You are on page 1of 1

Abstrak

Hubungan tingkat depresi dengan skor Charlson Age Comorbidity Index pada pasien
Geriatri yang dirawat di bangsal Penyakit Dalam RSUP dr Mohammad Hoesin
Palembang
Noveldy Calzoum Bachry*, lingga Ramot Gumelar*, Nur Riviati**
*peserta PPDS 1 Ilmu Penyakit Dalam FK UNSRI/RSMH Palembang
**Divisi Geriatri Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNSRI/RSMH
Palembang

Pendahuluan: Populasi lansia di Asia diperkirakan akan mencapai 1,2 miliar (59% dari
total populasi lansia di dunia) pada tahun 2050. Populasi lansia di Indonesia juga
diperkirakan meningkat pada tahun 2020 mencapai 29 juta (11,2% dari total populasi di
Indonesia). Depresi merupakan gangguan mood yang paling sering terjadi pada lansia
dan 15% dari penduduk yang berusia 65 tahun atau lebih menderita depresi. Masih
sedikitnya data tentang prevalensi kejadian depresi pada pasien geriatri dengan angka
komorbiditas. Pada penelitian terbaru pada pasien rawat inap dengan penyakit kronis
dengan gejala depresif memiliki hasil klinik yang lebih buruk. Penelitian saat ini
bertujuan untuk menentukan hubungan gejala depresi dengan angka komorbiditas pada
pasien geriatri yang dirawat inap di bangsal penyakit dalam di RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan
rancangan potong lintang untuk menganalisa hubungan antara Skala Geriatri Depresi
(GDS) dan dengan skor Charlson Age Comorbidity Index. Populasi pada penelitian ini
adalah seluruh pasien geriatri yang dirawat inap di RSUP Dr. Mohammad Hoesin
Palembang selama bulan maret 2018 dengan jumlah sempel sebanyak 46 orang. Data
diperolah melalui wawancara dengan responden dan dianalisa dengan uji kruskal willis.
Hasil: sebjek penelitian sebanyak 46 orang, didapatkan dari uji kriskal willis didapatkan
nilai P = 0,000(p <0.05) maka ada hubungan bermakna antara skor GDS dan Skor
komorbid. Pada uji post-hoc dengan menggunakan Mann- Whitney didapatkan tidak ada
perbedaan skor komorbid pada kelompok tidak depresi dan kemungkinan besar depresi
dengan p = 0,061 (p>0,05) sedangkan pada kelompok tidak depresi dengan depresi
terdapat perbedaan p = 0,000 (p<0,05) dan pada kekompok kemungkinan besar depresi
dengan depresi terdapat perbedaan p = 0,001 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat korelasi yang bermakna dari tingkat skala depresi geriatri dengan
tingginya skor Charlson Age Comorbidity Index ( p <0,05).

Kata kunci : skala depresi geriatri, skor Charlson Age Comorbidity Index, Geriatri.