You are on page 1of 5

Nama:Anggih Setyoro

1.a.Manfaat bersikap adil

-memberi ketenangan dan ketenteraman hidup

-Meningkatkan semangat dalam bekerja

- Menimbulkan rasa sayang terhadap sesama

- Memiliki sikap toleransi yang tinggi

Terjalin kehidupan keluarga yang sejahtera dan harmonis


Terjalin hubungan yang baik dengan masyarakat
Terhindar dari sifat egois yang merugikan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara

b.Manfaat bersikap ridha

-menumbuhkan sikap husnuzan terhadap Allah Swt

Terhindar dari sifat iri hati, dengki, dan tamak.


menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama masyarakat
Terjalin kehidupan keluarga yang sejahtera dan harmonis
Mendapat keteguhan hati, bahwa menggantungkan harapan hanya kepada-Nya.
-memberi ketenangan dan ketenteraman hidup

c.Manfaat Amal shaleh

mendapatkan pahala dari Allah swt,


mempererat persaudaraan antara sesama manusia.

Menumbuhkan rasa iman dan taqwa kepada-Nya.


terhindar dari keburukan dan kejahatan.

2.a Sifat adil yang dimiliki wali nikah dan 2 orang saksi maksudnya adalah orang-orang yang
berada dijalan Allah, tidak fasik, tidak bermaksiat, orang sholeh, orang yang tidak membiasakan
diri berbuat munkar, mampu menggunakan akal pikirannya dengan sebaik-baiknya atau seadil-
adilnya dan tidak memihak.
b.Akibat buruk perceraian
Bagi suami
Diliputi perasaan negatif
Merasa kesepian
Kesehatan fisik terganggu
Tidak adanya tempat lagi untuk berbagi
Tidak ada lagi perhatian yang mendalam dari istri.
Dirundung kekhawatiran dan perasaan cemas.

Bagi istri
Tidak mendapatkan nafkah jika belum memiliki anak, jika sudah memiliki anak nafkah dari sang
ayah hanya diberikan kepada sang anak
Merasa kesepian
Mencari penghidupan sendiri
Takut menikah lagi
Tidak ada lagi perhatian yang mendalam dari suami
Secara norma sosial dan psikologi wanita yang mendapat julukan janda lebih negatif dimata
masyarakat.

Bagi anak anak


Tergangunya mental dan psikologis anak
Minder dan kurang percaya diri
Muncul perilaku kasar dari sang anak
Anak akan takut kehilangan ayah dan ibu mereka
Mereka juga takut kehilangan kasih sayang dari orang tua mereka yang tak tinggal serumah
Merasa bersalah dan menganggap dirinya penyebab perceraian
Prestasi menurun
Menjadi peyendiri
Beresiko mengikuti pergaulan bebas
C. Tidak setuju, karena apapun itu masalah yang menimbulkan talak, itu akan berdampak buruk bagi
kehidupan suami istri dan anak anaknya
D. Usaha-usaha yang harus dilakukan agar rumah tangga menjadi sakinah mawadah warohmah

Menerima kekurangan dan kelebihan pasangan


Jujur dan saling percaya

Saling terbuka terhadap satu sama lain

3.1. Syarat untuk masuk agama Islam sangatlah mudah. Seseorang hanya butuh mengucapkan kalimat
syahadat untuk bisa secara resmi menganut agama Islam.
2. Agama Islam tidak mengenal system pembagian masyarakat berdasarkan kasta. Dalam ajaran agama
Islam tidak dikenal adanya berbedaan golongan dalam masyarakat. Setiap anggota masyarakta mempunyai
kedudukan yang sama sebagai hamba Allah SWT.
3. Penyebaran agama Islam dilakukan dengan jalan yang relative damai (tanpa melalui kekerasan).
4. Sifat bangsa Indonesia yang ramah tamah member peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain.
Di dalam pergaulan yang erat itu kemudian terjadi saling mempengaruhi dan saling pengertian.
5. Upacara-upacara keagamaan dalam Islam lebih sederhana.

Sejarah penyebaran Islam di Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta yang secara geografis terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan
dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utaranya memiliki salah satu kesultanan Islam yang ada di Indonesia,
yakni Kesultanan Mataram. Kesultanan Mataram yang dimaksud adalah kerajaan Islam yang dibangun pada
abad ke-16 yang menurut silsilah berasal dari kerajaan Islam Demak. Kerajaan Mataram berdiri pada tahun
1582, pusat kerajaan ini terletak di sebelah Tenggara kota Yogyakarta yakni Kota Gede. Raja yang pernah
memerintah di kerajaan mataram adalah Panembahan Senopati (1584-1601), Panembahan Seda Krapyak
(1601-1677), dan Mas Rangga dan mendapat gelar Agung Hanyakrakusuma. Kerajaan Mataram mencapai
puncak kejayaan dibawah kepemimpinan Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma atau lebih dikenal dengan
sebutan Sultan Agung dan pusat pemerintahannya berada di Yogyakarta.
Pada masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. Wilayah Mataram mencakup Pulau
Jawa dan Madura (kira-kira gabungan Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur sekarang). Ia memindahkan lokasi
kraton ke Kerta. Akibat terjadi gesekan dalam penguasaan perdagangan antara Mataram dengan VOC yang
berpusat di Batavia, bahkan Kerajaan Mataram melakukan penyerangan terhadap VOC di Batavia pada tahun
1628 – 1629. Mataram lalu berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon dan terlibat dalam
beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC. Setelah wafat (dimakamkan di Imogiri), ia digantikan
oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I). Amangkurat II (Amangkurat Amral), sangat patuh
pada VOC sehingga kalangan istana banyak yang tidak puas dan pemberontakan terus terjadi. Pada masanya,
kraton dipindahkan lagi ke Kartasura (1680), sekitar 5km sebelah barat Pajang karena kraton yang lama
dianggap telah tercemar. Pengganti Amangkurat II berturut-turut adalah Amangkurat III (1703-1708),
Pakubuwana I (1704-1719), Amangkurat IV (1719-1726), Pakubuwana II (1726-1749). VOC tidak menyukai
Amangkurat III karena menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I (Puger) sebagai raja.
Akibatnya Mataram memiliki dua raja dan ini menyebabkan perpecahan internal. Amangkurat III
memberontak dan menjadi "king in exile" hingga tertangkap di Batavia lalu dibuang ke Ceylon. Kekacauan
politik baru dapat diselesaikan pada masa Pakubuwana III setelah pembagian wilayah Mataram menjadi dua
yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta tanggal 13 Februari 1755.
Sumatera

Wilayah nusantara yang mula-mula dimasuki Islam adalah pantai barat pulau Sumatera dan daerah Pasai
yang terletak di Aceh utara yang kemudian di masing-masing kedua daerah tersebut berdiri kerajaan
Islam yang pertama yaitu kerajaan Islam yang pertama yaitu kerajaan Islam Perlak dan Samudera Pasai.

Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam yang pertama di Nusantara dengan rajanya yang pertama
adalah Sultan Malik Al-Saleh.

Samudera Pasai semakin berkembang dalam bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan. Pengembangan
agama Islam pun mendapat perhatian dan dukungan penuh. Para ulama dan mubalignya menyebar ke
seluruh nusantara, ke pedalaman Sumatera, pesisir barat dan utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ternate,
Tidore, dan pulau-pulauan di Kepulauan Maluku. Itulah sebabnya di kemudian hari Samudera Pasai
terkenal dengan sebutan Serambi Makkah.

Munculnya kerajaan baru di Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam, hampir bersamaan dengan
jatuhnya kerajaan Malaka karena pendudukan Portugis.

Munculnya kerajaan baru di Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam, hampir bersamaan dengan
jatuhnya kerajaan Malaka karena pendudukan Portugis.

Kerajaan Aceh ini mempunyai peran penting dalam penyebaran Agama Islam ke seluruh wilayah
Nusantara. Para dai, baik lokal maupun yang berasal dari Timur Tengah terus berusaha menyampaikan
ajaran Islam ke seluruh Nusantara.

Hikmah yang Dapat Diambil dari Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

Manfaat yang dapat ambil dari sejarah perkembangan islam di Indonesia:

Kehadiran pedagang Islam dari luar Indonesia yang telah berdakwah menyiarkan ajaran Islam di bumi
nusantara memberikan nuansa baru bagi perkembangan suatu kepercayaan yang sudah ada di nusantara
ini. Keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkembang dan tatanan kehidupan menjadi baik pula.

Hasil karya para ulama berupa karangan buku sangat berharga untuk dijadikan sumber pengetahuan.

Meneladani kesuksesan mereka dalam berkarya dan membuat masyarakat Islam gemar membaca dan
mempelajari Al Quran.

Memperkaya dalam bentuk (arsitektur) bangunan, seperti masjid sebagai tempat ibadah.
Mengajarkan tentang Islam harus dengan keramahan dan bijaksana serta membiasakan masyarakat
Islam bersikap konsisten.

Memanfaatkan peninggalan sejarah, baik berupa, makam, masjid, dan peninggalan lainnya untuk
dijadikan tempat ziarah (pembelajaran) demi mengingat perjuangan mereka.

Seorang ulama atau ilmuwan dituntut oleh Islam untuk mempraktekkan tingkah laku yang penuh
keteladanan sebagai ulama pendahulu di nusantara ini dalam mempertahankan harga diri serta tanah air
dari penjajahan.

Mengajarkan sikap tetap bersatu, rukun, dan bersama-sama mempertahankan negara Indonesia dari
ancaman luar maupun dalam negeri.

Menyadari bahwa perjalanan sejarah perlu dijadikan sebagai pemikiran dan peneladanan orang-orang
yang beriman terutama keteladanan dan perjuangan para ulama untuk dipraktekkan oleh generasi
mendatang dalam menentukan masa depan umat dan masyarakat.