You are on page 1of 3

PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS PONDOK PUCUNG
Jl. Santunan Jaya RT 01 RW 03 Kel. Pondok Pucung Kec Pondok Aeren – Tangerang Selatan
HP. 08119927976, e-mail : pkmpondokpucung@gmail.com

KERANGKA ACUAN KERJA SKRINING HEPATITIS PADA IBU HAMIL

I. PENDAHULUAN

Hepatitis adalah istilah umum yang berarti radang hati dan dapat disebabkan oleh
beberapa mekanisme, termasuk agen infeksius. Virus hepatitis dapat disebabkan oleh berbagai
macam virus yang berbeda seperti virus hepatitis A, B, C, D dan E. Penyakit kuning adalah ciri
karakteristik penyakit hati dan bukan hanya karena virus hepatitis, diagnosis yang benar hanya
dapat dilakukan dengan pengujian SERA pada pasien untuk mendeteksi adanya antivirus pada
antibodi. Sebagian besar kasus terkait hepatitis karena transfusi disebabkan oleh hepatitis A
virus (HAV) atau virus hepatitis B (HBV), kedua hanya dikenal hepatitis manusia, virus ini
dikenal pada tahun 1975. Pada waktu itu, Hepatitis C sudah ada, tapi dikenal dengan sebutan
hepatitis non A non B (NANB). Pada tahun 1989 virus hepatitis non A-B diidentifikasi dan
dikloning, kemudian dinamai virus hepatitis C (HCV) (WHO, 2010).

Bentuk hepatitis yang dikenal adalah HAV ( Hepatitis A ) dan HBV (Hepatitis B). kedua
istilah ini lebih disukai daripada istilah lama yaitu hepatitis infeksiosa dan hepatitis serum, sebab
kedua penyakit ini dapat ditularkan secara parenteral dan non parenteral.Hepatitis virus yang
tidak dapat digolongkan sebagai Hepatitis A atau B melalui pemeriksaan serologi disebut
sebagai Hepatitis non-A dan non-B (NANBH) dan saat ini disebut Hepatitis C.

Selanjutnya ditemukan bahwa jenis hepatitis ini ada 2 macam, yang pertama dapat
ditularkan secara parenteral (Parenterally Transmitted) atau disebut PT-NANBH dan yang
kedua dapat ditularkan secara enteral (Enterically Transmitted) disebut ET-NANBH.Tata
nama terbaru menyebutkan PT-NANBH sebagai Hepatitis C dan ET-NANBH sebagai
Hepatitis E.
Virus delta atau virus Hepatitis D (HDV) merupakan suatu partikel virus yang
menyebabkan infeksi hanya bila sebelumnya telah ada infeksi Hepatitis B, HDV dapat timbul
sebagai infeksi pada seseorang pembawa HBV.

II . LATAR BELAKANG
PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS PONDOK PUCUNG
Jl. Santunan Jaya RT 01 RW 03 Kel. Pondok Pucung Kec Pondok Aeren – Tangerang Selatan
HP. 08119927976, e-mail : pkmpondokpucung@gmail.com

Hepatitis merupakan penyakit infeksi yang berbahaya dan sering tidak terdeteksi
karena pada beberapa kasus penderita tidak menunjukan atau merasakan gejala.oleh
karena itu memerlukan pendeteksian secara dini terutama pada ibu hamil

III. TUJUAN
1. Tujuan Umum
a. Mendeteksi sedini mungkin penderita hepatitis pada ibu hamil
b. Melakukan upaya untuk menurunkan angka kesakitan di wilayah kerja Puskesmas
Mulia Baru.

2. Tujuan Khusus
a. Petugas dapat mengetahui faktor-faktor penyebab munculnya penyakit Hepatitis
pada bumil di wilayah kerja PuskesmasMulia Baru.
b. Petugas dapat mencari alternative pemecahan masalah, langkah-langkah pemecahan
masalah dan prioritas pemecahan masalah pada kasus Hepatitis di wilayah kerja
PuskesmasMulia Baru.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Melakukan Pemeriksaan terhadap ibu hamil ( HBsAg dan Anti HBsAg )

V. CARA PELAKSANAAN :
Deteksi dini penderita Hepatitis pada Ibu hamil dengan pengambilan dan pemeriksaan
sampel darah.

VI. SASARAN :
Ibu hamil

VII. PELAKSANAAN KEGIATAN


Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017( sumber dana BOK Puskesmas
Mulia Baru tahun 2017 )

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS PONDOK PUCUNG
Jl. Santunan Jaya RT 01 RW 03 Kel. Pondok Pucung Kec Pondok Aeren – Tangerang Selatan
HP. 08119927976, e-mail : pkmpondokpucung@gmail.com

Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan program dilakukan setelah pelaksanaan


kegiatan dan tindakan yang ditentukan dengan pelaporan hasil kegiatan yang dicapai

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN DOKUMENTASI


1. Dilaksanakan sesuai dengan prosedur pelaksanaan.
2. Dokumentasi penunjang