You are on page 1of 13

Laporan Penelitian Tentang Kura-kura

A. Latar Belakang
Akhir-akhir ini semakin banyak binatang-bintang mulai punah salah satu
diantaranya adalah kura-kura(Repti). Binatang tersebut banyak para kolektor
dan diperjual belikan dengan bebas untuk bahan konsumsi. Untuk
menghindaripunahnya binatang ini, maka perlu menggalakkan budi daya kura-
kura terutamajenis kura-kura yang berada di Indonesia pada kususnya.

B. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengenal bagian-bagian tubuh pada kura-kura
2. Mengetahui jenis / macam kura-kura yang ada di dunia
3. Mengetahui cara pembudidayaan dan peranakan kura-kura

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengenalan Dasar Kura-Kura, Struktur dan Fungsi Kura-Kura


Dari mana asal kura-kura? Pertama kali kura-kura muncul di bumi pada
masa zamantriasik, kurang lebih dua ratus tahun yang lalu. Di pertengahan
masa jurasik, kura-kura primitif triasik ini berevolusi menjadi dua grup utama:
leher menyamping (side-necked) – pleurodira dan leher melengkung (arch-
necked) – crytodira. Sampaisekarang kedua grup itu masih ada. Perbedaan
antara dua grup ini sangat jelas.Seperti yang dijelaskan pada namanya,
perbedaannya terletak pada cara merekamenarik lehernya ke tempurung
mereka

1
Pada saat ini ada lebih dari dua ratus tujuh puluh spesies kura-kura
yangmasih hidup sampai sekarang. Ukurannya antara dari yang kecil Afrika
SelatanHomopu signatus speckled padloper yang ukuran maksimum hanya 9.6
cm sampaikura-kura besar seperti penyu leatherback (dermochelys coriacae)
yang ukurannyadapat mencapai hampir 3 meter. Mereka semua mempunyai
keunikan tersendiritetapi yang jelas mereka terpisah dari anggota reptilia
lainnya

1. Kerangka

Karakteristik utama yang membedakan chelonia dengan reptil lainnya


adalah adanya tulang dan kantong tempurung. Tempurung ini dibentuk dari
dua komponen utama, cangkang atas (carapace) dan dasar(plastorn) yang
dihubungkan oleh tulang ridges. Tulang cangkang terdiri dari gabungan
tulang iga dan vertabrata. Sedangkan tulang bagian dasarnya(plastorn)
terdiri dari tulang abdominal dan clavicle. Tetapi tidak semua kura-kura
memiliki tempurung yang keras dan bertulang. Beberapa kura-kura
mempunyai tempurung yang fleksibel. Diantaranya adalah beberapa kura-
kura air yang mempunyai kura-kura tempurung lunak (softshell) dan penyu
leatherback. Bentuk tempurung pelindung yang keras menjadi dominasi di
kura-kura darat dan jarang yang ada memperlihatkan fleksibilitas pada
termpurungnya. Kebanyakan anakan kura-kura darat mempunyai fenestra
(daerah terbuka) antara tulang cangkang (carapace)dan menyatu pada
masa tuanya. Tetapi pada pancake tortoise (Malacochersus tornieri) daerah

2
terbuka ini dipertahankan sampai dewasa. Spesies lainnya yang
mempertahankan fenestra selama hidupnya adalah Manoria impressa,
kura-kura darat tortoise dari Asia.

Keunikan lainnya yang penting pada kura-kura adalah pectoral dan pelvic
gridles yang dibatasi/dilindungi dalam tulang iganya. Orientasi vertikalnya
memberi dukungan dari dalam untuk tempurungnya dan memberi ventral
anchor yang kuat untuk lengan-lengan dan otot-otot. Tulang lengan dari
kura-kura sedikit berbeda dengan vertebrata lainnya.
Dua lapisan lainnya yang melindungi bagian dalam tempurung adalah
lapisan tengah dan lapisan luar. Lapisan tengah kaya akan ujung ujung
syaraf dan pembuluh-pembuluh darah yang kecil. Lapisan pelindung luar
dari lapisan keratin yang terkenal dengan sebutan skat (scutes) atau juga
sering disebut laminae. Skat ini diatur dalam beberapa seri. Setiap seri
mempunyai nama masing-masing. Rata-rata ada 54 skat eksternal.
Keliman/pertemuan skat luar ini tidak secara tepat dilapisi atau simetris
dengan struktur tempurung di bawahnya. Skat ini menyediakan sebagai
penguat tambahan yang telah diturunkan dari struktur kubah tempurung
yang kuat. Tulang cangkang yang rata-rata ada 50, bersama lapisan skat luar
yang terus tumbuh seumur hidup, walaupun pertumbuhannya melambat di
hari tua. Pertumbuhan ini bisa dengan pertambahan keratin dibawah skat
yang ada. Pertumbuhan baru berwarna pucat kadang-kadang berwarna
dadu oleh karena adanya sel darah di daerah pertumbuhan itu dan mudah
dideteksi secara visual. Bertolakan dengan kepercayaan yang populer, kura-

3
kura tidak dapat ditebak umurnya bedasarkan menghitung lingkaran-
lingkaran yang terlihat pada skat-skatnya. Beberapa lingkaran/cincin
pertahun mungkin ada dalam masa periode pertumbuhan cepat. Pada
spesimen yang sudah tua, kerusakan yang termakan waktu akan
menghapus bersih tanda-tanda ini. Karapas kura-kura dibentuk dari
kehidupan benar tisu yang sangat sensitif. Cara yang lama yang pernah
dilakukan seperti mengebor atau mengikat kura-kura menyebabkan rasa
yang menyakitkan bagi mereka. Dan ini juga membuka tisu lapisan tengah
dan tulang dibawahnya dan dapat menyebabkan resiko infeksi yang sangat
serius.
Satu fakta yang paling menarik adalah kura-kura mempunyai kapasitas
untuk meregenerasi tulang dan tisu keratin secara spontan. Informasi ini
sangat berguna dalam memperbaki kerusakan yang terjadi pada
tempurung. Pada saat luka yang parah, matinya lapisan horny dan bony
akan terjadi. Epidermis yang sehat di sekitar luka akan tumbuh dibawah
tulang yang mati yang akhirnya diganti. Epidermis baru lalu dikeratin dan
tulang baru dibentuk dibawahnya. Yang sangat mencengangkan kura-kura
dapat mengganti kira-kira sepertiga dari tempurung dalam satu atau dua
tahun melalui proses ini.

2. Skat (Scutes)
Ada banyak variasi dalam bentuk skat, warna, ukuran dan bentuk di antara
spesies dan genera. Terminologi skat berguna untuk mengidentifikasi
spesies dan untuk dokter hewan menerangkan daerah luka atau infeksi dsb.
Sayangnya, teminologi ini tidak universal karena adanya variasi nama yang
digunakan oleh bermacam-macam authorities. Bentuk penamaan skat yang
umum adalah sebagai berikut:

4
Di cangkang (carapace) biasanya ada lima single skat yang berada tengah
yang dikenal sebagai vertebarl. Dan ini diapit oleh dua jalur skat pleural
yang juga disebut costal. Lalu diikuti oleh seri seri skat kecil di sekitar
ujungnya yang umumnya dikenal sebagai marginal atau peripheral
Di beberapa genera, ada satu skat, kadang berukuran kecil, skat
nuchar(cervical) terdapat pada ujung cangkang tepat diatas leher dan skat
supracaudal yang mungkin terpisah terdapat tepat di atas ekor. Adanya
atau tidaknya skat nuchal dapat menjadi clue penting dalam
pengidentifikasian spesies/taxa/genus. Contohnya, semua spesies dalam
genus Testudo memiliki skat nuchal/cervical tetapi untuk genus
Geochelone tidak ada.
Perlindungan plastorn disusun dalam enam pasang yaitu gular, humeral,
pectoral, abdominal, femoral dan anal shield. Pelindung kecil dekat kaki
depan adalah skat axillary dan pelindung di depan paha adalah skat
inguinal.

5
Berdasarkan karapas dan struktur kerangka plastron, beberapa jenis kura-
kura telah berevolusi pada mekanisma pertahanan yang luar biasa. Yang
paling terkenal adalah kura-kura kotak Amerika Utara (North American
turtle box). Mereka dipanggil seperti itu karena mereka memiliki plastron
berengsel yang benar-benar fleksibel sehingga plastronnya dapat tertutup
dengan rapat. Ketika plastronnya tertutup, kura-kura ini seperti kotak
ornamen sehinga mereka dinamakan kura-kura kotak. Dengan cara inilah
mereka melindungi bagian yang mudah diserang – cukup untuk
menghalangi semua pemangsa bahkan pemangsa yang paling gigih
sekalipun. Cari ini juga dipakai oleh kura-kura kotak Asia yang termasuk
dalam genus Cuora. Berapa jenis yang memiliki engsel yang sama adalah
kura-kura darat hinge-back tortoise(kinixys), kura-kura spider(pyxis
arachnoids)

3. Sistem Pernafasan
Paru-paru terletak pada punggung dalam kura-kura di sepanjang
karapasnya dan letaknya juga tepat di atas isi perut atau organ dalam
lainnya. Tidak seperti veterbrata lainnya, bentuk kura-kura yang unik ini
mencegah mereka bernafas dengan menggunakan gerakan rongga dada.
Dan sebagai gantinya, kura-kura darat bernafas memakai kombinasi cara
dimana hewan lainnya berfungsi hanya sebagian kecil dalam proses sistem
pernafasan. Prinsip dalam gerakan ini adalah lengan dan otot dalam. Inilah
salah satu alasan kenapa kenapa kura-kura walaupun tempurungnya retak
parah masih dapat bernafas tanpa ada halangan yang terlihat. Salah satu
organ penting pernafasan lainnya adalah gerakan tulang hyoid pada dasar
lidah. Gerakan ini menyebabkan naik turunnya pada kulit leher dan
tenggorokan, membuat perubahan tekanan waktu di darat. Ini tidak
seefektif pada sebagian kura-kura air, karena tekanan luar dari air
mengurangi fungsi ini. Tetapi mereka tetap menggunakan gerakan hyoid

6
untuk mengeluarkan atau memasukan air dari hidung untuk membantu
mencium lokasi makanan dan pada saat kawin dalam air. Beberapa jenis
seperti kura-kura bertempurung lunak dapat mengambil oksigen dari air
yang dihirup ke mulut dan tenggorokan.
Pada kura-kura air, ada hubungan antara jumlah udara dalam kantung
panjang dan cairan disimpan dalam kandung kemih dan kantung kloaka.
Kura-kura mengaturnya untuk mengatur keapungan ke posisi yang
diinginkan. Jika jenis aquatik terkena radang paru-paru, kemampuan
mereka untuk berenang atau menyelam dengan aman langsung
terpengaruh. Mereka terlihat sering istirahat pada satu sisi atau
menggunakan waktu yang tidak yang biasanya diatas air terus menerus.
Radang paru-paru adalah masalah utama bagi semua kura-kura darat dan
kura-kura air dan dapat terjadi. Relatif dengan ukuran badannya paru-paru
reptilian lebih besar daripada dalam total volumennya daripada paru-paru
mamalia tetapi lebih kecil luas permukaan yang berfungsi. Mereka juga
tidak memiliki cilia yang efektif sehingga mereka tidak dapat batuk. Efek ini
membuatnya sangat sulit untuk mengeluarkan ingus(muscus) atau benda
asing lainnya. Dan akibatnya, meskipun radang paru-paru yang ringan pun
dapat menjadi parah dengan cepat sekali. Oleh sebab itu jangan pernah
menyepelekan gejala-gejala pernafasan pada kura-kura seperti megap-
megap, pernafasan mulut terbuka dan tidak dapat berenang secara normal
pada jenis aquatik atau ingus keluar dari hidung atau mulut.

C. Metode Penelitian
A. Jenis Penelitian : Study Pustaka
1. Populasi Dan Sampel
Populasi : Berbagai macam kura-kura
Sampel : kura-kura Brazil
2. Variabel Penelitian

7
Variable : Bebas, Jenis kura-kura yang ada di Indonesia Varibel Tergantung
Jenis kura-kura yang di ketahui

B. Lokasi Dan Waktu Penelitian


Lokasi : Tanggeung
Waktu Penelitian : 16-17 September 2016

C. Teknik Pengumpulan Data


Analisis media elektronik (Internet)
Analisis media masa (Koran dan Majalah)

D. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Leher Panjang kura-kura local

Salamander

8
E. Cara Pembudidayaan dan Perawatan Kura-kura
1. Filtrasi

Salah satu masalah umum yang sering dihadapi pemeliharaan kura-kura


adalah memelihara kwalitas air. Air yang kotor adalah penyebab penyakit
bakteri dan parasit. Aquarium kura-kura yang kotor sangat bau dan
menjadi tambahan yang tidak baik dalam rumah anda. Menguras air secara
teratur adalah satu cara untuk menjaga kebersihan, tetapi proses
pengurasan cepat menjadi pekerjaan yang banyak menyita waktu.
Pemecahan praktis adalah dengan menggunakan mesin penyaring atau
filter yang dapat mengurangi frekwensi pengurasan. Ada tiga jenis filter:
a. Filter undergravel(bawah pasir)
Filter undergravel bekerja sangat baik, tetapi membutuhkan area yang
luas, rendah kepadatan dan air yang mengandung oksigen tinggi. Jenis
filter ini mengunakan pompa udara. Tetapi hanya sesuai untuk anak
kura-kura. Aquarium yang besar harus menggunakan
powerhead(pompa air celup) untuk menggantikan pompa udara.
b. Filter tabung internal(dalam aquarium)
Filter tipe ini cukup murah dan sangat efektif. Gunakan filter berukuran
terbesar di dalam tangki anda. Media filter yang paling baik menurut
pengalaman kami adalah jenis busa (spon). Busa ini dapat dikeluarkan
dan dicuci jika tersumbat.
c. Filter tabung eksternal(luar aquarium)
Untuk aquarium yang besar filter jenis ini tidak terkalahkan. Sekali lagi,
kami menemukan busa/spon untuk media yang paling efektif tetapi
kombinasi lainnya juga dapat digunakan karena salah satu keuntungan

9
filter jenis ini adalah keserbagunannya. Badan filter sendiri terletak di
luar aquarium, hanya pipa penghubung ke dalam dan keluar yang
dimasukan ke dalam aquarium. Gunakan filter terbesar yang dapat
kamu beli untuk mendapatkan hasil terbaik, tetapi akan berdampak
negatif terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Filter eksternal yang
berkekuatan besar tidaklah murah tetapi sangatlah membantu jika
anda memelihara jenis kura-kura besar di dalam aquarium karena filter
itu akan mengurangi kebutuhan seringnya mengganti air.

2. Pencahayaan
Faktor lain yang sering tidak dipikirkan oleh pemelihara baru (pemula)
adalah pencahayaan. Semua kura-kura dalam ruangan / aquarium atau
kolam membutuhkan semacam cahaya buatan. Silahkan membaca artikel
pencahayaan kami untuk mengetahui lebih mendalam tentang topik ini.

3. Kesehatan Dan penyakit


Lebih dari 85% semua penyakit-penyakit yang ditemukan pada kura-kura
adalah hasil dari akibat rendahnya kebersihan perawatan atau rendahnya
gizi makanan dan kadang-kadang disebabkan oleh keduanya. Air yang kotor
atau pengaturan suhu yang salah sering terjadi dan tidak dapat dijadikan
sebagai alasan. Air yang bersih dan suhu yang cocok dapat dengan mudah
dicapai hanya dengan biaya kecil untuk membeli peralatan pada toko-toko.
Penyakit yang disebabkan oleh makanan yang salah banyak sekali
ditemukan dan menjadi penyebab utama kematian dini. Jika keseimbangan
gizi makanan dapat diberikan seperti yang ditekan sebelumnya, kami telah
menemukan spicis yang dapat bertahan hidup lebih dari 30 tahun dalam
perawatan.

10
Kura-kura dapat menjadi sakit seperti binatang lainnya dan jika mereka
sakit anda harus cepat membawanya ke dokter hewan. Pada umumnya
penyakit ini dapat disembuhkan jika terdeteksi secara cepat.
Berikut ini adalah pedoman untuk masalah kesehatan pada umumnya
untuk membantu anda mengidentitikasi binatang sakit yang memerlukan
penyelidikan lebih lanjut dan kemungkinan perawatan selanjutnya.
Pedoman ini bukan dimaksudkan sebagai petunjuk untuk anda melakukan
perawatan sendiri. Semua perawatan kesehatan haruslah dimonitor oleh
dokter hewan yang berkualitas. Metoda perawatan yang akan dibahas
hanya sebagai referensi saja dan dimaksudkan sebagai petunjuk umum
sesuai dengan kebiasaan kedokteran sekarang ini. Juga dapat ditemukan
beberapa petunjuk umum untuk pemeliharaan dan perawatan kura-kura air
tawar yang sakit yang dapat bermanfaat untuk disimak:
Kura-kura yang sakit harus dijaga kehangatannya. Suhu yang paling cocok
secara umum adalah antara 27 -30 C. Pada suhu ini sistem daya tahan tubuh
dapat bekerja dengan maksimal. Sangatlah penting untuk
mempertahankan kebutuhan akan air dari pada mengkhawatirkan untuk
memberikan makanan secara paksa. Kura-kura yang kekurangan air
(dehydrated) mengakibatkan kondisi yang sangat serius (dari komplikasi
ginjal). Pada umumnya binatang yang sakit dan lemah membutuhkan /
menyerap air dan mengembalikan fungsi ginjal sebelum mereka
membutuhkan makanan secara paksa.
Kura-kura yang sakit mungkin tidak dapat berenang secara benar. Mereka
dapat juga tenggelam. Jaga ketinggian air yang rendah dan pastikan kura-
kura dapat meninggalkan air dengan mudah sesuai dengan keinginannya.
Jika terjadi infeksi, pisahkan kura-kura itu segera mungkin. Sediakan
aquarium kosong untuk keperluan ini jika dibutuhkan. Berikan perhatian
yang khusus untuk hal-hal kebersihan dan gunakanlah sabun pencuci
tangan seperti ‘Betadine’ povidone-iodine. Kunci keberhasilan perawatan

11
reptil adalah ketepatan dari diagnosa yang diikuti oleh pengobatan sesuai.
Jangan melakukan diagnosa tebak-tebakan tapi selalu mencari nasehat ahli
di bidang doker hewan dari sumber yang terpercaya.

F. Kesimpulan
Dari penelitian di atas, jenis-jenis kura-kura yang telah kami ketahui selama
penelitian terdapat sepeluh jenis dan masih benyak jenis kura-kura lainnya
yang belum kami ketahui karena terbatasnya waktu dan jenis yang sudah kami
ketahui diantaranya
1. Kura-kura leher panjang
2. Kura-kura lokal
3. Kura-kura salamander

G. Saran
Berdasar hasil kesimpulan di atas, kami memberikan saran supaya seluruh
masyarakat pada umumnya dan khususnya para pemelihara (kolektor) supaya
memperhatikan cara-cara perawatan kura-kura secara benar dan tidak
menyebabkan kepunahan pada kura-kura.

12
DAFTAR PUSTAKA

1. AC. Hoghfield, Majalah Pengembangbiakan Kura-kura, 2007.


2. Google, WWW.Kura-kura.com.
3. Gramedia Group, Majalah Flora dan Fauna, Berternak Kura-kura yang
Menguntungkan, edisi Juli 2005.

13