dua produk lateks skim.
(f) Karet anti mengkristal.
Karet ini diperoleh melalui penambahan asam tiobenzoik pada lateks sebelum dilakukan
penggumpalan; sehingga karet tersebut menjadi tahan terhadap pembekuan.
(C) Balata.
. Getah balata, atau balata, diekstraksi dari lateks pada tanaman tertentu dari famili Sapotaceae,
khususnya dari pohon peluru (Manikara bidentata) yang pada umumnya ditemukan di Brasil.
Balata adalah produk yang kemerah-merahan, yang pada umumnya dikapalkan dalam bentuk bongkahan
yang beratnya mencapai 50 Kg tetapi kadang-kadang juga berbentuk lembaran dengan ketebalan 3 hingga 6
mm.
Balata ini pada umumnya digunakan pada pembuatan konveyor atau sabuk transmisi. Dengan dicampur
getah percam balata juga digunakan dalam pembuatan kabel kapal selam dan bola golf.
(D) Getah perca
Getah perca diekstrak dari lateks pada berbagai pohon dari famili Sapotaceae (misalnya
dari genus Palaquium dan dari genus Payena)
Getah perca berwama kuning atau kuning kemerah-merahan. Menurut asalnya, getah perca ini dikapalkan
dalam bentuk batangan dengan berat 0,5 hingga 3 kilogram atau dalam bentuk bongkahan seberat 25 hingga 28
kilogram..
Selain digunakan pada pembuatan kabel kapal selam, bola golf dan sabuk, jika dicampur dengan balata,
getah perca juga digunakan untuk membuat ring segel pada pompa atau valve, penggulung putaran batang
lenan, lapisan pada tangki, botol untuk asam idrotluorik, perekat dan lain-lain.
(E) Getah Guayule
Getah ini diekstrak dari lateks Partenium argentatim, suatu belukar yang berasal dari Meksiko.
Getah Guayule umumnya dikapalkan dalam bentuk batangan atau lembaran.
(F) Getah chicle
Getah chicle diekstraksi dari lateks yang terkandung dalam rentetatan tembakau pada pohon tertentu dari
famili Sapotaceae yang tumbuh di daerah tropik amerika.
Getah chicle ini berwama kemerah-merahan, umumnya dikapalkan dalam bentuk batangan dengan
berbagai ukuran atau dalam bentuk bongkahan dengan berat sekitar 10 Kg.
Getah chicle ini umumnya digunakan untuk pembuatan permen karet. Getah ini juga digunakan untuk
pembuatan pita bedah tertentu dan barang keperluan gigi.
(G) Getah alam sejenis, misalnya jelutong
Supaya diklasifikan dalam pos ini, getah tersebut haruslah memiliki karakter seperti karet
(H) Campuran dari produk-produk yang telah disebutkan sebelumnya
Pos ini tidak mencakup :
(a) Campuran dari setiap produk pada pos ini dengan produk pada pos 40.02 (pos No. 40.02).
(b) Karet alam, balata. getah perca, Guayule, chicle dan getah alam sejenis, dicampur, sebelum atau setelah
pembekuan, dengan substansi yang dilarang pada catatan 5(a) dalam bab ini (pos No. 40.05 atau 40.06).

40.02 - KARET SINTETIK DAN FAKTIS YANG BERASAL DARI MINYAK, DALAM BENTUK ASAL
ATAU DALAM BENTUK PELAT, LEMBARAN ATAU STRIP; CAMPURAN DARI PRODUK
DARI POS 40.01 DENGAN SETIAP PRODUK DARI POS INI, DALAM BENTUK ASAL ATAU
DALAM DENTUK PELAT, LEMBARAN ATAU STRIP.
- Styren butadine rubber (SBR); carboxilated styrene-butadiene rubber (XSBR) :
4002.11 - Lateks
4002.19 - Lain-lain

584

Bagian VII
40.022

4002.20 - Butadine rubber (BR)


- Isobutene-isoprene (butyl) rubber (IIR); halo-isobutene-isoprene rubber (CIIR atau BIIR);
4002.31 - lsobutene-isoprene (butyl) rubber (IIR)
4002.39 - Lain-lain
- Chloroprene (chlorobutadiene) rubber (CR) :
4002.41 - Lateks
4002.49 - Lain-lain .
- Acrylonitril butadiene rubber (NBR) :
4002.51--lateks
4002.59 --Lain-lain
4002.60 -Isoprene rubber (IR)
4002.70 - Ethylene-propylene-non-conjugated diene rubber (EPDM)
4002.80 - Campuran produk dari pos No, 40.01 dengan salah satu produk dari pos ini
- Lain-lain
4002.91 --Lateks
4002.99 -- Lain-lain

Pos ini mencakup:

(1) Karet sintetis sebagaimana yang didefinisikan pada penjelasan nomor 4 dalam bab ini (lihat di
bawah). Karet sintesis ini mencakup lateks karet sintesis, baik yang dipravulkanisasi atau tidak dan karet
sintesis dalam bentuk asal atau dalam bentuk pelat, lembaran atau strip. Pos ini juga meliputi karet sintetis
yang telah diperiksa untuk tujuan transpor dan pengawetan atau dengan pandangan untuk memperoleh
properti tertentu yang didesain untuk mempermudah pemanfaatan subsekuennya atau untuk meningkatkan
kualitas produk akhirnya. Perlakuan tersebut, seharusnya tidak mengubah karakter dasar karet sintetis ini
sebagai bahan mentah. Lebih khusus lagi, karet sintetis ini tidak boleh mengandung subtansi yang tidak
diperbolehkan pada catatan no. 5 (a) dalam bab ini.
Diantara produk-produk yang telah dicampur tetapi tidak termasuk dalam pos; ini karena aturan pada
penjelasan nomor 5 tersebut adalah jenis oil-extended rubbers; kandungan minyaknya mencapai 50%.
(2) Faktis yang diperoleh dari minyak - Faktis adalah produk dari reaksi atas minyak sayur atau
minyak ikan tertentu (baik yang teroksidasi maupun yang tidak ataupun yang terhidrogenasi sebagian) dengan
sulfur atau sulfur klorida.
Faktis sifatnya lemah seeara fisik dan pada umumnya digunakan dengan cara dicampuur dengan karet
sintetis atau karet alam, dan juga untuk pembuatan karet penghapus.
(3) Pencampuran dengan setiap produk yang telah disebutkan sebelumnya.
(4) Pencampuran dengan setiap produk pada pos No 40.01 dengan setiap produk pada pos ini.

585
Bagian VII
40.023
Catatan 4 (Definisi karet sintetis).
Catatan ini terdiri dari 3 bagian. Sedangkan Substansi pada bagian (a). dan (c) harus memenuhi kriteria
vuIkanisasi, elongasi dan temuan yang dijelaskan pada bagian (a), tioplast pada bagian (b) merupakan pengecualian
dari persyaratan tersebut. Perlu pula diketahui bahwa karet sintetis tidak hanya diterapkan pada pos No. 40.02 tetapi
Juga pada catatan nomor 1. Konsekuensinya, dimanapun istilah karet digunakan dalam nomenkIatur ini, akan
mencakup karet sintetis sebagaimana yang didefinisikan pada catatan nomor 4.
Istilah "karet sintesis" meliputi :
(a) Substansi sintetis yang tidak jenuh, yang memenuhi persyaratan mengenai vuIkanissasi, elongasi dan
penemuan kembali sebagaimana yang tercantum pada bagian (a) catatan ini. Untuk tujuan pengujian,
substansi-substansi yang dibutuhkan, untuk pengikatan lintang seperti penggiatan, percepatan ataupun
perlambatan vulkanisasi dapat ditambahkan. Adanya sejumlah kecil produk penghancur pengemulsi (Catatan
5 (b) (ii)) serta sejumlah kecil tambahan untuk tujuan khusus sebagaimana yang disebutkan pada catatan
5(b)iii juga diperbolehkan. Namun demikian, adanya substansi yang tidak dibutuhkan untuk pengikatan
lintang, seperti pigmen-pigmen (selain yang ditambahkan untuk tujuan pengidentifikasian), bahan untuk
menjadikan pelastik, bahan pembentang, bahan pengisi, perantara .penguat dan Iarutan organik, tidaklah
diperbolehkan. Olehnya karena itu, adanya minyak mmeral atau dioktil ptalat tidak diperbolehkan untuk
tujuan pengujian.
Dengan demikian, pada substansi yang mengandung material yang tidak diperbolehkan pada catatan
nomor 4, seperti minyak mineral, maka pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel yang tidak
mengandung material tersebut atau yang telah dikeluarkan materialnya. Pada artikel yang divulkanisasi, yang
tidak dapat diuji dengan cara demikian, maka perlu diperoleh sampel dari bahan mentah yang tidak
tervulkanisasi dari bahan artikel tersebut, untuk pelaksanaan pengujian.
Substansi sintetis yang tidak jenuh mencakup styrene-butadiene rubbers (SBR), carboxilated styrene-
butadiene rubbers (XSBR), butadiene rubbers (BR), isobuteneisoprene(butyl) rubbers (IIR), halo-isobutene-
isoprene rubbers (CIIR atau BIIR), chloroprene (chlorobutadiene) rubbers (CR), acrylonitrile-butadiene
rubbers (NBR), isoprene rubbers (IR), ethylene-propylene-non-conjugated diene rubbers (EPDM),
carboxilated acrylonitrile-butadiene rubbers (XNBR) dan acrylonitrile-isoprene rubbers (NIR). Agar dapat
dikIasifikasikan sebagai karet sintetis, seluruh substansi tersebut harus memenuhi kriteria vulkanisasi, elongas
dan recovery sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
(b) Tioplas (TM) yang merupakan substansi sintetis jenuh, yang diperoleh melalui reaksi alipatik dihalide
dengan sodium polisulfida; Tioplas ini pada umumnya dapat divulkanisasi dengan perantara vulkanisasi jenis
klasik. Properti mekanik dari jenis tioplas tertentu bermutu rendah dibandingkan dengan mutu karet sintetis
lainnya tetapi Juga memiliki keunggulan karena tahan terhadap pelarut. Tioplas ini jangan digabung dengan
Polisulfida pada pos No. 39.11 (lihat catatan penjelasan pada pos tersebut)
(c) Produk yang terdaftar berikut ini, sepanjang tetap memenuhi persyaratan yang disebutkan pada paragraf (a) di
atas dalam hal vulkanisasi, elongasi dan recovery :
(1) Karet alam yang dimodifikasi, yang diperoleh melalui pencangkokan atau pencampuran karet dengan
pelastik.
Karet jenis ini biasanya diperoleh dengan cara memasukkan monomer yang dapat dipolimerisasi
kedalam karet dengan menggunakan katalis polimerisasi atau dengan cara mengendapkan lateks karet
alam dengan latek polimer sintetis.
Karakteristik utama dari karet alam yang dimodifikasi adalah memiliki sifat "Self reiforcing",
dalam hal ini propertinya sama dengan campuran karet alam dengan jelaga karbon.
(2) Karet alam yang di dipolimerisasi, yang diperoleh melalui proses mekanik (ponding) pada suhu tertentu.
(3) Campuran substansi sintetis yang tidak jenuh polimer tinggi bersintetis jenuh (misalnya, campuran
acrylonitrile-butadiene dengan polyvinyl chlorida).
Pos ini tidak mencakup :
(a) Elastomer yang tidak memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam catatan 4 dalam bab ini (khususnya Bab
39).
(b) Produk-produk pada pos ini yang dicampur, sebelum atau sesudah pembekuan, dengan substansi yang tidak
diperbolehkan pada catatan5(a) dalam bab ini (pos 40.05 atau 40.06).

586
Bagian VII
40.03/051

40.03 - KARET PUGARAN DALAM BENTUK ASAL ATAU DALAM BENTUK PELAT, LEMBARAN
ATAU STRIP
Karet pugaran diperoleh dari artikel karet yang telah digunakan, khususnya ban, atau dari sisa dan bekas karet
vulkanisasi, dengan cara melunakkan ("devulkanisasi'') karet tersebut lalu mengeluarkan bahan yang tidak
diperlukan dengan menggunakan bahan kimia ataupun peralatan mekanik. Produk tersebut mengandung residu
sulfur atau perantara vulkanisasi lainnya yang bercampur satu dengan yang lainnya dan mutunya lebih rendah
dibandingkan dengan karet asli, lebih bersifat pelastik dan lebih jembel daripada karet asli. Karet pugaran ini dapat
disimpan dalam bentuk lembaran yang ditaburi dengan talak atau dipisahkan dengan film polietilen.
Pos ini meliputi karet pugaran dalam bentuk asal atau dalam bentuk pelat, lembaran atau strip, baik yang
dicampur dengan karet asli atau tidak, atau dicampur dengan bahan tambahan lainnya, asalkan produk tersebut tetap
memiliki karakteristik dasar dari karet pugaran.

40.04 - KARET SISA, REJA DAN BEKAS (SELAIN KARET KERAS) DAN BUBUK DAN BUTIR YANG
DlHASILKANNYA
Istilah "sisa, reja dan bekas" didefinisikan dalam catatan nomor 6 dalam bab ini.
Pos ini meliputi :
(1) Sisa, reja dan bekas karet dari manufaktur atau pengerjaan vulkanisasi ataupun karet vulkanisasi
(selain karet keras).
(2) Barang-barang dari karet (selain karet keras) yang sudah tidak dapat lagi digunakan karena terpotong
atau alasan lainnya.
Kategori ini mencakup ban karet bekas pakai yang tidak bisa lagi digunakan dan skrap yang diperoleh
dari ban karet bekas pakai, biasanya melalui proses berikut :
(a) Memotong ban, dengan mesin khusus.
(b) Membelah untuk mengeluarkan telapaknya.
(c) Memotong menjadi irisan-irisan.
Pos ini tidak mencakup ban bekas yang masih dapat digunakan.
(3) Bubuk dan butiran yang diperoleh dari barang nomor (1) dan (2) di atas.
Bubuk dan butiran tersebut mengandung sampah dasar karet vulkanisasi. Bubuk dan butiran tersebut
dapat digunakan sebagai pengisi pada material yang bergesekan langsung permukaannya dengan jalanan atau
pada campuran yang didasari karet lain atau untuk pencetakan secara langsung pada artikel yang tidak
membutuhkan kekuatan penuh.
Pos ini tidak mencakup sisa, reja dan skap dari bubuk dan butiran karet keras (pos No. 40.17).

40.05 - KARET CAMPURAN, TIDAK DIVULKANISASI, DALAM BENTUK ASAL ATAU DALAM
BENTUK PELAT, LEMBARAN DAN STRIP.
4005.10 - Dicampur dengan jelaga karbon atau silika hitam
4005.20 - Larutan; dispersi selain yang tercantum pada sub pos No. 4005.10
- Lain-lain
4005.91 -- Plat, lembaran dan strip
4005.99 -- Lain-lain
Pos ini mencakup karet campuran yang tidak divulkanisasi dan dalam bentuk asal atau dalam bentuk plat,
lembaran atau strip.

587
Bagian VII
40.052
Istilah "karet" memiliki arti yang sama dengan catatan nomor 1 pada bab ini. Olehnya itu pos tersebut
meliputi karet alam, balata, getah perca, chicle dan getah alam sejenis, karet sintetis, faktis yang berasal dari
minyak, dan substansi semacamnya yang dipucar, asalkan dicampur dengan substansi lain.
Berdasarkan catatan 5 (a) dalam bab ini, pos No. 40.01 dan 40.02 tidak diterapkan terhadap setiap karet atau
jenis karet telah dicampur, sebelum atau setelah pembekuan, dengan perantara vulkanisasi, akselerator, penghambat
atau pengaktif (selain yang ditambahkan untuk semata-mata tujuan pengidentifikasian), pembentuk pelastik,
pemamajang (kecuali minyak mineral dalam hal oil-extended rubber), pengisi, penguat, larutan organik dan setipa
substansi lainnya kecuali yang diperbolehkan pada catatan 5 (b).
Pos ini mencakup :
(A) Campuran karet dengan jelaga karbon atau silika (dengan atau tanpa minyak mineral atau bahan
lainnya).
Kategori ini mencakup jelaga karbon yang mengandung sekitar 40 hingga 70 bagian jelaga karbon
hingga 100 bagian karet kering; jelaga karbon ini biasanya
dipasarkan dalam bentuk bal.
(B) Campuran karet yang tidak mengandung jelaga karbon atau silika
Karet jenis ini mengandung substansi-substansi seperti larutan organik, perantara
vulkanisasi, akselerator, pembentuk pelastik, pemanjang, penipis dan pengisi (selain jelaga karbon atau
silika). Beberapa di antaranya dapat mengandung lempung merah atau protein. Kedua kategori tersebut
mencakup jenis produk berikut :
(1) Lateks karet campuran (termasuk lateks pravulkanisasi) dengan catatan bahwa sebagai hasil campuran, lateks
karet tersebut tidak memperoleh karakter persiapan yang lebih spesifik digambarkan pada pos lain dalam
nomenklatur ini.
Oleh karena itu, pos ini tidak mencakup pernis dan cat lateks (Bab 32).
(2) Dispersi dan larutan karet yang tidak divulkanisasi dalam larutan organik, yang digunakan untuk manufaktur
artikel celupan atau artikel yang diselesaikan dengan pelapisan.
(3) Pelat, lembaran dan strip yang mengandung tekstil yang dikombinasi dengan campuran karet. dengan berat
melebihi 1.500 gram/m2 dan mengandung tidak lebih dari 50% dari berat material tekstil.
Produk semacam ini diperoleh dengan cara kalenderisasi atau dengan cara
"penggetahan" atau dengan cara mengkombinasikan kedua proses tersebut. Produk ini utamanya digunakan
untuk pembuatan ban, tabung, pipa, dll.
(4) Plat, lembaran dan strip lain dari campuran karet yang mungkin digunakan. misalnya untuk memperbaiki ban
atau ban dalam (proses pemanasan), untuk pembuatan tambalan perekat, pencuci pencuci kedap udara
tertentu, butiran karet, dll, untuk pencetakan karet tunggal.
(5) Campuran karet dalam bentuk butiran, siap untuk pelaksanaan vulkanisasi, dan digunakan untuk tujuan
pencetakan (yaitu pada industri pembuatan sepatu)
Pelat, lembaran dan strip (termasuk bongkahan dan bentuk geomentrik lainnya yang beraturan) dalam
pos ini yang mungkin dikerjakan permukaannya (dicetak, dihias timbul, dilekukkan, disalurkan, dll) atau
secara sederhana dipotong membentuk segi empat, tetapi tidak boleh dipotong menjadi bentuk lain atau
dikerjakan lebih lanjut.
Pos ini tidak mencakup :
(a) Masalah dispersi wama yang terkonsentrasi (termasuk telaga warna) pada karet, yang digunakan sebagai bahan menntah untuk
mewarnai karet secara keseluruhan pos 32.04, 32.05 atau 32.06).
(b) Produk pasta, dengan dasar lateks atau karet lain, yang digunakan sebagai mastik. pengisian pengecat, atau penyiapan permukaan non-
refractory (pos 32.14).
(c) Perekat yang disiapkan atau perekat lainnya yang mengandung larutan karet atau dispersi dengan pengisi tambahan, perantara
vulkanisasi dan resin, dan campuran karet beserta dispersi yang disatukan menjadi perekat, dengan berat bersih tidak melebihi 1
kilogran (pos 35.06).
(d) Pencampuran setiap produk pada pos No. 40.01 dengan produk pada pos 40.02 (pos –40.02).
(e) Karet pugaran yang dicampur dengan karet murni atau substansi tambahan lainnya dan tetap memiliki karakter utama karet pugaran
(pos 40.03).

588
Bagian VII
40.053/07
(f) PeIat, lembaran dan strip dari karet yang tidak divulkanisasi, dikerjakan selain permukaannya atau dibentuk
seIain segi empat (termasuk bujur sangkar) (pos 40.06).
(g) Pelat. lembaran dan strip yang dicampur dengan tenunan tekstiI Yang digumpalkan dengan karet (pos 59.06).

40.06 - BENTUK LAINNYA (MISALNYA BATANG, PIPA DAN BENTUK PROFlL) DAN BARANG
(MISALNYA CAKRAM DAN CINCIN) DARI KARET YANG TIDAK DIVULKANISASI
4006.10 - Strip "Camel Black" untuk memperbaiki kembali ban karet
4006.90 - Lain-lain

Pos ini meliputi karet yang tidak divulkanisasi dalam bentuk yang belum disebutkan pada pos sebelumnya
dalam bab ini dan artikel-artikel karet yang tidak divulkanisasi, baik yang dieampur maupun tidak.
Pos ini mencakup :
(A) Bentuk profil karet yang tidak divulkanisasi, misalnya pelat dan strip yang lintang silangnya tidak
berbentuk segi empat, umumnya dibuat melalui ekstrusi. Pos ini meliputi, strip "Camel Black" dengan silang
lintang yang cenderung berbentuk trapesium, untuk memperbaiki kembali ban karet.
(B) Tabung karet yang tidak divulkanisasi, yang dibuat dengan cara ekstrusi dan digunakan secara khusus untuk
melapisi tabung pada pos No. 59.09.
(C) Artikel lain dari karet yang tidak divulkanisasi, misalnya :
(1) Benang karet yang dibuat dengan cara memotong lembaran karet yang tidak divulkanisir secara
helicoidal atau dengan cara pengekstrusian pada campuran dasar lateks (termasuk lateks pra-
vulkanisasi).
(2) Ring, disk dan pencuci karet yang tidak divulkanisasi, yang utamanya digunakan untuk menyegel
jenis kontainer tertentu yang kedap udara atau menyegel sambungan antara dua bagian (biasanya yang
keras).
(3) Pelat, lembaran dan strip dari karet yang tidak divulkanisasi, dikerjakan selain permukaannya atau
dibentuk selain segi empat (termasuk bujur sangkar).
Pos ini tidak mencakup :
(a) Pita perekat, apapun material pendukungnya (pengklasifikasiannya didasarkan pada materialnya, yaitu pos 39.19, 40.08,
48.23, 56.03 atau 59.06).
(b) Disk dan ring dari karet yang tidak divulkanisasi, beserta dengan paking dan sambungan sejenis, yang disimpan dalam
kantong, amplop atau kemasan-kemasan sejenis (pos 84.84).

40.07 - BENANG DAN TALI KARET YANG DIVULKANISASI


Benang karet dapat diproduksi dengan cara pemotongan lembaran-lembaran atau pelat dari karet yang
divulkanisasi, atau dengan cara memvulkanisasi karet yang diperoleh dari pengekstrusian.
Pos ini meliputi :
(1) Benang dari karet yang divulkanisasi (berhelai tunggal) dengan berbagai lintang silang asalkan tidak ada
dimensi lintas seksional yang melebihi 5 mm. Jika melebihi 5 mm maka benang tersebut tidak termasuk (pos
40.08).
(2) Tali (multi helai), tanpa memperhatikan ketebalan helai penyusun tali tersebut.
Pos ini tidak meliputi material tekstil yang dicampur dengan benang karet (bagian XI). Contohnya, benang karet yang
dibungkus dcngan tekstil dan tali, masuk dalam pos No. 56.04.

590

Bagian VII
40.081
40.08 PELAT, LEMBARAN, STRIP, BATANG DAN BENTUK PROFIL, DARI KARET DIVULKANISASI
SELAIN KARET KERAS.
- Dari karet seluler :
4008.11-- Pelat, lembaran dan strip
4008.19-- Lain-lain
- Dari karet non-seluler :
4008.21 -- Pelat, lembaran dan strip
4008.29 -- Lain-lain
Pos ini meliputi :
(1) Pelat, lembaran dan strip (yang dimensi lintas seksionalnya melebihi 5mm) yang panjang, atau yang
dipotong memanjang atau dipotong menjadi bentuk segi empat (termasuk bujur sangkar).
(2) Bongkahan ataupun bentuk geometrik yang teratur.
(3) Batang dan bentuk profile (termasuk benang dengan berbagai bentuk lintas seksional, yang dimensi
lintas seksionalnya melebihi 5 mm). Bentuk profil dibuat memanjang pada suatu pengoperasian tunggal
(umumnya ekstrusi), serta memiliki lintas seksional yang konstan atau berulang-ulang. Barang tersebut
diklasifikasikan dalam pos ini, baik yang dipotong memanjang atau tidak, tetapi tidak boleh dipotong dengan
panjang kurang dari ukuran lintas seksional terbesar.
Produk-produk pada pos ini dapat dikerjakan permukaannya (yaitu dicetak, dibuat timbul, dll);
Produk-produk pada pos ini juga dapat disederhanakan atau diwarnai (baik secara keseluruhan atau hanya
pada permukaannya saja). Bentuk profil dengan permukaan berperekat, yang digunakan untuk menyegel kaca
jendela, diklasifikasikan pada pos ini. Pos ini juga mencakup material lantai karet potongan, dan ubin, kesetan
dan artikel lainnya, yang semata-mata diperoleh dari pemotongan pelat atau lembaran karet menjadi
berbentuk segi empat (termasuk bujur sangkar).
Pengklasifikasian produk yang dibuat dari karet yang divulkanissasi (selain karet keras) yang
dikombinasi (baik secara keseluruhan atau hanya permukaannya saja) dengan material tekstil, dikenakan
aturan catatan nomor 3 pada bab 56 dan catatan nomor 4 pada bab 59. Kombinasi karet vulkanisasi (selain
karet keras) dengan material lain tetap diklasifikasikan pada pos ini asalkan kombinasi tersebut tetap
mempertahankan karakter dasar karet.
Olehnya itu pos ini mencakup :
(A) Pelat, lembaran dan strip karet seluler yang dikombinasi dengan lakan, non-tenunan, barang tenunan rajutan,
kaitan dan barang tenunan tekstil lainnya asalkan material-material tekstil tersebut keberadaannya semata-
mata untuk tujuan penguatan.
Dalarn hal ini, barang tenunan tekstil yang tidak dikelantang, dikelantang atau secara segam dicelup,
jika hanya diterapkan padu satu permukaan dan pelat, lembaran atau strip tersebut, maka dianggap hanya
digunakan untuk tujuan penguatan. Tekstil yang dikerjakan dengan cara digambari atau dicetak dan produk
khusus seperti barang tenunan lapisan, kain tule dan renda, dianggap memiliki fungsi selain untuk tujuan
penguatan.
Pelat, lembaran dal strip dari karet seluler yang dikombinasi dengan barang tenunan tekstil pada kedua permukaannya,
bagaimanapun sifat dari barang tenunan tersebut, tidak dimasukkan dalam pos ini (pos 56.02, 56.03 atau 59.06).
(B) Lakan yang diperkuat, dilapisi, dibungkus, atau dilaminating dengan karet vulkanisasi (selain karet keras)
yang kandungan berat material tekstilnya 50% atau kurang atau yang sepenuhnya terbungkus karet.
(C) Non-tenunan, baik yang sepenuhnya terbungkus karet atau sepenuhnya dilapisi atau dibungkus karet pada
kedua sisinya, asalkan lapisan atau bungkusan tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa
mempertimbangkan perubahan warna yang timbul.

590
Bagian VII
40.082/09
Pos ini tidak mencancup :
(a) sabuk konveyor atau sabuk transmisi, dari karet vulkanisasi, baik yang dipotong memanjang maupun tidak(pos 40.10)
(b) Pelat, lembaran dan strip, baik yang dikerjakan permukaannya atau tidak (termasuk artikel yang dipotong berbentuk segi empat atau
bujur sangkar), yang dimiringkan atau dicetak tepiannya, atau dengan sudut yang dibuat bundar atau dipotong menjadi berbentuk segi
empat (termasuk bujur sangkar) (pos 40.14, 40.15 atau 40.16).
(c) Barang tenunan tekstil yang dikombinasi dengan benang karet (Bab 50 hingga 55 atau 58).
(d) Produk-produk pada pos 56.02 atau 56.03.
(e) Karpet tekstil, dengan karet seluler pada bagian bclakangnya.
(f) Barang tenunan tali ban
(g) Barang tenunan tekstil yang berkaret sebagaimana yang disebutkan pada catatan nomor 4 pada bab 59(pos 59.06)
(h) Barang tenun yang dirajut atau dikaiti dengan benang karet (pos 60.01 atau 60.02).

40.09 - TABUNG, PIPA DAN SELANG DARI KARET YANG DIVULKANISASI SELAIN KARET KERAS,
DENGAN ATAU TANPA ALAT KELENGKAPANNYA (MISALNY A PENGHUBUNG, SIKU,
FLANGES)

4009.10 - Tidak diperkuat atau digabung secara lain dengan bahan lain, tanpa alat kelengkapan
4009.20 - Diperkuat atau digabung secara lain hanya dengan logam tanpa alat kelengkapan
4009.30 - Diperkuat atau digabung secara lain hanya dengan bahan tekstil, tanpa alat
kelengkapan
4009.40 - Diperkuat atau digabung secara lain dengan bahan lainnya, tanpa alat kelengkapan
4009.50 - Dengan kelengkapannya

Pos ini mencakup tabung, pipa dan selang yang terbuat dari karet vulkanisasi (selain karet keras), serta
tabung, pipa dan selang (termasuk pipa-selang) yang terbuat dari karet vulkanisasi yang diperkuat dengan
stratifikasi, misalnya yang terdiri dari satu atau lebih "lapisan" barang tenunan tekstil atau satu atau lebih lapisan
benang tekstil yang dipararelkan, atau benang metal, yang ditanam pada karet tersebut. Tabung, pipa dan selang
semacam ini juga dapat dibungkus dengan lapisan bahan tenunan tipis atau dengan benang tekstil yang dirajut;
produk ini juga dapat menggabungkan spiral kawat internal ataupun eksternal.
Pos ini tidak mencakup tabung, pipa dan selang yang terbuat dari material tekstil, kadang disebut "selang
tenunan", yang dibuat tahan air degan menggunakan lapisan internal yang terbuat lateks karet atau memasukkan -
lapisan karet kedalam selang tenunan tersebut. Barang semacam ini dimasukkan dalam pos.59.09.
Tabung, pipa dan selang tetap diklasifikasikan dalam pos ini meskipun komplit dengan kelengkapannya
(misalnya sambungan, siku dan flang) asalkan produk tersebut tetap mempertahankan karakter dasar pada pipa atau
tabung.
Pos ini juga mencakup karet vulkanisasi, baik yang dipotong memanjang ataupun tidak, tapi tidak dipotong
dengan panjang yang kurang dari ukuran lintang seksional terbesar, misalnya panjang tabung untuk pembuatan
bagian dalam tabung.

591
Bagian VII
40.10/111
40.10 - BAN PENGANGKUT ATAU BAN PENGGERAI ATAU BELTING DARI KARET
DIVULKANISASI

4010.10 - Dengan lintas silang berbentuk trapesium


- Lain-lain
4010.91 - Dengan lebar melebihi 20 cm
4010.99 - Lain -lain

Pos ini meliputi ban pengangkut atau ban penggerak, yang seluruhnya terbuat dari karet vulkanisasi, atau
bahan tenunan tekstil yang diresapi, dilapisi atau dibungkus dengan karet (lihat catatan nomor 8 pada bab ini). Pos
ini juga mencakup belt atau belting dari karet vulkanisasi tang dipekuat dengan bahan tenunan fiberglas atau
fiberglas atau dengan kain berkabel metal.

Belt atau belting (selain belt atau belting yang keseluruhannya terbuat dari karet vulkanisasi) pada umumnya
terdiri dari kerangka yang terbuat dari beberapa lapis bahan tenunan" baik yang "berkaret maupun tidak (yaitu
bahan tenunan yang melengkung, bahan tenunan rajutan atau kaitan, lapisan benang yang diparalelkan) atau kabel
atau strip baja yang seluruhnya terbungkus dengan karet vulkanisasi.

Pos ini juga mencakup belting yang memanjang (untuk potongan panjang) juga belt yang sudah terpotong
memanjang (baik yang kedua ujungnya disambung atau dilengkapi dengan pengunci); Pos ini juga mencakup
belting yang tak berujung pangkal.

Seluruh barang-barang tersebut dapat berbentuk segi empat, trapesium, (V-belt dan V-belting), lingkaran atau
lintang silang lainnya.

Ban pengangkut atau ban penggerak atau belting yang dilengkapi dengan mesin atau peralatan yang didesain khusus baik yang
melekat atau tidak, diklasifikasikan dengan mesin atau peralatan tersebut (yaitu bagian XVI).

40.11 - BAN LUAR BERTEKANAN BARU DARI KARET

4011.10 - Dari jenis yang digunakan untuk kendaraan bermotor (termasuk station Wagon dan
mobil balap)
4011.20 - Dari jenis yang digunakan pada bus dan truk
4011.30 - Dari jenis yang digunakan untuk pesawat terbang
4011.40 - Dari jenis yang digunakan untuk sepeda motor
4011.50 - Dari jenis yang digunakan pada sepeda
- Lain-lain
4011.91 -- Yang mempunyai "herring bone" atau telapak yang semacam itu
4011.99 -- Lain-lain

Ban-ban tersebut mungkin dapat digunakan pada setiap jenis kendaraan atau pesawat, pada mainan, mesin
atau senjata artileri beroda, dll. Ban-ban tersebut ada yang memerlukan ban dalam ada pula yang tidak.

o
oo

592

Bagian VII
40.112
Catatan Penjelasan Sub-pos.
Sub-pos 4011.91

Gambar beberapa jenis ban yang tercakup dalam sub pos ini dapat dilihat pada gambar berikut

593

Bagian VII
40.113
594
Bagian VII
40.114
595

Bagian VII
40 115
596
Bagian VII
40.12/14
40.12 - BAN LUAR BERTEKANAN BEKAS DARI KARET ATAU DIBERI TELAPAK; BAN PADAT ATAU
BANTALAN, TELAPAK BAN YANG BISA DIPERTUKARKAN DAN BAN PELINDUNG DARI
KARET

4012.10 - Ban luar yang ditelapaki lagi


4012.20 - Ban luar bertekanan bekas
4012.90 - Lain-lain

Pos ini mencakup ban luar dari karet yang ditelapaki lagi dan ban luar bertekanan bekas yang masih bisa
untuk digunakan lagi atau ditelapaki lagi.

Ban keras, digunakan, misalnya untuk mainan beroda dan artikel perabot yang beroda. Ban yang
menggunakan bantalan, yaitu ban keras yang dilengkapi dengan ruang udara internal yang tersegel, digunakan pada
barrow dan troley. telapak ban yang dapat ditukar dipasang pada kerangka ban khususnya yang didesain untuk
tujuan tersebut. Penutup ban digunakan untuk melindungi ban dalam dari pelek metal atau jung terali.
Pos ini tidak mencakup ban keras atau ban yang menggunakan bantalan pada produk dalam Bab 39, misalnya poliuretan (pos No.
39.26) dan ban bekas yang tidak bisa ditelapaki lagi (pos 40.04).

40.13 - BAN DALAM DARI KARET

4013.10 - Dan jenis yang digunakan untuk kendaraan bermotor (termasuk station wagon dan mobil
balap), bus dan truk.
4013.20 - Dan jenis yang digunakan untuk sepeda
4013.90 - Lain-lain

Ban dalam dimasukkan kedalam ban, misalnya pada kendaraan bermotor, trailer atau sepeda.

40.14 - BARANG KEPERLUAN KESEHATAN ATAU FARMASI (TERMASUK DOT), DARI KARET
DIVULKANISASI SELAIN KARET KERAS, DENGAN ATAU TANPA ALAT KELENGKAPAN
DARI KARET KERAS.

4014.10 - Kondom
4014.90 - Lain-lain

Pos ini mencakup barang-barang dari karet vulkanisasi selain karet keras (dengan atau tanpa kelengkapan
dari karet keras atau material lainnya), dari jenis yang digunakan untuk tujuan kesehatan atau untuk pencegah
kehamilan. Oleh karena itu pos ini mencakup kondom, kanula, semprotan dan pentolan untuk semprotan, alat
penguap, penetes, dll, dot, penutup dot, kantong es, botol air panas, kantong oksigen, finger-stal!s, bantalan
bertekanan yang dikhususkan untuk perawat (yaitu jenis ring).

Pos ini tidak menyangkut pakaian atau aksesori pakaian (yaitu rok kerja dan sarung tangan untuk ahli
bedah dan radiologi) (pos 40.15).

597

Bagian VII
40.15/161

40.15 BARANG PAKAIAN DAN PERLENGKAPAN PAKAIAN (TERMASUK SARUNG


TANGAN,MITTEN DAN MITT), UNTUK SEGALA MACAM KEPERLUAN, DARI
KARET DIVULKANISASI SELAIN KARET KERAS
- Sarung tangan
4015.11 - Untuk bedah
4015.19 -. Lain-lain
4015.90 - Lain-lain
Pos ini mencakup pakaian dan asesori pakaian (termasuk sarung tangan,mitten dan mitt) misalnya sarung
tangan pelindung dan pakaian untuk ahli bedah, ahli radiologi, penyelam, dll, baik yang diselesaikan
dengan alat perekat atau dengan cara dijahit, atau dengan cara lainnya. Barang-barang tersebut dapat
berbentuk :
(1) Keseluruhannnya terdiri dari karet.
(2) Barang tenunan yang ditenun, dirajut atau dikait, lakan atau non-tenunan, diresapi, dilapisi,
dibungkus atau dilaminating dengan karet, selain daripada jenis barang yang masuk dalam bagian XI
(lihat catatan nomor 3 pada bab 56 dan catatan nomor 4 pada bab 59).
(3) Dari karet, dengan bagian-bagian bahan tenunan tekstil, jika karet tersebut merupakan unsur yang
memberikan karakter dasar pada barang tersebut.

Ketiga kategori barang yang disebutkan di atas juga mencakup mantel tanpa lengan, rok kerja, lapisan
pakaian, kain alas dada, sabuk dan sabuk korset.

Barang-barang berikut ini tidak termasuk di dalam pos ini :


(a) Barang - barang pakaian atau asesoris pakaian dari bahan tekstil yang dikombinasi dengan benang
karet (Bab 61 atau 62).
(b) Alas kaki dan bagian-bagian alas kaki pada Bab 64.
(c) Tutup kepala (termasuk tutup kepala untuk mandi) dan bagian-bagiannya, pada Bab 65.

Catatan Penjelasan Sub-pos


Sub-pos 4015.11
Sarung tangan untuk pembedahan adalah barang sangat tipis dan sangat tahan sobek yang dibuat dengan
cara pencelupan, untuk dipergunakan oleh ahli bedah.Sarung tangan tersebut pada umumnya dibuat dalam
kemasan steril.

40.16 BARANG LAINNYA DARI KARET DIVULKANISASI SELAlN KARET KERAS

4016.10 - Dari karet seluler

- Lain-lain

4016.91 - Keset dan penutup lantai


4016.92 - Penghapus
4016.93 -- Paking, ring dan segel lainnya
4016.94 -- Penahan kapal atau penahan dermaga, bisa dipompa atau tidak
4016.95 -- Barang lainnya yang bisa dipompa
4016.99 -- Lain-lain
598
Bagian VII
40.162/171

Pos ini mencakup seluruh barang-barang dari karet vulkanisasi (selain karet keras) yang tidak tercakup pada
pos sebelumnya dalam bab ini atau dalam bab lainnya.
Pos ini mencakup :
(1) Barang-barang karet seluler.
(2) Keset dan penutup lantai (termasuk keset kamar mandi), selain keset berbentuk segi empat (termasuk bujur
sangkar) yang dipotong dari pelat atau lembaran karet tidak dikerjakan lebih lanjut selain pengerjaan
permukaannya saja (lihat catatan penjelasan pada Pos 40.08).
(3) Penghapus.
(4) Paking, ring dan segel lainnya
(5) Penahan kapal stau penahan dermaga, bisa dipompa atau tidak
(6) Matras, bantal dan bantalan berisi angin dan barang-barang lain yang dapat dipompa (selain yang terdapat
pada pos 40.14 atau 63.06).
(7) Pita karet; kantong tembakau; huruf-huruf untuk stempel tanggal dan sejenisnya.
(8) Penyumbat dan cincin untuk botol.
(9) Baling-baling dan cetakan pompa. Barang lain untuk penggunaan teknis (termasuk bagian dan asesoris mesin
dan peralatan pada bagian XVI dan dari instrumen serta peralatan pada Bab 90).
(10) Karet bantalan chasis, penutup lumpur dan penutup pedal pada kendaraan bermotor, blok rem, penutup
pelindung Lumpur dan blok pedal untuk putaran, serta suku cadang dan asesoris lain untuk kendaraan,
pesawat udara atau sarana pengangkut pada bagian XVII.
(11) Pelat, lembaran dan strip yang dipotoug selain berbentuk segi empat, dan barang-barang yang tidak termasuk
dalam pos 40.08 karena telah diolah, diubah atau dirakit dengan cara perekatan atau penjahitan atau cara
lainnya.
(12) Potongan segi empat (termasuk bujur sangkar) dengan tepian yang dibuat miring dan potongan-potongan
berbentuk lain yang digunakan untuk memperbaiki ban dalam, dengan cara mencetak, memotong dan
menggerinda, yang umumnya terdiri dari satu lapisan karet vulkanisasi pada suatu backing dari karet
vulkanisasi dan, memenuhi peraturan catatan nomor 4 pada karet vulkanisasi , tambahan semacam ini terdiri
dari beberapa lapisan bahan tenunan dan karet
Baran-barang berikut tidak termasuk dalam pos ini :
(a) Barang-barang tenunan, rajutan dan kaitan, lakan atau non-tenunan, diresapi, dilapisi, dibungkus atau dilaminasi dengan karet, masuk
dalam Bagian XI (lihat catatan nomor 3 pada bab 56 dan catatan nomor 4 pada bab 59) dan barang-barang yang dibuat dari material
tekstil tang dikombinasi dengan benang karet (Bagian XI).
(b) Alas kaki dan bagian-bagian alas kaki pada Bab 64.
(c) Penutup kepala (termasuk penutup kepala untuk mandi dan bagian-bagiannya pada Bab 65.
(d) Gagang mangkuk vakum (pegangan pengisap) yang terdiri dari sebuah kaki, sebuah gagang dan sebuah pengungkit vakum, dari logam
dasar, dan potongan karet Bagian XV).
(e) Sekoci dan rakit dari karet (Bab 89).
(f) Suku cadang dan asesoris instrumen musik (Bab 92).
(g) Kesetan, bantal dan bantalan dari karet seluler, terbungkus atau tidak termasuk bantalan pemanas tempat tidaur listrik yang bagian
dalamnya dilengkapi dengan karet Seluler, pada pos 94.04.
(h) Mainan, permainan dan untuk keperluan Olahraga dan bagian-bagiannya pada Bab 95.
(i) Stempel penanggalan, penyegelan atau penomoran dan sejenisnya, yang didesain untuk dioperasikan dengan menggunakan tangan,
dan barang-barang lain pada Bab 96.

40.17 - KARET KERAS (CONTOHNYA EBONIT) DALAM SEGALA BENTUK, TERMASUK SISA DAN
SKRAP; BARANG-BARANG DARI KARET KERAS
Karet keras (contohnya ebonit) diperoleh dengan cara memvulkanisasi karet dengan sebagian besar (lcbih dari
15 bagian per seratus bagian karet) campuran sulfur. Karet keras juga dapat mengandung pigmen dan peresap
tingkat tinggi, misalnya batu bara, tanah liat dan silika. Tanpa adanya peresap, pigmen dan struktur selular, karet
keras tersebut tetap saja keras, hitam keabu-abuan (atau kadang-kadang berwarna merah) yang relatif tidak fleksibel
dan tidak elastis dan dapat dicetak, digergaji, diubah, dipoles, dll. Beberapa jenis karet keras akan sangat nampak
bermutu jika dipoles.
599
Bagian VII
40.172
EN/AS 4 - Februari 1989

Pos ini mencakup karet keras termasuk jenis seluler, dalam segara bentuk termasuk sisa dan skrap.
Pos ini juga mencakup seluruh barang-barang berkaret keras yang tidak masuk dalam bab lain. Pos
ini mencakup tong, bak, gagang dan kepala pisau, gagang-pegangan dan sejenisnya dari seluruh jenis,
barang-barang sanitari dan kesehatan.
Pos ini tidak mencakup :
(a) Peralatan atau suku cadang mekanik atau elektrik pada Bagian XVI (termasuk barang-barang listrik
dari segala jenis), yang terbuat dari karet keras.
(b) Suku cadang dan asesoris untuk kendaraan, pesawat dll, yang terbuat dari karet keras, yang
diklasifikasikan pada pos mana saja pada Bab 86 hingga 88.
(c) Instrumen-instrumen dan peralatan untuk medis, pembedahan, perawatan gigi, atau untuk
kedokteran hewan, dan instrumen serta peralatan lainnya pada Bab 90.
(d) Instrumen musik dan suku cadangnya (Bab 92).
(e) Plat ujung senjata atau bagian lain dari senjata (Bab 93).
(f) Perabot, lampu dan perlengkapan lampu, dnn barang-barang lain pada Bab 94.
(g) Mainan dan peralatan olah raga (Bab 95)
(h) Sikat dan barang-barang lain pada Bab 96.

600