You are on page 1of 2

CASE ANALISIS

Nama : Anggita Nama : Tn. Y


NIM : 17300090 Jenis Kelamin : Laki - laki
Bagian : Keperawatan Medikal Bedah Umur : 64 tahun
Perseptor akademik : Alamat : Desa Puput
Dx Medis : Diabetes Melitus

PROBLEM HYPOTHE MECHAMNISM MORE INFO DON’T LEARNING ISSUE PROBLEM SOVLING
SIS KNOW
- Ds : klien Nyeri akut Difisiensi insulin Lab Klien tidak  Daun penyambung DX : Nyeri akut berhubungan dengan agens cidera fisik
nyawa/grynura procumbenc
mengatakan  Glukosa mengetahui NOC :
Penyakit diabetes melitus bisa
nyeri dijari Hiperglikemia darah puasa cara diatasi dengan bahan alami seperti Kontrol nyeri (1605)
daun penyambung nyawa. Menurut
keempat 349 mg/dL mengontrol Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 24 jam
Ihyarul fahmi , S.pd.i herbalis,
tangan anan Fleksibilitas darah  Glukosa nyeri daun sambung mengandung diharapkan nyeri berkurang dengan kriteria hasil :
senyawa metabolik asam. Daun
skala nyeri 4. merah darah 2 jam  Mengenali kapan nyeri terjadi (5)
sambung nyawa juga mengandung
- DO : PP 400 1. antibiotik untuk membunuh  Menggunakan analgesik yang direkomendasikan (5)
kuman. Prinsip kerjanya adalah
 Klien Pelepasan O2 mg/Dl  Meloporkan nyeri yang terkontrol (5)
mengatasi penyakit diabetes, maag,
tampak  Kreatinin kolestrol dll. Jika diobati penyakit
diabetesnya, maka keluhan kulit
meringis Hipoksia perifer darah 0.80 NIC :
pada penderita diabetes bisa
menahan mg/Dl terobati. Selain itu daun sambung Manajemen nyeri (1400)
nyawa juga bisa dijadikan jus,
nyeri  Glukosa sayur sup diseduh dengan air panas  Lakukan pengkajian nyeri komprehensif yang meliputi
Nyeri akut
 Klien sewaktu atau direbus. Untuk yang direbus lakoasi, karakteristik, onset/durasi, frekuensi, kualitas,
sebanyak 3 – 7 lembar daun
tampak 169 mg/dL sambung nyawa. intensitas atau beratnya nyeri dan faktor pencetus.
gelisah  Kendalikan faktor lingkungan yang dapat
 Klien mempengaruhi respon pasien terhadap
tidak bisa ketidaknyamanan (misalnya, suhu ruangan,
tidur pencahayaan, suara bising).
 Tekanan  Ajarkan penggunaan teknik non farmakologi.
darah  Dorong pasien untuk menggunakan obat – obatan
150/90 penurun nyeri yang adekuat.
mmHg  Dukung istirahat/tidur yang adekuat untuk membantu
 Nadi 88 penurunan nyeri.
 RR : 22  Monitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri
dalam interval yang spesifik.