You are on page 1of 4

Judul jurnal : The Olefin Reaction between Crude Palm Oil Fatty Acid Methyl

Ester (CPO FAME) and Ethylene Using Grubbs II Catalyst


(Reaksi Olefin antara Minyak Mentah Asam Lemak Metil
Ester (CPO FAME) dan Ethylene Menggunakan Grubbs II
Catalyst)
Penulis : Desnelli, D. Mujahidina, Y. Permanaa, C.L. Radiman.
Tahun terbit : 2015
Penerbit : Procedia Chemistry 17 44 – 48
Reviewer : HUDORI RAHMAN (G1C015014)

LATAR BELAKANG
Adapun latar belakang penulis dalam jurnal ini adalah Minyak
sawit mengandung asam lemak tak jenuh seperti asam oleat.
Dimana kandungan asam oleat dalam minyak sawit sekitar 30-
40%. Asam oleat ini banyak digunakan dalam industri sebagai
material metatesis olefin, ozonolisis dan epoxidation1. Metatesis
Olefin adalah material yang penting dalam reaksi reaksi katalitik
sintesis organik di mana ikatan rangkap internal diubah menjadi
produk baru melalui perpecahan dan reformasi ikatan ganda C-
C2. Di antara organik lainnya reaksi- reaksi metatesis olefin
memberikan peluang untuk jalan baru dalam industri untuk
menghasilkan bahan petrokimia, polimer, oleokimia dan zat kimia
khusus. Salah satu aplikasi metatesis olefin adalah transformasi
alkena internal menjadi alkena terminal melalui salib metatesis.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan reaksi antara
ester asam lemak tak jenuh (FAME) minyak sawit mentah dan
ethylene untuk menghasilkan monomer metil 9-decenoate.
Monomer ini merupakan bahan kimia penting untuk produksi
polimer dalam aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR).
Catatan: penulis kurang menjelaskan mengenai potensi dari minyak
kelapa sawit yang ada diindonesia dan tidak menampilkan data-data
mengenai jumlah produksi minyak kelapa sawit di Indinesia. Disini penulis
ingin mensintesis metil 9-decenoate dari asam lemak takjenuh miyak
sawit dan ethilen namun penulis tidak menjelaskan metode sebelumnya
yang digunakan untuk mensintesis metil 9-decenoate sehingga kita bisa
membandingkan metode yang terdahulu dengan metode yang ditawarkan
penulis.
ALUR PENELITIAN
Prosedur penelitian pada jurnal ini menampilkan bahan dan
prosedur penelitian adapun bahan yang digunakan peneliti: Crude
palm oil (FAME), Grubbs II catalyst (Sigma), toluene, n-hexane
(Merck), activated alumina, silica gel, Mg2SO4, distilled water.
Prosedur penelitian yang dilakukan penulis: Minyak sawit mentah
(CPO) diperoleh dari proses ekstraksi daging buah sawit.
Dilakukan pemurnian minyak sawit dengan alumina aktif.
Kemudian minyak sawit mentah dimasukkan ke dalam reaktor
dan dibersihkan dengan gas nitrogen. Kemudian, Katalis Grubbs
II (dengan perbandingan 1: 500 untuk minyak sawit mentah)
dilarutkan dalam toluena dan dituangkan ke dalam reaktor. Itu
reaktor kemudian dihubungkan ke pipa etilen. Reaksi metatesis
dilakukan dengan etilena pada 10 bar dan 50 oC. Setelah waktu
tertentu, sampel dikeluarkan dari reaktor. Kemudian air dan n-
heksana ditambahkan campuran dan ditempatkan dalam corong
pisah. Lapisan air telah dihapus dan lapisan organik dicuci
dengan air dua kali. Lapisan organik dituangkan ke dalam kolom
kecil silika untuk menghilangkan kelebihan katalis. Dulu
dikeringkan setelahnya dengan anhidrat Mg2SO4 dan disaring.
Produknya adalah cairan bening dengan bau yang khas. Itu
sampel kemudian dikarakterisasi dengan spektroskopi NMR, FTIR
dan GC-MS.
Catatan: penulis tidak menuliskan alat-alat yang digunakan dalam
melakukan penelitian. Dengan mengetahui alat-alat yang digunakan kita
bisa memvalidasi hasil yang didapatkan.
HASIL DAN PEMBAHASAN

skema reaksi metatesis antara metil oleat dan etilena. Katalis


Grubbs II
digunakan dalam reaksi ini memiliki lebih banyak toleransi
terhadap senyawa yang mengandung oksigen. Minyak sawit juga
mengandung oksigen yang datang
dari asam lemak. Dapat dilihat bahwa produk dari transformasi
metil oleat adalah metil 9-decenoate monomer yang memiliki
ikatan rangkap terminal. Produk samping dari reaksi ini adalah 1-
decene. Kemudian untuk mengetahui bahwa yang terbentuk itu
adalah metil-9-dekanoat penulis menguji senyawa yang
didapatkan dengan instrumen NMR, FTIR, dan GCMS. Melalui NMR
penulis dapat mengetahui struktur dari senyawa yang terbentuk,
dari FTIR penulis dapat melihat gugus fungsi senyawa serta
rumus molekul dan dari GCMS penulis mendapatkan hasil berapa
% senyawa yang terbentuk. Melalui ketiga instrumen ini dapat
dilihat bahwa senyawa yang terbentuk itu adalah metil-9-
dekanoat dan decana.
Catatan: pembahasan yang dilakukan penulis ccukup baik karena mudah
dipahami,ringkas dan jelas. Namun penulis kurang menjelaskan hasil yang
diproleh dari setiap prosedur yang dilakukan. Penulis hanya menjelaskan
mengenai peroses atau hasil yang diproleh dari instrumentasi
KESIMPULAN DAN SARAN
telah berhasil mensintesis monomer metil 9-decenoate dari CPO
FAME menggunakan metatesis olefin reaksi (reaksi etenolisis) di
hadapan katalis Grubbs II. Kehadiran metil 9-decenoate adalah
dikonfirmasi oleh berbagai metode spektroskopi termasuk NMR,
FTIR dan GC-MS.
Catatan: penulis tidak menuliskan saran melainkan hanya menuliskan
ucapan terimakasih.
KELEBIHAN JURNAL: jurnal ini mudah dipahami karena penulis
mengemasnya dalam bentuk yang sangat sederhana. selain itu ide yang
ditawarkan oleh penulis juga cukup baik karena ide ini dapat
meningkatkan nilai guna ataupun nilai jual dari minyak kelapa sawit itu
sendiri. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa minyak kelapa sawit
kebanyakan diekspor keluar negeri dalam bentuk mentah sehingga
harganya murah dengan dilakukannya penelitian ini yaitu memanfaatkan
asam lemak minyak kelapa sawit menjadi senyawa yang lebih berguna
yaitu polimer dalam aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR). Kedua aplikasi
ini sekarang sedang dalam teren tinggi terlebih EOR yang banyak
digunakan untuk aplikasi lingkungan.
KEKURANGAN: jurnal ini terlalu singkat dan ada beberapa bagian yang
perlu ditambahkan seperti bagian kajian pustaka, hasil setiap prosedur
yang dilakukan, alat-alat penelitian dan saran kepada pembaca. Dari segi
gagasan ide yang diangkat penulis perlu dipertimbangkan lagi dalam
penggunaan minyak kelapa sawit seperti yang kita ketahui bahwa minyak
kelapa sawit itu merupakan minyak edible jika digunakan sebagai bahan
untuk membuat polimer dan EOS maka ditakutkan nantinya akan terjadi
kompetetisi dengan bahan pokok. Seran untuk penulis mungkin bisa
memanpaatkan asam lemak dari minyak yang berasal dari nonedible oil
seperti minyak ketapang, miyak jarak, minyak nyamplung, dan CNSL.