You are on page 1of 3

ABSTRAK

Pendidikan adalah suatu proses untuk mengembangkan generasi kita yang akan datang dalam
aspek tingkah laku, moral, kecerdasan, dan lain-lain agar bangsa kita menjadi bangsa yang
kuat dan tak mudah goyah seiring dengan perkembangan zaman. Sejarah adalah semua hal
yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita yang akan memberikan efek yang sangat besar
untuk masa depan bangsa. Semua hal yang ada di dunia ini pasti memiliki sejarah, pendidikan
pun juga memiliki sejarah yang sangat luas, baik sejarah pendidikan di dunia, maupun sejarah
pendidikan di Indonesia. Pada artikel ini akan difokuskan pada sejarah dari pendidikan di
Indonesia.

KATA KUNCI : pendidikan, sejarah

PENDAHULUAN

pendidikan memiliki salah satu dari tujuannya yaitu untuk menentukan masa depan dari suatu
bangsa. Bila tujuan dari pendidikan absrak maka kemajuan bangsa tersebut juga akan tidak
jelas. Maka dari itu didalam suatu bangsa diperlukan pendidikan yang kuat dan kokoh yang
nantinya akan memperkuat bangsa itu sendiri. Di indonesia telah terjadi beberapa kali
perubahan dari kurikulum, sebenarnya hal ini sangat positif karena pendidikan yang ada saat ini
harus bisa mengikuti perkembangan zaman, kita tidak bisa menggunkan kurikulum yang lalu
untuk digunakan dimasa yang akan datang. Karena kebiasaan dan perkembangan yang ada
pada zaman dahulu dengan yang ada pada zaman sekarang sangat berbeda, maka diperlukan
adanya perubahan kurikulum.

Tetapi masyarakat indonesia sendiri menganggap bahwa hal tersebut membuat masyarakat
ragu terhadap pemerintahan, karena masyarakat merasa bahwa mereka harus memulai dari nol
tentang kurikulum yang baru, dan mereka cenderubg sulit untuk membiasakan diri agar bisa
menerima kurikulum yang baru. Sehingga hal ini dapat memperhambat dari kemajuan
pendidikan bagi bangsa indonesia. Maka dari itu kita perlu untuk membiasakan diri dengan
kurikulum yang baru agar kita bisa memajukan pendidikan yang ada di bangsa kita ini dan
mewujudkan cita-cita bangsa yakni mencerdaskan kehidupan bangsa yang dimana tercantum
dalam pembukaan uud 1945.

SEJARAH PENDIDIKAN DUNIA

Sejarah pendidikan dunia dimulai sejak 150 SM yang dimulai dari zaman Hellenisme, zaman
pertengahan, zaman humanisme/renaissance, dan zaman reformasi serta zaman reformasi.

Dalam artikel ini akan disinggung mengenai sejarah pendidikan dunia pada zaman:

1. Zaman realisme

2. Zaman Rasionalisme

3. Zaman Naturalisme

4. Zaman Developnmentalisme
5. Zaman Nasionalisme

6. Zaman Liberalisme, Positivisme, serta Individualisme

7. Zaman sosialisme

1. Zaman Realisme

Pendidikan diarahkan dan bersumber dari keadaan dunia, berbeda dari keadaan pendidikan
sebelumnya. Zaman ini menggunakan pikiran yang praktis (Pidarta, 2009: 111-14). Pada zaman
ini pengetahuan diperoleh dari persepsi pengunderaan (Mudyahardjo, 2012:117).

Tokoh pendidikan pada zaman ini yaitu Francis bacon dan Johann Amos Comenius. Dan prinsip
pendidikan zaman ini yaitu:

a. Pendidikan lebih tinggi derajatnya dibanding pengajaran.

b. Pengertian lebih utama dibanding hafalan

c. Pelajaran dimulai dari yang paling mudah menuju yang paling sulit

d. Pengetahuan didapat dari menemukan fakta khusus dan dibentuk menjadi kesimpulan

e. Semua anak harus memperoleh hak untuk belajar (Pidarta,2009: 111-114)

2. Zaman Rasionalisme

Pada zaman ini manusia berkuasa untuk bertindak sendiri untuk dirinya. Tokoh pendidikan
zaman ini adalah John Locke dengan teorinya "leon Tabularasa", yakni medidik seperti menulis
dikertas putih dengan kekuatan akal yang dimiliki manusia untuk membentuk pengetahuannya
sendiri. Teori ini bisa menyebabkan manusia memgarah kepada hal negatif, seperti
intelektualisme, individulaisme, dan meterialisme (Ibid:115)

3. Zaman Naturalisme

Tokoh pendidikan pada zaman ini ialah J.J. Rousseau. Prinsip zaman ini adalah menentang
kehidupan yang tidak wajar sebagai akibat korupsi, foya-foya. Naturalisme menghendaki
keseimbangan antara rasio dengan hati dan alam yang berperan sebagai guru (Ibid: 115-116.
Naturalisme menyatakan bahwa manusia dapat menemukan jalan kebenaran dalam diri sendiri
(Mudyaharjo, 2012: 116)

4. Zaman Developmentalisme

Konsep pada aliran ini adalah membentuk kepribadian yang harmonis dan meningkatkan
derajat manusia. Pengembangan pendidikan menitikberatkan pada pegembangan pendidikan
dasar dan universal (Mudyaharjo,2012:114). Tokoh aliran ini adalah Pestalozzi, Stanley Hall

5. Zaman nasionalisme
Konsep yang digunakan oleh aliran ini adalah menjunjung kedudukan negara. Materi
pembelajarannya meliputi kewarganegaraan, kesusastraan nasional, dan lain-lain. Akibat
negatif dari konsep ini ialah munculnya sikap chauvinisme (Pidarta, 2009:120-121)

6. Zaman Liberalisme, Positivisme, dan Individualisme

Liberalisme berpendirian bahwa pendidikan merupakan hal yang berfungsi untuk memperkokoh
kedudukan penguasa yang dipelopori oleh Adam Smith. Dan siapa yang berpengetahuan ialah
yang berkuasa, yang akhirnya akan membuat orang bersifat individulaisme. Positivisme adalah
kepercayaan terhadap panca indera. Sehingga manusia akan mulai tidak mempercayai adanya
tuhan. Tokok penganut konsep ini ialah August Comte (Ibid:121)

7. Zaman Sosialisme

Menurut konsep ini masyarakat memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan
individu. Maka dari itu pendidikan wajib dilaksanakan untuk keperluan-keperluas sosial. Tokoh
yang menganut konsep ini ialah Paul Nartrop, George Kerchensteiner, John Dewey.

KESIMPULAN

Sejarah pendidikan ada yang sejarah pendidikan di dunia dan ada sejarah pendidikan di
indonesia. Sejarah pendidikan dunia ada 7 zaman, yakni zaman Realisme, zaman rasionalisme,
zaman naturalisme, zaman developmentalisme, zaman nasiolaisme, zaman liberalisme
individualisme positivisme, dan zaman sosialisme. Pendidikan pra-kemerdekaan ada tiga
periode, yakni pendidikan berlandaskan keagamaan, kepentingan penjajah dan perjuangan
kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, telah muncul kurikulum, system persekolahan, dan juga
banyak warga Indonesia yang mengenyam bangku sekolah. Hal ini disebabkan oleh pendidikan
yang ada pada zaman dahulu.

SARAN

Semua masyarakat indonesia harus mengetahui lebih detail tentang pendidikan terutama
sejarah pendidikan di indonesia. Dengan demikian kita semua dapat merasakan perjuangan
yang dulu telah di perjuangkan untuk mengenyam pendidikan dan kita bisa meningkatkan mutu
dari pendidikan tersebut.