You are on page 1of 1

Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian

berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Osmosis merupakan difusi air dari daerah
yang memiliki potensial air lebih rendah ke daerah yang potensial airnya lebih tinggi, melalui suatu
membran semi permeabel. Plasmolisis adalah suatu proses lepasnya protoplasma dari dinding sel
yang diakibatkan keluarnya sebagian air dari vakuola. Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah
menemukan fakta mengenai gejala difusi dan osmosis, mengamati efek konsentrasi larutan terhadap
kecepatan difusi, menunjukan arah gerakan air pada peristiwa difusi-osmosis, mendeskripsikan
pengertian difusi-osmosis dan mengetahui nilai PA umbi kentang. Pada praktikum kali ini alat dan
bahan yang di gunakan di antaranya ; cawan petri, pelubang gabus, pipa kaca berskala, pisau tajam
atau cutter, botol vial bermulut besar kapasitas 50 ml, mistar dengan ukuran mm, garam atau gula, air
atau aquades, kentang, dan seri larutan sukrosa (0,0 ; 0,2 ; 0,4 ; 0,6 ; 0,8 ; 1,0). Prosedur yang di
lakukan pada praktikum mengenai divusi-osmosis adalah dengan menyiapkan larutan garam dengan
berbagai variasi (25%, 50%, dan 100%). Hasil dari praktikum kali ini adalah jika larutan di sekitar
kentang hypertonik maka air akan keluar dan pipa skala naik, jika larutan di sekitarnya bersifat
hypotonik maka air akan masuk dan volume pipa menurun, dan jika larutan di sekitar isotonik maka
volume akan tetap.

Dari praktikum yang kami lakukan dapat di simpulkan sebagai berikut :

 Di temukan nya fakta mengenai peristiwa difusi-osmosis seperti keluar masuk


nya air (osmosis) dan larutan (difusi) yang di pengaruhi oleh konsentrasi
larutan lainnya.
 Efek konsentrasi pada peristiwa difusi-osmosis yaitu semakin tinggi
konsentrasi larutan (hypertonik) semakin cepat proses osmosis berlansung,
semakin rendah konsentrasi maka semakin lamban proses osmosis.
 Arah gerak air pada peristiwa difusi-osmosis adalah jika larutan di sekitarnya
bersifat hypertonik maka air akan keluar, jika larutan di sekitarnya bersifat
hypotonik maka air akan masuk kedalam sel dan jika larutan di sekitarnya
bersifat isotonik maka volume akan tetap.