You are on page 1of 1

INTISARI

Gas Hidrogen diperoleh melalui proses Cracking atau yang biasa disebut Steam
reforming antara Gas alam dengan steam dengan bantuan katalis Nikel didalam reaktor
tungku pipa pada temperatur tinggi dan tekanan yang tinggi sehingga akan dihasilkan gas
hidrogen dan carbon monoksida, karena carbon monoksida tidak diinginkan maka karbon
monoksida di reaksikan dengan steam didalam catalytic fixed multibed reactor yang disebut
high temperatur shift dimana di hasilkan gas hidrogen dengan karbon dioksida.
Pabrik pembuatan gas hidrogen ini direncanakan berproduksi dengan kapasitas 150
kg/jam dengan masa kerja 300 hari dalam satu tahun. Lokasi pabrik direncanakan di daerah
Dumai, Pekanbaru, Riau dengan luas areal 10.000 m2. Tenaga kerja yang dibutuhkan 200
orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang
Direktur dengan struktur organisasi sistem garis dan staff.
Hasil analisa ekonomi pabrik pembuatan Hidrogen ini adalah sebagai berikut:

• Total Modal Investasi : Rp. 256.527.684.098,-


• Total Biaya Produksi : Rp. 106.676.787.342,-
• Hasil Penjualan : Rp. 222.003.284.518,-
• Laba Bersih : Rp. 80.433.401.803,-
• Profit Margin (PM) : 51,747 %
• Break Even Point (BEP) : 47,244 %
• Return on Investment (ROI) : 31,355 %
• Pay Out Time (POT) : 3,189 tahun
• Return on Network (RON) : 52,258 %
• Internal Rate of Return (IRR) : 49,388 %

Dari hasil analisa aspek ekonomi dapat disimpulkan bahwa Pabrik Pembuatan Gas
Hidrogen dengan Proses Cracking ini layak untuk didirikan.

Universitas Sumatera Utara