You are on page 1of 11

Dalam Hadits Qudsi Alloh SWT Berfirman

===================================
Alloh Azza wa Jalla berfirman dalam Hadits Qudsi:
-----------------------------------------------------
“Wahai anak adam, barang siapa yang Qona’ah, maka hatinya akan kaya. Barang siapa yang meninggalkan
hasud, maka hatinya akan lapang. Barang siapa meninggalkan Ghaibah, maka akan terlihatlah kasih
sayangnya, dan terlihatlah kebagusannya. Barang siapa menyepi dari manusia maka akan selamat dari
mereka. Barang siapa yang sedikit bicaranya maka sempurnalah akalnya. Barang siapa ridho dengan
sesuatu yang sedikit dari rizki, maka mantaplah ia dengan jaminan Allah. Wahai anak adam mengapa
engkau tidak mengamalkan apa ilmumu ? Bagaimana engkau menginginkan sesuatu sedang engkau tidak
berbuat ? Engkau menghabiskan umurmu untuk mencari dunia, maka dengan apa engkau mencari surga?
Beramalah seakan engkau akan mati esok pagi, dan janganlah menumpuk harta seakan engkau akan kekal
di dunia. Sesungguhnya Allah berfirman kepada dunia, “perbudaklah orang yang serakah kepadamu, dan
layanilah orang yang melayaniKu”.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman”Barang siapa di pagi hari gantinya serakah kepada dunia, maka ia
tidak akan mendapat apa – apa kecuali bertambah jauh dari Allah. Dan terhadap dunia akan bertambah
payah. dan terhadap akhirat akan bertambah berat. Wahai anak adam jika engkau tidak berqona’ah
terhadap rizkimu, maka Allah akan menempatkan dalam hatimu angan-angan yang tidak akan putus
selamanya, dan Allah akan memberi kerepotan yang tidak ada kelonggaran selamanya, . Wahai anak Adam
setiap hari mata hari terbit dari tempatnya dan mengurangi umurmu, dan engkau tidak menyadari. Dan
disempurnakan setiap hari akan rizkimu akan tetapi engkau tidak memuji Allah, dan bagaimana engkau
tidak Qona’ah dengan sesuatu yang sedikit, dan dengan yang banyak engkau tidak pernah kenyang. Wahai
anak adam, tidak ada seharipun kecuali akan datang kepadamu Rizki dariku, dan tidak ada suatu
malampun kecuali datang kepadaKu Malaikat yang mulia dengan membawa amalmu yang buruk. Engkau
memakan rizki dariku dan engkau berma’siyat kepadaKu. Dan engkau berdo’a kepadaKudan aku kabulkan
do’amu. KebaikanKu selalu turun kepadamu, dan keburukanmu selalu naik kepadaKu. Maka sebaik-baik
Tuan adalah AKU (ALLAH) dan seburuk buruk hamba adalah engkau. Aku malu kepada engkau dan
engkau tidak malu kepadaKu. Engkau melupakanKu dan malah ingat selainKu. Engkau takut kepada
manusia, dan engkau merasa aman dari siksaKu.

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman “Wahai anak Adam, ta’atlah kepadaKu menurut kadar kebutuhanmu
kepadaKu karena sesungguhnya kesabaranmu akan siksa api neraka sangatlah sedikit. Dan bekerjalah
mencari harta dunia sebanyak untuk persiapanmu tinggal di alam kubur . Dan janganlah engkau melihat
akan ajalmu yang di akhirkan dan rizkimu yang didatangkan kepadamu dan dosa-dosamu yang ditutupi,
karena sesungguhnya segala sesuatu akan binasa kecuali Aku. KepunyaanKulah segala hukum dan
kepadaKulah semuanya akan kembali. Wahai anak Adam, wahai Miskiin, jika saja engkau takut akan api
neraka sebagaimana takutmu akan kepada kemiskinan niscaya aku selamatkan engkau dari api neraka dan
akan Aku kayakan engkau dari arah yang tidak engkau duga-duga. Jika saja engkau suka terhadap surga
sebagaimana kecintaanmu terhadap dunia, niscaya aku bahagiakan engkau di dua alam daaroini yaitu
dunia dan akhirat. Jika saja engkau ingat kepadaku sebagai mana ingatmu terhadap satu sama yang lain
diantara kamu sekalian, niscaya malaikat akan memberikan selamat (mendo’akan) kemu setiap pagi dan
petang. Jika saja engkau berbuat baik kepada hambaku yang saleh sebagaimana kamu berbuat baik
terhadap anak-anak dunia yaitu orang-orang yang kaya, diantara kamu sekalian niscaya aku muliakan
engkau sebagaimana Aku memuliakan orang-orang miskiin. Akan tetapi kamu membunuh hati kamu
sekalian disebabkan karena kecintaanmu terhadap dunia padahal dunia itu dekat sekali hilangnya.
Allah SWT Berfirman ” Wahai Anak Adam Janganlah engkau menginginkan Taubat akan tetapi selalu
menunda waktu untuk bertaubat. Dan janganlah engkau menginginkan Akhirat akan tetapi engkau
meninggalkan amal kebajikan. Engkau mengucapkan kata-kata ahli Ibadah akan tetapi engkau
mengamalkan amalan orang munafik. Jika engkau diberi engkau tidak Qona’ah. Jika di uji engkau tidak
mau bersabar. Dan engkau selalu mengajak kepada kebaikan akan tetapi engkau sendiri tidak
mengamalkannya. Dan engkau mencegah orang dari bernbuat munkar akan tetapi engkau sendiri
melakukannya. Engkau mencintai orang-orang Sholeh akan tetapi engkau sendiri bukan bagian dari
mereka. Engkau membenci orang Munafik akan tetapi engkau merupakan bagiandari mereka. Engkau
mengucapkan apa yang tidak engkau amalkan dan engkau melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan.
Setiap datang hari yang baru maka Bumi akan berkata kepadamu Wahai Anak Adam, engkau berjalan di
punggungku akan tetapi akhir perjalananmu di dalam perutku. dan Kuburan memangilmu ‘ Wahai Anak
Adam Aku adalah Tempat banyak pertanyaan, tempat untuk berkesendirian, maka bangunlah aku jangan
engkau rubuhkan aku.

Allah Azza Wajalla berfirman. “Wahai anak Adam bukanlah Aku menciptakan kamu untuk
memperbanyak ciptaanku semata. dan bukanlah untuk membantuku (dengan kamu) dari
kesendirianKu dalam mengurusi segala urusan, atau agar aku mendapatkan manfaat darimu, atau untuk
menolak bahaya yang datang kepadaKu Akan tetapi Aku menciptakan kamu agar kamu beribadah /
menyembahku sepanjang waktu dan banyak bersyukur kepadaKu, dan agar engkau bertasbih
kepadaku sepanjang pagi dan sore. Seandainya semua manusia dan Jin diantara kamu sekalian mulai dari
awal sampai akhir, baik yang hidup maupun yang mati, yang kecil maupun yang besar, yang merdeka
ataupun yang budak semua berkumpul untuk Ta’at kepadaKu , maka yang demikian itu tidak akan
menambah kerajaanKu walau seberat biji. Seandainya semua manusia dan Jin diantara kamu sekalian
mulai dari awal sampai akhir, baik yang hidup maupun yang mati, yang kecil maupun yang besar, yang
merdeka ataupun yang budak semua berkumpul untuk berma’siyat kepadaKu , maka yang demikian itu
tidak akan mengurangi kerajaanKu walau seberat biji. Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka
kesungguhannya itu untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah Maha kaya dari pada seluruh alam. Dan
mereka semua membutuhkanNya, sedang Allah Maha kaya lagi terpuji. Wahai anak Adam, sebagaimana
orang yang berhutang harus membayar, demikian pula sebagaimana orang yang menanam pasti akan
menuai.

Wahai anak Adam sesungguhnya aku tidak lupa terhadap apa yang engkau perbuat, sesungguhnya engkau
tidak akan mendapat apa-apa yang ada di sisiku kecuali dengan bersabar terhadap apa yang engkau benci
dalam mencari keridhoanKu. Maka bersabar dalam menjalankan ta’at kepadaKu. itu lebih mudah bagimu
daripada sabar dalam menjauhi ma’siyat kepadaKu tinggalkanlah perbuatan zalim di dunia karena yang
demikian itu lebih ringan dari pada menanggung azab di akhirat nanti. Wahai anak Adam semuanya dari
kamu adalah tersesat kecuali orang yang aku beri petunjuk.dan setiap kamu adalah sakit kecuali yang aku
beri kesehatan kepadanya. dan setiap kamu adalah faqir kecuali orang yang aku beri kekayaan
kepadanya. Dan semua dari kamu adalah mengalami kerusakan kecuali orang-orang yang aku selamatkan
dan setiap kamu adalah orang yang berma’siat kecuali yang aku jaga dari mereka maka bertaubatlah
kepada Allah engkau akan dirahmatiNya.

Allah Azza Wajalla berfirman “Wahai anak Adam janganlah engkau mela’nati makhluk, maka la’nat itu
nanti akan kembali kepadamu. Wahai anak Adam, langit bisa berdiri tenang hanya dengan satu Asma dari
beberapa asmaKu, apakah hatimu tidak bisa tenang/istiqomah dengan nasihat dari semua kitab-kitabku ?
Wahai anak Adam ketahuilah sebagaimana air tidak meresap ke dalam batu, demikianlah tidak akan ada
gunanya nasihat kepada hati yang keras. Wahai anak Adam, engkau minum air putih yang tawar lagi segar
akan tetapi engkau tidak bertahmid/memujiKU , dan engkau makan makanan dengan lezatnya akan tetapi
engkau tidak bersyukur. Dan keluar darimu apa-apa yang menyakitkanmu (kotoran/sisa makanan dan
minuman) dengan mudahnya akan tetapi engkau lupa kepadaku. Engkau mendapatkan manfaat dari yang
demikian itu akan tetapi kamu hanya bersendau gurau saja. Dan engkau tidak menjauhi yang haram dan
perbuatan dosa. dan engkau tidak pula takut kepada api neraka. dan engkau tidak takut dengan kemarahan
Arrohman Allah yang Maha Penyayang. Wahai Anak Adam sudah berapa kali engkau bersaksi bahwa
engkau adalah hamba Allah maka kemudian engkau bermaksiat kepadaku. Bagaimana engkau yakin
bahwa maut adalah benar sedangkan kamu membenci maut itu. Dan engkau mengucap dengan lisanmu
apa-apa yang tidak ada di dalam hatimu.

Allah Azza Wajalla berfirman. “Wahai manusia, sesungguhnya dunia adalah rumah bagi orang-orang yang
tidak mempunyai rumah. dan dengan dunia orang orang yang tidak berakal bersenang-senang. Dan
terhadap dunia menjadi rakuslah orang-orang yang tidak punya keyakinan. Dan akan
mencari Syahwat /kesenangan-nyalah orang-orang yang tidak mempunyai pandangan hati yang yang
jernih(ma’rifat) . Maka barang siapa yang mencintai keni’matan yang segera akan hilang /ni’mat duniawi ,
dan kehidupan yang terputus, dan syahwat / kesenangan yang akan hilang, maka sesungguhnya orang itu
telah menganiaya diri mereka sendiri dan telah berma’siat kepada Tuhannya dan lupa akan akhiratnya dan
dunia telah menipu dirinya. Wahai anak Adam, berapa banyak orang yang telah diberi istidraj (diulur
kesenangannya oleh Allah) dengan kebaikan Allah kepadanya. Dan berapa banyak perkataan yang bagus
padahal mereka menganiaya diri mereka sendiri. Berapa banyak orang yang melakukan dosa sedangkan
aku menutupinya (tidak menyiarkannya kepada orang lain sehingga tiada yang tahu) . Dan banyak sekali
orang yang tertipu dengan badan yang selalu sehat sedang ia selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang
yang berbuat dosa akan kami beri mereka balasan sesuai dengan amal perbuatannya. Wahai anak Adam,
menanamlah dengan amal kebaikan kepadaKu nanti akau akan menanamkan pahala untukmu dan
beramalah untukKu nanti aku akan menyayangimu. Sesungguhnya yang ada di sisiku adalah sesuatu
keni’matan yang belum pernah terlihat oleh mata dan belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum
pernah terlintas di hati sekalian manusia. Dan apa-apa yang ada di sisiku tidak akan pernah sirna, dan
gudang/perbendaharaanKu tidak akan pernah berkurang. Dan akulah Dzat yang maha memberi lagi Maha
pemurah.

Allah Azza Wajalla berfirman “Wahai anak Adam Berapa banyak lampu/pelita yang mati karena tertiup
angin. Berapa banyak dari orang-orang yang ahli ibadah yang rusak ibadahnya karena ujub. Berapa banyak
orang kaya yang menjadi rusak karena kekayaannya. Berapa banyak orang fakir yang menjadi rusak
karena kefakirannya. Berapa banyak orang yang sehat menjadi rusak karena kesehatannya. berapa banyak
orang yang ‘alim menjadi rusak karena ilmunya. Maka demi ZatKu dan keAgunganKu kalau bukan karena
orang-orang tua yang pikun, dan orang pemuda yang khusyu’ , dan anak-anak yang sedang menyusu, dan
binatang yang memelihara anaknya niscaya aku jadikan langit di atasmu menjadi besi, dan tidak aku
turunkan untukmu air hujan , dan tidak Aku tumbuhkan untukmu dari dalam bumi biji-bijian, dan aku
timpakan kepadamu bala’ siksaan dari kami sekeras-kerasnya.”

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman. “Wahai anak Adam, janganlah kamu seperti lampu yang membakar
dirimu sendiri untuk memberikan penerangan kepada manusia sekelilingmu. Dan keluarkanlah rasa
kecintaan terhadap dunia (Hubbud’dunya) dari jiwamu dan dari hatimu. Sesungguhnya Aku tidak
mengumpulkan diantara Cinta kepadaKu dan cinta terhadap dunia ke dalam hati yang satu selamanya. Dan
bersahajalah dalam mencari rizki karena rizki sudah ditentukan pembagiannya. Dan keserakahan adalah
terlarang, dan keni’matan dunia tidak abadi, dan ajal sudah ditentukan, dan kebenaran
sudah ma’lum (banyak diketahui), dan sebaik-baik hikmah adalah takut kepada Allah SWT,dan sebaik-
baik kekayaan adalah qona’ah dan sebaik-baik bekal adalah taqawa dan sebaik-baik pemberianKu
kepadamu adalah kesehatan dan keselamatan.dan seburuk-buruk ucapanmu adalah kebohongan, dan
seburuk-buruk perbuatanmu adalah mengadu domba , dan sesungguhnya Tuhanmu tidak menganiaya
terhadap hambanya.

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman”Wahai anak Adam, kerjakan apa yang Aku perintahkan dan
tinggalkan apa yang aku larang, maka akan Aku jadikan engkau selalu hidup dan tidak akan pernah mati.
Wahai anak Adam apabila ucapanmu sangat indah, dan perbuatanmu sangatlah buruk maka sesungguhnya
engkau adalah pemimpinnya orang munafik. Dan apabila lahiriahmu baik, dan bathinmu buruk maka
sesungguhnya engkau adalah yang paling binasa diantara yang binasa. mereka menipu Allah dan orang-
orang yang beriman sesungguhnya mereka tidak menipu siapapun kecuali kepada diri mereka sendiri akan
tetapi mereka tidak menyadarinya.Wahai anak Adam, tidak akan masuk surgaku kecuali orang yang
merendahkan diri (tawadhu’) akan kebesaranKu, dan menghabiskan siangnya untuk berfikir kepadaku, dan
menahan nafsunya dari syahwatnya karena Aku, Wahai anak Adam, datangilah saudara yang asing darimu,
dan sambunglah silaturahmi dari mereka yang dekat darimu, dan lapangkanlah orang yang fakir, dan belas
kasihanlah terhadap mereka yang terkena musibah, dan mulyakanlah anak yatim, dan jadilah kamu seperti
orang tua yang sayang kepada anak-anaknya. dan terhadap janda, berlakulah seperti suami yang bijaksana.
maka barang siapa yang memiliki sifat yang demikian kemudian mereka berdo’a kepadaKu maka aku
sambut do’a mereka, atau bila mereka memintaKu maka akan aku kabulkan.

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman “Wahai anak Adam, mengadulah kamu sekalian kepadaKu, karena
tidak ada yang sepertiKu yang mampu mengabulkan segala pengaduan. Dan sampai kapan engkau akan
kufur terhadap ni’matku dan sesungguhnya Aku tidak menganiaya terhadap seorang hamba. dan sampai
kapan engkau menyepelekan isi kitabKu sedangkan Aku tidak membebani kamu dengan apa yang kamu
tidak kuat menanggungnya.dan sampai kapan engkau membantahKu sedangkan bagimu tidak ada Tuhan
selain Aku. Adakah bagimu tabib (dokter) selainKu ? dan apakah mereka dapat menyembuhkanmu tanpa
obat dariKu ? Dan sampai kapan engkau mengadukan Aku kepada orang lain dan engkau membenci
kepastian (Qodho’) Ku terhadapmu, padahal yang Aku tentukan bagimu adalah yang terbaik bagimu.
Engkau mengatakan aku telah melakukan ini dan ini pada saat ini dan ini, sedangkan engkau
melupakanKu. Dan Aku mengutus awan dengan membawa air hujan yang banyak namun engkaupun
hanya mengatakan hujan ini telah memberi minuman kepada kami, demikian pula komentarmu terhadap
bintang bintang seperti itu. Dan Akulah sesungguhnya yang menciptakan hujan dan bintang-bintang. Aku
menurunkan air hujan dengan rahmatKu, sesuai ukuran, sesuai takaran, sesuai jumlahnya, sesuai
timbangannya dan sesuai pembagiannya. Wahai anak Adam apabila engkau telah mendapatkan kekuatan
rizki untuk waktu tiga hari, dan engkau tidak bersyukur kepadaKu, maka sesungguhnya engkau telah
menyepelekan ni’matKu. Barang siapa yang tidak mau memberikan zakat dari hartanya, maka
sesungguhnya ia meremehkan kitabKu. Dan apabila telah datang waktu shalat dan tidak meluangkan
waktu untuk sholat, maka sesungguhnya ia telah melupakanKu.

Allah Azza wa Jalla berfirman “Wahai anak Adam, bersabarlah dan tawadhu’lah kamu, maka akan aku
angkat derajatmu. Dan bersyukulah kepadaKu maka akan aku tambah ni’matKu. Dan mintalah maaf
kepadaKu maka aku beri ampun kepadamu. dan sambunglah silaturahmi maka akan aku tambah umurmu
dan carilah keselamatan dariKu dengan banyak berdiam diri (tidak banyak bicara). Ketahuilah bahwa
keselamatan itu dalam kesendirian. dan keikhlasan itu adanya didalam wara’. Dan Zuhud itu didalam
taubat . dan ibadah itu di Ilmu, dan kaya itu adanya di Qona’ah. Wahai anak Adam bagaimana engkau
menginginkan Tajally (penampakan kebesaran Allah di dalam hati) sedangkan engkau banyak tidur. Dan
bagaimana engkau menginginkan kehidupan yang wira’i sedangkan engkau cinta dunia. Bagaimana
engkau menginginkan keridho’an Allah sedangkan dirimu banyak dosa. Bagaimana engkau menginginkan
pujian dari orang padahal engkau bakhil. Bagaimana engkau menginginkah hati yang penuh hikmah
sedangkan engkau senang di sanjung dan dipuji. Bagaimana engkau menginginkan kebahagiaan sedangkan
engkau sedikit ilmu.

Allah Azza Wajalla berfirman “Tidak ada sifat wara’ seperti menahan sakit karena cobaan. dan tidak ada
pahala (yang lebih banyak) dari pada adab/akhlakul karimah. Dan tidak ada syafi’ yang (memberi syafaat)
seperti taubat. Dan tidak ada ibadah yang sepadan dari pada ilmu. Dan tidak ada sholat yang pahalanya
seperti khusyu’. dan tidak ada kebahagiaan seperti taufik. dan tidak ada perhiasan yang lebih indah
daripada akal. Wahai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepadaKu maka akan Aku penuhi
hatimu dengan kekayaan, dan Aku penuhi rumahmu dengan rizki, dan akan Aku penuhi jasadmu dengan
keri’matan (roohah). Dan jangan lupa hatimu dari dzikir kepadaKu karena jika lupa dzikir kepadaKu maka
akan Aku penuhi hatimu dengan kefakiran, dan badanmu akan Aku penuhi dengan kepayahan (ta’ab) , dan
dadamu akan Aku penuhi dengan kesedihan dan kesusahan. dan jasadmu akan Aku penuhi dengan
kesakitan. Wahai anak Adam, dengan pertolonganKu sehingga engkau kuat untuk ta’at kepadaKu. dan
denganpetunjukKu engkau dapat melaksanakan kewajibanmu terhadapKu. dan dengan rizki engkau
mampu melaksanakan ma’siyat kepadaKu. Dan dengan kemurahanKu engkau dapat hidup. dan di dalam
ni’matKu engkau berbolak-balik. dan dengan pertolonganKu engkau dapat berhias diri. dan engkau
melupakanKu dan selalu ingat kepada selainKu dan engkau tidak menepati syukur kepadaKu.

Allah Tabaroka wata’ala berfirman “Wahai anak Adam, kematian akan membuka tabir semua rahasiamu.
dan Kiyamah akan menceritakan kisah hidupmu. dan Kitab akan memperlihatkan rahasiamu. maka apabila
engkau melakukan dosa kecil, maka janganlah engkau lihat kecilnya dosa itu akan tetapi lihatlah kepada
siapa engkau berma’siyat. apabila engkau diberi rizki maka jangan engkau lihat sedikitnya rizki itu akan
tetapi lihatlah kepada siapa yang telah memberimu rizki dan kepada siapa yang telah memberi keutamaan
kepadamu dari pada orang yang lebih rendah daripadamu. dan janganlah engkau kumpulkan perbuatan
dosa karena engkau tidak mengetahui pada dosa yang mana Aku menjadi marah kepadamu, dan Aku cegah
rizkimu dariku, dan Aku tutup pintu langit dari do’amu, Maka janganlah engkau merasa aman dari
tipudayaKu, karena tipudayaku lebih halus / lembut dari pada semut yang berjalan di kegelapan. Wahai
anak Adam, pernahkah ketika engkau berma’siyat kepadaKu lalu engkau ingat akan kemarahanKu?
kemudian engkau mencegah diri (dan tidak jadi melakukannya) ? Kemudian apakah telah sampai
kepadamu (perintah melaksanakan kewajiban) lalu engkau melaksanakannya sebagaimana Aku
perintahkan ? Dan apakah engkau telah memberi kelapangan kepada orang miskin dari hartamu ? dan
apakah engkau telah berbuat baik kepada orang yang telah berbuat jahat kepadamu ? dan apakah engkau
telah memberi ma’af kepada orang yang telah berbuat aniaya kepadamu dan engkau telah menyambung
tali persaudaraan kepada orang yang telah memutuskanmu ? dan sudahkah engkau memberikan ampunan
kepada orang yang telah berkhianat kepadamu ? adakah engkau telah mendidik adab / sopan santun
kepada anak-anakmu ? dan apakah engkau telah mendapatkan ridho dari tetanggamu ? dan pernahkah
engkau menanyakan sesuatu kepada Ulama’ tentang urusan agamamu ? Maka sesungguhnya Aku tidak
memandang rupa wajahmu, dan keindahan tubuhmu, akan tetapi (yang Aku pandang adalah) apa yang ada
di dalam hatimu maka carilah keridhoanKu pada hal yang demikian itu.
Allah Tabaroka Wata’ala berfirman “Wahai anak Adam, lihatlah dirimu dan semua makhlukKu, jika
engkau dapati Seseorang lebih mulia bagi kamu daripada dirimu, maka sandarkanlah kemuliaanmu
kepadaNya. Apabila tidak demikian maka muliakanlah dirimu dengan bertaubat dan beramal salih . Dan
jika engkau anggap dirimu lebih mulia dari yang lain, maka janganlah engkau biarkan ia dalam
kema’siyatan dan engkau peruntukkan ia bagi api neraka.Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah akan
ni’mat Allah yang telah diberikan kepadamu dan ingatlah akan janji Allah kepadamu ketika engkau
mengucapkan sami’na wa atho’na dan takutlah akan datangnya hari kiyamat dan hari penyesalan dan satu
hari yang yang nilainya sama dengan lima puluh tahun dan hari yang engkau ingin sekali berbicara akan
tetapi tiada mendapat ijin (dari Allah) dan takutlah akan hari dimana seseorang tidak memiliki sesuatupun
dan janganlah engkau seperti orang yang berkata sami’na wahum laa yasma’uun kami mendengar padahal
mereka tidak mendengar.

Allah Azza Wajalla berfirman Wahai orang-orang beriman, ingatlah (dzikirlah) kamu kepada Allah dengan
dzikir yang banyak, dan sucikanlah Dia pada waktu pagi dan petang. Wahai Musa bin Imron, yang
empunya gunung libanon, dengarkanlah perkataanKu, karena sesungguhnya Aku adalah Raja yang Maha
Kuasa, tidak ada diantara Aku dan engkau seorang penterjemahpun. Berilah kabar gembira kepada orang
yang memakan riba dan yang durhaka kepada orang tuanya, bahwa mereka akan mendapatkan kemarahan
dari Dzat Yang Maha Pengasih. Wahai anak Adam jika engkau dapati hatimu menjadi keras, dan
badanmu menjadi sakit, serta rizkimu menjadi tersendat, dan hartamu menjadi berkurang, maka ketahuilah
sesungguhnya engkau telah sekali mengucapkan sesuatu yang tidak seharusnya engkau katakan. Wahai
anak Adam, hatimu tidak akan bisa tenang sehingga engkau mempunyai rasa malu kepadaKu, sungguh
Syaithon telah ridho kepadamu, dan Arrohman telah murka kepadamu. Wahai anak Adam apabila engkau
telah melihat kepada aib manausia, dan engkau sendiri telah melupakan aibmu, maka sungguh syaithon
telah ridho kepada engkau dan sungguh telah murka kepadamu Allah yang Maha Pengasih.Wahai anak
Adam, lisanmu adalah laksana dua ekor serigala yang engkau berbicara dengannya, maka ia akan
memakanmu dan menghancurkanmu.
Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman Wahai Anak Adam, Syaithon adalah musuh yang nyata bagimu,
maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Dan ketahuilah akan suatu hari dimana engkau semua akan
dikumpulkan oleh Allah secara berkelompok. dan engkau berkumpul di hadapanNya secara ber- shaf-shaf.
dan engkau membaca catatan amalmu huruf demi huruf. dan engkau akan ditanya tentang apa yang engkau
lakukan secara tersembunyi dan terbuka. Pada hari itu (hari kiyamah) orang-orang bertaqwa akan digiring
masuk ke surga. demikian pula orang durhaka akan digiring ke neraka jahanam maka cukup bagimu pada
hari itu akan kebenaran janji Allah dan ancamanNya. Sesungguhnya inilah Aku Allah tidak ada
sesuatupun yang menyerupaiKu dan tidak ada seorangpun yang kekuasaanya seperti kekuasaanKu. Barang
siapa yang memejamkan matanya dari yang Aku larang maka akan Aku beri keamanan dia dari Api
nerakaKu. Maka sesungguhnya Akulah Robb maka kenalilah Aku. dan Akulah pemberi nikmat maka
bersyukurlah kepadaKu. dan Akulah yang menjaga, maka mintalah penjagaan dariKu. dan Akulah Yang
Maha penolong maka mintalah pertolongan kepadaKu. Dan Akulah yang dituju, maka menujulah
kepadaKu. dan Akulah pemberi, maka mintalah kalian kepadaKu. Dan Akulah yang di sembah maka
menyembahlah kalian kepadaKu. dan Akulah yang mengetahui segala rahasia, maka takutlah kamu
sekalian kepadaKu.

Alah Tabaroka wata’ala berfirman “Allah bersaksi sesungguhnya tidak ada sesembahan selain Dia
demikian pula malaikat dan ahli ilmi ikut bersaksi . Tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Agung, dan Maha
bijaksana. Sesungguhnya agama yang benar bagi Allah adalah agama Islam . Barang siapa yang mencari
agama selain agama Islam maka tidak akan diterima dan kelak di akhirat akan tergolong sebagai orang
yang merugi. Maka tidaklah setiap orang yang muhsin (baik) akan masuk surga. dan sesungguhnya segala
sesuatu akan binasa dan Aku yang membinasakannya apabila mereka bermaksiyat kepadaKu. Barang siapa
yang putus asa dari rahmatKu maka akan Aku binasakan. Barang siapa mengerti kebenaran kemudian
mengikutinya maka ia akan memperoleh keamanan. Barang siapa melihat kebathilan kemudian ia takut
untuk melaksanakannya maka akan selamatlah ia. Barang siapa mengenal Allah kemudian mentaatinya
maka akan selamatlah ia. Barang siapa mengenal Syaithon kemudian meninggalkannya maka ia akan
selamat. Barang siapa mengenal dunia kemudian ia berhati-hati terhadapnya maka selamatlah ia. barang
siapa mengenal akhirat kemudian mencarinya maka akan sampailah ia kepadanya. Sesungguhnya Allah
memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakinya, dan kepadanyalah semua amal diterima. Wahai
anak Adam manakala Allah telah menanggung rizkimu, maka kesedihanmu terhadapnya (rizki) adalah
sesuatu yang berlebihan. dan Manakala pahala itu dari Allah maka sesungguhnya bagaimana masih ada
sifat kikir. Manakalah Iblis itu adalah musuh Allah meka mengapakah mentaatinya ? dan manakala segala
yang terjadi itu dengan kepastianku dan takdirku, maka mengapakah mengkhawatirkan diri ? Maka
janganlah berputus asa terhadap apa – apa yang hilang darimu, dan janganlah terlalu gembira terhadap apa
yang kamu dapatkan karena sesungguhnya Allah tidak suka terhadap orang yang sombong lagi
membanggakan diri.

Allah Azza Wajalla berfirman. Wahai anak Adam, perbanyaklah bekal (untuk kehidupan akhirat), karena
sesungguhnya Perjalan itu sangatlah jauh. Dan perbaikilah perahu, karena sesungguhnya samudera itu
amatlah dalam. Ikhlaskanlah amal karena sesunggguhnya malaikat pencatat amal itu melihatnya. Dan
jauhkanlah dirimu dari api neraka dengan kebencianmu terhadap orang kafir, dan kecintaan terhadap
orang-orang solih. Karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.
Allah Tabaroka Wata’ala berfirman. Wahai anak Adam, engkau bermaksiyat kepadaKu sedanagkan
engkau tidak kuasa dari panasnya sinar matahari dan cahayanya yang menyilaukan. Dan ingatlah bahwa
neraka jahanam terdiri dari 7 bagian. dimana bagian yang satu sebagai tempat dari bagian yang lainnya.
Pada setiap tempat di neraka jahanam itu ada 70 ribu jurang / lembah, pada tiap lembahnya ada 70 ribu
jalan dari api, pada setiap cabangnya ada 70 ribu gedung dari api. dan pada setiap gedungnya terdapat 70
ribu rumah dari api, dan pada setiap rumahnya terdapat 70 ribu sumur dari api, dan pada setiap sumurnya
ada 70 ribu peti dari api, dan pada setiap kotaknya ada 70 ribu pohon dari zaqqum, dan di bawah setiap
pohonnya terdapat 70 ribu belenggu dari api neraka, yang pada setiap belenggunya terdapat 70 ribu rantai
dari api neraka dan ular yang masing-masing panjangnya 1000 dziro’ di dalam perut tiap-tiap ular terdapat
lautan dari bisa yang hitam, dan teradapat pula 70 ribu kalajengking. pada setiap kalajengking terdapat
seribu sengat dan panjang setiap sengatnya adalah seribu dziro’, dan setiapnya disertai bisa dengan warna
merah. Demi Gunung Thuur, dan demi kitab yang tersimpan, di dalam prasasti yang di bentangkan. Dan
demi Baitil ma’mur, dan demi langit yang ditinggikan, Wahai anak Adam, Aku tidak menjadikan Neraka
yang demikian ini selain untuk orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan bagi setiap orang yang
bakhil, dan bagi orang yang suka mengadu domba, dan bagi orang yang riya’ dan bagi orang yang enggan
mengeluarkan zakat dari harta bendanya, dan bagi orang yang berzina, dan bagi orang yang memakan riba,
dan peminum khamar, dan bagi orang yang menganiaya anak yatim, dan orang yang melupakan Al-
Qur’an, dan bagi setiap orang yang yang menyakiti tetangganya, kecuali bagi orang yang bertaubat dan
beriiman, dan beramal sholih, maka bagi merekalah yang Allah akan mengganti perbuatan buruk mereka
dengan balasan kebaikan dan sesungguhnya Allah adalah Zat yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. Dan sayangilah dirimu sendiri wahai HambaKu, karena sesungguhnya badan adalah sangat
lemah adanya, sedangkan perjalanan sangatlah jauh, dan unta (kendaraan) telah kepayahan, dan api sedang
menyala-nyala. dan yang menjadi Hakim (Qodhi) adalah Robbil ‘Alamiin /Allah SWT, Dan Allah telah
memperingatkan dirimu.

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, Wahai sekalian manusia, mengapakah engkau sangat mencintai dunia
yang fana dan keni’matannya mudahlah sirna. dan kehidupan dunia pasti akan terputus (dengan kematian)
dan dosa dunia akan tetap membekas pada dirimu dan di sisiKu bagi orang yang ta’at adalah surga dengan
delapan pintunya. Pada setiap surga terdapat tuju puluh ribu buah taman dari za’faroon, pada setiap taman
terdapat tuju puluh ribu kota yang terbuat dari yaquut , pada setiap kota terdapat tuju puluh istana
dari yaquut pada setiap istana terdapat tuju puluh ribu pedesaan dari zabarjud, dan di setiap pedesaannya
terdapat tujuh puluh ribu rumah dari emas. Pada setiap rumah terdapat 70 ribu tempat hidangan dan pada
setiap tempat hidangannya terdapat 70 ribu makanan. Dan bagi siapa saja yang masuk ke dalam tempat
hidangan maka disediakan baginya 70 ribu tempat tidur dari emas merah, dan pada sertiap kamar tidurnya
terdapat 70 ribu kasur dari sutera, dan bagi yang masuk kamar tidur, maka disediakan baginya 7 buah
telaga dari air kehidupan ma’ul hayyat , dan air susu dan khamar, dan madu yang murni. dan pada setiap
telaga ada 70 ribu tenda dan di setiap tenda terdapat 70 ribu tempat tidur , pada setiap tempat tidur terdapat
70 ribu bidadari. Dan pada setiap atap istana di surga terdapat seribu Qubbah dari kafuur dan pada setiap
qubbahnya terdapat seribu hadiah dari Arrahman / Allah yang Maha Pengasih. Dan di Surga terdapat
sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar keindahannya oleh telinga manusia,
dan belum pernah terlintas di dalam hati manusia, dan terdapat daging burung yang sangat digemari, dan di
sana terdapat bidadari yang laksana intan mutiara, sebagai imbalan atas amal perbuatan mereka (orang
yang ta’at kepada Allah). Di Surga mereka tiada akan pernah mati dan tiada akan pernah menjadi tua , dan
tidak mengalami ketakutan , dan tidak pula mengalami kesedihan. Mereka tidak akan pernah menangis
(karena kesedihan), dan tidak akan merasakan kepayahan dan tidak merasakan sakit, dan tiada menderita.
Maka barang siapa yang mencari ridhoKu, dan menginginkan kemuliaanku, maka hendaklah kamu
sekalian mendekat kepadaKu dengan sungguh-sungguh dan meremehkan dunia, dan qona’ah dengan yang
sedikit dari rizki.

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, ” Wahai orang-orang yang beriman, Taqwalah kamu sekalian kepada
Allah dengan sebenar-benar taqwa dan jangan sekali-kali kamu meninggal kecuali dalam keadaan Muslim.
dan ketahuilah sesungguhnya amal tanpa didasari ilmu adalah seperti pohon yang tiada berbuah. Dan
perumpamaan ilmu tanpa amal adalah seperti orang menanam tanaman di tempat yang tandus. Dan
perumpamaan ilmu bagi orang yang bodoh adalah seperti intan dan mutiara pada hewan. Dan
perumpamaan hati yang keras adalah seperti batu yang berada di dalam air. Dan perumpamaan nasihat
yang baik ( mau’idhoh hasanan ) bagi orang yang tidak suka kepadanya, adalah seperti makanan dan
minuman bagi ahli kubur (sia-sia saja tidak ada gunanya). Dan perumpamaan sedekah dengan harta yang
haram adalah laksana mencuci kotoran dengan air kencing, (tentu saja tidak semakin bersih bahkan
bertambah kotor). Dan perumpamaan sholat tanpa mau berzakat adalah seperti jasad yang tidak bernyawa.
dan perumpamaan amal tanpa taubat, adalah laksana bangunan yang tanpa pondasi (pondasi amal adalah
taubat kepada Allah SWT). Maka tidak merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam, harta benda adalah milikKu dan engkau adalah
hambaku. dan tidak ada harta bagi kamu kecuali apa yang engkau makan dan tidak tersisa Atau apa yang
engkau pakai lalu engkau menjadikannya lusuh. Atau apa yang engkau sedekahkan maka engkau
menjadikannya abadi (mendapatkan pahala dari Allah SWT). Apabila engkau simpan harta itu maka
bagianmu adalah mendapat murka dari Tuhanmu. Wahai anak Adam sesungguhnya engkau terdiri dari tiga
bagian. Yang sebagian untukKu, yang sebagian untukmu dan yang sebagian antara Aku dan engkau.
Adapun yang milikKu adalah ruh-mu, adapun yang sebagian milikmu adalah amalmu, adapun yang
sebagian antara Aku dan engkau adalah do’a yang engkau panjatkan dan Aku yang mengabulkan. Wahai
anak Adam, apabila terjadi Umaro’ / pemimpin pemerintahan masuk neraka disebabkan karena sering
memaksa dan sombong terhadap makhlukKu, dan orang awam karena sebab ma’siyat, dan ulama’ masuk
neraka sebab Hasud / dengki, dan orang fakir dengan lupa (kepadaKu) , dan pedagang dengan
berkhiyanah, dan ahli ibadah dengan riya’, dan orang kaya dengan sombong dan menahan zakat,
dan fuqoro’ dengan bohong, maka siapa lagi yang akan mencari surga ?

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam, keluarkan kecintaan dunia dari hatimu maka
sesungguhnya Aku tidak mengumpulkan kecintaan kepadaKu dengan kecintaan terhadap dunia ke dalam
hati yang satu selamanya. Wahai anak Adam, luangkan waktu untuk mengingatKu (berdzikir kepadaKu)
maka aku akan menyebut namamu (mengingatmu diantara para MalaikatKu. Wahai anak Adam sampai
kapan engkau mengucapkan kalimat Allah Allah dan di dalam hatimu penuh kesibukan dan ciat-citamu
kepada selain Allah, dan sungguh engkau telah takut kepada sesuatu selain Allah. Maka mintalah ampun
kepada Allah janganlah terjerumus terus menerus (ke dalam dosa). Karena sesungguhnya istighfar disertai
terus menerus berbuat dosa adalah taubatnya para pembohong. Dan sesungguhnya Tuhanmu sekali-kali
tidak menganiaya terhadap hambanya.

Allah Azza Wajalla berfirman, “Ajalmu menertawakanmu atas panjangnya angan-anganmu. dan Qadha /
takdirku menertawakanmu akan ketakutanmu. dan takdirKu menertawakanmu atas usaha kerasmu. Dan
pembagianKu menertawakanmu akan keserakahanmu . Maka sedangkanlah apa yang kau cari
dan berserahlah terhadap QadhaKu, dan takdirKu, dan pembagianKu, karena sesungguhnya rizkumu telah
ditimbang dan di takar. Maka bersegeralah melakukan amal untuk akhiratmu, dan ketahuilah
sesungguhnya rizkimu di dunia tidak akan dimakan oleh selainmu. Sesungguhnya Kami telah membagi
diantara mereka tentang penghidupan mereka di dunia. dan kami angkat sebagian dari mereka atas yang
lain beberapa derajat. Wahai anak Adam sesungguhnya maut pasti akan datang kepadamu meskipun
engkau membencinya. Maka bersabarlah terhadap hukum Tuhanmu karena sesungguhnya engkau akan
dibangkitkan. Dan bertasbihlah (sucikanlah nama Tuhanmu) dengan memuji Tuhanmu ketika engkau
bangun pagi. Dan dari sebagian malam pujilah Tuhanmu, Wahai anak Adam, engkau menghendaki dan
Aku menghendaki. dan tidak ada sesuatu yang wujud kecuali apa yang aku kehendaki. Wahai sekalian
manusia, barang siapa yang menginginkanKu sesunggguhnya ia mengetahui siapa Aku. Dan barang siapa
yang mengetahui Aku maka pasti ia menginginkanKu. Dan barang siapa yang menginginkanKu maka
pasti ia akan mencariKu. Dan barang siapa yang mencariKu pasti akan menemukanKu. Dan barang siapa
yang menemukanKu pasti ia akan mengingatKu dan tidak melupakanKu. Dan barang siapa yang
mengingatKu dan tidak melupakanKu, maka Aku akan mengingatnya dan tidak melupakannya. Wahai
anak Adam sesungguhnya engkau tidak dapat mengikhlaskan amalmu sebelum engkau merasakan empat
perkara. Mautu ahmar-mati merah, maautu abyadh-maati putih, mautu ashfar-mati kuning, mautu
aswad-mati hitam). Adapun mati merah adalah beban hidupmu yang berat yang harus engkau jalani. Dan
mati putih adalah lamanya engkau membisu atau diam. Adapun mati kuning adalah lamanya engkau
mengambil i’tibar atau pelajaran. Adapun mati hitam adalah usahamu melawan hawa nafsu .
Sesungguhnya orang-orang yang tersesat dari jalan Allah maka bagi mereka adzab yang pedih sebab
mereka lupa akan hari perhitungan.

Allah Azza Wajalla berfirman, ” Wahai anak Adam sesungguhnya malaikat-Ku selalu membantuKu dan
mencatat perkataanmu dan perbuatanmu siang dan malam. Dan bumi menyaksikanmu akan apa yang
engkau amalkan di atasnya. Dan langit menyaksikan atas apa yang naik kepadanya. Dan matahari serta
rembulan menyaksikan keduanya terhadap perbuatanmu . Dan cukuplah Allah menjadi saksi. Wahai anak
Adam ketahuilah sesungguhnya harta yang Halal akan mendatangimu sedikit demi sedikit. Dan yang
haram akan mendatangimu laksana banjir. Maka barang siapa yang bersih kehidupannya maka bersihlah
dia agamanya.

Allah Tabaraka Wata’ala berfirman , “Wahai anak Adam janganlah engkau berbangga dengan
kekayaanmu karena engkau tiadalah akan abadi di dunia ini. Dan bersabarlah dalam menjalankan ta’at
kepada Allah karena sesungguhnya Allah akan menolongmu dalam setiap kesulitan. Dan janganlah engkau
berputus asa dari rahmat Allah karena sesungguhnya Allah Maha pemberi ampun. Dan maha penyayang.
Dan tinggalkanlah dosa karena sesungguhnya dosa itu akan menambahi orang yang melakukannya
kekekalan di dalam neraka. Dan janganlah engkau bersenang dengan kekayaan karena sesungguhnya
kekayaan itu adalah mulia di dunia akan tetapi hina di akhirat. Dan sesunggguhnya fakir itu adalah
kehinaan di dunia dan mulia di akhirat. Dan sesungguhnya kemuliaan akhirat itu sangatlah dekat dan
abadi. Dan ketahuilah sesungguhnya permintaan maaf itu darimu dan pemberian maaf itu adalah
dariku. Darimulah permintaan taubat dan Akulah yang menerima. Dan darimulah rasa syukur dan dari
sisiKulah pemberian tambahan akan keni’matan. Dan darimulah usaha kesabaran dan dari sisi-Kulah
pertolongan. Maka carilah ilmu maka engkau akan mendapatkan petunjuk jalan ke surga. Wahai Musa bin
Imran, Apabila hati hamba sibuk dengan urusan dunia, maka akan Aku sibukkan ia dengan kefakiraan.
Dan akan Aku lalaikan ia akan kematian. Dan akan Aku uji mereka (dengan bala’) yaitu dengan
kegemaran mengumpulkan harta benda akan tetapi lupa akan hari akhir. Dan apabila yang dominan dalam
hati hambaKu adalah sibuk dengan perkara akhirat maka akan Aku jadikan kesusahannya sebagai ibadah
kepadaKu, dan akan aku kirimkan pembantu dari hambaku dan malaikatKu dan akan Aku penuhi hatinya
dengaan mencintaiKu.

Allah Tabaraka Wata’ala berfirman, “Kesabaranmu yang sedikit dari maksiyat itu lebih ringan bagimu
daripada kesabaranmu akan banyaknya azab neraka jahanam. Dan kesabaranmu yang sedikit dari keta’atan
akan mengakibatkan kesenangan yang panjang bagimu (di surga), dan di sanalah keni’matan yang abadi.
Wahai anak Adam wajib bagimu untuk percaya akan apa yang aku jamin bagimu maka sesungguhnya Aku
tidak akan memberikan rizkimu kepada orang lain. Dan berzuhudlah terhadap dunia sebelum dunia zuhud
terhadapmu. Dan penuhilah hatimu dengan benyak mengingat akhirat maka tidak lah ada tempat mukim
bagimu selain kuburan. Wahai anak Adam, barang siapa yang merindukan akan surga, maka ia akan
bersegera mengerjakan kebaikan. Dan barang siapa yang takut akan neraka, maka ia akan meninggalkan
keburukan. Dan barang siapa yang menahan nafsunya dari syahwat, maka ia akan memperoleh derajad
yang tinggi. Wahai Musa, jika menimpa kepadamu suatu musibah disebabkan karena dirimu tidak dalam
keadaan suci, maka janganlah engkau menyalahkan kecuali kepada dirimu sendiri. Wahai Musa,
sesungguhnya kefakiran adalah termasuk kebajikan, dan itulah yang dimaksud mautul Akbar (mati besar).
Wahai Musa, barang siapa yang tidak bermusyawarah, maka ia akan menyesal. Dan barang siapa yang
mau bermusyawarah maka ia tidak akan menyesal.

Allah Tabaraka Wata’ala berfirman, “Wahai Anak Adam, ketahuilah sesungguhnya Aku tidak menerima
amal kecuali amal yang ikhlas ditujukan kepadaKu maka beruntunglah bagi orang-orang yang ikhlash.
Wahai anak Adam jika engkau melihat ada orang fakir datang kepadamu maka katakanlah ‘Selamat datang
wahai tanda-tanda orang sholeh. Dan apabila engkau melihat orang kaya datang kepadamu, maka
katakanlah, ini adalah dosa yang disegerakan hukumannya’. Dan apabila engkau melihat tamu di
rumahmu dan enggan pergi sehingga engkau tertahan olehnya maka katakanlah ‘A’uudzu biLlahi
minasyaithoonirrojiim’ (Aku berlindung kepada Allah dari Syaithan yang terkutuk). Wahai anak Adam,
sesungguhnya harta benda adalah milikKu, dan engkau adalah hambaku dan tamu RasulKu / utusanKu.
Maka apabila engkau mencegah dari mengeluarkan hartaKu kepada UtusanKu, apakah engkau tidak takut
jika aku cabut ni’mat-Ku darimu ?’ Wahai anak Adam, sesungguhnya rizki adalah milikKu, dan syukur
adalah untukKu. Dan manfaat syukur akan kembali kepadamu. Maka apakah engkau tidaak memujiKu atas
apa ni’mat apa yang telah Aku berikaan kepadamu ?’ wahai anak Adam, ada tiga kewajiban
bagimu, Zakat harta, dan silaturrahmi, dan memuliakan tamumu. Dan apaabila engkau tidak
melaksanakan apa yang Aku wajibkan kepadamu, maka Aku jadikan engkau bagian dari bencana bagi
seluruh alam.

Wahai anak Adam, jika tidak engkau penuhi haq tetanggamu sebagaimana engkau penuhi haq keluargamu,
maka Aku tidak akan melihatmu dan aku tidak akan menghadapkan wajahKu kepadamu. Dan tidak akan
aku kabulkan do’amu. Wahai anak Adam janganlah engkau lihat apa yang Aku haramkan atasmu karena
sesungguhnya belatung adalah yang pertama kali memakan biji matamu. Dan ketahuilah sesungguhnya
engkau akan dihisab atas penglihatanmu dan lirikanmu. Dan ingatlah akan kedudukanmu kelak
dihadapanKu karena sesungguhnya Aku tidak akan lupa dari segala rahasiamu sekejap matapun dan Aku
mengetahui segala sesuatu yang terdapat di dalam hati manusia”.

Allah Tabaraka Wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam layanilah Aku karena Aku senang kepada orang
yang mau menjadi pelayananKu dan nanti Aku jadikan sekalian hambaKu jadi pelayannya, karena engkau
sesungguhnya tidak mengetahui seberapa besar engkau bermaksiyat kepadaKu pada waktu yang telah
lewat dari umurmu. Dan engkaupun tidak mengetahui seberapa besar maksiyatmu kepadaKu pada sisa
umurmu. Maka janganlah merasa aman dari makarKu karena sesungguhnya Aku berbuat sesuai dengan
apa yang Aku kehendaki. Dan beribadahlah menyembahlah kepadaKu karena sesungguhnya engkau adalah
hamba yang lemah/hina dan Aku adalah Rob/Tuhan yang mulia. Wahai anak Adam, jika saudara-
saudara/teman-temanmu dan kekasih-kekasihmu dari anak Adam mendapati/ mencium / melihat perbuatan
dosa yang engkau lakukan dan melihat dengan jelas seperti Aku melihatnya, maka mereka tidak akan mau
duduk-duduk dan dekat denganmu. Bagaimana pula, perbuatan dosamu setiap hari selalu bertambah,
sedangkan umurmu setiap hari berkurang sejak engkau dilahirkan oleh ibumu. Wahai anak Adam
sesungguhnya Aku melihatmu dengan penglihatan keselamatan dan Aku tutup berikan tabir kepadamu
dari dosa-dosamu (sehingga tidak ada orang yang melihatnya) dan Aku Maha Kaya atas kamu sekalian,
dan engkau mendatangiKu dengan beberapa maksiyat disamping engkau sangat berhajat kepada-Ku.

Wahai anak Adam, engkau bersegera (mencari keridoan) kepada makhlukKu, dan engkau meremehkan
Aku karena engkau takut akan caci maki mereka, dan engkau merasa tenang dalam bermaksiyat kepadaKu
dan engkau tidak takut akan laknatKu, dan siksaKu lebih besar daripada siksa mereka. Wahai anak Adam,
sampai kapan engkau memakmurkan dunia padahal dunia akan fana (sirna). Dan engkau
menghancurkan/merobohkan akhirat padahal akhirat itu abadi. Wahai anak Adam, sampai berapa banyak
engkau berdampingan dengan orang-orang saleh sedangkan engkau bukan bagian dari mereka. Maka
apabila engkau bermujalasah/duduk berdampingan dengan orang-orang saleh sedang engkau bukan bagian
dari mereka(disebabkan amalmu yang tidak seperti jejak mereka) maka bagaimana engkau akan
selamat/bahagia. Wahai anak Adam seandainya seluruh penduduk langit dan bumi memintakan ampun -
akan dosamu- maka seharusnya engkau tetaplah menangis karena engkau tidak mengetahui dalam kondisi
bagaimana engkau akan berhadapan denganKu. Wahai musa, dengarkan apa yang Aku katakan dan
kebenaranlah yang Aku katakan. Tidak sekali kali hamba beriman kepadaKu apabila orang lain merasa
aman dari perbiatan dzalimnya dan tipudayanya dan hasutannya, dan adu dombanya, dan sumpah
serapahnya. Wahai Musa katakanlah, sesungguhnya kebenaran itu adalah datang dari TuhanMu, maka
barang siapa yang ingin beriman maka berimanlah, dan barang siapa yang ingin ingkar maka ingkarlah dan
sesungguhnya Aku sediakan bagi orang orang yang dzalim api neraka yang membakar mereka.

Allah Tabaroka Wata’ala berfirman, “Wahai anak Adam, berbekal lah seperti musafir yang ketakutan
(akan kehabisan bekal di perjalanan). Dan ikhlaskan amalmu dari karena riya’. wahai anak Adam, hatimu
sangatlah keras maka menagislah akan amal perbuatanmu. Dan amal perbuatanmu telah menangisi anggota
badanmu . dan badanmu telah menangisi apa yang diucapkan lisanmu. Dan lisanmu menangisi apa yang
dilihat oleh matamu. Wahai anak Adam, sesungguhnya perbendaharan/kekayaanKu tidak akan habis
selamanya. Maka seberapa banyak engkau mau menafkahkan hartamu di jalanKu sebegitu pula akan Aku
nafkahkan kekayaanKu kepadamu. Maka berinfaklah dan janganlah bakhil atas rizki/pemberianKu –bakhil
-kepada hambaKu, maka sesungguhnya Aku telah menanggung bagimu akan gantinya (akan diganti oleh
Allah apa yang kita nafkahkan) dan aku janjikan kepadamu pahala yang besar.

Allah Azza wa Jalla berfirman,” Wahai anak Adam Akulah Allah (sesembahan) tidak ada Rabbi
(sesembahan) selain Aku maka sembahlah AKu dan syukurlah kepadaKu dan janganlah kufur kepadaKu.
Barang siapa yang memusuhi para kekasihKu maka Ku umumkan perang kepadanya. KemurkaanKu telah
Kusediakan bagi orang yang dzalim (aniaya) dan tidak ada yang dapat menolongnya selainKu. Barang
siapa yang ridho dengan apa yang Aku bagikan kepadanya maka akan Aku berikan berkah kepadanya dari
rizkinya dan dunia akan mendatanginya dengan perasaan hina meskipun ia tidak menginginkannya (dunia
mendatanginya).

Allah Azza wa Jalla berfirman,” Wahai anak Adam letakkanlah tanganmu di atas dadamu, dan apa saja
yang engkau cintai untuk dirimu, maka jadikanlah orang lain mencintainya. Dan apa saja yang engkau
benci untuk dirimu maka jadikanlah orang lain membencinya. Wahai anak Adam, tanganmu lemah sekali,
demikian juga lisanmu pelan sekali akan tetapi hatimu sungguh sombong (jabbar) wahai anak Adam,
sesungguhnya Aku tidak menciptakan anggota badan hingga Aku menjadikan untuknya rizkinya. Wahai
anak Adam, setiap sesuatu yang tidak Aku ciptakan untukmu, maka janganlah engkau bersusah payah
mencarinya. Dan segala sesuatu yang aku ciptakan untukmu maka ia akan mencarimu sampai ketemu.
Wahai anak Adam, jika engkau memakan rizki dariKu maka ikutilah dengan ta’at kepadaKu. Wahai anak
adam, janganlah engkau menuntut kepadaKu rizki untuk hari esok, jika demikian kelak Aku juga tidak
akan menuntut atas amal perbuatanmu yang engkau lakukan. Wahai anak Adam, jika Aku tinggalkan rizku
dariku untuk seseorang diantara hambaku, niscaya Aku tinggalkan untuk para NabiKu hingga mereka
memanggil/menyeru manusia untuk ta’at kepadaKu dan menegakkan perintahKu. Wahai anak Adam,
beramalah untuk dirimu sebelum datangnya maut. Dan jangan menipu engkau segala kesalahanmu karena
akan menentukan perjalananmu kelak. Dan jangan sampai merusak dirimu segala kehidupan dunia dan
panjang angan-angan hingga menghalangi amal kebajikan karena sesungguhnya engkau akan menyesal
dalam menunda amal hingga tak ada gunanya lagi penyesalanmu (kelak di hari akhir). Wahai anak Adam
jika engkau tidak mengeluarkan hakKu dari hartaKu yang Aku berikan kepadamu dan engkau
enggan/tidak mau memberi kepada fakir miskin haknya maka akan Aku kirimkan/kuasakan engkau orang
yang jabber/yang dapat memaksa yang akan mengambil semua hartamu tanpa tersisa sedikitpun.wahai
anak Adam jika engkau menginginkan rahmatKu maka selalulah engkau ta’at kepadaKu. Dan jika engkau
takut akan siksaku maka takutlah untuk bermaksiyat kepadaKu. Wahai anak Adam, jika dunia dating
kepadamu, maka ingatlah maut. Dan jika engkau berniat melakukan dosa, maka ingatlah taubat. Dan jika
engkau bekerja maka ingatlah hisab bala’ perhitungan Allah. Dan jika engkau duduk dalam hidangan
makanan, maka ingatlah orang-orang yang lapar. Dan jika nafsumu mengajak untuk menganiaya orang
yang lemah, maka ingatlah akan kekuatan/kekuasaan Allah kepadamu yang telah menguasakan kamu
kepadanya dan jika Allah menghendaki boleh saja Allah menguasakannya atas dirimu. Dan jika datang
kepadamu maka minta tolonglah dengan hakikat kalimat Laa haula walaa quwwata Illa biLlaahil aliyyil
‘adziim yang artinya “tiada daya upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang maha Mulya dan maha
Agung. Dan apabila dirimu sakit, maka hilangkanlah sakit itu dengan cara bersedekah. Dan apabila
menimpa kepadamu suatu musibah, maka ucapkanlah Inna Lillahi wa Inna ilaiHi roji’uun”.

Allah Azza wa Jalla berfirman,” wahai anak Adam, berbuatlah kebajikan karena sesungguhnya itu adalah
kunci surga. Dan jauhilah perbuatan buruk karena sesungguhnya ia adalah kunci neraka. Wahai anak
Adam ketahuilah sesungguhnya apa yang engkau bangun/dirikan dari rumah kamu adalah nantinya untuk
dirubuhkan. Dan sesungguhnya umurmu telanjang dan jasadmu adalah diperuntukkan bagi tanah. Dan apa
yang telah engkau kumpulkan adalah milik ahli waris maka mereka memakannya dan kenikmatan bagi
yang selainmu, dan perhitungan amal untukmu, demikian juga penyesalan dan siksa. dan temanmu di
dalam kubur adalah amalmu, maka hisablah / hitunglah dirimu sebelum kelak engkau dihisab /dihitung.
Dan teruslah ta’at kepadaKu dan takutlah bermaksiyat kepadaKu. Dan ridholah atas apa yang datang
kepadamu. Dan jadilah kamu sekalian orang-orang yang bersyukur. Wahai anak Adam. Barang siapa yang
melakukan dosa sedang ia tertawa, maka akan Aku masukkan dia ke neraka sedang ia dalam keadaan
menangis. Dan barang siapa yang duduk dalam keadaan menangis karena takut kepadaKu, maka akan Aku
masukkan ke surga dalam keadaan tertawa. Wahai anak Adam, berapa banyak orang yang kaya yang
menginginkan menjadi miskin kelak di hari perhitungan /hisab . dan berapa banyak orang yang sombong
menjadi hina ketika menghadapi maut. Dan berapa banyak orang yang bergembira menjadi kesedihan yang
panjang . wahai anak Adam jika hewan mengetahui bagaimana engkau merasakan pedihnya maut, niscaya
mereka tidak mau makan dan minum hingga mereka menemui ajalnya dalam keadaan lapar dan dahaga.
Wahai anak Adam apa saja yang datang kepadamu dari dunia, maka janganlah engkau bersenang hati
dengannya. Dan dari apa saja yang hilang darimu dari masalah dunia, maka janganlah engkau bersedih.
Wahai anak Adam, dari tanah Aku ciptakan engkau dan kepada tanah Aku kembalikan engkau. Dan dari
tanah Aku bangkitkan lagi engkau. Maka bersiaplah untuk menghadapi maut. Dan ketahuilah apabila Aku
mencintai hambaKu niscaya Aku lalukan dunia darinya dan aku bimbing ia amal akhirat dan Aku
perlihatkan kepadanya cacat dunia maka ia takut akan dia dan bersegeralah ia mengamalkan perbuatan ahli
surga maka Aku masukkan ia ke surga dengan rahmatKu. Dan apabila Aku membenci hambaku, maka
Aku sibukkan ia dengan urusan dunia dan Aku pekerjakan ia dengan mengurusi dunia maka jadilah ia ahli
neraka maka Aku masukkan di ke dalam neraka. Wahai anak Adam, sesungguhnya Akulah yang
menciptakan kamu, dan Akulah yang memberi rizki kepadamu, dan Akulah yang menghidupkanmu, dan
Akulah yang mematikanmu, dan Akulah yang membangkitkanmu, dan Akulah yang menghitung amalmu,
apabila engkau berbuat amal kebajikan maka engkau akan melihatnya, demikian juga jika engkau berbuat
keburukan engkau akan melihatnya pula. Dan engkau tidak memiliki untuk dirimu, kemudharatan maupun
manfaat. Demikian juga engkau tidak memiliki hidupmu dan matimu. Wahai anak Adam, ta’atlah
kepadaKu dan jadilah pelayanKu. Dan janganlah engkau risaukan rizkimu sesungguhnya Aku telah
mencukupkannya maka janganlah engkau merisaukan sesuatu yang telah Aku tanggung karenanya. Wahai
anak Adam, sesorang yang perjalanannya akan menuju maut/kematian, maka bagaimana mereka
bersenang-senang dengan dunia, dan mereka yang rumah akhirnya adalah kubur, maka bagaimana mereka
bergembira dengan apa yang mereka bangun di negeri dunia ? wahai anak Adam, dahulukan kebajikan
bagi dirimu niscaya engkau akan mendapati dariKu balasan yang baik sebelum engkau menjumpai maut.
Wahai anak Adam, barang siapa yang bersedih hati maka sesungguhnya Aku yang menghilangkan
kesedihannya. Dan barang siapa yang meminta ampunan, maka Aku akan mengampuninya. Dan barang
siapa yang bertaubat, maka Aku yang akan mencegah siksaKu. Dan barang siapa yang telanjang maka
Akulah yang akan memberinya pakaian. Dan barang siapa yang merasa ketakutan, maka Aku yang akan
memberikan keamanan. Dan barang siapa yang lapar, maka Aku yang akan membuatnya kenyang. Barang
siapa yang selalu ta’at kepadaKu dan melaksanakan perintahkKu maka aku cukupi segala urusannya dan
Aku lapangkan dadanya. Wahai Musa, barang siapa yang memperkaya diri dari harta anak yatim dan harta
orang fakir, maka akan Aku miskinkan dia di dunia dan Aku adzab ia di akhirat. Dan barang siapa
menganiaya orang fakir, maka akan Aku hinakan ia. Barang siapa membangun kediaman dari harta orang
fakir dan orang lemah, maka Aku siksa ia dengan apa yang ia bangun.