You are on page 1of 10

ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN

Mengkaji anatomi (bentuk biologis makhluk hidup) memberikan petunjuk-petunjuk


tentang fisiologi (fungsi biologis makhluk hidup). Hal tersebut dikarenakan bentuk dan fungsi
memiliki korelasi.
Sel membentuk tubuh hewan melalui sifat-sifat emergennya. Sel-sel terorganiasi
menjadi jaringan. Jaringa-jaringan yang berbeda terorganisasi lebih lanjut ke dalam unit
fungsional yang disebut organ. Kelompok-kelompok organ yang bekerja bersama-sama
memberikan tingkat organisasi dan koordinasi tambahan dan menyusun sistem organ.
Struktur dan Fungsi pada Jaringan Hewan
1. Jaringan Epitel
Terdapat sebagai lembaran-lembaran sel, menutupi bagian luar tubuh serta melapisi
organ-organ dan rongga-rongga dalam tubuh. Sel epitel memiliki beberapa bentuk, yaitu :
a. Epitelium kubus
Sel-sel ini berbentuk dadu yang terspesialisasi untuk sekresi, menyusun
epitelium tubulus ginjal dan banyak kelenjar, termasuk kelenjar tiroid dan
kelenjar ludah
b. Epitelium kolumnar sederhana
Sel ini melapisi usus. Berfungsi menyekresi getah pencernaan dan
menyerap dan nutrien.
c. Epitelium kolumnar bersilia dan berlapis semu
Membentuk membran mukus yang melapisi bagian saluran respirasi
banyak vertebrata. Silia yang berdenyut menggerakkan lapisan mukus di
sepanjang permukaan.
d. Epitelium skuamosa berlapis
Epitelium ini umum dijumpai pada permukaan yang mengalami abrasi,
misalnya kulit terluar serta lapisan-lapisan esofagus, anus, dan vagina.
e. Epitelum skuamosa sederhana

Sel ini tipis dan mudah ditembus, berfungsi dalam pertukaran material
melalui difusi. Tipe epitelium ini melapisi pembuluh darah dan kantong udara
paru-paru,tempat difusi nutrien dan gas-gas.
2. Jaringan Ikat
Fungsi yang paling umum dari jaringan ini adalah untuk mengikat dan
mendukung jaringan-jaringan lain di dalam tubuh. Enam tipe utama jaringan ikat pada
vertebrata:
a. Jaringan ikat longgar
Jaringan ini tersebar luas dalam tubuh vertebrata. Serat – serat yang
berkolagen, elastik, dan retikular dalam tipe jaringan ini mengikat epitelium ke
jaringan-jaringan di bawahnya dan menahan organ di posisinya.
b. Kartilago

Kebanyakan embrio vertebrata memiliki rangka berkartilago, namun


sebagian kartilago digantikan oleh tulang keras saat embrio dewasa. Kartilago
dipertahankan pada beberapa lokasi, misalnya cakram yang bekerja sebagai
bantalan di antara vertebra.
c. Jaringan ikat serat
Memiliki struktur rapat berkat jaringan berkolagen. Jaringan ikat
berserat ditemukan pada tendon, yang melekatkan otot ke tulang, dan ligamen,
yang menghubungkan dua tulang pada persendian.
d. Jaringan adiposa
Jaringan ini membantali dan menginsulasi tubuh serta menyimpan
bahan bakar sebagai molekul-molekul lemak.
e. Darah

Memiliki matriks ekstraseluler cair yang disebut plasma. Plasma


mengandung eritrosit, leukosit, dan platelet. Eritrosit berfungsi mengangkut
oksigen, leukosit berfungsi dalam pertahanan, dan platelet membantu dalam
penggumpalan darah.
f. Tulang
Rangka dari kebanyakan vertebrata tersusun atas tulang, jaringan ikat
termineralisasi.
3. Jaringan Otot
Jaringan ini bertanggung jawab terhadap hampir semua tipe gerakan tubuh. Ada
tiga jenis otot pada tubuh vertebrata:
a. Otot Rangka

Melekat pda tulang dan tendon. Bertanggung jawab untuk pergerakan sadar.
Terdiri atas berkas-berkas sel panjang yang disebut serat otot. Otot rangka
disebut juga otot lurik.
b. Otot Jantung
Membentuk dinding ontraktil jantung. Memiliki sifat kontraktil seperti
otot rangka, namun otot jantung melakukan tugas tak sadar; kontraksi jantung.
c. Otot Polos

Dinamakan otot polos karena tidak berlurik, ditemukan pada dinding


saluran pencernaan, kandung kemih, arteri, dan organ organ internal lain. Sel-
selnya berbentuk gelendong. Bertanggung jawab terhadap aktivitas tubuh tak
sadar,seperti pengadukan makanan di lambung atau kontraksi arteri.
4. Jaringan Syaraf
Jaringan ini berfungsi untuk mengindra rangsangan dan mentransmisikan
sinyal-sinyal dalam bentuk impuls-impuls saraf dari satu bagian hewan ke bagian yang
lain. Jaringan syaraf terdiri atas neuron. Neuron terdiri atas dendrit, badan sel, akson,
selubung mielin. Jaringan saraf juga mencakup berbagai bentuk sel glial, yang
membantu menyediakan makanan, menginsulasi, dan menyegarkan kembali neuron.
Sistem Organ: Komponen dan Fungsi Utama pada Mamalia
a. Sistem Pencernaan
Fungsi Utama : Pengolahan makanan (ingesti, digesti, absorpsi, dan eliminasi)
Komponen Utama :
1. Mulut
Mulut tersusun atas jaringan otot, jaringan epitel. Di dalam mulut terjadi proses
digesti mekanik oleh gigi dan digesti kimawi oleh enzim amilase, berfungsi untuk
menghidrolisis pati dan glikogen menjadi polisakarida lebih kecil dan disakarida
maltosa.
2. Faring
Wilayah kerongkongan, membuka ke dua saluran, esofagus dan trakea
3. Esofagus
Tersusun atas jaringan epitel skuamosa berlapis dan otot polos serta otot lurik. Otot
lurik aktif dalam penelanan makanan sedangkan otot polos berfungsi dalam
peristaltis, yaitu siklus kontraksi ritmis menggerakkan bolus ke dalam lambung.
4. Lambung
Tersusun atas jaringan otot polos sehingga menyebabkan gerakan mengaduk-aduk
pada lambung dan jaringan epitel. Pada lambung terdapat HCl untuk membunuh
bakteri dan merangsang enzim pepsin, enzim pepsin untuk mengubah protein
menjadi pepton, dan renin untuk mengubah kaseinogen menjadi kasein
5. Usus

Secara garis besar usus dibagi menjadi dua yaitu usus halus dan usus
besar. Usus halus tersusun atas jaringan epitelium kolumnar sederhana. Pada usus
halus terjadi proses digesti kimawi oleh enzim maltase, berfungsi untuk mengubah
maltosa menjadi glukosa; enzim laktase, berfungsi untuk mengubah laktosa
menjadi galaktosa dan glukosa; enzim enterokinase, berfungsi untuk mengubah
tripsinogen menjadi tripsin; enzim lipase, berfungsi untuk mengubah lemak
menjadi gliserol dan asam lemak; enzim peptidase, berfungsi mengubah
polipeptida menjadi asam amino; dan enzim sukrase, berperan dalam mengubah
sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. Dan usus besar tersusun atas jaringan
epitelium kolumnar sederhana. Pada usus ini terjadi proses absorbsi nutien yang
dibutuhkan oleh tubuh.

6. Hati
Empedu, suatu campuran yang zat-zat yang dibuat di dalam hati, menghasilkan
cairan yang diberi nama cairan empedu yang berfungsi untuk mengemulsikan
lemak
7. Pankreas
Pankreas yang menghasilkan beberapa enzim. Tripsin, memiliki fungsi
untuk mengubah protein menjadi polipeptida. Enzim lipase pankreas, memiliki
fungsi untuk mengemulsikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim
amilase pankreas, memiliki fungsi untuk mengubah amilum menjadi disakarida.
Enzim karbohidrae pankreas, memiliki fungsi untuk mencerna amilum menjadi
maltosa.

8. Anus
Tersusun atas jaringan otot dan jaringan epitelium skuamosa berlapis.
b. Sistem Sirkulasi
Fungsi Utama : Distribusi internal dan material-material
1. Sistem Sirkulasi pada Pisces
Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari jantung beruang dua, yaitu sebuah
bilik (ventrikel) dan sebuah seeambi (atrium).Jantung terletak di bawah faring di
dalam rongga perikardium, yaitu bagian dari rongga tubuh yang terletak di anterior
(muka). Selain itu, terdapat organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa
rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung.
2. Sistem Sirkulasi pada Amphibi
Sistem peredaran darah katak terdiri dari jantung beruang tiga [sebuah bilik
yang berdinding tebal dan letaknya di sebelah posterior, dua buah serambi yakni
serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atrium sinister)], arteri, vena,
sinus, venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa. Darah katak tersusun dari plasma
darah yang terang (cerah) dan berisi sel-sel darah (korpuskula) yakni sel-sel daran
merah, sel-sel darah putih, dan keping sel darah
3. Sistem Sirkulasi pada Reptil

Jantung reptilia terdiri atas tiga ruang yaitu 2 atria dan 1 ventrikulus, kecuali
pada crocodilia dan alligator. Tetapi ventrikulus cordis dari cor yang beruang tiga,
sebenarnya terbagi dua oleh suatu septum yang disebut septum interventricularis
yang membentang dari apex cordis sampai ke pusat cor, sehingga seolah-olah cor
semua reptilia beruang empat. Perlu diketahui bahwa septum interventricularis tadi
belum sempurna sehingga masih ada percampuran darah antara bagian dexter dan
sinister.

Antara kedua antria dipisahkan oleh septum intertrialis yang sudah sempurna,
sehingga tidak akan terjadi percampuran antara darah venosa dan darah
arteriel.Conus arteriosus pada reptilia telah menjadi sebagian dari venticulus. Dari
ventriculus ini akan keluar 3 pembuluh yang besar, yaitu aorta pulmonalis yang
menuju ke pulmo, kemudian arcus aorta dekster dan arcus aorta sinister yang akan
bercabang-cabang ke semua bagian tubuh. Arcus aorta sinister keluar dari ventrikel
dekster sedang arcus aorta dekster keluar dari ventrikel sinister
4. Sistem Sirkulasi pada Aves

Peredaran darah burung tersusun oleh jantung sebagai pusat peredaran darah,
darah, dan pembuluh-pembuluh darah. Darah pada burung tersusun oleh eritrosit
berbentuk oval dan berinti. Jantung burung berbentuk kerucut dan terbungkus
selaput perikardium. Jantung terdiri dari dua serambi yang berdinding tipis serta
dua bilik yang berdinding lebih tebal. Pembuluh-pembuluh darah dibedakan atas
arteri dan vena.
5. Sistem Sirkulasi pada Mamalia

Menurut (Kimball, 1992:509) atrium kanan menerima darah miskin akan oksigen
(darah deoksi) dari badan, dan ventrikel kanan memompa darah dengan kuat ke
paru – paru untuk melepaskan karbon dioksida dan mengambil persediaan oksigen
yang segar. Darah oksigen kemudian kembali ke atrium kiri, dan dipompa keluar
dengan kuat kesemua organ – organ dan jaringan tubuh. Dengan pernyataan
tersebut, maka mamalia termasuk golongan berdarah panas.

Menurut (Radiopoetra, 1996:580) jantung atau cor dibagi oleh dua septum atriorum
dan septum ventriculorum. Antara atrium dan ventriculus terdapat valvula
atrioventricularis yang menghindari mengalirnya darah dari ventriculus ke
atrium. Di dalam pangkal aorta terdapat valvulae semilunares.

Jantung terdapat di dalam suatu kandungan, yang dindingnya dibentuk oleh


perikardum. Pada pangkal aorta dan arteri pulmonalis pada tempat masuknya vena
cava dan vena pumonales, perikardium melipat menjadi epikardium yang melapisi
dataran luar dinding jantung. Jantung terdapat diantara kedua pulmonales.

c. Sistem Respirasi
Fungsi Utama : Pertukaran gas (pengambilan oksigen dan pembuangan
karbondioksida)
1. Sistem Respirasi pada Pisces
Ikan terus menerus memompa air melalui mulut, dengan menggunakan
pergerakan terkoordinasi dari rahang dan operkulum (penutup insang), air akan
melintasi lengkung insang. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air,
sedang bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler kapiler darah. Tiap lembaran
insang terdiri dari sepasang filamen dan tiap filamen mengandung banyak lapisan
tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler,
sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar.
2. Sistem Respirasi pada Amfibi
Katak muda (berudu) menggunakan insang untuk mengambil O2 yang terlarut
dalam air. Setelah berumur lebih kurang 12 hari, insang luar diganti dengan insang
dalam. Setelah dewasa, katak bernapas menggunakan selaput rongga mulut, paru-
paru, dan kulit. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan
karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pernapasan
dengan kulit dilakukan secara difusi. Hal ini karena kulit katak tipis, selalu lembap,
dan mengandung banyak kapiler darah. Katak juga bernapas dengan paru-paru,
tetapi belum sebaik paru-paru Mammalia. Paru-paru katak berupa sepasang kantung
tipis yang elastis sehingga udara pernapasan dapat berdifusi, dan dindingnya banyak
dikelilingi kapiler darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. Paru-paru
dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek.
3. Sistem Respirasi pada Reptil
Reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Paru-paru Reptilia hanya terdiri dari
beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas.
Gas O2 dalam udara masuk melalui lubang hidung → rongga mulut → anak tekak
→ trakea yang panjang → bronkiolus dalam paru-paru. Dari paru-paru, O2 diangkut
darah menuju seluruh jaringan tubuh. Pada Reptilia yang hidup di air, lubang hidung
dapat ditutup ketika menyelam.
4. Sistem Respirasi pada Aves
Aves bernafas dengan menggunakan paru-paru. Jalur pernapasan
(masuknya udara ke dalam tubuh) pada burung berturut-turut sebagai berikut.
a) Dua pasang lubang hidung yang terdapat pada pangkal paruh sebelah atas dan
pada langit-langit rongga mulut.
b) Celah tekak yang terdapat pada dasar hulu kerongkongan atau faring yang
menghubungkan rongga mulut dengan trakea.
c) Trakea atau batang tenggorok yang panjang, berbentuk pipa, dan disokong oleh
cincin tulang rawan.
d) Sepasang paru-paru berwarna merah muda yang terdapat dalam rongga dada.
Bagian ini meliputi bronkus kanan dan bronkus kiri yang merupakan cabang
bagian akhir dari trakea.
Dalam bronkus pada pangkal trakea, terdapat sirink (siring), yang pada
bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar dan
dapat menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus, yang
merupakan bronkus sekunder, dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (bagian
ventral) dan dorsobronkus (bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan
dorsobronkus oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). Parabronkus berupa
tabung kecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler, sehingga memungkinkan
udara berdifusi. Selain paru-paru, burung biasanya memiliki 4 pasang perluasan
paru-paru yang disebut pundi-pundi hawa atau kantung udara (saccus
pneumaticus). Kantung udara berhubungan dengan paru-paru, berselaput tipis,
tetapi tidak terjadi difusi udara pernapasan. Adanya kantung udara mengakibatkan,
pernapasan pada burung menjadi efisien.
5. Sistem Respirasi pada Mamalia
Mammalia bernapas menggunakan paru-paru. Gas O2 masuk ke dalam tubuh
melalui lubang hidung → faring →laring → trakea → bronkus → blonkiolus →
alveoli. Pada trakea terdapat epitellium kolumnar bersilia yang berfungsi untuk
memerangkap debu, dan kontaminan-kontaminan kecil lain. Pertukaran gas terjadi
di alveoli. Alveoli dikelilingi oleh jejaring kapiler sehingga memungkinkan udara
berdifusi.
d. Sistem Kekebalan dan Limfatik
Fungsi Utama : Pertahanan tubuh (memerangi infeksi dan kanker)
1. Sistem Imunitas pada Pisces
Ikan secara umum memiliki sistem pertahanan berupa sel-T, sel-B dan
immunoglobulin. Imunoglobulin merupakan antibodi yang dapat menghancurkan
patogen yang menyerang tubuh sel-T berperan dalam sistem kekebalan seluler dan
biasanya disebut dengan imun perantara sel (cell mediated immunity). Sel-B
berperan dalam produksi imunoglobulin melalui rangsangan antigen tertentu dan
imunoglobulin diproduksi oleh sel tertentu pada limpa dan mungkin juga pada
organ hati.
2. Sistem Imunitas pada Amphibi
Amphibia memiliki sel-T, IgG, IgM dan nodulus limfatikus
3. Sistem Imunitas pada Reptil
reptilia memiliki sel-T, IgG, dan IgM.
4. Sistem Imunitas pada Aves
Aves mempunyai dua organ limfoid primer, yaitu timus dan bursa Fabricius (BF).
Bursa fabricius adalah organ limfoid primer yang berfungsi sebagai tempat
pematangan dan diferensiasi bagi sel dari sistem pembentuk antibodi, sehinga sel
ini disebut sel B.
5. Sistem Imunitas pada Mamalia
Sistem limfatik mamalia tersusun atas pembulih limfe, sumsung tulang, nodus
limfe, nodus limfatik, dan limpa. Pembuluh limfa dibedakan menjadi pembuluh
limfa kanan (duktus limfatikus dekster) dan pembuluh limfa kiri (duktus limfatikus
toraksikus. Peredaran limfa merupakan peredaran yang terbuka. Sumsum Tulang
Merah merupakan jaringan penghasil limfosit. Limfosit-limfosit ini berperan
penting untuk melawan penyakit. Kelenjar Timus, tempat perkembangan limfosit
yang dihasilkan dari sumsum merah untuk menjadi limfosit T. Nodus Limfe untuk
menyaring mikroorganisme yang ada di dalam limfa. Limpa berfungsi membunuh
kuman penyakit; membentuk sel darah putih (leukosit) dan
antibodi; menghancurkan sel darah merah yang sudah tua. Nodulus Limfatikus
merupakan sekumpulan jaringan limfatik yang tersebar di sepanjang jaringan ikat
yang terdapat pada membran mukus yang membatasi dinding saluran pencernaan,
saluran reproduksi, saluran urin, dan saluran respirasi.
e. Sistem Ekskresi
Fungsi Utama : Pembuangan zat buangan metabolik; regulasi kesetimbangan osmotik
darah
1. Sistem Ekskresi pada Pisces
Pada pisces terdapat dua buah ginjal dengan bentuk yang memanjang, sementara itu
pada ikan mas, saluran yang berasal dan ginjal bersatu dengan saluran dan kelenjar
kelamin dan bermuara pada lubang yang sama yakni Lubang urogenitalia di
belakang anus.
Sebagai alat pengeluaran, insang ikan juga berfungsi untuk mengeluarkan karbon
dioksida dan uap air yang berupa zat-zat sisa oksidasi dari dalam tubuh. pada kulit
ikan terdapat kelenjar lendir yang menghasilakan lendir, yang berfungsi untuk
melicinkan kulinya, terutama pada bagian sisik. Tujuan pelicinan kulit adalah untuk
memudahkan ikan bergerak di dalam air dan juga menghidar dari pemangsa
2. Sistem Ekskresi pada Amphibi
Alat ekskresi utama pada katak adalah ginjal. Ginjal katak memiliki saluran
yang bermuara pada kloaka. Ginjal katak terutama berfungsi untuk mengeluarkan
air yang berlebihan dalam tububnya. Kantong kemih yang menampung filtrat dan
ginjal digunakan pula untuk mengatur air. Kulit katak dapat mengeluarkan lendir
berfungsi untuk menjaga agar permukaan kulit tetap lembap atau basah. Permukaan
kulit yang lembap akan meningkatkan pertukaran gas dalam proses pernapasan
katak melalui kulit. Alat ekskresi katak yang lain adalah paru-paru. Paru-paru
katak berbentuk dua buah kantong berdinding tipis yang berfungsi mengeluarkan
karbon dioksida dan uap air.
3. Sistem Ekskresi pada Reptil
Alat-alat pengeluaran reptilia terdiri atas ginjal. paru-paru, dan kulit. Bentuk
ginjal reptilia menyesuaikan bentuk tubuhnya. Misalnya, ginjal pada ular
memanjang, sedangkan ginjal pada kura-kura lebih melebar. Saluran ginjal pada
kura-kura dan buaya sangat pendek. Ular dan buaya tidak mempunyai kantong
kemih, sedangkan kadal mempunyai kantong kemih tipis yang langsung bermuara
di kloaka.
Beberapajenis reptilia, misalnya kura-kura, buaya, dan ular memiliki kelenjar di
permukaan kulit yang mengeluarkan getah berbau untuk mengusir musuhnya.
4. Sistem Ekskresi pada Aves
Pada Ginjal burung terdapat dua buah ginjal yang berwarna coklat, saluran
ginjal dan kelenjar kelamin serta saluran pencernaan bermuara di Kloaka.
Burung tidak memiliki kelenjar keringat, akan tetapi burung memiliki kelenjar
minyak di bagian tungging, kelenjar ini menghasilkan minyak yang berfungsi
melumasi bullu-bulunya agar tetap licin dan mengkilap. Zat sisa metabolisme
burung umumnya berupa limbah nitrogen yang dikeluarkan dan tubuh dalam
bentuk asam urat. Paru-paru burung sama fungsinya dengan paru-paru hewan yang
bertulang belakang lain, saat proses pernapasan, paru-paru berfungsi sebagai alat
untuk mengeluarkan CO2 dan uap air yang merupakan hasil dari oksidasi dalam
tubuh barung.
5. Sistem Ekskresi pada Mamalia
Ekskresi pada mamalia umumnya sama dengan eksresi pada manusia dimana terjadi
pembentukan urin pada ginjal serta membuang karbondioksida dari paru-paru,
produk limbah ini dibuang melalui napas dan buang air kecil. Apabila ekskresi pada
suatu organisme tidak bekerja dengan baik, maka limbah sisa metabolisme yang
umumnya bersifat racun ini akan menumpuk dalam tubuh organisme tersebut dan
akhirnya akan menyebabkan gangguan.
f. Sistem Reproduksi
Fungsi Utama : Melakukan proses reproduksi
1. Sistem Reproduksi Pisces
Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang, namun mengeluarkan
ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma.
Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan dikeluarkan melalui
kloaka. Saat akan bertelur, ikan betina mencari tempat yang rimbun olehtumbuhan
air atau diantara bebatuan di dalam air.
Bersamaan dengan itu, ikan jantan juga mengeluarkan sperma dar testis yang
disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma)
dan keluar melalui kloaka, sehingga terjadifertilisasi di dalam air (fertilisasi
eksternal).
2. Sistem Reproduksi Amphibi
Pada Amphibi, Sistem genitalia jantannya terdiri dari testis dan saluran reproduksi.
Testis berjumlah sepasang, berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh
mesorsium. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum, terletak di bagian posterior
rongga abdomen. Pada saluran reproduksi terdiri dari tubulus ginjal yang akan
menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus
mesonefrus. Di dekat kloaka, duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan
membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Vesikula
seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Vasa aferen merupakan
saluran-saluran halus yang meninggalkan testis, berjalan ke medial menuju ke
bagian kranial ginjal. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal, ia berjalan di
sebelah lateral ginjal. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai.
Sistem genitalia betina, ovarium berjumlah sepasang, pada sebelah kranialnya
dijumpai jaringan lemak bermwarna kuning (korpus adiposum). Baik ovarium
maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis, masing-masing gonalis, dan
pars progonalis. Ovarium digantungkan oleh mesovarium. Pada saluran reproduksi,
oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk dimulai dengan bangunan
yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum
abdominal. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus
mesonefrus. Dan akhirnya bermuara di kloaka.
3. Sistem Reproduksi Reptil
Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di
sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam
testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan
testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan
berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh
satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada
saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang
dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.
4. Sistem Reproduksi Aves
Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Pada burung betina hanya ada satu
ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil
yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang
dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara
pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan
ureter dan bermuara di kloaka.
5. Sistem Reproduksi Mamalia
Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar, sehingga pembuahannya
bersifat internal. Sebelum terjadi pembuahan internal, mamalia jantan mengawini
mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang
alat kelamin betina (vagina).
Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju
uterus. Setelah uterus, terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina.

Testis berisi sperma, berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Sperma
yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter.
Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Kelenjar
prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma.
g. Sistem Saraf
Fungsi Utama : Koordinasi aktivitas tubuh; deteksi rangsangan dan formulasi respons
terhadap rangsangan.
1. Sistem Saraf pada Pisces
Sistem saraf ikan terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf
pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak ikan terdiri atas otak
depan, otak tengah, otak kecil, dan sumsum lanjutan. Sistem saraf tepi térdiri atas
serabut saraf otak dan serabut saraf dari sumsum tulang belakang. Otak depan
berhubungan dengan saraf pencium dan hidung, sedangkan otak tengah
berhubungan dengan saraf penglihat.

Kedua bagian tersebut kurang berkembang dengan baik sehingga indra pencium
dan penglihat ikan
kurang berkembang dengan baik. Bagian otak ikan yang berkembang paling baik
adalah otak kecil. Otak kecil berfungsi sebagai pusat keseimbangan dan pusat
pengaturan gerak otot-otot ketika berenang. Keberadaan pusat keseimbangan dan
pengaturan gerak ini memungkinkan ikan dapat bergerak cepàt dalam air tanpa
terganggu keseimbangannya.
2. Sistem Saraf pada Amphibi
Sistem saraf katak tersusun atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Hewan tersebut memiliki otak depan, otak tengah, otak belakang, dan sumsum
lanjutan yang membentuk suatu sistem saraf pusat, sedangkan serabut-serabut saraf
yang berasal dan sela-sela ruas tulang belakang membentuk suatu sistem saraf tepi.
Otak besar berkembang memanjang sehingga berbentuk oval.
Ujung depan otak besar berhubungan dengan indra pencium. Otak tengah
berkembang cukup baik dan berhubungan dengan indra penglihat (lobus optikus).
Otak kecil berbentuk lengkung mendatar menuju ke arah sumsum lanjutan dan
kurang berkembang dengan baik.
3. Sistem Saraf pada Reptil
Sistem saraf reptilia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Di bagian
otak besar, lobus olfaktorius yang merüpakan pusat pencium berkembang dengan
baik Sehingga indra penciumannya lebih tajam. Perkembangan otak tengah reptilia
terdesak oleh otak besar. Otak tengah menjadi kurang berkembang dengan baik
sehingga menyebabkan indra penglihat reptilia kurang tajam.
4. Sistem Saraf pada Aves
Sistem saraf burung terdiri atas sistem saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat
terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf tepi terdiri atas serabut-
serabut saraf yang berasal dan otak dan serabut-serabut saraf yang berasal dari sela-
sela ruas tulang belakang; Otak burung terdiri atas otak depan, otak tengah, otak
belakang, dan sumsum lanjutan.
Otak besar sebagai bagian utama dan otak depan terbagi menjadi belahan kanan dan
belahan kiri.Permukaannya tidak berlipat-lipat sehingga tidak menampung lebih
banyak sel-sel saraf seperti pada otak besar manusia.
Otak tengah burung sebagai pusat saraf penglihat berkembang baik dengan
membentuk gelembung sehingga indra penglihat burung berkembang dengan baik.
Di permukaan otak kecil terdapat lipatan-lipatan yang mampu menampung sel-sel
saraf lebih banyak. Sel saràf yang makin banyak pada otak kecil menunjukkan pusat
keseimbangan burung ketika terbang berkembang dengan baik.
5. Sistem Saraf pada Mamalia
Bagian-bagian otak hewan mamaliä terdiri atas otak depan, otak tengah, dan otak
belakang yang berkembang dengan baik. Selain itu, mamalia juga memiliki sumsum
lanjutan dan sumsum tulang belakang (sumsum spinal).Beberapa jenis mamalia
memiliki kemampuan lebih karena pusat-pusat saraf di otak hewan tersebut
mengalami perkembangan yang lebih menonjol. Kemampuan seperti itu bermanfaat
bagi hewan dalam mencari mangsa.