You are on page 1of 10

TAFSIR AL-QUR`ĀN

SURAT AN-NAHL AYAT 90-93

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah


Tafsir III (Akhlak) semester lima dengan dosen pengampu
Dr. Aam Abdussalam, M.Pd. dan Cucu Surahman, S.Th.I, M.Ag.

Oleh:
Reza Ilhami Sakban (1400569)

PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2016
KAJIAN AYAT

A. Al-Qur`an Surat An-Nahl Ayat 90-93

   


 
  
  
  
 
  
  
  
 
  
    
   
   
   
  
  
    
   
   
  
  
   
  
   
   
   
  
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat
kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari
perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi
pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran (90).
Dan tepatilah Perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan
janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah
meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai
saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah
mengetahui apa yang kamu perbuat (91). Dan janganlah kamu
seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang
sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu
menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di
antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak
jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya
menguji kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat
akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu
perselisihkan itu (92). Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia
menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa
yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya. dan Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang
apa yang telah kamu kerjakan (93).” (Q.S. An-Nahl [16]: 90-93)
B. Makna Global Ayat
Di dalam tafsir Al-Maragi (Al-Maragi, 1994, hal. 235), dijelaskan
bahwa dalam ayat-ayat ini Allah Swt menyampaikan perintah-perintah yang
mencakup akhlak dan adab yang utama, serta berbagai taklif yang telah
digariskan dan diperintahkan oleh Ad-din. Karena di dalamnya terkandung
kebakan ikhwal diri, umat, dan bangsa. Kemudian Allah membuat
perumpamaan bagi orang-orang yang menyimpang dari padanyadan lari dari
mengerjakannya.
Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa urusan memberi petunjuk dan
menyesatkan berada dalam kekuasaan-Nya. Dia telah menentukan sesuatu
dengan kesiapan diri untuk baik atau sesat. Allah menjelaskan pula bahwa
pada hari kiamat kelak Dia akan memberikan balasan kepada setiap diri sesuai
dengan apa yang telah diperbuatnya, tidak ada kezaliman pada hari itu,
sesungguhnya perhitungan-Nya amat cepat.
Allah juga menyuruh melakukan akhlak mulia dan melarang akhlak
tercela. Bahwa tidak ada satupun akhlak baik yang dilakukan dan dipandang
baik oleh orang-orang jahiliyah, kecuali Allah menyuruh melakukannya, dan
tidak ada satupun akhlak buruk yang mereka saling mencercanya, kecuali
Allah melarang dan menumpasnya. Sesungguhnya yang dilarang oleh Allah
tidak lain hanyalah akhlak yang tercela. (Al-Maragi, 1994, hal. 237-238)
C. Asbab Nuzul
Dari tafsir Al-Qurthubi (Al-Qurthubi, 2008, hal. 420-421), penulis
hanya menemukan asbab nuzul dari ayat 91 saja. Yaitu, ada yang mengatakan,
Sensungguhnya ayat ini turun berkenaan dengan bai’at Nabi Saw kepada
Islam. Ada pula yang mengatakan, Ayat ini turun berkenaan dengan
berpegang teguh kepada sumpah sebagaimana yang terjadi di zaman jahiliyah
dan setelah Islam datang sejalan dengan hal itu.
D. Pendapat Para Mufassir
1. Ayat 90
   
 
 
  

 
  
 
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat
kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari
perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran
kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Q.S. An-Nahl [16]:
90)
Menurut Tafsir Al-Maragi (Al-Maragi, 1994) ayat ini
menguraikan bahwa sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, yaitu
melaksanakan kebaikan sekadar memenuhi kewajiban, berbuat ihsan,
yaitu menambah pengagungan terhadap perintah Allah, dan mengasihi
makhluk-Nya di antaranya yang paling mulia ialah mengadakan
silaturahim. Dan melarang berlebihan dalam memperoleh kesenangan
syahwat yang tidak diterima oleh syara’ dan akal, berlebihan dalam
mengikuti dorongan-dorongan amarah, dengan mendatangkan kejahatan
kepada orang lain, menganiaya dan mengarahkan bencana kepada
mereka. Serta menyombongkan diri terhadap manusia dan memalingkan
muka dari mereka. Allah menyuruh kalian melakukan tiga perkara dan
melarang kalian dari tiga perkara tersebut, agar kalian dapat mengambil
pelajaran, lalu kalian mengerjakan apa yang mengandung keridhaan Allah
ta’ala, dan kemaslahatan kalian di dunia serta di akhirat.

2. Ayat 91
  
  
 
  
  
    
  
“Dan tepatilah Perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan
janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah
meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu
(terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa
yang kamu perbuat .” (Q.S. An-Nahl [16]: 91)
Tafsir Al-Maragi (Al-Maragi, 1994) menafsirkan bahwasannya di
ayat ini Allah memerintahkan untuk memenuhi janji yang kalian adakan.
Dan janganlah kalian melanggar sumpah-sumpah yang telah kalian ikat.
Dia akan memberikan balasan atas perbuatan masing-masing.
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat terhadap janji-
janji yang kalian berjanji dengan Allah untuk memenuhinya dan sumpah-
sumpah yang kalian kuatkan atas diri kalian.

3. Ayat 92
  
  
  
 
   
   
   
   
  
  
 
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan
benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai
kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu
di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak
jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji
kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-
Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.” (Q.S. An-Nahl
[16]: 92)
Dalam Tafsir Al-Maragi (Al-Maragi, 1994) disebutkan bahwa ayat
ini perumpamaan orang merusak pintalannya setelah menguatkannya, dan
menguraikannya setelah menjadikannya sebuah kekuatan, karena dia
bodoh dan dungu. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan peringatan
kepada orang-orang yang diajak bicara oleh ayat, bahwa pelanggaran janji
itu bukan perbuatan orang-orang berakal, bahkan pelakunya termasuk
kelompok perempuan bodoh. Mereka menjadikan sumpah-sumpah
sebagai tipuan belaka, agar mereka merasa tenang terhadap kalian, sedang
kalian sendiri menyimpan niat untuk berkhianat dan tidak memenuhi
janji. Kemudian Allah menakut-nakuti orang yang menentang yang haq
dan condong kepada yang batil dengan memperlihatkan balasan kepada
mereka pada hari kiamat.

4. Ayat 93
  
  
   
   
  

“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat
(saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan
memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan
Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu
kerjakan.” (Q.S. An-Nahl [16]: 93)
Menurut Tafsir Al-Maragi (Al-Maragi, 1994) ayat ini menjelaskan
bahwa Jika Allah menghendaki, niscaya Dia membuat seluruh manusia
memeluk satu agama, sesuai tuntutan instink dan fitrahnya, tidak
memberi mereka ikhtiar dalam apa yang mereka perbuat. Akan tetapi
Allah menciptakan kalian dalam keadaan berusaha tidak dalam keadaan
diberi ilham, dalam keadaan bekerja dengan ikhtiar, tidak dengan
paksaan. Pahala dan siksa merupakan akibat dari ikhtiar ini, yang
kesudahannya adalah surga dn neraka. Pada hari kiamat kelak, kalian
benar-benar akan ditanyai untuk dihisan dan diberi balasan, bukan untuk
dimintai jawaban ataupun keterangan.
E. Analisis Ayat
Ayat 90
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat
kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari
perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran
kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Q.S. An-Nahl [16]: 90)
Ayat ini menjelaskan bahwa kita selaku umat-Nya hendaklah berlaku
adil dalam setiap perbuatan serta berbuat kebaikan kepada sesama (Hablun
Min an-Nas). Dan Allah membenci orang yang melakukan perbuatan keji
serta kemungkaran, bahkan membenci permusuhan (orang-orang yang
bermusuhan) karena itu semua dapat mendatangakan madorot. Dan Allah
memerintahkan kita untuk melakukan itu semua demi kebaikan hidup kita,
agar semua itu dijadikan pelajaran agar terciptanya hidup yang penuh dengan
keberkahan.

Ayat 91

“Dan tepatilah Perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah
kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya,
sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-
sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat .”
(Q.S. An-Nahl [16]: 91)
Ayat ini menjelaskan bahwa kita hendaklah menepati janji kepada
Allah, jangan kita membatalkan apa yang telah kita sumpahkan, karena dalam
Islam sumpah itu ada 3 yakni Wallahi, Tallahi, dan Billahi. Dan itu semua
mengatas namakan Allah. Jadi janganlah sekali-kali dari kita mengingkari
atau membatalkan sumpah kita terhadap Allah, karena Allah Maha
Mengetahui.

Ayat 92
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan
benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali,
kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu,
disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari
golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu.
dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang
dahulu kamu perselisihkan itu.” (Q.S. An-Nahl [16]: 92)
Ayat ini yakni perumpamaan bagi orang yang merusak perjanjian atau
mengingkari janji. Janganlah melanggar sumpah atau janji yang telah kita
buat, karena itu semua adalah perbuatan orang-orang yang tak berakal
(bodoh).

Ayat 93

“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat
(saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi
petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Sesungguhnya kamu akan
ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. An-Nahl [16]: 93)
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah yang menhendaki semuanya. Allah
bisa menghendaki setiap perbuatan kita. Allah menyesatkan orang-orang yang
dikehendakinya, dan Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang
dikehendaki-Nya pula.
DAFTAR PUSTAKA

Al-Jazairi, A. B. (2008). Tafsir Al-Qur'an Al-Aisar. Jakarta Timur: Darus Sunnah


Press.
Al-Maragi, A. M. (1994). Tafsir Al-Maragi. (K. A. Sitanggal, Trans.) Semarang:
Karya Toha Putra Semarang.
Al-Qurthubi, I. (2008). Tafsir Al-Qurthubi. Jakarta: Pustaka Azzam.