You are on page 1of 3

Home Care

Seorang pasien bernama ibu Ponijah, 53 tahun yang beralamat di Panggungan, Daerah Istimewa
Yogyakarta, Sleman Gamping Trihanggo 5/33. Beliau mendapatkan obat glimepirid 1 mg,
1xsehari 1 tablet, Metformin 500 mg 2xsehari 1 tablet dan amlodipin 1xsehari 1 tablet. Pasien
telah mengkonsumi obat tersebut beberapa tahun terakhir. GDS 185 dan TD 175/90 mmHg.
Pasien merasa kadang tangan nya merasa sedikit kaku-kaku dan pegal. Setelah dilakukan
wawancara, ternyata obat amlodipin yang di berikan dokter selama ini tidak pernah di konsumsi
dikarenakan beliau mengkonsumsi rebusan seledri 2x seminggu untuk mengontrol hipertensinya.
Selain itu, pasien juga mengkonsumsi rebusan daun insullin. Aktivitas yang dilakukan di rumah
bersepeda dan mengantar cucu pergi ke sekolah.

SOAP

Subjektif

Nama : Ibu Ponijah

Umur : 53 tahun

Alamat: Daerah Istimewa Yogyakarta, Sleman Gamping Trihanggo 5/33

Pasien mengeluh tangannya merasa pegal-pegal dan kaku.

Objektif

Pasien didiagnosa hipertensi dan diabetes oleh dokter, GDS 185 dan TD 175/90 mmHg

Riwayat Obat :

glimepirid 1 mg 1xsehari 1 tablet, Metformin 500 mg 2x sehari 1 tablet dan amlodipin 1x sehari
1 tablet

Assesment

1. Ketidakpatuhan pasien  selama diberikan obat amlodipin untuk hipertensi, pasien tidak
pernah mengkonsumsinya karena pasien lebih menyukai mengkonsumsi rebusan seledri
untuk mengatasi hipertensinya

Planning dan monitoring

Tujuan

a. Mencegah progresifitas penyakit pasien dan menjcegah terjadinya komplikasi


b. Mengontrol tekanan darah dan gula darah pasien
c. Meningkatkan kualitas hidup pasien
Planning

a. Memberikan edukasi tentang penyakit hipertensi dan diabetes


b. Memberikan informasi mengenai nilai normal TD: 130-140/80-90 mmHg dan GDS:
<200 mg/dl
c. Menanyakan keluhan pasien yang dirasakan saat ini
d. Menanyakan apakah pasien sudah rutin dan patuh mengkonsumsi obat yang diberikan
oleh dokter
e. Menanyakan penggunaan obat herbal yang dikonsumsi pasien
f. Memberikan informasi untuk mengenali efek samping obat misal hipoglikemi (keringat
dingin, jantung berdebar dan menggigil serta lemas), hiperglikemi (Polidipsi, polifagi dan
poliuri)
g. Menanyakan pola hidup pasien
Pengendalian pola makan
- Memperbanyak makan sayur seperti brokoli, bayam, kentang, wortel
- Memperbanyak konsumsi buah tinggi kalsium seperti buah pisang, apel, jeruk
- Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam, minimal sehari 2-6 mg
- Sebaiknya mengkonsumsi lauk seperti ikan. Misal: ikan tuna, ikan kembung
- Mengkonsumsi kacang-kacangan seperti kacang merah, buncis
1. Contoh jadwal mengkonsumsi makanan:
- Sarapan Pagi  1 buah pisang, 1 gelas susu rendah lemak, roti
- Makan Siang  ikan, nasi, mentimun, sayur/soup jus jeruk
- Makan Malam telur/ daging 3 ons, nasi, sayur, 1 buah apel
2. Olahraga/aktivitas fisik ringan 2-3x seminggu minimal selama 3 menit. Misal: naik
sepeda dan berenang.
3. Istirahat yang cukup, minimal 8 jam dalam sehari

(Department of Health and Human Services. 2006. Diet Approaches to Stop


Hypertension Eating Plan. NIH Publication No 06-4082)

Monitoring

a. Monitoring tekanan darah dan gula darah pasien, lebih baik dilakukan rutin 1 bulan sekali
(TD Normal 130-140/80-90 mmHg dan GDS <200 mg/dl)
b. Monitoring keluhan yang di raskaan pasien selama mengkonsumsi obat dan obat herbal
c. Monitoring efek samping misal seperti hipoglikemi, hiperglikemi
d. Monitoring penggunaan rebusan seledri dan daun insulin.
Data ilmiah
- Ada pengaruh rebusan seledri terhadap tekanan darah lansia dengan hipertensi di Desa
Hulaan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Hasil uji Fisher Exact didapatkan ρ (0,015) < α
(0,05), berarti hipotesis penelitian diterima. Budi S,. Wiwik A,. 2014. Air Rebusan Seledri
Menurunkan Tekanan Darah. Universitas NU Surabaya.
- Seledri mengandung beberapa zat yang menurunkan tekanan darah, antara lain apiin,
manitol, apigenin, dan potassium. Mekanisme umum tanaman obat dalam mengontrol
tekanan darah antara lain, memberikan efek dilatasi pada pembuluh darah dan menghambat
angiotensin converting enzym (ACE). Selain itu kandungan3-n-butylpthalide atau phthalides
dalam seledri berperan dalam merelaksasi dan melemaskan otot-otot halus pembuluh darah
dan menurunkan hormon stress dalam darah. Seledri juga memiliki kandungan bahan alami
untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam darah yaitu fitosterol yang mencegah deposisi
kolesterol pada dinding dalam pembuluh darah. Triola F,. Oktadoni S,. 2016. Khasiat Daun
Seledri (Apium graveolens) Terhadap Tekanan Darah Tinggi Pada Pasien
Hiperkolestrolemia Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Majority Vol 5:2