You are on page 1of 5

Abstrak

Iodin merupakan salah satu makronutrien yang diperlukan oleh tubuh dan berfungsi
untuk mengatur metabolisme makanan dan pertumbuhan. Asupan iodium perhari untuk
orang dewasa adalah sekitar 150 mg yang dapat diperoleh dari makanan terutama
garam beryodium. Salah satu cara mendeteksi defesiensi iodin dalam tubuh atau Iodine
Deficiency Disorder (IDD) adalah melalui analisis kandungan ekskresi iodin melalui
urin dan teknik yang paling sering digunakan adalah reaksi Sandell–Kolthoff dengan
prinsip reaksi reduksi cerium (IV) menjadi cerium (III) oleh Arsen (III) dengan
menggunakan iodin sebagai katalis. Dari praktikum yang telah dilakukan kemudian
dianalisis dengan spektrofotometri untuk megukur absorbansi yang dibandingkan
dengan baku dengan persamaan yang didapat y = -1,5596x – 0,3925. Hasil yang
didapat dari populasi yaitu 40 sampel yang diuji, 2 orang memiliki kadar iodium
bernilai negative berarti <20 𝜇g/l, 1 orang dengan rentang konsentrasi 50-99 𝜇g/l, 1
orang pada rentang 100-199, 6 orang pada rentang 200-299 𝜇g/l dan sisanya memiliki
konsentrasi di atas 300 𝜇g/l.

Abstract

Iodine is one of the macronutrients needed by the body and serves to regulate food
metabolism and growth. The intake of iodine per day for adults is about 150 mg which
can be obtained from foods especially iodized salt. One way to detect iodine deficiency
in the body or Iodine Deficiency Disorder (IDD) is through the analysis of urinary
iodine excretion content and the most commonly used technique is Sandell-Kolthoff
reaction with the principle of Cerium Reduction Reaction (IV) to Cerium (III) by
Arsenic III) using Iodine as a catalyst. From the experiments that have been done then
analyzed with spectrophotometry to mesuare absorbance compared with the standard
with the equation y = -1.5596x - 0.3925. Results obtained population from 40 samples
tested, 2 people have negative iodine content means <20 μg / l, 1 person with
concentration range 50-99 μg / l, 1 person in the range 100-199, 6 people in the range
200-299 μg / l and the rest have concentrations above 300 μg / l.
PENDAHULUAN karena tidak diperlukan lagi oleh tubuh
atau berupa toksin seperti asam urat,
Urin merupakan larutan
asam benzoat, enzim, hormon, vitamin,
kompleks yang terdiri dari sebagian
dll (Sumardjo, 2008).
besar (±96%) air dan sebagian kecil zat
Urin dapat dijadikan salah satu
terlarut (±4%) yang dihasilkan oleh
parameter pemeriksaan kesehatan
ginjal, disimpan sementara dalam
seseorang yaitu dengan melihat
kandung kemih dan dibuang melalui
kandungan yang terdapat dalam urin
proses miknutrisi (Pearce, 2002). Urin
dan tidak sesuai dengan kandungan zat-
biasanya berisi produk pecahan
zat pada urin normal. Ketika kadar
metabolisme dari berbagai macam
iodium menurun dalam darah ,T4 mulai
makanan, minuman, obat-obatan,
menurun, hipofisis mengintervensi
kontaminan lingkungan, metabolit
dengan meningkatkan TSH yang
endogen buangan dan produk yang
merangsang tiroid untuk meningkatkan
dihasilkan oleh bakteri. Banyak
penyerapan iodida dan memastikan
komponen yang kurang bisa dikarak-
pelepasan hormon tiroid. Namun, di
terisasi dan tidak dipahami (Boutara,
bagian tertentu kekurangan serapan
dkk., 2013).
iodida dari tiroid terhambat, TSH gagal
Urin merupakan salah satu
untuk melepas T4 dan hanya berakhir
bentuk ekskresi. Urin normal memiliki
dengan hiperplasia sel folikel dan
pH 4,8-7,4 serta berwarna jernih.
muncul sebagai penyakit yang biasa
Komponen utamanya yaitu air,
dikenal dengan nama gondok (Pal,
komponen lainnya yaitu senyawa orga-
2007). Salah satu deteksi penyakit yang
nik berupa anion seperti CO32- , Cl-
dapat menggunakan urin sebagai salah
serta senyawa anorganik berupa kation
satu parameter diagnosa adalah
seperti Ca2+ dan Na+. Pada umumnya,
penyakit Iodine Deficiency Disorder
senyawa organik yang terkandung di
(IDD). Sesuai dengan nama
dalam urin merupakan hasil
penyakitnya, maka urin akan
metabolisme dan akan dieks-kresikan
ditentukan kandungan iodin di
dalamnya. Metode yang populer Sandell-Kolthoff, ICP-MS, Spektro-
digunakan adalah berdasarkan pada fotometri UV-Vis, FIA, Intracavity
reaksi Sandell–Kolthoff atau dengan Laser Absorbance, Kinetic
menggunakan reaksi pada digesti Colorimetry, ISE, ED dan INAA.
ammonium persulfat (Ohashi et al, Metode reaksi Sandell-Kolthoff
2000). merupakan metode untuk menentukan
Diagnosis defisiensi iodium kadar iodine dalam urin yang banyak
pada umumnya didasarkan pada digunakan. Tahap pertama mencakup
pemeriksaan klinis maupun pemerik- eliminasi senyawa -senyawa
saan laboratoris kadar iodida dalam pengganggu dan melepaskan ikatan
urin. Pemeriksaan klinis dilakukan antara iodine dan senyawa ekskretori
dengan mengukur pembesaran kelenjar urin dengan menambahkan asam klorat,
gondok secara palpalis dan digesti ammonium persulfat dan digesti
ultrasonografi. Namun yang menjadi pengabuan. Tahap pelepasan iodin
permasalahan dalam pemeriksaan tersebut merupakan proses penting
klinis ini seringkali merupakan dalam digesti iodin dalam urin. Tahap
diagnosis yang terlambat. Oleh karena kedua melibatkan reaksi antara Ce (IV)
itu, pemeriksaan laboratoris iodida dan As (III) (Khazan et.al, 2013).
dalam urin sangat penting untuk Metode Sandell- Kolthoff
mendeteksi GAKI sebelum gejala merupakan suatu reaksi katalitis
klinis timbul, karena kadar iodida dimana iodida berfungsi sebagai katalis
dalam urin seseorang dapat reduksi Ce +4 menjadi Ce +3 dengan
menggambarkan pemasukan iodium ke arsen dalam medium asam (Dyrka et.al,
dalam tubuh sehingga efek negatifnya 2011).
tidak terlambat untuk ditangani Ada dua prinsip yang
(WHO,2009). digunakan dalam menentukan kadar
Analisis iodine melalui urin iodin dalam urin untuk mendeteksi
dapat dilakukan dengan beberapa gangguan tiroid diantaranya adalah
metode, diantaranya yaitu reaksi reaksi reduksi dan oksidasi (redoks)
dan Hukum Lambert – Beer. Reaksi Atikah. 2016. Penurunan Kadar Fenol
Redoks yaitu reaksi terjadinya proses dalam Limbah Cair Industri
transfer elektron dari satu zat menuju Tenun Songket dengan Proses
zat lainnya sebagai contoh adalah Elektrokoagulasi. Jurnal Teknik
reaksi pada Katoda dan Anoda. Pada Kimia. Volume 1 (No. 2) : 6 – 15.
Reaksi Katoda akan terjadi reaksi – Boutara, Souhaila, Farid Aziat, Rupasri
reaksi reduksi terhadap kation, yang Mandal, dan An Chi Guo. 2013.
termasuk kation adalah ion H+ dan ion The Human Urine Metabolome.
– ion logam, sedangkan pada Reaksi PLOS One Journal. Vol. 8 (9) : 1-
Anoda, anion – anion lain (SO42- , SO3 28.
2-
) tidak dapat dioksidasi dari larutan Dyrka, A. et.al. 2011. Assay of Iodine
yang mengalami oksidasi adalah in Edible Salt Using Sandell-
pelarutnya (H2O) membentuk gas O2 Kolthoff Catalytic Method.
pada anoda. Dari reaksi – reaksi yang Journal of Laboratory
terjadi dalam proses elektrokoagulasi Diagnostics, Vol 47 (4) : 425-
maka pada katoda akan dihasilkan gas 429.
hidrogen dan reaksi ion logamnya Khazan, M., Azizi, F., Mehdi, H. 2013.
(Atikah, 2016). A Review of Iodine
Pada praktikum ini bertujuan Determintaion Methods in Salt
untuk menentukan kadar iodin dalam and Biological Samples. Scimetr,
urin untuk mendeteksi gangguan tiroid 1(1).
dengan menggunakan metode Ohashi , T., Yamaki , M., & amp; S., C.
mikroplate. 2000. Simple Microplate
Method. Clinical Chemistry,
529–536.
Pal GK. 2007. Textbook of Medical
Physiology. India : Ahuja
DAFTAR PUSTAKA Publishing House. Endocrine
Physiology; hal 346.
Pearce, C. Evelyn. 2002. Anatomi dan
Fisiologi untuk Paramedic.
Jakarta : Penerbit PT Gramedia
Pustaka Utama.
Sumardjo, D. 2008. Pengantar Kimia:
Buku Panduan Kuliah Mahasiwa
Kedokteran dan Program Strata
1 Fakultas Bioeksakta. Jakarta:
Penerbit EGC.
WHO. 2009. Iodine and Inorganic
Iodides: Human Health Aspects.
Atlanta : World Health
Organization.