You are on page 1of 7

Muntolib & Rusdiyantoro : Analisa Bahan Isolasi Pipa Saluran Uap Panas Pada Boiler Untuk Meminimalisasi

Heat Loss

ANALISA BAHAN ISOLASI PIPA SALURAN UAP PANAS PADA BOILER


UNTUK MEMINIMALISASI HEAT LOSS

Muntolib**) dan Rusdiyantoro*)


Abstrak

Uap panas merupakan sumber utama dalam mengolah produksi, aliran pipa uap panas selalu
dipengaruhi udara bebas, karena itu harus dilakukan pemilihan bahan isolasi jenis mineral wool,
calcium silicate dan ceramic fiber blanket dengan membuat model simulasi untuk menentukan
bahan yang paling tepat dalam mengurangi kehilangan panas. Analisa dilakukan dengan
menghitung jumlah kehilangan panas tanpa menggunakan bahan isolasi dan menggunakan
isolasi dengan ketebalan bervariabel. Proses analisa dilakukan pada suhu 150 ºC dengan hasil
isolasi mineral wool tebal 25 mm sebesar 5.714 watt, tebal 50 mm sebesar 3.489 watt dan tebal
75 mm sebesar 2.633 watt. Sedangkan hasil isolasi calsium silicate tebal 25 mm sebesar 7.774
watt, tebal 50 mm sebesar 4.913 watt dan tebal 75 mm sebesar 3.756 watt. Sedangkan hasil
isolasi ceramic fiber blanket tebal 25 mm sebesar 6.756 watt, tebal 50 mm sebesar 4.197 watt dan
tebal 75 mm sebesar 3.188 watt. Bahan isolasi mineral wool memiliki hasil terbaik dibandingkan
calcium silicate dan ceramic fiber blanket. Kesimpulan pemilihan bahan isolasi dipengaruhi nilai
termal konduktivitas dan tebal bahan.

Kata kunci : perpindahan panas , kehilangan panas, heat loss, isolasi, boiler

PENDAHULUAN. produksi. Adapun manfaat yang dapat


Uap panas merupakan sumber utama diperoleh dari penelitian ini adalah memberi
dalam mengolah produksi, aliran uap panas masukan terhadap pihak perusahaan agar
yang melalui pipa selalu dipengaruhi udara mampu memilih jenis material isolasi,
bebas. Selama ini banyak industri yang sehingga proses produksi meningkat.,
melindungi pipa tersebut dengan isolasi mampu menjaga lingkungan kerja dari suhu
namun mengabaikan perhitungan kehilangan panas yang diakibatkan dari panasnya pipa
panas yang terjadi dalam aliran pipa uap uap serta mampu menekan seminimal
tersebut, akibatnya perusahaan tidak mungkin terhadap operasional boiler
mengetahui berapa banyak uap yang sehingga dapat menambah masa pemakaian
terbuang ke udara selama mengalir pada boiler.
saluran pipa uap dan tentunya pemanfaatan
uap tersebut untuk produksi kurang METODE PENELITIAN.
maksimal. Metode Pengumpulan Data
Oleh karena itu perlu dilakukan Metode pengumpulan data yang
pemilihan bahan isolasi diantaranya jenis dilakukan adalah dengan metode observasi
mineral wool, calcium silicate dan ceramic yang meliputi luas permukaan pipa, jenis dan
fiber blanket yang sering banyak digunakan, ketebalan isolasi, suhu operasional, suhu
dengan cara membuat model simulasi dalam permukaan isolasi dan suhu lingkungan.
keadaan steady untuk menentukan bahan Serta juga menggnakan metode literature
yang paling tepat dalam mengurangi untuk mencari nilai thermal konduktivitas
kehilangan panas. Diharapkan analisa bahan isolasi, aluminium dan thermal
simulasi ini dapat dipakai pihak industri agar konveksi rata-rata.
mampu memilih jenis material isolasi dan
mengetahui jumlah panas yang bisa Metode Analisa Data
diselamatkan selama ini, sehingga proses Tahap pertama dengan menganalisa
produksi meningkat dan mampu menjaga kehilangan panas tanpa menggunakan
lingkungan kerja dari suhu panas. bahan isolasi, dengan menggunakan rumus
Tujuan dari penelitian ini adalah dikemukaan oleh Frank Kreith (1997; 12)
membuat model simulasi untuk menganalisa
dan menentukan jenis – jenis isolasi yang
tepat untuk mengurangi panas yang hilang. **) Mahasiswa Teknik Industri
Serta mengetahui cara penghitungan jumlah *) Dosen Teknik Industri
panas yang hilang selama menuju proses Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

50 Jurnal Teknik WAKTU Volume 12 Nomor 02 – Juli 2014 – ISSN : 1412-1867


Muntolib & Rusdiyantoro : Analisa Bahan Isolasi Pipa Saluran Uap Panas Pada Boiler Untuk Meminimalisasi
Heat Loss

Konveksi menyatakan laju perpindahan 2



panas dengan cara konveksi antara suatu ⁄
permukaan dan suatu fluida dapat dihitung
dengan hubungan : b) Perpindahan panas di dalam aluminium
∆ sheet diperoleh,
2
Tahap kedua dengan menganalisa

kerugian panas yang hilang menggunakan
bahan isolasi berupa mineral wool, calsium c) Perindahan panas dari permukaan
silicate dan ceramic fiber blanket. aluminium ke udara secara konveksi :

2

Nilai Q didapatkan dengan menjumlahkan ke


- 3 persamaan suhu di atas, sehingga
diperoleh :

T T
Q dengan R total tahanan
∑R

In In 1
R
2 π k 2 π k hu. 2 π R4
Gambar 1. Potongan saluran pipa
yang di isolasi HASIL PENELITIAN.

Penyajian Data Parameter

Analisa hanya difokuskan pada bahan 1. Penentuan luas permukaan pipa saluran,
isolasi, sehingga analisa ini mengabaikan suhu operasional, suhu permukaan dan
suhu lingkungan.
perpindahan panas pada dinding pipa
Dalam analisa ini penulis
saluran uap.
menggunakan data dari beberapa proyek
a) Perpindahan panas di dalam isolasi yang sudah pernah dikerjakan di
setiap satuan panjang : beberapa perusahaan sesuai tabel 1.

Tabel 1. Data hasil penelitian dengan bahan isolasi mineral wool, calcium silicate dan
ceramic fiber blanket

Mineral Calcium Ceramic


Pipa fiber blanket
wool silicate
No Nama proyek
Ø L Ta Ts Ta Ts Ta Ts
(inch) (m) (ºC) (ºC) (ºC) (ºC) (ºC) (ºC)

Isolasi pipa panas di PT. Sura 105 39.5 105 40


1. 2 45 105 38
Pratista Hutama, Sidoarjo
Isolasi pipa panas di CV. 155 42 155 43.5
2. 4 95 155 44
Subur Jaya, Tulungagung
Isolasi pipa panas di CV. 155 42 155 43.5
3. 6 74 155 44
Subur Jaya, Tulungagung
Isolasi pipa panas di CV. 155 42 155 43.5
4. 10 11 155 44
Subur Jaya, Tulungagung

Jurnal Teknik WAKTU Volume 12 Nomor 02 – Juli 2014 – ISSN : 1412-1867 51


Muntolib & Rusdiyantoro : Analisa Bahan Isolasi Pipa Saluran Uap Panas Pada Boiler Untuk Meminimalisasi
Heat Loss

Isolasi pipa uap panas di PG. 165 43 165 44


5. 6 78 165 48
Pangka, Tegal
Isolasi pipa uap panas di PG. 165 43 165 44
6. 8 105 165 48
Pangka, Tegal
Isolasi pipa panas di PT.Bina 176 44.6 176 43.5
7. 4 50 176 52
Karya Prima, Gresik
Isolasi pipa panas di 110 40.4 110 41
8. 8 8 110 39
PT.Matahari Sakti, Surabaya
Isolasi pipa panas di PT.Perta 174 44 174 46
9. 6 22 174 52
Daya Gas, Semarang
Isolasi pipa panas di PT.PJB 140 41.5 140 42
10. 6 12 140 44
Paiton
43,1
Jumlah Rata - rata 6 50 150 45,3 150 42,2 150

Sesuai tabel 1 di hasilkan data : bahan isolasi ceramic fiber blanket


43,1 ºC
a. Luas permukaan (A) = π x OD x L = d. Suhu lingkungan (Tu) yaitu 35 ºC.
2
3,14 x 0,1683 x 50 = 26,423 m 2. Ketebalan bahan isolasi yang di analisa
b. Suhu operasional (Ta) yaitu 150 ºC adalah tebal 25 mm, tebal 50 mm dan
c. Suhu permukaan (Ts), Pada bahan tebal 75 mm
isolasi mineral wool 45,3 ºC, bahan 3. Termal konduktivitas bahan isolasi yang
isolasi calcium silicate 42,2 ºC dan di analisa sesuai tabel 2

Tabel 2. Nilai termal konduktivitas bahan isolasi pada suhu operasional 150 ºC

Termal konduktivitas (W/m.k)


No Jenis bahan Pada Suhu 150 ºC

Mineral wool 0,049


1.

Calcium silicate 0,07154


2.

Ceramic fiber blanket 0,06 (pada suhu 260 ºC)


3.

Sedangkan nilai termal konduktivitas aluminium adalah 237 W/m.k.

untuk menentukan bilangan Nusselt,


4. Nilai – nilai properti gas pada tekanan Grashof, Reyleigh dan Prandtl, untuk
atmosfer mendapatkan nilai konduktivitas termal
Nilai – nilai properti gas pada konveksi rata-rata dari permukaan ke
tekanan atmosfer (tabel 3) digunakan udara lingkungan (h),

52 Jurnal Teknik WAKTU Volume 12 Nomor 02 – Juli 2014 – ISSN : 1412-1867


Muntolib & Rusdiyantoro : Analisa Bahan Isolasi Pipa Saluran Uap Panas Pada Boiler Untuk Meminimalisasi
Heat Loss

Tabel 3. Nilai – nilai properti gas pada tekanan atmosfer

Pembuatan Simulasi Program. −


= .
Proses pembuatan simulasi program 9.8 0,002734856 423,15 − 308,15 0,1683
dengan ketebalan isolasi mineral wool = 50 = . 0,694496
0,0000224
mm berdasarkan data parameter diatas = 20.393.618,25
adalah sebagai berikut

1. Menghitung jumlah panas yang hilang /


0,387
secara konveksi pada saluran pipa = 0,60 + / /

tanpa menggunakan bahan isolasi : 1 + 0.559/
= ℎ ∆

Konduktivitas termal konveksi rata-rata


0,387 20.393.618,25
dari permukaan pipa ke lingkungan (ℎ ), = 0,60 +
dicari dengan menggunakan rumus- .
1+
rumus bilangan bilangan Nusselt, ,
Grashof, Reyleigh dan Prandtl,: = 33,62
a) Menentukan nilai Tf (suhu rata-rata)
yang didapatkan dari rata-rata suhu .
operasional dan suhu lingkungan. ℎ =
Tf = (423,15+308,15) / 2 = 365,65 ºK
b) Berdasarkan nilai Tf diatas maka 33,62 0,031163
=
didapatkan nilai ß (koefisien jumlah 0,1683
ekspansi)
ß = 1/Tf = 1/365,65 = 0.002734856 = 6,23 /(m. °K)
c) Berdasarkan nilai Tf diatas maka
didapatkan nilai k, Pr dan v dengan Sehingga analisa nilai jumlah
cara melihat tabel 3. kehilangan panas secara konveksi
k = 0,031163 W/m.k adalah
Pr = 0,694496
2
v = 0,0000224 m /s = ℎ ∆
d) Dari nilai – nilai diatas maka dapat
dihitung nilai Ra, Nu dan ℎ sebagai = 6,23 26,423 x 423,15 − 308,15
berikut :
= 18.819

Jurnal Teknik WAKTU Volume 12 Nomor 02 – Juli 2014 – ISSN : 1412-1867 53


Muntolib & Rusdiyantoro : Analisa Bahan Isolasi Pipa Saluran Uap Panas Pada Boiler Untuk Meminimalisasi
Heat Loss

2. Menghitung jumlah panas yang hilang Konduktivitas termal konveksi rata-rata dicari
apabila menggunakan bahan isolasi dengan menggunakan rumus bilangan
berupa mineral wool, calsium silicate bilangan Nusselt, Grashof, Reyleigh dan
dan ceramic fiber blanket. berikut 2,
Prandtl. diperoleh nilai ℎ: 10,48 W/(m.ºK)
tahapan proses perhitungan kerugian
panas dengan menggunakan mineral Sehingga analisa nilai jumlah panas yang
wool ketebalan isolasi 50 mm : hilang secara konveksi adalah
a) Resistansi termal konduksi di dalam
isolasi dengan ketebalan isolasi 50 1
R konveksi =
mm adalah : h. 2 π R4 L
In
R isolasi = 1
2 π k L =
10,48 2 x 3,14 x 0,11415 x 50
In 1,594
=
2 x 3,14 x 0,049 x 50 = 0,00266215 °K/W
0,46624 Sehingga jumlah resistansi termalnya adalah
=
15,386 ∑ R = R1 + R2 + R3, maka nilai Q dapat
dihitung :
= 0,03030 °K/W
T − T
b) Resistansi termal konduksi di dalam Q =
aluminium dengan ketebalan ∑R
aluminium 0,5 mm adalah :
423,15 − 308,15
In =
R aluminium = 0,03030 + 0,000000488188 + 0,00266215
2 π k L
In 1,037 = 3.489 Watt
=
2 x 3,14 x 237 x 50
Untuk analisa kehilangan panas ketebalan
0,03633 isolasi 25 mm dan 75 mm dapat dihitung
=
74.418 dengan cara yang sama.

= 0,000000488188 °K/W Berdasarkan langkah-langkah diatas maka


dapat dibuat program simulasi kerugian
c) Resistansi termal konveksi dari panas dengan menggunakan software
permukaan aluminium ke udara Microsoft Excell, berikut ini adalah tampilan
adalah : programnya sesuai gambar 2.
1
R (konveksi) =
h. (2 π R4 L )

Gambar 2. Tampilan program simulasi kehilangan panas

54 Jurnal Teknik WAKTU Volume 12 Nomor 02 – Juli 2014 – ISSN : 1412-1867


Muntolib & Rusdiyantoro : Analisa Bahan Isolasi Pipa Saluran Uap Panas Pada Boiler Untuk Meminimalisasi
Heat Loss

Beberapa Hasil Simulasi. digambarkan dengan grafik hubungan


antara ketebalan isolasi terhadap heat
Ringkasan hasil simulasi dari loss sesuai gambar 3.
penelitian yang sudah dilakukan
dijabarkan dalam tabel 4 dan

Tabel 4. Ringkasan hasil simulasi analisa kerugian panas pada diameter pipa saluran 168,3
mm (6 inch) beberapa jenis bahan isolasi dengan suhu operasional 150 ºC

Hasil simulasi
No Jenis bahan Jenis simulasi dengan ketebalan
Nilai (watt) %

Heat loss tanpa bahan isolasi 100


18.918
30
25 mm 5.714
1. Mineral wool
Heat loss dengan bahan 18
50 mm 3.489
isolasi
75 mm 2.633 14

Heat loss tanpa bahan isolasi 100


18.918
41
25 mm 7.774
Calcium
2.
silicate Heat loss dengan bahan 26
50 mm 4.913
isolasi
20
75 mm 3.756

Heat loss tanpa bahan isolasi 100


18.918

25 mm 6.756 36
Ceramic fiber
3.
blanket Heat loss dengan bahan 22
50 mm 4.197
isolasi
17
75 mm 3.188

Grafik ketebalan isolasi terhadap Heat Loss


20,000

15,000
Heat Loss

10,000

5,000

-
0 25 50 75
Mineral Wool 18,918 5,714 3,489 2,633
Calcium Silicate 18,918 7,774 4,913 3,756
Ceramic Fiber 18,918 6,756 4,197 3,188

Gambar 3. Grafik ketebalan isolasi terhadap nilai heat loss

Jurnal Teknik WAKTU Volume 12 Nomor 02 – Juli 2014 – ISSN : 1412-1867 55


Muntolib & Rusdiyantoro : Analisa Bahan Isolasi Pipa Saluran Uap Panas Pada Boiler Untuk Meminimalisasi
Heat Loss

PEMBAHASAN. pemilihan bahan isolasi yang tepat


untuk meminimalisasikan
Pada analisa dengan suhu kehilangan panas menunjukkan
operasional 150 ºC pada tabel 4 bahwa nilai heat loss yang
dan gambar 3, kerugian panas dihasilkan dari ketiga bahan isolasi
dengan menggunakan bahan isolasi berbeda-beda. Nilai perbedaan
tebal 25 mm yang memiliki nilai tersebut sangat dipengaruhi oleh
terkecil adalah isolasi mineral wool sifat karakteristik bahan dan termal
dengan hasil 5.714 watt (30%), lalu konduktivitas bahan isolasi tersebut.
ceramic fiber blanket dengan hasil Nilai yang dihasilkan
6.756 watt (36%) dan calcium menggambarkan pentingnya bahan
silicate dengan hasil 7.774 watt tersbut digunakan sebagai
(41%). Analisa kerugian panas pelindung saluran pipa uap panas
menggunakan bahan isolasi tebal dan sangat mempengaruhi
50 mm yang memiliki nilai terkecil seberapa besar uap yang dapat
adalah isolasi mineral wool dengan diselamatkan untuk produksi.
hasil 3.489 watt (18%), lalu ceramic Penggunaan bahan aluminium
fiber blanket dengan hasil 4.197 tidak terlalu mempengaruhi hasil
watt (22%) dan calcium silicate nilai kehilangan panas, namun
dengan hasil 4.913 watt (26%). sangat direkomendasikan agar
Sedangkan analisa kerugian panas menjaga ketahanan bahan isolasi
menggunakan bahan isolasi tebal yang dipasang. Dari nilai - nilai
75 mm yang memiliki nilai terkecil kehilangan panas yang diperoleh
adalah isolasi mineral wool dengan tersebut diharapkan perusahaan
hasil 2.633 watt (14%), lalu ceramic dapat memilih diantara ketiga
fiber blanket dengan hasil 3.188 bahan tersebut yang paling tepat
watt (17%) dan calcium silicate digunakan dalam industrinya.
dengan hasil 3.756 watt (20%). Penelitian ini hanya menganalisa
Ketiga bahan isolasi tersebut tiga jenis bahan isolasi dari sisi nilai
mampu meminimalisasi kehilangan kehilangan panas (heat loss),
panas (heat loss) dengan hasil yang sedangkan sangat banyak sekali
bervariasi, namun hasil yang terbaik jenis bahan isolasi yang ada
adalah pada bahan isolasi mineral dipasaran dan juga selanjutnya
wool yang secara data spesifikasi agar bisa dihitung analisa biaya
memiliki termal konduktivitas yang yang ditimbulkan dari kehilangan
kecil dibandingkan lainya. panas tersebut untuk mendapatkan
penghematan yang maksimal baik
KESIMPULAN DAN SARAN dari sisi bahan bakar, jam
operasional dan pemeliharaan umur
Berdasarkan penelitian yang mesin.
sudah dilakukan mengenai analisa

DAFTAR PUSTAKA
Anonymous, Insulation and Refractories, Bureau of Energy Efficiency http://www.enercon.gov.pk/
images/ pdf/2ch5.pdf
(tanggal mengunduh : 7 Desember 2013)
Distantina Sperisa, Critical Insulation Thicknes, http://distantina.staff.uns.
ac.id/files/2009/09/critical-insulation-thickness1.pdf
(tanggal mengunduh : 23 Desember 2013)
Donald R.Pitts and Leighton E.Sissom, 2008. Perpindahan Kalor, edisi 2, Erlangga, Jakarta.
Frank Kreith, 1997. Prinsip Perpindahan Panas, edisi 3, Erlangga, Jakarta.
J.P. Holman, 1995. Perpindahan Kalor, edisi 6, Erlangga, Jakarta.
Jokosetyadjo, M.J, 2006. Ketel Uap, cetakan ke 4, Pradnya Paramita, Jakarta.
Raswari, 2010. Teknologi dan Perencanaan Sistem Perpipaan, Universitas Indonesia, Jakarta
Santoso,Gempur, 2012. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Prestasi Pustaka
Publisher. Jakarta

56 Jurnal Teknik WAKTU Volume 12 Nomor 02 – Juli 2014 – ISSN : 1412-1867