You are on page 1of 6

PENDIDIKAN AKHLAK

A. PendidikanAkhlakdalamPerspektifHadis

Kata akhlak (akhlaq) adalah bentuk jamak dari kata khuluq. Kata khuluq berarti budi
pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Abdul Hamid Yunus berpendapat bahwa akhlak ialah
sifat-sifat manusia yang terdidik. Al-Ghazali mengemukakan bahwa akhlak adalah sifat yang
tertanam dalam jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan dengan mudah, tanpa
memerlukan pemikiran dan pertimbangan. (Al-Ghazali, t.th.: 56).
Pendidikan akhlak adalah proses pembinaan budi pekerti anak sehingga menjadi budi
pekerti yang mulia (akhlaq karimah). Proses tersebut tidak terlepas dari pembinaan kehidupan
beragama peserta didik secara totalitas.
Sehubungan dengan pendidikan akhlak ini, Rasulullah SAW. telah mengemukakan banyak
hadis, di antaranya:
‫شا َو َكانَ يَقُو ُل « إِنَّ ِم ْن‬
ً ‫شا َوالَ ُمتَفَ ِح‬ ُّ ِ‫ قَا َل لَ ْم َي ُك ِن النهب‬- ‫ رضى هللا عنهما‬- ‫َّللاِ ب ِْن َع ْم ٍرو‬
ِ َ‫ ف‬- ‫ صلى هللا عليه وسلم‬- ‫ى‬
ً ‫اح‬ ‫َع ْن َع ْب ِد ه‬
]4[1‫سنَ ُك ْم أ َ ْخالَقًا‬
َ ْ‫ِخيَ ِار ُك ْم أَح‬
Abdullah bin Amr RA, berkata, “Nabi SAW bukan seorang yang keji dan bukan pula bersikap keji.
Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik
akhlaknya’.”
Hadis ini memuat informasi bahwa Rasulullah SAW. memiliki sifat yang baik dan
memberikan penghargaan yang tinggi kepada orang yang berakhlak mulia. Itu berarti bahwa akhlak
mulia adalah suatu hal yang perlu dimiliki oleh umatnya. Agar setiap muslim dapat memiliki
akhlak mulia, ia harus diajarkan dan dididikkan kepada setiap anak muslim.
Agar para sahabat dan umatnya memiliki akhlak yang mulia, beliau memberikan motivasi
yang sangat menarik. Di antaranya seperti yang disebutkan dalam hadis berikut:
‫سئِ َل‬ ِ ُ‫سنُ ا ْل ُخل‬
ُ ‫ َو‬.» ‫ق‬ َّ ‫اس ْال َجنهةَ فَقَا َل « ت َ ْق َوى‬
ْ ‫َّللاِ َو ُح‬ َ ‫َّللاِ صلى هللا عليه وسلم َع ْن أ َ ْكثَ ِر َما يُد ِْخ ُل النه‬ ‫سو ُل ه‬ ُ ‫َع ْن أَبِى ه َُري َْرة َ قَا َل‬
ُ ‫سئِ َل َر‬
2‫ج رواه الترمذى‬ ُ ‫ار َفقَا َل « ا ْلفَ ُم َوا ْل َف ْر‬ َ ‫ع َْن أ َ ْكث َ ِر َما يُد ِْخ ُل ال َّن‬
َ ‫اس ال َّن‬
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw.ditanya tentang faktor yang paling banyak
memasukkan (orang) ke dalam sorga. Beliau menjawab: bertakwa kepada Allah dan berakhlak
mulia. Beliau ditanya pula tentang faktor yang paling banyak membawa orang ke neraka. Beliau
menjawab: Mulut dan kemaluan.
Dalam kedua hadis di atas terlihat bahwa Rasulullah saw. sangat menginginkan umatnya
berakhlak mulia. Untuk mencapai keinginan tersebut, beliau menggunakan motivasi, targhîb dan
tarhîb. Untuk bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia itu diperlukan perjuangan yang berat
karena manusia menemui banyak rintangan dalam kehidupannya. Oleh sebab itu diperlukan
motivasi yang tinggi. Karenanya Rasulullah SAW. menggunakan motivasi, targhîb dan tarhîb.
Allah mengutus Rasulullah SAW untuk menyempurnakan akhlak manusia. Pendidikan
akhlak mengutamakan nilai-niilai universal dan fitrah yang dapat diterima oleh semua pihak.
Beberapa akhlak yang dicontohkan Nabi SAW di antaranya adalah menyenangi kelembutan, kasih
sayang, tidak kikir dan keluh kesah, tidak hasud, menahan diri dan marah, mengendalikan emosi
dan mencintai saudaranya. Akhlak yang demikian perlu diajarkan dan dicontohkan orang tua
kepada anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua mempunyai kewajiban untuk
menanamkan akhlakul karimah pada anak-anaknya yang dapat membahagiakan di alam kehidupan
dunia dan akhirat.9 Pendidikan akhlakul karimah sangat penting untuk diberikan oleh orang tua
kepada anak-anaknya dalam keluarga.
Al-Gazaly, Ibnu Sina dan John Dewey sama pandangannya bahwa pembiasaan, berbuat
(praktek), menekuni perbuatan, mempunyai pengaruh besar bagi pembentukan kebaikan akhlak.
Dalam pemikiran mereka itu, terdapat teori “perkembangan moralitas” (akhlak).3[8]Dengan
demikian, adalah pasti jika dikatakan bahwa akhlak baik tidak dapat terbentuk kecuali dengan
membiasakan seseorang berbuat sesuatu pekerjaan yang sesuai dengan sifat akhlak itu. Jika
seseorang mengulang-ulangi berbuat sesuatu tertentu maka berkesanlah pengaruhnya terhadap
perilakunya dan menjadi kebiasaan moral dan wataknya.

B. Bentuk-bentukpendidikanAkhlak.

a. AkhlakTerhadap Allah
Akhlakterhadap Allah adalahsegalaperilakudanamalan yang dilakukanolehseorang yang
ditujukankepadaTuhannya.Akhlakiniadalah yang paling agungdandiwajibkanbagiumatmanusia.
Berikutiniadabebrapaaspekpenting yang
dapatdijadikansebagaitolakkomunikasiantaraanakdanTuhannya:
1. Penyadarnfitrah
“ setiapbayidilahirkanatasfitrah, maka orang tuanyalah yang menjadikannyayahudidannasrani,
ataumajusi,; sepertibinatang yang melahirkanbinatang yang lainnya, apakahkamumelihatbinatang
yang lahirterpotongtelinganya di antarabinatang-binatang yang dilahirkanitu?” ( HRBukhari).
Padadasarnyakeimanankepada Allah, pengakuanketuhanandankeberadaan-Nya,
adalahmasalah yang
secaranaluriadapadadirianak.halinimengisyaratkanbahwadalammendidikanakkeimanankepada
Allah, orantuatidakperlukesulitanmencariargumentasi. Ibnu al-Zaujiberpendapatbahwa“
padadirianaktelahtertanamkeyakinanbahwasegalasesuatu yang adapastiada yang membuatnya.
Keyakinaninisecaraotomatisdiakuidanadapadadirianak.
Setiapadakesempatan, orang tuadiharapkanmenemanianaknya, dalamMusnad AhmadJuz 1,
diterangkanbahwaRasulullah saw, pernahmenemaniIbnu Abbas
diataskendaraannyasambilmengajarinyatentangakhlakkepada Allah, pemantauan Allah
terhadaphamba-Nyadansikaptawakalkepada Allah. Merujukdariteladan yang
telahdiajarkanolehRasullah saw. Orangtuadapatmenerapkannyadalammendidikanaknya.
2. Berimankepada Allah adalahmeyakinikeberadaan Allah besertasifat-sifat yang dimilikinya.
Maksudnyakitaharusyakinbahwa Allah ituadasertaDiamemlikisifat-sifat yang mulia (
AsmaulKhusna), berimankepada Allah merupakandasarutamakeimanan,
darisinilahmelahirkanketaatanterhadap yang lainnya.

3.
Berdo’akepada Allah.

Artinya:
‘Tuhanmuberfirman: BerdoalahkepadaKupastiAkuperkenankan. Sesungguhnya orang-orang yang
merasasombongtidakmauuntukberdoamemujaAku,
kelakmerekaakanmasuknerakaJahanamsecarahinadina.” ( Al-mu’min: 60).
Berdo’aartinyamengajukanpermohonankepada
Allah.Berdo’amerupakanbuktipengakuankitaterhadapkekuasaan Allah,
karenadengankekuasaandanbantuan-Nyalahsemuapermintaandankebutuhankitabisaterpenuhi.4[9]
b. AkhlakTerhadapRasulluAllah.

a. MencintaiRasulluAllah
KecintaanhambakepadaNabi.saw, jugamerupakankecintaannyakepada Allah
karenaDiamenyuruhnya. Imam IbnulQayyinra-himahullahberkatabahwa Allah
menyerakankecintaanitudapatsampaikepadamanusiakarenakecintaandanpengagungan Allah
itusepertikecintaandanpengagunganRasul-Nya
KeimananseorangmuslimtidakakansempurnasebelumiamencintaiNabi saw.

“ tidaklahsempurnakeimanansalahseorangdiantarakamusebelumakumenjadi orang yang


paling dicintainyadaripadaanak, orang tua, dansemuamanusia.”(HR Muslim).
b. TaatkepadaRasulluAllah saw.
KecintaandankesopanankepadaRasulluAllahakanmembuahkanketaatan,
kepatuhandanketundukanterhadapperintahdansunnahRasul.
Rasulullahbersabda :

“ seluruhumatkuakanmasuk surge kecuali orang yang menolak. Para sahabatbertanya, siapa


orang yang menolakitu? Beliaumenjawab: Barangsiapa yang mendurhakaiku,
makasesungguhnyaiamenolak.”( HR Hakim).
c. AkhlakKepadaDiriSendiri.
Manusiamemilikidua unsure utamayaknijasmanidanrohani;
kewajibannyapunharusmemnuhisemuakebutuhanduaunsurini.Jasmaniadalahtubuhataujasad yang
terllihatini; dariujungrambutsampaiujung kaki, sedangkanrohaniadlah unsure yang tidakterlihat;
sepertiakal, hatinuranidannafsu.
Akhlakkepadadirisendirimaksudnyaadalahperilaku yang baikterhadapdirisendiri yang
diharpakanselarasdenganmasyarakat.kebaikanseseorangdenganperilaku yang
islamimerupakancerminkeistiqomahandirinyadankebaikanmasyarakatnya.

d. Akhlakterhadaptetanggadenganbaikdanmenghormatitamu.
Orang tuamuslimharusmenunjukankepadaanak-
anakbagaimanabersikapramahterhadaptetangga, mengajarmereka agar
tidakpernahmengganggusiapapun,
danmenganjurkanmerekamemuliakantamudanbermurahkepadamereka. Nabibersabda:
“ jibrilsellaumenasehatikutentangmemperlakukantetanggadenganbaik,
sedemikianrupasehinggaakuberpikiriahendakmenjadikanmerekaahliwarisku.” (HR.
Bukhari).5[10]

e. Akhlakterhadapsesamamuslim.
1. Menghormatidanmemenuhihak-hak.
Dalamhadist yang diriwayatkanolehBukharidanmuslimdisebutkanbahwaRasullahbersabda , “ hak
orang muslimterhadapmuslimlainnyaada lima , yaitu :
a. Menjawabsalam.
b. Menjengukkitasakit.
c. Mengantarjenazah.
d. Memenuhiundangan.
e. Mendo’akanketikabersin.
2. Bersikaplemahlembutdansopan
3. Salingmenolongdalamkebaikandan taqwa.dll

f. Akhlakterhadapsesamamanusia.
1. menghormatidanmemenuhihak-haknya. ( hakhidup, beragama, mendapatpendidikan, bekerja,
danberpendapat).
2. bersikaplemahlembutdansopan.
3. salingmenolongdalamkebaikan.
4. Mengajakkebaikandanmencegahkeburukan.