You are on page 1of 1

ABSTRAK

Kayu dikenal sebagai bahan konstruksi yang telah lama dikenal di


Indonesia. Kemudahan mendapatkan kayu menjadikannya sebagai salah satu
bahan konstruksi yang penting. Dengan perkembangan dan teknologi kayu
(Timber Engineering) dewasa ini manusia cenderung membuat bahan-bahan kayu
lebih terarah dengan memanfaatkan bahan kayu menjadi kayu lapis yang sangat
berguna di dalam berbagai penggunaan kayu umumnya dan kehidupan manusia
khususnya.
Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian physical dan mechanical
properties kayu yang terdiri dari: pemeriksaan kadar air, berat jenis, kuat tekan
sejajar serat, kuat lentur dan elastisitas serta pengujian lentur balok kayu. Balok
kayu tersusun ada dua jenis yaitu balok disusun tanpa penahan geser dan balok
disusun dengan penahan geser. Balok susun dengan penahan geser menjadikan
balok menjadi satu kesatuan (geseran dapat dicegah), lendutan lebih kecil dan
daya dukung lebih besar. Pengujian dilakukan terhadap dua jenis kayu yang
berbeda yakni kayu sembarang dan kayu lapis (plywood). Dengan kayu
sembarang untuk benda uji balok kayu utuh dan kayu lapis untuk benda uji balok
bersusun dengan variasi jumlah paku sebagai shear connector yaitu 5 paku, 10
paku dan 15 paku. Pembebanan dilakukan secara bertahap sampai kondisi runtuh
dan pada setiap tahap pembebanan dibaca besarnya lendutan yang terjadi.
Dari hasil pengujian ini diperoleh besarnya daya dukung balok kayu
utuh adalah 200 kg, balok bersusun dari kayu lapis dengan 5 buah paku adalah 50
kg, balok bersusun dari kayu lapis dengan 10 buah paku adalah 70 kg dan balok
bersusun dari kayu lapis dengan 10 buah paku adalah 90 kg. Dan dalam bentuk
persentase berturut-turut adalah 25%, 35% dan 45%.

Universitas Sumatera Utara