You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI
yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI
tersebut. ASI tanpa bahan makanan lain dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan
sampai usia sekitar empat bulan. Setelah itu ASI hanya berfungsi sebagai sumber protein
vitamin dan mineral utama untuk bayi yang mendapat makanan tambahan yang tertumpu
pada beras.
Dalam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini
mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang memegang
peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian Air Susu Ibu
(ASI). Pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan kegiatan penting dalam
pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus di masa depan. Akhir-akhir ini sering
dibicarakan tentang peningkatan penggunaan ASI. Diperkirakan 80% dari jumlah ibu
yang melahirkan ternyata mampu menghasilkan air susu dalam jumlah yang cukup untuk
keperluan bayinya secara penuh tanpa makanan tambahan. Selama enam bulan pertama.
Bahkan ibu yang gizinya kurang baikpun sering dapat menghasilkan ASI cukup tanpa
makanan tambahan selama tiga bulan pertama.
ASI sebagai makanan yang terbaik bagi bayi tidak perlu diragukan lagi, namun akhir-
akhir ini sangat disayangkan banyak diantara ibu-ibu meyusui melupakan keuntungan
menyusui. Selama ini dengan membiarkan bayi terbiasa menyusu dari alat pengganti,
padahal hanya sedikit bayi yang sebenarnya menggunakan susu botol atau susu formula.
Kalau hal yang demikian terus berlangsung, tentunya hal ini merupakan ancaman yang
serius terhadap upaya pelestarian dari peningkatan penggunaan ASI. Berbagai alasan
dikemukakan oleh ibu-ibu mengapa keliru dalam pemanfaatan ASI secara Eksklusif
kepada bayinya, antara lain adalah produksi ASI kurang, kesulitan bayi dalam
menghisap, keadaan puting susu ibu yang tidak menunjang, ibu bekerja, keinginan untuk
disebut modern dan pengaruh iklan/promosi pengganti ASI.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah dalam makalah ini adalah
“Bagaimana Proses Menyusui dan Laktasi?”.

1
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang proses menyusui dan
laktasi.
2. Tujuan Khusus
1) Mengetahui anatomi dan fisiologi payudara
2) Mengetahui peran bidan dalam pemberian ASI
3) Mengetahui manfaat pemberian ASI
4) Mengetahui komposisi gizi alam ASI
5) Mengetahui upaya memperbanyak ASI
6) Mengetahui tanda bayi cukup ASI
7) Mengetahui ASI Eklusif
8) Mengetahui cara perawatan payudara
9) Mengetahui cara menyusui yang benar
10) Mengetahui masalah dalam pemberian ASI

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Anatomi dan Fisiologi Payudara


Payudara (mammae, susu) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas
otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia
mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat
hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.
Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :
a. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar.
b. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah.
c. Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara.
d. Korpus dari alveolus adalah sel Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos
dan pembuluh darah.
e. Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian Lobulus, yaitu
kumpulan dari alveolus.
f. Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap
payudara. ASI dsalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus),
kemudian beberapa duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar
(duktus laktiferus).
g. Kalang Payudara (Areola Mammae) letaknya mengelilingi putting susu dan
berwarna kegelapan yang disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen
pada kulitnya. Perubahan warna ini tergantung dari corak kulit dan adanya
kehamilan. Pada wanita yang corak kulitnya kuning langsat akan berwarna jingga
kemerahan, bila kulitnya kehitaman maka warnanya lebih gelap. Selama
kehamilan warna akan menjadi lebih gelap dan wama ini akan menetap untuk
selanjutnya, jadi tidak kembali lagi seperti warna asli semula. Pada daerah ini
akan didapatkan kelenjar keringat, kelenjar lemak dari montgomery yang
membentuk tuberkel dan akan membesar selama kehamilan. Kelenjar lemak ini
akan menghasilkan suatu bahan dan dapat melicinkan kalang payudara selama

3
menyusui. Di kalang payudara terdapat duktus laktiferus yang merupakan tempat
penampungan air susu.
h. Papilla ( Putting Susu), terletak setinggi interkosta IV, tetapi berhubung adanya
variasi bentuk dan ukuran payudara maka letaknya akan bervariasi. Pada tempat
ini terdapat lubang – lubang kecil yang merupakan muara dari duktus laktiferus,
ujung – ujung serat saraf, pembuluh darah, pembuluh getah bening, serat – serat
otot polos yang tersusun secara sirkuler sehingga bila ada kontraksi maka duktus
laktiferus akan memadat dan menyebabkan putting susu ereksi, sedangkan serat –
serat otot yang longitudinal akan menarik kembali putting susu tersebut. Payudara
terdiri dari 15 – 25 lobus. Masing – masing lobulus terdiri dari 20 – 40 lobulus.
Selanjutnya masing – masing lobulus terdiri dari 10 – 100 alveoli dan masing –
masing dihubungkan dengan saluran air susu ( sistem duktus ) sehingga
merupakan suatu pohon. Puting susu dapat pula menjadi tegak bukan sebagai
hasil dari beberapa bentuk perangsangan seksual yang alami dan puting susu
seorang wanita mungkin tidak menjadi tegak ketika ia terangsang secara seksual.
Pada daerah areola terdapat beberapa minyak yang dihasilkan oleh kelenjar
Montgomery. Kelenjar ini dapat berbentuk gelombang-gelombang naik dan
sensitif terhadap siklus menstruasi seorang wanita. Kelenjar ini bekerja untuk
melindungi dan meminyaki puting susu selama menyusui. Beberapa puting susu
menonjol ke dalam atau rata dengan permukaan payudara. Keadaaan tersebut
kemudian ditunjukkan sebagai puting susu terbalik dan tidak satu pun dari
keadaan tersebut yang memperlihatkan kemampuan seorang wanita untuk
menyusui, yang berdampak negatif. Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang
normal, pendek/ datar, panjang dan terbenam (inverted).
Payudara mengalami tiga perubahan yang dipengaruhi hormon. Perubahan
pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas, masa fertilitas,
sampai ke klimakterium dan menopause. Sejak pubertas pengaruh ekstrogen dan
progesteron yang diproduksi ovarium dan juga hormon hipofise, telah
menyebabkan duktus berkembang dan timbulnya asinus. Perubahan kedua adalah
perubahan sesuai dengan daur menstruasi. Sekitar hari kedelapan menstruasi
payudara jadi lebih besar dan pada beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya
terjadi pembesaran maksimal. Kadang-kadang timbul benjolan yang nyeri dan
tidak rata. Selama beberapa hari menjelang menstruasi payudara menjadi tegang
dan nyeri sehingga pemeriksaan fisik, terutama palpasi, tidak mungkin dilakukan.

4
Pada waktu itu pemeriksaan foto mammogram tidak berguna karena kontras
kelenjar terlalu besar. Begitu menstruasi mulai, semuanya berkurang.
Perubahan ketiga terjadi waktu hamil dan menyusui. Pada kehamilan payudara
menjadi besar karena epitel duktus lobul dan duktus alveolus berproliferasi, dan
tumbuh duktus baru. Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu
laktasi. Air susu diproduksi oleh sel-sel alveolus, mengisi asinus, kemudian
dikeluarkan melalui duktus ke puting susu.

B. Dukungan Bidan dalam Pemberian ASI


Bidan mempunyai peranan yang sangat istimewa dalam menunjang pemberian
ASI. Peran bidan dapat membantu ibu untuk memberikan ASI dengan baik dan
mencegah masalah-masalah umum terjadi. Bidan dapat memberikan dukungan dalam
pemberian ASI, dengan :
a. Membiarkan bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam
pertama.
b. Mengajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah
umum yang timbul.
c. Mendukung program ASI Eklusif.
d. Menempatkan bayi didekat ibu pada kamar yang sama (rawat gabung).
e. Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin (on demand).
f. Menghindari susu botol dan “dot empeng”.
g. Memfasilitasi bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam
pertama (IMD). Bayi mulai meyusu sendiri segera setelah lahir sering disebut
dengan inisiasi menyusu dini (early initiation) atau permulaan menyusu dini. Hal
ini merupakan peristiwa penting, dimana bayi dapat melakukan kontak kulit
langsung dengan ibunya dengan tujuan dapat memberikan kehangatan.

C. Manfaat Pemberian ASI


a. Manfaat Bagi Bayi
● ASI mengandung antibodi dalam jumlah besar yang berasal dari tubuh seorang
ibu. Antibodi tersebut membantu bayi menjadi tahan terhadap penyakit, selain
itu juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Telah terbukti bahwa bayi
yang diberi ASI lebih kuat dan terhindar dari beragam penyakit seperti asma,

5
pneumonia, diare, infeksi telinga, alergi, “SIDs”, kanker anak, multiple
scleroses, penyakit Crohn, diabetes, radang usus buntu, dan obesitas.
● Hormon yang terdapat di dalam ASI menciptakan rasa kantuk dan rasa nyaman.
Hal ini dapat membantu menenangkan kolik atau bayi yang sedang tumbuh gigi
dan membantu membuat bayi tertidur setelah makan.
● Menyusui membantu perkembangan otak. Bayi yang diberi ASI rata-rata
memiliki IQ 6 poin lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang diberi susu
formula.
● Menyusui secara psikologis baik bagi bayi dan meningkatkan ikatan dengan ibu.
Jika seorang sedang membaca atau mengecek email saat menyusui, bayi tetap
mendapat manfaat dari kehangatan dan keamanan karena meringkuk ke tubuh
ibunya.
b. Manfaat Bagi Ibu
● Cara paling mudah untuk menurunkan berat badan. Menyusui membakar ekstra
kalori sebanyak 200-250 per hari.
● Ekonomis, biaya untuk susu formula selama seminggu bisa mencapai ratusan
ribu rupiah. Dan biaya selama setahun untuk susu formula mencapai lebih dari
jutaan rupiah.
● ASI selalu siap tersedia. Tidak perlu mencampur susu formula atau menunggu
menghangatkan, sementara bayi menjerit tak bisa ditenangkan. Tidak perlu
khawatir kehabisan ketika tengah malam atau tidak cukup membawa susu
formula tersebut ketika sedang berpergian.
● ASI merupakan metode kontrasepsi yang alami
● Pelepasan hormon oksitosin ketika menyusui meningkatkan perasaan tenang,
nyaman, dan cinta untuk bayi.
● Menyusui bagus untuk kesehatan. Menyusui membantu uterus kembali ke
ukuran normal lebih cepat dan mencegah perdarahan. Wanita yang menyusui
memiliki insiden lebih sedikit terkena osteoporosis dan beberapa tipe kanker
termasuk kanker payudara dan kanker ovarium.
c. Manfaat Bagi Lingkungan
● Memberikan ASI lebih ramah lingkungan karena terhindar dari konsumsi susu
formula yang dibuat dari susu sapi atau kedelai. Terdapat isu mengenai
eksploitasi sapi yang berlebihan serta bahan kimia yang digunakan untuk
menumbuhkan kedelai.

6
● Susu formula dan botol susu harus diproduksi dan dikemas, dimana hal tersebut
menggunakan banyak energi dan sumber daya. Setelah itu didistribusikan ke
toko-toko. Konsumen menggunakan bahan bakar untuk sampai ke toko dan
membeli susu formula. Kemasan dan botol bekas harus dibuang

D. Komposisi Gizi dalam ASI


Kandungan ASI nyaris tak tertandingi. ASI mengandung zat gizi yang secara
khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak dan memperkuat
daya tahan alami tubuhnya. Kandungan ASI yang utama terdiri dari:
a. Laktosa
Merupakan jenis karbohidrat utama dalam ASI yang berperan penting sebagai
sumber energi . Selain itu laktosa juga akan diolah menjadi glukosa dan galaktosa
yang berperan dalam perkembangan sistem syaraf. Zat gizi ini membantu
penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi.
b. Lemak
Merupakan zat gizi terbesar kedua di ASI dan menjadi sumber energi utama bayi
serta berperan dalam pengaturan suhu tubuh bayi. Lemak di ASI mengandung
komponen asam lemak esensial yaitu: asam linoleat dan asam alda linolenat yang
akan diolah oleh tubuh bayi menjadi AA dan DHA. AA dan DHA sangat penting
untuk perkembangan otak bayi.
c. Oligosakarida
Merupakan komponen bioaktif di ASI yang berfungsi sebagai prebiotik karena
terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat yang secara alami hidup dalam sistem
pencernaan bayi.
d. Protein
Komponen dasar dari protein adalah asam amino, berfungsi sebagai pembentuk
struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan
fenilalanin merupakan senyawa yang berperan dalam proses ingatan.
Komposisi zat utama dalam ASI:
● Laktosa- 7gr/100ml.
● Lemak- 3,7-4,8gr/100ml.
● Oligosakarida- 10-12 gr/ltr.
● Protein- 0,8-1,0gr/100ml.

7
e. Karbohidrat
Karbihdrat dalam ASI berbentuk laktosa yang jumlahnya berubah-ubah setiap hari
menurut kebutuhan tumbuh kembang bayi. Rasio jumlah laktosa dalam ASI dan
PASI adalah 7:4 sehingga ASI terasa lebih manis dibandingkan dengan PASI. Hal
ini menyebabkan bayi yang sudah mengenal ASI dengan baik cenderung tidak mau
minum PASI. Dengan demikian pemberian ASI akan semakin sukses.
Hidrat arang dalam ASI merupakan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan sel
syaraf otak dan pemberi energi untuk kerja sel-sel syaraf. Selain itu karhidrat
memudahkan penyerapan kalsium mempertahankan factor bifidus di dalam usus
(faktor yang menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya dan menjadikan
tempat yang baik bagi bakteri yang menguntungkan) dan dan mempercepat
pengeluaran kolostrum sebagai antibody bayi
f. Protein
Protein dalam ASI lebih rendah dibandingkan dengan PASI. Namun demikian
protein ASI sangat cocok karena unsur protein didalamnya hampir seluruhnya
terserap oleh sistem pencernan bayi yaitu protein unsur whey. Perbandingan
protein unsur whey dan casein adalam ASI adalah 80:40, sedangkan dalam PASI
20:80.
Artinya protein pada PASI hanya sepertiganya protein ASI yang dapat diserap oleh
sistem pencernaan bayi dan harus membuang dua kali lebih banyak protein yang
sukar diabsorpsi. Hal ini yang memungkinkan bayi akan sering menderita diare dan
defekasi dengan feces berbentuk biji cabe yang menunjukkan adanya makanan
yang sukar diserap bila bayi diberikan PASI.
g. Lemak
Kadar lemak dalam ASI pada mulanya rendah kemudian meningkat jumlahnya.
Lemak dalam ASI berubah kadarnya setiap kali diisap oleh bayi dan hal ini terjadi
secara otomatis. Komposisi lemak pada lima menit pertama isapan akan berbeda
dengan 10 menit kemudian, Kadar lemak pada hari pertama berbeda dengan hari
kedua dan akan terus berubah menurut perkembangan bayi dan kebutuhan energi
yang diperlukan. Jenis lemak yang ada dalam ASI mengandung lemak rantai
panjang yang dibutuhkan oleh sel jaringan otak dan sangat mudah dicerna karena
mengandung enzim lipase. Lemak dalam bentuk Omega 3, Omega 6, dan DHA
yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan sel-sel jaringan otak. Susu formula
tidak mengandung enzim, karena enzim akan mudah rusak bila dipanaskan.

8
Dengan tidak adanya enzim, bayi akan sulit menyerap lemak PASI sehingga
menyebabkan bayi lebih mudah terkena diare. Jumlah asam linoleat dalam ASI
sangat tinggi dan perbandinganya dengan PASI yaitu 6:1. Asam linoleat adalah
jenis asam lemak yang tidak dapat dibuat oleh tubuh yang berfungsi untuk memacu
perkembangan sel syaraf otak bayi.
h. Mineral
ASI megandung mineral yang lengkap walaupun kadarnya relatif rendah, tetapi
bisa mencukupi kebutuhan bayi sampai berumur 6 bulan. Zat besi dan kalsium
dalam ASI merupakan mineral yang sangat stabil dan mudah diserap dan
jumlahnya tidak dipengaruhi oleh diet ibu. Dalam PASI kandungan mineral
jumlahnya tinggi, tetapi sebagian besar tidak dapat diserap. Hal ini akan
memperberat kerja usus bayi serta menganggu keseimbangan dalam usus dan
meningkatkan pertumbuhan bakteri yang merugikan sehingga mengakibatkan
kontraksi usus bayi tidak normal. Bayi akan kembung, gelisah karena obstipasi
atau ganguan metabolisme.
i. Vitamin
ASI mengandung vitamin yang lengkap yang dapat mencukupi kebutuhan bayi
sampai 6 bulan kecuali vitamin K, karena bayi baru lahir ususnya belum mampu
membentuk vitamin K.

E. Upaya Memperbanyak ASI


Cara agar ASI bertambah banyak:
● Minum minuman hangat yang menenangkan, tapi bukan kopi atau minuman
bersoda karena akan membuat bayi rewel. Sejenis teh menyusui seperti Milkies
Nursing Time Tea adalah pilihan tepat karena membuat rileks dan kandungannya
meningkatkan produksi ASI.
● Menghangatkan payudara
Bisa menempelkan kompres hangat, atau air hangat, atau mandi pancuran air
hangat
● Merangsang puting susu
Ibu dapat menarik dan memutar putingnya secara perlahan dengan jari-jarinya.
● Memijat atau mengurut payudara dengan ringan
Beberapa ibu suka mengurut dengan ujung jari atau dengan kepalan tangan
memijat mengelilingi ke arah areola dan puting.

9
● Memijat punggung untuk merangsang hormon oksitosin (pijat oksitosin)
● Susuilah bayi segera setalah bayi lahir.
● Susuilah bayi sesering mungkin. Semakin sering bayi menghisap puting susu,
semakin banyak ASI yang keluar.
● Susuilah bayi dari kedua payudara yang kiri dan kanan secara bergantian pada
setiap kali menyusui.
● Jangan memberikan makanan dan minuman lain selain ASI sampai dengan usia
bayi 6 bulan.
● Ibu harus dalam keadaan relaks. Kondisi psikologis ibu menyusui sangat
menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, > 80% lebih
kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis
ibu menyusui. Dan akhirnya produksi ASI menurun.
● Hindari pemberian susu formula. Terkadang karena banyak orangtua merasa
bahwa ASInya masih sedikit atau takut anak tidak kenyang, banyak yang segera
memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula itu justru akan
menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah
bingung puting terutama pemberian susu formula dg dot. Begitu bayi diberikan
susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga
volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit
ASI yg diproduksi.
● Hindari penggunaan DOT, empeng, Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa
(ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok. Saat ibu
memberikan dengan dot, maka anak dapat mengalami bingung puting (nipple
confusion). Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika
menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bag. gelap
disekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, bayi tidak mau
menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan
ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja
dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot dsbnya.
● Ibu menyusui mengkonsumsi makanan bergizi.
● Lakukan perawatan payudara.
Pijat oksitosin adalah pemijatan tulang belakang pada costa ke 5-6 sampai ke
scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis merangsang hipofise
posterior untuk mengeluarkan oksitosin. Pijat oksitosin memberikan banyak manfaat

10
dalam proses menyusui, manfaat yang dilaporkan adalah selain mengurangi stress
pada ibu nifas dan mengurangi nyeri pada tulang belakang juga dapat merangsang
kerja hormon oksitosin, manfaat lain dari pijat oksitosin
● Meningkatkan kenyamanan,
● Meningkatkan gerak ASI kepayudara,
● Menambah pengisian ASI kepayudara,
● Memperlancar pengeluaran ASI,
● Mempercepat proses involusi uterus.
Langkah melakukan pijat oksitosin
a. Memberitahukan kepada ibu tentang tindakan yang akan dilakukan, tujuan
maupun cara kejanya untuk menyiapkan kondisi psikologis ibu.
b. Menyiapkan peralatan dan ibu dianjurkan membuka pakaian atas, agar dapat
melakukan tindakan lebih efisien.
c. Mengatur ibu dalam posisi duduk dengan kepala bersandarkan tangan yang
dilipat ke depan dan meletakan tangan yang dilipat di meja yang ada didepannya,
dengan posisi tersebut diharapkan bagian tulang belakang menjadi lebih mudah
dilakukan pemijatan.
d. Melakukan pemijatan dengan meletakan kedua ibu jari sisi kanan dan kiri dengan
jarak satu jari tulang belakang, gerakan tersebut dapat merangsang keluarnya
oksitosin yang dihasilkan oleh hipofisis posterior.
e. Menarik kedua jari yang berada di costa 5-6 menyusuri tulang belakang dengan
membentuk gerakan melingkar kecil dengan kedua ibu jarinya.
f. Gerakan pemijatan dengan menyusuri garis tulang belakang ke atas kemudian
kembali ke bawah.
g. Melakukan pemijitan selama 2-3 menit

11
F. Tanda Bayi Cukup ASI
Apabila bayi telah menyusui dengan benar maka akan memperlihatkan tanda-tanda.
Bayi usia 0-6 bulan, dapat dinilai mendapat kecukupan ASI bila mencapai keadaan
sebagai berikut:
● Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau dalam 24 jam minimal mendapatkan ASI 8 kali
pada 2-3 minggu pertama.
● Kotoran berwarna kuning dengan frekuensi sering, dan warna menjadi lebih muda
pada hari kelima setelah lahir.
● Bayi akan buang air kecil (BAK) paling tidak 6-8 x sehari.
● Ibu dapat mendengarkan pada saat bayi menelan ASI.
● Payudara terasa lebih lembek, yang menandakan ASI telah habis.
● Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal.
● Pertumbuhan berat badan (BB) bayi dan tinggi badan (TB) bayi sesuai dengan
grafik pertumbuhan.
● Perkembangan motorik baik (bayi aktif dan motoriknya sesuai dengan rentang
usianya).
● Bayi kelihatan puas, sewaktu-waktu saat lapar bangun dan tidur dengan cukup.
● Bayi menyusu dengan kuat (rakus), kemudian melemah dan tertidur pulas.
● Bayi tampak tenang
● Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan
● Puting susu tidak terasa nyeri.

G. ASI Ekslusif
Asi ekslusif adalah pemberian Air Susu Ibu saja (tanpa makanan / minuman
pendampg termasuk air putih maupun susu formula) selama enam bulan, untuk
kemudian diteruskan hingga 2 tahun atau lebih , dan setelah enam bulan baru
didampingi dengan makanan/minuman pendamping ASI (MPASI) sesuai
perkembangan pencernaan anak.

H. Cara Perawatan Payudara


● Payudara juga perlu nutrisi. Konsumsi makanan yang seimbang dengan jumlah
kalori yang cukup. Kulit payudara Anda hanya mengandung sedikit kolagen.
Terutama di bagian areola (kulit sekitar puting) dan puting. Oleh karena itu jangan

12
menggesek payudara dengan benda kasar misalnya scrub atau handuk. Apalagi
ketika seminggu menjelang siklus haid. Untuk mengatasi kulit kering gunakan saja
pelembab tanpa pewangi.
● Olahraga juga bisa menjadi usaha untuk mengembalikan kekencangan payudara.
Gerakan olahraga yang dilakukan secara teratur akan melatih otot-otot dada.
Lakukan secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
● Gunakan juga bra yang sesuai dengan ukuran dan bentuk payudara Anda.
Yang terpenting adalah bra harus nyaman dipakai. Gunakan bra khusus ketika
Anda berolahraga. Sehingga keringat mudah terserap dan payudara tersangga
dengan baik.
● Salah satu upaya mengetahui kelainan pada payudara adalah dengan melakukan
SADARI (Periksa Payudara Sendiri). SADARI dapat dilakukan 7-10 hari sesudah
menstruasi hari terakhir. Untuk membantu proses ini, oleskan sedikit minyak
zaitun atau busa sabun mandi di permukaan payudara. Ini akan memperlicin
permukaan payudara. Selain itu tangan menjadi lebih sensitif meraba kemungkinan
adanya benjolan di payudara.
Langkah-langkah melakukan SADARI:
● Dalam posisi berbaring telentang, letakkan tangan kanan di bawah kepala.
Letakkan sebuah bantal kecil di bawah punggung sebelah kanan.
● Raba seluruh bagian payudara sebelah kanan dengan menggunakan 3 ujung
jari tengah yang dirapatkan.
● Lakukan gerakan memutar dan tekanan lembut tetapi mantap. Lakukan
gerakan ini mulai dari bagian pinggir searah jarum jam.
● Ulangi gerakan serupa pada payudara sebelah kiri. Rasakan dan perhatikan
dengan seksama, apabila muncul benjolan yang mencurigakan.
● Tekan pelan-pelan daerah di sekitar puting. Perhatikan, apakah puting
mengeluarkan cairan yang tidak normal.
● Dalam posisi berdiri dan lengan lurus ke bawah, teliti kedua payudara di
depan cermin. Perhatikan, bila ada benjolan atau perubahan bentuk payudara
● Angkat kedua lengan lurus ke atas. Ulangi langkah di atas.

I. Cara Menyusui yang Benar

13
Pengertian teknik menyusui yang benar teknik menyusui yang benar adalah cara
memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan
benar. Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pada
kehamilan, payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya
kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan sakit . Bersamaan dengan
membesarnya kehamilan, perkembangan dan persiapan untuk memberikan ASI makin
tampak. Payudara makin besar, puting susu makin menonjol, pembuluh darah makin
tampak, dan aerola mamae makin menghitam. Persiapan memperlancar pengeluaran
ASI dilaksanakan dengan jalan
Posisi dan perlekatan menyusui. Terdapat berbagai macam posisi menyusui. Cara
menyususi yang tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau
berbaring. Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu pasca
operasi sesar. Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan posisi kaki diatas.
Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti memegang bola bila disusui
bersamaan, dipayudara kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar (penuh), bayi
ditengkurapkan diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan
posisi ini bayi tidak tersedak.
● Langkah-langkah menyusui yang benar, cuci tangan yang bersih dengan sabun,
perah sedikit ASI dan oleskan disekitar putting, duduk dan berbaring dengan santai
● Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi sanggah seluruh tubuh bayi,
jangan hanya leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi lurus, hadapkan bayi
ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu, dekatkan badan
bayi ke badan ibu, menyetuh bibir bayi ke puting susunya dan menunggu sampai
mulut bayi terbuka lebar.
● Segera dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi
terletak di bawah puting susu.
● Cara melekatkan mulut bayi dengan benar yaitu dagu menempel pada payudara
ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bawah bayi membuka lebar
Posisi menyusui dapat dilakukan dengan :
● Posisi berbaring miring
Posisi ini baik dilakukan pada saat pertama kali atau ibu dalam keadaan lelah
atau nyeri.
● Posisi duduk

14
Pada saat pemberian ASI dengan posisi duduk dimaksudkan untuk memberikan
topangan pada/ sandaran pada punggung ibu dalam posisi tegak lurus (90 derajat)
terhadap pangkuannya. Posisi ini dapat dilakukan dengan bersila di atas tempat
tidur atau lantai, ataupun duduk di kursi.
● Tidur telentang
Seperti halnya pada saat dilakukan inisiasi menyusu dini, maka posisi ini juga
dapat dilakukan oleh ibu. Posisi bayi berada di atas dada ibu diantara payudara ibu.

J. Masalah dalam Pemberian ASI


a. Puting susu datar dan terpendam
Cara mangatasinya: Puting susu ditarik-tarik sampai menonjol, kalau perlu
dengan bantuan pompa susu.
b. Puting lecet adan nyeri.
Hal ini disebabkan oleh karena posisi menyusui atau cara menghisap yang salah,
puting susu belum meregang (belum siap untuk disusui), dan hisapan bayi sangat
kuat.
Cara mengatasinya:
● Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit. Susui sebelum bayi sangat
lapar agar menghisapnya tidak terlalu kuat. Perbaiki cara menghisap, bibir
bayi menutupi areola diantara gusi atas dan bawah
● Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol
● Perhatikan cara melepaskan mulut bayi dari puting setelah selesai menyusui.
● Letakkan jari kelingking di sudut bawah
● Keluarkan sedikit ASI untuk dioles pada puting selesai menyusui
● Biarkan puting kering sebelum memakai BH
● Kalau lecet tidak sembuh dalam 1 minggu, rujuk ke Puskesmas
● Usahakan bayi menghisap sampai kebagian hitam disekitar puting (aerola).
c. Payudara bengkak
Sekitar hari ke 3-4 payudara sering terasa lebih penuh atau tegang disertai rasa
nyeri.
Cara mengatasinya: Susuilah bayi sesuai kebutuhan tanpa dijadwal sesuai
kebutuhan Keluarkan ASI dengan pompa atau manual dengan tangan bila
produksi ASI melebihi kebutuhan bayi. Untuk mengurangi rasa sakit, kompres
dengan air hangat. Lakukan pengurutan mulai dari puting kearah pangkal.

15
d. Saluran ASI tersumbat
Cara mengatasinya: Kelurakan ASI dengan tangan/pompa. Kompres air hangat
sebelum menyusui, kompres air dingin setelah menyusui
e. Radang payudara
Terjadi pada 1-3 minggu setelah melahirkan. Tanda-tandanya adalah:
● Kulit payudara tampak lebih merah.
● Payudara mengeras
● Nyeri dan berbenjol-benjol
Cara mengatasinya: Tetap menyusui bayi. Bila disertai demam dan nyeri dapat
diberi obat penurun demam dan menghilangkan rasa nyeri. Bila belum berhasil
segera rujuk ke Puskesmas. Lakukan perawatan payudara secara baik dan teratur
f. Payudara abses
Abses pada payudara disebabkan karena radang payudara. Untuk sementara
payudara yang abses tidak dipakai untuk menyusui. Rujuk ke Puskesmas. Setalah
sembuh bayi dapat menyusui kembali.
g. Produksi ASI kurang
Ibu perlu menjaga ketenangan pikiran.
● Cukup istirahat dan mempertinggi rasa percaya diri akan kemampuan
menyusui bayinya
● Makanan ibu cukup bergizi
● Tingkatkan frekuensi menghisap/menyusui
h. Bingung putting
Bila ibu bekerja atau karena sesuatu hal bayi terpaksa diberikan susu buatan,
berikan dengan sendok, jangan dengan dot susu botol karena menyusui dari dot
berlainan dengan puting ibu. Ini untuk menghindari agar bayi tidak bingung
puting. Mempertahankan dan mempertinggi produksi ASI.

BAB III

16
PENUTUP

A. Kesimpulan
Asi ekslusif adalah pemberian Air Susu Ibu saja (tanpa makanan / minuman
pendampg termasuk air putih maupun susu formula) selama enam bulan, untuk kemudian
diteruskan hingga 2 tahun atau lebih, dan setelah enam bulan baru didampingi dengan
makanan/minuman pendamping ASI (MPASI) sesuai perkembangan pencernaan anak.

B. Saran
Perlu ditingkatkan peranan tenaga kesehatan baik di rumah sakit, klinik bersalin,
Posyandu di dalam memberikan penyuluhan atau petunjuk kepada ibu hamil, ibu baru
melahirkan dan ibu menyusui tentang ASI dan menyusui

17