You are on page 1of 2

1) Sifat mekanik

Sifat-sifat mekanik batuan yang kesemuanya diuji dalam laboratorium

meliputi kuat tekan, kuat tarik, modulus elastis dan Poisson’s Ratio. Pada proses

penghancuran batuan, kuat tarik sangat berpengaruh dibandingkan kuat geser

maupun kuat tekan yang terjadi dalam massa batuan. Ukuran kemampuan suatu

batuan untuk tetap pada bentuknya atau tidak disebut dengan modulus young.

Semakin rendah nilai modulus young maka energi peledakan yang dibutuhkan juga

akan semakin rendah. Poisson's Ratio menyatakan perbandingan antara regangan

lateral dengan regangan aksial pada suatu pembebanan aksial.

Menurut Bienawski (1973), klasifikasi kekerasan suatu batuan dapat

dideskripsikan berdasarkan nilai kuat tekannya. Klasifikasi tersebut dapat dilihat

dalam Tabel 2.1. berikut :

Tabel 2.2 Klasifikasi kuat Tekan Batuan

Klasifikasi Kuat Tekan (MPa)

Sangat keras 250-700

Keras 100-250

Keras sedang 50-100

Lunak 25-50

Sangat lunak 1-25

(Sumber : Bienaswki, 1973)

Urutan pembongkaran batuan sesuai dengan nilai kuat tekan uniaksial

(Kramadibrata, 2000) dapat dilihat dalam Tabel 2.2. berikut :

Tabel 2.3 Urutan Pembongkaran Batuan Menurut Kuat Tekan Uniaksial

Metode UCS (MPa) Alat

Free digging 1 - 10 Shovel/loader/BWE


Ripping 10 - 25 Ripper

Rock cutting 10 - 50 Rockcutter

Blasting > 25 Pengeboran dan peledakan

(Sumber : Kramadibrata, 2000)

Tabel 2.4 Hubungan Antara Kekerasan Batuan Dan UCS Menurut Klasifikasi
Protodyakonov

Deskripsi Kekerasan Kekerasan Moh’s UCS (MPa)


Sangat Keras 7- 200-
Keras 6–7 120 – 200
Keras Menengah 4,5 – 6 60 – 120
Cukup Lunak 3 – 4,5 30 – 60
Lunak 2–3 10 – 30
Sangat Lunak 1–2 -10
(Sumber : Tamrock Surface Drilling and Blasting, 1989)